[Freelance] This is All About The First Love (Chapter 1/3)

poster

Title                 : This is All About The First Love (Chapter 1)

Author                         : Song Eun Suk a.k.a Fahira Salsabila

Length            : Chapter

Rating              : T

Genre               : Romance, drama

Main Cast        : Im Yoona, Kim Jongin, Kim Taeyeon

Other Cast        : Choi Sooyoung, Kim Heechul, and another…

Author Note     : FanFic ini terinspirasi dari salah satu kisah Detective Conan. Tapi diubah kasusnya menjadi hal lain~ baca aja deh! 😀 maaf kalo jelek, ini baru pertama kalinya mengepost fanfic.
silahkan saja langsung baca~ selamat menikmati~

***

“Kenapa aku harus ikut repot begini?” keluh Sooyoung yang tengah menyapu. Di saat yang bersamaan, Yoona sedang serius mengelap debu-debu dari rak buku yang terlihat sangat besar itu. “Kenapa putri Sooyoung harus repot menyapu di rumah Jongin! Sampai harus meminjam kunci cadangan pada Sehun, lagi…”

Yoona mengerutkan alisnya dengan merasa bersalah. “Maaf deh, eonni. Habisnya Jongin tidak pulang-pulang juga ke rumahnya. Kan, sayang kalau tidak dibersihkan…”

Sooyoung mendengus. “Sayang apanya? Kau saja yang memang terlalu memikirkan bocah itu. Hhh, padahal seharusnya di hari yang cerah ini kita berjalan-jalan sambil menarik perhatian para lelaki untuk mencari cinta pertama yang tulus, lalu jalan-jalan berdua…” Sooyoung menggenggam tangannya dengan penuh harap. Membayangkan betapa asyiknya kegiatan yang ia katakan tadi.

Tiba-tiba wajahnya menjadi kesal lagi. “Bukannya membersihkan debu demi bocah dancer itu!”

Yoona hanya tersenyum mendengar ocehan eonni-nya itu. Sekaligus merasa sangat bersalah. Tapi bagaimana lagi? Sepertinya ia tak akan sanggup sendirian mengurusi rumah yang sangat besar ini.

Entahlah, sejak Jongin pergi meninggalkan rumahnya untuk menghadiri perlombaan dance di luar kota, Yoona jadi rajin untuk membersihkannya. Karena ia juga tahu bahwa orangtua Jongin tidak akan pulang untuk waktu yang lama.

“Ngomong-ngomong soal cinta pertama…” ujar Yoona tiba-tiba.

“Ng?”

“Siapa cinta pertama Jongin, ya?”

“Eh?”

“Jongin juga pasti punya cinta pertama, kedua dan seterusnya…”

Sooyoung mendengus pelan. “Entahlah. Tapi dia sangat polos dan tidak ahli dalam hal itu.” Sooyoung pun melanjutkan kegiatannya. “Paling ibunya yang cantik itu. Atau artis TV. Atau…” ia menoleh ke arah Yoona.

Gadis tinggi itu mendekati Yoona yang juga tengah sibuk itu. “Oh ya, bukankah dari kecil ia selalu bersama gadis bernama Yoona?” tanyanya dengan datar.

“I, iya..” jawab Yoona dengan bingung.

“Selain itu, kau baik dan bersemangat…” Sooyoung terdiam sejenak. Memperhatikan wajah Yoona yang mulai memerah. “Mungkin kaulah cinta pertama Jongin.” Sooyoung menunjuk ke wajah Yoona dengan kedipan mata. Sungguh cara yang tepat untuk menggoda.

Wajah Yoona seketika memerah. Entahlah, sepertinya ia benar-benar menyukai Jongin. Sejak kecil ia dan Jongin selalu bersama-sama.

“Mustahil! Kami kan cuma teman sepermainan sejak kecil!” Yoona pura-pura tertawa untuk menyembunyikan rasa malunya.

“Hmm..” Sooyoung mengangguk-angguk. “Kurasa Yoona juga sama.”

“Hah?”

“Lho? Bukankah cinta pertamamu adalah Jongin?” tanya Sooyoung dengan polosnya.

Kali ini bukan hanya malu yang dirasakan Yoona. Tapi jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat. Kelihatan sekali ia salah tingkah di hadapan Sooyoung.

“Ja, jangan seenaknya memutuskan dong!” bantah Yoona dengan semburat merah di wajahnya.

Sooyoung tertawa kecil. “Oh ya? Tapi sudah ketahuan dari wajahmu yang malu-malu itu.” Sooyoung tertawa lagi. Merasa puas akan godaannya.

“Sooyoung eonni~!”

Sooyoung hanya menertawakan Yoona yang benar-benar sudah salah tingkah. Rasanya pekerjaan mereka akan memakan waktu lebih lama.

TING TONG!

Tiba-tiba saja bel rumah Jongin berbunyi. Sekali, mereka berdua terdiam. Penasaran dan heran dengan yang membunyikan bel itu.

“Lho, siapa ya?” Yoona kebingungan.

“Bodoh! Sudah pasti Jongin, kan?” dengan antusias dan niat untuk menggoda Yoona lagi, Sooyoung mendorong Yoona ke depan pintu.

“Masa’ membunyikan bel untuk masuk ke rumahnya sendiri?”

“Pasti dia diberi tahu Sehun bahwa ada kita di sini.” Sooyoung tersenyum lebar. “Dan mau bikin kejutan!” ia terus mendorong Yoona ke depan pintu.

“Tapi.. Jongin tidak bilang mau pulang…”

“Kok malu-malu sih? Cepat sambut dia!” Sooyoung tersenyum menggoda. “Pangeran cinta pertamamu…”

“Sudah kubilang…” Yoona membuka pintunya sambil terus melihat ke arah Sooyoung. “pasti bukan dia!”

“Eh?”

Orang itu berdiri di depan pintu dengan senyum ramah di wajahnya. Sosoknya sungguh menawan. Wajahnya sederhana, tapi terlihat sangat manis. Sekali lihat saja orang bisa tahu bahwa ia adalah wanita rajin dan baik hati. Sudah tak ayal bagi para lelaki untuk menyukainya pada pandangan pertama. Ia juga terlihat lebih dewasa dibanding Yoona dan Sooyoung.

“Kalian teman Jongin?” tanya wanita itu dengan senyum ramah.

“I.. Iya.” Jawab Sooyoung dan Yoona bersamaan.

“Em, bukankah kau adalah Kim Taeyeon?” tanya Sooyoung tiba-tiba.

“Iya, benar.”

Yoona mengerutkan dahinya. “Kau mengenalnya, Sooyoung eonni?”

Sooyoung berdecak sambil menatap Yoona dengan heran. “Kau ini bicara apa? Dia kan ketua OSIS waktu kita di SMP dulu…” pandangannya beralih ke wanita itu. “Kim Taeyeon sunbaenim!”

“Oh…”

“Sekarang dia sudah menjadi Mahasiswa tingkat 1 fakultas seni. Benar kan?”

“Ya!” jawab Taeyeon dengan tersenyum lagi.

“Ah, geurae… Kalau begitu, lebih baik kita masuk ke dalam. Silahkan, sunbaenim.” Yoona membungkuk pada Taeyeon dengan sopan.

“Gomawo.”

Saat sudah di dalam, atas permintaan Taeyeon, ia pun membantu Yoona dan Sooyoung membersihkan rumah Jongin.

“Oh, Jongin pergi karena ada kompetisi menari di luar kota…” gumam Taeyeon yang sedang mengepel lantai. “pantas teleponnya tak pernah diangkat.”

“Maaf ya, sunbae jadi ikut membantu.” Ujar Yoona.

“Tak apa. Aku sedang senggang kok.” Balas Taeyeon sambil tersenyum.

“Oh ya! Sunbae ada perlu apa dengan Jongin?” tanya Sooyoung tiba-tiba.

Taeyeon menaruh lapnya dan tersenyum lagi. “Grup dance di universitasku akhir pekan ini mau menyewa vila dan merayakan ulang tahunku… karena itu aku ingin mengundang Jongin!”

“Dancer terkenal, mantan adik kelasku di klub basket SMP dulu.” Mata Taeyeon menerawang. Seakan-akan mengingat kembali masa SMPnya.

“Ooh…” gumam Yoona dan Sooyoung bersamaan.

“Aku sudah pernah mengirim surat… dia tidak bilang apa-apa waktu meninggalkan rumah?”

“Tidak…” jawab Yoona.

“Oh, kukira dia akan datang…” tiba-tiba saja wajah Taeyeon terlihat lesu. Walau senyum masih terpatri di wajahnya. “Apa dia lupa pengakuan cinta empat tahun lalu itu…”

Mendengar itu, Yoona dan Sooyoung tersentak. “Pengakuan cinta?”

“Yah, wajar saja kalau dia sudah lupa.” Taeyeon memejamkan matanya. “Sebab cinta pertama, suatu saat akan pudar.”

Yoona dan Sooyoung tersentak kaget. Jauh lebih kaget dari kekagetan yang pertama.

Orang ini… cinta pertama Jongin? Tanya Yoona dalam hati.

“Benar juga, aku bisa membaca semuanya.” Ujar Sooyoung tiba-tiba.

Yoona menoleh ke arah Sooyoung. “Eh?”

“Dulu waktu kelas 1 SMP, ada isu tentang seorang anak kelas satu menggoda Taeyeon sunbaenim. Ternyata dia adalah Jongin yang tidak tahu malu itu ya?!” kata Sooyoung dengan marah.

“Itu bohong.” Taeyeon menggelengkan kepalanya. Lalu terseyum lagi. “Dia bukan menggoda, tapi menyatakan cinta…”

“Jinjjayo?!”

“Tapi sudahlah. Itu sudah empat tahun yang lalu…”

Perasaan Yoona sekarang sangat tak menentu. Mendengar bahwa cinta pertama Jongin adalah seorang Taeyeon sunbaenim yang multitalenta, cantik dan baik hati, hati Yoona seakan berkata bahwa ia bukanlah apa-apa. Tapi di sisi lain juga ia merasa menyesal karena selama ini ia tak pernah mau mengakui perasaannya. Bahkan pada dirinya sendiri.

Tentu saja Sooyoung mengetahui perasaan sedih Yoona. Dan juga perasaan Yoona pada Jongin selama. Ia ikut merasa sedih, namun ia tahu ia tak bisa berbuat apa-apa demi Yoona.

“Eh, bagaimana kalau sunbae undang kami saja? Begini-begini kami juga jago menari lho!” kata Sooyoung bermaksud mengalihkan pembicaraan.

“Yak, Sooyoung eonni!” bisik Yoona sambil menyenggol Sooyoung.

“Kenapa tidak!” Sooyoung mengedipkan matanya. “Siapa tahu kita bisa mendapatkan lelaki tampan dari grup itu!”

“Benar. Kalau ada gadis SMU, para lelaki pasti akan senang.” Ujar Taeyeon.

“Dan jika kami datang, dia pasti akan ikut tanpa diminta.” Sooyoung lagi-lagi mengedipkan matanya sambil tersenyum. Merasa bangga akan idenya kali ini.

Seolah tahu siapa yang dimaksudkan Sooyoung, Yoona menoleh ke arahnya. “Maksudmu…”

“Ya, sepupumu, si mantan dancer terkenal… Lee Donghae!”

To Be Continue…

 

Advertisements

12 thoughts on “[Freelance] This is All About The First Love (Chapter 1/3)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s