Hurt Secret Love – Chap 1

vi-copy

Hurt Secret Love || Written by Vi || Starring SNSD Sunny | EXO-K Suho || Rated for Teen || Sad, Romance, Friendship, Life || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by a Japanese anime and manga, just inspired , I did modification. Sorry for bad fanfic and story. Poster by Prinse @ HSG. Sorry if there’s typo casts name , it’s actually a Kris-Yoona Fanfiction from ME in YoongEXO.
*****

Sunny menjelaskan bahwa ia sudah sampai di halte bus dan tengah menunggu Suho disana. Suho yang melihat penjelasan Sunny di pesan yang dikirimnya lewat ponsel pun segera mengambil mantel untuk menjemput Sunny kesana.

“Suho, kau lama sekali,” omel Sunny saat Suho tiba di halte bus. Suho terkekeh dan meminta maaf.

“Maaf, aku berusaha menyelesaikan naskahku sambil menunggumu datang kemari,” jawab Suho. Sunny mengangguk mengerti. Ia menerima alasan Suho yang baginya tidak dibuat-buat, ia tahu betul bahwa Suho harus segera menyelesaikan novelnya sebelum deadline.

“Ya sudah, ayo ke rumahku,” kata Suho. Sunny mengangguk dan wajahnya memerah saat Suho menggandeng tangannya.

“Jangan lepaskan tanganku, pastikan kau memegang tanganku dengan erat ya. Aku tak mau sahabat kesayanganku ini hilang ditengah perjalanan menuju ke rumahku dan aku dituduh melepaskanmu begitu saja di tengah hujan salju yang deras ini,” kata Suho. Lelucon Suho memang tidak selucu yang lainnya namun bagi Suho itu lucu karena jarang-jarang lelaki sedingin Suho bisa membuat lelucon.

Tak butuh waktu begitu lama, keduanya telah sampai di rumah Suho. Suho menghela nafas lega sebab mereka berdua bisa sampai di rumahnya dengan selamat.

“Kau baik-baik saja kan ? Tidak demam ?” tanya Suho khawatir sambil memegang dahi Sunny. Sunny menggeleng dengan wajah merah karena malu.

“Tapi wajahmu merah, lucu sekali,” kata Suho sambil mencubit hidung Sunny gemas. Sunny mencibir karena cubitan Suho yang cukup keras di hidungnya. Ia sangat bahagia karena setidaknya lelaki yang ia cintai ini masih peduli padanya tak seperti gadis-gadis lain yang menyukainya saat di universitas dulu, tidak akrab dengan Suho dan sekarang tidak bisa bertemu dengan Suho lagi karena tidak tahu alamatnya. Sunny sangat beruntung karena bisa mengakrabkan diri dengan Suho yang ia sukai itu.

“Apa kau akan berdiam diri terus di depan pintu rumahku sepanjang hari ? Bantulah aku , Sunny !” tegur Suho pada Sunny yang masih terdiam.

“Ah, maaf. Apa yang bisa kubantu ?” tanya Sunny.

“Hahh .. Karena naskahnya akan selesai 2 halaman lagi, bantulah aku mencuci piring kotor di tempat cuci piring itu dan tolong bersihkan rumahku,” suruh Suho. Sunny mengangguk mengerti, sebenarnya, ia mengira ia bisa membantu Suho dalam naskahnya , ternyata ia malah disuruh mengurus rumahnya begini.

Sementara Suho bekerja, Sunny pun bekerja. Tak butuh waktu lama, naskah novel Suho telah selesai, dan ia menawarkan bantuan pada Sunny.

“Ada yang bisa kubantu ?” tanya Suho pada Sunny yang sibuk mencuci piring.

“Ah, tidak usah. Kau pasti kelelahan setelah bekerja, istirahatlah,” kata Sunny sambil tersenyum. Suho pun mengangguk dan berjalan kearah sofa, ia membuka televisi dan memainkan ponselnya setidaknya ia bisa sedikit bersantai.

DRRTT

“Suho ! Teleponmu bergetar !” seru Sunny. Namun tak ada jawaban.

“Suho !”

Sunny tak tahan lagi menunggu Suho  mengangkat teleponnya, iapun berjalan kearah Suho dan menemukan lelaki itu tertidur di sofa. Sunny terkejut, ia hampir saja membangunkannya apabila ia berteriak lebih kencang lagi, dapat dipastikan bahwa ia kurang tidur hanya dengan melihat kantung matanya yang hitam.

Sunny pun memutuskan untuk mengangkat telepon rumah Suho yang ada di meja kerjanya.

“Halo ?”

“Ah, ini siapa ya ? Saya pikir saya menghubungi nomor telepon Kim Suho, apa ada yang namanya Kim Suho disana ?” tanya orang itu.

“Ah, saya sahabatnya, ada apa ? Ini siapa ?” tanya Sunny.

“Saya editornya, saya ingin menagih naskahnya. Apa ia sudah menyelesaikannya ?” tanyanya.

“Hmm, sudah. Apa anda akan datang sekarang ?”

“Tidak. Saya akan datang besok, tolong sampaikan pada Suho untuk bertemu dengan saya di kafe dekat gedung penerbitan ya. Terima kasih.”

KLEK

Telepon telah diakhiri. Sunny menghembuskan nafas lega karena ia tak harus membangunkan Suho yang kelelahan.

Setelah selesai beres-beres iapun berjalan keluar dari rumah Suho untuk pulang. Beruntung bagi Sunny karena saat ia pulang, hujan salju yang deras tadi sudah mereda.

“Huff, sampai jumpa, Suho,” pamit Sunny sambil memandangi Suho yang tertidur lelap di sofanya.

Pintu rumah Suho pun ditutup. Sunny berjalan pulang dengan santainya. Sesekali ia menyenandungkan lagu dengan ceria.

Tiba-tiba , ia menabrak seseorang.

BRUK

“Ukhh,” keluh Sunny kesal sambil mengusap tangannya yang kedinginan karena jatuh ke salju.

“Maaf,” kata orang yang menabraknya barusan. Sunny pun berdiri dan memandangi orang itu, rasanya wajah orang itu familiar sekali.

Orang itu juga memandangi wajah Sunny di depannya, iapun mengerutkan dahinya dan berkata, “Sunny ya ?”

“Ah ! Jangan-jangan kau .. Tiffany Hwang ya ? Kau fangirlnya Suho !” seru Sunny cukup keras sehingga beberapa orang yang melewati mereka memandangi mereka dan Tiffany harus menenangkan Sunny.

“Ya begitulah. Ohya, apa kau tahu alamat rumah ini ?” tanya Tiffany sambil menunjukkan sebuah alamat yang tertera di kertas putih milik Tiffany itu. Sunny melihat alamat tersebut dan menatap Tiffany tajam.

“Ini .. Alamat rumah Suho kan ?”

“E-eh, darimana kau tahu ?” tanya Tiffany terkejut. Ia tahu Sunny suka pada Suho tapi ia tak tahu bahwa Sunny dan Suho bersahabat baik. Sunny menghela nafas pelan saat mengingat Tiffany adalah fangirl Suho yang paling berisik , ia suka mencari informasi mengenai Suho secara diam-diam tapi entah mengapa Tiffany tak tahu informasi tentang persahabatan Suho dan Sunny.

“Tentu saja, aku sahabat Suho ! Aku baru saja pulang dari rumahnya,” kata Sunny bangga sambil menunjuk dirinya. Tiffany melongo namun ia tertawa meremehkan.

“Benarkah ?” tanya Tiffany. Sunny menganggukkan kepalanya mantap. Namun, itu tak menghentikan niat Tiffany untuk datang ke rumah Suho.

“Kalau begitu mau coba membuktikannya ? Kita akan datang ke rumah Suho sekarang dan lihat reaksi Suho saat melihat dirimu,” usul Tiffany. Sunny mengangguk cepat, ia yakin Suho akan bertingkah seperti biasanya.

Sunny dan Tiffany berjalan menuju rumah Suho dengan tenang , sampai akhirnya, mereka tiba disana dan Sunny mengetuk pintu Suho.

“Suho !” sahut Sunny. Suho pun terbangun dan berjalan menuju pintu untuk membukanya. Ia melihat sosok Sunny dan Tiffany sambil mengusap matanya. Iapun terbelalak melihat ada tamu lain selain Sunny.

“Kau kan .. Tiffany Hwang ? Mengapa kau ada disini ?” tanya Suho. “Oh, Suho ! Sudah lama kita tak bertemu ! Kau baik-baik saja ? Sehat ? Kau makin tampan saja ya,” cerocos Tiffany.

Suho merasa tidak nyaman dengan kedatangan Tiffany, suara nyaringnya selalu menyebutkan namanya dan menyebutkan kata-kata bagus mengenai dirinya padahal ia tidak begitu suka dipuji.

“Sunny, bagaimana Tiffany bisa ada disini ?” tanya Suho kesal.

“Ia memiliki alamatmu dan aku menabraknya saat di tengah jalan,” jelas Sunny singkat.

“Oh, jadi kalian berdua sungguh-sungguh bersahabat ? Aku pikir begitu karena kalian berdua tampak akrab dan tidak canggung,” kata Tiffany sambil mengerucutkan bibirnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

“Ya begitulah,” jawab Suho. “Kami hanya sahabat yang sama-sama berusaha meraih impian kami. Impian kami sama maka itu kami menjadi sahabat dan menyemangati satu sama lain, jadi Sunny termasuk orang yang penting bagiku karena hal itu.”

Awalnya, Sunny sangat senang karena Suho mengakui bahwa Sunny penting baginya namun Sunny juga kecewa karena Suho hanya menganggapnya sebagai sahabat, tidak lebih.

“Wah, begitukah ? Bagaimana kalau aku juga menjadi sahabatmu , Suho lalu lama-lama kita menjadi kekasih ?” tanya Tiffany. Suho langsung menolak mentah-mentah permintaan Tiffany.

Namun Tiffany terus merengek agar ia dijadikan sahabat sekaligus calon kekasih Suho. Sampai akhirnya..

DRRTT

“Ah, ya ?” Telepon Tiffany berdering dan gadis itu mengangkatnya.

“Ah baik, aku akan segera kesana,” kata Tiffany cepat. “Maaf, aku pergi dulu, aku ada urusan,” ijin Tiffany lalu berdadah ria pada Suho dan melengos pergi.

“Huff, menganggu sekali,” omel Suho.

Saat Suho melihat Sunny, iapun bertanya, “kau belum pulang ?”

“Ah tadi aku bertemu Tiffany di jalan dan kembali kemari, sekarang aku akan pulang,” kata Sunny lalu pamit pada Suho. Sunny  berjalan pergi dan bergumam, “ia hanya menganggapku sebagai sahabat dan muncul lagi seseorang yang menyukainya. Kurasa perasaan Suho padaku takkan lebih dari sekedar sahabat.”

Sunny terus berjalan dan memikirkan wajah Suho yang begitu tampan. Ia sedikit iri dengan Tiffany yang suka berbicara dengan terang-terangan, sudah bagus ia bisa akrab dengan Suho, tapi ia tak pernah bisa mengutarakan perasaannnya pada Suho semenjak dulu. Coba Tiffany ? Tadi saja ia sudah mengatakan bahwa ia ingin menjadi calon kekasih Kris di masa depan, bagaimana dengan dirinya ? Berpura seolah tak ada perasaan lebih selain persahabatan dalam dirinya pada Suho.

“Aku ingin mencoba untuk lebih jujur pada perasaanku,” batin Sunny.

Ia sampai di halte bus, ia menunggu bus disana sambil mengeratkan mantelnya yang tebal itu agar ia bisa bertahan dari dinginnya musim salju.

Sunny terus mengepalkan tangannya , ia merasa tidak kuat dengan dingin namun kalau ia mau pulang ia harus bertahan.

“Rasanya keadaan ku disini seperti perasaanku pada Kris. Terus menunggu dan berharap ia memiliki perasaan yang sama denganku meski aku tidak suka menunggu terus menerus.”

To be continued

Mian gaje, pls komen ya !

14 thoughts on “Hurt Secret Love – Chap 1

  1. Daebak buruan thor lanjutin. kasian sunny unnie tagnya kecil banget ayo buat FF Sunny unnie hwaiting #MianReadersGaTauDiriHeHePeace

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s