[Freelance] Songfic: Gone

poster gone

 

Title
Gone

Author
L’Cloud

Length
SongFic

Rating
T

Genre
Angst

Romance

 

Main Cast
Taeyeon

Xiumin

 

Other Cast

Kris

Kim Jong Woon

 

Disclaimer

The storyline is pure mine. But the song is Woollim’s song, and the casts belongs to SMEnt.

Jangan di plagiat, karena ini bukan SongFic yang bagus. #eaaa

 

Author Note

This Fanfict written based on Jin’s song Gone, or as known as Neoman Eobda. Happy reading. Sorry for typos.

 

~~~~

 

In the place where memories rest
Even in the warmth left at the tip of my fingers
You are there, you are there
Your scent, your face

Taeyeon meringkuk di sofa yang hangat. Matanya terpejam.

Ia membuka matanya, lalu mengerjap-kerjapkan matanya menatap seseorang di hadapannya yang duduk sembari menggenggam tangannya.

 

Chagiya?”,panggil Taeyeon tak mengerti.

 

Pria itu tersenyum dan semakin menggenggam erat tangan Taeyeon. Taeyeon masih tak mengerti dan kemudian duduk di samping pria itu.

 

“Xiumin ah?”

Gwaenchanayo?”,tanya Xiumin sembari tersenyum.

 

Taeyeon tak kuasa meneteskan air matanya. Pertanyaan itu. Pertanyaan yang selalu ditanyakan suaminya kepadanya.

 

Appeuda.”,Taeyeon menyentuh dadanya.

 

Xiumin memeluk tubuh Taeyeon. Memberikan kehangatan yang selalu dinanti Taeyeon.

 

Apeujimayo.”,ucap Xiumin.

 

Taeyeon memejamkan matanya membiarkan seluruh airmatanya mengalir lebih deras. Ia menghirup aroma tubuh Xiumin yang selalu ia rindukan.

 

Menghirupnya dalam-dalam.

 

Lebih dalam.

 

Lebih dalam.

 

Dddrrrtt..drrtttt. Handphone Taeyeon bergetar kasar hingga ia bisa mendengar suara getarannya. Matanya terbuka.

 

‘hhhhh’, Taeyeon menarik nafas berat.

 

Tidak ada Xiumin yang memeluknya. Ia masih meringkuk di atas sofa. Itu tadi hanyalah kenangan yang pernah ia lalui.

 

“Xiumin. Apakah kau ada di dekatku? Bukankah itu tadi kenyataan? Bukankah kau tadi memang memelukku?”,Taeyeon bergumam pelan.

 

Ia menghapus air matanya yang benar-benar menetes, kemudian bergegas menghampiri handphonenya.

 

Sender: Dr. Kris

 

Maaf agassi, kami belum menemukan titik terang. Kami pasti berusaha lebih keras lagi.

 

12/12/12 00.00 p.m.

 

~~~

 

Please look at me, look at me, look at me
I feel you, I feel you, I feel you like this
I tried to hold onto the way you speak, your smile
I tried to hold onto you

 

“Xiumin ah!! Xiumin ah!!”,Taeyeon menggoyang-goyangkan tubuh Xiumin pelan.

 

“Xiumin ah! Bangunlah!!”,Taeyeon tak sanggup menahan air matanya.

 

Tangan kanannya menutup mulutnya menahannya untuk merengek. Tapi air matanya terus bergulir seiring melemahnya tangan kirinya menggoyangkan tubuh Xiumin.

 

“Xiumin ah!!”,dan pecahlah tangis itu memenuhi ruangan. Menggetarkan botol-botol berisi pil-pil yang selalu dikonsumsi Xiumin.

 

Mata Taeyeon terbuka.

 

‘Mimpi itu lagi.’,ucap Taeyeon dalam hati.

 

Keringat dingin membasahi tubuh Taeyeon. Mata Taeyeon sembap oleh air mata.  Nafas Taeyeon naik turun. Ia meremas dadanya yang kesakitan. Tangannya meraba-raba meja di samping tempat tidurnya.

 

‘hhh..hhh..hhhhh…’,dada Taeyeon sesak.

 

Tangannya terus mencari tabung oxygen yang selalu bertengger di meja itu.

 

‘Pyarrr!!’, sebuah gelas kaca jatuh dari meja itu dan pecah berkeping-keping.

 

Terdengar langkah tergesa berlari ke arah kamar Taeyeon. Pintu kamar itupun terbuka dengn kasar. Tampak gadis kecil bernama Jessica menatap ibunya ketakutan.

 

“Mama!! Bertahanlah!”,gadis itu berlari mencari pertolongan.

 

Taeyeon menatap Jessica yang berlari pergi. Ia memejamkan matanya. Sebuah tangan menggenggam tangannya.

 

“Apeujimayo..”,ucap sebuah suara yang selalu Taeyeon kenali. Bahkan lebih ia kenali dari suaranya sendiri.

 

“Xiumin ah..”,gumam Taeyeon.

“Apeujimayo..”,Xiumin memeluk tubuh Taeyeon.

“Xiumin ah. Jangan pergi.”,ucap Taeyeon membalas pelukan Xiumin.

“Aku ada di sini.”

 

Taeyeon menangis. Kalimat yang benar-benar menjadi andalan Xiumin saat ia ketakutan.

 

“Xiumin ah.”,Taeyeon menahan diri untuk membuka matanya. Karena semuanya akan hilang dalam satu kejapan mata jika ia membuka mata.

 

“Aku ada di sini.”,ucap Xiumin lagi.

 

“Xiumin ah.. Apeuda..”,Taeyeon membuka matanya terkejut karena sakit yang ia rasakan. Dan saat itulah Xiumin kembali menghilang.

 

“Xiumin ah!!”,dada Taeyeon kembali terasa sakit. Ia memukul dadanya keras.

 

“Mama!!”,Gadis kecilnya, Jessica, kini sudah kembali di hadapannya menggandeng seorang pria yang tak lain adalah kakak Taeyeon.

 

“Taeyeon ah!”,Jong Woon memanggil nama taeyeon yang terlihat kacau dengan khawatir.

“Op..pa..”,Tubuh Taeyeon melemah.

 

Mata Taeyeon perlahan tertutup. Dan sebelum benar-benar tertutup, Taeyeon bisa melihat lelaki itu tengah tersenyum menguatkan. Senyum yang selalu menjadi keajaiban Taeyeon.

 

“Xiumin ah..”,panggil Taeyeon, dan kemudian ia menutup matanya.

 

~~~

 

In the place we were together
In the moments that I started to resemble you
I was so happy just by walking in the rain with you
But you’re not here, you’re not here
How can I live as I erase you?
In the times we walked together

In the places where the memories and lingering attachments were made
I’m standing there because I miss you so much

 

Flashback…

 

Aigooya! Hampir hujan! Taeyeon ah, kajja, kita berteduh di sana!”,Xiumin menggenggam tangan Taeyeon dan menariknya untuk segera berlari.

Shireo!”,Taeyeon merajuk manja menahan langkahnya.

“Ah, palliwa..

Shireo! Kau janji akan memberiku kejutan! Tapi kau malah lupa!”,Taeyeon memanyunkan bibirnya.

“Aku tidak lupa!”

“Lalu, mana kejutannya?!”

“Hhhh. Geurae! Sekarang tutup matamu. Hitungan ketiga, buka matamu.”,ucap Xiumin.

 

Taeyeon memejamkan matanya sembari tersenyum senang.

 

“1..

 

..2..

 

..3.”,Taeyeon membuka matanya.

 

Dan seketika hujan turun begitu deras bersamaan dengan bibir Xiumin yang mendarat singkat di bibir Taeyeon.

 

“Kau terkejut?”,tanya Xiumin sembari tersenyum.

“E..em..”,Taeyeon mengangguk dengan mata yang terbuka lebar. Ciuman pertamanya.

“Sekarang, kajja kita berteduh!”,ucap Xiumin sembari menarik tangan Taeyeon yang masih terpaku.

 

Taeyeon mengembangkan senyumnya. Kejutan terindah seumur hidupnya.

 

Flashback end.

 

Taeyeon berdiri memeluk dirinya sendiri di sebuah halte yang sepi karena hujan tengah membasahi distrik Myeongdong. Halte tempat ia berteduh beberapa tahun yang lalu. Saat ia masih seorang remaja polos yang baru beberapa menit yang lalu mendapatkan ciuman pertamanya.

 

“Xiumin ah.. Gwaen..cha..nayo? A..aa..ppeu..j..jj..jimma..yo..”,air mata yang tertahan di pelupuk mata Taeyeon akhirnya jatuh dan membentuk sungai han di pipi gadis itu.

 

Satu-satunya alasan yang membuat Taeyeon melintasi beberapa kota hanya untuk berdiam diri di halte itu adalah, karena ia merindukan Xiumin. Kerinduan yang seakan tak bisa di sembuhkan lagi.

 

Boggoshippoyo..

~~~

Look at me, look at me, look at me
I feel you, I feel you, I feel you like this
After barely resembling the way you speak, your smile
After barely resembling you

 

Taeyeon duduk di samping tubuh Xiumin yang masih tak mau bergerak. Seluruh tubuhnya di pasangi selang-selang yang mengerikan bagi Taeyeon. Ruangan itu selalu di penuhi suara-suara aneh yang ditimbulkan oleh alat-alat yang membuat Xiumin masih bisa dikatakan hidup.

 

Ia masih bisa hidup karena bantuan alat-alat itu. Jika alat itu berhenti memompa Oxygen ke paru-paru Tuan Xiumin, maka dalam hitungan menit, bisa dipastikan suami anda akan kehilangan nyawanya. Itupun tak selamanya alat-alat itu bisa membantu. Tingkat kesadarannya nyaris nol, dan respon dari inderanya sangat buruk. Tapi saya akan berusaha sebisa saya.”,ucapan Dr. Kris terngiang-ngiang di ingatan Taeyeon.

 

Taeyeon menggenggam tangan Xiumin. Air matanya menggenang di pelupuk matanya.

 

“Buka matamu chagi.. Tatap aku di sini. Ku mohon bukalah matamu lagi.”,Taeyeon berucap lirih. Air matanya nyaris mengalir.

 

“Xiumin ah.. Gwaenchanayo? Apeujimayo chagiya.. Aku disini, di sampingmu.”,Taeyeon mengucapkan kalimat yang beberapa bulan ini menjadi mantranya untuk lebih kuat.

 

Apeujimayo.. Apeujimayo..

~~~

I can’t erase your name that was allowed to me

My name called by you Is still sleeping here

That place where we were together

At that time where we should be walking together

I still have to make it  Our future and my wishes

I’m still standing there

You are gone

 

“Anda harus lebih bijak agassi..”,Dr.Kris memulai pembicaraan.

“Dokter, saya tahu arah pembicaraan anda. Bisakah kita hentikan ini di sini?”,Taeyeon memasang tatapan kosong.

“Saya tahu agassi. Tapi ini tidak baik untuk kehidupan suami anda. Anda hanya membuatnya lebih tersiksa. Lagipula, kemungkinan ia untuk bangun lagi sangat.. tipis.”

“Anda tidak tahu apa-apa tentang apa yang ia rasakan! Bagaimana bisa anda mengatakan ia tersiksa? Sebelum ini terjadi, ia, pernah berkata untuk mempertahankan kehidupannya sebisaku! Bagaimana mungkin saya tega untuk secepat ini putus asa?!”,dada Taeyeon naik turun menahan amarah.

 

Taeyeon beranjak meninggalkan ruangan dokter terpandang itu.

 

“Taeyeon! Kalau begitu kau harus mendengarkanku sebagai temanmu! Aku tak tega lagi membiarkanmu hidup dalam harapan itu! Ini semua tak mungkin! Lupakan lelaki itu! Ia tak akan pernah bangun Taeyeon! Itu sebuah kenyataan yang harus kau terima!”,Kris setengah berteriak.

“Kris, aku dengan senang hati akan mendengarkanmu sebagai temanku. Tapi yang kudengarkan hanyalah suara seorang yang masih mengharapkan cintaku. Geurae, dengar baik-baik Kris. Jika itu adalah kenyataan pahit, maka aku tak kan pernah menerimanya. Tak akan pernah! Aku akan menolak kenyataan itu hingga akhir hayatku! Jika kau memang benar seorang temanku, kau harus membantuku menolak kenyataan pahit itu. Kau juga harus menolak kenyataan itu hingga kau berhenti bernafas. Tolong aku Kris. Ku mohon.”,Taeyeon memejamkan matanya sesaat kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

 

Kris menatap kepergian Taeyeon dengan kecewa. Ia mengepalkan tangannya dan menunduk menekuri meja kerjanya yang penuh buku-buku kesehatan.

 

“Taeyeon ah, aku sudah berusaha menolaknya selama ini. Aku sudah sekuat tenagaku menolak kenyataan pahit itu. Tapi semakin aku menolak, kenyataan itu semakin tak bisa ku elakkan lagi.”,Kris menghembuskan nafasnya pelan kemudian mendongakkan kepalanya.

 

Ia membuka loker mejanya dan mengeluarkan sebuah pigura berisikan foto Kris, Taeyeon, dan sahabat terbaik Kris. Xiumin.

 

Geurae! Aku akan berusaha sekuat tenagaku. Hyung, cepatlah bangun! Kau harus menjaga gadis yang sudah kutitipkan padamu itu.”,Kris tersenyum sejenak kemudian beranjak keluar ruangannya.

~~~

“Kupikir kau akan segera pulang baozi.”,ucap Taeyeon sembari membelai lembut sofa tempat ia dan xiumin, biasa duduk berdua.

 

“Aku rindu kau Baozi. Bangunlah.. Panggil aku Ahjumma lagi..”,air mata Taeyeon mengalir membasahi sofa beludru merah itu.

 

Flashback…

 

“Hey baozi!”sekelompok siswi memanggil lelaki chubby yang tengah melamun.

“Kalian buta? Tidak bisa baca nametag ku? Yang benar saja! Baca baik-baik! Namaku Xiumin! Dasar bodoh!”,Xiumin memaki gadis-gadis itu.

“Uh, dasar pemarah!”,seorang siswi memeletkan lidahnya.

“Hey, cari mati?!!”,dan segerombolan siswi itu kabur begitu saja.

 

“Menyebalkan sekali!”,xiumin menggumam sebal.

 

“Baozi!!”, seorang siswi menepuk pundak Xiumin sembari berteriak.

 

Xiumin nyaris saja membentak gadis itu jika bukan karena ia menyadari siapa pemilik suara itu. Satu-satunya orang yang boleh memanggilnya dengan sebutan itu.

 

“Ahjumma!!!”,teriak Xiumin girang ke arah siswi cantik itu, Taeyeon.

 

Flashback end.

 

~~~

 

“Xiumin ah, kau ingat Sooyoung? Ya, gadis yang selalu kau jadikan bahan tertawaan itu. Lima hari lagi ia menikah. Ia mengirimkan undangannya kemarin. Ia sangat berharap bisa melihatmu lagi setelah lama tak berjumpa. Kau tahu, aku hanya bisa diam dan menganggukkan kepalaku saat ia memintaku mengajakmu. Tapi aku harus bagaimana lagi? Bukankah memang seharusnya kita bergandengan tangan ke pesta itu? Jadi kau harus bangun saat ini juga dan kita bisa ke pesta itu lima hari lagi. Kau pasti juga rindukan pada gadis itu? Benarkan Xiumin ah? Baozi.. cepatlah bangun..”,tak terasa tangan Xiumin sudah basah oleh air mata Taeyeon yang tiba-tiba hari itu tak bisa berhenti.

 

Tak seperti biasanya ia bisa berusaha tegar. Hari ini, tepat 365 hari. Dan lelaki itu masih belum bangun. Lelaki itu masih seolah terlalu nyaman tidur di kasur itu. Lelaki itu seolah telah lupa bahwa masih ada yang tertinggal di dunianya yang sebenarnya.

 

“Bangunlah Xiumin ah.. Kau tahu, kita belum pergi mengelilingi dunia seperti harapan kita dulu. Kita belum melihat Jessica tumbuh dewasa hingga menikah. Kita belum memiliki cucu. Kita.. kita.. kita masih bisa melakukan banyak hal. Masih ada banyak hal yang belum kita lakukan. Bangunlah Baoziku.. Bangunlah.. Mana boleh kau terus begini. Kau harus bangun dan kembali bersamaku. Baozi bangun. Bangunlah Chagiya..”,air mata Taeyeon terus bergulir hingga kedua mata sipit itu membengkak.

 

“Minumlah kopi atau teh dulu.”,ucap Jong Woon pada Taeyeon.

“Aku tidak haus oppa..”

“Tapi kau harus mengkonsumsi sesuatu. Kau tak boleh jatuh sakit. Jessica membutuhkanmu.”

 

Taeyeon menatap oppanya penuh arti kemudian beranjak.

 

1 Langkah..

2 Langkah..

3…

 

‘Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt….’

 

Sebuah suara mengejutkan Taeyeon. Jantungnya berdegup kencang. Jong Woon membulatkan matanya. Kemudian tanpa aba-aba keduanya menatap monitor yang kini hanya menggambarkan garis lurus berwarna hijau.

 

Jong Woon berlari menopang tubuh Taeyeon yang jatuh terkulai lemas. Tatapan Taeyeon kabur karena tumpukan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Telinganya tiba-tiba tuli. Ia tak bisa memahami kejadian di sekitarnya. Ia tak bisa mendengar teriakan Jong Woon ayng mengkhawatirkannya.

 

Sesaat kemudian sekumpulan orang berlari menuju Xiumin dengan wajah cemas. Tampak Kris di antaranya. Namun Taeyeon hanya menatap orang-orang itu tanpa mengerti.

 

Benak Taeyeon penuh tanya.

 

“Siapa mereka?”

“Mengapa mereka cemas?”

“Apa yang terjadi?”

“Xiumin ah.. Gwaenchanayo?”

~~~~

End~

 

Maaf kalau ada yang nggak pas. Maaf sad ending. Maafkan aku XiuYeon shipper. Aku sendiri juga XiuYeon shipper, tapi aku terlalu logis untuk mengakhiri ceritanya pake happy ending. Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaafff banget. TT^TT

40 thoughts on “[Freelance] Songfic: Gone

  1. Ya ampun thor. Ini daebak banget. Aku nangis. Aku juga XiuYeon shipper. Tapi knapa ff XiuYeon yg aku baca semuanya sad ending. Huaaaaaa😥

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s