[Freelance] Hurt (Chapter Five)

rs-sequel (1)

Title : Hurt (Chapter Fifth) || Author : Tiffany Tania || Genre : Sad, Angst, Married Life || Length : Chaptered

Cast by “Im Yoona GG’s – Park Chanyeol EXO-K’s”

Note : This is just a fanfic, dont think to much. All of the cast its belong to God, themselves, theirparents and also SM.Entertaimet but the storyline its pure mine.

POV can changed in every chaptered,
So, please enjoy!^-^

—-

Romantic Street | Hurt (Chapter One)  | Hurt (Chapter Two) | Hurt (Chapter Three) | Hurt (Chapter Four)

Preview~

Dia berlari kearah kamar dengan ponsel dan kunci mobil digenggamannya. Aku terdiam. Sepeduli itukah dia terhadap Jessica?

Chanyeol mengecup pelan keningku dan berpamitan. “Aku akan mencari Jessica.. kau jaga rumah dan Nicole okay?”

Chanyeol berbalik, “Dan kau Kris.. kau jaga istriku disini”

Kris mengangguk mengerti, perlahan punggungnya semakin menjauh dari pandanganku. Aku terdiam mematung.

Sebegitu berarti kah Jessica bagimu Chanyeol?

Sepanik itukah kau kepada Jessica?

Apa kau akan melakukan hal yang sama jika aku yang menghilang?

Kurasa tidak. Aku meremas bagian ujung dadaku. Rasa nyeri itu perlahan muncul kembali. “Mengapa rasanya sakit sekali ya?”

.

.

Author POV

Sepeninggal Chanyeol, Yoona masih terdiam. Kris yang melihatnya memang cukup mengerti sehingga dia hanya mampu mengelus punggung Yoona. “Kau baik – baik saja?”

“Ya.. aku baik – baik saja”

Baik – baik saja? Oh ayolah istri mana yang tidak cemburu jika suaminya memperhatikan wanita lain. Disaat istrinya sedang mengandung ini.

Chanyeol melesat secepat kilat membelah jalanan Seoul ini. Matanya celingukan mencari Jessica. Siapa tahu dia berada di daerah ini. Dengan perasaan cemas sambil menggigit bibir bawah Chanyeol masih mencari – cari dimana Jessica.

Dia memukul stir, “Sial!”

“Jessie.. kau dimana?”

Sejurus kemudian pikiran Chanyeol melayang ke pemakaman kedua orang tua Jessica. “Ah.. rumah pohon itu! Pasti Jessica berada disana”

Tak mau kehilangan waktu Chanyeol langsung menancap gas cepat tak peduli dengan amukan pengguna jalan karena tingkah ugal – ugalan nya itu. Semua demi Jessica.

Eh, mengapa Chanyeol jadi peduli dengan Jessica?

Langkah Chanyeol sedikit terburu – buru bahkan kini dia berlarian kecil untuk segera sampai di tempat. Benar saja, diatas pemakaman kedua orang tua Jessica masih terdapat bunga segar.

Chanyeol menatap ke atas, rumah pohon itu. Tempat kenangan dia dan Jessica, wanita yang dia cintai beberapa tahun yang lalu sebelum menikahi Yoona, istrinya saat ini.

Chanyeol POV

“Apa aku harus naik keatas?” ucapku dalam hati. Dengan berani aku menaiki satu persatu tangga menuju rumah pohon itu. Sepintas memori masa laluku terputar kembali. Saat aku dan dia, ya Jessica sedang berlarian saling mengejar.

Kuarahkan pandanganku ke lapangan, teringat jelas ketika Jessica kalah telak bermain basket denganku dan dia menangis. Pada saat kami tertidur di bawah lapang nan hijau itu.

Ketika dia tidur lelap dalam pangkuanku.

Pada saat puncak aku melihat Jessica yang sedang tertidur pulas. “Hm, dasar tukang tidur!” geramku dalam hati. Entah kenapa dan apa sebabnya bibirku tertarik mengukir senyum.

Aku duduk disampingnya kutatap wajahnya yang sendu, matanya yang membengkak. Uh, mengapa hatiku menjadi sesakit ini. Kuusap puncak kepalanya pelan, “Jessica Jung…”

Dia terhenyak kaget dan buru – buru menepis lenganku. Dia mundur perlahan dan menggigil ketakutan bak melihat hantu. Aku mengernyit heran.

Dia memeluk kaki erat, bibirnya bergetar dan melirik ke kanan dan kiri dengan tatapan ketakutan.

“Kau kenapa Jess?” ucapku mendekat.

Jessica berteriak, “Jangan dekati aku! Kumohon! Jangan!”

Aku semakin tak mengerti. Dengan terpaksa aku memeluknya untuk sedikit menenangkan. Dia memberontak dengan memukul dadaku. “Lepaskan! Aku membencimu!”

“Jessica tenanglah!” aku berteriak didepannya dengan terpaksa kupeluk dia berusaha untuk sedikit menenangkannya. Dia berontak berkali – kali dia mencoba melepasnya namun lambat laun energi nya habis.

Dia tertidur dipangkuanku. Kupeluk Jessica dan kuselipkan helaian rambutnya dibelakang telinga. Lengannya menggenggam tanganku erat.

“Don’t leave me.. please” gumamnya dengan sedikit isakan.

.

.

Yoona POV

Kututup gorden ruang tamu, kulihat Kris tertidur di sofa. Aku berinisiatif membawa selimut dan menyelimutinya. Setelah itu aku memasuki ruangan Nicole. Terlihat Nicole yang sedang tertidur pulas, aku tersenyum.

Aku ikut tertidur di ranjangnya, sambil menunggu Chanyeol yang masih mencari keberadaan Jessica. Apa mungkin Chanyeol kembali?

Aku takut Chanyeol meninggalkanku dan Nicole, ku peluk erat Nicole dan mulai tertidur. Tak terasa sebulir liquid cair mendarat dipipi kananku.

Author POV

Lama menunggu Chanyeol kembali, Yoona pun terlelap tidur di samping Nicole. Tak lama setelah itu Chanyeol kembali pulang. Raut wajahnya kelelahan.

“Yoong?” teriaknya di ruang tengah.

Tak ada sahutan. “Apa dia sudah tidur?” ucapnya kebingungan. Dia menaiki lantai dua dan membuka pintu kamarnya namun tak ada Yoona. “Dia kemana?”

Chanyeol berjalan ke kamar Nicole dan mendapati kedua pelengkap hidupnya sedang tidur terlelap. Tak disangka seulas senyum melengkung di bagian wajah pria itu.

Dia berjalan dan ikut menidurkan diri di kasur Nicole, dipeluknya erat Yoona hingga wanita itu terbangun. “Hai..” ucap Chanyeol berbisik.

“Hm.. bagaimana kead-“

Mulut Yoona terkunci oleh ciuman yang di daratkan Chanyeol secara tiba – tiba. Yoona terbelalak kaget namun setelah itu ikut terbawa suasana.

“Aku mencintaimu” ucap Chanyeol melepaskan ciuman.

Yoona tersenyum dan memeluk Chanyeol erat “Aku sangat mencintaimu”

Dering ponsel Chanyeol berbunyi, membuat kedua pasangan suami istri itu terbangun dari tidur lelapnya. Tak terkecuali si anak manis, Nicole yang sudah sedari tadi berada di ruang tamu.

“Sayang, ponsel mu berbunyi”

Chanyeol menggeliat dan mulai terbangun, dia sedikit kaget ketika melihat alarm nya itu. “Apr, 18th Jessie b’day

“Hah? Ulang tahun Jessica?” rutuknya dalam hati. “Mengapa kau bisa lupa? Dasar bodoh!”

Yoona bangun dan memeluk Chanyeol, “What’s the problem babe?”

“A-ahm.. Nothing baby~”

“Baiklah.. ayo sarapan”

Chanyeol hanya mengikuti gerak Yoona. Sambil berjalan, Chanyeol berusaha memikirkan secara matang – matang surprise apa yang harus diberikan pada Jessica.

“Kau tunggu bersama Nicole ya sayang, aku akan memasak sesuatu untukmu” ucap Yoona pergi ke dapur seraya memakai celemek.

Hanya anggukan yang Yoona dapat, kini Chanyeol sudah berada di samping tempat duduk putrinya itu. “Nicole…”

Nicole tak menggubris pertanyaan ayahnya, dia hanya sibuk memindahkan channel TV dan menyilangkan kedua tangannya. Membuat Chanyeol bingung dibuatnya.

“Nicole kenapa? Are you angry to me?

Yes, i hate you!”

Tak butuh waktu lama Yoona sudah menyiapkan tiga kimchi alakadarnya. “Hei.. hei.. ada apa ini?”

“Entahlah.. Nicole tiba – tiba saja marah” ujar Chanyeol

Yoona mendekatkan diri pada Nicole. Dia mencolek dagu putri satu – satunya itu. “Hei..what’s wrong with you?

“Aku benci daddy

Why?”

“Karena daddy membuat mommy menangis kemarin malam”

Suasana mendadak hening ketika penuturan dari Nicole terungkap. Yoona tertunduk dan terdiam sedangkan Chanyeol menatap dalam bola mata Yoona.

‘Bagaimana mungkin Nicole tau aku menangis’

Berniat mencairkan suasana Yoona terkekeh pelan, “Haha.. ayo makan sarapan nya”

“Sudah jangan dengarkan apa kata Nicole sayang..”

Chanyeol menggenggam erat lengan Yoona. “Kau menangis? Karena apa?”

Merasa suasana sudah tak enak Yoona menyuruh Nicole masuk ke kamar dan memakan sarapan disana. “Nicole masuk kamar ya!”

Nicole pun mengangguk pelan dan memasuki kamar sambil membawa semangkuk kimchi yang Yoona buat.

Yoona meringis, “Aw sakit Chanyeol-ah. Lepaskan”

Chanyeol melepas genggaman nya, “Maaf..” dan mencoba bertanya sekali lagi “Kau kenapa menangis?”

“Tidak apa – apa aku hanya kelelahan kemarin”

“Jangan berbohong!” suara Chanyeol meninggi di akhir kalimat membuat Yoona terkaget dibuatnya.

Air mata menggenang di pelupuk mata Yoona. Chanyeol meraih dagu Yoona agar dia dapat menatap bola mata istri tercinta nya itu. “Are you okay? Sorry, im yelling at you”

“It’s okay” ucap Yoona menghapus air matanya.

Chanyeol memeluk Yoona dan mengusap kepalanya. “Dont cry anymore” dan menciumi kedua kelopak mata Yoona. “Maaf jika selama ini aku menyakitimu sayang. Maaf”

Yoona hanya mengangguk, dia semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol dan mencoba menghisap wangi khas suaminya itu.

Dan pagi itu menjadi pagi romantis bagi mereka berdua.

.

.

Jessica POV

“Ah..” ucapku ketika terbangun. Kepalaku masih terasa pusing sekali. Aku berjalan ke arah cermin. Ya tuhan sejelek inikah diriku?

Dengan rambut berantakan dan mata yang membengkak juga… lingkaran hitam yang sukses menambah kesan aneh ini. Aku mengikat rambutku dan berjalan keluar ruangan.

Kutatap kalender dan tersenyum miris. “Selamat ulang tahun Jessica Jung” ucapku pada diri sendiri. Tak heran, memang sudah beberapa tahun belakang ini aku tak merayakan ulang tahun seperti biasanya. Terakhir kali pun pada saat SMA. Pada saat Chanyeol memberikanku kejutan.

Flashback on

“Saengil chukka hamnida.. Saengil chukka hamnida.. Saranghaneun Sooyeon-nie.. Saengil chukka hamnida” suara bass itu tiba – tiba saja memenuhi gendang telingaku. Lantas saja aku terbangun dan mendongak. Senyumku terukir jelas ketika Chanyeol tersenyum kearahku dan membawakan kue tart.

Chanyeol memakaikanku topi ulang tahun dan meniup terompet bersama.

“Make a wish!” ucap Chanyeol girang.

Aku mulai memejamkan mataku perlahan, ‘Ya Tuhan.. di ulang tahunku ini semoga semakin banyak yang menyayangiku. Semoga aku menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan.. semoga Chanyeol selalu berada di sisiku. Untuk selamanya~”

Usai mengucapkan permohonan, kutiup lilin berangka 17 itu. Tiba – tiba Chanyeol mengoleskan krim kue ke hidungku dan tertawa terbahak – bahak. “Kau lucu sekali Sooyeon-ah!”

“YA! TIDAK LUCU! DAN JANGAN MEMANGGILKU DENGAN NAMA ITU! AKU TAK SUKA!” ucapku berteriak nyaring.

Melihatku seperti itu Chanyeol malah semakin tertawa, “Sooyeon-ah.. Sooyeon-ah..” ucapnya mengolok – olok.

“YA! KAU INI!” ucapku mengejar Chanyeol yang berlarian mengelilingi taman. Aku kelelahan karena tenaga Chanyeol berlari tak bisa ku kalahkan.

Akhirnya ku putuskan menaiki rumah pohon. Chanyeol yang merasa bersalah ikut naik dan meminta maaf padaku.

“Jessie.. maaf”

Aku tak memandangnya malah ku punggungi dia.

“Ya.. kau marah?”

“Hm.. baiklah” ucapnya merendah. Namun dengan cepat dia menarik lenganku dan mencium bibirku secara paksa. Aku berontak namun dia semakin mengencangkan pelukan pada pinggangku.

“Saranghae” bisiknya tepat di telingaku. Aku hanya mampu tersenyum malu pada saat itu.

Flashback OFF

Suara bel rumah membuyarkan semua ingatanku di masa lalu itu. Ya, hanya sepenggal kisah lama.

Akhirnya sambil membawa segelas air minum aku membuka pintu rumah. Nampak seorang lelaki memberikanku sebuah paket padaku.

“Jessica Jung?”

“Ya, saya sendiri. Paket dari siapa ini?”

Tanpa menjawab, pria misterius itu meninggalkanku yang tengah kebingungan. Kututup pintu dan duduk di sofa. Ku buka perlahan paket itu. Kulihat ada sebuah note kecil disana.

‘Hai Jess.. selamat ulang tahun! Kuharap di hari ulang tahun mu ke 25 ini kau menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga kebiasaan tidurmu itu berkurang. Keke~ aku hanya bercanda^^ Maaf hanya bisa memberikanmu itu. Ku harap kau masih menyukainya seperti dulu. Annyeong^^’

“Dari siapa? Tidak ada nama pengirimnya” ucapku semakin kebingungan. Ku buka perlahan dan aku terharu sekali ketika melihat sebuah boneka barbie Elina yang merupakan barbie kesukaanku. Dan ada sebuah CD yang terselip disana. Barbie Fairytopia Mermaidia film barbie kesukaanku.

Air mataku mengalir deras ketika mengingat siapa yang tahu barang kesukaanku itu. “Terimakasih Chanyeol.. terimakasih” ucapku dalam tangisan.

Dan akhirnya aku hanya memutuskan untuk kembali menonton film itu. Sendirian.

Yoona POV

Chanyeol tak pergi bekerja lagi? Ada apa dengannya? Aku mencoba mendekat kearahnya, dan menepuk pundaknya. Dia sedang sibuk dengan file – file kerjanya.

“Kau tidak bekerja?”

“Aku masih sibuk dengan urusan ini sayang. Aku sudah memberitahu Sehun bahwa aku tak akan masuk kali ini”

“Ne. Arraseo. Apa kau tak lelah?”

Aku memijat pundaknya pelan mencoba memberikan sedikit massage pada Chanyeol agar tak terlalu kelelahan. Ku peluk dia dari belakang, dan meletakkan dagu di pundaknya.

“Kau sudah lama mengabaikan calon anak keduamu ini” bisikku pelan di telinganya. Chanyeol berbalik dan aku pun melepaskan pelukannya.

“Astaga, bagaimana mungkin aku bisa melupakan anakku ini. Maafkan ayah ya sayang… ayah terlalu sibuk akhir – akhir ini” ucap Chanyeol mengelus pelan perutku. Aku hanya mampu terkekeh pelan.

“Apa kau sudah memeriksakan kandunganmu?”

Aku menggeleng sambil tersenyum. “Astaga Im Yoona! Kau ini! Bagaimana bisa kau lupa hah?”

Aku semakin berusaha menahan tawa, “Dia ingin pergi bersama ayahnya!” ucapku manja sambil mengelus perut.

“Aish kau ini” ucap Chanyeol mencubit pipiku pelan. Dia membereskan file-filenya dan tersenyum ke arahku. “Kau cepatlah bersiap – siap. Kita akan berangkat memeriksakan kandunganmu”

“Benarkah?” ucapku berbinar mendengar perkataan Chanyeol. Chanyeol hanya mengangguk.

Author POV

“Bagaimana keadaan kandungan saya dok?”

Dokter tersenyum, “Fine. Tinggal menunggu proses lahiran. Sebaiknya istri anda jangan terlalu banyak fikiran karena itu bisa saja menjadi pengaruh bagi kandungan. Bagaimanapun anak bisa merasakan apa yang Ibunya rasakan. Jadi saya mohon agar anda menjaga istri anda dengan baik”

Chanyeol mengangguk dan seraya tersenyum, “Baik dok. Terimakasih”

Akhirnya aku dan Chanyeol keluar ruangan dengan senyum yang berbinar. Nicole yang menunggu sedari tadi diluar menghampiri kami. “Daddy, kapan adikku lahir?”

Chanyeol meraih Nicole dan menggendongnya. “Sebentar lagi adikmu akan keluar sayang..” ucap Chanyeol sumringah.

“Yeeee! Akhirnya~”

Aku tersenyum dan menggenggam erat lengan Chanyeol. “Lalu sekarang kita akan kemana?” ucapku bertanya pada Chanyeol. Chanyeol tersenyum, “Aku ingin ke sungai Thames”

.

.

Keadaan sungai Thames masih sama seperti delapan tahun lalu, ketika kami pertama kali bertemu. Ketika Chanyeol melamarku disini dan ketika aku membawa Nicole kesini.

“Indah ya?” ucapku melingkarkan lengan pada Chanyeol.

Chanyeol mengusap pelan lenganku, “Ya. Masih sama tak banyak perubahan”

“Masih tetap romantis”

Nicole kini sedang bermain di pinggir sungai Thames. Chanyeol dan Yoona kini sedang berjalan – jalan di pinggiran sungai itu.

Tatapan Chanyeol terbelalak ketika melihat seseorang yang dia kenal tengah lari kearahnya. Yoona mengernyitkan dahi tak mengerti.

“Oppa!” ucap wanita berambut merah menyala itu sambil memeluk erat Chanyeol.

Chanyeol sedikit terkaget dengan kehadiran wanita itu, yang jelas wanita itu terlihat masih muda. “Soojung?”

“Siapa dia?” tanya Yoona pada Chanyeol. Chanyeol berbalik dan menatap Yoona.

Daddy! Mommy!” ucap Nicole setengah berteriak dan berlari kearah kami.

Wanita bernama Soojung itu membelalakkan matanya ketika menyadari bahwa Chanyeol sudah memiliki keluarga. “Oppa.. jadi dia?” ucap Soojung menunjuk Yoona.

“Ya. Dia istriku dan itu anakku”

Soojung terhenyak kaget dan segera membungkukan badan sopan kearah Yoona. “Mianhae unnie-ya”

“Gwenchana.. Chanyeol-ah, siapa dia?”

Chanyeol mengambil nafas dan mengeluarkan nya secara pelan, “Adik Jessica”

“Hah? Je-Jessica?”

“Ne unnie. Soojung imnida” ucap wanita bernama Soojung itu memperkenalkan diri. “Oppa.. apa kau tahu dimana keberadaan Jessica unnie?”

Sial. Pertanyaan itu membuat hati Yoona sakit. Lagi.

*TBC*

3 thoughts on “[Freelance] Hurt (Chapter Five)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s