[Freelance] Be Mine (Chapter 5)

23

 

Title                : Be Mine

Author            : NinkNonk

Cast                : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Length             : Chaptered

Genre              : AU, married, romance

Rating             : NC-17

Disclaimer       : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya sendiri. So, DON`T BASH! & HAPPY READING!

 

@bandara Incheon

Sementara dilain tempat, seorang namja yang menyembunyikan diri dari keramaian. Matanya hanya tertuju pada sesosok yeoja yang tengah dikerumuni oleh para wartawan dan para bodyguardnya. Sehun sesekali menampilkan senyum saat memandangi yeoja yang berada tidak jauh dari tempatnya bersembunyi.

“senang melihatmu kembali” batin Sehun sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.

…………………………………………………………………

Perlahan namja tersebut mendekat ke arah Taeyeon, setelah hanya menyisakan beberapa meter dari tubuh Taeyeon, namja tersebut membungkuk dengan sopan.

“apa anda nona Kim Taeyeon?” tanya namja tersebut dengan sopan dan hati-hati.

neh… saya Kim Taeyeon, anda siapa?” tanya Taeyeon yang sedikit takut.

“bisa ikut dengan kami sebentar? Tenang saja kami tidak akan melukai nona!” ucap salah seorang, yang tanpa Taeyeon sadari beberapa namja sudah mengitarinya.

“t-tapi s-saya sedang menunggu seseorang…” Taeyeon tidak dapat menyembunyikan kegugupannya lagi.

“tenang saja! Cepat bawa nona Kim!” perintah salah seorang diantaranya.

“baik!!” ucap yang lainnya serempak.

“lepaskan saya! Mau kalian bawa kemana saya?” Taeyeon terus meronta namun tubuhnya yang mungil tidak dapat menyeimbangi kekuatan namja-namja yang terlihat seperti pengawal tersebut.

Namun bukannya mendapat jawaban atas pertanyaannya, orang-orang tersebut malah memaksanya masuk kemobil. Taeyeon hanya bisa pasrah karena tenaganya sudah terkuras akibat meronta tadi, dia hanya berdoa agar orang-orang tersebut tidak melukainya. Mobil van tersebut melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

Sementara ditempat Taeyeon tadi, Kai baru tiba dan dengan kebingungan mulai mencari Taeyeon. Sesuai dengan alamat yang diberikan oleh ahjumma tadi kepadanya, dia yakin dia tidak salah tempat. Setelah lelah mondar-mandir kesana-kemari, tiba-tiba teleponnya berdering.

yeoboseyo…” jawab Kai.

“tuan muda, sebaiknya anda kembali kerumah” ucap orang tersebut.

“Ya!! Han ahjussi, aku sudah katakan berkali-kali kalau aku tidak akan kembali kerumah itu lagi” balas Kai dengan sedikit emosi.

“KIM JONGIN!!! Berani sekali kau mengatakan hal itu?” bentak seorang namja yang ternyata adalahnya ayahnya Kai.

“oh come on… bisakah ayah tidak menganggapku seperti anak kecil lagi!” seru Kai.

“jika memang kau menganggapku sebagai ayahmu, bisakah kau berlaku seperti seorang anak?” tanya tuan Kim.

“saat ini aku sedang ada urusan yang lebih penting daripada membahas masalah ini terus” ucap Kai.

mwo….” belum sempat tuan Kim melanjutkan kalimatnya, Kai sudah lebih dulu memutuskan sambungan telponnya.

@rumah menteri Kim

“aishh…. anak ini” tinggallah tuan Kim mengomel sendiri.

“tuan… nona Kim Taeyeon telah tiba” ucap seseorang dari luar ruangan tersebut.

“masuklah!” perintah tuan Han.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, beberapa orang masuk ke ruangan tersebut dengan seorang yeoja yang dikawal oleh beberapa orang. Sesaat setelah yeoja tersebut masuk, tuan Kim yang penasaran dengan wajah yeoja tersebut kembali terpaku dengan apa yang dilihatnya. Tidak berbeda dengan tuan Kim, tuan Han yang melihatnya hanya tercengang mengingat masa lalu.

“silahkan duduk nona, mianhae atas ketidaksopanan para pengawal kami” ucap tuan Han saat Taeyeon sudah berada didalam ruangan tersebut.

neh…” ucap Taeyeon dengan sedikit gugup.

Taeyeon yang akhirnya sadar sedang berada di rumah menteri Kim yang merupakan ayah dari Kai. Dia sedikit risih ketika mendapat perlakuan yang membuatnya kebingungan. Tuan Kim yang sedari tadi melihatnya, kemudian duduk disalah satu kursi yang tidak jauh dari tempat Taeyeon duduk.

“ehem…. mianhae, membuatmu berada dalam ketakutan. Saya adalah ayahnya Kim Jongin, ah maksud saya Kai” ucap tuan Kim dengan sedikit ragu-ragu.

gwaechana ahjussi” balas Taeyeon saat menyadari perasaan bersalah yang ditunjukkan tuan Kim.

“begini, sebenarnya anak itu memang tidak tinggal dirumah ini karena sifatnya yang keras kepala. Sehingga sebagai ayahnya, saya tidak bisa mengontrolnya. Namun beberapa hari ini, saya mendapat laporan bahwa akhir-akhir ini anak itu tidak pernah berulah lagi jadi saya menyuruh seseorang untuk mengawasinya” jelas tuan Kim.

“dan ternyata anak itu sedang dekat dengan seorang yeoja yang ternyata adalah anda nona Kim” lanjutnya lagi.

Taeyeon yang mendengar penuturan dari seorang ayah terhadap anaknya yang sudah lama tidak pernah dia temui, sedikit terhanyut dengan perkataan tersebut. Sementara itu, Kai yang masih terus berusaha mencari Taeyeon akhirnya menyerah dan memutuskan untuk kembali ketempat acara fashion show dan berharap dapat menemukan Taeyeon disana.

“selanjutnya, saya harap nona Kim mau menjaganya” ujar tuan Kim.

“saya sangat terharu, ternyata tuan sangat menyayangi Kai dan saya akan berusaha untuk menjaganya” ucap Taeyeon.

gomawo nona Kim” balas tuan Kim.

neh tuan Kim” ucap Taeyeon.

“ah…. mianhae, sepertinya dari tadi Kai mencarimu. Saya akan menyuruh Han untuk mengantarkanmu ketempatnya” seru tuan Kim.

Setelah tuan Han diberi perintah untuk membawa Taeyeon ketempat acara fashion show, tinggallah tuan Kim memandangi sebuah foto yang terletak diatas meja kerjanya. Sebuah foto yang dibingkai dengan begitu sederhana namun tidak dapat mengalahkan moment yang diabadikan didalamnya. Terlihat difoto tersebut, seorang yeoja yang sedang menggendong seorang bayi. Foto mendiang istrinya.

“istriku, aku kira anak itu hanya mewarisi sifatmu semata tapi hari ini dia telah membuktikan bahwa anak itu ternyata anakku juga. Yeoja yang bisa membuatnya berubah ternyata sama persis sepertimu, wajah dan sifatnya” batin tuan Kim sambil terus tersenyum memandangi foto tersebut.

Setelah mengganti pakaiannya, Taeyeon yang ditemani tuan Han beranjak menuju ke acara fashion show. Diperjalanan, tuan Han tidak henti-hentinya bercerita tentang masa kecil Kai. Hingga akhirnya mereka tiba, Taeyeon tidak lupa untuk berterima kasih kepada tuan Han.

Didalam, tampak aktivitas fashion show sedang sibuk-sibuknya. Taeyeon yang kebingungan tiba-tiba menangkap sesosok namja yang sangat dia kenali.

“Kai…” teriak Taeyeon walaupun sedikit pelan namun dapat didengar dengan jelas oleh orang yang dipanggilnya.

noona…” Kai yang mengetahuinya langsung berlari berhambur kearah Taeyeon.

Kai yang terlihat panik langsung memeluk Taeyeon erat, takut jika yeoja itu pergi meninggalkannya tanpa mempedulikan beberapa orang yang sedang berada dalam acara tersebut.

“Kai, banyak orang yang melihat kearah kita” ucap Taeyeon yang dengan napas tersengal akibat pelukan Kai yang terlalu erat.

noona, aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku sampai ketakutan sehingga membuatku tidak bisa tenang” ucap Kai sambil melepaskan pelukannya.

kajja kita segera masuk, BoA eonni dari tadi menunggumu” seru Kai sambil memegang erat tangan Taeyeon kemudian menariknya.

Acara fashion show tersebut berlangsung dengan sangat meriah, sehingga tidak disadari acara tersebutpun selesai. Setelah berbincang-bincang dengan BoA, Kai dan Taeyeon berpamitan untuk segera pulang. Kai tidak langsung membawa Taeyeon pulang melainkan membawanya kesuatu restaurant.

noona…” ucap Kai sedikit berbisik saat mereka berhenti disuatu taman.

“hem…” sahut Taeyeon.

“beberapa hari kedepan, aku ada syuting diluar negeri. Aku harap noona mau menungguku dan bersedia menjawab pernyataanku waktu itu jika aku pulang nanti” ucap Kai sambil terus memandangi Taeyeon.

“ah….” Taeyeon sedikit tersipu.

“bagiku noona adalah segalanya dan aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya” ucap Kai lagi dan lalu memeluk Taeyeon.

“Kai…” ucap Taeyeon.

“biarkan seperti ini dulu untuk beberapa saat, karena mungkin aku akan merindukan noona” ucap Kai kemudian membenamkan wajahnya dibahu Taeyeon.

Lama mereka terdiam dan dalam keadaan tersebut. Setelah cukup melepas rasa rindunya, Kai lalu mengantar Taeyeon kerumahnya. Walaupun tidak terlalu larut, suasana disekitar rumah keluarga Oh terlihat lengang. Kai mengantarnya hingga kedepan pintu rumah dan setelah berpamitan Kai dengan spontan mengecup pipi kanan Taeyeon yang berhasil membuat pipi Taeyeon bersemu merah.

Namun dari lantai atas, terlihat Sehun yang dengan wajah emosinya berusaha memendam amarahnya karena melihat adegan barusan. Dengan langkah yang ringan, Taeyeon memasuki rumah tersebut sambil terus tersenyum. Belum sempat memegang knob pintu kamarnya, tiba-tiba terkejut karena mendengar suara dari arah belakangnya.

“darimana saja kau?” ucap Sehun sambil melipat kedua tangannya dibawah dadanya.

Taeyeon yang menyadari sifat Sehun yang kembali berubah emosi, berusaha untuk tidak menggubrisnya.

“Ya!! Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan?” tanyanya lagi.

“cukup Sehun, aku sudah lelah dengan kejadian hari ini” balas Taeyeon.

“lelah katamu? Jadi seharian ini kau pergi dengan Kai dan bersenang-senang sedangkan ketika aku hanya bertanya padamu tapi kau jawab dengan kata ‘lelah’?” tanya Sehun dengan nada mengejek.

“aku berusaha untuk perhatian padamu tapi kau malah lebih memilih untuk pergi dengan Kai” seru Sehun lagi.

mwo? Perhatian? Apakah dengan kau mengajakku lalu meninggalkanku ditempat yang tidak aku ketahui, kau sebut dengan perhatian? Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Oh Sehun?” balas Taeyeon dengan berlinang airmata lalu masuk kekamarnya.

Sementara itu, Sehun yang merasa bersalah hanya bisa terpaku. Sebenarnya, setelah dari bandara tadi dia langsung teringat Taeyeon dan kembali ketempat tersebut namun setelah mengitari tempat tersebut berkali-kali tetap saja dia tidak dapat menemukan Taeyeon. Dengan maksud untuk meminta maaf, Sehun sudah membelikannnya sebuket bunga namun saat melihat Kai mencium pipi Taeyeon, perasaan cemburunya dapat mengalahkan perasaan bersalahnya.

Pagi itu Taeyeon bangun dengan malasnya, matanya yang sedikit sembab akibat kejadian semalam. Namun, dia harus segera bersiap-siap untuk menjemput tuan & nyonya Oh dibandara. Segera dia bergegas menuju kamar mandinya, setelah berpakaian yang rapi dia lalu keluar kamar. Saat membuka pintu kamarnya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda yang tergeletak didepannya.

“apa ini? Siapa yang meletakkannya disini?” gumam Taeyeon.

Saat melihat isi bungkusan tersebut, matanya langsung berbinar-binar. Yang dia dapati adalah sebuah cokelat kesukaannya, dengan perasaan bahagia Taeyeon mulai menggigit sepotong demi sepotong cokelat tersebut sambil menuruni tangga. Tampak Sehun yang menyaksikan kejadian barusan dengan perasaan lega.

“akhirnya dia kembali seperti semula” batinnya lalu mengikuti langkah Taeyeon tadi.

Dibawah, mereka sarapan dalam suasana canggung. Hingga akhirnya Sehun mulai angkat bicara.

“aku tunggu kau diluar!” ucapnya sembari meninggalkan ruang makan tersebut.

“aish… apa-apaan itu?” gerutu Taeyeon.

Diperjalanan menuju bandara, Taeyeon hanya melihat keluar jendela sedangkan Sehun terus fokus menyetir. Hingga mereka telah sampai dibandarapun, tidak ada yang mau berbicara. Taeyeon yang selalu mengacuhkan Sehun, sedikit mengambil jarak dari Sehun. Setidaknya beberapa hari ini, Taeyeon menghindari konflik dengan Sehun. Nampak dari kejauhan, tuan & nyonya Oh mulai keluar dari terminal kedatangan.

“Sehun, Taeyeon…” teriak nyonya Oh.

eomma… appa….” Taeyeon langsung berlari memeluk nyonya Oh.

Sehun dan tuan Oh yang melihat kejadian didepan matanya, hanya bisa tersenyum. Perasaannya ikut senang melihat eommanya sangat bahagia dan itu semua berkat adanya Taeyeon. Sehun lalu mengangkat barang-barang bawaan tersebut kemobil dan bersiap-siap kembali kerumah. Dimobil, Taeyeon dan nyonya Oh duduk dibelakang. Sesekali Sehun melihat Taeyeon dan eommanya bercerita panjang lebar melalui kaca mobil.

@rumah keluarga Oh

“Sehun, Taeyeon, bisakah kalian keruang tengah sekarang juga?” pinta nyonya Oh.

neh eomma…” angguk Taeyeon dan Sehun.

Setelah mereka berada diruang tengah, nampaklah ketegangan diraut wajah Sehun. Dia sangat mengenal sifat eommanya, biasanya jika eommanya bersikap seserius itu maka akan ada hal penting yang telah eommanya putuskan. Dan dugaannya tersebut sangatlah tepat.

eomma dan appa telah memutuskan, bahwa kalian akan menikah besok” ucap nyonya Oh dengan raut wajah gembira.

eoh?” Taeyeon sempat terpaku dengan keputusan nyonya Oh yang tiba-tiba, berbeda dengan Sehun.

“tapi mengapa eomma tiba-tiba ingin acaranya besok?” tanya Sehun penasaran.

“bagi eomma dan appa, kalian menikah besok ataupun minggu depan sama saja. Oh iya, tuan & nyonya Kim sedang berada dalam perjalanan kesini. Dan eomma harap kalian istirahat yang cukup hari ini untuk pernikahan kalian besok” ucap nyonya Oh.

neh eomma…” balas Sehun sedangkan Taeyeon hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Taeyeon dan Sehun memutuskan untuk kembali kekamarnya. Dikamar Taeyeon semakin bingung untuk bertindak bagaimana, haruskah dia mengatakan hal tersebut ke Kai? Dengan sedikit ragu, dia mulai menelpon Kai untuk bertemu dengannya sebelum Kai keluar negeri.

yeoboseyo?” sapa Taeyeon.

noona… ada apa?” seru Kai.

“Kai, apa kau sedang sibuk?” tanya Taeyeon pelan.

ani… waeyo noona?” jawab Kai.

“bisakah kita betemu sebentar?” ucap Taeyeon.

jinja? Apakah noona sudah merindukanku? Mianhae… noona mau menemuiku dimana?” tanya Kai balik.

“kita bertemu ditaman kota saja, bagaimana?” usul Taeyeon.

“emm…. arraseo, tunggu aku disana yah noona. Aku akan segera kesana” balas Kai penuh semangat.

Setelah memutuskan sambungan telepon tersebut, Taeyeon lalu bersiap-siap menuju ketaman. Dia menuju garasi, disana dia mendapati sebuah sepeda milik eomma Sehun yang biasa dipakai untuk bersepeda setiap hari libur. Tidak lupa Taeyeon mengatakan kepada salah satu pembantu disitu untuk menolongnya jika tuan ataupun nyonya Oh menanyakanya. Dengan perasaan yang pasti, Taeyeon mengayuh sepeda tersebut menuju taman kota yang letaknya hanya beberpa blok dari rumah tersebut.

@taman kota

Nampak suasana taman yang agak sepi, disana hanya ada beberapa orang yang sedang menikmati acara liburan mereka sambil bercengkrama dengan teman maupun kekasihnya. Taeyeon yang memilih tempat duduk dibawah pohon, sesekali mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba dari belakang seseorang menutup mata Taeyeon dengan kedua tangannya.

“Kai….” seru Taeyeon.

“wah noona sudah sangat mengenaliku ternyata” ucap Kai lalu duduk disamping Taeyeon.

Taeyeon yang mendengarnya, tersenyum ringan. Kali ini Kai menyamar dengan sangat sempurna, memakai jaket dan topi serta kacamata, orang lain yang melihatnya tidak ada yang akan tahu kalau dia adalah seorang aktor terkenal.

“apa noona sudah menunggu lama?” tanya Kai.

ani…” balas Taeyeon sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“kapan kau berangkat?” tanya Taeyeon sambil menatap Kai.

“nanti malam, seandainya saja bisa, aku ingin noona juga ikut denganku” curhat Kai.

mwo?” kaget Taeyeon.

“sehari, ani… sedetikpun tanpa melihat noona, aku jadi sangat merindukan noona” ucap Kai lalu memegang erat tangan Taeyeon.

“Ya Tuhan…. apakah aku bisa tega mengatakan hal ini padanya? Aku tidak ingin dia terluka” batin Taeyeon.

noona, gwaechanayo?” tanya Kai saat melihat Taeyeon mematung.

“ah… gwaechana. Kalau begitu, aku ingin memberikanmu sesuatu, ini adalah gelang yang pernah aku buat ketika masih sekolah dulu dan ini selalu melindungiku. Aku harap ini juga bisa melindungimu walaupun aku tidak berada didekatmu” ucap Taeyeon sambil melepaskan gelang yang selalu dipakainya lalu memasangkannya kepergelangan tangan Kai.

“ini akan selalu mengingatkanku tentang noona, gomawo noona…” ucap Kai lalu memeluk Taeyeon.

Perasaan Taeyeon semakin lega walaupun hal yang ingin dia katakan urung untuk dia sampaikan, dia takut melukai perasaan Kai yang sangat mencintainya. Lama mereka dalam keadaan tersebut, hingga akhirnya telepon Kai berdering.

mianhae noona, manager hyung sudah memanggilku” ucap Kai.

gwaechana Kai. Berhati-hatilah!” ucap Taeyeon.

“aku janji jika syutingnya sudah selesai, aku akan segera kembali” ucap Kai dan bersiap-siap untuk berangkat.

Taeyeon dan Kai sepakat untuk berpisah ditempat itu karena arah tujuan mereka berlawanan. Taeyeon memutuskan untuk membiarkan Kai, jalan duluan sambil memandangi punggung namja tersebut yang perlahan mulai menjauh lalu menghilang. Dengan perasaan lega, Taeyeon kembali menuju rumahnya karena sebentar lagi eomma dan appanya akan segera tiba.

@rumah keluarga Oh

Saat baru memasuki rumah tersebut, mata Taeyeon langsung tertuju pada dua sosok yang selam ini sangat dia rindukan.

eomma, appa..” ucap Taeyeon sambil memeluk eomma dan appanya dengan airmata yang tidak dapat dia bendung lagi.

“sayang, ada apa denganmu? Apakah kau sangat merindukan eomma dan appamu ini?” tanya eomma Taeyeon yang terus mengusap rambut anaknya tersebut.

mianhae… eomma, appa karena aku mengganggu moment kalian tapi sebaiknya kalian istirahat dulu. Besok adalah hari yang sangat melelahkan” ucap Sehun tiba-tiba.

Taeyeon sedikit jengkel dibuatnya, baru beberapa menit saja dia bertemu dengan eomma dan appanya tapi semuanya langsung hancur karena Sehun yang merusak suasana. Namun akhirnya, tuan & nyonya Kim menyetujui hal tersebut mereka tidak mau mengganggu istirahat Taeyeon untuk persiapan acara besok. Dikamar, Taeyeon masih terus memikirkan perkataan Kai tadi hingga tiba-tiba kamarnya diketuk oleh seseorang.

“masuklah” serunya.

Raut wajahnya tiba-tiba shock saat mengetahui orang tersebut yang ternyata adalah Sehun. Perlahan dia mulai bangkit dari posisinya. Sehun yang sudah berada didalam, kemudian mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari ranjang Taeyeon.

“ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan” ucap Sehun.

Taeyeon yang masih jengkel dengan kelakuan Sehun beberapa hari ini, hanya memandangi Sehun denga sekilas lalu kembali membuang pandangannya keluar jendela. Sehun yang merasa diacuhkan hanya bisa mengepalkan tangan kanannya.

“bisakah kau tidak mengacuhkan seperti itu?” ucap Sehun dengan sedikit keras.

Namun Taeyeon membalasnya dengan hanya melihatnya dengan sepintas dengan ekspresi datarnya. Geram diperlakukan seperti itu terus-menerus, Sehun mulai berjalan mendekati Taeyeon. Dengan sedikit kasar, dia membalikkan badan Taeyeon lalu menyudutkan tubuh Taeyeon kedinding kamarnya sambil memegang kedua tangan Taeyeon.

Taeyeon yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tercengang.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” teriak Taeyeon.

“aku sudah bilang jangan pernah mengacuhkanku. Aku bisa melakukan hal yang lebih daripada ini, satu hal lagi, jangan tunjukkan wajahmu yang seperti itu saat melihatku” ucapnya dengan ekspresi datarnya.

“b-baiklah…” gugup Taeyeon.

Sesaat kemudian, Sehun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon yang bingung hanya bisa memejamkan matanya, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan Sehun padanya. Saat bibir Sehun hanya menyisakan jarak 5cm dari bibir Taeyeon, smirk evil Sehun tersungging dibibirnya.

 

TBC

Aiiii….. otak author mulai yang aneh-aneh lagi, mianhae telah membuyarkan fantasi para readers.

Sesuai janji, chap 5 ini selesai juga tanpa gap yang terlalu jauh dari chap sebelumnya.

Maklum otak author bisa diajak kompromi, entah kenapa saat author bikin moment antara Kai-Taeyeon pokoknya author sering senyum-senyum sendiri -#bukan berarti gila yah- karena Kai bisa seromantis itu.

Jadi pengen mesan satu cowok yang kayak Kai -#abaikan khayalan author-

Gomawo buat para readers yang rela nunggu dan nyempetin baca FF ini, terutama reader yang bernama Love JJ Forever atas semangat dan ucapannya yang selalu nagih chap selanjutnya.

Sekian….. Annyeong…..

47 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 5)

  1. cptan ya thor lanjutannya ,gemes liat sehun ma taeyeon berantem mulu… kok pas bagian taeyeon di rumah kai. ayahnya kai kok tercengang liat taeyeon, ?? aq ga mudeng heheh

  2. autor aq penasaran ayah kai knp lihat taeyeon kog sempet kaget?
    hahahahaha
    pasti bakalan d bahas d chapter selanjutnya tp aq ttp pnzrn jd
    aq tunggu nextchaptrnya
    autor semangat😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s