[Freelance] Not Destined (Chapter 1)

jj

 

Title :NotDestined

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : Romance, Comedy, Sad, Family

Main Cast : Taeyeon, Kai

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : Hy readers, aku datang bersama ff baru nih. Masih ingatkan dengan karakter taeyeon fi between two options yang manis dan sangat polos? Kalau di ff kali ini karakter dia aku buat berbeda, dari manis menjadi sedikit kayak gimana gitu, hehehe . . . . .

Semoga kalian senang dengan karya- karyaku . . . .

 

. . . . . . .

Seoul

Seorang yeoja mungil dan imut tengah berjalan menikmati keindahan sungai Han.Ia berjalan tidaklah seorang diri melainkan bersama seorang namja yang tidak kalah imut darinya, hanya saja namja itu jauh lebih tinggi darinya. Namun penampilan yeoja itu memang sedikit berbeda.Ia memakai celana jeans yang sobek dikedua lutunya, rambut yang terurai berantakan lalu dibungkus (?) dengan topi, sepatu ikat yang sudah tidak terurus, dan satu lagi ia juga memakai baju kaus lengan pendek yang mana kedua lengannya ia lipat. Sungguh sangat mirip dengan tampilan gadis berandalan.

Sedangkan namja yang berada disampingnya sangat berbeda 180 derajat darinya. Namja itu memakai baju kemeja rapi, celana jeans yang bagus dan bermerek, sepatu hitam yang bersih, rambut yang disisir rapi, dan tas ransel yang selalu berada dipunggungnya. Namja itu sangat mencerminkan bahwa ia adalah namja baik- baik (?).

“Chagi-ah sampai kapan kita hanya memandangi sungai han seperti ini. Kau tahu aku sudah sangat bosan” ucap sehun yang memeluk yeoja yang dipanggilnya changi itu dari belakang.

“Sehun- ah jangan bersikap seperti ini, itu sangat menjijikkan” yeoja yang bernama taeyeon itu melepaskan pelukan sehun dengan kasar.

Sehun mengerucutkan bibirnya, “Changi- ah kau sama sekali tidak manis”

“Kalau kau ingin mencari yeojachingu yang manis jangan berpacaran denganku” taeyeon menatap tajam sehun seraya mengangkat telunjuknya ke depan wajah sehun.

Sehun menelan salivanya pelan, akan sangat berbahaya kalau yeoja yang pada dasarnya adalah yeojachingunya itu akan mengamuk. “Changi-ah aku hanya bercanda” sehun memegang jari taeyeon lalu menurunkannya dengan canggung.

“Sudahlah aku sangat malas berdebat denganmu, ayo kita makan perutku sudah sangat lapar.”Taeyeon menarik tangannya kasar, lalu berjalan meninggalkan sehun.

“Bisakah kau bersikap layaknya seorang perempuan” ucap sehun berbisik.

Taeyeon yang berjalan belum jauh darinya masih sempat mendengar perkataan sehun, “Hei apa yang kau katakana? Apakah kau malam ini mau berenang di sungai Han” ucap taeyeon dengan smirk diwajahnya tanpa sedikitpun menoleh ke arah sehun.

Sehun lagi- lagi sulit menelan salivanya, ia menghampiri taeyeon dan memegang tangannya, “Changi- ah aku hanya bercanda” sehun tersenyum imut berharap taeyeon akan memaafkannya.

Taeyeon hanya memutar bola matanya lalu berjalan tanpa memperdulikan sehun yang lagi- lagi mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon dan sehun adalah korban dari perjodohan antara orangtua mereka.Memang orang tua mereka kaya bahkan mungkin bisa dibilang sangat kaya. Taeyeon memiliki oemma seorang presdir di salah- satu perusahaan roti yang sangat terkenal di korea bahkan cabang dari perusahan tersebut telah terkenal sampai ke seluruh asia bahkan eropa. Sedangkan appa taeyeon memang bukanlah orang yang kaya, appa dan oemma taeyeon telah lama bercerai,  appa taeyeon tinggal di busan sedangkan taeyeon bersama ammanya tinggal di seoul.

Sedangkan orangtua sehun adalah partner kerja sama dari oemma taeyeon yang tidak kalah kayanya. Sehun memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada taeyeon semenjak ia bertemu taeyeon pada acara makan malam keluarganya dan keluarga taeyeon. Meskipun taeyeon selalu bersikap kasar padanya tetap saja ia mencintai taeyeon. Dan sekarang ia sudah mulai terbiasa dengan sikap taeyeon yang sangat tomboy.

Berbeda dengan sehun, taeyeon malah mati- matian menolak perjodohan dirinya dan sehun. Karena sebenarnya dia sama sekali tidak mencintai sehun. Tapi mau bagaimana lagi ?oemma taeyeon jauh lebih keras kepala daripada taeyeon. Bahkan oemmanya pernah mengancam kalau sampai taeyeon menolak perjodohan ia tidak akan menganggap taeyeon sebagai putrinya. Memang sangat kejam, bagaimana mungkin seorang ibu membandingkan anaknya dengan sebuah pekerjaan?

 

. . . . . . . . .

Busan

Seorang namja berseragam SMA sedang menikmati suasana kotabusan yang indah di atas mobil mewahnya. Sangat jelas bahwa namja itu tengah membolos bersama dengan kedua temannya.

“Kai apakah kau tidak mendengar dari tadi HPmu berbunyi” ucap chanyeol yang merupakan sahabat dari kai.

Orang yang diajak berbicara hanya diam memandangi foto- foto yeoja cantik yang berada di tangannya, “Percuma saja kau berbicara padanya, dia tak akan menghiraukan kita” tambah salah seorang sahabatnya lagi yang diketahui (?) bernama lay.

“Kira- kira dari seluruh foto ini siapa yang paling cantik” kai memberikan sekumpulan foto itu kepada temannya.

Kedua sahabatnya hanya menghembuskan nafas kasar, “Kai jangan bilang kau mau mengencani mereka lagi” Tanya chanyeol curiga.

“Apa salahnya ?” dengan santainya kai berbicara.

Kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya, “Terus kau mau apakan seohyun, yoona, Jessica dan . .”Lay mengingat- ngingat yeoja yang sekarang menjalin hubungan dengan kai, “Pokoknya banyak sekali yang berpacaran denganmu. Apakah kau tidak kasihan pada mereka ?” nasihat lay.

Kai hanya tersenyum mendengar kedua sahabatnya, “Kalian tahu sekarang kalian terlihat seperti ibu- ibu yang sedang datang bulan, ck” kai mengambil foto ditangan chanyeol, “Kalau kalian tak mau lihat yah sudah biar aku saja yang langsung memilih.”

Chanyeol dan lay hanya mendengus kesal melihat kelakuan sahabat mereka. Kim jong in atau biasa dikenal dengan nama kai memang terkenal sangat playboy dan jail. Tak ada namja yang mampu bertahan menjadi temannya kecuali chanyeol dan lay yang merupakan sepupunya sendiri.

Kai sangat hobby mempermainkan wanita, ia tak pernah benar- benar mencitai seorang wanita. Maklum saja ia adalah anak dari pejabat kaya di busan. Ia selalu bertingkah seenaknya karena orang tuanya selalu menuruti semua keinginannya. Bahkan jika kai bermasalah di sekolah, dengan gampangnya appanya akan datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah untuk memaafkan perilaku anaknya. Dan hebatnya lagi kepala sekolah akan langsung menerima permintaan maaf appanya karena tidak berani melawan perintah dari salah satu pejabat di negeri ini.

Maka dari itulah kai tumbuh menjadi anak yang tak pernah merasa bersalah, tak pernah serius dalam menjalin hubungan dan suka bertingkah seenaknya baik diluar maupun di dalam kawasan sekolah.

 

. . . . . . .. . .

Pagi yang sangat cerah di seoul saat ini, namun sayang hari yang cerah tak secerah hati taeyeon yang sedang duduk di dalam kelasnya.

“YA!”Seorang yeoja berusaha mengagetkan taeyeon.Namun sayang usahanya gagal, karena orang yang dikagetkan hanya membalasnya dengan satu lirikan kemudian kembali lagi ke posisinya semula.

Gadis itu hanya mendengus kesal, “YA Kim Taeyeon tak bisakah kau sedikit saja menghargai usahaku untuk menghiburmu”

Taeyeon hanya memutar bola matanya, “Jangan menggangguku sekarang atau kau akan mendapat masalah” sunny sahabatnya yang mendengar penuturan taeyeon sontak diam. Memang dia adalah sahabat taeyeon tapi taeyeon tak akan pernah main- main dengan kata- katanya.

Taeyeon yang melihat ekspresi sunny sedikit merasa bersalah, “Mian aku hanya lagi tidak mood hari ini.” Sunny hanya mengangguk mendengar perkataan taeyeon. “Sepertinya aku harus keluar dari kelas yang pengap ini untuk mencari udara segar”

Taeyeon berdiri namun lengannya ditahan oleh sunny, “Ikut” ucap sunny imut namun dibalas oleh taeyeon dengan tatapan tajam.Sunny yang melihat mata taeyeon perlahan melonggarkan pegangannya.Sedangkan taeyeon tentu saja langsung pergi meninggalkan sunny, sungguh sahabat yang sangat jauh dari kata sejati.

Tapi sebenarnya semua ini bukan murni kesalahan taeyeon, karena oemmanya baru saja memaksanya untuk menikah dengan sehun setelah lulus SMA. Maka dari itu dia sangat stress hari ini.

Taeyeon berjalan sangat cepat tanpa memperdulikan orang- orang yang meringis kesakitan akibat ulahnya.

“Kim Taeyeon” panggil songsaenim tegas.

Taeyeon yang mendengarnya sontak menoleh, “Ada apa?” jawabnya tanpa ada kesan sopan sama sekali.

Songsaenim boa hanya memberikan pandangan mematikan kepada siswinya itu, ia menghampiri taeyeon, “Apakah kau tidak melihat orang- orang yang kau tabrak?” Tanya songsaenim dengan suara yang meninggi.

“Aku melihatnya” jawab taeyeon seraya melipat kedua tangannya di dadanya.

Songsaenim menggepal tangannya, “Jangan mentang- mentang kau anak orang kaya jadi kau bisa seenaknya disini.Dan juga lepaskan topi di kepalamu itu, kau fikir sekolah ini sekolah anak berandalan.”

Muka taeyeon mulai memerah menahan marah, seandainya saja dihadapannya itu bukan songsaenimmya mungkin ia sudah menghajarnya, “Jangan pernah menilaiku sembarangan jika kau tak mengenalku dan lagi pula aku berhak mengatur hidupku. Jadi jangan pernah mengatur hidupku lagi” taeyeon meninggalkan songsaenim boa yang sudah berapi- api.

“Dasar siswa kurang ajar” teriaknya kesal.

 

. . . . . . . . . .

“Kai tolong jangan putuskan aku” seorang yeoja merengek- rengek dihadapan kai yang sedang duduk di taman sekolah.

Kai yang melihatnya hanya menunjukkan smirknya, “Jangan ganggu aku lagi jika kau tak mau mendapatkan masalah.Lagipula aku sudah bosan denganmu, jadi mian karena aku tak bisa lagi menjadi namjachingu yeoja pabo sepertimu” kai berdiri seraya mengambil tasnya yang terletak disampingnya.

“Kau brengsek” teriak yeoja itu.

Kai yang mendengarnya sontak terhenti dari langkahnya, “Apa kau bilang?” kai mendekati yeoja yang mulai melangkah mundur itu.

Yeoja itu sulit menelan salivanya saat kai mendekatkan wajahnya ke arahnya, “Jangan pernah mencoba bermain- main denganku” kai menecup bibir yeoja yang mematung itu lalu meninggalkannya dengan smirk yang tak pernah absen di wajahnya.

Yeoja itu hanya tersungkur ke tanah sambil menangis.

“Kau sungguh tega kai” Ucap chanyeol saat kai sudah berada di kelasnya.

Kai memainkan HPnya, “Aku sudah bosan pada tingkahnya yang kekanakan” ucap kai tanpa menatap sahabatnya itu.

Lay yang mendengarnya hanya menghembuskan nafas pelan, “Bukankah kau memang selalu bosan pada semua yeoja”

Kai menatap lay seraya tersenyum manis, “Benar sekali”

 

. . . . . . . . . .

Taeyeon hari ini tengah makan malam bersama sehun, tentu saja berkat paksaan oemmanya.Ia benar- benar tidak bisa menolak jika sudah oemmanya yang berbicara.

“Changi- ah makan makanannya kalau sudah dingin akan menjadi tidak enak” sehun memperingatkan taeyeon  yang tengah melamun.

“Aku tidak lapar” taeyeon menjawab dengan ketus.

Sehun hanya bisa pasrah terhadap sikap taeyeon yang seperti ini, “Taeyeon bukankah itu songsaenim boa” sehun menunjuk dua orang yang tengah duduk di salah satu kursi restaurant mewah itu.

Taeyeon sontak menoleh dan mendapati songsaenim musuhnya itu yang juga tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka, taeyeon menarik tangan sehun. “Ayo kita pulang”

“Tapi . . “ belum saja sehun sempat menolak ia sudah harus terseret oleh taeyeon.

Taeyeon benar- benar kesal, ia tak mau moodnya yang sudah jelek semakin diperburuk dengan kehadiran songsenim yang menurutnya sangat menjengkelkan itu.

Keesokan harinya saat taeyeon tengah menaiki tangga di sekolahnya menuju kelasnya ia tak sengaja berpapasan dengan songsaenim boa, “Ck, dasar remaja sekarang bermesraan di restaurant” sindir songsaenim saat berpapasan dengan taeyeon, taeyeon yang merasa tersindir akibat lirikan songsaenim kepadanya.

“Apa maksud songsaenim” Tanya taeyeon kesal.

Songsaenim sontak menoleh, “Ternyata ada yang tersindir disini” ejek songsaenim.

Cukup sudah taeyeon tidak bisa untuk bersabar lagi, “Masih mending aku berpacaran karena aku masih remaja. Daripada songsaenim sudah tua masih berpacaran, dasar perawan tua”

Songsaenim ingin menampar taeyeon namun tangannya ditangkap oleh taeyeon, “Jangan pernah menyentuhku” taeyeon menghempaskan tangan songsaenim.

Seluruh siswa yang menyaksikan itu sontak terkekeh pelan, namun kekehan mereka terhenti saat melihat songsaenm boa yang menatap tajam meraka, “Semuanya masuk ke kelas” seluruh siswa berlari memasuki kelas kecuali taeyeon.

“Ingat kalau kau tidak keluar dari sekolah ini saya yang akan keluar” songsaenim menunjuk wajah taeyoen.

“Keluar saja” jawab taeyeon santai lalu meninggalkan songsaenim yang sedang marah besar itu.

 

. . . . . . . . .

Dengan pakaian yang rapi kai mengetuk pintu salah satu rumah mewah yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah korban barunya.

“annyeong tiffany” kai menyapa yeoja yang membukakan pintu untuknya.

Yeoja itu tersenyum manis sehingga menampakkan eye smilenya, “Kai?”

“Bunga ini aku berikan hanya untuk yeoja cantik sepertimu” kai memberikan bunga yang semenjak tadi berada di belakangnya.

Tiffany dengan senang hati menerima bunga itu, “Gomawo Kai”

Kai memegang tangan tiffany lalu bersujud dihadapannya, “Dari awal aku melihatmu aku sudah yakin bahwa kaulah wanita yang tepat untuk menjadi yeojachinguku yang terakhir.Karena aku ingin hubungan kita berlanjut hingga ke pelaminan. Jadi maukah kau menjadi yeoja chinguku”

Tiffany menutup mulutnya dengan satu tangannya yang lain, ia benar- benar termakan dengan kata- kata kai, “Tentu saja aku mau” jawab tiffany tanpa ragu.

Kai berdiri lalu mencium singkat tiffany, ciuman yang biasa sebagai awal dari tipuan kai.Lalu mereka berpelukan dengan mesrah. Tiffany tidak melihat kai yang sedang tersenyum penuh arti di punggung tiffany, ‘Kena kau faany- ah, sorry’

 

. . . . . . . . .

Taeyeon menuju parkiran tempat mobilnya berada, namun langkahnya terhenti saat melihat motor songsaenim boa sedang terparkir paling ujung dari seluruh motor yang terparkir di tempat parkir itu.

“Dasar motor sialan” tanpa fikir panjang taeyeon menendang motor itu kencang.

Taeyeon menutup mulutnya saat melihat kejadian dihadapannya. Karena motor itu berada di ujung dan taeyeon menendangnya keras maka otomatis motor itu terjatuh dan menjatuhi motor disampingnya dan begitu juga dengan motor selanjutnya yang membuat semua motor deparkiran itu tumbang secara berjamaah.

Taeyeon ingin kabur namun namanya tiba- tiba dipanggil oleh suara yang sudah sangat dikenalnya, “KIM TAEYEON . . “ teriak kepala sekolah memanggil taeyeon. Memang semenjak tadi ia memperhatikan taeyeon berkat hasutan dari songsaenim boa yang saat ini berada di sampingnya.

Taeyeon tersenyum kaku, “Annyeong songsaenim”

“Ikut aku ke kantor sekarang” songsaenim meninggalkan taeyeon yang dengan segera menyusul berjalan dihadapannya. Songsaenim boa yang melihatnya sontak tersenyum penuh kemenangan.

“Cukup sudah taeyeon, kau sudah terlalu banyak melakukan pelanggaran.Saya tahu kau adalah anak yang pandai, tapi kalau terus seperti ini lama- lama sekolah kita emagenya akan menurun” omel kepala sekolah, taeyeon hanya menunduk.Dia menunduk bukan karena merasa bersalah melainkan menggerututi kepala sekolahnya.

“Tadi saya sudah menelfon orang tuamu dan katanya oemmamu yang akan menanggung semua kerugiannya.Tapi tetap saja kau akan dikeluarkan dari sekolah” tambah kepsek yang sukses membuat mata taeyeon hampir keluar.

“Mwo? Aku dikeluarkan?” taeyeon tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Mr. Part kepala sekolahnya itu.

Mr. Part menghembuskan nafas pelan, “Mian taeyeon, saya juga terpaksa melakukan ini. Ini surat pindah sekaligus rapportmu”

Taeyeon masih terdiam mengetahui kenyataan bahwa ia dikeluarkan dari sekolahnya senidiri. Ia masih tidak menyangka, bahkan ia sempat berfikir bahwa semuanya hanya mimpi.

Sementara Mrs. Boa yang mendengarnya dari luar ruangan terseyum penuh kemenangan terhadap apa yang terjadi.

 

. . . . . . . ..  .

“Kau sangat cantik malam ini” kata kai kepada gadis dihadapannya yang bernama sooyoung kakak kelasnya.

“Gomawo kai” jawab sooyoung tersipu malu.

“Pasti namja chingumu sangat bahagia memiliki yeoja secantik kamu” kai berpura- pura berekspresi kesal.

Sooyoung menunduk malu, “Aku belum punya namjachingu”

Kai tersenyum penuh kemenangan karena perlahan sooyoung masuk perangkapnya. “Benarkah ?sayang sekali”

Sooyoung lagi- lagi menunduk malu.Mereka memang sedang berada di sebuah kafe untuk makan malam bersama.Sooyoung adalah murid baru disekolahnya dan telah menjadi kakak kelas kai.Tentu saja kai memanfaatkan kesempatan ini untuk memanfaatkan sooyoung.

“Dia memang sangat berbakat” Bisik lay kepada chanyeol.

Chanyeol mengangguk setuju, “Dia memang sangat beruntung”

Kedua sahabatnya itu memang mengikuti kencang mereka, dan tentu saja kai yang menyuruhnya.Merek benar- benar kagum terhadap kai yang selalu sukses membuat para yeoja bertekuk lutut.

“Apakah suatu saat nanti akanada gadis yang bisa membuat kai bertekuk lutut?”Tanya chanyeol kemudian.

“Kurasa tidak” jawab lay yakin.

“Tapi aku rasa suatu saat nanti pasti ada yeoja yang bisa membuatnya berubah.”

. . . . . . . . . .

 

“Bagaimana mungkin saya tidak diterima?Nilai saya bagus- bagus di rapport ini” taeyeon mengomel pada kepala sekolah di hadapannya.

Bagaimana tidak sekolah ini adalah sekolah yang ke enam yang menolaknya.Ia masih tidak mengerti mengapa semua sekolah bisa kompak menolak anak secerdas dia.

“Jaga ucapanmu taeyeon” bisik nyonya Kim oemma taeyeon, taeyeon hanya diam mendengarkan oemmanya. “Mian Mr. lee tapi nilai rapport taeyeon itu diatas rata- rata kenapa dia ditolak ?”Tanya oemma taeyeon.

Kepala sekolah tersenyum menatap keduanya.Ia membuka halaman belakang raport taeyeon, “Disini tertulis bahwa taeyeon tidak bisa bersekolah kecuali keluar dari seoul”

Kaget itulah yang saat ini dirasakan oleh oemma dan anaknya itu.Taeyeon sontak langsung melihat raportnya, “Dasar songsaenim botak, bisa- bisanya dia menulis ahhh” taeyeon meringis kesakitan ketika oemmanya mencubitnya.

Taeyeon melirik Mr. Lee dan ternyata muka Mr. Lee sekarang memerah karena tanpa taeyeon sadari Mr. Lee juga botak pada bagian atas kepalanya, “Mian” kata oemma taeyeon sopan.

“Oh tidak apa- apa nyonya” jawabnya menahan marah. Karena tidak mungkin Mr. lee akan marah di depan seorang presdir Kim.

Mereka akhirnya pamit untuk kembali ke rumahnya.kau tahu Mr. Lee tidak henti- hentinya menggerutu kesal saat taeyeon dan oemmanya sudah meninggalkan ruangannya, “Dasar anak kurang ajar pastas saja ia dikeluarkan dari sekolahnya. Sifatnya sangat berbeda dari oemmanya.”

Sementara di mobil taeyeon sedang pusing memikirkan nasibnya, “Bagaimana ini oemma?” taeyeon mengerang frustasi.

Presdir Kim tampak berfikir, “Oemma akan berpesang satu hal dulu padamu. Jika nanti kau bersekolah diluar kau harus bersikap layaknya seorang perempuan”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Aku sekarang sudah bersikap seperti perempuan oemma”

“Taeyeon, lihat penampilanmu kau harus belajar mengubahnya dan juga sifatmu sangat aneh” tambah oemmanya.

“Ia  . . ia .  “taeyeon menyerah karena tidak mungkin ia bisa melawan oemmanya. Karena jika oemmanya marah ia bisa melakukan apa saja.

“Baiklah tidak ada cara lain, kau harus bersekolah di busan dan tinggal bersama appamu sampai kamu lulus”

“MWO?”

 

^^TBC^^

Ini adalah salah satu karya insomniaku . . . .

Entah kenapa belakangan ini aku susah banget tidurnya . . .

Ini buat kemari yang ngerequest ff yang castnya kai J . . .. .

50 thoughts on “[Freelance] Not Destined (Chapter 1)

  1. Wooaahh baguss bgt crtanyaa taeng jdi bag girl kekekek lain dri pda yg lain,,, taeng nanti pati cwe yg bwat kai bertekuk lutut bayangin aja bakalan seru bgt,,, next dtunggu

  2. HALO AUTHOR!!! /kedipkedip/ wkwkwkwk sukaaaaa sumveh. ga boong. ketemu lagibkita hehehe. ketawa sendiri serius bacanya:D wah caloncalonnya kai nih yg bakal bertekuk lurut didepan taeyeon/?kkk sukaaa fightingg thor.. asap eap._.v hehehehe ‘-‘)9

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s