[Freelance] Hurt (Chapter 6-PREFINAL)

Untitled-1

Hurt (PRE-FINAL)
Tiffany Tania //  GG’s Im Yoona – EXO’s Chanyeol // Chaptered // Angst, Sad, Married-Life

[Yoona tak pernah menyangka jika Chanyeol melakukan semua ini]

….

“Kau tak tahu dimana Jessica?” tanya Chanyeol sedikit bingung.

Soojung mengangguk lemah, “Makanya aku kesini oppa..aku ingin mencari Jessie unnie”

Yoona sedikit mengendurkan genggaman nya pada Chanyeol, sang suami hanya mampu menoleh dan menyadari perubahan air muka sang istri. Bibir Chanyeol terkatup, dia tak tahu harus bagaimana.

Jangankan tahu dimana Jessica, rumahnya saja dia tak tahu.

Tapi, keadaan berubah saat iris Soojung menangkap sosok Jessica. Dia bersama seorang pria. Bahkan arah pandang Chanyeol ikut menuruti Soojung. Begitupun dengan Yoona.

“Jessie unnie?” ucap Soojung sedikit terhenyak, dia menarik lengan lelaki disampingnya. Kim Myungsoo.

Myungsoo hanya mampu mengangguk mengiyakan perkataan teman dekatnya itu.

Soojung berlari ke arah Jessica, tahu – tahu Jessica sudah sedikit menjauh dari Soojung. Dia seperti tak mengharapkan kedatangan saudara perempuannya itu.

“Untuk apa kau kesini?”

Pertanyaan itu membuat Soojung mencelos. Dia kaget bukan main, niatnya datang jauh – jauh hanya ingin menemui kakaknya. Tapi?

“Unnie…” suara Soojung sedikit tercekat. Dia membaur kepelukan Yoona, dia menangis.

Kini Yoona berusaha bersuara, “Dia mencarimu Jess.. tidakkah kau merindukannya?”

Mata Jessica sedikit mendelik, mungkin kesal. Berbeda dengan lelaki di sebelahnya, lelaki berjas hitam yang terlihat seperti orang kantoran. “Dia siapa Jess?” tanyanya.

“Ah, tak penting Junmyeon-a. Ayo kita pergi” tarik Jessica. Lelaki itu hanya mengangguk dan mengikuti langkah Jessica.

Sedangkan tangis Soojung semakin mengeras.

“Kau boleh ikut bersama kami Soojung-a”

“Apa noona tak keberatan?” tanya Myungsoo, sedikit canggung. Yoona tersenyum, “Tidak apa – apa”

….

“Iya oppa.. entahlah semenjak oppa meninggalkan Jessie unnie. Dia jadi sering uring – uringan tak jelas”

“Separah itukah?”

“Bahkan dulu Jessie unnie sempat dirawat seminggu karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol”

“Maafkan aku Soojung-a ini semua salahku..”

Yoona berjalan kearah Chanyeol yang sedang memeluk Soojung. Soojung tersadar dan menghapus airmatanya. “Maafkan Chanyeol oppa..” ucap Yoona pada Soojung. Lantas saja mata Chanyeol sedikit terbelalak.

“Ne unnie.. ini bukan sepenuhnya salah Chanyeol oppa..”

Yoona mengelus pelan rambut Soojung, “Kau bisa tinggal disini untuk beberapa waktu kedepan”

“Benarkah unnie?”

Yoona mengelus pelan lengan Chanyeol, dia tersenyum kearah suaminya. Chanyeol mengangguk setuju, “Ah.. gomawo unnie-ya! Gomawo oppa”

“Kamarmu disebelah sana..” ucap Yoona menunjuk kamar tamu.

Soojung mengangguk, “Ne unnie.. Aku ke kamar dulu, ya?”

….

Mata Yoona sibuk memperhatikan objek dihadapannya. Chanyeol yang sedari tadi hanya bisa memijat kening pelan. Matanya yang sedikit berair dan ada lingkaran hitam dibawahnya sukses membuat hati Yoona terenyuh.

“Gwenchana?”

Chanyeol memaksakan senyum, “Nan gwenchana”

Yoona mendekap hangat sosok Chanyeol, dia tersenyum manis dan menenggerkan dagu nya dibahu tegap sang suami. “Kita hadapi semuanya bersama, ya?”

“Eh?”

“Ya, masalah ini. Masalah kau, aku dan Jessica”

Chanyeol hanya bisa mengelus pipi Yoona lembut. Disaat genting seperti ini Yoona masih saja memperhatikan dan mengerti situasi. Chanyeol tak pernah merasa seberuntung ini sebelumnya.

Sebelum dia bertemu dengan sosok Yoona.

….

Suasana meja makan terasa berbeda, dengan kehadiran Soojung semua terasa hangat. Canda tawa sedari tadi terlontar ditempat ini. Yoona mengakui bahwa dia sangat membenci Jessica tapi tak seharusnya dia menjadikan Soojung sebagai sasaran.

Soojung hanya gadis berusia tujuh belas tahun yang belum mengerti apa – apa, dia terlebih kehitung polos.

“Unnie-a, aku saja yang mengantarkan Nicole”

Dahi Yoona sedikit mengerut, dia beralih menatap gadis kecil yang sedang lahap menyantap sarapan. “Kau tidak keberatan?”

Soojung tersenyum, “Tidak unnie.. justru aku senang jika bisa mengantar Nicole”

“Ya mom.. Semalam Soojung unnie berjanji padaku katanya besok mau mengantarku”

Chanyeol tersenyum dan sedikit melirik Nicole. “Baiklah..”

Nicole dan Soojung berpamitan, mereka sedikit berlari ketika Nicole berteriak. “Unnie.. aku terlambat!”

Tawa Chanyeol dan Yoona terdengar didalam ruangan, kini hanya tersisa mereka berdua. Yoona sedikit merindukan suasana sarapan seperti ini.

“Apa tak ada berkas yang tertinggal, Chanyeol-a?”

“Ti..dak” ucapnya kelabakan karena mulut yang dipenuhi nasi goreng. Yoona terkekeh karena dia terlalu kebanyakan menyuapi, “Pelan – pelan! Ayo minum”

Pagi ini suasana perjalanan Chanyeol tak sepi lagi, karena Yoona mau menemani dia dikantor. Padahal Chanyeol sudah melarang habis – habisan tapi Yoona tetap kekeh ingin ikut dengan alasan –anaknya mengidam ingin dibawa kekantor-.

Tiba disana seluruh karyawan membungkuk sopan, tak sedikit yang memberikan jabatan tangan pada Chanyeol.

“Selamat datang kembali, Park Chanyeol-sshi” ucap Sehun memeluk erat Chanyeol sebagai tanda persahabatan mereka.

KREK…

Chanyeol membuka pintu ruangan kerjanya, dengan cepat dia sedikit berlari dan duduk diatas kursi kerjanya. “How did i miss all of them?”

Yoona terkekeh pelan, “Kau ini…” dan duduk di sofa. Dia menyalakan TV setiba disana. Suara pintu diketuk terdengar, lantas Yoona dan Chanyeol menoleh kearah yang sama.

“Annyeonghaseoyo..”

“Oh kau.. masuk!”

Mata Yoona sedikit membesar, siapa dia? Atau lebih tepatnya siapa wanita itu?

“Ada berkas baru yang harus ditandatangani, Pak” ucapnya sopan. Lalu beralih tersenyum kearah Yoona, Yoona hanya membalas senyum.

“Baiklah, terimakasih”

Saat itu juga wanita itu pergi dari ruangan Chanyeol, dan sedikit meninggalkan tanda tanya besar didalam hati Yoona.

“Dia?”

Seolah mengerti, Chanyeol menghampiri Yoona dan duduk disampingnya. Dan mengambil sedikit cemilan yang Yoona pegang. Yoona mengerucutkan bibir kesal. “Siapa dia?”

Chanyeol masih tak kunjung mengalihkan pandangan dari TV, “Dia Jiyeon, sekretaris baruku”

Yoona sedikit kaget, mulutnya setengah terbuka. “Je-Jessica?”

“Aku memecatnya. Aku tak butuh sekretaris seperti dia.. dia hanya menambah masalah” ucap Chanyeol masih memakan cemilan itu.

“O..oh” Yoona mengangguk dan mengambil cemilan. Dia pun ikut larut dalam siaran televisi yang Chanyeol tonton. Running Man.

….

“Nuguseyo?”

Jessica terkaget ketika seseorang membuka pintu kamarnya. Dia tersenyum dan melenggang berjalan kearahnya.

Senyum Jessica mengembang, “Ah, Junmyeon-a!”

Junmyeon terduduk di tepi ranjang Jessica. Dia tersenyum manis sedari tadi, membuat Jessica terheran – heran.

“Biar kutebak… kau mendapat project baru?” tebak Jessica asal.

Junmyeon menggeleng, dan berusaha menahan senyum. “Salah”

“Mmm…” kini mata Jessica sedikit menerawang ke atas, lengannya mengetuk dagu pelan. “Apa ya?”

“Kau ingin tahu?” ucap Junmyeon berusaha se-misterius mungkin.

Jessica mengangguk.

“Baiklah..”

Junmyeon mengodok saku jas kerjanya, dan menyembunyikan sesuatu. “Apa itu?” tanya Jessica yang semakin kebingungan.

Awalnya, Junmyeon mengelus lengan Jessica. Dia terus saja tersenyum manis, membuat Jessica tergugup karena dia larut dalam senyuman hangat Junmyeon.

Lelaki itu meraih sesuatu, dan melakukan serenade dihadapan Jessica.

“Would you be mine?”

“W-what?”

Jumnyeon sedikit memperbaiki dasinya dan mengecek suara, “Ekhm.. one more time. Would you be mine, Jessica Jung?”

Hening.

Junmyeon dibuat kaget ketika buliran liquid itu terjun dengan bebasnya dari pelupuk mata si gadis. “Kau kenapa?”

“Kau akan menyesal Junmyeon-a.. ada suatu hal yang tidak kau ketahui” kini Jessica berdiri dan berusaha menghindari Jumnyeon. Tapi sayang, kini wanita itu sudah jatuh dipelukan lelaki itu. “Aku tahu”

“Maka dari itu izinkan aku untuk menggantikan posisi Chanyeol, aku mencintaimu apa adanya”

“Aku tak bisa mempunyai anak Junmyeon-a! Aku tak bisa menjadi istri yang sempurna!” tangis Jessica malah semakin pecah.

Junmyeon menggenggam erat lengan Jessica. “Itu yang membuatmu spesial.. aku yang akan menutupi semua kekuranganmu”

Mulut Jessica terkatup, dia cukup tersentuh dengan perkataan Junmyeon.

“Bagaimana?” tanyanya lagi sambil melepas pelukan.

Jessica sedikit menyunggingkan senyum, “I will Junmyeon-a”

Dengan mantap Jessica menyetujui, dia tak ingin kehilangan kesempatan untuk kembali kehilangan seseorang yang dia sayang. Cukup hanya Junmyeon, dengan dia Jessica yakin hidupnya akan bahagia.

“Gomawo Junmyeon-a sudah mau menjadi pelengkap hidupku”

Sedetik kemudian, bibir tipis Junmyeon berhasil mendarat dibibir Jessica.

….

“Kau lapar?”

Yoona mengangguk, “Lapar sekali Chanyeol-a”

“Aish.. mengapa tidak bilang dari tadi!” kini Chanyeol menarik lengan Yoona. Yoona yang melihatnya hanya menahan tawa sampai Sehun menghentikan langkahnya.

“Ada apa?”

Sehun menyerahkan satu berkas, “Ada project baru dari Kim Corporation”

“Kau yang atasi, ya? Aku mempercayaimu”

Lalu menarik lagi lengan Yoona, Chanyeol ini bodoh atau apa. Apa dia lupa bahwa Yoona sedang mengandung? Seenaknya jidat saja dia main menarik lengan Yoona.

Sampai di mobil Yoona mengaduh kesakitan akibat tapak merah di pergelangan lengannya. Dalam hati dia mengutuk habis – habisan lelaki disebelahnya ini.

“Aku akan membawamu ketempat yang kau suka!” ucapnya sambil memasang seatbelt milik Yoona dan menancap gas.

“Kemana?”

“Tutup matamu…”

Yoona hanya menuruti saja, dia tak ingin mendengarkan kata – kata Chanyeol lagi. Telinganya sudah terlewat sakit untuk mendengar celotehan Chanyeol. Didalam hati Yoona tertawa, lagi.

….

“Noona?”

Soojung sedikit terhenyak kaget, untung saja dia sampai tak jatuh dari ayunan jika seseorang tak menyadarkan lamunannya. Soojung menatap anak lelaki, sebaya dengan Nicole yang ikut duduk disebelah ayunannya.

“Kau tak belajar?”

Anak itu tersenyum, dia menaruh telunjuk di depan bibirnya. “Sssst.. aku kabur Noona!”

Mata Soojung membelalak, “Oh my god.. kau masih kecil kau ini ada – ada saja!” ucap Soojung sedikit mencubit pipi chubby milik anak itu. “Siapa namamu?”

“Baekhyun. Byun Baekhyun”

Baekhyun….? Bukankah anak ini anak yang Nicole ceritakan semalam?

“Teman sekelas Nicole?”

Baekhyun merubah pandangannya, yang semula menunduk menjadi menatap Soojung. “Noona tahu pada anak lucu itu?”

Soojung menahan tawa, dia mencolek dagu Baekhyun. “Cieee.. kau menyukai Nicole ya?”

Ddrrtt.. Ddrrtt..

“Yeoboseoyo?”

“Kau dimana Soojung-a?”

“Aku disekolah Nicole, kau kesini saja”

“Ne, aku akan segera kesana”

“Aku tunggu..”

Soojung menutup sambungan telepon. Baekhyun menendangi angin dihadapannya sambil mengerucutkan bibir. “Eh.. benar kan kau menyukai Nicole?”

“Ani.. aniya noona!” ucap Baekhyun mengidikkan kepala berulang kali.

Soojung mengangguk, kini pandangannya tertuju ke dasar tanah. Soojung mendongak dan, “Noona yeoppo” seketika bibir mungil Baekhyun menyapu bibir Soojung lembut. Sampai Soojung tertawa melihat tingkah Baekhyun.

Kini anak lelaki itu berhambur untuk berlari menjauhi Soojung.

“YA! JUNG SOOJUNG! KAU SELINGKUH, HM?”

Sial, Myungsoo melihat adegan itu.

….

Loco Cafe, Oxford Street – London.

“Tutup matamu sayang..” ucap Chanyeol menuntun Yoona keluar dari mobil. Yoona menggenggam lengan Chanyeol erat, takut dia jatuh.

“Chanyeol-a”

“Sebentar lagi kita sampai”

Chanyeol mendudukan Yoona disalah satu kursi. Yoona masih menutup matanya, dia tak mau melanggar instruksi Chanyeol. “Buka…”

Perlahan, Yoona membuka mata. Pemandangan pertama yang dia lihat yaitu suasana classic cafe. Ini bukan cafe biasa. Ini cafe pertama kali mereka bertemu!

Seketika senyum Yoona mengembang.

“Kau senang?”

Yoona mengelus lengan Chanyeol, “Senang sekali!”

Suasana classic cafe itu masih tetap sama, aroma khas coffee menggoda hidung Yoona. Yoona memang paling suka menghirup aroma coffe, apalagi coffe latte.

“Kau ingat sesuatu?” tanya Chanyeol dengan mata berbinar.

Yoona terkekeh, “Aku ingat! Bahkan waktu itu kau lupa perayaan anniversarry wedding kedua tahun kita”

Chanyeol memberengut, Yoona tersenyum. “Aku bercanda sayang!”

Kini mereka menghabiskan waktu berdua disana, sampai – sampai mereka memflashback  seluruh kenangan mereka disana. Beberapa tahun lalu, Yoona sangat bersyukur bisa bertemu dengan pria dihadapannya ini.

Yoona tak pernah menyangka jika Chanyeol melakukan semua ini.

Dia membawanya ke tempat pertemuan pertama mereka, Loco Cafe.

*TBC*

7 thoughts on “[Freelance] Hurt (Chapter 6-PREFINAL)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s