Love Test

Love Test chansic

Love Test

Inspired from urbanlejen

[icydork] | Chanyeol and Jessica | Psycho | PG 17+

“Aku pikir kau sama denganku.”

Kota kecil di pinggiran kota Seoul ini sudah cukup terkenal dikarenakan adanya seorang gadis cantik dengan kulit putih dan berambut panjang. Pemuda-pemuda di kota itu selalu mengantri agar bisa mengencani gadis itu.

Tapi, setiap pemuda yang sudah menginjak rumah gadis itu. Mereka akan berlari terbirit keluar dari rumah gadis itu.

Kalian heran? Pasti.

Bahkan, orang tua dari gadis itu heran mengapa banyak pemuda yang berlari setelah bertemu dengan gadis itu.

Gadis itu sempurna yang memiliki nama Jessica Jung.

Tak lama kemudian semkain jarang adanya pemuda yang ingin mengunjungi rumah Jessica untuk berkencan. Mereka lebih baik tidak pernah menginjak rumah itu.

Banyak desas-desus yang muncul yang berkata bahwa kemungkinan besar Jessica mempunyai kepribadian buruk atau tubuh fisiknya ada yang cacat.

Sampai pada suatu ahri dimana seorang pria berparas tampan dan gagah itu memberanikan diri untuk mengajak Jessica berkencan.

Chanyeol namanya.

Chanyeol mengetuk pintu rumah Jessica pelan dan akhirnya pintu itu pun terbuka.

Muncullah lelaki tua di balik pintu itu sambil tersenyum, “Apa ada yang kau inginkan?”

Chanyeol tersenyum simpul, “Aku ingin mengajak anak gadis anda keluar.”

Lelaki tua selaku ayah dari Jessica langsung meloncat kegirangan dan membuka pintu itu dengan lebar seakan-akan memberikan jalan untuk Chanyeol agar bisa masuk ke dalam rumahnya.

“Tentu saja. Dia sedang berada di ruang tamu menonton acara di televisi.”

Jessica sontak mematikan televisinya dan duduk diam malu di atas sofa rumah mereka.

“Aku tinggal ya.” Sang ayah berpamitan ke belakang.

Chanyeol duduk di seberang Jessica sambil tersenyum.

“Namaku Park Chanyeol. Kau, Jessica kan?” Chanyeol memperkenalkan dirinya.

Jessica hanya mengangguk malu, pipinya merona, “Iya. Salam kenal, Chanyeol.”

Dan dari sana mereka memulai berbincang, menukar cerita mereka. Terkadang Chanyeol melemparkan pertanyaan ke Jessica dan Jessica hanya bisa membalasnya dengan suara yang kecil dan pipi yang merona merah layaknya kepiting rebus.

Matahari sudah mulai mengumpat lagi ke Barat dan Chanyeol pun berpamitan untuk pulang.

“Hm, Jessica-ssi, bisakah kau ikut denganku sekarang? Aku akan mentraktirmu.” Tanya Chanyeol.

Darah Jessica berdesir cepat, nafasnya tak terkendali, jantungnya berdebar hebat.

“Oh, maaf,” Jessica membungkukkan tubuhnya seraya minta maaf. “Tidak sekarang.” Lanjut Jessica.

Chanyeol mengangkat salah satu alisnya, “Jadi kapan?”

“Datanglah kembali tengah malam dan hati-hati jangan mengetuk terlalu keras atau kau akan membangunkan orang tuaku.” Jawab Jessica.

Chanyeol mengangguk dengan ragu-ragu.

“Aku akan kembali lagi malam ini, tunggu aku di jendela kamarmu.”

Malam pun tiba. Chanyeol mengetuk jendela Jessica pelan.

TOK TOK TOK

Begitulah suaranya dan tiba-tiba jendela kamar Jessica terbuka.

Jessica muncul dibalik jendela itu dan tersenyum, “Tunggu aku di depan pintu.” Lalu menutup jendela itu lagi.

“Aku ingin kau melakukan sebuah ujian atas cintamu,” kata Jessica. “Jika kau benar-benar mencintaiku, kau pasti akan melewati ujian ini. Berjanjilah padaku bahwa jika saja dirimu gagal, kau tidak akan pernah memberitahukan orang lain tentang apa yang terjadi malam ini.”

Chanyeol tidak bisa membayangkan mengapa Jessica berkata seperti ini. Namun diluar kendali, Chanyeol menyetujuinya.

“A-aku janji.” Chanyeol berjanji.

“Baiklah, ikuti aku.” Ajak Jessica.

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Chanyeol. Namun Jessica diam, mengacuhkan pertanyaan Chanyeol.

Jaket yang dikenakan Jessica tertiup angin dan berkibaran saat dia berjalan. Chanyeol masih mengikutinya dari belakang. Melewati jalan setapak yang penuh dengan semak-semak dan akhirnya Jessica berhenti di sebuah makam yang masih sangat baru.

Jessica meraih sekop yang sudah mulai mengarat lalu menggali dan membingkar makan baru itu.

Gaun tidurnya yang berwarna putih itu berubah menjadi kecoklatan karena tanah yang masih basah.

Kaki Jessica menginjak sebuah peti mati. Dengan cepat Jessica membukanya, nampaklah sebuah kain kafan yang agak kotor. Jessica merobek di bagian lengannya dan mencabik lengan mayat tersebut lalu mengunyahnya.

Jessica tersenyum menyeringai ke arah Chanyeol, “Inilah ujiannya.”

Jessica menyudahkan acaranya dan bangkit berdiri, “Jika kau mencintaiku, kau akan melakukan apa yang kulakukan … Kau akan makan apa yang kumakan.”

Dengan begitu, Jessica menarik lengan dari mayat itu dan terlepas dari tempatnya lalu memberikannya kepada Chanyeol.

Chanyeol menelan saliva-nya susah payah. Namun Chanyeol memilih untuk mencoba makan apa yang dimakan oleh Jessica.

Chanyeol menrobek daging mayat tersebut, memasukannya ke dalam rongga mulutnya, mengunyahnya, dan menelannya.

Chanyeol tidak pernah menyangka bahwa rasanya akan seenak ini. Namun Baekhyn menyadari bahwa daging yang dia makan ini terbuat dari tepung dan gula-gula. Ini tiruan.

Jessica langsung meledakkan tawanya, “Kau tahu, dari semua laki-laki yang datang untuk mengajakku berkencan, hanya dirimu satu-satunya yang tidak melarikan diri. Aku ingin menikahi seseorang yang pemberani dan ini membuktikan kaulah orang itu. Sekarang, aku bisa jatuh cinta padamu.”

Chanyeol diam, tidak merespon Jessica, lalu tersenyum singkat.

“Hanya gula-gula?” Tanya Chanyeol. “Aku pikir kau sama denganku.”

Chanyeol meraih sekop yang berkarat itu dan membongkar makan disebelahnya. Chanyeol merobek kain kafan, dagingnya, dan memakannya.

Dan kini Jessica-lah yag berlari, menjerit ketakutan.

END

Mungkin ada beberapa bagian yang aku benar-benar copy dari aslinya tapi ini kebanyakan dari kata-kata aku sendiri dan ada beberapa bagian yang memang sedikit berbeda.

Tapi FF ini ter-inspirasi dari urbanlejen 🙂

 

Advertisements

32 thoughts on “Love Test

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s