[Freelance] Forever&Always – (1) Coming Home

krisfany

Title: Forever&Always – (1) Going Home

Author: @aerilionx

Main Cast:

  • EXO Kris as Kris
  • SNSD Tiffany as Tiffany Hwang/Hwang Miyoung

Minor Cast:

  • Felicia Phillips as Tiffany friend model
  • Oh Hayoung as Hayoung
  • Jung Soojung as Soojung
  • Yoon Bomi as Bomi
  • Nam Jihyun as Jihyun

Genre: Romance ; Married Life

Rate : PG 13

Disclaimer : This is purely mine,be a good readersJ

 

Note:

A past story that continue after taking a long hiatus.

~

“Go home then,you have walked away too far”

“Mari tidur saat jam fisika ini,jika kau mau,aku akan memberikanmu tiket Mee&Greet Super Junior VVIP Seat”

~

Aku mengucek-ngucek mataku suram,entah mengapa hamparan lautan biru bergelombang tersebut menjadi tidak menarik lagi,aku baru ingat tadi malam aku meneggak banyak sekali El Diablo Tequila Cocktail dan jangan lupakan menangis semalaman.Aku menggapai air putih di laci night stand dan menenggak sampai setengah.

Aku bisa merasakan mataku membengkak,aku tak pernah menangis sebegini menyedihkannya dalam hidupku.Bahkan ketika menginjakkan kaki di Amerika,janji yang pertama ku buat dengan diriku adalah untuk tidak menangisi hal yang sudah jauh ku tinggalkan.

Tapi bahkan ketika Eomma menelfonku secara tiba-tiba,gambaran wajah lelaki itu seakan terpatri di setiap pompaan darah,anggap ini cheesy tapi ini memang benar.Dan rahasiaku terbesar selama ini adalah aku selalu memimpikannya di setiap tidurku,karena hanya di mimpi aku mampu membuka topeng gadis tangguhku dan mengakui hatiku nelangsa,bahkan jika hanya di dalam mimpi aku bisa melihatnya,aku tak masalah akan menghabiskan waktuku untuk tidur.

Tapi logikaku bekerja selayaknya lelaki berfikir,realistis,walaupun begitu aku selalu bertingkah seperti seorang gadis.Dan selama hari terakhirku di Bahama yang memang semula ku jadwalkan untuk berbelanja batal.Dan aku menghabiskan hari itu dengan duduk di balkon,menenggak sebanyak-banyaknya vodka,lalu menangis sepuasnya.

Karena setelah ini aku harus memakai kembali topengku.

~

Aku bisa merasakan bahwa separuh pusat perhatian terutama dari para lelaki di keremangan di After Party Moschino Summer Edition tertuju padaku,dengan beberapa yang tidak tahu malu langsung melihat ke arah bagian sensitifku.Jika buka karena paksaan Felicia,malas sekali aku menghadiri acara ini.Aku masih jetlag setelah pulang dari photoshoot untuk Channel Summer Edition selama 3 hari di pantai pribadi di Bahama.Tapi si gadis Kaukasia dengan rambut merah mengkilap,tetap saja merengek-rengek minta di temani,akhirnya aku mengalah dan menemaninya.Dasar dictator.

Aku duduk di pinggiran ballroom Downtown Hotel New York dan menyesap tequila reposadoku dalam hingar-bingar para rekan-rekan modelku yang terlarut dalam remix dari Treasurenya Bruno Mars.Aku melihat Felicia di kejauhan dengan dress Keepsake Jane Grey Skater berwarna pink tua yang tersenyum manis mencoba mendapatkan perhatian Kai,fotografer papan atas Versace,yang menurutnya bagai Dewa Yunani yang sudi turun ke bumi,sementara aku mengenakan Bahama Mama Dress dengan Black Laces yang super mini.Sebenarnya dari tadi sudah lebih dari 6 orang yang memintaku turun ke dancefloor,tapi aku memang lagi malas untuk get drunk,karena besok aku pagi-pagi sekali ada pembicaraan kontrak terkait menjadi Victoria Secret’s Angel yang merupakan impian semua model,jadi aku harus self-conscious untuk menjaga keprofesionalitas ku.

Dan selama dalam kesendirian yag selalu ku benci pikiranku menerawang jauh,aku bersedekap pelan,aku ingat bagaimana Eomma menangis haru ketika kemarin kami berbicara untuk yang pertama kalinya di telfon setelah 4 tahun aku berada di New York,tanpa pernah sekalipun pulang ke Korea.Eomma mengatakan bahwa dia ingin sekali memeluk gadis kecilnya yang sudah dewasa ini,Eomma bertanya apakah aku masih ingat rasa Japchae,makanan kesukaanku ketika kecil,apakah aku masih ingat lagu yang kami ciptakan untuk ulang tahun Appa yang ke 50.Aku menangis sesenggukan untuk yang pertama kalinya dalam hidupku,selain di hari kematian Halmeoni maupun hari di hari terkutuk yang enggan untuk ku ingat.Aku tak berkata apa-apa sepanjang percakapan internasional itu,hatiku luluh saat mendengar suara ibuku,aku hanya mengucapkan pada ujung pembicaraan:”Eomma,aku akan pulang.”Dan sepanjang 5 menit ke depan yang ku dengar hanya tangis bahagia eomma.Dan aku tak pernah merasa sesedih ini ketika bekerja dan terpaksa aku harus berulang kali take di pasir pantai dengan bikini vintage warna biru laut,alhasil selama perjalanan pulang dari Bahama aku sama sekali belum tidur.Bayangan-bayangan kelam itu selalu menghantuiku.

Oh My God,im so screwed!

~

Felicia,menatapku lekat-lekat dengan mascara Yves Saint Laurent Effet Faux Cils Luxurious,kami sedang duduk di pinggiran balkon kamarku dengan sweatshirt hijau lumutku,dan sekarang aku membolak-balikkan bola mataku gelisah.Aku baru menyelesaikan pembicaraan yang ku ucapkan di telfon bersama Eomma.Aku bahkan belum menyampaikan pendapatku,tapi seperti Felicia sudah memberi tanda untukku berdiam dan menghentikan ucapanku.Fel,menggeram pelan.Dia terlihat cantik walau hanya dengan sweatshirt Homies dan maxi skirt mosaic berwarna turquoise,aku bisa melihat dengan jelas wajah kelelahan Fel.

“Aku rindu rumah Fel,aku rindu ibuku,Im really homesick,you know.Aku tak bisa tenang tidur tiap malam.Aku ingin memaafkan segala kesalahan mereka walaupun itu menyakitkan,dan aku yang tersakiti.Tapi kau lihat mereka tak pernah mencariku,mengabariku,atau bahkan sekedar berusaha memberitahu keadaan mereka.Dan aku terlalu takut untuk memulainya.Dan sekarang orang tuaku datang,memohon padaku untuk pulang.Akhirnya mereka mempedulikanku.Jika ini hanya masalah cinta dan lelaki aku sudah lama melupakannya,tapi ini tentang kasih sayang orang tua.Mereka,pada akhirnya memperhatikanku.Aku tahu aku terlihat menyedihkan,tapi jauh di sudut hatiku,aku bahagia.”

Fel tersenyum lembut,aku tahu secara gambling bahwa Fel pastinya juga homesick,bahkan mungkin melebihi diriku.Fel pertama kali datang ke Amerika pada usia sangat muda 8 tahun,ibunya yang merupakan selir pengusaha kaya Finladia melewati masa kecilnya bekerja sebagai buruh di pinggiran Texas,tapi Fel selalu berpikir realistis ketika di tanyai perihal pulang ke rumah.

“Did you ever think how’s condition when you first come to the city that never sleep?” tanya Fel sarkastis,aku tahu betul arah pembicaraan ini,dan aku benci merasa tersundutkan,seperti Fel memegang tombak trisula yang mengerikan.Aku menelan ludah kesusahan.Air mataku sudah menggenang di pelupuk mataku,siap terjun bebas sesukanya.Tapi aku menahannya,aku hanya harus menyelesaikan ini,dan memulai lembaran baru tanpa perlu bersembunyi lagi.

“Look at me!”ujar Fel melembut,aku mengangkat wajahku perlahan.

“You look so pitiful back then,dear.”

Dan setelah itu tangisku pecah,Fel menatapku iba.Iya,aku masih mengingat dengan jelas bagaimana desperatenya aku ketika datang ke Amerika.Saat itu pikiranku,hatiku juga perasaanku kacau sekali,sampai aku memutuskan untuk pergi jauh dari Korea.Dan kenangan 5 tahun lalu seakan seperti memento yang memutar indah setiap kejadian pahit yang masih menyakitkan hingga sekarang.Alasan yang membuatku nekat kabur dari rumah,dari kekangan orang tua,dan dari kenyataan.Dan aku memejamkan mataku sambil tetap sesenggukan dengan telapak tangan Fel yang senantiasa memainkan anak-anak rambutku perlahan.Tapi jauh di dalam lubuk hatinya Fel,mengerti kondisiku,hanya saja Fel terlalu takut untuk bertindak sepertiku,pulang ke rumah.Fel takut menghadapi kenyataan.

“Go home then,you have walked away too far”ujar Fel pelan tanpa di sangka-sangka.Sepersekian detik setelahnya aku memeluk Fel erat sekali.

~

1st day

“Wajar bila kau jatuh cinta,kita kan sedang masa peralihan remaja.Kalau patah hati itu juga wajar,mana ada hal yang mulus di dunia ini,jalan saja ada lubangnya.”ujar Soojung menggebu-gebu,menolak paradigma Hayoung tentang dampak buruk jatuh cinta ataupun memiliki pacar.Aku yang jelas-jelas sedang membaca buku Biologiku tenang Crustacea entah apalah itu mengangkat wajaku dan melirik Soojung.Ini memang istirahat pertama kami semua di SMA,setelah liburan musim panas yang melelahkan.Di tahun pertama ini,rasanya hidup sangat sengsara,lihatlah kami hanya mendapatkan kursi di kantin yang paling ujung,yang sialnya berdekatan dengan bak sampah besar.

“Memang seperti apa rasanya jatuh cinta?” tanya Bomi polos sambil mengetuk-ngetuk pensil tumpulnya,berharap mendapat pencerahan dalam gaya gravitasinya.Aku menjadi semakin tertarik membicarakan hal ini,karena pada umumnya aku sedang malas sekali menghafal,lagian sepertinya topik ini jauh lebih menarik daripada gambar-gambar hewan berkaki semu tersebut.Peduli amat dengan nilai kuisku di kelas nanti.

“Kau akan merasakan mukamu memerah walau hanya karena memikirkannya,merasakan ritme jantungmu yang seperti sedang mendengerkan music disko,dan otakmu yang terus memikirkan dirinya”ucap Soojung lagi dengan tampang menggurui.Aku memahami betul-betul penuturan si joyah ini,dari antara kami hanya dialah yang memiliki pengalaman berpacaran.Aku terlarut dalam pikiranku,setahuku aku tak pernah merasakan hal seperti ini selama hidupku.

~

Aku menghentak-hentakkan kakiku tak rela memasuki gedung yang akan menjadi tempat kursusku selama 3 jam kedepan.Sementara Eomma menggadeng lenganku antusias,dia semangat sekali memasukkanku ke kursus hanya untuk mengimbangi Eonniku,sambil berusaha menyeretku agar mensejajarkan langkahku dengannya.Aku mendesah pelan,aku malas sekali.Aku tahu ini akan menjadi membosankan karena tiada satu temankupun yang juga les disini.Sialnya aku.

Aku mendesah malas ketika pintu masuk tempat kursusku sudah terbuka.Aku tak mengenali siapapun,tapi punggung lebar yang mengenakan kaos bahan katun berwarna kuning tua,membuatku bibirku melengkung tersenyum.Aku merasa familiar dengan orang ini,dan potongan-potongan fantasi liarku yang tidak tersiapkan karena pembangunan paksa tidur siang oleh Eomma,jangan lupa ulasan sedikit tentang bagaimana Eonniku dan segalam macam prestasi,berlanjut kembali.

Aku menguap entah untuk ke berapa kalinya,ini hari pertama aku kursus dan materi fisika dengan rumus segala macam sudah membuatku otakku hampir meledak.Aku melirik sekitar,di ruangan ini hanya ada Kris,teman sekelasku yang juga satu team denganku saat kami masa orientasi siswa,yang sedang mencorat-coret bukunya gemas.Aku tersenyum kecut,dan melirik jam dinding yang masih menyisakan waktu 25 menit lagi.Godam besar,hantam kepalaku agar aku tertidur.Demi bibirnya Park Sihoo,mataku benar-benar serasa ingin merekat saja.

Akhirnya aku  genap menguap yang ke sepuluh kali ketika Tutor meninggalkan kelas,aku tersenyum kikuk pada diri sendiri,aku membayangkan waktu 30 menit yang pasti akan sangat membosankan.Akupun serasa enggan mengobrol dengan Kris,yang di sebut cowok terganteng di angkatan,atau lebih tepatnya malu,aku meliriknya sebentar,dalam hitungan sepesekian detik dan dengan tidak menguap,aku tahu mengapa ia di sebut ganteng.Karena sejujurnya ia memang persis seperti Dewa Yunani.

Garis rahang tegas,bulu mata lentik,hidung mancung serta bibir memerah sempurna di tambah suara baritonenya yang aduhai,tingginya yang semampai.,tingginya yang semampai.Oh iya jangan lupakan statusnya yang katanya cucu Chaebol.Sial,jangan bilang aku baru saja memujanya.Aku mengingatnya dengan persis,teman sekelasku yang membuat guru-guru susah melafalkan nama belakangnya dan tentunya menyedot perhatian Nam Jihyun dan gerombolannya.

“Kau menyukai trend music Kpop ya?”ujar Kris memecahkan tembok keheningan di antara kami.Aku terkejut dan menoleh menatapnya,mencoba meyakinkan diri bahwa yang di ajak bicara benar diriku,sejenak aku merasa seperti orang tolol,mana mungkin dia sedang berbicara dengan dinding ataupun papan tulis.Tapi ketika aku menatapnya iris matanya yang kelabu,bukan hitam,aku terasa seperti di bawa ke negri dongeng yang indah,matanya indah sekali.

“Iya.Bagaimana denganmu?”tanyaku balik untuk sekedar menunjukkan bahwa aku tahu attitude.Tapi aneh,sebagai orang Korea mengapa dia harus menanyakan hal seperti itu.

“Aku sering melihatmu bernyanyi sepotong-sepotong.Aku lebih tertarik pada genre indie,indie folk,jenis music-musik underground.”ucapnya tanpa melepaskan tatapan lekatnya,aku jadi salah tingkah sendiri.

“Unik”ucapku sekenanya,dan keadaan berubah menjadi hening kembali.Tapi selanjutnya Kris sudah menyodorkan tangannya padaku,aku melongok bingung dan hanya bias membalas menyodorkan tangan,dia menyambar telapak tanganku.

“Wu Yifan,panggil saja Kris,biar lebih simple.”senyum manis yang ia berikan sesudah mengucapkan namanya membuatku menjadi semakin salah tingkah.

“I know.Hwang Miyoung”ucapku balas tersenyum singkat,takut jika Kris membalas senyumanku lagi aku akan pingsan dan kejang-kejang tak jelas.

Dan setelah itu untaian kata demi kata meluncur seperti jalan tol yang tanpa hambatan,kami seperti sedang kencan kilat sekarang karena masing-masing sedang memperkenalkan diri,dan saling bertanya mengenai satu sama lain.Dan ternyata genre film kesukaan kami sama,thriller dan romantic comedy.Dari situ aku juga tahu ia penggemar Florence and The Machine dan juga Foster and the People,yang selama 15 tahun aku hidup baru pertama kali aku dengar.Aku bahkan menceritakan padanya fantasi terliarku,bahwa aku ngefans dengan Koala,yang memang terdengar bodoh.Aku juga tahu bahwa Ibunya orang Kanada serta Ayahnya yang keturunan Korea-Taiwan juga neneknya yang keturunan Jerman,maka dari itu matanya kelabu dan tidak sipit,kulitnya yang tidak putih bening,atau wajahnya yang terlampau tampan.Entah dari mana asal mulanya,yang penting ketika kami melangkah pulang dari tempat kursus berbarengan,karena murid kelas 10 SMA baru dua orang,kami seperti membuat janji nonton premier film The Help di MBC jam 10 malam nanti.Dalam perjalanan pulang menuju rumah,walaupun dengan Eomma yang tak henti-hentinya menginterogasiku atau lebih tepatnya menciptakan hipotesis pribadinya serta Appa yang membawa mobil seperti kura-kura,senyum kecil di sudut bibirku tak pernah hilang dan hatiku yang merasa senang teramat entah mengapa.

~

Aku memasuki koridor sekolahan dengan iris mata yang hampir tenggelam,ngantuknya aku.Tapi aku benar-benar tidak rela jika harus tidur karena ternyata film The Help sangatlah bagus.Tapi hasilnya yah aku sudah terhitung genap 5 kali menguap,bahkan belum sampai di kelas.Sialnya jam pertama adalah pelajaran fisika dengan Baek Saem yang merupakan guru paling sensitive di muka bumi.Aku menyipitkan mataku dan hanya menangkap wajah Soojung dan Kris juga si kutu buku Joohyun.Dan entah kenapa tiba-tiba aku menjadi malu sekali ketika ingin bertatap muka dengan Kris,jadi aku mencari jalan aman dengan duduk di tangga panggung mini di depan laboratium fisika,kelas sementara,sembari menunggu Bomi atau Hayoung yang selalu telat,tapi bodohnya Soojung sudah melihatku dan mulai memanggilku dengan memekik tak tahu malu,yang tentu menarik perhatian Kris.Akhirnya gagallah rencanku,aku berjalan masuk kelas dengan kepala menunduk tapi ketika aku mengangkat wajahki,berniat menyampirkan tas,aku melirik ke arah Kris dan melihat senyuman kecil Kris,aku balas tersenyum kaku.

“Aku bertaruh kau pasti menontonnya sampai habis”ucap Kris membuka pembicaraan,aku yakin sekarang Soojung sudah mulai menatapku curiga,aduh matilah aku.Masalahnya jika Soojung bertanya mengapa Kris,si idola satu sekolah ini mengajaknya sahabatnya berbicara,tak akan mengenal kata tamat.

“Bingo”ucapku sekenanya sambil menguap kecil.

“Kau berjalan seperti zombie yang kehilangan arah”ucap Kris konyol,sambil mempratekkan caraku berjalan dengan mata yang lebih dari setengahnya tertutup.Aku tertawa kecil,dan berpura-pura seperti ingin meninjunya kesal.

“Jika aku adalah zombie,maka aku adalah peranakan darimu,lihat matamu itu,sangat mengerikan.”ucap sok-sok bergidik.Kris tersenyum lepas,sangat manis,matanya yang kelabu itu menyipit.Pembicaraan selesai ketika Nam Jihyun dan segenap antek-anteknya datang,aku duduk sembari mengeluarkan buku fisikaku malas.

“Kau berhutang penjelasanku padaku Hwang Miyoung.”

Sebelum Baek Saem benar-benar memulai menulis di papan tulis,aku memberanikan diri untuk melirik ke arah Kris,yang juga sedang memperhatikanku,dia mengedip nakal di bawah buku fisikanya yang sengaja di angkat tinggi-tinggi karena lengannya yang panjang,dia menggerak-gerakan tangan dan menulis di buku paket Fisika kami yang maha tebal,lalu membalikannya ke arahku.

“Mari tidur saat jam fisika ini,jika kau mau,aku akan memberikanmu tiket Mee&Greet Super Junior VVIP Seat”

Aku membacanya satu per satu dan membulatkan mataku bingung,dan balik menatapnya dan ternyata Kris sudah menuliskan tulisan lain di sudut gambar bandul gerak harmonic sederhana.

“Aku anggap kau setuju”

Aku menatapnya sedikit sengit,ketika dia sudah mengangkat jarinya menghitung mundur agar kami mulai tidur di jam Fisika,aku berpikir keras,selama ini Eomma selalu melarangku pergi ke konser dan lain sebagainya karena ia menganggap itu sebagai kesia-siaan,dan akupun tak bisa menggunakan uang pribadiku,karena Eomma yang memang memegang semua kartu kredit pemberian Appa.Aku sudah membayangkan jika aku akan meet&greet dengan Kyuhyun,berfoto bersama,meminta tanda tangannya serta hi-five,dan otakku mulai berjalan secara seenaknya.Dan aku jadi tertarik dengan tawaran si Dewa Yunani itu.Ketika jari Kris tinggal terangkat satu,aku sudah menyiapkan posisi buku Fisikaku untuk tidur.

~

Aku merutuki diriku sendiri tak rela,aku hampir menjadi bahan tertawaan satu kelas,dan di perolok oleh mereka,tapi karena Kris juga ikut di hukum,mereka jadi sedikit respect walaupun aku bisa melihat dengan jelas Jihyun yang menatapku sengit dan Soojung yang menatapku iba.Dan Baek Saem dengan tatapan yang siap menerkam kami,tanpa rasa ampun dan membabi buta,aku melirik Kris yang masih memasang wajah angkuhnya,sementara aku hanya mampu menunduk dalam.Aku mendesah pelan berkali-kali,iyasih aku senang akan di beri tiket tapikan tidak harus seperti ini juga.Aku benar-benar ingin pingsan ketika tahu bahwa Saem menghukum kami dengan mensortir soal-soal ujian masuk perguruan tinggi,ujian harian,ujian mid di kantor Saem.Aku mendesah frustasi karenanya.Aku berjalan gontai keluar dari kelas,sambil menghela nafas berkali-kali.Aku menaiki tangga menuju lantai 2,dan aku dapat melihat seluruh mata sunbae tertuju padaku,oh aku lupa pada Kris yang berjalan beriringan di sampingku,beberapa dari sunbae perempuan yang memang cantik,menyapa Kris ramah,dan menatapku sinis dan sengit,oh aku tahu,mereka pasti sebangsa Nam Jihyun.

“Kau pasti menyesal?”tanya Kris santai.Aku menggeleng pelan sambil tetap menundukkan wajahku dalam-dalam.

“Kalau begitu jangan pasang muka seolah aku habis melakukan yang tidak-tidak padamu.Kau jelek”ucapnya acuh,aku memandang Kris tak terima,aku tahu aku tidak terlalu cantik,tapi dia tak perlu pakai mengata-ngataiku seperti itu.Dasar dewa Yunani menyebalkan.

Kris sampai duluan di depan kantor Baek Saem dan malah duduk di kursi di samping kanan pintu masuk,aku menatapnya keheranan,jangan bilang dia tak mau kerja dan membebankan semuanya padaku.Tapi tanpa di duga Kris justru menepuk space kecil di sampingnya dan mengisyaratkanku untuk duduk.

“One..two..three..”hitungnya entah mengapa dan setelahnya muncul gerombolan sunbae-sunbae yang memakai bedak lebih dari setengah inci,menghampirinya,bermanis-manis di depannya dan mereka dengan sukarela mengerjakan hukuman kami,aku sempat akan protest tapi dia berdalih jika itu semua keinginan mereka,bukan paksaannya.

“Tch.”cibirku malas dan akan mengumpatnya dengan kata-kata dasar dictator sebelum dia menyumbat telingaku dengan lagu Shake It Outnya Florence and The Machine dari ipodnya.Aku terdiam karena skinship tiba-tiba ini,bukan karena aku merasa geli,tapi lebih karena hatiku yang terasa seperti di gebuk drummer Nirvana,dan fakta bahwa lama-kelamaan jarak duduk antara kami hilang,siku kami menempel dan aku merasakan desiran aneh yang membingungkan.

~

Setelah kejadian di depan kantor Baek Saem,gerombolan sunbae menjadi banyak yang mengenalku,bahkan ada diantara mereka yang terang-terangan menyatakan ketidak sukaanya padaku,tanpa sebab.Sementara Soojung,Hayoung dan Bomi sering sekali menjodoh-jodohkanku dengan Kris yang hanya ku tanggapi sebagai angin lalu.Selama seminggu penuh,aku benar-benar menjaga jarak dengan Kris,aku malas saja tahun pertama ku di SMA di lalui dengan banyak kebencian hanya karena Kris,jadi aku mesti hati-hati dengannya,apalagi di kelas Nam Jihyun sudah mendeklarasikan dia menyukai Kris,dan di sebut-sebut sebagai pasangan yang sangat sempurna.

Tapi di pertengahan,minggu kedua,tepatnya hari Kamis,ketika kelasku mendadak korslet dan mengakibatkan ACnya tidak menyala,di tambah lagi jam terakhir pelajaran Sejarah,aku sudah melihat separuh dari murid kelasku yang menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas tertentu.Dan keributan dari belakang,aka barisan Kris-Jongin-Kyuhyun-Yongguk yang semakin terdengar jelas.Tapi aku malas sekali mau melirik Kris di belakang.Tepat 30 menit sebelum jam sekolah bubar,Saem memutuskan memindahkan barisan Kris untuk duduk di lorong kecil antara meja-meja panjang di kelasku yang merupakan laboratorium,Kris yang paling pojok harusnya maju terlebih dahulu dan duduk paling depan,di samping barisan Jihyun.Tapi Kris justru membiarkan yang lain maju terlebih dahulu,dimana dia urutan ketiga yang pas bersebelahan denganku yang duduk paling pojok,aku bisa merasakan tatapn iri dari seluruh murid perempuan di kelas ini,kecuali Soojung yang menyuka Minho sunbae,terlebih-lebih Jihyun yang paling kesal.

Aku betul-betul berusaha tampak biasa saja,tidak gugup ataupun merona,tapi siku Soojung selalu menyikutku,dan tersenyum jahil dan berdeham tak jelas,ketika ia dengan cepat menarik notesnya yang berwarna merah maroon dan menggambarkan banyak bentuk love-love kecil dan tanda panah ke Kris seraya menyikutku dengan terus-menerus,sementara aku dengan secepat kilat langsung merebut notes itu dan menutupnya kasar.Setelah itu aku merasa sikutan dari sebelah kanan,dan siap-siap mau memberikan death-glare pada Soojung karena bercandanya yang keterlaluan dan ketika yang menyikutku ternyata adalah Kris,aku terkejut.Dia dengan seenaknya menyodorkan Iphone 5nya dan berbisik meminta nomor ponselku.Kedua iris mataku membulat tak percaya,tetapi dia malah menyerukan kata cepat.Akupun segera merampas Iphonenya dan mengetik nomorku secepat kilat,aku takut sekali jika Choi Saem melihatnya dan menghukumku seperti Baek Saem kemarin,bisa-bisa orang tuaku di panggil karena terlalu banyak poin pelanggaran yang kulakukan disatu bulan pertamaku.Kris mengambil kembali ponselnya dan mengetikkan sesuatu,lalu tiba-tiba ia mengarahkan kamera dari Iphonenya dan memintaku tersenyum,saraf neuron yang terlampau lambat bersinkronisasi,langsung menuruti saja permintaannya,dan suara meng-capture dari Iphone yang buru-buru ia sembunyikan,mengundang tatapan curiga dari seluruh kelas.Aku menatap sengit Kris yang dengan seenaknya memerintah,dasar dictator.Selama menit-menit terakhir pelajaran Sejarah berlangsung aku jadi semakin gelisah,desiran aneh seperti dua minggu yang lalu muncul lagi.Sementara aku berusaha memerhatikan dengan jelas perang-perang yang mengaitkan Napoleon Bonaparte.Oh dan juga jangan lupakan Soojung yang dengan menyebalkan menyengirkan senyumnya sok baik.Untunglah setelah kelas ini berakhir,akan ada libur Chuseok,setidaknya aku tidak akan bertemu Kris,dan lebih bisa menetralkan hatiku.

~

Aku mendengus kesal ketika turun dari SUV hitam milik kami,aku harus mengakui bukan ide yang buruk menghabiskan di liburan di cottage dengan danau pribadi,area bbq yang cozy serta rute pendakian yang indah.Tapi aku sudah terlanjur malas,karena perdebatan kecil tadi pagi dengan eonni ketika kami akan berangkat,dimana dia yang salah dan dia yang di bela,selalu seperti sebelum-sebelumnya,mana akan pernah aku memiliki aspek kebenaran di mata kedua orang tuaku.

Aku mulai menaiki tangga cottage dengan langkah di seret-seret malas sekali berdekatan dengan kakakku yang Ratu Drama,bukan aku tak tahu bahwa dia sengaja menghasut orang tua kami untuk berlibur di cottage terpencil ini,maksudku aku sudah memiliki janji sejak lama dengan Bomi,Hayoung dan Soojung untuk mengelilingi Haeundae dan malamnya pergi ke festival kembang api ke Myeongdong,aku yakin dia balas dendam karena minggu lalu aku melaporkannya yang pulang malam sehingga ketika liburan Chuseok,dia di larang keluar,dan dia membalas dendamnya padaku.Dasar tak punya perasaan!

Aku menghentak-hentakkan kakiku kesal saat menaiki tangga cottage.

“Aku tidak ingin berbagi kamar Eomma,aku sedang tak enak badan”ucap Eunso si ratu drama dengan tas oren tua Chanel yang merupakan hadiah ulang tahunnya sambil melirik sengit ke arahku.Dasar diktator kecentilan,memang dia pikir aku sudi berbagi kamar dengannya yang harus mengahbiskan 40 menit sebelum tidur hanya membersihkan wajah Barbienya yang sudah pasti mendominasi kamar mandi.

Dan eomma malah dengan tidak sadarnya mengatakan,”Ya ampun manisnya anakku,kau bahkan memikirkan adikmu yang bandel ini sampai sebegitunya.”

Demi kaki jenjang Yoona,eomma benar-benar tidak peka akan tatapan tajam atau seringaian licik eonnie.Dan derajat si ratu drama di mata kedua orang tuaku pun menjadi satu level di atasku.Aku menyeret kakiku malas menuju kamar paling sempit di ujung dengan kasur langsung di lantai,balkon sempit,dan kamar mandi bau.

Sialnya aku.

~

Aku sengaja bangun pagi terlebih dahulu,aku ingin menghirup udara perbukitan dan ingin mendaki,karena ku dengar dari Appa jalur pendakian tidak terlalu sukar,karena sering di rawat.Lagipula aku malas menghabiskan pagiku di cottage,yang pasti di warnai dengan Eomma yang menyuruhku ini itu serta Eunso eonni yang duduk tengan bak putri raja Dinasti Chong.

Setelah itu mereka akan pergi ke danau seperti sedianya,berenan,bermain air,meyudutkanku yang kemampuan berenangnya macam kucing,dan menghabiskan waktu dari pagi hingga sore bersenang-senang tanpa melibatkanku.

Jadi daripada berdiam diri saja dan melihat orang tuaku serta si ratu drama bersenang-senang,kenapa aku juga tidak bersenang-senang sekalian berharapa aku menjadi lebih sedikit kurusan.

Akupun sudah menyiapkan perbekalan,air mineral,handphoen serta handuk kecil.Aku mulai meninggalkan cottage sekitar pukul 6 kurang 15,udara masih dingin sekali.Aku memutuskan untuk tetap pergi dengan tekad menyelesaikan satu rute pulang pergi.

Asap kecil mengepul dari bibir mungilku setiap kali aku menarik nafas,aku baru berjalan sepertiga ketika aku melihat pendaki lain yang mengenakan hoodie Adidas berwarna hijau neon,terlalu mencolok mata dan mencurigaka,setahuku ini cottage pribadi,mengapa bisa ada orang lain yang sedang mendaki di sini.Perasaan ku menjadi tidak enak seketika~

Aku meneliti lekuk wajah Kris yang maha sempurna itu.Saraf-safar neuron dari dendrite yang akan di bawa impuls ke otak seperti sedang mengalami macet.Karena sampai sekarang aku masih tidak mempercayai ralat menjadi takjub bahwa Kris,si pria idaman satu sekolahku sekarang berada di hadapanku,di tempat terpencil ini,di cottage pribadiku yang entah tahu dari mana dia alamatnya,hanya untuk memberikan tiket meet&greet SJ VVIP Seat.

Aku tertawa hambar,Kris tersambet atau apa sih.

“Thank you”ucapku sekenanya,karena sekarang karena dia,aku harus berhenti di sebuha bangku kecil panjang dari kayu,dan sudah membuka persedian bekalku yang merupakan sushi,bahkan aku mungkin baru berjalan setengah kilo dari cottage,sial.

“Kau hanya mengucapkan terimakasih sudah begitu saja?Aku mengatarkannya sampai tempat terpencil ini nona Hwang”ujar Kris tak terima,ia menatapku sengit sambil mencomot sushi fish rollku memakai sendok bekas mulutku.Dasar tidak sopan.

“Aku kan tidak memintamu untuk datang ke sini,tuan Wu.”ucapku tak kalah sengit,ternyata dia perhitungan juga orangnya.

“Kau tidak bisa membaca ya,perhatikan tiketnya ini.”ujar Kris sambil menyambar lembaran tiket dan membuat jarak pandangku dengan kertas tiket itu hanya 1 inch,dan jaringan sarafku yang sudah mulai bersinkronasi dengan otakku bisa membaca dengan jelas bahwa waktu fanmeet adalah hari 13.00 pm di Busan.Dan aku langsung mendesah kecewa pelan,bagaimana bisa aku pergi ke Busan untuk fanmeet sementara tiada siapapun yang ingin mengantarku,ralat mereka tidak boleh tahu aku akan pergi fanmeet,terutama Eomma,bahaya nanti bisa-bisa dia menceramahiku habis-habisan dan subjek penilaian terbesar adalah Eunso eonni yang menyukai music klasik,malas sekali jika harus di banding-bandingkan seperti itu,yang pasti selalu Eunso eonni yang menang.

Tapi Kris sepersekian detik kemudian tersenyum nakal,persis seperti senyum yang ia berikan ketika kami akan tidur padaa saat jam fisika 3 minggu yang lalu.

“Wanna get some thrilling escaping?”ucap Kris menawarkan agreement yang menggiurkan lagi dan lagi.

“Why not?”ucapku balas mengedip centil.

Kkeut

Visit my blog http://bubblyaeril.wordpress.com/

Next chapter this weekend of next week.

 

~~

8 thoughts on “[Freelance] Forever&Always – (1) Coming Home

  1. Walau kadang males baca juga pas tengah2 kepanjangan-_- tp keren bgt gaya bahasa dan kata2 yg digunakan! Nexxxttttt krisfany♥

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s