[Freelance] Love is Unfair (Chapter 2)

59153df71fb5b427 - Copy

 

Title : Love is Unfair  “Chapter 2”

Author : AceLisa

Main Cast : Kim Taeyeon , Kris Wu,  Nara Wu.

Support Cast : Can you find them by yourself.

Length : Chapter

Rating : 17+

Genre : Family, Romantic, Sad.

Disclaimer : Terimakasih buat komment-komment sebelumnya ya. Maaf, baru bisa ngelanjutin ff ini.  Maaf juga kalau ceritanya tambah rumit dan tambah aneh. Tapi tetap give me a reason ya. Gamsahamnida!

===

“Cerita tidak selalu tentang cinta. Tapi cinta selalu menghasilkan cerita. Cerita yanng panjangnya hingga 5 buku penuh. Penuh dengan tulisan atau coretan keputus asaan.

 Dan ceritaku kali ini, cerita yang dipenuhi coretan buram dan tidak berujung. Cerita yang terus berjalan dan semakin membuat oksigen di sekitarku menipis. Dan saat ini, aku mencoba untuk memperbaikinya. Memperbaiki coretan-coretan buram yang usang itu. Walaupun artinya itu mati.” Kris Wu-

===

Beberapa hari setelah Taeyeon meninggalkannya, Kris mulai bangkit dari keterpurukan. Ia bangkit untuk menjadi seseorang yang berbeda.

Kehidupannya bersama Kim Taeyeon, adalah sebagai laki-laki bertanggung jawab, baik hati dan hangat. Tapi kehidupannya saat ini adalah sebagai laki-laki dingin dan tidak berperasaan.

Ia memiliki ketampanan diatas rata-rata, karena itu di sekeliling Kris pasti banyak perempuan-perempuan kaya yang suka sekali dengannya. Kris menggunakan perempuan-perempuan itu sebagai bank. Karena setiap wanita yang tidurinya pasti mau memberikan apa saja yang Kris minta. Setelah Kris mendapatkan yang ia mau, ia membuang wanita yang berkencan dengannya itu dan mencari mangsa lain.

Kris melakukan ini semua untuk satu tujuan. Supaya buah hatinya hidup berkecukupan dan tidak tinggal di rumah susun yang sudah di tempatinya selama 4 tahun di Korea.

Kris melakukan tindakan jahat itu terus menerus agar pemikiran tentang Kim Taeyeon hilang. Dan ya, usaha itu tidak berbuah apapun.

Setelah itu, ia berpindah dari rumah susunnya di daerah Sindaebang menuju kawasan kompleks rumah elit di Seoung-buk Dong

====

9 bulan kemudian – 6 November 2007

Kim Taeyeon tersenyum melihat seorang bayi berlumuran darah di tangan dokter kandungannya.

“Perempuan.” Ujar dokter itu.

Setengah sadar Taeyeon mengucapkan kata, “Nara Wu.”

Kemudian ia tidak sadarkan diri selama 2 hari. Tenaganya habis karena melakukan persalinan secara normal di Busan, Seoul.

Anak mereka sempurna, tanpa cela.

====

Keesokan harinya setelah ia sadar, ia menyuruh managernya untuk meletakkan anak itu di rumah baru Kris. Memang selama 9 bulan ini, Taeyeon menyuruh seseorang untuk menyelidiki apa saja yang dilakukan Kris. Taeyeon tahu jika Kris menjadi laki-laki gila seperti itu. Dia juga tahu jika Kris sekarang sudah menjadi laki-laki kaya.

Sejauh ingatan Taeyeon, Kris tidak mempunyai shif malam jika hari Selasa. Dan ini hari Selasa, jadi ia tidak mundur lagi untuk menyerahkan Nara pada Kris. Ia meyakinkan diri sendiri untuk tidak membatalkan tekadnya membuang bayi itu, setelah melihat wajah tidak berdosanya.

“Kau sangat mirip dengannya Nara.” Ucap Taeyeon ketika Nara Wu berada di gendongannya. Lalu ia mengecup dahi anak perempuannya itu.

Ia menyerahkan anaknya pada Choi Sooyoung, managernya.

Mata Choi Sooyoung berkaca-kaca melihat keadaan Taeyeon, “Kau tidak apa-apakan?”

Taeyeon mengangguk tegas dan mengalihkan perhatiannya pada handphone ditangannya, “Cepat bawa dia. Aku muak padanya, ia mengingatkanku pada laki-laki itu.” Walaupun ia terlihat sibuk dengan gadgetnya itu, tapi sebenarnya tatapan dan pikirannya kosong tanpa isi.

Tanpa berbicara panjang lebar, Sooyoung menjalankan peritah Taeyeon.

====

Tepat pukul 7 KST Sooyoung menaruh kereta bayi Nara di depan kediaman Kris.

Ia juga menaruh secarik kertas yang bertuliskan, “Nara Wu.” didalam kereta dorong Nara. Kemudian ia memencet bel interkom dihadapannya. Ia berlari menjauh dari pintu itu dan bersembunyi di pohon cemara depan rumah besar itu.

Kris keluar dari rumahnya. Ia terkesiap ketika melihat bayi mungil dihadapannya. Ia berjongkok menatap bayi di hadapannya. Lalu Kris mengambil kertas didalam kereta dorong anak itu.

Ia tersenyum melihat tulisan yang tertera disana, “Kau sudah datang? Appa sudah lama menunggumu, sayang. Setelah ini hanya ada kita berdua sampai seterusnya, Appa akan selalu menjagamu, tenang saja.” Ucapnya lalu mendorong kereta Nara masuk dirumahnya.

Ketika mendengar Kris mendengar itu lewat sambungan telepon dengan Sooyoung, telepon di genggamannya jatuh ke ranjangnya. Taeyeon membekap mulut agar isakannya tidak terdengar keluar kamar rawatnya.

Sooyoung menghela napas lalu berkata, “Taeyeon-ah, Kris Wu pria yang baik.” Lalu,  suara di teleponya berubah menjadi bunyi monoton yang diulang-ulang. Taeyeon menekan tombol merah di handphonenya.

Ia yakin, Taeyeon sedang menangis keras seperti dulu. Saat dirinya dan Kris Wu berpisah. Ia tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Kim Taeyeon sekarang ini, jelas-jelas perempuan itu masih sangat mencintai Kris Wu. Tapi kenapa dia berbuat sejahat ini?

====

Mei 2012

Suara beroktaf tinggi milik Nara Wu menggema sampai kamar Kris ketika anak kecil itu pulang dari sekolahnya. “Appa! Aku tidak mau memanggil Appa, dengan sebutan Appa!”

Kris hanya tersenyum dalam kamarnya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan memberinya malaikat cerewet seperti Nara Wu.

“Memangnya kenapa?” tanya Kris ketika Nara sudah berada di hadapannya dengan muka lucu yang di buat marah.

Nara mengerucutkan bibirnya, “Semua temanku memanggil Appanya dengan sebutan Daddy!”

Kris tertawa mendengar ocehan putrinya itu. “Mereka kakak itu kelasmu, Na.”

“Aigoo! Tidak peduli mereka kakak kelasku atau tidak yang penting aku ingin memanggil Appa dengan sebutan Daddy!”

Kris menggelengkan kepalanya, “Shireo.” Serunya menggoda Nara.

“Appa..” rengek Nara, matanya hampir berkaca-kaca.

Kris tertawa lagi. Ia sangat senang melihat anaknya bertumbuh sebesar ini dengan sangat cepat.

Ia membungkuk untuk menggendong Nara, setelah berada di gendongannya Nara menyentuh pipinya. “Appa, jebal.” pintanya

“Baiklah.” Kris mengikuti kemauan Nara.

Nara tersenyum cerah lalu dengan sekali sentakan tangan kecilnya melingkar di leher Kris. Tubuhnya bergoncang kekanan dan kekiri. “Thank you, so much Daddy.” Lalu Nara menciumi pipi kiri dan kanan Kris dengan suara lucu, “Muah! Dad, sudah makan? Oiya Dad, nanti bantu aku mengerjakan PR perkalian menyebalkan itu ya!”

Kris tertawa, lalu mengangguk. Sebenarnya ia merasa kasian pada anak satu-satunya ini, karena disaat anak-anak seumuran dengannya masih beraktifitas seperti tidur, makan, lalu mainan dan buang air. Tapi Nara Wu harus mengerjakan pelajaran kelas 2 sekolah dasar yang belum cocok dengan umurnya.

Dulu pernah sekali, Kris menitipkan Nara waktu ia berumur 3 tahun pada tetangga sebelahnya. Keluarga Cho. Ketika menjemput Nara di sana, Cho Yuri, Ny. dirumah itu menyarankan Kris untuk segera menyekolahkan Nara yang memilik otak cerdas.

Ny.Cho berkata jika Nara sudah bisa menghitung dari satu sampai seterusnya. Lalu dia juga sudah mengenal nama hewan dan tumbuhan. Bahasa inggrisnya pun betul-betul baik. Dia juga sangat pandai menghafal. Jadi, Ia mengiyakan dan menyekolahkan Nara di taman kanak-kanak daerah elit itu.

Dan terbukti jika Nara memang anak cerdas. Taman kanak-kanaknya hanya berjalan satu tahun. Jadi sekarang ketika ia berumur 5 tahun, ia sudah duduk dibangku 2 SD. Memang gen yang diwarisi Nara adalah gen unggul yang diberikan Kris dan Taeyeon.

“Dad! Nanti Dad tidak kerja lagi kan?” tanya Nara ketika Kris sedang memikirkan malaikatnya itu.

Kris menurunkan Nara, lalu menjawab, “Sepertinya tidak. Ap.. eh Daddy tidak mempunyai jadwal hari ini.”

Tiba-tiba putri kecilnya itu mengerucutkan bibirnya. Nara maju beberapa langkah dan memeluk kaki Kris yang berbalut celana training. “Dad, sebenarnya apa pekerjaan Daddy?” tanya Nara.

Kris tertegun mendengar perkataan anaknya. Ia memang tidak pernah mengatakan pada Nara jika ia seorang bartender sekaligus merangkap laki-laki bayaran di Bar malam ternama Seoul. Ia tidak akan pernah bisa mengatakan itu pada anaknya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Nara Wu mendengus, “Teman-temanku selalu bergosip tentang keluarga mereka. Ketika aku ditanya tentang Eomma aku tidak bisa menjawab. Ketika aku ditanya apa pekerjaan Dad aku juga tidak tahu. Aku sebal Daddy! Mereka selalu menyebutku anak tidak berkeluarga.” Nara menjelaskan pada Kris.

“Jika mereka bertanya tentang Eomma, jawab saja Eomma sudah pergi dan tidak akan kembali.” Kris mengusap kepala Nara, ia melanjutkan. “Jika ditanya tentang pekerjaan Daddy jawab saja jika Daddy bekerja sebagai pekerja keras.”

Kepala anak kecil itu mendongak menatap ayahnya, “Baiklah Dad.”

Kris menghela napas panjang. Ia memikirkan bagaimana jika Nara mengetahui ibunya seseorang ibu yang tidak bertanggung jawab dan berusaha membunuhnya? Mungkin kemungkinan terburuknya Nara tidak mau berbicara dan benci padanya.

6 November 2012

“Sanggeilchukka hamnida, sanggeilchukka hamnida, saranghani nae aga. Sangeilchukka hamnida!” Kris menyanyi untuk anaknya.

Ia mengenakan topi ulang tahun dan membawa roti bergambar Lilo and stitch ke hadapan Nara. Membuatnya semakin menawan.

Putri kecilnya itu tak kalah dengannya, Nara juga menyanyikan lagu ulang tahun untuk Kris. “Sanggeilchukka hamnida, sanggeilchukka hamnida, saranghani nae Daddy. Sangeilchukka hamnida!”

Ia membawa selembar kertas yang bergambar kue ulang tahun , “Sanggeilchukkae Daddy!”

Kris tersenyum lebar, ia menaruh roti anaknya di meja ruang tengah dan segera menggendong Nara. Kris tidak henti-hentinya mencium Nara.

“Sanggeilchukkae Nara Wu.” Ucap Kris, lalu sekali lagi dia mengecup pipi Nara.

Kedua orang ini memang merayakan hari ulang tahun mereka yang bersamaan. Tanggal 6 November.

“Dad, jika ada Eomma disini pasti kebahagiaan kita akan lebih lengkap.” Ucap Nara tiba-tiba.

Kris bungkam. Ia tidak berani menjawab. Ia menyetujui perkataan Nara barusan. Tapi kenyataan tetap kenyataan. Kim Taeyeon-ibu Nara Wu- tidak mungkin berada ditengah-tengah mereka.

Flashback End

====

Taeyeon menggulingkan tubuhnya kesisi ranjang.

“Selalu seperti ini.” Serunya setelah membalikkan badannya menghadap jendela kamarnya.

Ia terkekeh menyedihkan, “Ini sudah lebih dari 5 tahun. Aku sudah terbiasa tanpamu.”

“Terbiasa tanpa siapa?” tanya sebuah suara di ambang kamarnya. Xi Luhan

Taeyeon tersenyum tipis, “Terbiasa tanpa Hyena. Aku sangat merindukannya, Oppa.”

Luhan tertawa lebar, lalu ia berjalan menghampiri istrinya itu, “Kau ini lucu sekali, ia hanya beberapa hari di rumah Papa sayang. Jam 11 nanti dia bisa kita jemput di bandara.”

Taeyeon dan Luhan memang memutuskan menikah setelah Taeyeon melahirkan Nara. Sekarang, mereka sudah terbentuk menjadi keluarga kecil yang bahagia didepan umum. Tapi tidak pada kenyataannya, justru karena pernikahan ini Taeyeon tersiksa.

Kemudian Luhan mengecup singkat bibir merah Taeyeon, “Kita hanya berdua di sini. Mau membuat adik untuk Hyena?”

Mata Taeyeon membulat sempurna, lalu detik berikutnya bantal, guling dan seluruh benda yang ada di dekatnya terlempar kearah Luhan, “Yak! Hyena baru 5 tahun! Kau mau aku harus menghilang dari publik disaat seperti ini?”

Luhan mengaduh kesakitan karena kebrutalan istrinya, “Hahaha, Aku hanya bercanda. Karirmu saat ini jauh lebih penting daripada hal-hal menyenangkan itu.”

Taeyeon mencibir, lalu berseru, “Nah, kau memang suami terbaikku!”

Seakan tidak menanggapi ocehan istrinya, Luhan mengunci tubuh Taeyeon di bawah beban tubuhnya, “Saranghae.” Ucapnya.

Lalu bibirnya dengan lembut menyapu mata, hidung, kening, telinga dan bibir Taeyeon. Taeyeon hanya bisa pasrah dan menikmati perlakuan suaminya.

Mengapa kau masih mencintainya bodoh? Jelas-jelas laki-laki dihadapanmu ini 1000 kali jauh lebih baik darinya. ‘teriak sebuah suara dalam kepala Taeyeon.

====

“12×13 berapa?” tanya Kris pada Nara ketika anaknya itu sedang menikmati jajangmyun.

Nara memajukan bibirnya yang belepotan karena makanannya,  lalu ia mencoret-coret di bukunya, “156, Aigoo. Dad, aku malas sekali. Matematika pelajaran yang menyebalkan.”

Kris pura-pura berfikir keras, “Dulu Dad sangat suka pelajaran matematika, kenapa kau tidak menurun dengan Daddy?”

“Mungkin aku menurun Eomma. Eoh, Dad. Eomma suka pelajaran Bahasa Inggris kan? Aku juga paling suka pelajaran itu!”

“Eommamu suka bernyanyi.” Kata Kris pelan.

Seperti menemukan harta karun, mata anak kecil itu berbinar. Ia bangkit berdiri dan duduk di pangkuan Kris, ia melupakan makanan kesukaannya. “Dad, ceritakan tentang Eomma.”

Kris menghela napas, “Eommamu wanita tercantik..”

Sebelum Kris melanjutkan kalimat Nara  memotongnya, “Tentu saja! Aku cantik seperti ini!”

Jari-jari Kris di telusupkan di rambut putrinya, Ia tertawa “Ya kau memang cantik.”

“Lanjutkan Dad, tentang Eomma.”

“Eommamu mempunyai mata dan hidung sepertimu. Eommamu memiliki suara yang bisa menghipnotis orang-orang yang mendengarnya. Dan ya, Eommamu suka sekali bahasa Inggris walaupun dia tidak tahu apa bahasa Inggris itu.”

Nara berdecak kagum dan menggeleng, “Sepertinya otakku diwariskan dari Daddy, Eomma hanya mewarisiku wajah ini.” Lalu Nara bangkit berdiri dan berlari menuju kamarnya.

Diruang tengah mewah itu, Kris menatap langit-langit rumahnya. Ia selalu tersenyum melihat tingkah anaknya yang konyol itu.

Manik mata coklat milik Nara menatap Kris berkilat-kilat, “Dad, ayo kita ke Lotte World! Aku ingin sekali kesana. Tapi Daddy selalu melarangku. Aku sekarang sudah besar Dad. Jebaaall”

“Okay, sekarang habiskan jangjamyunmu dan cepatlah mandi. Daddy juga akan mandi. Setelah ini kita ke Lotte World.” Kris menyetujui.

Nara meloncat gembira, lalu perempuan kecil itu duduk lagi ditempatnya dan cepat-cepat menghabiskan makanannya

“Pelan-pelan.” Kris mengingatkan Nara sambil berjalan menuju kamarnya.

Dalam waktu kurang lebih 3 menit, Nara sudah berlari ke kamarnya di lantai dua.

Setelah sampai di kamarnya yang dipenuhi boneka Lilo and Stitch Nara melepas semua bajunya dan mandi di kamar mandi mini di kamarnya.

Didalam kamarnya, Kris juga mengikuti kegiatan Nara. Ia mandi. 15 menit kemudian, ia sudah rapi dengan kemeja biru tua dan celana hitam. Ia juga mengenakan kacamata hitam keluaran terbaru.

Jika orang-orang melihatnya sekarang ini, mungkin orang-orang itu tidak menyangka jika Kris Wu adalah seorang bartender. Mereka pasti mengira jika Kris Wu adalah seorang aktor ternama atau pengusaha kaya raya.

“Dad, kucirkan rambutku!” seru Nara ketika ia menuruni anak tangga dirumah itu.

Ia menenteng tas kecil kuning dan mengenakan baju dan celana pendek kuning juga.

Kris menerima kucir dan sisir yang di bawa Nara. Lalu dengan cekatan ia mengucir kuda rambut anaknya itu. Sudah menjadi kewajibannya 4 tahun terakhir ini untuk mengucir rambut anak kesayangannya itu.

Setelah rambut Nara terkucir rapi, Kris menggandengnya menuju teras garasi di bawah rumah ini. Di mobil, Nara memasang sealt beltnya tanpa ada perintah dari Kris. Kris lagi-lagi tersenyum karena ulah anak manis dan mandirinya itu.

====

Mobil Lexus putih milik Kris memasuki area padat kendaraan Seoul. Karena ini hari minggu, Seoul akan berubah menjadi kota tanpa mati.

Jam 11 tepat, Kris dan Nara sampai di Lotte Park. Ketika masuk di pintu utama Nara tidak henti-hentinya menghujami Kris dengan pertanyaan. Ia terlalu ingin tahu.

“Dad, bagaimana bisa kereta itu tidak terjatuh? Itu yang namanya role coaster kan?”

“Hmm, Karena kereta itu ditarik magnet.” Jawab Kris sambil menerima 2 tiket yang ia beli.

====

Saat Kris dan Nara berjalan diantara kerumunan orang, mereka berdua menjadi pusat perhatian.

Kris sesekali mendengar jika seseorang di sebelahnya mengatakan, “Astaga, tampan sekali! Sayang.. anaknya sudah sebesar itu.”

Sudut-sudut bibir Kris melengkung membentuk senyuman ketika mendengar semua itu. Ia semakin menggengam erat tangan putrinya.

Tiba-tiba tangan kecil Nara menariknya menuju wahana biang lala. Kris memandang wajah anaknya dan tersenyum, “Dad, aku mau naik kincir besar itu!” serunya girang.

Kris mengikuti kemauan Nara. Mereka berdua menaiki wahana itu. Nara bergunam tidak jelas. Matanya mengelilingi Lotte World itu. “Woaah! Keren sekali Dad!”

“Tentu saja.” Kris membalas ucapan anaknya dengan senyuman.

Ketika ia sengaja menelisik satu persatu orang yang menaiki wahana itu, matanya terpaku senyum indah dibibirnyapun menghilang. Didepannya kini ada sebuah keluarga, namun seharusnya istri dari keluarga itu adalah miliknya.

Kim Taeyeon dan laki-laki yang dilihatnya waktu itu sedang menaiki wahana yang sama dengannya. Dan sekarang, dipangkuan Taeyeon ada gadis kecil yang menjadi replika Luhan. Napas Kris tercekat.

“Dad!” teriakan Nara membuyarkan pandangannya.

Dengan tergagap Kris menjawab Nara, “Nde?”

“Setelah ini aku ingin membeli ice cream. Ini hari minggu, jadi aku boleh makan ice cream.”

Kris tersenyum kikuk dihadapan Nara. Pikiran dan semua yang ada pada dirinya bertabrakan karena wanita di depan biang lala yang dinaikinya itu.

“Ya, tapi satu saja.” Ucapnya sambil mengelus rambut Nara dengan lembut.

Tapi tatapan matanya tetap terkunci pada 3 orang yang hanya berjarak 4 meter dari tempatnya sekarang ini.

Ia sampai tidak menyadari ketika pintu biang lala dibuka. Hingga petugas taman bermain itu menyuruhnya untuk turun. Kris menuruni biang lala itu sambil menggendong Nara

Mata Kris memandang kesegala arah. Ya, ia mencari keberadaan wanita itu. Keberadaan wanita yang sangat dicintainya hingga hari ini.

Nara bergerak di gendongannya, “Dad, aku ingin di ayunan itu. Daddy yang belikan ice cream ya. Stroberry please.” Pinta Nara sambil mengecup pipi Kris.

“Okay, kau jangan kemana-mana.” Perintah Kris lalu ia menurun kan Nara. Tatapan matanya mengikuti arah Nara berlari.

Setelah melihat anaknya duduk manis diayunan yang ditunjuknya, Kris melangkah ke kedai ice cream. Sekitar 3 menit penjual kedai itu menyiapkan pesanan Kris. Ia menyerahkan beberapa lembar uang dan bergegas menghampiri Nara.

Kris merasa seperti tersengat listrik ketika melihat anaknya didorong dengan seorang wanita hingga terjatuh. Nara menangis dihadapannya karena disakiti orang lain.

Detik itu juga ia berniat memakan orang yang mendorong Nara itu. Karena prinsip hidupnya adalah tidak akan membiarkan Nara terluka atau menangis sedikitpun.

====

Taeyeon menggenakan kacamatanya. Saat ini namanya sudah sampai ke ujung dunia karena  mimpinya menjadi penyanyi papan atas terwujud. Jadi jika sedang di tempat publik seperti ini ia harus memakai pengaman agar para fans, antifans dan paparazi tidak menyerangnya.

“Hyena-ya, setelah ini kau mau main apa? Eomma akan mengantarkanmu.”  Tanya Taeyeon pada anak perempuannya.

Luhan mengedipkan kedua matanya lalu mengecup pipi kiri dan kanan Hyena yang sekarang berada di gendongan istrinya, “Ya, kau bermain sama Eomma ya, Appa ada urusan. Nanti kalau sudah selesai telepon Appa, gunakan handphone mu. Oke?”

Hyena Xi mengangguk mematuhi nasehat appanya. Lalu Luhan mengecup puncak kepala Taeyeon, “Jaga dirimu. Jangan sampai lepas topi dan kacamata ini.” Perintah Luhan pada Taeyeon,  lalu ia meninggalkan istri dan anaknya di Lotte World.

=====

Hyena berteriak di dalam gendongan Taeyeon, “Eomma, aku mau ke taman itu!”

Ia mengangguk dan bergegas mengantar Hyena menuju taman itu. Setelah sampai disana, ia menurunkan Jieun dari gendongannya. Ia mengawasi Hyena dari kursi taman yang sekarang ini didudukinya.

Tiba-tiba saja ia melihat anaknya menarik rambut seorang anak perempuan yang sedang menaiki ayunan di taman itu. Dan terjadilah pertengkaran antara Hyena dengan anak perempuan tadi.

Taeyeon bergegas menghampiri Hyena. Sampai dihadapan kedua anak perempuan itu, ia terkesiap.

Anak kecil dihadapannya sekarang adalah duplicatnya. Tapi ia menempis segala pemikirannya, ia segera menarik Hyena yang sedang menjambak rambut anak perempuan yang mirip dengannya itu.

Taeyeon tidak terima ketika melihat rambut Hyena berantakan. Selain itu, Hyena juga menangis keras.

“Apa kau tidak diajari ibumu sopan santun?” tanya Taeyeon pada anak kecil dihadapannya.

Perempuan kecil itu tidak menjawab, ia hanya menatap Taeyeon dengan wajah datar. Lalu, anak kecil itu berlari ke arah Hyena dan memukul pipinya.

Taeyeon membelalakan matanya. Ia marah sekarang. Segera ia mendorong anak perempuan  itu menjauhi Hyena hingga terjatuh.

====

Sebelum memakan orang yang menjatuhkan Nara, Kris buru-buru mengambil Nara dan menggendongnya.

Wanita yang mendorong Nara tadi memunggunginya. Kris menepuk bahu wanita itu dengan keras. ”Agasshi, apa maksudmu menjatuhkan anakku?” tanyanya dengan nada yang sangat sangat sinis.

Wanita itu berbalik dan menatap Kris. Kris melihat wanita dihadapannya menegang. Tangannya gemetar.

“Agasshi?” teriak Kris keras. Kris mengamati wanita dihadapannya dengan kening berkerut.

Ia akhirnya menyadari siapa wanita dihadapannya itu. Kim Taeyeon. Terkutuklah dirinya yang sengaja meninggalkan Nara tanpa pengawasan.

Taeyeon buru-buru berbalik pergi meninggalkan Kris.

Kris menyeringai. Lalu tangannya mencengkram tangan Taeyeon lalu ia menarik tubuh Taeyeon mendekat padanya, “Kau tidak mau meminta maaf pada ayah anak ini?” ucapnya dingin.

Tangan Taeyeon semakin bergetar dalam genggamannya.

“Percuma saja.” Kris mendekatkan kepalanya di telinga Taeyeon, “Ingat, anak yang sengaja kau lukai ini juga darah dagingmu.” Lanjutnya. Kris segera menempis tangan Taeyeon yang berada di genggamannya.

Lalu dengan langkah lebar, Kris meninggalkan Taeyeon yang mematung karena dua orang yang di temuinya barusan.

“Eommaaa.” Rengek seseorang di bawahnya.

Taeyeon tersadar, ia menggendong Hyena dan membawanya keluar dari Lotte World. Moodnya menaiki semua wahana di tempat bermain itu hilang sudah.

====

“Ada yang sakit?” tanya Kris pada Nara ketika sampai mobil. Raut wajahnya penuh kekhawatiran.

Nara menepuk-nepuk pipi ayahnya, “Nan gwenchana Daddy!” serunya sambil tertawa lebar.

Kris tersenyum lalu berjalan menuju kursi kemudi. “Kita pulang saja. Oh iya, ice cream mu sudah mencair tadi besok Dad akan menggantinya.”

Jari kelingking anak kecil itu terangkat ke hadapan Kris, “Janji ya Dad?”

“Janji.” Jawab Kris, lalu jari kelingkingnya ia tautkan pada putrinya itu.

Nara tersenyum puas dan memakai sealt belt. “Dad, ayo jalan.” Perintah Nara dengan seenaknya pada Kris.

Bukannya marah, Kris tertawa lebar dan mengacak rambut Nara, “Nde Tuan Putri.”

Walaupun sekarang wajahnya dipenuhi senyuman untuk Nara. Hatinya bertolak belakang dengan itu. Saat ini, hatinya dipenuhi kemarahan yang benar-benar membuncah.

Dipikirannya banyak pertanyaan tentang wanita itu. Mengapa wanita itu melukai anaknya sendiri? Itu pertanyaan yang paling membuat perasaan Kris frustasi.

Ia meyakinkan diri dalam hati untuk terus menjaga putinya agar wanita itu tidak menyakiti Nara sama sekali.

TBC.

NB : Pada bisa mbayangin wajah Nara? Kalau nggak search aja di google tentang Nicole Brodsky. Soalnya waktu aku nulis ff ini, aktris ciliknya itu si Nicole. Dan maaf di part 1 nya, Grup Papanya Kris belum ada namanya, nama sebenarnya itu Glacio. Makasih.

 

35 thoughts on “[Freelance] Love is Unfair (Chapter 2)

  1. Gak tau kenapa aku malah nangis bacanya T^T pas nara nanya2 tentang Taeyeon ke Kris terus pas Kris ngejelasin tentang Taeyeon ke Nara itu sedih banget T^T dan aku syok banget pas tau Taeyeon itu udah jadi istri Luhan, udah punya anak juga T^T yaampun Kris kasian banget kamu T^T

    Apa cuma aku yg nangis baca FF ini ? Atau emang akunya yang ceneng T^T

    Huwaaaa nextnya jangan lama2 ya thor. Lopyu ❤

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s