[Freelance] Love It Is (Chapter 1)

img-thing

 

Title : Love It Is (Chapter 1)

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : Romance, Fantasy, Happy, Sad

Main Cast : Taeyeon

Other Cast : Lihat sendiri yah 🙂

Author Note : Hy readers, aku comeback dengan ff baru nih 🙂 . Aku ngambil cast baekyeon soalnya kalau aku gak salah ingat kemarin aku janji sama salah satu reader untuk buat ff yang castnya itu baekhyun. Tapi aku sudah lupa nama reader yang ngerequest, maklum penyakit pelupaku udah nyampe stadium akhir #Plak

Kalau aku pernah janji sama para readers tolong ditagih (?) yah. Soalnya takutnya kalau aku udah janji eh ending- endingnya malah lupa.

Aku juga ngasih unsur fantasy di ffku yang satu ini. Soalnya aku suka banget sama ff yang genrenya fantasy. Tetutama karya author idolaku, hehehe. Siapakah dia ?jeng . . . jeng . . .jeng . . .  Author . . .  RYN yehhhhhhhhh #Plak

Capek nih ngomong terus (?). Mending langsung baca aja yah . . .  . .

. . . . . . .

“Kim Taeyeonnnnnnnnnn . . .. “ Suara seorang yeoja parubaya sukses menggema diseluruh ruang salah satu rumah mewah dikawasan seoul itu.

Orang yang dipanggil bukannya bergegas bangun malah menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya.

“Kau mau terlambat HAH?” Ucap yeoja parubaya yang tidak lain adalah nyonya Kim tersebut.

“Aisss mengapa oemma sangat kepo?” gerutu taeyeon pelan hingga tidak terdengar oleh oemmanya yang tengah sibuk memukul- mukul pintu yang tidak berdosa itu.Taeyeon mereba- raba meja disamping kasur empuk warna pinknya.

“Ini dia” ucapnya setelah tangan mungilnya meraih sebuah headset dan memangsangnya dikedua telingannya.

“Dasar pemalas” gerutu nyonya kim frustasi, ini adalah kegiatan rutinnya setiap pagi membangunkan putri satu- satunya itu. Semenjak dari Jeonju hingga sekarang di seoul, sepertinya taeyeon tidak pernah bosan untuk membuat oemmnya itu frustasi.

“YA Kim Taeyeon kau mau terlambat masuk sekolah di hari pertamamu?” tidak ada sahutan, tentu saja taeyeon tengah asyik mendengar lantunan suara indah yang diiringi dengan music di telinganya.

“Baiklah, tidak ada cara lain” Nyonya Kim berlalu meninggalkan kamar putrinya namun kemudian kembali beberapa menit setelahnya sambil membawa kunci yang pasti adalah kunci cadangan kamar taeyeon.

Nyonya Kim memutar pelan kunci itu agar tidak terdengar oleh taeyeon. Dan berhasil tentu saja, perlahan tapi pasti nyonya kim memasuki kamar taeyeon layaknya seorang pencuri yang hendak mengambil barang- barang taeyeon. Namun, bukan kasur yang menjadi tujuan utamanya saat ini, melainkan kamar mandi. Bukan maksud Nyonya Kim mau mandi tapi tentu saja semua sudah tahu maksudnya kan?.

Bruss . . .

“YA” Perkik taeyeon ketika segayung air mendarat mulus di kulit wajah cantiknya.

Nyonya kimhanya terkekeh pelan menyaksikan ekspresi taeyeon yang sangat imut, “Aigoo taeyeon kau sangat imut” Nyonya kim mencubit pelan pipi taeyeon tanpa merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan.

Taeyeon menatap tajam oemmanya, “Tidak bisakah oemma sehari saja melihatku tenang dalam mimpiku” ucap taeyeon kesal seraya mengeringkan wajahnya menggunakan selimut.

Sedangkan oemmanya hanya mengangkat kedua bahunya tanpa dosa, “Entah. Tapi sepertinya sampai kau tidak membuat oemma frustasi lagi”

Taeyeon mendengus kesal, “Sudah kuduga”

“Ya sudah, kau ingat ini hari pertamamu masuk ke sekolah barumu, jangan bilang kau mau terlambat lagi Kim Taeyeon. Cepat sana mandi kalau tidak oemma akan memandikanmu”

Taeyeon memutar bola matanya, “Paling tidak sekarang aku tidak akan terlambat karena ulah konylo oemma” taeyeon berdiri dengan malas menuju kamar mandinya, sedangkan oemmanya hanya tersenyum senang melihat putri tunggalnya itu.

Kim taeyeon atau taeyeon adalah seorang anak dari seorang pengusaha sukses Tuan Kim.Namun, berbeda dengan nasib anak orang kaya lainnya taeyeon tidaklah kekurangan kasih sayang dari orangtuanya. Oemmanya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, sebenarnya ia bisa saja bekerja dengan bekal ijazah S3 miliknya. Namun tuan Kim melarangnya karena bagi mereka berdua taeyeon adalah yang terpenting. Dan mereka tidak menginginkan anaknya terlantar seperti kebanyakan anak pengusaha lainnya.

Sedangkan tuan Kim walaupun sangat sibuk tetap saja meluangkan waktunya minimal tiga kali pulang dalam siminggu. Ia juga tentunya tidak ingin dua yeoja terpenting dalam hidupnya terlalu merindukannya.

Sungguh keluarga yang sangat tentram dan bahagia kan ?

 

. . . . . . . . .

Taeyeon mendengus kesal menuruni anak tangga rumah mewahnya.Ia masih cukup kesal terhadap oemmanya yang selalu saja mengganggu tidur nyenyaknya.

“Hai sayang, sini sarapan dulu bersama oemma” ajak nyonya kim ketika melihat putrinya berjalan ke arahnya.

Taeyeon yang melihat sikap manis oemmanya hanya mendengus kesal, “Aku sarapan di sekolah saja” ucap taeyeon lalu mencium pipi oemmanya dengan ekspresi kesal.

“Anak manis oemma kenapa hari wajahnya sangat tidak enak dilihat” oemma taeyeon memegang kedua pipi anaknya.

Taeyeon hanya mendengus kesal, ia sudah tahu bahwa oemmanya bahkan jauh lebih kekanak- kanakan darinya. “Sudahlah oemma, sepertinya aku harus berangkat sekarang.Oemma tidak maukan aku terlambat masuk sekolah pada hari pertama?”

“Tentu saja” ucap oemma taeyeon tersenyum, lalu mengelus kepala taeyeon dengan penuh kasih sayang, “Tunggu sebentar disini yah”

Taeyeon yang melihat ommanya memasuki dapur perlahan menjauhi meja makan. Seperti biasa ia sudah tahu bahwa oemmanya akan menyuruh dia untuk membawa bekal, seperti kebiasaannya dulu. “Bahkan di seoul pun oemma masih bersikap seperti bayi” gerutu taeyeon pelan lalu berlari meninggalkan rumah.

Bruk . .

“Aww “ ringis taeyeon memegang lengannya yang sakit setelah menabrak seseorang.

“Mianhae nyonya, saya tidak sengaja” ucap seorang yang ditabrak taeyeon seraya membungkuk hormat.

“Aniya ahjusshi, aku yang salah.”Ucap taeyeon membungkuk hormat.

“KIM TAEYEON” Teriak nyonya kim dari dalam dapur.

“Aduh gawat” taeyeon memijat jidatnya pelan, “Ahjusshi aku berangkat duluan, hari ini tidak usah mengantarku”

“Tapi nyonya. . .“ belum saja Mr. lee menyelesaikan ucapannya taeyeon sudah berlari duluan mengacuhkannya.

“Mana taeyeon ?” Tanya nyonya kim kepada Mr. lee.

“Mian nyonya, nyonya muda mengatakan bahwa hari ini ia ingin berangkat sendiri” Mr. lee membungkuk hormat.

“Aduh bagaimana ini ?anak itu sangat keras kepala. Bahkan aku tidak yakin ia tahu jalan menuju sekolahnya.”

 

. . . . . . .  .

Taeyeon berlari menjauhi rumahnya dengan tergesa- gesa, “Sepertinya sekarang sudah aman” taeyeon menunduk seraya memegang kedua lututnya.

“Orang gila orang gila . . . “ perhatian taeyeon tertuju pada sekumpulan anak- anak dihadapannya.

“Apa yang terjadi?” taeyeon bertanya pada dirinya sendiri.

Perlahan ia menghampiri kerumunan anak- anak itu, “YA apa yang kalian lakukan ?” teriak taeyeon ketika melihat anak- anak itu memukuli seorang namja yang terduduk tak berdaya sambil memegang lututnya di bawah pohon.

Anak- anak yang berada disitu segera berlari ketakutan mendengar teriakan taeyeon, “Kau tidak apa- apa ?” taeyeon berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan namja yang kelihatannya seumuran dengannya itu.

Namja itu hanya diam menyembunyikan kepalanya dikedua lututnya yang masih ditekuk, “Mengapa kau mau dipukuli sama anak- anak seperti mereka?Kau bisa saja melawan mereka semua” omel taeyeon menatap jalan tempat anak- anak tadi berlari dengan pandangan kesal.

Namja itu perlahan mengangkat kepalanya menatap taeyeon yang sedang menggerutu tidak jelas, “Seandainya ak . . . “ omongan taeyeon berhenti ketika matanya dan mata namja tadi bertemu.

Sungguh saat ini taeyeon terpesona dengan pemandangan indah di hadapannya. Seoarang namja yang sangat tampan menurutnya saat ini, jumlah besar melanin dalam stroma iris matanya membuat indra penglihatan tersebut berwarna coklat indah.

Tak ada yang berniat diantara mereka berdua menghilangkan kontak mata yang sedang terjalin.

“Nyonya muda . . “ taeyeon segera melihat asal suara itu. Dua orang namja paru baya kini berlari ke arahnya.

“Gawat” taeyeon membalikkan kepalanya menatap namja yang ditolongnya.Ternyata namja itu masih setia menatap taeyeon.“Ikut aku” taeyeon menarik tangan namja itu seraya berlari.Sedangkan namja itu hanya pasrah dengan kelakuan taeyeon. Bahkan dari matanya tak ada rasa kesal, ia masih betah memandangi yeoja yang menariknya.

“Nyonya muda tunggu . . “ teriak ahjussi itu.

“Bagaimana ini” panik taeyeon saat dihadapannya kini terdapat jalan buntu.

“Aww “ Ringis taeyeon saat namja itu menariknya kasar.

Deg . .

Taeyeon kini berada dalam pelukan namja aneh itu. Entah kenapa ia merasakan perasaan yang benar- benar aneh. Bukan pipi yang memerah, bukan detak jantung yang tidak karuan, dan juga bukan soal kupu- kupu yang beterbangan dalam perunya.

Memang ia merasakan itu semua, tapi entah kenapa ada perasaan yang lebih aneh dari itu. Ia merasakan sesuatu yang seolah mendorongnya untuk tidak melepas namja itu, ada sesuatu yang terus berkecamuk dalam dadanya yang seolah sangat ingin memiliki namja itu, ‘Taeyeon apa yang kau fikirkan ?’ taeyeon menggeleng- gelengkan kepalanya.

“Tenanglah, semua akan baik- baik saja” ucap namja itu.Suaranya sangat merdu ditelinga taeyeon.Sampai rasanya yeoja imut itu tak bisa menahan perasaan yang dia pun tak mengetahuinya.

“Lepas, tolong lepaskan aku” Amuk taeyeon, bukan ia membenci namja itu. Tapi, kalau begini terus bisa- bisa dia akan mati karena perasaan yang sangat mendorongnya itu.

“Bisakah kau menunggu sebentar saja?”Lagi- lagi suara itu membuat taeyeon tidak berkutik.Ia ingin menolaknya tapi tidak bisa. Bibirnya bahkan saat ini tak bisa mengucapkan kata penolakan.

Cukup lama namja itu tak melepas pelukannya, sepertinya ia benar- benar menikmati moment bersama yeoja yang baru mengenalnya itu, “Sekarang sudah aman, pergilah ke sekolah” ucap namja itu setelah melepas pelukannya. Lalu, ia meninggalkan taeyeon sendiri.

“Bahkan ia tidak berterima kasih karena aku telah menolongnya” gerutu taeyeon kesal. Lalu ia berjalan menuju sekolahnya, sebenarnya semalam ia sudah mengambil alamat sekolahnya di kamar oemmanya yang tentunya tanpa sepengetahuan oemmanya itu.

Ia berjalan lesu sambil melihat kertas kecil yang baru saja keluar bebas dari kantong bajunya. “Hmm, sepertinya sudah dekat” taeyeon berjalan menelusuri jalan raya.Sungguh yeoja yang sangat pabo. Bagaimana mungkin ia tidak menyadari bahwa tempatnya telah berpindah. Terakhir saat ia berlari dikejar oleh dua orang namja yang pada dasarnya adalah suruhan oemmanya, ia sedang berada di depan jalan buntu dan sekarang tiba- tiba ia telah berada di jalan raya.

 

. . . . . . . . .

“Hmm, akhirnya aku menemukan sekolahnya” Teyeon saat ini bisa saja bernafas lega karena telah berhasil menemukan sekolah barunya. Yah walaupun dengan banyak perjuangan, karena sepanjang jalan ia harus terus bertanya.

Taeyeon berjalan menuju gerbang sekolah yang sudah tertutup itu, “Annyeong ahjusshi” sapa taeyeon kepada keamanan yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang.

“Annyeong, ada yang bisa saya bantu” Jawab ahjusshi itu sopan.

“Mian, ahjusshi saya terlambat, bolehkah saya masuk” tawar taeyeon.

Ahjusshi itu menatap taeyeon dari atas sampai bawah, “aku belum pernah melihatmu. Dan lagipula peraturan disini jika sudah terlambat tak akan bisa masuk ke pekarangan sekolah lagi”

Taeyeon mendengus kesal, “Ayolah ahjusshi saya murid baru disini.Sekali ini saja. Tolong “ taeyeon menunjukkan aegyo imutnya.

Ahjusshi itu tampak berfikir, “Baiklah karena ini adalah hari pertamamu masuk jadi masih bisa dimaklumi. Tapi ingat jangan sampai terlambat lagi”

“Siap ahjusshi” taeyeon tersenyum penuh kemenangan seraya meletakkan tangannya di jidatnya seperti jenderal angkatan perang (?)

Keamanan itu membuka gerbang sekolah lalu mempersilahkan taeyeon masuk, “Gomawo ahjusshi” ucap taeyeon membungkuk hormat, lalu berlari meninggalkan ahjusshi itu.

Taeyeon berjalan memasuki kawasan sekolah, “Sekolah yang bagus”

“Hmmm” sebuah suara namja mengagetkannya.

“Annyeong” sapa taeyeon membungkuk hormat.

“Kau taeyeon anak baru itu yah? “Tanya namja itu.

Taeyeon mengangguk seraya tersenyum.“Bagaimana kau bisa tahu?”

Namja itu tersenyum tipis yang menampilkan dimple di salah satu pipinya, “Tentu saja karena kau sudah sangat populer sebelum kau masuk sekolah”

Taeyeon menatap namja itu bingung, “Populer?”

“Ayo kita berbicara sambil berjalan” taeyeon hanya mengikuti langkah namja itu. “menurut rumor yang beredar akan ada siswi baru yang cantik dan berasal dari keluarga terpandang. Dan itu adalah kau. Disekolah ini para namja hanya melihat seseorang dari penampilan dan status sosial, jadi tidak salah jika kau menjadi populer sebelum kau mulai masuk sekolah ini”

Taeyeon mengangguk mengerti, “Owh, tapi bukankah seorang pelajar dilihat dari kemampuan otaknya bukan malah kecantikan dan status sosial”

“Kalau kau ingin bertanya nanti saja, sekarang mari kita masuk kelas” namja itu menarik tangan taeyeon memasuki ruangan yang memang sudah berada dekat dengan mereka.

“Annyeong songsaenim ini taeyeon, murid baru pindahan itu” ucap namja itu hormat kepada seorang songsaenim cantik yang berada di hadapan taeyeon dan namja itu.

“Kau duduk” ucap songsaenim itu menunjuk namja yang mengantar taeyeon tadi.Terlihat sekali dari wajah dan nada bicaranya bahwa songsaenim tersebut sangat tegas.

“Kau kim taeyeon kan?” Tanya songsaenim itu dengan nada suara yang sukses membuat taeyeon gugup.

“ . . Nnne songsaenim”

“Baiklah perkenalkan namamu” tambah songsaenim.

Taeyeon menghadap seluruh siswa di kelas, “Annyeong haseyo taeyeon immida” taeyeon membungkuk hormat.

“Annyeong” suara siswa kelas menggema di ruangan itu ketika membalas sapaan taeyeon.

Taeyeon mengangkat kembali kepalanya seraya tersenyum manis kepada teman- teman barunya. Namun pandangannya terarah pada seorang namja yang sepertinya ia kenal. Tapi namja itu sedikit berbeda, ketika semua orang menatapnya namja itu malah bermain di dunianya sendiri.bermain dengan buku, pulpen dan semua barang- barang yang berada di atas meja belajarnya. Persis seperti seorang anak kecil.

“Oke kim taeyeon kau akan duduk disana” songsaenim menunjuk bangku di samping namja aneh yang diperhatikan taeyeon tadi.

“Tidak songsaenim taeyeon duduk disini saja” sela namja yang tadi mengantarnya ke kelas.

“Disini saja . .”

“Tidak disini saja”

“Disini lebih baik”

Bruak  . . ..

Sebuah suara pukulan meja sukses membuat kelas yang tadinya gaduh menjadi diam. Taeyeon juga cukup kaget melihat songsaenim yang memukul meja dengan keras.

“Kalian benar- benar memalukan. Kalian sama sekali tidak mencerminkan sikap layaknya seorang pelajar. Kalian lebih mirip berandalan” omel songsaeinim dengan wajah merah menakutkannya.Seluruh siswa semuanya menunduk.

“Kim taeyeon sekarang duduk” taeyeon hanya mengangguk sopan lalu menuju tempat namja aneh itu.Ia sebenarnya agak takut dengan namja yang berpenampilan cupu dengan kaca mata besar dan sikap yang aneh itu. Tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin kan ia protes kepada songsaenim yang menakutkan itu kan?

Ia perlahan duduk disamping namja itu. Sepanjang pelajaran berlangsung ia hanya menatap namja itu, ia heran mengapa namja ituterus bermain di tengah pelajaran dimulai. Ia benar- benar bersikap seperti anak umur lima tahun. ‘Namja yang aneh’

Merasa terus diperhatikan namja itu perlahan menoleh ke arah taeyeon. Taeyeon tercekat ia sangat mengenal sosok namja yang berada di hadapannya itu. Ia tak sanggup lagi berkata apa- apa matanya kini membulat dan mulutnya juga terbuka lebar saat ini.

 

^^TBC^^

Maaf yah kalau kurang menarik . . . .

Semoga kalian senang dengan karya- karyaku 🙂 . . . . .

52 thoughts on “[Freelance] Love It Is (Chapter 1)

  1. wah mnrik bgt ff nya..
    ngefly deh wktu bca adegan peluk memeluk itu..suka bgt thor..
    di tunggu bgt lo klanjtannya jgn lama2 please..hehe

    cowok itu pasti baekki..baekki pya kekuatan teleportasi ya..kok bsa pndh2 tmpt gitu#mian sotoy

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s