[Freelance] Between Two Options (Chapter 8)

5bto5d20between20two20options

 

Title : Between Two Options

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : romance, family, comedi

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : Chapter 8 datang (?), hehehe. Aku udah bertekad untuk gak jadi hiatus, soalnya aku udah coba tapi rasanya susah banget sehari aja gak nulis. Kalaupun harus hiatus paling tidak ff ini harus end dulu J . jadi, readers tenang aja ff ini akan terus lanjut kok.

 

. . . . . . .

“Yoo . .ra oun . . nie” sapa taeyeon gagap.

Yoora yang melihat taeyeon dihadapannya tak kalah kaget.“Sedang apa kau disini?”Tanya yoora ketus.

Taeyeon menatapnya kesal, “Ihh, ounnie sangat aneh kenapa mesti bertanya ?Tentu saja aku berada disini ini kan rumahku” taeyeon melipat tangannya di depan dadanya.Aduh taeyeon yoora mana tahu kalau itu adalah rumahmu.

Yoora yang mendengar penuturan taeyeon menganga leber, “MWO?”

“Taeyeon siapa yang datang?” teriak siwon dari dalam rumah.

Yoora yang mendengarnya sontak menyelonong masuk seraya menabrak bahu bagian kiri taeyeon yang sedang berdiri di depan pintu. “AWW” Ringisnya.

“YA!Jangan masuk rumah orang sembarangan.Tolong ada pencuri” Taeyeon mencegahnya dengan menarik tangan yoora. Karena yoora menggunakan high heels yang cukup tinggi akhirnya ia jatuh tersungkur kelantai.

“Yoora . . “ belum saja taeyeon sempat membantunya berdiri siwon sudah datang menghampiri yoora.

“Yoora kau tidak apa- apa?” Tanya siwon khawatir, taeyeon yang melihatnya hanya mengerucutkan bibirnya.

Yoora menunjukkan senyum manisnya, taeyeon sangat bingung mengapa wanita dihadapannya itu sangat manis dihadapan siwon sedangkan jika berhadapan dengan taeyeon yoora terkesan kasar.

“Ihhh, mengapa didepan oppaku ounnie sangat manis sedangkan padaku ounnie sangat jahat” kata taeyeon yang sukses membuat siwon dan yoora menatapnya bingung.

Yoora bingung karena taeyeon memanggil siwon oppa, sedangkan siwon bingung karena setahunya yoora adalah perempuan yang lembut, tapi dia juga sangat memercayai adiknya.“Oppa jangan dekat- dekat dengannya.Dia seperti nenek lampir” taeyeon menarik tangan siwon.

Siwon tanpa sadar menghempaskan tangan taeyeon, “Taeyeon kau jangan seperti itu terhadap yoora” siwon membantu yoora untuk berdiri.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Oppa jahat” taeyeon berlari keluar dari rumahnya.

Siwon ingin mengejarnya namun yoora tiba- tiba meringis kesakitan yang membuat siwon tak tega meninggalkan yeojachingunya itu.

“Maafkan taeyeon.Dari kecil dia memang tidak suka jika ada yang dekat denganku” ucap siwon ketika mengobati kaki yoora.

“Tidak apa- apa” balasnya tersenyum.‘Tidak akan’ Sungguh hati dan fikirannya sangat berbanding terbalik.

Siwon membalas senyum yoora, “Oya apakah kau mengenal adikku? Mengapa kelihatannya dia sangat membencimu?” sambung siwon yang sedikit membuat yoora kaget, tapi ia berusaha menutupi kekagetannya.

“Kemarin aku bertemu dengannya di outbound.Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku karena telah memarahinya sewaktu mengobrol dengan kris temannya.Mungkin itu alasan mengapa ia membenciku” ucapnya berbohong.

Siwon tersenyum yang membuat yoora bingung, “Hmmm, taeyeon memang anak yang sangat polos, sepertinya sekarang kau harus membiasakan diri menghadapinya.Aku bahkan sering dibuat pusing olehnya, tapi kau tahu aku sangat menyayanginya.”

Yoora yang memandangi siwon menggerutu kesal dihatinya. Entah kenapa memang sejak bertemu taeyeon pertama kali ia sudah tidak suka terhadap taeyeon, ‘Aku sepertinya harus menyingkirkan duri kecil itu’

“Siwon hyung, taeyeon kemana” Tanya luhan yang baru saja kembali dari kamar mandi.

Siwon memandang luhan lalu mendengus kesal, “Sepertinya dia sedang ngambek, pergilah susul dia sebelum terjadi perang dunia dirumah ini”

Luhan pergi mencari taeyeon tanpa menanyakan masalah yang membuat yeoja yang dicintainya itu marah kepada siwon.

 

. . . . . . . . .

“Oppa jahat, mengapa dia lebih memilih ounnie jahat itu daripada adiknya sendiri.padahal dia bahkan tidak cantik” taeyeon mengerucutkan bibirnya sambil menangis “Sebenarnya dia cantik, tapi sedikit saja” tambah taeyeon kepada dirinya sendiri. “Tidak dia sangat cantik, tapi dia jahat.Jadi dia sekarang tidak cantik” omel taeyeon tidak jelas.ini memang kali pertama siwon memarahinya gara- gara seorang yeoja. Taeyeon sekarang berada di taman yang terletak tak jauh dari rumahnya.

Taeyeon memandangi bulan, “Hmmm, apakah sekarang oppa tidak menyayangiku lagi kawan?” tanyanya kepada bulan.

“Siapa bilang ?” seorang namja duduk di sampingnya.

“Sehun” taeyeon memeluk sehun yang juga dibalas oleh sehun.“Oppa lebih menyayangi yoora oeunni daripada aku.Mungkin dia sudah ingin menggantikanku sebagai adiknya sekarang” cerita taeyeon dengan nada manja.

Sehun lagi- lagi terkekeh mendengar penjelasan polos taeyeon, “Dia tidak akan menggantikanmu”

Taeyeon tersenyum senang mendengarnya, “Jinjja?”

Sehun mengangguk singkat, ‘Tentu saja dia tidak akan menggantikanmu sebagai adiknya siwon. Mungkin ia akan menjadi kakak iparmu. Taeyeon mengapa kau sangat lambat dalam berfikir?’ batin sehun.

Setalah itu Tak ada suara yang mereka keluarkan lagi, hanya suara angin yang kini menghiasi pendengaran mereka berdua.Taman yang mereka tempati saat ini memang terletak agak jauh dari jalan raya jadi pantas saja kalau tak ada suara kendaraan yang mengganggu.

Setiap mereka melakukan skinship seperti ini, entah kenapa jantung sehun terpacu lebih cepat dari sebelumnya, pipi yang kadang memerah, bahkan perasaan senang seakan tak mau melepas yeoja disampingnya itu. Setiap sentuhan taeyeon memberikan rasa nyaman tersendiri baginya, rasa nyaman yang tak pernah ia rasakan bersama yeoja lain selain taeyeon.

Berbeda dengan sehun, taeyeon malah terkesan biasa saja, tak ada debaran ataupun pipi yang memerah, tak ada  perasaan yang berbeda, dan ia memang merasakan nyaman bersama sehun, tapi rasa nyaman itu tak ada bedanya ketika ia bersama kris, changmin, ataupun ryeowook.

“Sehun, apakah kau juga nantinya akan tidak menyayangiku lagi?” ucap taeyeon di tengah pelukan mereka.

Sehun tersenyum, “Tidak akan” jawaabnya yakin, ‘Aku tidak akan melepasmu, tidak akan pernah’

Taeyeon tersenyum mendengar jawaban sehun, lalu taeyeon mempererat pelukannya.

Sebenarnya sehun ingin memberikan kata- kata romantis untuk menghibur taeyeon. Kata- kata yang bisa membuat setiap yeoja melayang, hanya saja ia sedikit mengurungkan niatnya. Karena kalau mengingat kelemotan taeyeon, dia bisa saja merusak suasana romantis yang terjalin saat ini. Jadi ia menganggap untuk saat ini lebih baik tidak mengeluarkan suara. Mungkin harus menunggu taeyeon lebih dewasa lagi agar bisa mengeluarkan kata- kata gombal untuknya.

Lama dalam keadaan diam akhirnya taeyeon terbawa ke alam mimpinya, sehun yang memperhatikannya hanya tersenyum puas. Melihat wajah taeyeon yang tertidur pulas seolah memperlihatkan sisi dewasa taeyeon.Tanpa taeyeon yang cerewet dan terlalu polos, saat ini taeyeon dimanata sehun terkesan dewasa dan kalem. Tentu saja karena ia sedang tertidur pulas.

Sehun tetap menikmati pemandangan dihadapannya tanpa mengalihkan perhatiannya, sedangkan taeyeon tentu saja tidak menyadarinya.Saat- saat romantis yang telah terjadi barusan ternyata disaksikan oleh seorang namja, namja yang juga sangat mencintai taeyeon.

Luhan sedang duduk bersandar dibalik pohon karena tak mampu lagi menopang badannya. Rasa sakit yang ia rasakan benar- benar dahsyat. Bagaimana tidak, ia melihat yeoja yang dicintainya bersama dengan namja lain untuk yang pertama kalinya.

Air mata kesedihan yang telah lama tertidur semenjak ia menginjakkan kaki di kota seoul seolah terbangun kembali. Tangannya sekarang menggepal kuat, ia tak tahu harus marah kepada siapa saat ini selain marah kepada kebodohannya sendiri. ia berperang dengan hatinya.

‘Aku benar- benar bodoh, mengapa aku masih terus berharap kepada yeoja yang hanya menganggap sebagai adik’ luhan meremas rambutnya kasar.

Sehun yang sudah puas memperhatikan wajah taeyeon, perlahan mengangkat gadis mungil itu untuk membawanya pulang. Tentu saja ia tak akan tega melihat gadisnya sakit karena masuk angin. Sedangkan luhan?Ia masih bungkam dibalik pohon, ia tak tahu harus berbuat apa, ia tak tahu harus berkata apa. Sungguh saat ini semua yang ia lakukan terasa salah menurutnya.

 

. . . . . . . . . .

Malam ini benar- benar malam yang paling menyenangkan bagi kris. Karena selama tiga hari ia menahan rasa rindunya untuk taeyeon akan segera terobati. Ia baru saja pulang dari training outbound dan tentunya tujuan utamanya saat ini adalah rumah taeyeon. ‘Tunggu aku taeyeon’

Senyum yang terukir di bibirnya semenjak tadi sekarang seolah luntur, luntur karena melihat kejadian dihadapannya. Motor yang ia kendarai juga berhenti mendadak, seperti detak jantungnya yang saat ini hampir saja berhenti.

Sakit itulah yang ia rasakan melihat taeyeon yang notabenenya penyemangat sehingga dia sangat bersemangat untuk pulang ternyata kini tengah berada dalam dekapan orang lain, yang tidak lain ia tahu bahwa namja itu adalah namja yang dicintai oleh yeoja yang ia cintai.

Sungguh oksigen kini seolah menolak untuk masuk ke paru- parunya, sangat sesak. Dengan sisa tenaganya ia membelokkan motornya dengan maksud mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan taeyeon.

Ia memacu gas motornya secepat mungkin untuk meninggalkan tempat itu.

Sedangkan sehun yang kini tengah mengendong taeyeon terus tersenyum, ia bahkan tak memperhatikan jalan, melainkan hanya memperhatikan taeyeon.

‘Mengapa rumahmu sangat dekat, padahal aku masih ingin bersamamu’ batin sehun ketika ia telah tiba di depan pintu gerbang. Sontak keamanan di rumah itu sigap membukakan pintu untuknya dengan raut wajah khawatir.

Siwon yang juga sudah menunggu di depan pintu rumahnya segera berlari menghampiri adiknya itu, “Apa yang terkadi?” panik siwon.

Sehun hanya memberinya isyarat untuk tetap diam karena taeyeon tengah tertidur, siwon yang mengerti akan kode yang diberikan sehun sontak menutup mulutnya. Sehun yang hendak memasuki rumah taeyeon terpaksa tertahan oleh siwon.

“Biar kau saja yang membawanya masuk” siwon mengambil taeyeon dari gendongan sehun.Tentu saja itu bukan hal yang sulit karena mengingat badan taeyeon yang mungil.

Sehun hanya pasrah memberikan taeyeon.Terlihat sekali dari wajahnya ekspresi kekecewaan.“Terima kasih telah membawa adikku” ucap siwon seraya tersenyum lalu membawa taeyeon memasuki rumahnya.

Sehun hanya tersenyum miris melihatnya, jujur saja saat ini ia benar- benar kesal kepada siwon, ‘Memang benar kata taeyeon, oppanya sangat jahat’ sehun mengerucutkan bibirnya lalu meninggalkan halaman rumah taeyeon. Keamanan yang menyaksikan semua kejadian itu hanya tersenyum geli.

 

. . . . . . . . . .

“AAAA” teriak luhan dari dalam mobilnya, ia benar- benar frustasi saat ini. Sungguh tak ada yang bisa dia lakukan selain melampiaskan kekesalannya dengan melajukan mobilnya secepat yang ia bisa. Ia tak peduli akan keselamatannya. Sakit benar- benar menguasai dirinya.

“MENGAPA KAU TAK PERNAH MELIHATKU SEBAGAI NAMJA YANG MENCINTAIMU ?”Luhan berteriak lagi.

“MENGAPA KAU MUNCUL DALAM KEHIDUPANKU KALAU HANYA UNTUK MENYAKITIKU ?”Luhan semakin menancap gas mobilnya.

“MENGAPA AKU TERLALU BODOH TERJEBAK DALAM CINTAMU ?”Luhan menangis sekencang- kencangnya.

“MENGAPA PERASAAN INI TAK BISA AKU HILANGKAN ?”Luhan mengijak rem mobilnya tiba- tiba.

Ia menunduk sambil terus melangeluarkan segala kekesalannya.

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon terbangun dari tetidunya ketika mentari pagi memaksa matanya untuk terbuka.Ia kaget ketika merasakan benda aneh tengah menyentuh badannya, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang namja disampingnya, “YA oppa tolong aku. Oppa . . . . . . “ taeyeon melompat- lompat di atas kasurnya.

Siwon yang tidur sambil tengkurap sontak terganggu akan teriakan taeyeon, “Diam” siwon mengerang tanpa mengubah posisinya.

Taeyeon yang mengira bahwa namja itu bukan siwon sontak makin berapi- api, “Dasar namja nakal, keluar kau dari kamarku” taeyeon memukuli siwon dengan bantal. “Tolong aku, ada orang jahat disini” teriak taeyeon yang membuat seluruh keamanan dan pelayan dirumahnya panik.

“YA!Hentikan” ucap siwon, namun taeyeon tak memperdulikannya.Ia tetap saja memukuli siwon yang tidak bisa berbuat apa- apa saat ini.

“Nyonya muda buka pintunya” teriak salah satu keamanan dari luar.

“Aku tidak bisa sekarang, nanti namja nakal ini lari” balas taeyeon tanpa memberhentikan pukulannya.Sedangkan siwon saat ini hanya bisa pasrah.

Bruak . . .

Pintu berhasil terbuka lebar akibat dobrakan dari para keamanan rumah taeyeon.“Ini penjahatnya.Bawa saja dia kepolisi” ucap taeyeon.

Siwon yang semenjak tadi menutup badannya dengan selimut segera membuka selimutnya.“YA! Kim taeyeon kenapa  kau memukuliku ?” ucap siwon jengkel, sambil memijat- mijat badannya yang sakit.

Taeyeon yang melihatnya sontak membulat lebar.Sedangkan keamanan dan pelayang dirumah itu hanya menunduk hormat.

Taeyeon sebenarnya khawatir kepada oppanya, tapi kalau mengingat kejadian semalam dia jadi kesal, “Ini bukan salahku siapa suruh oppa masuk ke kamarku sembarangan” ucap taeyeon tiba- tiba yang membuat semua mata menatapnya heran termasuk siwon.

Tak ada yang mengubris pernyataan taeyeon, sehingga membuat gadis itu bingung dan salah tingkah, “Apa ada yang salah?”Tanya taeyeon.

Masih saja tak ada yang berniat menjawab pertanyaannya sehingga membuatnya semakin salah tingkah. “Baiklah, jadi sekarang tak ada yang mau berbicara denganku ?.Kalian tahu kalian sangat jahat” taeyeon berjalan menuju kamar mandi.

Siwon dan yang lainnya hanya menatapnya aneh, “Mengapa belakangan ini dia selalu saja marah? Apakah dia sedang datang bulan?” tanya siwon kepada pelayaan dan keamanan rumah yang telah berkumpul.

“Mungkin nyonya muda sedangputus cinta tuan” pendapat seoarang keamanan yang sukses membuat semua mata menoleh ke arahnya.

Bruak . . .

Suara keras pintu yang terbuka sontak mengagetkan semua orang di kamar itu.“YA aku mendegarnya.SEMUA KELUAR DARI KAMARKU” Semua orang di kamar itu berlari kalang kabut, sampai- sampai mereka ada yang saling bertabrakan.

Siwon yang melihatnya hanya terkekeh pelan yang sukses membuat taeyeon menatapnya horor, “OPPA KELUAR . . . . .”

. . . . . . . .

Taeyeon keluar dari kamarnya dengan wajah masam.Ia hendak pergi tanpa sarapan ke sekolahnya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar sebuah sautan. “Apakah kau marah kepada oppa?” tanya siwon.

Taeyeon tak menjawab ia hanya masih berdiri di tempatnya tanpa membalikkan badannya menatap oppanya.

Siwon menghembuskan nafas pelan, “Kau tahu kan oppa paling tidak bisa kalau kau ngambek pada oppa ?” sambung siwon yang lagi- lagi tak dijawab oleh taeyeon.

Siwon lagi- lagi menghembuskan nafas pelan, “Baiklah kalau kak tak menyukai yoora, aku akan memutuskan hubungan oppa dengannya.Walaupun oppa sangat mencintainya, tapi kau harus tahu bahwa di dunia ini kaulah yang paling berharga dalam hidup oppa” siwon berbalik hendak meninggalkan taeyeon.

Taeyeon menangis, ia sebenarnya juga tidak ingin marah pada oppanya. Tapi dia hanya cemburu ketika oppanya lebih memilih gadis yang menurutnya jahat itu daripada dirinya.“Oppa” langkah siwon terhenti ketika adiknya itu memeluknya dari belakang.

Siwon tersenyum, “Mianhae oppa aku terlalu egois.Tapi aku hanya takut oppa akan melupakanku” taeyeon terisak sendu.

Siwon membalik tubuhnya, ia memegang kedua pipi adiknya lalu menghapus air matanya. “Kau tak kan tergantikan disini” siwon menaruh tangan taeyeon didadanya. “Bukankah jantung oppa selalu ikut bersamamu ?”

Taeyeon terlihat bingung “Oppa bagaimana bisa jantung oppa ada bersamaku ?”

Siwon menggerututi dirinya sendiri, mengapa ia tidak mengerti akan ‘keadaan’ adiknya itu. Padahal yang ia maksud adalah kalung berbentuk jantung yang ia berikan kepada taeyeon. Ia tersenyum manis lagi, “Taeyeon, suatu saat nanti kau harus belajar berfikiran dewasa. Karena kepolosanmu nanti bisa mendatangkan masalah yang besar dalam perjalanan kehidupanmu”

Taeyeon sebenarnya masih bingung, namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya karena tidak ingin kepalanya pusing dengan kata- kata yang menurutnya terlalu dewasa untuk yeoja seumuran dengannya.

Padahal bukan kata- katanya yang terlalu dewasa, tapi cara berfikir taeyeon yang setara dengan cara berfikir anak umur 5 tahun yang membuatnya terus bermasalah.

 

. . . . . . .

“Ahh senangnya, akhirnya masa skorsingku habis juga”

“Kau senang?” tanya siwon tanpa menatap taeyeon karena sedang fokus menyetir mobil.

“Tentu saja” jawab taeyeon berseri senang.

Siwon juga ikut tersenyum melihat adiknya yang telah kembali seperti sedia kala, “Hmmm, oppa” sapa taeyeon.

“Hmmm” taeyeon yang tidak puas dengan respon siwon sontak mengerucutkan bibirnya.

“Oppa bahkan tidak mau berbicara banyak padaku”

Siwon mendengus kesal, ia memang harus mengerahkan seluruh kesabarannya untuk menghadapi adiknya yang satu ini, ia memberhentikan mobilnya di tepi jalan, “YA oppa, kenapa berhenti? Nanti aku terlambat bagaimana?Bagaimana kalau tiba- tiba songsaenim mengskors aku lagi?Oppa bagaimana ini?Oppa” taeyeon heboh sendiri di dalam mobil sehingga membuat mobil itu bergoyang- goyang ditempat (?).

Siwon hanya memutar bola matanya,”Taeyeon sayang, bisakah kau diam sebentar?”

Taeyeon berhenti pada aktifitas anehnya itu, “MWO?” tanyanya.

“Hmmm, inilah yang oppa katakan kau harus belajar bersikap dewasa mulai hari ini.Kalau begini terus bisa- bisa oppa yang akan masuk ke rumah sakit jiwa” siwon memegang kedua bahu taeyeon sambil mentapnya dalam.

“Memang kenapa oppa masuk rumah sakit jiwa?Apakah oppa gila?Tapi tidak ada yang menunjukkan gejala itu?Apakah hmmm” ucapan taeyeon terhenti ketika siwon menutup mulutnya dengan tangannya.

“Tolong dengarkan oppa kali ini saja” ekspresi siwon memelas membuat taeyeon iba sehingga gadis itu mengangguk setuju.

Siwon melepas tangannya, “Begini taeyeon, oppa fikir kau terlalu kekanak- kanakan. Jadi mulai sekarang ubah sifatmu”

“Bagaimana caranya?” selah taeyeon yang membuat siwon semakin pusing.

“Pertama jangan terlalu banyak bertanya” taeyeon mengerucutkan bibirnya ketika siwon menatapnya sinis.

“Kedua jangan terlalu baik kepada seorang namja karena kau bisa saja memberi mereka harapan palsu.Ketiga jangan terlalu lemah jika ada yang menyakitimu.Ke empat jangan bersikap seolah- olah semua namja adalah oppa dan dongsaengmu.Ke enam jangan memeluk namja sembarangan.Ke tujuh jangan sembarangan menyapa orang.Ke delapan jangan terlalu banyak berbicara.Dan yang paling penting buat otakmu itu sedikit lebih encer.Mengerti?” siwon menatap taeyeon yang terlihat bingung yang membuatnya semakin khawatir.

Taeyeon yang merasa diperhatikan sontak mengangguk yakin.

“Apakah kau mengingat semuanya” tanya siwon memastikan

“Tentu saja” taeyeon lagi- lagi menjawab dengan sangat yakin.

“Coba sebutkan cara pertama” tanya siwon yang masih terlihat tidak yakin akan adiknya itu.

“ . . . “ taeyeon tersenyum kuda menatap siwon “Mian oppa, tapi sepertinya aku lupa”

“YA!KIM  TAEYEON”

 

 . . . . . . . . .

Taeyeon masih memegang telinganya yang sakit akibat teriakan siwon sepanjang perjalanan. Oppanya itu tak henti- hentinya berteriak kepadanya tentang cara- cara menjadi lebih dewasa,

“Bahkan sekarang kata- katanya selalu terbayang- bayang” Omelnya ketika melewati koridor sekolah.

Sehun yang juga melewati koridor itu sontak tersenyum senang saat melihat taeyeon, “Changi-ah . . “ sehun menghampiri taeyeon.

Taeyeon ingin memeluk sehun seperti biasanya, namun ada yang mengganjal difikirannya, ‘Ke enam jangan memeluk namja sembarangan’ Taeyeon mendengus kesal.

Sehun yang melihat gelagak aneh dari yeojachingunya itu sontak khawatir, “Kau sakit?” taeyeon tidak menjawab.

“Kau sebenarnya kenapa sih?” tanya sehun lagi.

Taeyeon sebenarnya ingin menjawab, tapi lagi- lagi kata- kata siwon terbayang di fikirannya, ‘Ke delapan jangan terlalu banyak berbicara.’Taeyeon mendengus kesal lalu menatap sehun sendu kemudian ia meninggalkan sehun tanpa sepata kata apapun. Sehun yang tidak biasa melihat taeyeon seperti itu hanya melongo heran.

Taeyeon memasuki kelasnya dengan langkah malas, “TAEYEON . . “ sunny langsung saja melompat memeluk sahabatnya itu.

Taeyeon tidak merespon yang membuat sunny menatapnya heran, “Kau kenapa?” taeyeon tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu dan memilih untuk duduk.

Tiffany yang melihat tingkah aneh taeyeon sontak merasa bersalah karena mengira taeyeon berubahkareakejadian kemarin yang mana iatelah mengacuhkan taeyeon, “Mianhae taeyeon” tiffany memeluk taeyeon singkat.

Taeyeon yang tidak mengerti hanya berekspresi heran namun tetap tak berbicara, “Kalau kau marah padaku tolong jangan seperti ini” tiffany menatap taeyeon.

Taeyeon sudah tidak tahan lagi dan mengambil kertas dan pulpen di tasnya, “kata oppa aku tak boleh banyak bicara” tulisnya polos.

Tiffany dan sunny hanya memandangnya aneh, “Mengapa?” tanya mereka serentak.

Taeyeon mendengus kesal, “Katanya agar aku menjadi dewasa, dia memang orang yang sangat aneh.”Tulis taeyeon lagi.

Kedua sahabatnya hanya memutar bola matanya,”Maksud oppamu bukan seperti itu taeyeon” taeyeon hanya menatap bingung sunny.

“Maksudnya kau jangan berbica hal- hal yang tidak penting, bukan malah diam seperti ini” taeyeon mengangguk mengerti mendengar penjelasan dari tiffany.

“Dasar yeoja pabo” ucap yoona tiba- tiba tetapi tanpa mengalihkan perhatiannya menghadap taeyeon.

Taeyeon tidak memperdulikannya karena mengira bukan ia yang disindir. “Hmmm, mengapa sekolah kita yang populer ini bisa memiliki siswi seperti dia ?” tambah Jessica.

Sunny dan tiffany yang mengetahui maksud pembicaraan mereka menggepal tangan kuat, “Seandainya saja dia pergi dari sekolah ini, mungkin aku akan membuat pesta perpisahan besar- besaran” sambung yuri yang membuat trio itu tertawa girang.

“YA!Apa yang kalian katakan?” tiffany memukul meja yang membuat semua orang kaget termasuk taeyeon.

Sunny ikut berdiri di samping tiffany, “Kalian jangan hanya berani menyidir orang dong” tambah sunny.

Yoona cs hanya tersenyum mengejek, “Sepertinya ada yang merasa nih” sindir yoona.

“Hmmm, gak tahu malu. Mengapa sekarang banyak orang yang ingin masuk ke dalam urusan orang lain ?” tambah Jessica yang makin membuat tiffany dan sunny naik darah.

“Kami ikut campur karena dia sahabat kami” bentak tiffany yang sudah sangat marah, seandainya saja sunny tidak memegang tangannya mungkin ia sudah memporah- porandakan (?) wajah mereka.

Sunny menambahkan, “Tidak seperti kalian yang hanya sebagai pengawal yoona” mereka yang tidak terima sontak langsung berdiri menhadap sunny dan tiffany.

“Jaga bicara kalian” teriak yuri.

Tiffany menunjukkan smirknya. “sepertinya ada yang tersinggung” tiffany berbicara kepada sunny tapi matanya melirik ke tiga yeoja yang ada dihadapannya.

“Sepertinya” jawab sunny dengan nada mengejek.

Yoona cs sudah mengambil ancang- ancang untuk menerkam dua yeoja dihadapannya begitupun dengan sunny dan tiffany. Seluruh kelas kini menonton mereka dengan tampang was- was. Taeyeon yang duduk karena tidak mengerti sontak berdiri diantara dua kubuh yang sedang bersiap untuk berperang itu “Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya taeyeon tiba- tiba yang membuat semua orang di kelas itu menatapnya horror.

“YA!KIM TAEYEON” seluruh penghuni kelas berteriak bersamaan.

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon masih memegangi telinganya yang sakit akibat teriakan orang- orang.Sepertinya hari ini adalah hari dimana semua orang sangat hobby berteriak ditelinganya.Yang menurutnya tanpa sebab apapun.“Ya tuhan, semoga saja bukan oppa yang menjemputku.Telingaku sudah terlalu sakit untuk mendapat teriakan” ucap taeyeon karena sekarang dia memang sedang menunggu jemputan.

Di sisi lain, kris sedang memandangi taeyeon. Sebenarnya sejak tadi ia sudah sampai, bahkan sebelum bel tanda pulang dibunyikan. Jujur saja hatinya masih sakit dengan kejadian semalam.Tapi, mau bagaimana lagi? Siwon yang menyuruhnya menjemput taeyeon karena ia sedang sibuk dengan kuliahnya. Ia juga tidak mungkinkan membiarkan taeyeon menunggu sampai malam?

Ia menarik nafas dalam membiarkan semua oksigen memenuhi paru-parunya. ‘Kau pasti bisa Kris.Fighting’ dengan segala kekuatannya dia menamcap gas motornya menghampiri taeyeon.

“Kris. . . .” teriak taeyeon saat melihat kris menuju ke arahnya.

Kris berhenti dan membuka helmnya, “Annyeong taeyeon” sapa kris menunjukkan senyum yang dipaksakan.

“Annyeong kris” taeyeon membalas dengan senyuman manisnya.

“Tunggu apa lagi naiklah” kris hendak memasang kembali helmnya namun tangannya ditahan oleh taeyeon.

“Ku mohon jangan pulang, otakku sudah terlalu pusing untuk bertemu dengan oppa” taeyeon memasang wajah sangat menyedihkan di depan kris, kris yang melihatnya sontak menyetujui ajakan taeyeon.

“Baiklah kita hari ini tidak langsung pulang” taeyeon tersenyum riang mendengar penuturan kris.

Taeyeon memeluk kris, “Gomawo kris” sepertinya ia sudah lupa akan pesan oppanya.

Kris hanya tertawa melihat kelakuan taeyeon, belum saja taeyeon sempak naik ke motor besar kris tangannya sudah di tarik paksa oleh seseorang, “YA!” perkik taeyeon.

“Apa yang kau lakukan kau fikir . . . . “kata- katanya terhenti saat melihat orang dihadapannya yang sedang mengeluarkan api- api yang menyala seolah ingin membakar taeyeon hidup- hidup.

“Se . .hun . . “ ucap taeyeon gugup.

“Jadi ini alasan tadi pagi kau mengacuhkanku ?jadi sekarang kau ingin menduakanku hah? Aku sudah lelah dengan semua sikapmu KIM TAEYEON” Sehun lalu pergi meninggalkan taeyeon yang bungkam tidak mengerti dengan semua kata- kata sehun.

“Kejar dia” suara kris memecahkan lamunan taeyeon.

“Tapi . . “

“Cepat kejar dia” kris tersenyum manis.

Taeyeon mengangguk lalu langsung berlari dari hadapan kris.

Kris lagi- lagi tersenyum penuh arti, ‘Walaupun aku mencintaimu tapi kebahagianmu adalah yang terpenting kim taeyeon. Walaupun selamanya aku akan merasakan sakit, tapi tetap kau dan hanya kaulah yang aku nomor satukan. Bahkan nyawaku sekalipun akan aku korbankan untukmu hanya untukmu’

 

. . . . . . . . . .

“Sehun- ah tunggu aku” taeyeon mengejar sehun dari belakang.Sungguh sangat sulit bagi kaki taeyeon yang mungil mengejar sehun yang notabenenya langkahnya jauh lebih besar darinya.

“Auuuu . . .” taeyeon terjatuh ketika sebuah batu mengganjal kakinya. Sehun yang mendengarnya sontak menoleh dan betapa terkejutnya ia ketika melihat taeyeon yang sedang memegangi lututnya yang berdarah.

“Changi- ah” sehun berlari menghampiri taeyeon.“Aiss mengapa kau sangat ceroboh?Bagaimana ini? Lihat sekarang kau sudah terluka kan” omel sehun tidak jelas.

“Ini tidak sakit auuuuuu” ringis taeyeon ketika sehun mencoba meluruskan kakinya.

Sehun terkekeh, “apakah itu yang namanya tidak sakit?” taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ini semua salahmu, mengapa tiba- tiba kau marah tidak jelas?” taeyeon melihat lututnya yang sakit.

‘Seandainya aku dapat memilih aku tidak akan mau jatuh cinta pada yeoja tidak peka sepertinya’ sehun memandangi taeyeon.

Taeyeon mendongak yang menyebabkan pandangan mereka bertemu, taeyeon memiringkan kepalanya menatap sehun, “Apakah penyakit rabunmu kembali kambuh?” tanya taeyeon yang berhasil membuyarkan lamunan sehun. “Padahal aku sudah sarankan agar kau memeriksakan diri ke dokter tapi kau malah YA!”Ucapan taeyeon terhenti ketika lagi- lagi sehun menggendongnya tiba- tiba.

“Kau tahu kau bahkan bisa membuatku gila” ucap sehun lalu berjalan seraya mengabaikan pandangan bingung taeyeon yang sangat dibencinya.

“Mengapa kau sangat kompak dengan oppa? Kata oppa ia juga hampir gila. Aku bingung mengapa semua orang ingin gila” taeyeon berucap bingung.

‘Apakah kau tidak sadar bahwa semua karenamu’ sehun memutar bola matanya kesal.

Sehun menaruh taeyeon di kursi taman sekolah, “Sekarang kita bersihkan dulu lukamu ne?”

Taeyeon mengangguk terseyum, “Oya pria tadi siapa?” tambah sehun penasaran.

Taeyeon mengingat- ngingat kembali dan itu membuat sehun kesal, “bahkan sekarang kau lupa pada namja yang baru saja bersamamu” ucapnya berbisik sehingga taeyeon tak mendengarnya

“Owh namja tadi namanya kris, ia adalah adiknya ryeowook oppa” jawab taeyeon.

“Hmmm, kau belum menjawab pertanyaanku. Tadi mengapa kau tiba- tiba marah?” tanya taeyeon polos.

Siwon mendengus kesal.“Karena aku cemburu KIM TAEYEON” jawab sehun to the point.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya.”cemburu pada siapa?”

Sehun mendengus kasar, “Sudahlah tidak usah dibahas lagi.Sekarang aku akan bersihkan lukamu jadi diam dan jangan banyak bergerak” sehun mengeluarkan sapu tangan lalu membersihkan luka taeyeon dengan penuh kasih sayang.

“Saranghae” ucap taeyeon tiba- tiba yang membuat sehun tersenyum senang

“Nado saranghae kim taeyeon” sehun mendekarkan bibirnya ke arah taeyeon. Ia sungguh berharap bahwa taeyeon tidak berbuat aneh lagi sehingga adegan romantis yang ia ciptakan saat ini gagal. Namun harapannya musnah pada detik berikutnya.

“Yoona” sapa taeyeon yang juga membuat sehun melihat ke belakang.

Ternyata benar yoona dan kedua sahabatnya kini berada di belakang mereka, “Hai taeyeon hai sehun” sapa yoona dengan ramah. Sungguh berbeda dari biasanya, bahkan kedua sahabatnya pun tersenyum manis.

“Hai yoona, yuri dan hai Jessica” sapa taeyeon tak kalah girang.

Sehun yang memerhatikan gelagak tiga makhluk dihadapannya itu, menatap mereka curiga karena tidak biasanya mereka bersikap manis pada taeyeon. Namun malang bagi taeyeon yang terlalu polos sehingga tidak menyadarinya.

“Taeyeon-ssi aku mengundangmu ke acara ulang tahunku besok, bisakah kau datang?” tanya yoona dengan senyuman malaikat buatannya.

Taeyeon tersenyum senang, “Tentu saja” taeyeon menarik undangan di tangang yoona.

‘dasar tidak sopan’ batin yoona.

“Kalau begitu kami pamit yah” yuri menarik tangan yoona yang sepertinya sudah hampir kehabisan kesabaran. Ia tidak mau jika rencana yang telah ia buat hancur berankan kan?

Taeyeon memandang mereka dengan mata berbinar, “Gomawo” teriak taeyeon.

Sehun yang memerhatikan mereka hanya mendengus kesal, “Apakah kau akan datang?” tanya sehun.

“Tentu saja” jawab taeyeon tanpa sedikitpun ada beban.

‘Mengapa kau tidak sadar dengan bahaya di depanmu taeyeon’

 

. . . . . . . . . . .

“Yang ini terlalu pendek” taeyeon melempar baju ditangannya.

“Kalau yang ini terlalu rempong (?)”

“Hmmm, yang ini terlalu glamor”

“Yang ini terlalu ketat” sungguh sekarang taeyeon benar- benar sudah menghambur seluruh pakaian dari dalam lemari.

“Mending aku ajak luhan ke mall aja” taeyeon mengambil hpnya lalu mencari nama ‘baby’ di kontaknya dan memncet tombol call.

“Baby, ayo kita ke mall”

“ . . . “

“Aku mau beli baju sekalian kado untuk temanku yang berulang tahun”

“ . . . “

“Baiklah, jangan lama- lama ne?”

“ .  . .”

“By luhan”

Taeyeon ingin bersiap untuk pergi ke mall dan betapa terkejutnya ia ketika melihat lemarinya kosong dan seluruh isinya berada di lantai, “YA! Siapa yang melakukan ini pada baju- bajuku?” pekiknya ia tidak sadar bahwa ia sendirilah yang membuat kamarnya seperti kapal hancur.

 

. . . . . . . . .

Taeyeon menuruni anak tangga dengan style yang tidak biasa dia gunakan, dengan coat panjang berwana coklat yang senada dengan syal yang ia gunakan. Tak lupa juga dengan topi rajut cute berwarna pink yang ia kenakan yang juga senada dengan tights yang ia pakai. Dan satu lagi yang tak terlupakan Sepatu Boots Winter yang ia kenakan benar- benar menambah kesan sempurna baginya.

Bahkan luhan yang melihatnya hanya mampu melongo kaget, “YA!Aku tahu hari ini aku berdandan aneh, tapi kau tak perlu menatapku seperti itu. Kau tahu ada yang membongkar isi lemariku sehingga semua pakaianku kotor “ omel taeyeon tidak jelas.

Luhan hanya memperhatikannya dari bawah sampai atas, ‘Kau tahu kau sangat cantik’ia hanya bisa memuji dalam hati, karena ia tidak ingin kan taeyeon akan kegirangan jika ia memujinya langsung.

“Ya!Sudahlah aku tahu kau pasti akan menghinaku, jadi lebih baik urungkan niatmu sekarang kalau kau mau selamat.”Taeyeon menarik tangan luhan, sedangkan luhan masih belum mengucapkan sepata kata apapun.

“Luhan sembunyi” taeyeon menarik tangan luhan agar bersembunyi di belakang pintu rumahnya yang telah terbuka lebar.

“YA!Kau tahu kepalaku sangat sakit” luhan memegangi kepalanya yang tadi terbentur di tembok akibat taeyeon.

Taeyeon tidak memperdulikan luhan, ia mengintip keluar. “Sebenarnya apa yang kau lihat?” tanya luhan.

“Huss” taeyeon menaruh tangannya dibibirnya sebagai isyarat agar luhan diam. “Itu oppa siwon bersama pacarnya”

Luhan mengerutkan dahinya, “Lalu?”

Taeyeon merotasi bola matanya, “Mengapa kau sangat lemot, kau tahu yeoja itu seperti nenek sihir” dan lagi- lagi luhan yang tak berdosa yang taeyeon salahkan.

“Kajja” taeyeon lagi- lagi menarik luhan. “Kau bawa mobil kan?” luhan hanya mengangguk. “baiklah kita ikuti mobil oppa.

“Lalau bagaimana . .”

“Ayolah luhan kumohon jangan banyak bicara, kita kejar saja mereka” luhan hanya pasrah mengikuti perintah taeyeon.Memang taeyeon sangat tidak peka bahkan terhadap dirinya sendiri.bagaimana mungkin ia terus menyalahkan luhan sedangkan dia saja juga lelet dan sangat banyak bicara.

Akhirnya mereka pergi mengikuti siwon dan yoora dari belakang.

Dan lagi- lagi ada seseorang yang sakit hati dengan moment ini.Siapa lagi kalau bukan sehun yang tadinya berniat mengajak taeyeon pergi bersama ke ulang tahun yoona harus disuguhi oleh pemandangan menyakitkan yakni kemesraan antara taeyeon dan luhan, ‘Apakah tidak cukup kau membuatku cemburu dengan kehadiran ryeowook, changmin ataupun kris?Dan sekarang kau membawa namja baru lagi?Hmmm, aku benar- benar tidak mengerti sekarang, apakah kau mencintaiku?Itu adalah pertanyaan yang percuma saja aku tanyakan padamu taeyeon.Mengapa kau terlalu sulit untuk menjaga hatiku?Dan mengapa walaupun terus disakiti aku tetap tak bisa berhenti mencintaimu?’

 

. . . . . . . . . . . .

“apa yang mereka lakukan ?” tanya taeyeon setengah berbisik kepada luhan.

Luhan mendengus kesal, “Mana aku tahu” jawabnya santai.

Taeyeon yang tidak puas dengan jawaban luhan sontak memukul lengan luhan, “Ya! Mengapa kau sangat menjengkelkan ?”

“Kau yang dari tadi sangat menjengkelkan, mengapa kau terus menyalahkanku?” balas luhan.

“Ya!Pelankan suaramu nanti oppa dan nenek sihir itu mendengarnya” taeyeon mengingatkan luhan. Mereka sekarang tengah berada di semak- semak dekat taman persis seperti seorang penguntit. Siwon dan yoora memang sedang duduk di sebuah kursi taman.

“YA! Mengapa orang itu bersandar pada oppaku ?” taeyeon meremas kesal tangan luhan.

“Ya!Kalau kau marah datangi dia jangan sakiti tangan yang mulus ini” luhan melepas tangannya.

Taeyeon memandangnya horror, “seandainya bisa dari tadi aku sudah melabrak orang itu”

“Terus kenapa kau tidak melakukannya ?” tanya luhan dengan smirk diwajahnya.

“Baiklah akan ku lakukan” mata luhan membulat lebar ketika mendengar taeyeon.

Taeyeon berdiri dari tempat persembunyiannya, “Ya! Xi luhan”

“Apa lagi?” tanya luhan heran.

Taeyeon sangat kesal, “Gara- gara kau selalu mencari masalah padaku lihat sekarang mereka telah pergi”

Luhan berdiri seperti taeyeon, “YA!Mengapa kau terus saja menyalahkanku?” luhan melipat kedua tangannya di dadanya.

“Karena ini memang salahmu” jawab taeyeon tak mau kalah.

Lama mereka bertatapan horror sampai akhirnya sebuah gerimis menghentikan aktifitas perang mereka. “Ya! Hujan benar- benar mengganggu”

“Bahkan sekarang kau menyalakan hujan. Mengapa belakangan ini kau sangat pemarah sih ?” jawab luhan kesal.

Taeyeon terdiam, ia juga memikirkan hal yang sama. Luhan adalah orang kedua yang berbicara seperti itu. Entah kenapa belakangan ini seolah ada sesuatu yang terjadi sehingga ia sangat sedih tapi ia tidak tahu kenapa sehingga ia melampiaskan semuanya kepada orang terdekatnya.

Luhan menatap taeyeon sendu, “Apakah kata- kataku menyakitimu darling?”

Taeyeon menunduk lesuh, “Ini semua salahku, aku selalu saja membuat semua orang marah”

Luhan tersenyum dan menarik taeyeon ke dalam pelukannya, “Kau tahu tak ada yang akan sanggup marah padamu”

Taeyeon membalas pelukan luhan, “Apakah aku menjadi beban bagi semua orang ?”

“Kau tidak akan menjadi beban darling, bahkan kau adalah semangat bagi semua orang. Tanpa kau hidupku ataupun hidup siwon hyung tak akan berwarna”

Taeyeon memeluk luhan sangat erat, “Gomawo baby, aku tak ingin kau sakit karenaku”

Luhan membalas pelukannya, “Mana mungkin aku sakit karenamu” luhan tersenyum penuh arti.‘Baby mianhae karena aku berbohong. Seandainya kau tahu dengan kau menganggapku sebagai adik itu sudah sangat menyakitiku’

Mereka terus berpelukan tanpa ada yang ingin melepas satu sama lain. Jujur saja dengan posisi seperti ini memberikan kehangatan tersendiri bagi taeyeon walaupun sekarang hujan deras tengah menerpa keduanya.

 

^^TBC^^

Mian kalau kesannya maksa, soalnya aku lagi pengen banget selesaikan ff ini.Jadi mian kalau kurang puas dengan chapter ini.

Mohon kririkannya yah J . . . . .

Semoga kalian senang dengan karya- karyaku . . . .

Oya satu lagi hampir aja kelupaan, kalau soal pairingnya tolong sarannya yah. Soalnya aku juga lagi bingung nentuinnya #plak . . . .

And buat gingertaeng yang cantik dan manis makasih untuk posternya J. . . .

69 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 8)

  1. sehun kok kasian yaaa,, kaya di kacangin cintanya..,, luhan juga, ah taeyeon parah ga peka, kasian namja2 gantengnya tuh #hesyemeleh ,, , hehe lanjut ya ff nya yg cepet😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s