[Freelance] Between Two Options (Chapter 7)

5bto5d20between20two20options

 

Title : Between Two Options (Chapter 7)

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : romance, family, comedi

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : Capek banget nih harus Bimbel siang malam, mana laptopku disita lagi sama ortuku soalnya katanya harus focus belajar. Padahal hobby aku kan nulis, hidupku hampa rasanya kalau gak nulis #curhat

Tapi karena aku udah janji akan terus nulis di waktu luangku, jadi aku usahakan selesaikan chap 7 ini. Aku harus berterima kasih nih sama Lab computer di sekolah, karena berkatnyalah aku masih bisa nulis, hehehe. Oke dari pada aku makin ngawur ngomongnya langsung aja yah ke chap 7nya . . . . . .

 

. . . . . . . . .

Sepeninggal kris taeyeon langsung berlari memasuki rumahnya,”Appaaa . . “ Teriak taeyeon. Entah kenapa rumahnya sangat sepi, bahkan penjaga gerbang saja tidak ada.

Taeyeon membuka pintu rumahnya sangat gelap, namun tiba- tiba lampu menyala dan . . .

Taeyeon diam seribu bahasa menyaksikan pemandangan dihadapannya, mulutnya menganga dan matanya membulat lebar.

“Ba . .by .“ Ucap taeyeon parau.

Luhan yang melihatnya hanya tersenyum manis. Saat ini luhan berada agak jauh dari taeyeon namun ia tepat berada lurus dengan taeyeon.

Taeyeon berjalan perlahan mendekati luhan dan begitu juga sebaliknya. Luhan tersenyum maniske arah taeyeon berusaha menutupi matanya yang sudah mulai berkaca- kaca, sedangkan taeyeon yang memang sudah sejak tadi mengeluarkan air mata ketika pertama kali melihat luhan dihadapannya.

“Bukankah kau sudah berjanji tidak akan menangis lagi?” Luhan menghapus air mata taeyeon ketika jarak mereka sudah sangat dekat.

“Baby kau jahat, kau bahkan tidak memberitahuku kalau kau mau ke seoul” taeyeon memukul dada luhan pelan.

Luhan menangkap tangan taeyeon, “Kau juga tidak memberitahuku kalau kau akan ke seoul”

“Tapi .tapi . . “ taeyeon sulit menyusun kata- kata membalas ucapan luhan, karena memang semua yang diucapkan luhan adalah fakta.

Luhan menarik taeyeon ke dalam pelukannya, “Aku merindukanmu dear”

“Aku juga merindukanmu baby” taeyeon membalas pelukan luhan dan mulai menangis lagi.

“Aku sudah bilang jangan menangis” luhan mempererat pelukannya, karena sebenarnya saat ini dia juga tengah menangis.

“Untuk kali ini saja, aku tidak bisa menahan air mata ini”

Luhan tidak menjawab, ia hanya memeluk taeyeon semakin erat dan mulai memejamkan matanya melepaskan rasa rindunya sudah sangat lama ia tahan.Sedangkan  rambut dan baju taeyeon kini sudah basah karena air matanya, dan tentu saja taeyeon tidak menyadarinya.

Siwon yang melihat kejadian tersebut dari lantai dua hanya tersenyum penuh arti.

“Baby kenapa kau tiba- tiba ada di sini? “Tanya taeyeon setelah melepas pelukannya.

Luhan mengerucutkan bibirnya, “Jadi ceritanya sekarang my darlingku sudah tidak menyukai keberadaanku.Oh itu sangat menyedihkan” Ucap luhan dengan gayanya yang sangat berlebihan.

Taeyeon yang otaknya kayak gimana gitu #plakmudah saja percaya terhadap luhan, “Mian baby maksudku bukan seperti itu” Taeyeon memegang tangan luhan yang terlipat di dada namja itu.

Luhan mengelus kepala taeyeon, “Kau bahkan masih taeyeonku yang dulu”

Taeyeon menepis tangan luhan, “YA! Aku ini nonnamu bukan dongsaengmu”

Luhan menunjukkan smirknya, “Kau tahu kau lebih cocok jadi dongsaeng daripada nonnaku”

“Tentu saja karena aku awet muda” Taeyeon memegang wajahnya dengan kedua tangannya seraya tersenyum dengan bangga.

Tentu saja luhan tidak pernah kehabisan akal untuk membuat taeyeon kesal, “Tentu saja kau awet muda, lihat saja fostur tubuhmu”

Taeyeon melihat tubuhnya bingung, “Memang kenapa dengan postur tubuhku? Aku rasa tidak ada yang salah” Jawab taeyeon masih seperti biasanya dengangaya lemot ala taeyeon #plak

Luhan menggelengkan kepalanya, “Kau masih tidak mengerti?”Taeyeon mengangguk tanpa beban.Luhan menggerututi dirinya sendiri, disini sepertinya yang terlihat bodoh adalah dirinya sendiri.sudah tahu kalau taeyeon lemotnya luar biasa, dia masih saja memberikan pernyataan yang susah dicerna oleh seorang Kim Taeyeon.

“Semenjak aku bertemu denganmu pertama kali sepertinya tinggi badanmu tidak pernah bertambah” Sambung Luhan.

Untuk kali ini taeyeon tidak lagi lemot menangkap maksud luhan, karena memang luhan selalu mengejek postur tubuhnya.Dengan secepat kilat taeyeon mengambil bantal di sofa yang berada di sampingnya.

“AWW . . “ Ringis luhan ketika sebuah bantal mendarat dengan mulus dikepalanya.

“Kau tidak bisa melarikan diri lagi XI LUHAN” taeyeon mengejar luhan sambil terus memukul luhan dengan bantal.Sepertinya nasib luhan hari ini benar- benar sial, karena ini pertama kalinya taeyeon berhasil memukulnya.

“Dear, ampun” Luhan bersujud dihadapan taeyeon. “Aku janji tidak akan mengulanginya lagi”

“Taeyeon meletakkan bantal itu lalu ikut bersujud menghadap luhan, “Janji?” taeyeon menaikkan jari kelingkingnya.

“Janji” Luhan membalas jari kelinking taeyeon dengan cara mengaitkan jarinya dengan jari taeyeon.

“Kau begitu sekarang tutup matamu” Perintah taeyeon.

“Tidak mau, itukan tidak termasuk dalam perjanjian” Tolak luhan.

Taeyeon memanyunkan bibirnya, luhan yang melihatnya sontak mengalah, “Ya sudah bailah aku mengalah” luhan menutup matanya.

Taeyeon yang mendengar perkataan luhan tersenyum penuh kemenangan.

Taeyeon memerhatikan wajah luhan, wajah yang ia rindukan beberapa hari terakhir ini. Entah kenapa sebuah getaran muncul dalam dadanya. Perasaan yang bahkan ia tak mengerti sama sekali.

Taeyeon menggelengkan kepalanya dan kemudian memeluk luhan kembali, “Aku masih merindukanmu, baby”

Luhan membuka matanya dan tersenyum puas, “Nado” Luhan membalas pelukan taeyeon.

 

. . . . . . . . .

“Baby apakah benar kau tidak mau tinggal disini saja?” taeyeon mengerucutkan bibirnya ketika luhan sudah ingin pergi.

“Dear, ini sudah malam, aku tidak mungkin tinggal disini. Lagipula oemma sudah menyiapkanku rumah, sayangkan kalau aku tidak menempatinya. Nanti malam aku janji akan mengunjungimu lagi”

“Kau bahkan lebih menyayangi rumahmu daripada aku” taeyeon menunduk masih mengerucutkan bibirnya.

Luhan menunjukkan smirknya, “Tentu saja aku lebih menyangi rumahku. Rumahku mahal sedangkan kau . . “ luhan memandang taeyeon dari atas sampai bawah, “Bahkan aku tidak yakin kalau kau dijual apakah ada yang mau membelinya.”

Seperti biasa taeyeon berfikir sangat lambat, “Ya Luhan” namun sayang taeyeon baru selesai berfikir ketika mobil luhan telah melaju meninggalkannya.

Taeyeon memandangi mobil luhan dengan senyum diwajahnya. Tentu saja ia tadi tidak benar- benar kesal kepada adik manisnya itu, ‘Padahal aku masih ingin bersamamu lebih lama’

“Sudahlah jangan memandangi jalan terus” ucap siwon dibelakang taeyeon.

Taeyeon berbalik dan mendapati siwon tengah bersandar di pintu rumahnya sambil melipat kedua tangannya didadanya. Taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal, tanpa berbicara kepada siwon ia langsung ingin memasuki rumahnya. namun, tangan siwon menahannya, “Apakah kau marah kepada oppa ?”

Taeyeon menatap siwon tajam, “OPPAAAAAAAA . . . … “ siwon hanya menutup telinganya mendengar teriakan taeyeon yang sanggup membuat seisi rumah berlari menghampiri mereka.

“YA Kim taeyeon pelankan suaramu, kau bisa saja merobohkan rumah ini sekarang” siwon masih memegang telinganya yang terasa ngilu.

“YA Mengapa oppa berbohong?” taeyeon menatap siwon tajam.

Siwon hanya tersenyum memperlihatkan susunan giginya, “Hehehe, oppa hanya ingin memberikanmu kejutan” siwon menggaruk kepalanya salah tingkah karena tatapan taeyeon yang sangat mengintimidasi.

“Kau tahu jantungku hampir saja jatuh saat oppa bilang bahwa appa kecelakaan” Taeyeon membelakangi siwon kesal.

“Itu memang bagian dari rencana” Jawab siwon santai.

“Kau tahu kau sangat jahat” taeyeon menghadap siwon seraya mengerucutkan bibirnya untuk yang kesekian kalinya.

“‘Kau tahu kau sangat jahat’ dari kecil kau bahkan selalu mengucapkan kata- kata itu, oppa sudah bosan mendengarnya” siwon memutar bola matanya yang membuat taeyeon makin kesal.

“Tapi kau senangkan bertemu dengan BABYmu itu ?” Smirk muncul diwajah siwon, ia sedikit memberi penekanan pada perkataannya.

Taeyeon menatap siwon heran karena menurutnya ekspresi yang siwon tunjukkan sangat aneh, “Berhentilah berekspresi seperti itu oppa karena itu sangat aneh”

Siwon merotasi bola matanya, “Ya tuhan taeyeon, sepertinya kehadiran luhan juga tidak bisa membuat otakmu berfungsi dengan baik”

“Sepertinya otak oppa yang tidak berfungsi dengan baik, dari tadi oppa selalu saja bertingkah aneh” jawab taeyeon, begitulah menurutnya, dia tidak sadar bahwa dirinya sendirilah yang selalu bersikap aneh.

“Ya sudahlah bagaimanapun cara oppa berbicara kepadamu kau takkan bisa mencernanya” ucap siwon frustasi. Namun wajahnya berubah berbinar detik berikutnya, “Bagaimana kalau kita malamini makan ice cream bersama. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf oppa, dan lagi pula sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama”

Taeyeon mencoba berfikir, “Mian oppa, tapi malam ini luhan akan datang, bagaimana kalau besok malam saja”

Siwon pura- pusa kesal, “Bahkan sekarang kau lebih menyayangi luhan daripada oppamu sendiri”

“Bukan begitu oppa, aku hanya. . .. “

“Hanya apa ?hanya menyayangi luhan? Sudahlah aku pergi saja kalau begitu, karena sekarang adikku sudah tidak menyayangiku lagi” siwon berpura- pura hendak keluar dari rumahnya.

Taeyeon sangat merasa bersalah kepada oppanya, ia benar- benar tidak tahu kalau siwon kini tengah mempermainkannya. Taeyeon memeluk siwon dari belakang, “Mian oppa, aku tidak bermaksud begitu.Aku menyayangi oppa lebih dari segalanya di dunia ini.Tolong oppa jangan marah yah” mata taeyeon mulai berkaca- kaca.

Siwon tidak bisa lagi menahan tawanya, “HAHAHAHAHAHA . . .  .”

Taeyeon yang melihat siwon tertawa segera melepas pelukannya, “Mengapa oppa tertawa?”

Siwon berbalik menatap taeyeon, “Karena kau sangat amat bodoh” siwon mendorong jidat taeyeon dengan jari telunjuknya lalu berlari memasuki rumah.

“YA OOPA KAU MEMPERMAINKANKU LAGI” taeyeon segera mengejar siwon memasuki rumah.

Pelayan dan keamanan rumah yang sejak tadi menonton kejadian tersebut hanya terkekeh pelan.Sungguh kejadian ini sangat langkah terjadi ketika taeyeon tidak berada dirumah ini. Sedangkan sekarang ?tawa di rumah tersebut seperti sarapan wajib setiap harinya.

 

. . . . . . . . . . .

Pemandangan kota seoul yang indah rasanya tidak menghibur hati luhan yang sedang gundah gulana saat ini. Buktinya ia hanya terdiam menatap pemandangan kota seoul dari dalam mobil indahnya tanpa senyum yang biasa menghiasi wajah imutnya. ‘Hmmm, apa yang harus aku lakukan ?’Batin luhan.

Chogiwa danbeone neukkyeo
Neol hanibe chijeucheoreom jibeoneoheulteda
Hyanggimatgo saekkkal eummihago
Wainboda uahage jabameogeulteda . . ..

“Annyeong omma” Luhan mengangkat HPnya yang baru saja berdering.

“ . . . . “

“Aku tahu, tapi aku tidak tega kalau harus terus menutupi segalanya dari taeyeon dan juga siwon hyung”

“ . . . . “

“Lalu sekarang aku harus bagaimana ?”

“ . . . “

“Bagaimana kalau mereka bertanya kepadaku ?”

“ . . . . “

“Baiklah oemma aku akan mengikuti saran oemma”

Tut . . tut . .

Luhan menutup telponnya dengan malas.Ia kembali memandangi jalan yang mulai basah akibat gerimis yang sejak tadi perlahan membasahi kota seoul. Rasa sedih dan bersalah kini terus mendera hati luhan. Tapi, apa daya dia tidak bisa berbuat apa- apa sekarang ini selain menunggu kabar dari oemmanya.

. . . . . . .

 

Senyum tak pernah lelah saat ini untuk menghiasi wajah yeoja yang tengah berjalan sendiri dengan riang. Sangat Nampak diwajahnya bahwa ia tengah merasakan perasaan bahagia, yah tentu saja ia bahagia karena ingin bertemu lagi dengan namja yang tengah lama ia rindukan. Mungkin kalian mengira bahwa namja itu adalah namjachingunya, tapi sepertinya kali ini kalian harus salah faham.Karena namja itu hanya sahabatnya yang sudah dianggapnya sebagai adik.

“Apakah luhan masih suka ice cream ?” taeyeon memandangi kantong kresek yang berada dalam genggamannya.

“Sepertinya luhan masih menyukainya, buktinya ia dia masih bersikap sama seperti biasanya.Berarti selera makannya juga tidak berubah.Benar kan ice cream” taeyeon menganggkat kantong kresek itu tepat dihadapan wajahnya, “Tentu saja” jawabnya kepada dirinya sendiri.

Taeyeon tersenyum puas mendengar jawaban yang ia jawab dari pertanyaan yang ia berikan kepada dirinya sendiri. Aduh Kim Taeyeon memang selalu bersikap seperti tidak layaknya seorang manusia normal (?)

Tadi taeyeon membeli ice cream dari mini market yang tidak jauh dari rumahnya, tentu saja ia pergi tanpa bilang kepada siwon. Kalau ia bilang bisa- bisa nanti siwon ikut mengantarnya dan malah menghabiskan semua ice cream yang dibelinya. Paling tidak seperti itulah jalan fikiran taeyeon, makanya ia tidak meminta izin.

Setelah hampir sampai di rumahnya, tepatnya ia berada di depan rumah tetangganya, siapalagi kalau bukan sehun tentunya. Ia melihat namja itu tengah duduk melamun di teras rumahnya. tanpa fikir panjang, ia langsung saja menghampiri sehun.

“Sehun . . .” sapa taeyeon lalu duduk disamping sehun.Yang tentunya membuat sehun kaget.

“YA” Teriaknya.

“Kau sekarang bahkan membentakku” taeyeon mengerucutkan bibirnya.

Sehun menggeleng- gelengkan kepalanya, tentu saja ia sudah biasa dengan keadaan taeyeon, “Mian taeyeon, tapi kau mengagetkanku”sehun mengelus puncak kepala taeyeon.

“Siapa bilang aku mengagetkanmu, tadi aku hanya menyapamu” Ungkap taeyeon dan lagi- lagi tidak nyambung.

Sehun tersenyum manis menatap taeyeon, sepertinya ia sudah mulai sabar menghadapi taeyeon yang seperti ini, “Oya, bukankah kau akan mengikuti outbound?” Sehun mengalihkan pembicaraan.

Taeyeon menunduk lemas, “Tadinya seperti itu, tapi karena siwon oppa berbohong kepadaku bahwa appa kecelakaan, jadinya aku terpaksa harus pulang”

Sehun lagi- lagi menunjukkan senyum malaikatnya. Jujur saja ia sangat senang taeyeon tidak mengikuti kegiatan itu, ia perlahan mendekati taeyeon dan meraih tubuh mungil yeoja chigunya itu, sedangkan taeyeon tentu saja tunduk dan patuh atas perintah sehun, “Taeyeon  . . . “ sapa sehun lembut. Kini posisi mereka sehun duduk memandangi langit di lantai teras rumahnya sedangkan taeyeon bersandar dalam dekapan sehun dan juga ikut memandang langit.

“ . ne . . “ Jawab taeyeon gugup, jujur saja ia sering skinship dengan sehun ataupun luhan. Tapi entah kenapa suasaha ini benar- benar canggung.

Sehun memejamkan matanya, “Kalau kau jadi benda lagin kau ingin jadi apa?”

“Ummm, mungkin bulan.Karena bulan itu sangat indah” taeyeon memandang sehun yang masih memejamkan matanya.

“Tapi aku ingin menjadi matahari.Berarti kalau kau bulan, kita tidak akan bisa bersatu” sehun membuka matanya, dan sukses tatapan mereka bertemu.

Sehun merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat, ia memandangi mata indah taeyeon dengan iris berwarna coklat. Sehun perlahan mendekat wajahnya lebih dekat.Taeyeon juga ikut mendekatkan wajahnya tetapi bukan karena ingin mencium sehun melainkan ingin melihat sesuatu di hidung sehun.

“YA . . “ teriak taeyeon sambil berdiri yang sukses membuat sehun sangat kaget.

“Kenapa?“ sehun ikut kaget dan memegang bahu taeyeon menatapnya.

“Ice creamnya mencair aku harus segera pulang.Dah sehun” taeyeon berlari meninggalkan sehun.

Sehun masih terpaku dengan tatapan bingung, “Hanya karena itu?”

Beberapa detik kemudian taeyeon datang kembali ke arah sehun, dan sehun yang melihatnya mulai merasa was- was jika saja yoejanya itu akan melakukan hal yang aneh lagi.

“Sehun di hidungmu ada sesuatu” Ucap taeyeon lalu kembali berlari meninggalkansehun yang masih tersengang.

“Ck, dia selalu sukses merusak suasana romantis” Ucap sehun frustasi.

 

. . . . . . .

“Aiss apa yang terjadi?” rengek taeyeon ketika gerbang rumah mewahnya tidak bisa dibuka olehnya.

“Ohh kasihan sekali adikku ini, sekarang bahkan tidak bisa membuka pintu”

“OPPPAAAA” teriak taeyeon ketika melihat oppanya sedang berada di dalam kawasan rumahnya.

Siwon menutup telinganya, “Sayang sekali kali ini emosiku tak akan bisa terpancing”

Taeyeon mendengus kesal, “Oppa kenapa oppa tidak membukakanku pintu sih?Oppa tahu aku sedang ingin masuk dan dengan santainya oppa berdiri disitu. Jadi bukan salahku jika aku berteriak”

Siwon memutar bola matanya, jadi semenjak tadi taeyeon tidak sadar bahwa siwon sengaja menguncinya diluar pagar.Siwon menghirup oksigen sebanyak- banyaknya untuk meredam rasa kesalnya.

Taeyeon yang melihatnya sangat panik, “Oppa apa yang terjadi? Apa oppa sesak nafas ?bukakan aku gerbang oppa biar aku yang mengobati oppa. Ahjusshi tolong bukakan aku pintu oppaku terserang asma” taeyeon sangat panik hingga dia menggoyang- goyangkan pintu pagar dengan keras.

Siwon yang melihatnya hanya mengerang frustasi dengan sikap gila adiknya itu, “Ya tuhan salah apakah hambamu ini?”

Taeyeon yang mendengarnya langsung saja sangat khawatir, “Jangan mati dulu oppa ku mohon.Jangan berbica yang tidak- tidak oppa.Ayo siapa saja tolong oppaku” tentu saja taeyeon mengira bahwa oppanya sedang meminta do’a atas dosa- dosanya.

“Cukup sudah kim taeyeon” siwon mendekati pintu gerbang lalu menguncinya untuk membuka pintu itu. Sepertinya niat untuk mengerjai adiknya itu dibatalkan.Karena bukan taeyeon yang menderita melainkan siwon sendiri.inilah mungkin yang disebut senjata makan tuan.

“Oppa tidak apa- apa? Bagaimana dengan jantung oppa?” taeyeon mendekatkan telingannya ke dada oppanya ketika pintu gerbang sudah terbuka.

“Hmmm, taeyeon kau tahu sekarang ini kau yang bisa membuat aku gila” siwon memegang kedua pipi taeyeon.Ia menatap adiknya dengan tatapan frustasi yang tentunya dibalas oleh taeyeon dengan tatapan bingungnya, “Sudahlah sekarang sepertinya aku benar- benar gila” siwon memasuki rumah sambil mengacak- acak rambutnya.

Taeyeon yang melihatnya masih saja bingung, “Sepertinya besok aku harus ke dokter untuk menanyakan keadaan oppa”

 

. . . . . . . . .

Siwon sedang menonton tv untuk menghilangkan stress dikepalanya. Ia memang senang terhadap kehadiran taeyeon, tapi perlu juga ada catatan bahwa adiknya itu benar- benar tidak waras yang sanggup membuat dia benar- benar gila.

Taeyeon memerhatikan oppanya yang sedang duduk di sofa dari lantai dua, “Bagaimana ini sepertinya keadaan oppa benar- benar parah. Sepertinya aku harus bilang kepada luhan”

“Ada tamu buka dong pintunya . . ..

Ada tamu buka dong pintunya”

“Kim taeyeon . . . .. “ teriak siwon.

Taeyeon segera berlari menuruni tangga, “Oppa apa yang terjadi?”

“Adikku apa yang kau lakukan kepada bel dirumah ini?” siwon mulai meremas bantal di tangannya untuk mengurangi stresnya.

Taeyeon tersenyum manis, “Oh itu aku hanya mengubahnya dengan suaraku. Bagus kan ?jadi mulai sekarang oppa akan terus mendengar suaraku”

siwon menghempaskan tubuhnya di sofa, “Ya tuhan tidak cukupkah hanya sikap adikku yang membuatku gila? Mengapa sekarang ditambah lagi dengan suara sialan itu”

Taeyeon benar- benar sedih melihat keadaan siwon yang dia tidak mengerti.Dia tidak tahu bahwah dialah yang menyebabkan oppanya seperti itu.“Baiklah oppa aku membuka pintu dulu” taeyeon berjalan menuju pintu rumahnya dan sesekali menatap siwon dengan tatapan cemas.

“Annyeong taeyeon” taeyeon hanya menatap kosong dua namja dihadapannya itu.

“Kau kenapa?Tidak biasanya kau seperti ini?”Tanya ryeowook.

“Apakah kau sudah waras sekarang?”Tanya changmin yang sukses membuat taeyeon menatap tajam ke arahnya.

“Bukan taeyeon yang tidak waras tapi kau” ucap ryeowok seraya mendorong jidat changmin dengan jari telunjuknya.

Changmin yang tidak terima langsung saja membalas, “Apakah kau ingin mencari masalah lagi?”

“YA mengapa kalian semua sangat aneh.Setahuku disini tidak ada yang gila” taeyeon menyela yang sukses membuat kedua namja itu merotasi matanya kesal.

“Kurasa kita salah berdebat dengan yeoja pabo seperti dia”

“Benar sekali” ucap ryeowook membenarkan perkataan changmin.

Taeyeon mulai terpancing dan berusaha mengejar kedua oppanya itu yang sudah memasuki rumah. “Oppa awas kau”

Mereka berlarian mengelilingi siwon yang tengah menjernihkan fikirannya. Sekarang sepertinya siwon akan benar- benar menjadi tidak waras, “AAAAAAAAAAA “ teriak siwon frustasi. Ia menutup wajahnya dengan bantal.

Trio semprul (?) yang tengah berkejaran sontak berhenti dari aktifitas mereka, “Apa yang terjadi padanya?”Tanya ryeowook kepada taeyeon.

“Apakah kau tidak salah bertanya kepada taeyeon?” cibir changmin.

Taeyeon yang tidak mengerti sontak bertanya, “Memang apa yang salah?”

Changmin dan ryeowook sepertinya akan ikut gila seperti siwon sekarang ini.

“Ada tamu buka dong pintunya . . ..

Ada tamu buka dong pintunya”

“Suara apa itu” Tanya ryeowook.

“Itu suara bel baru dirumah ini bagus tidak ?”

“Tidak sama sekali” senyum taeyeon luntur mendengar penuturan changmin.

“Baiklah aku yang akan membuka pintunya” Ucap ryeowook menyela ketika sadar perang dingin yang terjadi antara changmin dan taeyeon.

“Biar aku saja” ucap taeyeon.

“Aku saja” ucap changmin tak mau kalah.

“aku saja”

“aku saja”

“aku saja”

“Begini saja siapa cepat ia dapat” mereka bertiga berlari berlomba membuka pintu ketika mendengar penuturan ryeowook.

Siwon yang melihat dan mendengar mereka hanya pasrah saat ini pada nasibnya yang sangat malang, “Ohh, jangan bilang akan datang pengacau yang lain”

“Aku saja yang buka” Ucap changmin.

“Tidak aku saja” balas taeyeon.

“Begini saja, bagaimana kalau kita Hompimpa siapa yang menang dia yang akan membukanya” Tukas ryeowook memberikan jalan keluar.

Baru saja mereka bersiap melakukan hompimpa taeyeon sudah membuka pintunya, “BABY” taeyeon langsung saja memeluk luhan yang berada di depan pintu.

“Siapa dia ?” bisik changmin kepada ryeowook.

“Mana aku tahu” balas ryeowook.

Taeyeon melepas pelukannya, “Dari tadi aku menunggumu.Kenapa kau baru datang?”Tanya taeyeon.

“Hmmm” ryeowook berdehem.

Taeyeon menatap ryeowook bingung.“Apakah oppa sedang pilek?”

Luhan yang mendengarnya langsung saja tersenyum, “Hai aku luhan sahabat taeyeon dari china” luhan menjulurkan tangannya tanpa memperdulikan pertanyaan konyol taeyeon.

“Ryeowook”

“Changmin” changmin menjulurkan tangannya sepertiyang dilakukan oleh ryeowook juga.

“bahasakoreamu sangat baik” tambah changmin.

“Tentu saja karena orang tuaku berasal dari korea”

“Apakah kau sanggup berteman dengan yeoja aneh seperti taeyeon?”

Taeyeon memandang horror ryeowook yang berkata seperti itu, “Tentu saja aku sangat menderita batin” Jawab luhan.Bukannya membela taeyeon dia malah tambah menyudutkan taeyeon.

“Kalian” taeyeon mengejar oppa dan dongsaengnya itu dan lagi- lagi mengelilingi siwon yang sedang menjernihkan fikirannya,

“Sudah kuduga”  siwon tambah frustasi.

Malam itu benar- benar berlalu sangat menyenangkan bagi taeyeon, luhan, ryeowook, dan changmin. Tapi tentunya lain halnya yang terjadi pada hidup siwon.

 

. . . . . . . . .

 

Taeyeon telah bersiap- siap berangkat ke sekolah seperti biasanya. Namun sebelum ia berangkat ia menyempatkan diri untuk menghubungi kris, kalau ia fikir- fikir memang semenjak ia diantar pulang oleh kris ia tak pernah menghubungin namja yang sudah dianggapnya adik seperti luhan itu.

“Annyeong taeyeon” suara kris dibalik telfon ketika gadis mungil itu menghubunginya.

“Annyeong kris”

“Bagaimana keadaan appamu?Apakah ahjusshi baik- baik saja?” Tanya kris, dalam nada suaranya sepertinya ia benar- benar khawatir.

“Tidak kris, kemarin siwon oppa membohongiku.Ternyata appa tidak kecelakaan” suara taeyeon agak sedikit merasa menyesal.

“Owh begitu, kenapa bisa?Apakah ada masalah sehingga membuat siwon hyung membohongimu?”

“Tidak seperti itu, ternyata luhan datang dari china. Aku sudah pernah menceritakanmu tentang luhan kan?”

“ . . . “

“Kris apakah kau masih disana?”Tanya taeyeon ketika kris tidak menjawab pertanyaannya.

“Oh ia taeyeon aku masih disini. Aduh aku lupa hari ini hari kedua outbound jadi aku harus melakukan banyak kegiatan. Sudah dulu yah taeyeon, by”

Tut. . . tut . .

Taeyeon memandangi telponnya heran, “Mengapa kris sangat aneh?”

“Taeyeon cepat keluar” suara siwon dari balik pintu menyadarkannya dari lamunannya.

“Ne oppa, sebentar” taeyeon mengambil tasnya lalu membuka pintu untuk oppanya.

“Mengapa kau lama sekali?”Tanya siwon kesal.

“Oppa pagi ini jangan mengomel yah, ayo kita berangkat sekarang.Aku tidak mau terlambat hari ini” taeyeon menarik tangan siwon.

 

. . . . . . . .

“Hah aku di skorsing?” taeyeon membelalakkan matanya ketika mendengar penuturan dari songsaenim Kang.

“Mian taeyeon, tapi ini diluar dari kehendakku.Ini kehendak dari kepala sekolah, karena kau telah meninggalkan outbound tanpa meminta ijin.Aku tahu kau pasti mempunyai alasan, tapi tetap saja itu tidak akan bisa membantu kau akan tetap di skorsing selama tiga hari.”Jelas Mr. kang.

Taeyeon menunduk lesu, “Tidak apa- apa songsaenim, semua ini karena kesalahanku. Mian sudah mengecewakanmu, aku pamit, annyeong”

Songsaenim hanya menatap taeyeon sendu.

Taeyeon berjalan lesu melewati lorong sekolah.siswa- siswi hanya menatapnya heran, tidak biasanya kan taeyeon bersikap seperti itu.

“Taeyeon . . “ teriak sunny sambil berlari menghampiri taeyeon.

“Sunny aku di skorsing” taeyeon memeluk sunny.

“Jinjja?Bagaimana bisa?” sunny membalas pelukan sahabatnya.

Taeyeon tidak menjawab ia hanya memeluk sunny. Sehun yang tidak sengaja melihat kejadian itu langsung menghampiri mereka berdua, “Changi kau kenapa?”Tanya sehun khawatir.

Taeyeon memeluk sehun, “Sehun aku di skorsing” taeyeon menangis tersedu- sedu.

Sehun hanya berusaha menenangkannya dengan cara mengelus kepala yeoja chingunya. “Sudahlah taeyeon, tidak akan terjadi apa- apa”

“Mana mungkin tidak terjadi apa- apa sekarang aku di skorsing. Haaaa aku benar- benar menyedihkan” taeyeon menangis dengan keras di dalam pelukan sehun.

Ting Tong  . ..

Suara bel tanda masuk berbunyi, “Masuklah” ucap taeyeon kepada sehun.

“Tapi bagaimana denganmu?”Tanya sehun.

Taeyeon memaksakan senyumnya, “Tenanglah aku akan baik- baik saja”

Sehun mendengus kesal, bagaimanapun juga ia tahu bahwa keinginan taeyeon tak akan bisa ia tolak. “Baiklah jaga dirimu” sehun mengelus kepala taeyeon lalu meninggalkannya sendiri.

Taeyeon yang melihat kepergian sehun kembali menangis.Ia mengambil telponnya dan segera memencet sebuah nama dikontaknya.

“Luhan jemput aku”

 

. . . . . . . .

 

“Apakah kau masih tidak ingin memberitahu anakmu tentang keadaanmu sekarang?”Tanya seorang yeoja parubaya kepada yeoja parubaya lainnya yang merupakan sahabatnya.

“Tidak, selama ini aku sudah terlalu banyak berbuat salah kepada putra dan putriku.Jadi, aku mohon jangan beritahukan mereka tentang keadaanku” Pinta yeoja parubaya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit itu.

“Kau ini sangat keras kepala” gerutu sahabat yeoja yang tengah sakit parah itu.

“Kau tahu dalam hidupku aku sudah terlalu banyak menyimpan rahasia.Bahkan putra dan mantan suamiku sendiri membenciku karena sebuah salah paham.Kau tahu egoku terlalu tinggi untuk menjelaskan semua salah pahan yang terjadi” jelas yeoja yang tengah berjuang melawan penyakitnya itu.

“Aku ingin sekali melihat keluargaku berada disisiku pada saat- saat terakhir hidupku, tapi sayang sekali itu tak akan pernah terjadi” tambahnya dengan setetes air mata yang mengalir dari matanya yang mulai keriput.

Sahabatnya juga menangis melihatnya, “Apa yang bisa aku lakukan saat ini untuk mengurangi penderitaanmu?”

Yoeja itu hanya tersenyum tipis, “Berikan pesan ini kepada kedua anakku dan juga mantan suamiku” ia memberikan sebuah CD. “Dan laksanakan janji yang pernah kita ucapkan.Aku yakin putramu akan bisa menjaga putriku” ucapnya dengan nafas yang mulai tidak karuan.

“Aku janji akan menjalankan semua perintahmu sahabatku”

Dan kali ini benar- benar tak tertolong lagi yeoja perubaya itu benar- benar meninggalkan dunia dengan senyuman diwajahnya.

 

. . . . . . . . .

Taeyeon tengah merengut kesal di depan sekolahnya menunggu kedatangan luhan. “Mengapa dia sangat lama?”

Sebuah mobil mewah berwarna silver kini berhenti dihadapan taeyeon, “Dear masuk” ajak luhan ketika ia membuka kaca jendela mobilnya.

Taeyeon hanya mengikuti perkataan luhan, “baby kenapa kau membuatku sangat lama menunggu” taeyeon mengerucutkan bibirnya.

Luhan hanya tertawa melihatnya, “Kau tahu kan jarak sekolah dan rumahku itu lumayan jauh kim taeyeon. Jadi, kau harusnya bisa mengerti. Memang ada apa kau tiba- tiba menelfonku? Jangan- jangan kau ingin bolos?”

Taeyeon menatap tajam luhan, “Kau kira aku anak nakal yang hanya hobby bolos?”

“Lalu kenapa?”

Ekspresi taeyeon berubah mendengar pertanyaan luhan, “Haaaaaaaaaaaaa, aku di skorsing” taeyeon menangis sekencang kencangnnya.

Luhan menutup telinganya, “Bagaimana bisa?”

Taeyeon menatap luhan dengan tatapan horror, “Kau yang menyebabkan ini semua.Ketika kau datang mengapa kau harus berbohong? Lihat sekarang gara- gara aku meninggalkan outbound aku jadi di skorsing kan?” omel taeyeon.

Luhan hanya mengeluarkan nafasnya kasar, “Mianhae, aku tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini”

Setelah itu tak ada yang berniat diantara mereka untuk membuka pembicaraan sampai akhirnya mereka sampai dirumah taeyeon.Taeyeon langsung saja menuruni mobil luhan dan segera menuju kamarnya.Ia menutup pintu kamarnya sangat keras, sepertinya dia benar- benar marah.

“AKU MEMBENCI SEMUANYA” teriak taeyeon dari dalam kamar.

Luhan yang mendengarnya merasa khawatir lalu segera menghubungi siwon.

“Annyeong siwon hyung”

“ . . . “

“Bisakah hyun pulang sekarang ?”

“ . . . “

“Masalah gawat taeyeon sedang mengamuk disini”

“ . . . “

“Karena ia di skorsing dari sekolah”

“ . . . “

“secepatnya yah hyung”

“ . . . . “

“Ne, annyeong”

Luhan menutup telponnya lalu naik ke lantai dua tempat kamar taeyeon berada, “Dear sudahlah jangan terlalu difikirkan.Kau hanya di skorsing bukan dikeluarkan.”

“Bagaimana bisa, ini pertama kalinya aku di skorsing hiks . . . hiks . . .” taeyeon masiih tidak membuka pintunya.

Luhan mengacak- acak rambutnya, “Dear tapi tetap saja ini semua belum berakhir”

“Ini semua sudah berakhir, kau tahu aku benar- benar sudah gila” Omel taeyeon masih menangis.

Luhan hanya duduk di depan pintu taeyeon menunggu sampai siwon tiba, ia benar- benar tidak senang mendengar taeyeon menangis. Taeyeon sudah berjanji padanya kalau tidak akan menangis, tapi tentu saja saat ini bukan waktu yang tepat untuk menagih janjinya itu.

“Bagaimana dengan taeyeon ?” siwon tiba- tiba datang mengagetkan luhan.

Luhan segera berdiri, “Sedari tadi dia hanya menangis di dalam kamar”

Siwon perlahan mengetuk pintu taeyeon pelan, “Taeyeon sayang, ayo sini keluar. Apa kau tidak kasian kepada luhan yang menunggumu”

“Oppa jahat oppa yang membuatku di skorsing” balas taeyeon tajam. Memang sangat sulit bila taeyeon sedang marah, karena akan seperti inilah kejadiannya.

Siwon melirik kantong kresek yang dipegangnya lalu tersenyum penuh arti, “Ya sudah padahal oppa hanya ingin mengajakmu makan ice cream” secepat kilat pintu itu terbuka.

“Jinjja oppa?”Tanya taeyeon imut.

“Tentu saja” siwon menarik adiknya ke dalam pelukannya, “Mian sudah membuatmu menangis” taeyeon hanya mengangguk.

Luhan yang melihatnya hanya menggerutu kesal kepada dirinya sendiri.bagaimana mungkin ia tidak mengenal kekuarangan taeyeon yaitu taklut hanya karena ice cream, sangat bodoh.

 

. . . . . . . .

 

Taeyeo, siwon dan luhan kini tengah menonton tv diruang tamu. Tapi kalian tahu apa yang saat ini menjadi tontonan mereka? Yah benar sekali cerita dongeng tentang Cinderella, benar- benar membosankan bagi siwon dan luhan.Tapi, mereka juga tidak mungkin melarang taeyeon. Karena mereka tidak akan mau jika kejadian tiga hari yang lalu terulang lagi.

“Ada tamu buka dong pintunya . . ..

Ada tamu buka dong pintunya”

Siwon mendengus kesal, “Lagi- lagi suara itu”

Taeyeon tersenyum ke arah siwon, “Bagus kan oppa ?”

“Tentu saja bagus, saking bagusnya telinga oppa sampai sakit” cibir siwon yang tentunya tidak dimengerti oleh seorang taeyeon.

“Baiklah oppa karena oppa telah memujiku jadi biar aku yang membukakan pintunya” taeyeon berlari dengan gembira menuju pintu.

“Apakah dia benar- benar kim taeyeon adikku” siwon mendengus kesal yang hanya di balas senyuman oleh luhan.

Taeyeon membuka pintu rumahnya.

“Ann . . . yeong” suara taeyeon rasanya tercekik melihat yeoja yang berada di hadapannya.

 

^^TBC^^

Mian yah kalau ceritanya makin nggak jelas.Maklum aja aku lagi banyak fikiran.

And makasih buat adikkuHeerin posternya yah, hehehe . . . .

56 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 7)

  1. mulai sekarang unni jadi author favorit aku deh heheh abis FF nya bagus banget nih sampe terharu /plak/
    dasar taeyeon somvlak bener bener deh huhhh wkwkwk😀
    siapakah yeoja itu hmm penasaran
    di chap ini moment seyeon nya sedikit nih semoga nextt chap semuanya rata, ga rata juga gpp lah
    Next Chap ditunggu🙂
    Sekian Terimakasih :*

    • Mian chingu, sebenarnya poster buatan chingu yg di atas udah di post di chap 6 . . . .
      Tapi kayaknya adminnya salah masukin poster, Aku udah coba bilang sama adminnya untuk diganti tapi gak ada jawaban T-T
      Mianhae #bungkuk 90derajat

  2. Hahhah taeyeon2 bener2 greget dehh,,, moment seyeon dkit tapi lutae banyakk hehhe kris kamu kasian bgt sihh sbar yaa,, siwon oppa mudah2an tuhan memberkatimu deeh diberi adik seee-lemott taeng wkkwkwkw greget sbenernya kalo bcaa tapi lucu+ seru ituu yg meninggal jgan2 eomma taeng aduhh pdahal tak kirain bakalan jdi kelurga bahagia,,, next chap dtunggu bgt deehh,,, siapa yeoja ituu???

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s