[Freelance] Days at Summer School (Chapter 1)

DAYS AT sUMMER SCHOOl

Title: Days at Summer School

Chapter: 1

Author: Lucky Spazzer

Length: Multichapter

Rating: All Age

Genre: Romance( maybe ), dll

Main Cast: Jung Soo Yeon Girls Generation/ Xi Lu Han EXO

Other Cast: Girls Generation Member, EXO Member, Krystal Jung

Author Note: Cast hanya milik tuhan, tapi kisahnya milikku. Kumohon untuk tidak mem-plagiati fanfiction ini!

^^^ HAPPY READING ^^^
Author POV

Seharusnya, liburan musim panas kali ini, Jessica akan bermain dengan riang dipesisir pantai dengan membuat istana pasir, berselancar atau mungkin berenang. Idenya, Jessica dan adiknya, yaitu Krystal Jung, akan menghabiskan waktu di villa bernama Summer Berry, tapi, sekolah mereka, SM School, mengadakan Summer School untuk semua murid. Sungguh! Sangat membosankan! Apalagi, itu akan dilaksanakan diasrama bernama SM Summer School, Jessica kurang menyukainya.

Pada hari yang ditentukan, Jessica segera menuju ruang utama disekolah. Semua murid diperintahkan membuat 2 barisan perkelas. Untuk yeoja dan namja. Semua murid diberi kertas secara acak, partner roommate mereka bisa yeoja atau namja, semua tidak boleh menentukannya seorang diri. Jessica melirik kertas putih yang sudah digenggamnya, kamar nomor 47. Semua murid diperintahkan bungkam, tidak boleh memberitahu pada temannya ia dapat kamar nomor berapa.

Jessica dan kelasnya langsung menaiki bus menuju asrama. Setelah sampai, rupanya sudah pukul dua belas siang. Semua langsung diperintahkan menuju kamarnya. “Annyeong haseyo,” sapa Jessica, mungkin pasangan roommate-nya sudah sampai lebih dahulu, rupanya tidak. Jessica tersenyum dan langsung menyisir rambutnya.

“Annyeong,” sapa sebuah suara berat dari pintu. Jessica tersentak, seorang namja yang lebih tinggi darinya menyapanya.

Ya ampun, mengapa pasangan roommate-ku harus namja, sih? Kenapa tidak bisa yeoja? Ya ampun, ini begitu menyebalkan! batin Jessica mengeluh. “Annyeong,” balas Jessica sengit dan dingin.

“Xi Lu Han imnida. Panggil aku Luhan, ya,” kata Luhan tersenyum.

“Jung Soo Yeon imnida. Panggil aku Jessica,” balas Jessica cuek, “sudahkah dibagikan jadwalnya, Luhan-ssi?”

“Sudah ada dimeja, kok,” Luhan menunjuk meja kayu persegi yang mungkin bisa digunakan untuk rapat bagi 5 orang, hahaha. Mengkhayal! Jessica melirik dua buku yang seperti di-kliping, Jessica mengambil yang bertuliskan ‘Jessica Jung’. Ia membaca jadwalnya, ya ampun, besok mata pelajaran Matematika!

“Apa pelajaran pertamamu, Luhan-ssi?” tanya Jessica mengeluh, mengapa pelajaran pertamanya harus dimulai dengan Matematika? Gurunya galak, Songsaenim See Kyu! Guru namja yang galak dan killer sejati, hahahaha.

“Matematika, ada apa?” tanya Luhan girang, “yey! Matematika! Pelajaran terbaik yang pernah ada!” Jessica menaikan alisnya, apa? Luhan menyukai Matematika? Dasar, pasti namja itu murid pintar.

“Oh, tidak apa-apa,” balas Jessica, “itu artinya kita satu kelas.”

^^^

Pelajaran Matematika…

Jessica melirik keluar jendela, mendung. Ya ampun, mengapa harus mendung? Tadi ia tergesa-gesa menuju keluar kelas, apa hasilnya? Payungnya terpaksa ia tinggalkan dalam lemari, kasihan. Hhhh, andai aku tidak menonton film horor dikamar Taeyeon kemarin, pasti aku tidak akan telat dan aku tidak perlu menerobos hujan dan kena sakit yang membuatku makin menderita saja! Oke, Jessica, jangan salahkan orang. Fyuuuh, batin Jessica kelam dan langsung melirik keluar.

“Oke, waktu habis!” kata Songsaenim See Kyu, “kumpulkan semuanya! Setelah ini, kalian kembali ke asrama, ya! Terpaksa kali ini kalian harus mendekam diasrama sampai hujan berhenti, semua bawa payung, kan?”

Jessica terpaksa mengganguk, walau sebetulnya ia tidak membawa payung. Ia melirik keluar, memang gedung antara gedung asrama( tempat kamar tidur ) terpisah dengan gedung belajar, jaraknya, ya, lumayan jauh. Uh, bakal kena marah nih! kata Jessica. Pasti biarpun menunggu hujan berhenti itupun akan berjarak cukup lama, terlihat dari derasnya hujan mengguyur. Dengan sedikit berat hati, Jessica berjalan, tapi anehnya, ia tidak terkena hujan.

“Mana payungmu?” tanya sebuah suara yang familiar ditelinganya.

Jessica melirik kebelakang, ya ampun! Luhan! Namja itu yang memayunginya, payung berwarna merah marun milik Luhan tampak melindunginya dari hujan, “Luhan-ssi?” pekiknya kaget, “aku baru ingat kau satu kelas denganku hari ini.”

“Mana payungmu, Jessica-ssi?” tanya Luhan sekali lagi.

“Tertinggal, itu gara-gara aku bangun kesiangan,” keluh Jessica cemberut. “Terpaksa aku harus menerobos hujan, wae, Luhan-ssi?” tanya Jessica.

“Kau pakai payungku saja, akan kupayungi, kok,” kata Luhan tersenyum manis, “sudahlah, tidak apa-apa. Aku enggak keberatan, kok! Daripada sakit, pilih sakit apa kupayungi, eoh?”

“Lebih baik aku sakit saja,” kata Jessica berlari. Tapi, tetap saja tidak ada rintik hujan yang menemani rambutnya, ya ampun, payung merah marun itu lagi. Jessica berhenti dan memandang Luhan. “Luhan-ssi, sudah kubilang, aku tidak mau dipayungi, kau tidak mendengarku, eoh?”

“Aku mendengarnya,” kata Luhan, “tapi aku tidak akan pernah membiarkan kau sakit, pokoknya, mau kau kaburpun aku akan tetap memayungimu. Aku gak apa-apa bila sakit, tapi aku tidak pernah mau engkau jatuh sakit.”

Jessica terdiam mematung, tapi kali ini dia berjalan perlahan menuju asramanya. Ia terdiam sejenak, sampai mereka dikamar. Luhan segera menuju kamarnya dan menaruh payungnya ditempat payung. Luhan-ssi? Tadi kau bilang apa padaku? batin Jessica.

^^^
Jessica POV

“Aku gak apa-apa bila sakit, tapi aku tidak pernah mau engkau jatuh sakit.”

Ya ampun, Luhan! Gara-gara ucapanmu aku menjadi gila, aku tidak bisa tidur, mengapa dibenakku sekarang, hanya kau dan kau…. Aku melirik bulan. Luhan, kau membuatku gila! batin Jessica.

“Jessica? Mengapa kau belum tidur?” tanya Luhan.

“Eoh, aku tidak bisa tidur,” jawabku jujur. Tampak Luhan memandangku yang menopang bahu dikusen kamar.

“Cepatlah tidur, kau bisa kesiangan besok,” kata Luhan memegang bahuku. Aku menghela nafas panjang dan kembali tidur. Tampak Luhan berkomat-kamit saat ia menuju ranjangnya yang tepat disebelahku, hanya terpisahkan oleh lemari.

Ya ampun, inikah yang namanya jatuh hati? Mengapa aku dapat merasakannya? Mengapa?

To Be Continued

Advertisements

18 thoughts on “[Freelance] Days at Summer School (Chapter 1)

  1. Meskipun kependekan gk p p lh… ^^S eru ceritanya…aplagi luhan-ny so sweet banget sma jessica… Tmbah penasaran gmna klanjutany… 😀 dlanjut thor…. Hwaiting eaa… *o*/

  2. OMO?!? Aku baru sadar FF-ku ternyata sependek itu -,- *nangis* Tapi nyatanya ini sampai 4 halaman lho kalo aku ketik -.- Baiklah, aku akan memperpanjangnya 😀 Thanks yang mau komentar walaupun ini ff berbahasa santai, tidak baku, dll… Author-nya aja begini >.< Maklumin dulu, ya, readers 😀 Oke, nanti aku akan perpanjang deh 😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s