Smile

smile-vi

Smile || Written by Vi || Starring SNSD Tiffany | EXO-M Chen || SNSD Yoona || Rated for General || Friendship, Fluff || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by other ff, manga, anime, Japanese drama, my imagination. Sorry for bad fanfic and story. Poster by cocolollipop @ cafeposterart.wordpress.com

*****

“Jongdae-ya,” panggil dua orang gadis, Yoona dan Tiffany.

Dua orang itu adalah sahabat dari Kim Jongdae alias Chen. Mereka bersahabat semenjak kecil sampai mereka duduk di kelas SMA ini. Mereka sangat sering menghabiskan waktu bersama-sama, tak ada yang membelah persahabatan mereka sampai datang lelaki bernama Sehun yang mencuri hati kedua gadis itu dan membuat mereka menjadi rival. Jujur saja, Jongdae tidak suka saat persahabatan mereka mulai terbelah karena seorang lelaki baru itu.

“Apa lagi ? Ingin bertanya pendapatku mengenai hubungan kalian dengan Sehun ? Tentang siapa yang lebih dekat dengannya ? Takkan kujawab, kalian sahabatku, kalian hanya dekat denganku,” kata Jongdae dingin sambil menyeruput jus jeruknya. Kini mereka bertiga tengah berada di kafe, Jongdae duduk diantara mereka.

“Bukan. Kami ingin bertanya tentang sesuatu,” jawab keduanya berbarengan.

“Tadi kami bertanya pada Sehun tentang orang yang ia sukai, tapi ia menjawab bahwa ia menyukai seseorang yang senyumnya indah baginya,” jelas Tiffany.

“Dan , maka itu, kami ingin tahu siapa diantara kami yang memiliki senyum yang lebih indah,” lanjut Yoona tegas sambil mengerucutkan bibirnya sehingga wajahnya jadi memiliki ekspresi memelas.

Jongdae menghela nafas pelan, ia berdiri dan berjalan mundur beberapa centimeter.

“Nah, tersenyumlah,” kata Jongdae.

Yoona tersenyum.

snsd yoona

Tiffany pun tersenyum juga.

81

Jongdae melihat keduanya yang sedang tersenyum secara bergantian. Keduanya memiliki senyuman yang memukau. Yoona dengan ‘alligator smile’ khas-nya dan Tiffany dengan eyesmile-nya yang indah. Ciri khas dalam senyuman mereka itu sukses membuat Jongdae tidak bisa memilih. Jujur saja senyuman keduanya membuat jantungnya berdebar kencang saking manisnya.

“Oh ayolah Jongdae , pilihlah aku !” batin kedua gadis itu di dalam hati mereka. Meski mereka berharap seperti itu tapi bagaimanapun caranya, Jongdae sendiri tak bisa memilih.

“Aku .. Tak bisa memilih..” jawab Jongdae. Keduanya memudarkan senyuman mereka dan menghela nafas kecil.

“Mengapa begitu ?” tanya Tiffany kesal sambil berdiri dan berjalan mendekati sahabatnya itu  lalu melipat tangannya sekaligus memandang tajam lelaki itu.

“Aku tak bisa, kalian sangat cantik,” jawab Jongdae kalem. Yoona pun ikut-ikutan berdiri dan mendorong Jongdae dengan kesal perlahan. Setidaknya dorongan pelan itu cukup memuaskan dirinya untuk mengeluarkan segala emosinya terhadap Jongdae.

“Setidaknya pilihlah senyuman yang membuatmu merasa berdebar !” teriak Yoona. Teriakan nyaring gadis itu membuat perhatian tertuju pada mereka bertiga.

“Maaf kami berisik,” kata Jongdae sambil tersenyum manis pada semua orang yang memandangnya. Dalam sekejap pandangan teralih dari mereka. Jongdae kembali menghela nafas, “dua-duanya membuatku berdebar,” ungkapnya. Tiffany dan Yoona merasa kesal pada Jongdae , mereka melipat tangan mereka dan berbalik badan kearah yang berlawanan dari sahabat-sahabat mereka lalu berjalan pergi. Jongdae merasa bahwa persahabatan mereka semakin berantakan saja.

Jongdae pun mengepalkan tangannya dan berjalan keluar dari kafe. Ia berniat mencari seseorang, seseorang yang menyebabkan permasalahan ini.

Jongdae berjalan menelusuri tiap koridor sekolah, dari koridor kelas 1 sampai kelas 3. Saat ia menemukan orang yang ia cari di koridor anak kelas 3. Iapun menariknya keluar dari kerumunan para sahabatnya.

“Maaf, aku pinjam teman kalian sebentar,” kata Jongdae dengan nada pura-pura ceria. Mereka meng-iyakannya kemudian Jongdae buru-buru membawa Sehun menjauh dari murid kelas 3 lainnya yang ada di koridor tersebut.

“Ada apa ?” tanya Sehun dingin.

Jongdae mencengkeram kerah seragam Sehun dan menggeram, “bisakah kau segera memberitahu pada seisi sekolah siapakah orang yang kau sukai sebenarnya ? Apa kau tidak tahu bahwa kau begitu populer sehingga terjadi banyak keributan karena mereka semua memperebutkanmu ? Bahkan sahabatku kini menjadi rival karena dirimu ! Persahabatan kami jadi rusak karena dirimu ! Mereka ingin membuktikan siapa yang lebih pantas bersamamu !”

“Apa kau memiliki kekasih ? Kalau iya, berhenti mempermainkan hati sahabatku dengan mengatakan bahwa kau suka pada seseorang yang memiliki senyuman yang indah. Kalau tidak, beritahu saja siapa yang kausukai !”

“Aku tak mempermainkan mereka, aku memang suka pada seseorang yang memiliki senyuman manis,” kata Sehun tegas tetapi tetap tenang.

“Lalu siapa ?” bentak Jongdae keras. Sehingga Yoona dan Tiffany yang kebetulan lewat buru-buru menghampiri mereka.

“Hey.” Suara yang tidak familiar terdengar di telinga Jongdae.

Jongdae menoleh ke sumber suara. Suara itu adalah suara dari seorang gadis berkaki jenjang dengan tubuh langsing, Choi Sooyoung.

“Sooyoung sunbae ?” kata Jongdae. Sooyoung adalah ketua kelas dari kelas kakaknya, Kim Joonmyun.

“Sooyoungie,” panggil Sehun dengan senyuman lembut. Yoona dan Tiffany menghentikan langkah mereka saat mereka melihat senyuman tampan nan lembut dari Sehun ke Sooyoung, bahkan Sehun memanggil Sooyoung dengan panggilan ‘Sooyoungie’.

“Sehunnie , ada masalah apa ?” tanya Sooyoung sambil melihat kearah Jongdae.

“Tidak. Lelaki ini menyuruhku memberitahu seseorang yang kusukai karena aku membuat persahabatan temannya menjadi rusak karena diriku,” jelas Sehun sambil menunjuk Jongdae. Jongdae melepaskan tangannya dari kerah baju Sehun. Ia tak mau terlihat buruk di depan ketua kelas kakaknya.

“Oh, lalu kau tak mengumumkannya ?” tanya Sooyoung.

Sehun menghela nafas pelan dan berkata, “kalau disuruh sih dengan bangganya aku akan berkata bahwa aku mencintaimu. Kita kan pasangan kekasih.”

“Eh ? Kekasih ?” tanya Yoona dan Tiffany kelabakan. Jongdae yang menyadari keberadaan keduanya pun memandangi mereka dengan tatapan terkejutnya. Ia terkejut bagaimana bisa mereka ada disini karena ia tak tahu bahwa mereka sudah melihatnya berkelahi dengan Sehun –walau hanya berdebat-.

“Kalian kok ada disini ?” tanya Jongdae.

“Kau tidak sadar akan keberadaan kami ?” tanya Yoona dan Tiffany kesal. Jongdae menggaruk kepalanya malu.

“Tapi benarkah kalian kekasih ?” tanya Yoona. Sehun menganggukkan kepalanya. “Banyak orang sudah mengetahuinya, aku heran mengapa kau tak dapat berita tersebut,” kata Sehun sambil berkacak pinggang.

Yoona dan Tiffany menghembuskan nafas kecewa. Jongdae dapat melihat kekecewaan tersebut karena ia sahabat mereka. Sehun dan Sooyoung bertindak tak peduli dan berjalan pergi begitu saja. Jongdae mendekati kedua sahabatnya dan menepuk pundak mereka.

“Tenanglah, aku yakin banyak lelaki yang lebih baik darinya,” kata Jongdae sambil tersenyum.

“Kalian harus berbaikan sekarang,” lanjut Jongdae.

Yoona dan Tiffany mengangkat kepala mereka yang tertunduk dan tersenyum manis. Mereka menghadap teman mereka yang selama ini mereka anggap sebagai rival itu , mengulurkan tangan mereka, berjabat tangan, dan terakhir berkata, “maaf atas perbuatanku selama ini.”

Jongdae tersenyum memandang mereka berdua. Akhirnya persahabatan mereka menyatu lagi. Ia sangat suka kalau hal ini terjadi.

“Baguslah, sekarang mereka kembali bersahabat lagi.”

Persahabatan itu penting..

Jangan putuskan hubungan persahabatanmu dengan sahabatmu ..

Apalagi kalau hanya karena suatu hal yang kekanakan..

END

Mian gaje, genre cuma friendship karena lagi gak punya ide ttg romance -_- pls komen ya !

6 thoughts on “Smile

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s