Beautiful Husband [Part 4]

Beautiful-Husband

 

Beautiful Husband

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Byun Baekhyun [EXO K] – Kim Taeyeon [SNSD]

Ficlet series | Teen | Romance – Family – Marriage Life

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation.

Kedua sosok itu hanya tersenyum satu sama lain. Sinar terik matahari yang menjurus memberi penerangan dalam kamar itu. Namun kedua sosok itu tetap saja berdiam di dalam selimut, saling memeluk satu sama lain.

 

Taeyeon untuk yang keberapa kalinya hanya menghembuskan nafas – berusaha menstabilkan detak jantungnya yang sudah tak karuan. Oh, gadis itu benar – benar merasa sudah jatuh cinta pada suaminya itu. Pertama mereka bertemu, dirinya hanya sekedar untuk menikah tanpa perasaan apapun. Tapi kini… perasaan itu telah timbul dari dalam hatinya.

 

Berpelukan seperti ini membuatnya seperti tak normal. Matanya seakan tak dapat berpaling dari mata indah milik Baekhyun. Lelaki feminim itu telah menyihir dirinya dengan kemampuan luar biasa. Oh tidak, Baekhyun tidak melakukan apa – apa. Hanya saja Taeyeon sudah merasa melayang sekarang. Memikirkan saat bibir pink lelaki itu menempel pada keningnya saja sudah membuat darahnya mendesir.

 

“Taeyeon…” Hanya kata itu yang terucap oleh Baekhyun, dan dibalas dengan senyuman penuh tanya dari Taeyeon. Tanpa perlu menunggu jawaban dari Taeyeon, Baekhyun melanjutkan “Bagaimana kalau di hari pertama kita ini,…”

 

Taeyeon menunggu dalam penasaran kala Baekhyun menghentikan perkataannya sejenak. Baekhyun menarik nafas pelan, lalu menghembuskannya, seakan perkataan ini dapat membuat percaya dirinya berkurang drastis, “….kita  jalan – jalan yuk? Semacam,…”

 

“—kencan?”

 

Taeyeon langsung menahan nafas.

 

Mereka akan kencan?

 

Hari yang cerah, udara yang tidak terlalu panas, burung – burung yang beberapa kali berkicau, dan jalanan yang sepertinya tidak terlalu macet . Huah, nampaknya keadaan begitu mendukungnya kali ini. Bagaimana Taeyeon tidak senang minta ampun jika Baekhyun benar – benar memenuhi ajakannya kencan? Yes! Gadis itu berteriak girang dalam hati, walau di luarnya dia hanya menampakkan cengiran senang. Harusnya Baekhyun tau kalau hatinya juga sudah demo bergirang di dalam sana.

 

Eomma… kami pergi dulu ya” Baekhyun pamit pada Nyonya Byun yang masih saja berada di rumah mereka. Entah apa yang dilakukan ibu setengah baya itu, nampaknya dia senang sekali berada di rumah anak dan menantunya itu.

 

Nyonya Byun mengangguk dengan semangat. Wanita setengah baya itu dengan sengaja mendorong kecil punggung Baekhyun dan Taeyeon menuju pintu depan. “Hm! Ka! Pergi sana!”

 

Baekhyun mencibir melihat kelakukan ibunya itu, sedangkan Taeyeon hanya terkekeh geli.

 

Eomma mengusir kita ya?” cibir Baekhyun – berpura – pura – tak senang.

 

Nyonya Byun mengangguk, “Ne! Aku mengusir kalian… jadi pergi sana! Pergi!” ujarnya sok memerintah. Bibirnya tersenyum kecil ketika melihat Baekhyun – masih dengan cibiran – menarik pelan tangan Taeyeon dan menggenggamnya sembari mereka berjalan ke mobil. Hatinya tertawa puas, setidaknya rencananya datang ke rumah mereka tak sia – sia. Dia berhasil membuat mereka kencan! Ya, walaupun sebenarnya itu adalah hal yang biasa bagi para pasutri, tapi baginya itu hal paling membahagiakan sedunia.

 

Karena pada intinya adalah, Baekhyun itu berbeda dari para pria lain, ‘kan?

 

Setuju?

Taeyeon tak henti – hentinya melukis senyuman manisnya. Walaupun pada awalnya dia sedikit kecewa dengan tempat pilihan Baekhyun untuk kencan. Tapi setidaknya dia harus bersyukur dengan kemajuan atas kejantanan Baekhyun sekarang. Ini adalah kemajuan yang luar biasa bagus!

 

Langkahnya dengan semangat menarik Baekhyun menuju salah satu wahana di Lotte World. Hm, benar sekali. Baekhyun mengajaknya kencan di Lotte World. Berbeda sekali dengan harapannya juga para mantannya dulu yang lebih sering mengajaknya kencan di tempat – tempat tenang atau dinner di restoran bintang lima. Tapi tak apalah baginya, selagi Baekhyun memang masih memperhatikan dirinya juga perasaannya, semua itu tak masalah.

 

Lagipula, berkencan di tempat bermain sepertinya asyik dan seru!

 

Ya! Taeyeon-ah! Pelan – pelan~!” seru Baekhyun yang tak dapat menyamakan langkahnya dengan langkah kaki Taeyeon. Gadis itu menarik tangannya dan berjalan begitu cepat, membuatnya kesusahan. Sedangkan tangannya yang lain sedang memegang permen kapas berwarna pink yang besar.

 

Taeyeon memelankan langkahnya, lalu berbalik pada Baekhyun dan terkekeh, “Sorry. Aku hanya terlalu senang..” jawabnya dengan penuh kejujuran. Dia memang senang sekali hari ini karena Baekhyun mengajaknya kencan!

Baekhyun terperangah, “Kau senang?”.

 

Taeyeon mengangguk.

 

“Karena kita kencan, kau senang?” Taeyeon mengangguk lagi – sekarang dengan senyuman lebar. “Aku sangat senang, Baekhyunnie”

 

Andaikan saja Taeyeon tidak segera berbalik dan melanjutkan langkahnya – dengan lebih pelan dari sebelumnya –, pasti gadis itu sudah melihat rona merah muda di wajah Baekhyun sekarang. Lelaki itu merasakan wajahnya memanas ketika senyuman lebar Taeyeon – yang manis banget itu – terpampang di hadapannya.

 

Waktu demi waktu mereka habiskan bersama disana. Jarum jam semakin bergerak maju, namun tampaknya Taeyeon dan Baekhyun tak merasa bosan sama sekali. Nyaris semua wahana disana sudah mereka mainkan dengan penuh kontroversi.

 

Bagaimana tidak? Seperti saat ini. Taeyeon tengah memaksa Baekhyun untuk naik roller coaster, sedang Baekhyun menolak tak mau secara mati – matian. Hingga dengan sangat sadis, Taeyeon menyeret Baekhyun paksa ke antrian. Lalu dengan pasrah, Taeyeon harus mendengar Baekhyun yang menjerit – jerit sepanjang kereta kecil itu melaju di relnya. Malu ditanggungnya ketika Baekhyun memuntahkan isi perutnya setelah mereka turun.

 

“Tidak.. aku tidak sanggup lagi” Bibir Baekhyun melengkung ke bawah. Suaranya terdengar serak karena teriakan hebohnya tadi dan lebih kerennya lagi, di atas tadi dia menangis jerit. Hebat malu yang Taeyeon rasakan.

 

“Kau ini memalukan sekali!” gumam Taeyeon jengkel sembari memberikan Baekhyun sebotol air mineral. Matanya mendelik dan bibirnya mencibir. Rasanya dia ingin mengucek – ucek wajah Baekhyun yang basah sekarang ini juga. Cukup sudah tatapan menggelikan dari para pengunjung lainnya saat melihat dirinya dan Baekhyun.

 

Baekhyun menoleh pada Taeyeon dengan pandangan sedih, “Tapi aku memang sudah tak sanggup, Taeyeon. Perutku mual dan aku—“

 

“Aish, sudahlah. Cepat pulih. Masih ada wahana yang ingin aku naiki” gerutu Taeyeon memotong ucapan Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk lemah tak berdaya. Sungguh, sebenarnya dia sudah tak kuat untuk bermain lagi. Mereka pergi dari pagi dan sekarang sudah hampir sore, dan Taeyeon masih ingin bermain? Tapi demi – lagi lagi – dewi aphrodite, dia tak mungkin menolak – apalagi melihat Taeyeon sudah mulai jengkel padanya. Dia tidak ingin lagi merasakan deritanya beberapa hari yang lalu itu. Cukup, cukuplah sudah.

 

“Hueekk, hueekk” Baekhyun merasakan mual lagi. Dia kembali memuntahkan isi perutnya.

 

Dan lebih parah lagi dari sebelumnya, dia muntah di kemeja lengan pendek berwarna putih yang digunakannya. Sesaat, terdengar Taeyeon yang berteriak jijik, “EUWW!! BAEKHYUN MENJIJIKKAN, IH!!”

 

Beberapa saat kemudian, Baekhyun tampak lebih baik. Apalagi saat kakinya melangkah keluar dari sebuah toko baju, dengan baju ganti berupa kaos berwarna – lagi lagi – pink dengan gambar teddy bear putih cokelat yang lucu ditengahnya. Taeyeon hanya menarik nafas pasrah saat melihat sosok Baekhyun berseri – seri dengan kaos itu. Hm, dia membiarkan lelaki itu memilih sendiri baju gantinya dan lebih memilih untuk menunggu di luar toko.

 

“Sudah baikan?” sindir Taeyeon ketika Baekhyun sudah berada di hadapannya. Tak menangkap maksud sindiran Taeyeon, Baekhyun malah mengangguk dengan cerianya. Dia juga memamerkan pada Taeyeon gambar teddy bear pada kaos pinknya itu. “Lihat teddy bear ini… Cute sekali kan?” pamernya dengan bangga.

 

Taeyeon hanya memutar matanya malas, dan mengangguk tak ikhlas. “Hm, mereka cute sekali” balasnya dengan nada datar, lalu segera melangkah menjauhi Baekhyun.

 

Baekhyun mengernyit sejenak lalu segera berlari menyusul Taeyeon yang sudah agak jauh darinya, “Taeyeon! Tunggu—“

 

Namun langkah itu terhenti, ketika melihat Taeyeon tampak sedang…

 

… berpelukan dengan seorang lelaki? HEH?! BERPELUKAN?!!
I miss you so much, Jongin”

 

Baekhyun masih dapat mendengar bisikan Taeyeon pada lelaki itu pada jaraknya. Tubuhnya seakan membeku ketika melihat betapa eratnya kedua manusia itu berpelukan.

 

DUG DAG DIG DUG DAG

 

Jantungnya berpacu cepat ketika Taeyeon melancarkan sebuah ciuman kilat pada pipi lelaki yang dia panggil Jongin tadi. Tidak! Taeyeon! Jangan mencium lelaki itu! Baekhyun hanya dapat berteriak dari dalam hatinya.

 

Me too, Taeyeon. I miss you too, and i love you” bisik lelaki bernama Jongin itu pada Taeyeon dan balik mencium kening Taeyeon. Gemuruh amarah bergejolak di hati Baekhyun. Dia marah! Sangat marah! Tapi kenapa… Baekhyun merasa kakinya tak dapat berpindah. Hanya dapat menonton aksi peluk – cium itu dari tempatnya berdiri. Rasanya tak mampu untuk bergerak ke sana dan melabrak Taeyeon juga lelaki berambut hitam legam itu yang sedang bermesraan.

 

Jantungnya berpacu lebih cepat lagi ketika dia merasakan matanya basah. Tak sanggup melihat ketika kedua manusia itu saling bertatapan dan bertukar senyum. Tak kuat rasanya melihat adegan ketika Jongin itu mendekatkan wajahnya pada Taeyeon, sedangkan Taeyeon hanya tersenyum geli.

 

Tak kuat…

 

Pandangan Baekhyun mengabur, seiring dengan pita suaranya yang nyaris putus ketika dia berteriak nyaring, “HENTIKAN!!!!”

 

Taeyeon meringis ketika dia mendapati Baekhyun berjalan dengan emosi padanya juga Jongin. Huah, dia tak tau kalau Baekhyun menontonnya sedari tadi. Terpampang jelas Baekhyun yang dipenuhi dengan amarah ketika dia berada tepat di samping lelaki itu. Sosoknya kini berada di tengah – tengah kedua lelaki yang saling bertatapan tajam tak suka.

 

“Jangan sembarang main cium istri orang ya!” bentak Baekhyun pada Jongin dengan wajah menantang. Wajahnya seakan tak terima. Taeyeon tau itu namun dia malah terkekeh geli melihat raut wajah Baekhyun sekarang. Lucu banget soalnya. “Taeyeon juga, kok mau – maunya dicium dia, sih?!” Tawanya terhenti berganti dengan wajah terkejut. Eh, Baekhyun marah padanya juga ya?

 

“Aku?” Taeyeon nggak mudeng sambil menunjuk dirinya sendiri.

 

“Iya! Kok mau – mau aja dicium cowok ini?!” seru Baekhyun ulang dengan emosi. Matanya memerah pertanda dia baru saja menangis, dan hal itu membuat Taeyeon tak enak hati.

 

“Err, aku…” Taeyeon sebenarnya bisa saja mengelak dan mengatakan maksud sebenarnya dia membiarkan Jongin mendekatkan wajahnya pada wajah Taeyeon karena dia ingin mengerjai sahabat lamanya itu dengan tiba – tiba menampar pipinya – seperti biasa dilakukannya – tapi entah mengapa kalimat – kalimat itu menguap begitu saja terganti dengan rasa bersalah.

 

“Kamu tega ya, Taeyeon!” Baekhyun sudah mau menangis lagi. “Padahal aku pikir kamu setia sama aku!” serunya dengan mata basah dan kata – kata yang begitu kekanakkan. Pada waktu biasa Taeyeon yakin dia akan ketawa, tapi rasanya tak tega juga untuk mengumbar tawa sedang Baekhyun sedang susah mencemburui dirinya.

 

Lagipula Taeyeon yakin dia akan setia sama lelaki feminim satu itu. Ya walau kadang Baekhyun ngejengkelin dia banget. Tapi kan Baekhyun suaminya, mana mungkin dia tinggalin begitu aja? Apalagi umur pernikahan mereka yang bahkan belum masuk seminggu.

 

“Aku kan sudah berusaha yang terbaik untuk kamu..” lanjut Baekhyun dengan wajah memerah karena menangis. Dalam keadaan sekarang, dirinya tampak miris dan benar – benar terlihat seperti seorang gadis yang mendapati pacarnya berselingkuh dengan orang lain.

 

Pada akhirnya, Taeyeon hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menunduk dalam, “Mianhae, Baekhyun—“

 

“Buat apa kau meminta maaf padanya, hm?” Taeyeon tersentak ketika secara tiba – tiba Jongin menarik pundaknya dan merangkulnya. Jongin menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan ketika dia menoleh pada lelaki itu. Dan pada akhirnya, dia menunduk lagi. Menatap mata Jongin kadang bisa buat dia melting banget.

 

Namun bagi Baekhyun, ucapan Jongin terdengar begitu menantang. Wajah lelaki itu pun tampak sengak banget di mata Baekhyun. “Ya! Apa maksudmu berbicara seperti itu?!” tegur Baekhyun tak terima. Air matanya sudah berhenti mengalir, terganti dengan raut wajah emosi. Dirinya pun berkacak pinggang tak suka pada Jongin.

 

Jongin tidak menggubris Baekhyun sama sekali. Dia malah membalikkan tubuh Taeyeon, berhadapan dengannya. “Kau tidak perlu meminta maaf pada suamimu yang menjengkelkan itu. Tak perlu merasa bersalah seperti itu, honey” bisik Jongin pada gadis mungil di hadapannya. Ucapannya pedas, dan nampak sekali kalau dia sedang memanas – manasi Baekhyun melalui sikapnya.

 

“Dia saja yang terlalu pencemburu..” lanjut Jongin lagi sambil beberapa detik melirik licik pada Baekhyun.

 

Taeyeon melongo, tak percaya Jongin dengan begitu beraninya mengatakan hal itu. Padahal harusnya Jongin tau sekali kalau Baekhyun memiliki tingkat kesentisitifan juga temperamen yang tinggi – lebih tinggi dari para gadis yang sedang datang bulan malah – . Tapi kenapa malah Jongin tampak membuat Baekhyun semakin emosi?

 

Ya! Apa katamu tadi?!” Baekhyun kembali mengomel dengan suara keras, namun keras kepalanya Jongin membuat Baekhyun dikucilkan begitu saja. “Ya!” Baekhyun berteriak lagi.

 

“Kau punya telinga tidak?!!” teriak Baekhyun lebih keras dan dia berteriak tepat di telinga Jongin.

 

Eugh, Jongin dapat merasakan telingannya berdengung keras tepat setelah Baekhyun berteriak di telinganya. Namun dengan kemampuan akting yang luar biasa, Jongin tetap memasang wajah poker facenya lalu menoleh, “Apa? Ribut banget.”

 

Baekhyun melongo. Hey! Lelaki ini kurang ajar banget sama dia! Seumur hidupnya dia tidak pernah diperlakukan sekurang ajar Jongin!

 

Jantungnya maraton lagi, matanya memanas ingin menangis, bibirnya bergetar,  kakinya seakan ingin meloncat seperti biasa saat dia merajuk. Baekhyun menarik nafas, wajahnya sudah memerah menahan emosi.

 

Mulutnya bersiap mengeluarkan teriakkan yang memekakan telinga, “TAEYEEOONN!!! TEMANMU INI KURANG AJAR BANGET SAMA AKU!! HUAAA!! HUWEEE!!! EOMMAAA~~~!!!”

 

TBC

Note:

Oke, pertama – tama aku mau minta maaf karena telaaat banget ngepost part 4 ini.__. Ini semua karena laptopku yang terinstall ulang dan yeah, seperti biasa… aku lupa nge-backup data makanya nyaris semua gitu hilang. Pinter banget aku ini xD

Dan yang kedua, untuk cerita part 4 ini… agak melenceng dari rencanaku sih. Soalnya pengennya aku buat Baekhyun nangis jerit – jerit gitu di tengah taman bermain karena cemburu, sampai teriak – teriak gaje gitu.. tapi kalau aku pikir – pikir, kasian bener Baekhyun kalau kerjaannya nangis jerit mulu😄

Oke deh, itu aja cuap – cuap aku yang gak penting banget sebenarnya.. Semoga kalian puas dengan part ini ya😉 Walaupun aku yakin kalian kecewa banget sama aku sekarang ._. Mianhaeee ;A;

And, pai pai~

See you di part 5~~ :3

115 thoughts on “Beautiful Husband [Part 4]

  1. Pingback: Beautiful Husband [Part 8] | EXOShiDae Fanfiction

  2. Pingback: Beautiful Husband [Part 9A] | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s