[Freelance] The Burn Rose (Chapter 1/2)

burn-rose-2

Title : The Burn Rose

Main cast:

  • Huang Zi Tao (Tao exo)
  • Tiffany (snsd)
  • Kris Wu (kris exo)

Genre : mistery, rommance, hurt

Author : N_bingle

Length : twoshot

Notes : fiuhh.. akhirnya FF.y keluar…. Happy reading. FF ini juga udah di post di blog author sendiri, visit yah http://www.bluebingle.wordpress.com..

Disclaimer : The plot is mine! The cast is my bias! This FF belong to all readers

Pagi yang cerah menyambut para murid di Ahnhyeon High School. Pagi yang cerah ditambah dengan kicauan burung dan udara yang sejuk, itulah yang membuat para murid Ahnhyeon High School semangat mengawali hari mereka. Dengan mengenakan seragam kemeja putih dan bawahan celana dan rok kotak-kotak hitam begitu juga dengan dasi mereka tak lupa blazer hitam dengan lambang Ahnhyeon High School.

Dari kejauhan terlihat sebuah mobil sport berwarna hitam tengah melaju dan hendak masuk ke daerah Ahnhyeon High School. Setelah sang pemilik mobil memarkirkan kendaraannya, ia segera turun dengan terburu-buru dari mobilnya dan berlari menuju kelasnya.

                “Annyeonghaseyo! Jeoseonghamnida songsaengnim, aku terlambat… heheheh” kata yeoja itu

Sang guru langsung berbalik dan menatap lekat-lekat pada yeoja itu. Setelah itu ia menaruh spidolnya di atas meja dan menggantinya dengan sebuah rotan panjang yang sudah dia siapkan di atas meja sebelum yeoja itu datang.

                “Hwang Mi Young, benar itu namamu?” Tanya guru itu

                “ne sogsaengnim! Songsaengnim seperti baru mengenalku saja, ehh.. geunde… rotan itu untuk apa yah songsaengnim?” Tiffany bertanya dengan wajah yang sedikit khawatir.

                “kita ke tengah lapangan sekarang” kata guru itu.

Mereka ahirnya menuju ke lapangan utama sekolah mereka. Tiffany berlutut di tengah lapangan dengan mengenakan kalung kertas yang bertuliskan

“Aku seorang nocturnal, aktivitasku di malam hari dan tidur di siang hari, Hwang Mi Young XII B, 19 belas tahun”

                “ Songsaengnim… jebal.. maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi.. jebal” kata Tiffany sambil memohon kepada Lee Songsaengnim.

                “kalimat itu sudah keseribu kalinya aku dengar dari mulutmu, tapi kau selalu mengulanginya tanpa merubah kebiasaan burukmu itu Mi Young, sekarang berlutut kembali dan angkat kedua tanganmu ke atas sampai aku bilang berhenti” kata Lee songsaengnim.

                “songsaengnim..”

                “palli!!” kata Lee songsaengnim

Akhirnya Tiffany melakukan perintah Lee songsaengnim. Setelah 30 menit, bel istirahat bordering, semua siswa mulai keluar dari kelas masing-masing. Tiffany menutup matanya berharap teman-temannya tidak melihatnya, tapi itu percuma, semua murid sudah melihatnya dan berbondong-bondong ke tengah lapangan, mereka penasaran dengan tulisan yang dikalungkan Tiffany.

                “Nocturnal? Dia kelelawar yahh? Ahahahahah!!” kata seorang murid kelas XII A, ucapannya itu membuat siswa-siswa yang berkumpul di situ tertawa.

                “Ya! Pergi sana! Sebelum makanan di kantin habis! Kalian mau makanan di kantin habis lalu kalian tidak makan?” Tiffany membentak siswa-siswa yang mengelilingya.

                “Tidak apa-apa makanan habis, yang penting kami bisa melihat spesias nocturnal baru selain kelelawar, ahahahaha!!!” kata salah satu siswa. Mereka semua kembali tertawa.

                “ya!!! Pergi sana!! Lee Soo Man songsaengnim, maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi..jeball” teriak Tiffany.

Seorang namja yang mengenakan kacamata dari kejauhan sedang memandang kerumunan yang mengerumuni Tiffany, dia bisa melihat Tiffany yang sedang berlutut dengan wajah yang penuh dengan emosi, setelah itu namja itu pergi sambil tersenyum.

10 menit kemudian…

                “Mi Young… berdiri waktu hukumanmu sudah berakhir” kata Lee songsaengnim.

                “jongmall?!?! Gamsahamnida songsaengnim!” kata Tiffany  sambil membungkukkan badan.

Setelah menjalani hukumannya, Tiffany langsung melepas kertas yang dikalunginya dan membuanya ke tong sampah setelah itu ia bergegas menuju kantin.

                “hei girls…!!” sapa Tiffany kepada kedua temannya

                “huh… kau ini baru saja dihukum, sudah bisa tersenyum lagi, Tiff..Tiff” kata Jessica

                “memangnya kenapa? Aku pantas tersenyum dong karena kau bisa kembali dengan temanku yang super duper kyeopta dan yeppo ini!!” kata Tiffany sambil mencubit pipi Jessica dan Yoona.

                “ya! Appo! Aku ini bukan boneka” kata Yoona

                “hmm.. aku haus dan lapar… 40 menit berjemur di lapangan ternyata hebat juga yahh pengaruhnya pada tubuhku” kata Tiffany

                “Ahjumma! Burger monsternya satu dan orange juicenya satu yahh..!!” teriak Tiffany

                “maldo andwe.. kau memesan yang monster.. yang medium saja belum tentu kau habiskan” kata Jessica.

Tiba-tiba datanglah Suho dan teman-temannya ke meja Tiffany dan kawan-kawan.

                “chagiya…” kata Suho kepada Yoona

                “aigoo! Kau mengejutkanku saja” kata Yoona

                “Fany-ah, kau kenapa lagi tadi?” Tanya Suho

                “terlambat masuk” jawab Tiffany singkat

                “gara-gara, party semalam yahh yang di rumah Yoona?” Tanya Lay

                “ia… semalam aku minum wine” jawab Tiffany

                “ya! Kau bukan Cuma minum, kau menghabiskan 2 botol wine, sampai mabuk dan membuatku sangat kerepotan memanggilkan taxi dan membopongmu ke dalam taxi” kata Yoona

                “ehehehe “

Tiba-tiba datanglah seorang yeoja yang sepertinya hoobae Tiffany

                “Tiffany eonni, ada paket untukmu” kata hoobae itu

                “dari siapa?” Tanya Tiffany

                “aku tidak tahu, aku menemukannya di atas loker eonni tadi, kupikir lebih baik langsung ku berikan saja kepada eonni sebelum hilang” jelas hoobae itu

                “oohh.. ne gumawo”

                “dari siapa?” Tanya Jessica

                “tidak ada nama pengirimnya” jawab Tiffany

                “uuuu… penggemar rahasia rupanya” goda Suho

Setelah kota itu di buka ternyata ada kotak lagi di dalamnya ketika kotak kedua dibuka ternyata masih ada kotak lagi di dalamnya begitu seterusnya hingga kotak yang kelima. Di kotak terakhir ada sehelai kelopak bunga mawar dan sebuah kertas kecil.

                “siapa sih yang mengirim paket aneh ini, apa maksudnya sehelai kelopak bunga mawar?” kata Tiffany

                “coba baca dulu catatannya” kata Yoona

Notes:

Dari: Zee

Hey wajahmu jelek sekali tadi waktu dihukum

Jangan pasang tampang itu lagi :p

Himnera!

                “ya! Siapa Zee? Dan dia mengatakan aku jelek?!?!”

                “hey, sepertinya bukan itu maksudnya, mungkin dia itu menegurmu untuk tidak memasang wajah jelekmu karena kau itu cantik, buktinya di catatan itu dia bilang “wajahmu jelek sekali tadi WAKTU DIHUKUM” Jessica memberi penekanan pada kalimat waktu di hukum.

                “mungkin saja” kata Tiffany.

Seseorang dari kejauhan ternyata sedang memantau meja Tiffany, sambil tersenyum dan memperbaiki letak kacamatanya, setelah itu dia pergi.      

                                                                                ~~~

Setelah insiden kelopak bunga mawar, sepekan kemudian insiden itu terjadi lagi, tapi ada yang sedikit berubah di insiden itu. Masih dengan pengirim Zee, kotak yang berisi kotak lagi, tapi isinya berbeda, kali ini isinya adalah daun bunga mawar.

                “benar-benar orang gila, apa maksudnya daun ini?!?!” kata Tiffany dengan sedikit emosi.

                “orang ini irit sekali, sebelumnya dia mengirim klopak bunganya saja sekarang daunnya, kenapa tidak langsung sekaligus satu tangkai mawar yang dia kirim?” kata Jessica

                “ia juga yahh, eh! Ada catatannya lagi

Dari : Zee

Sudah ku bilang jangan pasang tampang jelekmu itu lagi

:p

                “Menyebalkan!!!”

Tanpa berfikir panjang Tiffany langsung merobek kertas itu.

Hal yang sama kembali terulang, isinya juga berbeda. Kali ini isinya adalah tangkai bunga mawar yang berduri.

Dari Zee

Tampang itu lagi, sudah ku bilang kan jangan pasang tampang itu lagi

:p

                “Bagaimana aku tidak memasang tampak jelek ku ini kalau ka uterus meneror??!?! Ini sudah tidak lucu, aku harus segera menyelidiki, siapa sebenarnya Zee ini” kata Tiffany

                “kau benar, dia sudah keterlaluan, tapi kalau dilihat dari isi suratnya ,sepertinya dia murid juga di sekolah ini, buktinya waktu kau dihukum oleh Lee songsaengnim dia mengetahuinya dan dia tahu ekspresimu saat kau membaca suratnya juga pada saat di hukum” jelas Yoona

                “hmmm… benar juga”

Akhirnya insiden kotak itu berhenti, setelah 2 pekan, orang berinisial Zee itu sudah tidak pernah mengirim paket lagi, tapi ada hal aneh lagi terjadi.

                “wahh… sepertinya si ‘Zee’ itu sudah kehabisan uang untuk mengirimimu paket” kata Jessica

OTOS (yang belum  tahu OTOS, sono kenalan dulu di FF remix)

                “eomma… aku pulang”

Seorang namja baru saja pulang pulang dari sekolahnya dan langsung mencari ibunya.

                “masih mau memetik mawar eomma lagi?” Tanya wanita paruh baya itu.

                “eomma..”

                “eomma sudah bilang jangan memberikan mawar itu pada seorang Yeoja” kata wanita itu dengan sedikit emosi.

                “tapi eomma…”

                “sudah ku bilang jangan!”

Namja itu kemudian naik ke kamarnya dan membanting pintunya.

OTOS (udah di bilangin kenalan dulu sono di FF remix, bawel yahh!! Readers: udah tau kok thor –“)

                “Tiff…”

                “hmm”

                “kurasa sejak tiga hari yang lalu sepertinya ada yang sedang memperhatikanmu” kata Yoona

                “benarkah?” Tanya Tiffany

                “ini hanya perasaanku saja” jawab Yoona

Seorang namja dari kejauhan sedang memperhatikan Yoona dan Tiffany sambil bersembunyi di balik bukunya. Ketika matanya bertemu dengan Tiffany, ia langsung terkejut dan langsung beranjak dari tempatnya.

                “sepertinya kau benar” kata Tiffany.

                “sepertinya dia menyukaimu Tiff”

                “tidak mungkn”

                “kau tidak pernah tahu itu”

Menjelang hari kelulusan, para siswa kelas XII sibuk mendekorasi aula sekolah yang akan mereka pakai untuk acara kelulusan sekaligus perpisahan dengan para adik kelas.

Dan hari kelulusan pun tiba, semua murid kelas XII Ahnhyeon High School dinyatakan lulus 100%, pada malam harinya siswa kelas XII mulai berdatangan ke aula sekolah Ahnhyeon High School termasuk Tiffany dan teman-temannya. Mereka datang mengenakan mini dress dan sepatu ber hak tinggi membuat penampilan mereka sangat cantik. Berbeda dengan Yoona, dia tidak datang dengan teman-temannya termasuk Tiffany, dia datang bersama Suho sang pacar.

                “Selamat malam chingudeul…! Malam ini merupakan malam yang paling bersejarah bagi kita para murid kelas XII angkatan 2012/2013, kenapa? Ya, karena malam ini bisa dikatakan malam terakhir kita sebagai murid Ahnhyeon High School, untuk itu mari kita rayakan malam terakhir kita ini, selamat berpesta!!!”

MC mengakhiri sambutannya, setelah itu acara pun di mulai. Para siswa mulai antusias untuk menunggu penampilan dari adik kelas mereka yang akan tampil menyanyikan beberapa lagu dan juga beberapa siswa kelas XII yang akan menyanyikan beberapa lagu.

                “selamat malam semuanya… malam ini saya akan membawakan sebuah lagu dengan judul Don’t say goodbye, lagu ini saya persembahkan buat adik-adik kelas saya yang selama ini sudah setia membantu saya dalam menyelesaikan tugas-tugas saya dan hal-hal lainnya, lagu ini untuk kalian”

D.O mengakhiri kalimatnya dan langsung memetik senar gitarnya dan mulai bernyanyi. Selama D.O bernyanyi semua mata tertuju padanya karena suaranya yang sangat merdu itu. Setelah selesai bernyanyi para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari beberapa siswa kelas X dan XI, sambil menikmati penampilan para siswa, tersedia pula makanan yang berjejer di dua meja panjang. Acara berjalan dengan lancer, semua penampilan sudah di tampilkan penutupan juga sudah dilakukan, waktunya untuk pulang.

Ketika Tiffany dan teman-temannya keluar dari aula, tiba-tiba ada seorang hoobae yang memberikan selembar kertas kepada Tiffany.

                “eonni! Ada surat untukmu!” kata hoobae itu, selesai memberikan suratnya, ia langsung berlari pergi.

                “aku baru saja mau bilang terima kasih dia sudah main kabur saja” kata Tiffany

                “cepat baca suratnya” kata Jessica

Dari: Zee

Naiklah ke gedung basket indoor…

                “dia menyuruhku gedung basket indoor”

                “siapa? Si ‘Zee’ itu?” Tanya Jessica

                “ia, kau duluan saja ke mobil, aku hanya sebentar”

                “baiklah” kata Jessica

Tiffany segera bergegas ke gedung basket indoor. Ia harus mengetahui siapa sebenarnya Zee itu dan apa maksudnya mengirim paket aneh beberapa waktu lalu.

Setibanya di dalam gedung, Tiffany melihat seseorang yang sedang bermain basket sendirian dengan mengenakan setelan jas, sepertinya dia juga ikut di pesta tadi. Tiffany masih belum bisa melihat wajah orang itu, karena posisi orang itu membelakangi Tiffany.

                “cogiyo…” kata Tiffany

Orang itu langsung menghentikan perminannya dan berbalik. Betapa terkejutnya Tiffany ketika megetahui siapa orang itu.

                “neo?!?!” kata Tiffany kaget.

                “hai nuna…” kata orang itu sambil tersenyum dengan sedikit gugup

                “jadi kau yang beberapa lalu menerorku dengan paket aneh itu?!?” kata Tiffany masih setengah percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.

                “ia.. kau benar..”

                “kau?!?!? Lalu kenapa kau menyuruhku ke tempat ini?” Tanya Tiffany

                “a..aku..ingin..mengatakan..kalau..a..aku…su..sudah lama menyukaimu nuna! Maukah kau menjadi yeojachinguku?” Zee mengungkapkan perasaannya kepada Tiffany dengan sangat gugup

Setelah itu hening beberapa saat …

Seakan teringat sesuatu, Zee langsung mengambil sebuket bunga mawar tak jauh dari tempatnya berdiri.

                “waktu itu aku hanya memberikan daun, kelopak dan tangkainya secara terpisah sekarang aku memberikannya secara utuh” kata Zee lalu memberikannya kepada Tiffany

Tiffany mengambil mawar itu, tapi..

                “kau tahu… ini sama sekali tidak lucu, secara tidak sadar kau sudah mempermainkan perasaan orang lain dengan terror-terormu itu, kau mungkin berfikir ini akan berhasil membuatku tertarik padamu, tapi aku bukan orang seperti itu” kata Tiffany dengan wajah yang mulai emosi

Seketika itu juga ekspresi Zee berubahm, yang awalnya berseri-seri menjadi murung.

                “ma..maksud nuna?” tanyanya

                “aku bukan gadis yang suka dengan sebuah kejutan misterius konyol seperti yang kau lakukan itu!! Kau tahu trik mu itu sama sekali tidak membuat aku menyukaimu emm.. bukan, terlalu cepat jika aku bilang menyukaimu.. maksudku tertarik padamu, itu justru membuatku jengkel dan muak, dan mawar ini! Jangan pernah tampakkan lagi di hadapanku!!??!”

Tiffany mengakhiri kalimatnya dengan penuh emosi, ketika melihat sebuah korek api di tempat duduk penonton Tiffany langsung mengambilnya dan membakar buket bunga itu. Zee yang melihat hal itu merasa terpukul dan sakit hati dengan perlakuan Tiffany ia lagsung memperbaiki letak kacamatanya. Sedangkan Tiffany, setelah membakar mawar itu ia langsung beranjak pergi.

                “Nuna…” Zee memanggil Tiffany yang hendak meninggalkan gedung itu

                “kenapa lagi? “

                “kau akan menyesal dengan semua ini” kata Zee tanpa berbalik menatap Tiffany

Tiffany yang mendengar itu langsung tertawa.

                “ahahaha! Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini, mungkin kau yang kecewa padaku”

Setelah berkata seperti itu Tiffany kembali berjalan keluar dari gedung dan menuju ke mobilnya.

                “O! kenapa kau ada di sini?” Tanya Tiffany bingung ketika melihat Kriss sedang berdiri bersandar di mobilnya

                “menunggumu” jawab Kris

                “lalu mana mobilku?” Tanya Tiffany

                “ku suruh Jessica untuk membawanya, biar kau ku antar pulang” jawab Kris

                “kenapa?”

                “aku hanya ingin mengantarmu pulang saja” jawab Kris

Tiffany akirnya diantar pulang oleh kris, selama di perjalanan Tiffany hanya diam di sebelah Kris.

                “kenapa dari tadi kau diam saja?” Tanya kris

                “eoh? tidak apa-apa hanya sedang memikirkan sesuatu” jawab Tiffany

                “memikirkan apa?” Tanya Kris lagi

                “bukan hal yang penting” jawab Tiffany

Akhirnya mereka sampai di rumah Tiffany.

                “oppa, terima kasih sudah mengantarku pulang” kata Tiffany

                “emm.. Tiff”

                “wae?”

                “apa kau mau menjadi yeojachinguku?”

                “mwo? Emm..”

                “kalau kau..

                “baiklah!”

                “mwo? Apa maksudmu?”

                “Oppa tau sendiri artinya, annyeong!” setelah mengatakan itu Tiffany segera turun dari mobil, sedangkan Kris termenung di dalam mobil, ia tersenyum lalu segera pergi.

                                                                                                ~~~

                                                                                TBC

Eotthe?

9 thoughts on “[Freelance] The Burn Rose (Chapter 1/2)

  1. Smoga kris ngelindungin fany dari zee bkannya mlh sengkongkol
    ama zee yach chingu jebal
    lgian fany sadis amat sich ngebkar mwarny ckckck

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s