Appa, Bogoshipta Scene 9

Appa, Bogoshipta Scene 9

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Oh Sehun Exo-K  || Im Yoona SNSD || Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha😄, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

Preview :

Yoona dan Taeyeon tiba di depan rumah sakit dimana Yuri berada. Taeyeon seakan ingat kalau dia pernah masuk ke rumah sakit itu. Yoona tersenyum namun dia tidak tahu dimana Sehun sekarang bahkan ruangan dimana orang yang dijenguk Sehun ia juga tidak tahu.

“ Ajumha, apa Omma ada didalam? “, tanya Taeyeon membuat Yoona menoleh.

“ Aku tidak tahu “, jawab Yoona.

Namun dari jauh Yoona merasa melihat seseorang yang sangat dia kenal, Yoona pun tersenyum karena sosok itu adalah Sehun.

“ Sehun!!! “, panggil Yoona sambil melambaikan tangannya pada Sehun.

Sehun yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh. Dari jarak beberapa meter Sehun melihat Yoona dan disampingnya ada seorang yeoja kecil yang familiar dengannya.

“ Yoona? “, ucap Sehun lalu berlari kearah Yoona.

“ Samchon! “, panggil Taeyeon saat melihat Sehun menghampirinya.

“ Taeyeon?! “, kaget Sehun melihat Taeyeon yang kini tersenyum padanya.

= Scene 9 =

Luhan bergegas menuju rumah sakit, dia tidak memperdulikan para wartawan yang menyerbunya dan melontarkan banyak pertanyaan. Dalam pikirannya sekarang adalah sampai di rumah sakit secepatnya.

“ Mianhae, aku harus pergi “, pamit Luhan yang langsung masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

“ Yuri-a, tunggu aku. Kumohon bertahanlah “, harap Luhan yang terus mencoba fokus menyetir.

Lay dan Sunny sudah mencoba berkeliling untuk mencari Taeyeon, mereka menanyakan pada semua orang sepanjang jalan supermarket dimana Taeyeon hilang. Namun sepertinya tidak ada yang melihat Taeyeon. Sunny menatap Lay yang terlihat bersalah,dia pun mengusap pundak Lay membuat Lay menoleh.

“ Jangan merasa bersalah seperti ini, ini semua bukan salahmu “, ucap Sunny.

“ Aku hanya  merasa… menyesal dengan kehilangan Taeyeon. Jika saja aku tahu Luhan adalah Appanya mungkin aku sudah mempertemukan mereka sejak awal “, ujar Lay.

“ Lay-ssi, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Bukankah semua yang ada didunia ini myteri yang tidak bisa kita pecahkan sebelum kita mengalaminya. Kita hanya bisa mencoba yang terbaik dan menjalaninya dengan baik. Tidak perlu menyesalinya, semua sudah menjadi jalan takdir Luhan Oppa “, tutur Sunny membuat Lay menatapnya, setidaknya dia masih bisa menyunggingkan senyuman pada Sunny.

“Gomawo, Sunny-a “, ucap Lay membuat Sunny tersenyum.

Lay mengusap pipi Sunny lembut dan mereka saling bertatapan, beberapa detik keduanya terhanyut dalam tatapan mereka. Sampai suara ponsel Sunny berbunyi membuat mereka sadar dan salah tingkah.

“ Aku akan mengangkatnya dulu “, pamit Sunny dan Lay pun mengangguk.

Sunny berjalan beberapa langkah menjauh dari Lay, dia pun menekan tombol hijau di ponselnya.

“ Neh, Yoboseyo? “, sapa Sunny.

“ Neh, oppa. Mwo? Rumah sakit? Neh, aku akan kesana secepatnya. Kau tunggu aku Oppa “,

Sunny pun menutup ponselnya dan kembali menghampiri Lay. Lay menatap Sunny yang terlihat khawatir.

“ Waeyo? “, tanya Lay.

“ Luhan Oppa menyuruhku ke rumah sakit. Kau bisa antarkan aku? “,

“ Memangnya siapa yang sakit? “,

“ Yuri “, jawab Sunny membuat Lay membulatkan matanya.

“ Mwo?! Yuri?! “,

“ Nanti aku jelaskan, kita kesana sekarang “, Lay pun mengangguk lalu masuk ke mobilnya bersama Sunny menuju rumah sakit.

= Scene 9 =

“ Sehun Samchon!!! “, Taeyeon melambaikan tangan mungilnya pada Sehun.

Kali ini Sehun langsung berlari ke arah Yoona dan Taeyeon yang berada diseberang jalan. Dia pun langsung menganggkat tubuh Taeyeon sambil memeluknya erat.

“ Taeyeon-a! “, seru Sehun yang sangat bahagia melihat Taeyeon lagi.

“ Bogoshipeo, Samchon “, ucap Taeyeon sambil memeluk leher Sehun.

“ Nadoo “, Sehun pun menciumi wajah Taeyeon karena benar – benar merindukan yeoja kecil dihadapannya itu.

Yoona hanya melihatnya dengan wajah tidak percaya, dia seakan kebingungan apa Taeyeon dan Sehun itu memiliki suatu hubungan?

“ Apa kau mengenalnya, Sehun? “, tanya Yoona.

“ Neh, Bagaimana kau bisa bertemu dengannya? “, Sehun bertanya balik.

“ Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan dan dia mengira aku Ommanya “, jelas Yoona membuat Sehun mengangguk.

“ Tidak salah jika dia menganggapmu Ommanya, karena kalian memang mirip “, ucap Sehun yang kembali menatap Taeyeon.

“ Taeyeon-a, apa kau rindu Ommamu? “, tanya Sehun dan Taeyeon mengangguk.

“ Kajja, kita masuk. Ommamu ada didalam “, ajak Sehun.

“ Jinjja?! “, wajah Taeyeon bertambah ceria.

“ Neh, kajja! “, jawab Sehun lalu membawa Taeyeon masuk ke dalam rumah sakit, sedangkan Yoona merasa kesal di acuhkan tapi melihat Sehun tersenyum bahagia Yoona merasa ikut bahagia karena ini pertama kalinya dia melihat wajah Sehun tersenyum seperti itu, tidak dingin seperti biasanya.

“ Dia benar – benar tampan “, gumam Yoona sebelum mengikuti Sehun dan Taeyeon.

Luhan masuk ke dalam rumah sakit dengan pakaian konsernya tidak memakai penyamaran seperti biasanya, hal itu membuat semua penghuni rumah sakit kaget sekaligus hyteris melihatnya masuk.

“ Apa itu Luhan?! “,

“ Jinjja?! Ini bukan mimpi? “,

“ neh, bajunya saja sama dengan yang dia pakai di konser tadi “,

“ Luhan! “,

“ Luhan! “,

Luhan merasa kesulitan untuk masuk, dia mencoba menerobos namun orang – orang semakin menahannya sampai akhirnya dia bicara untuk membuat para penggemarnya itu membiarkan dia masuk.

“ Dengarkan semuanya! Aku mohon biarkan aku masuk. Aku harus menemui seseorang yang sangat penting bagiku. Dia membutuhkan aku, jadi aku mohon beri aku jalan! “, ucap Luhan membuat semua orang yang menyerbunya terdiam lalu memberikan jalan untuknya.

“ Terima kasih atas pengertian kalian “, ucap Luhan sebelum masuk dan menghampiri ruang operasi sedangkan semua orang bertanya – tanya siapa orang yang terpeting bagi Luhan.

Saat Luhan berjarak beberapa meter dari ruang operasi Yuri, dia mendengar seseorang memanggilnya.

“ Ajushii tampan!!! “, seru Taeyeon membuat Luhan berhenti lalu berbalik.

Luhan terpaku melihat gadis kecil yang kini tersenyum senang padanya, dia seakan tidak percaya bahwa anak yang selama ini dia cari ada dihadapannya.

“ Taeyeon-ah… “, lirih Luhan dan Taeyeon langsung berlari ke arah Luhan dan memeluknya.

“ Aku senang melihatmu, Ajushii tampan “, ujar Taeyeon.

Luhan berjongkok mensejajarkan dirinya dan Taeyeon. Dia memegang kedua pipi chuby Taeyeon dan menatapnya  tidak percaya sedangkan Taeyeon masih memasang senyum bahagianya.

“ Taeyeon! “, Luhan pun memeluk Taeyeon erat, dia meluapkan perasaan rindunya yang amat dalam pada puterinya itu.

“ Bogoshipheo “, ucap Luhan.

“ Nadoo, Ajushii “, jawab Taeyeon membuat Luhan melepaskan pelukannya lalu menatap Taeyeon lagi.

“ Jangan panggil aku Ajushii lagi, panggil aku Appa ne? “, pinta Luhan membuat wajah Taeyeon terlihat bingung bingung.

“ Appa?! “,

“ Neh, aku adalah Appamu Taeyeon-a. Aku Appamu! “, jawab Luhan membuat Taeyeon menoleh pada Sehun yang berdiri dibelakangnya.

“ Apa Ajushii tampan benar – benar Appaku, samchon? “, tanya Taeyeon dan Sehun mengangguk sambil tersenyum.

“ Neh, dia Appa yang kau rindukan selama ini “,.

Taeyeon kembali menatap Luhan yang masih menatapnya penuh haru, senyum Taeyeon pun mengembang dan Taeyeon memeluk Luhan lagi.

“ Appa! Jinjja Appa! “, ucap Taeyeon.

“ Neh, ini Appa. Appa janji tidak akan meninggalkanmu lagi, Appa akan selalu menjaga dan melindungimu Taeyeon-a “,

“ Yaksok? “, Taeyeon mengangkat kelingkingnya dan Luhan pun mengangguk sambil menautkan kelingkingnya dengan milik Taeyeon.

“ Yaksok! “,

Tiba – tiba saja seorang suster keluar membuat semua orang menatap ke arah suster itu. Wajahnya terlihat panik, membuat Luhan dan Sehun merasa cemas.

“ Keadaan pasien kritis, apa diantara kalian ada yang bergolongan darah AB? “, tanya suster itu.

“ AB? “, gumam Luhan dan Sehun.

“ Aku A “, ucap Luhan.

“ Dan aku O “, sahut Sehun.

“ Kami sangat membutuhkan donor secepatnya “, semua orang terlihat bingung siapa pemilik golongan darah AB yang terbilang jarang, namun tiba – tiba,

“ Aku! “, seru seseorang membuat Luhan dan Sehun menoleh.

“ Aku AB “, jawab Yoona

“ Bisakah anda ikut kami Agashii? Kami benar – benar butuh donornya sekarang “, pinta suster itu membuat Yoona mengangguk.

“ Yoona, gwenchana? “, tanya Sehun membuat Yoona tersenyum.

“ Neh, aku senang bisa membantu semoga kau bisa lebih sering tersenyum seperti tadi “, ucap Yoona sebelum mengikuti suster untuk tranfusi darah.

= Scene 9 =

Ahreum melihat layar televisi dimana para wartawan mengabarkan tentang Luhan yang pergi ke rumah sakit sesaaat setelah konser selesai. Dia mengepal tangannya menahan amarah yang ada didadanya. Dia mengatur nafasnya sambil sesekali meneguk soju didepannya.

“ Aku tidak akan menerimanya, Luhan “,

“ Kau tahu, semua yang ku lakukan selama ini hanya untuk mendapatkan cintamu? “,

“ Tapi mengapa Yuri! Yuri! dan selalu Yuri yang ada dihatimu?!!! Wae?!!!! “, Ahreum berteriak sambil melemparkan sebuah botol soju ke tembok.

Prangggg!!!!

“ Apalagi yang harus aku lakukan agar kau melihat ketulusanku? “, Ahreum pun menangis tersedu – sedu sambil memeluk lututnya namun tidak berapa lama dia mengusap air matanya dan menyunggingkan sebuah seriangaian dibibirnya.

“ Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, jangan harap kalian akan bahagia diatas penderitaanku. Aku pastikan walaupun kalian bersama, kalian tidak akan pernah bahagia selama kalian hidup! “, ucapnya sambil mengambil satu botol soju lagi lalu meneguk sojunya lagi.

Dokter masih berusaha melakukan tugasnya dengan baik, dia terlihat serius menangani Yuri yang terbaring lemah. Suster pun datang membawa darah yang dibutuhkan Yuri, setelah darah itu dipasang mesin pendetek detak jantung mulai berbunyi lagi dengan normal. Dokter dan suster menghela nafasnya lega, mereka pun menyelesaikan operasi dengan sukses. Dokter keluar membuat semua orang yang menunggu langsung menghampirinya, tak lama Sunny dan Lay pun tiba.

“ Dokter Kim, bagaimana keadaan Yuri? “, tanya Luhan dengan cemas.

“ Syukurlah semuanya berjalan lancar, kita hanya butuh menunggunya untuk sadar “, jawaban Dokter membuat semua orang bernafas lega.

“ Terima kasih Dokter “, ucap Luhan dan Dokter Kim hanya menjawabnya dengan senyuman.

“ Appa, apa Omma didalam? “, tanya Taeyeon membuat Luhan berjongkok lalu memegang pundak Taeyeon.

“ Neh, kau doakan Ommamu biar cepat sadar dan berkumpul dengan kita lagi ne “, suruh Luhan membuat Taeyeon mengangguk.

“ Oppa! “, seru Sunny membuat Luhan menoleh.

“ Oh Taeyeon-ah! “, seru Lay  melihat Taeyeon bersama Luhan.

“ Samchon! “, Taeyeon tersenyum pada Lay.

“ Bagaimana kau bisa berada disini? “, tanya Lay.

“ Ceritanya panjang, tapi untung saja kami bisa bertemu lagi “, ucap Luhan.

Sehun menemui Yoona di kamar tranfusi karena Yoona masih harus memulihkan tenaganya. Sehun duduk disamping Yoona yang terlihat tersenyum padanya.

“ Gwenchana? “, tanya Sehun dan Yoona mengangguk.

“ Gomawo, karena kau mau menolong Yuri Noona “, ucap Sehun.

“ Cheonmaneyo. Aku senang membantu, apalagi jika membuatmu senang “, jawab Yoona.

“ Mianhae, jika sikapku padamu selalu dingin. Aku… “,

“ Gwenchana. Lagian aku menyukaimu apa adanya, walaupun kau akan lebih tampan jika tersenyum “, ucap Yoona membuat Sehun pun tersenyum.

“ Tuh… lihatlah wajahmu, kau tampan sekali “, puji Yoona membuat Sehun terkekeh.

Luhan dan Taeyeon masuk ke kamar Yuri, mereka menghampiri Yuri yang masih belum sadarkan diri.

“ Omma! Ini aku! Mianhae karena aku membuat Omma cemas, Omma jangan marah ya. Aku rindu sekali pada Omma “, ucap Taeyeon sambil memegang tangan Yuri.

“ Omma, aku bahagia sekali ternyata Ajushii tampan adalah Appaku. Cepat bangun Omma, aku ingin jalan – jalan bersama Omma dan Appa. Aku juga bisa bilang pada teman – temanku kalau aku ini punya Appa “, celoteh Taeyeon membuat Luhan mengusap kepala Taeyeon lembut.

“ Appa, mengapa Omma tidak bangun? “, tanya Taeyeon sambil menoleh pada Luhan dengan tatapan.

“ Ommamu sedang istirahat karena dia baru saja operasi. Kita harus yakin kalau Ommamu pasti akan bangun secepatnya karena dia juga merindukanmu “, ujar Luhan.

“ Omma tidak marah padaku kan? “, tanya Taeyeon.

“ Ani, Omma sangat menyayangimu. Dia tidak akan pernah marah padamu “, ucap Luhan sambil tersenyum.

“ Taeyeon-a, kau ikut ajumha. Appamu pasti ingin berbicara dengan Ommamu “, ajak Sunny membuat Taeyeon mengangguk dan ikut.

Kini Luhan duduk di samping Yuri, tangannya menggenggam tangan Yuri erat. Luhan mengusap pipi Yuri lembut.

“ Kau dengar puteri kita kan, Yul? Aku juga berharap kau cepat bangun dan berkumpul lagi dengan kami “,

“ Kau sudah berusaha dengan keras, kau sudah cukup menderita. Aku janji akan menebus semua kewajibanku yang tidak pernah bisa aku tunjukan sebagai seorang suami. Aku sangat mencintaimu Yuri. Jeongmal saraghae “, Luhan mencium kening Yuri lembut.

“ Cepatlah kembali, kami menunggumu “, lirih Luhan kembali menatap wajah pulas Yuri.

= Scene 9 =

Sudah tiga hari berlalu namun Yuri tak kunjung bangun, tapi semua itu tidak membuat semua orang kehilangan harapan untuk kesembuhannya. Sehun menjenguk Yuri saat Luhan sedang menghadiri sebuah acara dan Taeyeon sedang bersama Sunny dan Lay.

“ Noona, apa kabarmu? “, tanya Sehun.

“ Tidakkah kau lelah berbaring terus? Kau tahu kami sudah menemukan Taeyeon kan? Dia merindukanmu Noona dan aku yakin kau juga sama. Bangunlah Noona, kami semua ingin melihatmu sehat lagi dan tersenyum lagi “, tutur Sehun dengan tatapan sedu.

Yoona yang merasa bosan menunggu Sehun pun menghampiri ruangan Yuri dimana Sehun berada. Walaupun Yoona sudah mendonorkan darahnya untuk Yuri, tapi tidak sekalipun Yoona bertemu Yuri karena Appanya yang selalu menyuruh Sehun untuk membawanya pulang. Yoona melihat Sehun menggenggam tangan Yuri, ada rasa iri dalam hatinya karena Sehun sangat perhatian pada Yuri. Namun dia mencoba bersikap biasa sambil menghampiri Sehun.

“ Sehun-ah “, panggil Yoona membuat Sehun menoleh.

“ Yoona-ah, kau belum bertemu dengan Yuri Noona kan. Dialah Yuri Noona, orang yang kau selamatkan “, ucap Sehun.

“ Noona, dia Yoona orang yang mendonorkan darah untukmu. Ku yakin kau pasti kaget karena dia sangat mirip sekali denganmu dan dia juga yang menemukan Taeyeon dan mempertemukannya denganku “, ucap Sehun seakan Yuri itu sadar.

“ Anyeonghaseyo Im Yoona Imnida “, ucap Yoona memperkenalkan diri.

Yoona terpaku saat melihat wajah Yuri yang tertidur, dia terdiam beberapa detik sebelum bayangan – bayangan masa lalu tiba – tiba saja muncul di kepalanya. Yoona memegang kepalanya yang terasa sakit membuat Sehun langsung menghampirinya.

“ Yoona! Waeyo?! “, Yoona pun tak sadarkan diri di pelukan Sehun.

Sehun sangat panik, dia pun menggendong Yoona dan memanggil Dokter untuk memeriksanya.

“ Yoona, ada apa denganmu? “, gumam Sehun cemas.

“ Eonni! “, panggil yeoja kecil pada Eonninya.

“ Yoongie, lihat ini. Bunga ini bagus kan? “, tanya yeoja yang dipanggil Eonni itu.

“ Wah…. Yeppeunda… “, kagum yeoja yang dipanggil Yoongie.

“ Aku juga ingin, Eonni. Sama seperti milikmu “, pinta Yoongie manja membuat Eonninya menyetujui untuk mencarikan bunga yang sama.

“ Apa kau sangat ingin sekali? “, tanya Eonninya dan Yoongie mengangguk.

Sang Eonni mulai berjalan ke tepi bukit untuk mengambil bunga yang sama untuk Yoongie, terlihat Yoongie khawatir dengan Eonninya yang mulai berjalan menuju tepi bukit yang sangat  terjal.

“ Eonni, hati – hati! Nanti kau jatuh! “,

“ Tenanglah Yoongie, Eonnimu ini tidak akan apa – apa “, ucap sang Eonni yang mulai memegang ranting untuk mengambil bunga yang berada di ujung bukit terjal itu.

Dengan tangannya yang pendek, sang Eonni merasa kesulitan untuk menggapainya, Yoongie semakin cemas melihat Eonninya yang terlihat dalam bahaya.

“ Eonni, aku tidak ingin bunga itu lagi. Hentikan! Nanti kau jatuh “,

“ Sabarlah Yoongie, sedikit lagi aku mendapatkannya “,

Saat tangan sang Eonni sudah menggapai bunga itu sambil tersenyum, tiba – tiba ranting yang menjadi pegangannya retak. Dalam beberapa detik sang Eonni pun jatuh membuat Yoongie shock.

” Eonni!!!!!! “, teriak Yoona yang terbangun dari pingsannya dengan nafas terengah – engah..

Sehun yang berada disampingnya pun langsung menghamprinya dengan wajah cemas, terlihat kening Yoona mengeluarkan keringat dingin.

“ Yoona-a, waeyo? “, tanya Sehun membuat Yoona menoleh pada Sehun.

“ Dimana Eonni? “, tanya Yoona.

“ Eonni? “, bingung Sehun.

“ Antarkan aku padanya, Kumohon “, melas Yoona dan Sehun semakin bingung dibuatnya.

Saat Sehun mencoba menghubungi orang tua Yoona, Yoona berjalan menghampiri kamar Yuri. Dengan langkah yang gontai, Yoona mendekati Yuri dan menatap wajahnya. Yoona terduduk di kursi di samping tempat tidur Yuri lalu memegang tangan Yuri.

“ Eonni, Mianhae. Aku tidak ingin bunga itu. Aku ingin kau kembali “, gumam Yoona sambil meneteskan air matanya.

“ Eonni, aku menyayangimu. Aku membutuhkanmu, kau tahu aku kesepian saat kau pergi. Eonni… Eonni… “, ucap Yoona sambil menggenggam erat tangan Yuri.

“ Seharusnya aku tidak meminta bunga itu padamu, seharusnya kau tidak jatuh karena aku. Eonni, ini aku! Bangunlah… “, tangis Yoona menatap Yuri yang tidak bergerak sama sekali.

Appa Yoona dan Sehun mencari Yoona ke seluruh rumah sakit, mereka kehilangan Yoona dan Sehun tidak tahu dimana Yoona. Sehun teringat saat Yoona pingsan, dia pun bergegas memberitahu Mr. Im dimana Yoona berada.

“ Mr. Im, kurasa aku tahu dimana dia “, ucap Sehun.

“ Jinjja, dimana dia? “, tanya Mr. Im cemas.

Mereka berdua pun pergi ke kamar Yuri dan benar saja Yoona berada disana sambil menidurkan kepalanya disamping Yuri.

“ Eonni, aku disini. Bangunlah “, lirih Yoona.

“ Yoona! “, panggil Mr. Im membuat Yoona terbangun dan menoleh.

“ Appa! “, seru Yoona.

“ Appa, Eonni ketemu. Aku menemukannya “, ujar Yoona membuat apanya bingung juga Sehun.

“ Lihatlah Appa, dia Eonni. Uri Eonni yang hilang “, ucap Yoona membuat Mr. Im menatap Yuri yang tebaring lemah tidak berdaya.

Mr. Im dan Sehun saling bertatapan sedangkan Yoona memasang senyum bahagia walaupun matanya mengeluarkan cairan bening krystalnya. Mr. Im tidak mengerti maksud Yoona, namun melihat Yuri dia merasa mungkin Yoona benar karena Yoona tidak pernah seperti ini sebelumnya. Mr. Im pun menyuruh seseorang untuk mencari latar belakang Yuri.

= Scene 9 =

Taeyeon selalu menemui Yuri dan bercerita tentang apapun yang dia alami selama dia dan Yuri berpisah. Terkadang hal itu membuat Luhan merasa kasihan padanya karena terus saja kecewa dengan keadaan Yuri yang tidak kunjung bangun. Luhan meninggalkan Taeyeon untuk menemui Dokter Kim karena Dokter Kim menyuruhnya untuk menemuinya dan memberitahukan keadaan Yuri. Tiba – tiba saja datanglah Ahreum ke ruangan dimana Yuri berada, sebenarnya dia berniat ingin menyelakai Yuri namun melihat Taeyeon dia berubah pikiran. Ahreum menemukan ide bagaimana membuat Luhan dan Yuri tidak akan pernah bahagia selama hidup mereka.

“ Kau Taeyeon kan? “, tanya Ahreum mendekati Taeyeon membuat Taeyeon menoleh.

“ Neh, Ajumha. Ajumha siapa? “, tanya Taeyeon.

“ Aku teman Ommamu, aku dengar dia sakit makanya aku datang untuk menjenguknya “,

“ Omma, tidak mau bangun. Dia terus saja tertidur dan tidak mau membuka matanya, padahal aku rindu sekali padanya. Ajumha, apa dia marah padaku karena membuatnya cemas? “, sedih Taeyeon sambil menundukan kepalanya.

“ Mungkin dia marah padamu, tapi kau tahu agar dia tidak akan marah lagi padamu? “, ujar Ahreum membuat Taeyeon menggelengkan kepalanya.

“ Aku tahu caranya “,

“ Jinjja?!!! Apa itu ajumha? “, tanya Taeyeon dengan wajah cerahnya.

“ Ikut Ajumha, nanti kau akan tahu “, ajak Ahreum dan Taeyeon pun mengangguk, Ahreum tersenyum menyeringai lalu membawa Taeyeon keluar.

Tiba – tiba jari tangan Yuri mulai bergerak sedikit demi sedikit, wajahnya memancarkan kecemasan. Dia melihat Taeyeon di ujung sebuah tebing dan terus berjalan tanpa tahu jika tebing itu sangat terjal. Yuri menggeleng – gelengkan kepalanya berulang – ulang seakan melarang Taeyeon untuk terus melangkahkan kakinya menuju bibir tebing yang sangat terjal itu sampai akhirnya dia terbangun dan berteriak.

“ Taeyeon-ah!!!!!! “, Yuri membuka matanya dan melihat sekelilingnya.

“ Taeyeon “, lirihnya merasa tidak enak hati.

Luhan yang kembali ke kamar Yuri kaget melihat Yuri terduduk, diatas tempat tidur. Dengan wajah bahagianya Luhan menghampiri Yuri yang masih memperlihatkan wajah cemasnya.

“ Yuri, kau bangun?! “, senang Luhan mendekati Yuri dengan senyum tidak percaya.

“ Taeyeon! Dimana dia? “, tanya Yuri yang tidak menjawab Luhan.

“ Taeyeon? “, heran Luhan.

“ Katakan padaku dimana Taeyeon?!!! “, tanya Yuri dengan nada tinggi.

“ Tadi dia disini , mungkin dengan Sehun atau Sunny “, jawab Luhan.

“ Temukan dia, kumohon. Aku takut terjadi apa – apa dengannya. Aku ingin bertemu puteriku “, khawatir Yuri.

“ Tenang lah. Yuri, biarkan aku memanggil Dokter dulu untuk memeriksamu. Kau baru siuman “ ucap Luhan dan Yuri menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“ Aku ingin Taeyeon “, lirih Yuri membuat Luhan memegang kedua pipinya.

“ Taeyeon baik – baik saja, aku akan mencari Sehun dan membawa Taeyeon kesini, Arra? Kau tidak usah khawatir “, ucap Luhan dan Yuri mengangguk.

Luhan keluar dari kamar Yuri untuk mencari Sehun dan menyangka kalau Taeyeon bersama Sehun. Setelah kepergian Luhan, perasaan Yuri semakin tidak enak. Dia pun turun dari tempat tidurnya untuk mencari dimana Taeyeon berada. Dia tidak bisa menunggu Luhan, dia hanya ingin melihat puterinya dengan selamat. Yuri keluar dari kamarnya dengan jalan sempoyongan. Dia menopang pada tembok untuk berjalan, dari jauh Yoona melihat sosok Yuri. Yoona pun mengikuti Yuri yang jaraknya cukup jauh.

“ Ajumha, kita mau kemana? “, tanya Taeyeon yang dituntun oleh Ahreum menuju atap rumah sakit.

“ Kau tenang saja, kuyakin Ommamu tidak akan marah lagi padamu “, ucap Ahreum yang masih memasang seringaiannya.

Taeyeon pun terus mengikuti Ahreum menaiki tangga yang tidak tahu apa yang akan dilakukan Ahreum padanya. Yuri terus berjalan hingga dia pun merasa harus menaiki tangga itu, dengan perasaan yang kalut dia pun mengikuti kata hatinya.

“ Sehun-ah, kau melihat Taeyeon? “, tanya Luhan saat melihat Sehun.

“ Anio, aku baru saja datang. Kupikir dia bersamamu “, jawab Sehun.

“ Kalau bukan bersamamu, apa Sunny? Tapi dia belum kesini “,

“ Memangnya ada apa dengan Taeyeon? “, tanya Sehun.

“ Aku pikir dia bersamamu, Yuri sudah bangun dan dia ingin bertemu Taeyeon “, jawab Luhan.

“ Jinjja?!!! Yuri Noona sudah bangun?! “, tanya Sehun tidak percaya.

“ Neh, dia memintaku untuk bertemu dengan Taeyeon “, ujar Luhan.

“ Bukankah tadi Taeyeon bersamamu? “,

“ Waktu aku ke ruangan Dokter Kim, Taeyeon bersama Yuri tapi saat aku kembali aku hanya menemukan Yuri terbangun namun Taeyeon tidak ada “, jelas Luhan.

“ Mungkin saja sekarang Taeyeon sudah kembali “, tebak Sehun.

“ Mungkin juga Taeyeon keluar sebentar untuk ke toilet, lebih kita sekarang kembali dahulu “, usul Sehun dan Luhan pun mengangguk, keduanya pun pergi menuju ruangan Yuri lagi.

Yoona mencoba mencari Yuri yang hilang di pintu tangga, dia pun mulai mencari kemana Yuri pergi. Yuri terus melangkahkan kakinya menuju anak tangga yang akan membawanya ke atap rumah sakit yang terbilang gedung yang sangat tinggi di Seoul. Dia terus berjalan walaupun kepalanya terasa sangat sakit.

Sehun dan Luhan tiba dikamar Yuri dan mendapati kamar itu kosong, keduanya saling berpandangan seakan bertanya apa yang terjadi.

“ Dimana Yuri Noona? “, tanya Sehun.

“ Tadi dia disini? Kemana dia pergi? “, jawab Luhan.

“ Dia baru sembuh, dia tidak mungkin berpergian jauh “, ucap Luhan.

“ Kalau begitu kita cari dia sekarang, aku rasa ada sesuatu yang terjadi padanya “, saran Sehun dan Luhan pun mengangguk. Keduanya mencoba mencari ke seluruh rumah sakit dengan perasaan khawatir. Sehun dan Luhan mulai mencari setiap ruangan kemudian keduanya berpencar berharap Yuri ataupun Taeyeon ditemukan dalam keadaan baik – baik saja.

“ Ajumha, mengapa kita disini? “, tanya Taeyeon saat Ahreum berhenti di ujung atap dan melihat kearah kota Seoul yang terlihat jelas dari atap rumah sakit.

Ahreum menoleh pada Taeyeon yang kini menatapnya tidak mengerti, tatapan polos seorang anak yang sempat membuat hatinya merasa kasihan.

Mengapa aku jadi tidak tega seperti ini? “, batin Ahreum yang masih menatap wajah polos Taeyeon.

“ Apa kau sangat menyayangi Ommamu, Taeyeon-ah? “, tanya Ahrem.

“ Neh, aku sangat menyayangi Omma juga Appa “, jawab Taeyeon senang.

Mengapa aku tidak bisa menjadi sepertimu, Yuri. Memiliki Luhan juga Taeyeon yang sangat mencintaimu? Mengapa dunia ini begitu tidak adil padaku? “, batin Ahreum.

“ Taeyeon!!! “, seru Yuri melihat Taeyeon dan Ahreum di ujung atap.

“ Omma!!! “, seru Taeyeon senang yang hendak menghampiri Yuri namun Ahreum langsung menghentikannya.

Hati Ahreum yang semula sempat luluh kembali di penuhi kemarahan, kebencian dan kesedihan saat melihat Yuri dihadapannya sekarang.

“ Ahreum?!!! “, kaget Yuri.

“ Ajumha, itu Omma! Aku ingin bertemu dengan Omma. Lepaskan aku! “, pinta Taeyeon namun Ahreum tidak melepaskannya.

“ Ahreum, apa yang kau lakukan? Tolong lepaskan Taeyeon, jangan sakiti dia? “, mohon Yuri mencoba mendekat namun Ahreum langsung melarangnya.

“ Jangan mendekat! Atau aku akan mendorongnya ke bawah sana! “, ancam Ahreum sontak Yuri berhenti.

“ Ahreum, tolong lepaskan dia “, mohon Yuri.

“ Omma! Omma! Lepaskan aku! “, seru Taeyeon mencoba melepaskan diri.

“ Diam! “, bentak Ahreum.

“ Kau tahu, hidupku hancur sekarang. Mengapa kau harus kembali?! Mengapa kau membuat Luhan berpaling lagi padamu?! Aku sudah berusaha untuk membuatnya mencintaiku tapi kau… Kau datang lagi dan menghancurkan semuanya. Kau tahu itu eoh?!!!! “, ujar Ahreum.

“ Aku tidak ingin melihat kalian bahagia selama aku hidup, karena kalian tidak boleh bahagia selamanya! “,

“ Ahreum-ah, Taeyeon tidak bersalah. Jangan bawa dia dalam masalah kita, dia masih kecil dan tidak tahu apa – apa “, ucap Yuri khawatir.

“ Huh? Tidak tahu apa – apa? Kau tahu mengapa dia bersalah? Itu semua karena dia terlahir sebagai anakmu dan Luhan. Aku sangat membenci hal itu! “,

“ Ahreum-ah… “, lirih Yuri.

“ Omma! Lepaskan aku! Lepaskan aku! “, berontak Taeyeon membuat Ahreum kewalahan.

Ahreum mencoba menahan agar Taeyeon tetap diam, namun Taeyeon terus berusaha melepaskan diri sampai Taeyeon menggigit tangan Ahreum membuat Ahreum kesakitan dan kakinya mundur sampai tidak mendapat pijakan, Yuri membulatkan matanya kaget melihat kejadian itu.

“ Andweeeehhh!!!!!! “, teriak Yuri.

To Be Continue….

Sepertinya scene selanjutnya akan menjadi Scene terakhir di cerita ini, Gimana para readers? Apa kalian suka dengan scene ini? Kuharap kalian suka, Mianhae jika lama mempublishnya abis suka bercampur ide dnegan cerita lain. Keep RCL ya, Hargai karya orang lain apalagi kalian menikmati karya itu ^_^

52 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 9

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s