[Freelance] The Guardian (Chapter 1)

page

Judul : the guardian (part 1)

Author : cinticka_gorjess

Leght : Multichapter

Rating : General

Genre : fantasy, friendship

Maincast :

Jung Jessica (SNSD)

exo mamber

Support cast :

find your self😀

Disclaimer :

Cast disini hanya milik tuhan, agency, orang tua serta fansnya. Saya hanya meminjam namanya untuk dijadikan inspirasi pada FF ini. Jalan cerita FF ini asli dari pikiran saya.

Author note :

Hai hai author comeback membawa part 1 nya guardian nih. Selamat membaca….😀

Seorang yeoja berambut coklat yang dikuncir kuda sedang asik duduk didepan tv disebuah apartemen. Matanya tertuju pada lembaran kertas yang berceceran didepannya. Mata foxy nya menyipit mencoba menemukan sesuatu yang tersembunyi dibalik deretan huruf dikertas putih itu.

Wwwuuuuuusssssss………sebuah angin cukup besar tertiup didalam apartemen yang cukup besar itu, membuat lembaran lembaran kertas berlarian dari tempatnya.

“Eh……”yeoja itu tampak kaget dan kebingungan mencoba menangkap kertas yang tiba tiba beterbangan. Yeoja itu mendengus kesal memejamkan matanya menahan amarah.

“OH SEHUN HENTIKAN”teriak yeoja itu menatap tajam seorang namja berbadan kekar berambut pirang yang sedang berdiri memasang kuda kuda dibelakangnya.

“Eh…..”namja itu, sehun,  menoleh dengan wajah polosnya.”waeyo???”sehun membenarkan posisi berdirinya. Yeoja itu mendengus kesal dan menatap namja itu tajam.

“kau tak lihat kau menerbangkan kertas kertasku. Kenapa kau melakukan itu didalam rumah hah?!”bentak yeoja tadi.

“Eh mianhae noona.”sehun langsung memungut kertas kertas yang bertebaran dilantai.”aku sedang berlatih noona.suntuk..bosan noona.”lanjut sehun melanjutkan memungut kertasnya.

“Kau ini…. kenapa berlatih didalam rumah???tsk…kau bisa merusak rumah ini.”yeoja itu kesal menyambar kertas yang ada ditangan sehun.

“Kalau begitu ayo pergi berlatih keluar noona.”kata sehun.

“Mwo???”yeoja itu menoleh menatap sehun dalam.

“Jessica noona. Ayolah…yayaya…”sehun merajuk.

“Aiiissshhh…..baiklah besok kita latihan….”kata jessica agak malas.

Jessica jung dan oh sehun bukan lah manusia biasa. Mereka bukan manusia yang tinggal dan berasal dibumi. Exo planet mungkin hanya mitos bagi beberapa orang dan mungkin tidak ada bagi orang lain. Tapi mereka ada disisi lain dari alam semesta ini….dan merekalah bagian dari planet tersebut. Oh sehun merupakan bangsa exo, exotic dan jessica adalah giardian. Yah,  exotic yang sudah dianggap mampu akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan akan didampingi olehbseorang guardian. Oh sehun dan kelompoknya merupakan kelompok terkuat diplanet itu. Kenapa mereka bisa sampai dibumi? Mereka sedang melakukan hukuman. Bagi bangsa exo ketika mereka membuat suatu hal yang fatal maka mereka akan diturunkan bersamaan dibumi dengan fikiran yang telah dihapus,rupa dirubah dan hidup terpencar. Mereka akan tetap berpencar dan tak akan bertemu kecuali guardian mereka yang menemukan mereka. Dan setiap mereka turun kebumi maka guardian mereka akan berbeda dengan guardian yang dulu mereka punyai. Dan bagi oh sehun dkk ini sudah kesekian kalinya mereka dihukum kebumi dan jessica adalah guardian mereka yang kesekian kalinya pula. Sayangnya walau mereka telah bekumpul dan bertemu dengan guardian mereka, mereka tak akan pernah mengingat kejadian yang mereka lakukan sebelum mereka diturunkan kebumi.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“noona aku lelah…”sehun berhenti berjalan dan memijat kakinya pelan.

“aiss….kau ini berhentilah mengeluh.”kata Jessica kesal.

“noona, kita sudah berjalan lebih dari 5 jam kau tau. Aku juga bisa lelah. Kau tau noona aku semalam berlatih dan baru tidur 4jam. Dan sekarang kau mengajakku berkeliling.”sehun mempotkan bibirnya.

“YA! Kau fikir aku tak lelah hah??? Kau baru 1 minggu melakukan ini bersamaku aku sudah dua minggu sehun. Berhentilah merajuk. Badanmu saja kekar tapi kau sangat lemah. Lagian apa aku menyuruhmu berlatih??? Bukankah kau yang mau berlatih? Baiklah lalu kau tak usah berlatih lagi jika kau lelah.”Jessica setengah berteriak menatap sehun kesal. Sontak keributan itu membuat pejalan kaki disekitar mereka menoleh kearah Jessica dan sehun ingin tau apa yang terjadi dengan dua namja dan yeoja yang termasuk kategori goodlooking itu lakukan.

“aniyo…baiklah ayo kita jalan. Tapii…”sehun menggantung kata katanya dan mengeluarkan wajah imut nya.

“apa??”Tanya Jessica penuh selidik setengah kesal.

“tak bisa kah kita makan dulu noona???”sehun merajuk sambil memegang lengan jessica.

“aiss..tidak. nanti kita makan. Tidak sekarang. Ayolah.”Jessica mencoba menarik tangan sehun dengan susah payah.

“noona tidakkah kau lapar??? Kita sudah berjalan dari tadi bukankah lebih baik kita makan dulu??”sehun mencoba menghentikan langkah kaki Jessica.

“aku tidak lapar sehun. Ayolah kita jalan kita akan makan disana nanti. Tidak sekarang.”Jessica berjalan dengan susah payah karena sehun terus bergelayut ditangan kecilnya. Kelakuan mereka benar benar menarik perhatian pejalan kaki disana.

“kkkkkkrrrrrrrrrrrrr………….”tiba tiba sebuah suara menghentikan langkah mereka. sehun menatap Jessica yang tengah tertunduk dalam. Sehun menahan tawanya setelah mengetahui ternyata itu adalah suara cacing cacing diperut Jessica.

 

~~~~~~~~~~~~~~~

 

“kau duduklah dulu. Aku kekamar mandi.”kata Jessica sambil menunjuk kearah kamar mandi. Tanpa disuruh dua kali sehun langsung berhambur kesalah satu bangku didekat jendela besar yang masih kosong. Sehun duduk sambil memandang kearah luar jendela.

“permisi.”kata sebuah suara lembut membuyarkan lamunan sehun.

“aku akan pesan nanti.”kata sehun sambil menoleh menatap sosok disampingnya. “eh…”mata sehun membulat saat menatap sosok disampingnya. Seorang yeoja berambut hitam panjang berdiri disana. Dia bukan pelayan.

“kau…nuguya??”Tanya sehun.

“ah kau oh sehun kan??”Tanya yeoja itu sambil menunjukkan senyum manisnya. Semburat merah Nampak dikedua pipi mulus nya menunjukkan jika dia sedang menahan malu.

“n n ne..”kata sehun tergagap. Mengerjab ngerjabkan matanya bingung.

“tapi bagaimana kau….”sehun menggantung kata katanya.

“ah aku taeyeon, kim taeyeon. Kamar apartemen kita berhadapan.”kata yeoja itu, taeyeon sambil tersenyum manis.

“aaahhhh….”gumam sehun mengangguk mengerti. “lalu??”sambung sehun.

Taeyeon tampak kecewa dengan jawaban sehun.

“ah a aniyo. Aku hanya ingin berkenalan denganmu.”kata taeyeon.

“bukankah kau sudah mengenalku?”Tanya sehun bingung.

“ah n ne…”gumam taeyeon pelan sambil mengusap tengkuknya ragu. “k kau bersama noonamu?”lanjut taeyeon.

Sehun mengerutkan keningnya mendengar kata kata taeyeon. Dia tampak bingung dan berfikir sejenak.

“Jessica noona?”Tanya sehun memastikan.

“ne kata penjaga apartemen kau tinggal bersama noonamu.”lanjut taeyeon.

“ah benar noona ku. Iya aku bersamanya. Jessica noona.”gumam sehun sambil menggaruk tengkuknya bingung.

ah aku lupa disini kan Jessica noona adalah noona ku. Ais..pabo ya.’batin sehun.

“aahhh…”taeyeon mengangguk mengerti. Sejuruh kemudian keduanya terdiam. Taeyeon hanya menunduk menataop sepatunya. Sedangkan sehun menatap taeyeon bingung.

sedang apa yeoja itu? Kenapa dia hanya terdiam?’batin sehun

“emm, lalu??”sehun menatap taeyeon bingung.

“ah tidak. A aku…. Aku pergi dulu.”kata taeyeon tersenyum pahit pada sehun sambil menunjuk pintu keluar.

“ah baiklah.”kata sehun mengangguk mantap. Menatap taeyeon memberikan senyum sekilasnya lalu kembali menatap ke jendela disamping tempat duduknya. Taeyeon mendengus kesal membungkuk hormat lalu berjalan pergi. Tak seberapa jauh taeyeon mberpapasan dengan Jessica, taeyeon membungkuk member hormat dan tersenyum ramah pada Jessica lalu berjalan pergi. Jessica menatap taeyeon aneh karena dia yakin kalau taeyeon baru saja dari beja sehun.

“nuguya??”Tanya Jessica begitu sampai dimeja sehun masih menatap taeyeon yang berjalan keluar rumah makan itu.

“emmm….”sehun Nampak berfikir. “taehyun???”jawab sehun tak pasti.

“eoh??”Jessica menatap sehun tak mengerti.

“ah entahlah noona aku tak tau dia tiba tiba datang kemari dan mengatakan kalau ingin berkenalan denganku. Katanya dia tinggal dikamar depan kamar kita.”jelas sehun.

“ah benarkah?? Jadi kau sudah memiliki penggemar???aiisss…”jesica menoel tangan sehun genit.

“ya noona kau ini apa apaan?? Aniyo.”kata sehun kesal.

“hahaha…arra…jangan membuat hubungan dengan manusia sehun..mengerti??” bisik Jessica pelan.

“arrayo…”kata sehun kesal.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“noona kau mengatakan aku magnae??”Tanya sehun sambil mengunyah makanannya.

“ne. kau magnae.”jawab Jessica sambil menyumpit makanannya.

“darimana kau tau??”Tanya sehun sambil menyuapkan makanannya.

“itu tanda di lehermu. Menurut petunjuk yang diberika gurukun Itu adalah tanda magnae. ”jawab Jessica sambil menunjuk gambar dileher sehun.

“ini??”sehun mengeusap lehernya. “jadi kau tau urutannya??”Tanya sehun.

“ne aku tau urutan kekuatan dan tanda kalian. Tapi aku tak tau bagaimana rupa dan dimana kalian.”kata Jessica.

“ah lalu kita tinggal mencari orang dengan tanda tanda seperti ini kan noona??”Tanya sehun merasa hebat.

“aiss… tidak semudah itu.”kata Jessica kesal. “tanda itu tidak akan muncul ditempat yang sama. Biasanya satu exotic dan exotic yang lain mempunyai tanda ditempat yang berbeda.”jelas Jessica.

“ah begitukah?? Tapi seprtinya aku dulu tak memiliki tanda seperti ini.”kata sehun setengah berfikir.

“ne tanda itu memang muncul berurutan dari exotic pertama sampai diexotic terakhir. Dan biasanya ketika tanda itu muncul dibarengi dengan sekelabat ingatan dari planet exo.”kata Jessica.

“ah benar. Awalnya aku kira aku manusia biasa noona. Tapi malam itu aku merasa aneh. Aku tidur dan aku merasakan sekelabat kelebat dari planet exo. Lalu ada seseorang mendatangiku dan mengatakan kalau aku adalah exotic. Dia juga mengatakan ada seseorang guardian yang sedang mencariku. Dan entah kenapa aku percaya. Dan sejak itu aku bisa menggunakan kekuatanku dan juga tanda ini.”kata sehun meraba tengkuknya lagi.

“ah benar itu guru yunho. Dia guruku juga. Jadi kau magnae dan kau sudah ditemuinya maka ini akan memudahkan kita untuk menemukan hyung hyung mu.”kata Jessica sambil berfikir sejenak. “mungkin.”gumamnya tak yakin.

“tapi noona aku magnae. Kenapa kau menemukanku terlebih dulu?? Bukankah seharusnya aku yang terakhir?”protes sehun

“kau kira aku berniat menemukanmu??”Jessica menatap sehun datar. “saat itu aku sedang berjalan ditaman. Tiba tiba angin berhembus disatu tempat dan tak ada angin disisi tempat yang lain. Tentu saja aku merasa aneh. Aku mengikuti alur angin yang bertiup vertical itu dan TARAAA aku menemukanmu.”Jessica mengakhirinya sambil tersenyum pahit.

“ah aku sednag berlatih noona. Seharusnya kau pura pura tidak tau noona jadi…..”

“jadi kau tak suka aku menemukanmu??”Jessica memotong kata kata sehun kesal.

“eh aniyo noona bukan begitu.”kata sehun merajuk menyesali kata katanya sambil tersenyum menggoda jessica.

“aisss…kau benar benar menyebalkan.”kata Jessica kesal.

 

~~~~~~~~~~~~~~~

 

“noona…”panggil sehun yang sedang bermalasan diatas sofa.

“emmm…” jawab Jessica tanpa menoleh kearah sehun sedikitpun.

“noona ini sudah satu minggu dan kita belum menemukan hyung hyung ku.”kata sehun menatap langit langit apartemen tempat mereka berdua tinggal.

Terdengar suara helaan berat dari Jessica sontak membuat sehun melirik kearah Jessica yang sedang menatap keluar jendela kearah langit kota seoul yang cukup cerah malam ini. Sehun menggigit bibir bawahnya kesal. Dia menyesali pertanyaan yang baru saja ia lontarkan.

ais…sehun paboya. Kenapa kau menanyakan hal semacam itu. Kau fikir Jessica noona tak memikirkannya? Ini pasti sangat berat untuknya dan kau menanyakan hal hal aneh semacam itu’ sehun merutuki perkataannya dalam hati sambil menggaruk pelipis kepalanya yang sama sekali tak  gatal.

“eh noona mianhae.”gumam sehun pada akhirnya.

Jessica tersenyum lembut pada sehun. “tak apa sehunie.”Jessica membenarkan posisi duduknya.

“ah aku juga berfikir kenapa aku belum menemukan hyung hyung mu lagi. Mungkin aku harus berusaha lebih keras lagi besok.”kata Jessica sambil tersenyum pahit.

“amiyo noona. Kau sudah berusaha dengan keras. Jangan terlalu memaksakan.”kata sehun dengan nada bersalah dan wajah cemberut.

“hahaha kau ini kenapa? Wajah mu jadi aneh.”kata Jessica tartawa sambil menatap sehun.

“aniyo noona aku hanya…sepertinya aku mengatakan sesuatu yang salah.”gumam sehun pelan.

“aniyo. Kau tak salah sehun. Ini memang tugasku.”kata Jessica dengan nada lembut.

“tapi noona….”

“sudahlah ayo kita tidur ini sudah malam.”kata Jessica sambil bangkit dari tempat duduknya.

“ne..”kata sehun lemah sambil bangun dari tempat duduknya dengan lemas.

“malam sehunie. Tidur nyenyak ne.”kata Jessica lembut sebelum menutup pintu kamarnya.

“ne noona kau juga.”kata sehun pelan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Jessica menghela nafasnya berat sambil menatap langit langit kamarnya kosong. Ini hamper tengah malam tapi dia belum juga bisa tidur. Dia memikirkan banyak hal. Semua tentang tugasnya.

ini sudah satu minggu sejak aku bertemu sehun. Ini sudah dua minggu sejak aku mencari namja namja itu. Tapi aku sama sekali belum menemukan petunjuk. Guru tak bisa kah kau membantuku sedikit saja?’ batin Jessica dalam hati memohon berharap gurunya mendengar dan mendatanginya dalam mimpi memberinya beberapa pertolongan untuk menemukan 11 namja yang lain.

Jessica merapatkan matanya berusaha untuk tidur dia memeluk guling dan slimutnya yang hamper menutupi seluruh tubuhnya.

JLLEEDAAARRRRRR………….suara petir menyambar membuat Jessica membuka matanya bulat bulat.

“KKKYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Jessica sambil memejamkan matanya erat dan memeluk slimutnya erat. Badannya bergetar hebat. Jessica membenci petir.

JJJLLLLLLLLEEEEEEDAAARRRRR……….. suara petir terdengar lagi.

“SEHUUUNNNN!!!!!!!!!!!”teriak Jessica kencang memanggil sehun.

BRAK…..pintu kamar Jessica terbuka menampakkan sehun yang tergesa setengah terengah.

“wae wae wae?? Wae noona?” kata sehun berjalan mendekat keranjang Jessica dengan wajah bingungnya. Tanpa banyak berkata Jessica berlonjak ke tubuh sehun memelukknya erat membuat sehun mengerjab bingung.

“hiks…”isakan Jessica membuat sehun tersadar dari kebingunganya.

“noona wae??”Tanya sehun sambil mengusap punggung Jessica.

“pe petir. Aku benci petir.”ucap Jessica parau. Sontak sehun mengedarkan pandangannya.

“noona mana ada petir dimusim panas seperti ini.”kata sehun dengan nada lembut.

apa Jessica noona berhalusinasi? Apa dia terlalu stress karena kata kataku tadi?’batin sehun merasa bersalah.

“ani ta tadi tadi……”
JJLLEEDAAAAAAAAAARRRRR!!!!!!!!!! Suara petir memotong kata kata Jessica.

“KYAAAAAA!!!!!!!!” Jessica berteriak lagi sambil mengeratkan pelukannya pada sehun. Sehun terlonjak kaget bukan karena suara petir tapi karena suara teriakan Jessica.

“noona taka pa taka pa… ada aku…”kata sehun menenangkan.

“hiks hiks hiks…”Jessica terisak. Badannya berguncang.

“noona noona. Lihatlah aku disini. Kau tak perlu takut.”sehun menutup kedua telinga Jessica mengangkat wajah Jessica sehingga dapat menatap wajah sehun. Isakan Jessica masih terdengar walau tak separah sebelumnya.

“sekarang noona duduk sebentar ne.”sehun mendudukkan Jessica keatas tempat tidurnya.

“sebentar.”kata sehun sambil berjalan keluar kamar Jessica.

“ya sehun kau mau kemana?? Kau meninggalkanku?? Sehun!”Jessica setengah berteriak dengan suara yang bergetar.

jinjjayo. Aku membenci petir. Kenapa bisa ada petir dimusim panas seperti ini?’batin Jessica sambil menatap jendela kamranya yang tertutup tirai. Suara langkah kaki membuyarkan lamunan Jessica. Belum sempat Jessica menoleh sebuah benda hangat terasa menempel ditelinga Jessica.

“eh…”gumam Jessica sambil meraba telinganya. Sebuah penutup telinga yang cukup besar dan tebal. Jessica menatap sehun yang membenarkan posisi tutup telinga Jessica. Jessica kembali melihat kilatan menembus kamarnya. Sontak Jessica memegang baju sehun sambil menatap kearah jendelanya. Sehun memegang tangan Jessica menepuknya pelan mengisyaratkan semua-baik-baik-saja-noona.

Sehun berjalan mendekati jendela kamar Jessica lalu membuka tirainya. Sontak langit kota seoul terlihat.

“langitnya terang kenapa ada petir?”gumam sehun pelan.

“ne??”Tanya Jessica yang ternyata sudah berada disemping sehun.

Sehun tersenyum pada Jessica membuka sedikit penutup telinga Jessica. “langitnya terang noona kenapa ada petir?” kata sehun sambil menunjuk kearah langit.

Sebuah kilatan kembali terlihat seperti menyambar sebuah daerah. Jessica yang melihatnya terlonjak kaget dan segera bersembunyi dibalik badan sehun.

Mata sehun terus tertuju pada kilatan yang terus menyambar itu. Ini aneh. Ini sudah terjadi 5x dan petir it uterus menyambar tempat yang sama.

“sehun.”Jessica menyentuh tangan sehun dengan telunjuknya pelan.

“eumh??”sehun menatap Jessica pelan lalu kembali menatap kearah jendela.

“kau kenapa?”Tanya Jessica.

“noona petirnya aneh.”kata sehun.

“hah apa??”Tanya Jessica tak bisa mendengar. Sehun menatap Jessica kesal. Dia lupa kalau Jessica masih memakai penutup telinga.

“petirnya aneh noona. Lihat lah petirnya terus menyambar ditempat yang sama. Bukankah petir tidak pernah menyambar ditempat yang sama.?”kata sehun menjelaskan dan segera membenarkan penutup telinga Jessica lagi.

Sekali, dua kali, tiga kali empat kali. Jessica menatap heran kearah petir yang menyambar ditempat yang sama itu.

“itu bagaimana bisa??”gumam Jessica. Sejenak keduanya terdiam memandang petir yang masih menyambar ditempat yang sama. Tiba tiba mata Jessica dan sehun membulat sempurna secara bersamaan. Sontak keduanya saling menatap seolah mengerti apa yangs edang mereka pikirkan.

“jangan jangan…………..”kata keduanya bersamaan.

 

>TBC<

Aaa….bagaimana??bagaimana??bagaimana??absurd ya???ahh maaf maaf…maaf juga kalo banyak typo…coment please…gomawo udah mampir…😀

35 thoughts on “[Freelance] The Guardian (Chapter 1)

  1. whoooaaaa menarik menarik keren keren ! Aku tauu itu pasti Chen kan ? Kekeeekee ~ cepat lanjut dong , udah penasaran pake banget ini xD fighting Author ^^

  2. Waa udah lama gak berkunjung kesini, ff ny keren banget penasaran sama kelanjutannya apalagi selanjutnya ada pacarku si Chen!Chen *dibakar exotics*
    Oh ya kenalin Rebecha Tiffany Imnida 96Line🙂

  3. Akhirnya, ada cerita lanjutannya.
    Sehun yang sudah dipertemukan oleh jessica.
    Tinggal yang lain belum ditemui.
    Petunjuk kedua sudah ada.
    Penasaran banget.
    Ditunggu lanjutannya..

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s