[Freelance] My Three Idiots (Chapter 9)

Poster 5

My Three Idiots (Chapter 9)

 

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

 

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

 

Author pov

 

Sehun Krystal dan Luhan kini sudah sampai di Namsan Tower, pemandangan yang sangat indah dengan kabut tipis dan udara yang dingin menyambut mereka.

“Waah indah sekaliiiiiii” Krystal memulai pembicaraan.

“Ya tapi disini sangat dingin” ucap Sehun datar.

“Krystal-ah nih pakai jaketku” ucap Luhan sambil tersenyum dan memberikan jaketnya.

Ne? Waaa terimakasih oppa” jawab Krystal riang.

 

Sementara Sehun? Dia hanya menatap mereka dengan tatapan apa-kalian-tidak-menganggap-aku-ada. ‘Hahh lebih baik aku sms Yoona Noona saja’ batin Sehun sambil menghembuskan nafas kasar.

 

“Oh! Kereta gantung! Ayo kita naikkk!” teriak Krystal sambil menarik lengan Sehun dan Luhan. Luhan pun tersenyum sedangkan Sehun hanya diam pasrah. Didalam kereta gantung Krystal tak henti-hentinya berbicara, dia terlihat sangat senang begitupun dengan Luhan, dia merasa senang jika melihat Krystal tersenyum seperti itu.

 

“Apa kau suka Krystal-ah?” tanya Luhan lembut.

Ne oppa aku sangat suka Namsan Tower, saat kecil dulu aku Yoona eonnie dan Taemin oppa sering pergi kesini bersama eomma, sayangnya semenjak eomma meninggal kami tak pernah pergi kesini lagi, tapi saat-saat itu adalah kenangan yang sangat indah, Yoona eonnie bilang suatu saat nanti kalau dia kesini lagi, semua ingatan tentang kebodohan Taemin oppa pasti akan muncul hhahaa” jawab Krystal.

“Taemin? Haha memangnya apa yang dia lakukan?” tanya Luhan penasaran.

“Hmm saat pertama kali naik kereta gantung ini, Taemin oppa sangat ketakutan, bahkan dia ngompol hahaha aku ingat sekali wajahnya saat dia menangis, sampai-sampai harus digendong oleh eomma, hahaa” jawab Krystal sambil tertawa.

Mwo? HAAHHAAAA” Luhan hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

Jinjjayo? Wah aku bisa mengejeknya mulai sekarang haha” ucap Sehun.

“Eh aku jadi ingat Yoona Noona, kenapa dia tidak balas smsku haissshhh” gumam Sehun sambil mengecek handphonenya.

Mendengar itu Krystal langsung menghentikan tawanya, ‘apa? Bahkan saat bersamaku seperti ini Sehun tetap mengkhawatirkan Yoona eonnie? Apa Sehun menyukainya?’ batin Krystal.

“Krystal-ah kau kenapa? Apa kau sakit?” tanya Luhan karena perubahan Krystal yang tiba-tiba. “Krystal-ah” panggil Luhan lagi.

KRING.. Suara handphone Sehun menyadarkan Krystal.

“Eh? Ani oppa aku tidak sakit hehe” jawab Krystal pelan.

“Krystal-ah kapan kita pulang? Udara akan sangat dingin, nanti kau sakit” ucap Sehun tiba-tiba, sebenarnya Sehun bilang seperti itu karena amanat Yoona (SMS di chapter 8 hehe) tapi Krystal berpikir lain, dia berpikir bahwa Sehun khawatir padanya.

“Hmm baik Sehunna sebentar lagi kita pulang” jawab Krystal sambil tersenyum.

‘Kenapa Krystal terlihat senang ya? Apa dia menyukai Sehun?’ batin Luhan yang sedari tadi memperhatikan Krystal.

 

.  .  .  .

 

Yoona pov

 

Hoaam pagi ini ngantuk sekali, rasanya malas pergi sekolah, dingin-dingin begini kan enaknya tidur lagi, tapi aku ingat kalau pagi ini aku harus memberikan buku pada Kris sonsaengnim. Semangat Im Yoona!

Setelah mandi kulangkahkan kakiku lemas menuruni tangga, ternyata appa tidak pulang juga, sejujurnya aku khawatir, appa tidur dimana dalam keadaan dingin seperti ini, tapi disisi lain aku merasa sedikit lega, karena memang aku tidak pernah tenang kalau appa ada dirumah. Aku memutuskan untuk membuat sarapan, satu lembar roti tidak akan cukup mengisi perut dimusim dingin seperti ini, lebih baik aku buat nasi goreng saja. Setelah selesai akupun berteriak memanggil Krystal.

“Im Krystal cepat sarapannn!” teriakku.

Ne eonnie sabar, aku baru beres mandi, eonnie makan duluan saja” jawab Krystal berteriak juga.

Neeeee” Akupun mulai sarapan, wah nasi goreng buatanku enak juga haha hmm tiba-tiba aku ingat Taemin, kemarin dia kenapa ya, aku benar-benar penasaran, dia sama sekali tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tiba-tiba acara melamunku terganggu oleh Krystal, dia turun dengan wajah yang sangat gembira.

“Heey sepertinya kau senang sekali hari ini eoh?” tanyaku mengejeknya.

“Eu-eu tidak eonnie, biasa sajaaaa” jawabnya malu sambil memasukan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya.

“Jangan bohong, sejak pulang dari Namsan Tower kemarin, wajahmu jadi bahagia begitu, ada apaa hayoooo?” tanyaku menggodanya. Dia nampak berfikir lalu tiba-tiba “Eonnie, sepertinya kali ini sudah jelas, sudah sangat jelas” ucapnya sambil tersenyum malu.

“Apa yang jelas Krystal-ah?” tanyaku tidak mengerti.

“Akuu…menyukai Sehun” jawabnya sambil menutup wajah.

‘Apa? Sehun? Kenapa harus Sehun?’ batinku. Jujur saja aku cemburu mendengarnya.

 

“Wah? Jinjja? Hahah kenapa kau suka laki-laki dingin seperti dia?” tanyaku berharap dapat menyadarkan Krystal, jujur aku tidak mau Krystal menyukai Sehun, ada apa dengan hatiku?

“Dia memang dingin, tapi dia perhatian padaku eonnie, waah pokonya aku benar-benar menyukainya hihihi” ucapnya memamerkan gigi putihnya.

“Eyy lebih baik cari yang lain, bagaimana dengan Chanyeol? Hahah” ayolah Krystal jangan menyukai Sehun aku mohon, kau sudah mengambil hati Luhan oppa, dan sekarang? Sehun juga?

Shireooo! Aku akan tetap menyukai Sehun, aku merasa bahagia saat bersamanya eonnie

Bahagia? Haruskah aku mengalah lagi? Baiklah Krystal, lakukan sesukamu yang penting kau bisa bahagia.

“Lalu bagaimana dengan Luhan oppa” gumamku pelan, sangat pelan.

Ne?” tanya Krystal.

“Ah tidak-tidak hehe palli habiskan, nanti kita terlambat” ucapku mengalihkan pembicaraan.

Ne eonnie!” jawab Krystal semangat.

 

Kami berdua pun pergi ke sekolah menggunakan bus, sebenarnya tadi kami ingin mengajak Taemin, tapi harabeoji bilang Taemin sudah pergi dari tadi. Huh sebenarnya ada apa sih dengan Taemin? Dan kenapa dia pergi pagi-pagi sekali, apa dia ingin menghindariku?

 

Begitu sampai disekolah aku berpisah dengan Krystal, aku tidak langsung menuju kelas, aku harus mencari Taemin dan meminta penjelasan darinya, tapi ternyata dikelasnya juga tidak ada, hanya ada Kwanghee yang sedang tertidur dimejanya -_- Kuputuskan untuk menemuinya nanti, lebih baik sekarang aku kumpulkan buku pada Kris sonsaengnim dulu, diperjalanan menuju ruang guru aku berpapasan dengan Chanyeol dan Baekhyun, aku tidak mengerti kenapa mereka berduaan terus, akupun hanya tersenyum sambil menganggukan kepala, dan Chanyeol? Dia lompat-lompat seperti orang gila.

 

“Uu yeah uyeahhh!”

“Ya! Park Chanyeol hentikan! Memalukannn!” bisik Baekhyun tapi aku masih mendengarnya hahaha lebih baik aku cepat-cepat ke ruang guru, dasar hoobae aneh.

 

Sesampainya diruang guru, aku lihat pintu ruangan Kris sonsaengnim masih tertutup, sepertinya beliau belum datang, tapi baru saja aku melangkahkan kaki, samar-samar aku mendengar suara Kris sonsaengnim dann….Taemin?

 

“Wah sayang sekali……Lee Taemin……..sepertimu” Apa yang Kris sonsaegnim ucapkan, aku tidak bisa mendengarkan semuanya haisssh aku penasaran sekali.

“Haahaa……sonsaengnim………….bagaimana lagi” Aigooooo apa yang mereka bicarakaannnn!!

“……….dirimu ne

Ne sonsaengnim kamsahamnida

Ne

Saat sedang asik-asiknya menguping tiba-tiba pintu ruangan sonsaengnim terbuka dan Taemin sepertinya kaget lalu dia menyembunyikan sebuah map dibelakang punggungnya sambil menatapku dan diam.

“Emmm apa yang kau lakukan?” tanyaku padanya, jujur setelah kemarin dia kasar aku jadi sedikit takut padanya, belum lagi dia hanya menatapku dengan tatapan aneh yang aku tidak mengerti.

“Tidak ada, hanya mengurus beberapa penghargaan olahraga, aku ke kelas dulu ya” dia pun bergegas pergi meninggalkan ruang guru. Aku hanya menatap punggungnya yang perlahan hilang dibalik pintu, ada apa denganya? Aku pun segera masuk ke ruangan Kris sonsaengnim.

 

Annyeonghaseyo” ucapku sambil membungkukan badan.

“Oh ne Im Yoona, apa kau sudah beli bukunya?” tanya Kris sonsaengnim.

Ne ini bukunya sonsaengnim, saya juga sudah menulis laporan singkat dilembar terakhir” jawabku sambil memberikan buku itu.

“Ah ne bagus kalau begitu” jawab Kris sonsaengnim sambil menganggukan kepala.

 

KRING.. Bel tanda masuk berbunyi, wah sayang sekali, padahal aku ingin bertanya tentang Taemin tadi, tapi yasudahlah, lebih baik tanya langsung ke orangnya.

Sonsaengnim saya permisi” ucapku sambil membungkukkan badan.

Ne” jawabnya sambil tersenyum.

 

Author pov

 

Yoona sampai dikelasnya tapi dia tidak melihat Luhan, dia pun segera duduk dikursinya. Tak lama Luhan datang sambil berlari.

Oppa kau terlambat?” tanya Yoona berbisik karena sekarang Leeteuk sonsaengnim sudah masuk ke kelas.

Ani Yoona-ya, tadi aku makan dulu dikantin bersama Krystal hehe” jawab Luhan sambil mengatur nafasnya.

“Berdua?” tanya Yoona singkat.

Ne, kenapa Yoona-ya?”

“Ah tidak apa-apa oppa, aku kira bersama Sehun hehe”

“Hahaha tidak”

 

Mereka pun mulai memperhatikan Leeteuk sonsaengnim, sebenarnya Yoona tidak memperhatikan pelajaran sama sekali, dia hanya memikirkan Luhan dan Krystal, dia merasa cemburu tapi juga merasa kasihan pada Luhan, karena dia tahu kalau Krystal menyukai Sehun, dia hanya melamun menatap keluar jendela, kelas Yoona dan Luhan berada dilantai 2, jadi dia bisa melihat segalanya dari sini terutama taman belakang dan sebagian lapangan, matanya tiba-tiba tertuju pada dua namja yang sedang berbicara disalah satu bangku ditaman belakang. Taemin dan Sehun? Sedang apa mereka disana? Kenapa tidak belajar? Yoona memperhatikan gerak-gerik mereka, bagaimanapun caranya tentu saja Yoona tidak akan bisa mendengar pembicaraan mereka, Yoona pun memutuskan untuk mengirim pesan pada mereka.

 

To : Sehunnie ^^ ; Taeminnie ^^

Kalian sedang apa? Tidak belajar?

 

Segera Yoona kirim pesan tersebut, dan sepertinya mereka menerimanya bersamaan, mereka hanya saling menatap lalu menoleh kearah jendela kelas Yoona, ya mereka tau pasti Yoona sedang melihat mereka, Yoona pun segera melambaikan tangannya, dan hanya Sehun yang membalas, Taemin hanya diam dan kembali memasukkan handphonenya, mereka melanjutkan bicara lalu Taemin pergi meninggalkan Sehun.

‘Ya Tuhan apa yang terjadi dengan Taemin, aku benar-benar tidak mengerti’ batin Yoona sambil menenggelamkan wajahnya diatas meja, tentu saja dia ingin menangis sekarang, bagaimana tidak, seorang Lee Taemin yang sama sekali tidak pernah mengacuhkannya tiba-tiba jadi dingin dan terkesan menghindarinya seperti ini.

 

“Yoona-ya, kau kenapa? Apa kau sakit?” bisik Luhan sambil menyentuh pelan bahu Yoona.

Yoona hanya menggelengkan kepalanya, dia yakin kalau dia berbicara sedikit saja dia pasti akan menangis, dan dia tidak ingin itu terjadi, dia tidak ingin terlihat lemah.

“Kau yakin? Kalau sakit aku akan mengantarmu ke UKS Yoona-ya” ucap Luhan lagi dan Yoona hanya menganggukan kepalanya.

“Baiklah kalau sakit bilang ya Yoona-ya”

“Emm” jawab Yoona sambil menganggukan kepala.

 

Luhan pov

 

Ada apa dengan Yoona? Kenapa dia aneh sekali. Jujur sampai kapanpun aku akan khawatir padanya, aku mungkin perhatian pada Krystal, tapi rasa sayangku pada Yoona melebihi segalanya, mungkin dia sedang ada masalah dan butuh menyendiri, lebih baik aku tidak usah mengganggunya.

 

Bel istirahat berbunyi dan Yoona tiba-tiba berlari meninggalkan kelas, aku segera menyusulnya. Dia pergi ke taman belakang dan, menangis? Im Yoona tiba-tiba menangis? Apa yang terjadi?

 

“Yoona-ya” bisikku pelan sambil duduk disampingnya.

Oppa” dia memelukku dan menangis, sungguh aku tidak tega melihat seorang Im Yoona yang kuat tiba-tiba jadi seperti ini. Aku mengelus punggungnya pelan, aku tau dia butuh ketenangan sekarang.

“Ada apa Yoona-ya? Apa kau punya masalah? Ceritakan padaku” tanyaku lembut.

“Aku lelah oppa, aku tidak mengerti dengan hidupku sendiri, semuanya terasa sangat sulit oppa hiks” jawabnya sambil terus menangis.

“Hey ini bukan Yoonaku, Yoonaku itu kuat dan tidak akan menangis walaupun sedang stres, benarkan?”

“Euu oppa akukan tidak pernah stres! Yang stres itu Chanyeol!” jawabnya sambil melepaskan pelukannya dan memukul pelan bahu Luhan.

“Hahaha arraseo, tersenyumlah, itu baru Yoonaku, arrachi?” ucapku sambil menghapus airmatanya.

“Hmm ne

 

Author pov

 

Tanpa mereka ketahui ada seorang namja yang sedang memperhatikan mereka dibalik tembok koridor, namja itu hanya tersenyum miris sambil menghapus air matanya.

 

Yoona berjalan gontai menuju kantin, dia merasa akhir-akhir ini hidupnya tidak bersemangat.

Noonaa!!” ucap Sehun sambil merangkul bahu Yoona. Yoona hanya menoleh lemas.

Noona kau kenapa? Sakit?” tanya Sehun sambil menempelkan telapak tangannya dikening Yoona.

“Tidak Sehunna, kenapa semuanya bertanya seperti itu, apa aku terlihat seperti orang sakit huh?” tanya Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

“Iya Noona, seperti orang kurang gizi hahahahaha” jawab Sehun sambil tertawa.

“Yaaaa!” teriak Yoona sambil memukul lengan Sehun. “Hahahahaa”

“Hmmm Sehunna, apa yang tadi kau lakukan dengan Taemin?” tanya Yoona tiba-tiba yang membuat Sehun menghentikan tawanya dan menjadi gugup.

N-N-ne? Ah Noona kepo sekali sih ha-ha” jawab Sehun gugup.

“Oh Sehun aku serius! Taemin aneh sekali belakangan ini, apa kau tau dia kenapa?” tanya Yoona kesal.

“Ti-tidak Noona, dia hanya bertanya tentang apartementku saja, Noona kau kan belum pernah main ke apartementku, ayo kesana Noona!”jawab Sehun mengalihkan pembicaraan dan sepertinya dia berhasil.

“Ah shireo, pasti tidak ada makanan, dan akhirnya aku yang harus membelikan, benarkan?” jawab Yoona sambil menyilangkan kedua lengannya.

“Ayolah Noona kajjaaa buingg buingg” Sehun mengeluarkan jurus aegyonya.

“Yaaakkk! Oh Sehun hentikan! Menjauh dariku!” ucap Yoona sambil berjalan cepat.

Buingg buinnggg buingggg” Sehun terus mengejar Yoona.

“Yaaakkkk!”

Buingg buingg!”

 

“Hah! Kedua bersaudara itu sama saja, mereka ingin merebut Sehun dariku, aku tidak peduli dia sunbae atau bukan, akan aku beri pelajaran!”

 

Bagaimana kisah selanjutnyaaaaa?

 

TBC

 

Maaf kalau ada typo kkk

Author masih tetep bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.

Gomawo ~

@tslykam ^^

 

 

 

26 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 9)

  1. kayaknya yoona mau dibully nihh
    kasian sama mereka berdua dibully trus
    kasian yoona diphpin sama luhan ihhh
    cepet dilanjut ya thor

  2. omo,,sebenarnya yoong eonni suka sama siapa sih?? aku harap Lulu oppa♥~~*jiwa Fawns kambuh

    aku kayak nya tau deh siapa namja yg berada dicafe yoong itu,pasti adiknya taemin?? dan pasti taemin akan pergi dari seoul😥

    Lulu oppa,,jangan seperti itu kepada yoong eonni :’) yoong eonni di php in,,

    seperti nya Fany eonni mau ngebully yoong eonni juga,,**mwoo?? andwaeeee!!!>„<

    Cepet dilanjut yak thor!!?
    sebelumya perkenalkan,,aku reader baru disini **siapa yg nanya!!?? Nae Callistha Imnida🙂 *gak ada yg nyuruh ngenalin diri :3

    salam kenal,,dan cepet dilanjut yak ff my three idiots ini?? aku suka ceritanya,,tapi aku mohon Yoong eonni sama Lulu oppa ne???bbuing bbuing😉 *ketularan virus thehun :* ne thor?? *puppy eyes😉

    #Hwaiting thor!!!

  3. kkk maaf ya kali ini gabisa author balesin satu2 soalnya on di handphone. makasih banyak ya comment sama sarannya. author udah kirim chap 10 nya ko tinggal tunggu dipost aja sama adminnya. hehe makasih yaaa~ /hug/hug

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s