[Freelance] Gone Not Around Any Longer

cats copy

Fydiamond

Gone Not Around Any Longer

Chanyeol & Tiffany

Sad romance,angst,hurt

PG15

Oneshot

Fydiamond present! Check this out©

note : paragraf  yang bercetak miring berarti flashback

∞∞∞

Sore itu, angin berhembus menerpa wajahku. Membelaiku serta menghapus airmataku. Memori-memori berisi kenangan, aku, dan dirinya. Bahkan hanya dengan mengingatnya saja dapat mengacaukan fikiranku. Aku benci ini. Aku benci mengakui bahwa aku, memang masih mencintainya. Sangat-sangat mencintainya. Namun pria brengsek yang tidak tahu diri itu menghancurkan segalanya. Segala kepercayaan yang telah kuberikan padanya. Segala yang kupunya. Bahkan diriku sendiri. Otakku memerintahkanku untuk membencinya, tapi hatiku berkata bahwa aku tidak bisa. Aku selalu berharap sebelum tidurku, semoga esok hari aku bisa membencinya dengan seluruh perasaan yang kupunya. Namun nyatanya, Tuhan tidak berpihak kepadaku. Ia tak mengizinkanku untuk membenci pria itu.

Park Chan Yeol.

Mengapa nama itu masih ada? Mengapa nama itu harus muncul lagi? Bolehkah aku meminta Tuhan untuk memutar waktu dan berharap pria itu tidak pernah dilahirkan, atau sekedar tidak pernah muncul ke kehidupanku? Keadilan tak pernah berpihak kepadaku. Itulah yang kuyakini. Setelah begitu banyak pengorbanan yang kuberikan padanya, ia meninggalkanku. Bahkan sebelum aku sempat mengucapkan kalimat “Aku membencimu juga, Park Chanyeol” ia sudah menghilang.

Bisakah kau bayangkan betapa menyedihkannya aku? Seumur hidupku, aku tidak pernah memiliki teman. Untuk Taeyeon adalah pengecualian, karena hanya dia yang mampu menjadi sosok teman bagiku. Park Chanyeol hadir membawa kebahagiaan untukku. Ia selalu ada disaat aku sedih, aku senang, bahkan saat aku membutuhkan bahu untuk bersandar dan menyalurkan seluruh perasaanku. Chanyeol begitu berharga. Chanyeol adalah segalanya. Chanyeol seharusnya tetap milikku. Kebahagiaan kami tak terhitung karena tidak bersifat kualitatif. Pria itu sempurna, dengan postur tubuh yang tinggi menjulang, potongan rambut yang pendek dan berwarna hitam, kulit putihnya, mata hazel cokelatnya yang mampu menghipnotisku, serta senyuman lebarnya yang menghangatkan perasaanku. Ia memang sempurna, dan aku menginginkannya kembali. Tak peduli berapa banyak luka yang ia salurkan lewat senyumnya. Tak peduli berapa banyak pengkhianatan disetiap genggaman tangannya. Tak peduli berapa banyak kepalsuan disetiap kata cintanya. Aku mencintainya, dengan seluruh hidupku. Aku mencintainya.

Chanyeol membisikkan kata cinta itu di telingaku yang membuat aku tersenyum malu. Ia tak pernah lupa mengucapkannya setiap hari, seperti hari ini. Begitu banyak kata cinta yang ia nyatakan padaku. Untuk sesaat aku berfikir, apakah cintanya lebih besar dari cintaku? Dan aku yakin itu benar, terbukti dari seringnya ia mengatakan kata cinta itu. Memberiku perhatian yang banyak. Aku tak pernah merasa haus kasih sayang, semenjak Chanyeol selalu berada di sisiku. Chanyeol selalu melindungiku dari mahasiswa-mahasiswa sok penguasa di kampus. Ia selalu mengatakan, aku akan baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja jika aku di sisinya. Dan itu terbukti. Aku percaya padanya. Sangat-sangat memercayainya.

4 Juni 2013

Pria itu mengajakku untuk berkencan di sebuah kafe. Aku benar-benar terkesan karena interiornya yang mengagumkan. Chanyeol memang tahu seleraku. Ia mengingatnya. Hari jadi kami yang ke sebelas bulan. Ia mengagumkan dengan tuxedo hitam itu. Ia lebih dari sekedar sempurna! Menikmati candle light dinner diiringi lagu klasik yang romantis. Ia mengulurkan tangannya, ia memintaku untuk berdansa dengannya. Gerakannya sangat lamban. Aku mampu merasakan aura ketulusan dari dalam dirinya. Ia menyayangiku. Chanyeol menyayangiku.

Hari demi hari telah berlalu. Chanyeol pergi menjauh dariku, seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Itu menyakitkan. Tak ada pesan singkat. Tak ada sapaan ketika kami bertemu pandang. Tak ada senyuman yang selalu menghangatkan perasaanku. Ia berbeda. Chanyeol menjaga jaraknya, dan ia menjaganya dengan sangat jauh.

“Kau tahu Tiff? Aku membencimu, lebih dari aku membenci diriku sendiri” ujar Chanyeol. Apa aku tidak salah dengar? Chanyeol apa? Ia membenciku?

“Kau apa?”

“AKU MEMBENCIMU TIFFANY HWANG! HUBUNGAN INI, PERASAAN INI, DAN SEMUA YANG KULAKUKAN SERTA KUBERIKAN PADAMU SELAMA INI PALSU TIFFANY! KAU ITU BODOH ATAU APA? SEMUA ORANG SEANTERO KAMPUS JUGA MENGETAHUINYA. WANITA JALANG! KAU FIKIR AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU? DENGAN SEMUA KATA CINTA YANG AKU NYATAKAN PADAMU? KAU TIDAK TAHU BAHWA KAU INI BARANG TARUHAN? AWALNYA HANYA DITARGETKAN SATU BULAN. TAPI LAMA-KELAMAAN MEMBUATMU SAKIT ADALAH KEHARUSAN. KAU BODOH TIFFANY. KAU BODOH”

Kejadian itu, dan semua kata-kata Chanyeol masih melekat di kepalaku dengan sempurna. Chanyeol membongkar semuanya, tepat satu hari sebelum hari jadi kami yang ke satu tahun. Ia pintar. Ia cerdas. Dan ia bajingan. Aku ingin membencinya. Aku sangat ingin membencinya. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak cukup kuat, dan aku belum ingin membencinya. Semua memori ini masih tersimpan rapi di dalam peti yang terkunci rapat di otakku.

Semuanya. Semua kata cintanya. Betapa hangatnya genggaman tangannya. Betapa nyamannya pelukan darinya. Dan betapa indahnya ciuman darinya. Aku merindukannya. Merindukan kehadirannya di sisiku. Merindukannya yang telah membetulkan kekacauan di diriku. Kekacauan yang hanya bisa disembuhkan oleh Park Chanyeol. Pria yang telah menyita seluruh kekuatan dalam diriku. Ia penting. Ia berharga. Ia lebih dari apapun yang kupunya. Apa saja, asalkan ia kembali bersamaku.

Melihatnya tertawa lebar dengan teman-temannya meremas hatiku. Sebegitukah mudahnya ia untuk melupakan apa yang telah terjadi di antara kami? Ia memang membenciku. Terbukti dari sorot matanya. Sorot matanya berbeda dari yang dulu. Kebohongannya tersimpan rapi. Ia hebat. Aku salut padanya, dan ia berhasil melumpuhkan hatiku. Luka ini terlalu menyakitkan. Bahkan aku belum bisa berhenti menangis setelah seminggu berlalu. Aku membenci diriku sendiri yang terlihat sangat lemah di matanya.

Ketika ia dan kawan-kawannya menertawakanku. Aku baru sadar siapa dirinya yang sebenarnya.

Aku membencinya.

END

A/N : halo ini FF pesenan panot kesayangan. Ini baru gambaran kecilnya doang panotku maaf kalo gak nangis//? FF ini akan ada sequelnya, tenang aja:—D lastly, comment please?

37 thoughts on “[Freelance] Gone Not Around Any Longer

  1. Ga nyangka si Yeol bakal kayak gitu. Ckck, untung ada sequel nti. Ditunggu ya, jangan lupa buat Tiff deket sama cowok lain terus si Chanyeol nyesel! Biar dia tau rasanya disakiti itu kyak gimana.
    Nice ff

  2. Andweeeeeeee
    chanyeol jahatttttttttt
    Berani loe nyakitin uri eonni!!!!!!
    Ahhh jinjja ad sequelnya?????
    Aku mau chingu bahagiakan fany dgn brtmu sama namja yg cinta mati ama dia yaitu kris!!!!
    Yach yach yach

  3. Ya ampun… Sadis bάnğϱŤ ya chanyeol oppa,
    Kasihan oenni tiffany.. Pasti sedih..

    †p aq suka bάnğϱŤ ceritanya oenni… , aq pembaca baru disini.. Gomawo dah bolehin aq baca.. Hehehe

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s