[Freelance] Another Love (Chapter 8)

another love new

Tittle : Another Love

Author : Crisi Lee

Length : Chaptered

Genre : Angst.Hurt. Romance ( little bit ). Friendship

Rate : PG 13

Main cast :

-Im Yoona

-Jessica Jung

-Kris Wu

-Oh Sehun

Disclaimer : Semua cast diatas hanya saya pinjam. Cerita ini murni fiktif dan berasal dari imajinasi saya sendiri. Sorry for typo and bad fanfic. Don’t like don’t read. hope you like it and happy reading all.

 

-Prev story-

~Aku mohon jangan seperti ini. Jessica bukan siapa-siapa, ia mencintai sehun oppa. Dia tidak mencintaimu oppa, tidakkah oppa bisa melihatnya saat kencan tadi?” yoona memegang lengan kris erat. “apa maksudmu? Jadi tadi kau sengaja menjauhkan aku dari Jessica agar ia bisa berdekatan dengan sehun begitu? Kau pikir aku cemburu? Ternyata kau tidak sepolos yang orang-orang kira. Eomma salah besar jika menganggap kau gadis baik. Ternyata kau..LICIK..” ~

 

-Another Love, chapter 8-

            Yoona terperangah mendengar kata-kata Kris padanya. Apalagi pria itu memberikan penekanan saat mengatakan kata terakhir, licik. Ya, mungkin kris benar ia memang sudah jadi gadis jahat sekarang. Tapi bukankah ini semua juga karena dirinya?. Dengan tatapan sinisnya kris pergi meninggalkan yoona yang masih terdiam diteras rumahnya. Yoona lalu terduduk, dan lagi-lagi menangis. Haruskah ia berhenti?

            Mobil sehun masih terparkir tak jauh dari rumah yoona. Ya, sehun melihat bagaimana kris mendatangi rumah yoona dan kemudian pergi meninggalkan yoona yang sedang menangis. Sehun tidak tahu mengapa yoona bisa sampai menangis, karena ia tidak dapat mendengar apa yang diucapkan oleh yoona dan kris. sehun bimbang, haruskah ia berlari dan memeluk yoona saat ini, tapi ia juga ragu apakah yoona kini membutuhkan pelukan darinya atau tidak. Akhirnya, setelah perdebatan panjang dengan hati dan pikirannya, sehun pun turun dari mobilnya dan berjalan kearah rumah yoona. Pria itu kemudian langsung memeluk yoona yang tidak menyadari kedatangannya. Yoona awalnya terkejut saat mendapati seseorang memeluk dirinya. Namun ia segera menenggelamkan kepalanya di dada orang itu saat yoona tahu bahwa sehun lah yang sedang memeluknya.

            “uljima..bukankah aku sudah bilang jangan pernah menangis selain sedang bersamaku?” ucap sehun lembut sambil mengelus rambut coklat milik yoona. Yoona hanya bisa terisak didada sehun. ia tidak bisa berkata apa-apa. Tapi ia sungguh merasa nyaman berada didalam pelukan sehun. “berhentilah yoona~ya..jangan menangisi lelaki lain. Itu membuatku sakit.” Yoona menghentikan tangisannya dan berniat mengangkat kepalanya untuk melihat wajah sehun, namun sehun memegang kepala yoona dan tetap menyenderkan kepala yoona didadanya. “ aku tahu kau menyukai kris, tapi yang tidak aku mengerti, bagaimana mungkin kau menyukai sepupumu sendiri yoong..” sekarang nada bicara sehun lebih terdengar seperti orang yang frustasi. Sehun lalu semakin mengeratkan pelukannya pada yoona. “ jangan katakana apapun..anggap aku tidak pernah berkata seperti tadi.” Sehun lalu melepasakan pelukannya pada yoona, ia pun menghapus air mata yang masih ada di pipi yoona. “jangan menangis lagi..aku pergi,” sehun berjalan meninggalkan yoona. Namun yoona segera berlari memeluk sehun dari belakang. “mianhae..” ucapnya lirih. Sehun berbalik dan menatap yoona lembut, namun ada kekecewaan yang tersirat disana. “ jangan minta maaf yoong, aku mencintaimu..apa itu tidak cukup?” mata sehun sungguh meneduhkan. Yoona lagi-lagi tidak mampu menjawab pertanyaan sehun. sehun yang merasa yoona tidak akan menjawab pernyataan cintanya segera meninggalkan yoona. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, ucapan yoona membuatnya menghentikan langkahnya. “aku dan kris oppa bukan lah sepupu..” yoona sengaja menggantung kalimatnya, menunggu sehun untuk berbalik menatap dirinya. Sehun pun berbalik menatap yoona, matanya seolah berkata agar yoona menjelaskan apa maksud perkataannya tadi. Yoona memejamkan matanya sebentar, dan menghela nafas panjang. “ aku dan kris oppa sudah bertunangan, kami akan segera menikah. Tapi kris oppa tidak pernah mencintaiku seperti aku mencintainya. Aku sudah berusaha agar kris oppa bisa melihatku dan mulai mencintaiku, namun sepertinya semua sia-sia. Kris oppa lebih tertarik pada Jessica sunbae.” Sehun terdiam mendengar kata-kata yoona. Jadi benar kecurigaannya selama ini, yoona dan kris bukanlah sepupu. Ada rasa iba saat melihat yoona yang begitu sedih, namun ada juga rasa marah dan kecewa karena yoona sudah membohonginya selama ini.

            “aku tahu oppa pasti membenciku karena telah berbohong, tapi..aku tidak pernah bermaksud untuk membohongi oppa..” “kau harusnya jujur dari awal yoong..jika begini bukan cuma aku yang kau sakiti, tapi Jessica juga.” Yoona terdiam, ia benci ini. Mengapa sehun dan kris sangat peduli pada Jessica, lalu tidak kah mereka peduli pada perasaannya?. “aku rasa aku harus pulang sekarang.” Sehun pun pergi meninggalkan yoona tanpa menoleh sedikitpun pada gadis itu.

^^^^

            Jessica nampak menghembuskan nafas panjang. Ia lelah, sungguh. Sejak tadi ia menunggui sehun yang mabuk tanpa berbicara sepatah kata pun. Ayolah, bukankah biasanya orang mabuk akan meracau hal-hal tidak jelas?, tapi mengapa sahabatku yang bodoh ini hanya diam saja? Jessica berkata dalam hati. “sehunnie..katakanlah sesuatu, jangan hanya diam saja seperti ini?” ucap Jessica lembut sambil mengelus punggung sehun. sehun tidak berkata apa-apa, lelaki itu hanya menatap Jessica dengan tatapan paling menakutkan yang pernah Jessica lihat. Dingin, dan ada kemarahan luar biasa disana. “aku membencinya,” desis sehun. Jessica hanya diam, menunggu sehun untuk melanjutkan ucapannya. “ aku ingin membencinya, tapi aku tidak bisa..aku terlalu mencintainya. Kalau saja orang yang aku cintai adalah kau sica, pasti akan lebih mudah.” Jessica terdiam, ia mengerti sekarang apa yang membuat sehun seperti ini, yoona. Ya, gadis cantik itu lah penyebabnya. Andai kau memang mencintaiku sehun..batin Jessica. “berhentilah sica,”sehun berkata lirih “mwo?” Jessica bingung dengan ucapan sehun. “berhentilah mencintaiku, kau tidak boleh merasakan cinta sepihak sepertiku, kau harus bahagia.” Sehun mengatakan hal itu sambil memeluk Jessica, Jessica hanya diam saja saat sehun mengatakan itu. Lalu ia menggelengkan kepalanya. “sehunnie..aku tidak mengerti yang kau bicarakan,” “aku tahu, kau tidak akan pernah mengungkapkannya. Maafkan aku karena telah membiarkanmu terus mencintaiku. Aku dulu berfikir mungkin akan bisa mencintaimu juga. Tapi akhirnya yoona datang, dan aku tahu, aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirinya. Maafkan aku sica, aku hanya menyayangimu sebagai sahabat.” Sehun kini mengelus pipi Jessica yang sudah dibanjiri air mata. “kau jahat sehunnie..” Jessica mulai terisak, “aku tahu..” sehun lalu memeluk Jessica kembali. “aku membencimu..” “lebih baik kau membenciku sica, dari pada kau harus menderita karena tetap mempertahankan rasa cinta itu.” Jessica memukul-mukul dada sehun, ia menangis disana. Sedih, ia sangat sedih karena cintanya harus berakhir, namun disaat yang bersamaan juga ia merasa lega. Lega akhirnya ia tidak lagi harus berpura-pura kuat didepan sehun. setidaknya kini ia tahu, benar-benar tidak ada harapan untuknya dan sehun. sakit hati memang ia rasakan. Dan ia mungkin akan menangis selama seminggu kedepan meratapi hatinya. Namun ia yakin setelah itu ia akan baik-baik saja. Melanjutkan hidupnya, dan menata kembali hatinya untuk orang lain. Satu-satunya hal yang jessica perlu khawatirkan nanti adalah bagaimana hubungannya dengan sehun. Akan samakah seperti dulu, atau mereka akan saling menjauhi.

            “kau boleh menjauhiku..dan pura-pura tidak mengenalku.” Ucap sehun saat Jessica telah menyelesaikan sesi menangisnya. Kini mereka sedang berada didalam mobil sehun yang sedang terparkir dihalaman apartemen Jessica. Jessica hanya memilih diam dan tidak menanggapi perkataan sehun. “istirahatlah..kau terlihat sangat lelah.” Ucap sehun yang tidak mendapat tanggapan dari Jessica. Namun Jessica juga tak kunjung beranjak dari mobil sehun, ia hanya diam mematung. Sehun pun tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menunggu Jessica bereaksi. “apa yang kau suka dari yoona?” Jessica memecah keheningan saat telah lama tak ada satupun dari mereka yang mau berbicara. Sehun tidak langsung menjawab pertanyaan Jessica, ia nampak berfikir. “apa yang kau sukai dariku?” Tanya sehun kemudian. “kau belum menjawab pertanyaanku sehunnie..” Jessica merengut sebal pada sehun. “aku akan menjawabnya setelah kau mengatakan jawabanmu sica..” ucap sehun masih menerawang. Jessica nampak berfikir, sulit juga menjawab pertanyaan sehun.

            “aku..aku tidak tahu,” ucap Jessica akhirnya. Sehun tersenyum lembut, lalu mengacak puncak kepala Jessica. “ kau tahu sica, kau hanya terlalu sering bersama diriku dan tidak pernah mencoba untuk melihat pada pria lain. Di dalam dunia mu hanya ada aku dan kau merasa itu sudah cukup. Kau dan aku, tapi saat seseorang muncul diantara kita, kau tidak siap untuk menerima kenyataan itu. Kau merasa tersisih. Kau merasa terabaikan. Bukan bagian terpenting lagi dari hidupku.” Jessica hanya menatap sehun, ia tidak ingin menyanggah perkataan sehun, karena memang seperti itulah yang ia rasakan. “kau terbiasa dengan kehadiranku disisimu, hanya itu.” Lanjut sehun kemudian. “aku terlalu mengerti dirimu, aku tahu apa yang kau suka dan apa yang tidak kau suka. Aku tahu apa yang kau inginkan bahkan tanpa perlu kau mengatakannya kepadaku. Dan karena itu aku merasa hambar. Tidak ada lagi hal yang membuatku bertanya, ‘apa yang harus aku lanjutkan setelah ini’?” Jessica berfikir, mencerna setiap kata yang diucapkan oleh sehun. mungkin sehun benar. Pria dihadapannya ini memang paling mengerti dirinya, dan itulah yang membuat Jessica merasa nyaman saat bersama dengan sehun. dan kesalahan Jessica adalah, ia berfikir nyaman saja sudah cukup untuk mengartikan bahwa ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. “aku nyaman saat sedang bersamamu sehunnie. Apa itu tidak cukup mengartikan jika aku mencintaimu?” “kau nyaman dengan kebersamaan kita sica, dan akau pun merasa demikian.” “lalu, apa yang kau rasakan saat bersama yoona?” sehun tersenyum saat sica mengatakan itu.  “bersama yoona, aku bisa merasakan senang dan sedih diwaktu yang bersamaan. Aku tidak bisa menebak apa yang ia suka dan apa yang ia tidak suka. Semakin aku dekat dengannya, semakin aku tidak mengerti dirinya. Dan hal itu membuat aku ingin selalu bersamanya. Bahkan disaat sedang bersama dengannya pun aku masih merindukannya.” Sehun tersenyum saat mengatakan itu, seolah-olah yoona ada bersamanya. “jika kau mencintai seseorang sica, kau akan merasa bodoh.” “apa?” “karena kau akan melakukan hal bodoh sekalipun agar orang yang kau sukai bisa melihat kearahmu, menyadari keberadaan mu.” “aku tidak mengerti, tapi aku setuju saat kau mengatakan kalau kau jadi bodoh saat bersama yoona.” Sehun kini tertawa. “kau akan menemukan pria yang lebih bodoh dari aku nanti.” Jessica mempout bibirnya. Ia sudah bertemu dengan lelaki bodoh itu, bahkan bukan hanya bodoh, lelaki itu juga aneh. Batin Jessica.

            “lega rasanya masih bisa berbicara seperti ini bersamamu sica.” Sehun tersenyum, mau tak mau Jessica ikut tersenyum mendengar sehun berkata seperti itu. “aku selalu akan menganggapmu sahabatku.” Jessica mengangguk, “ begitupun dengan ku sehunnie..aku tidak mungkin bisa kehilangan sahabat sepertimu..” lalu mereka pun berpelukan.

            “aku ingin menanyakan sesuatu.” Ucap Jessica sambil melepaskan pelukannya. “katakanlah..” “apa perasaanku membebanimu?” Tanya sica. Sehun menatap mata Jessica lama sebelum menjawab pertanyaan itu,“aku merasa sangat jahat karena tidak bisa membalas perasaan mu. Dan itu sangat membebani pikiranku. kau tahu, aku sangat menyayangimu sica. Aku sudah merasakan bagaimana sakitnya menjalani cinta sepihak. Untuk itu, aku mohon kau harus bahagia dan menemukan cintamu. Kau bisa berjanji padaku?” Jessica menganggukan kepalanya. Lalu ia pun pamit pada sehun, berjalan kearah gedung apartemennya. “aku rasa kau sudah menemukannya sica, hanya kau belum menyadarinya. Huh..mengapa wanita sangat tidak peka?” sehun berkata lirih.

^^^^

            Ritual patah hati itu kini dijalani oleh Jessica. Ia tidak masuk kekampus hari ini. Gadis cantik itu berfikir air matanya akan habis, namun ternyata ia masih bisa menangis pagi ini. Mungkin benar apa yang diucapkan sehun kemarin, namun tetap saja, ia merasa sedih. Ia merasa cepat atau lambat ia akan kehilangan sehun sahabatnya. Ia tidak lagi menjadi prioritas sehun, dan itu cukup menjadi alasan untuk menangis selama seminggu kedepan. Saat sedang merenungi nasib, tiba-tiba entah mengapa bayangan kris muncul dikepala Jessica. Lelaki itu seakan sedang tertawa, merayakan kesedihan Jessica. “menyebalkan..” desis Jessica, lalu memukulkan guling ke udara. Seolah-olah ia sedang memukul kris sekarang. Dan entah mengapa itu membuat suasana hatinya menjadi lebih baik. Ia lalu mengetik sebuah pesan pada kris.

Aku butuh bantuan..

apa kau tahu caranya mengobati patah hati?

 

Tak lama terdengar bunyi ringtones handphone Jessica, kris membalas pesannya.

Kau menghina ku nona Jung, aku tidak pernah patah hati..

Akulah yang mematahkan hati gadis-gadis J

Hueekk..jessica ingin muntah membaca pesan dari kris, pede sekali lelaki ini.

Sepertinya aku memang salah meminta bantuanmu,

Aku akan meminta bantuan sehun saja..

 

Jangan..tunggu lah dalam waktu 30 menit, aku akan sampai dikampusmu.

Jangan meminta apapun pada si pucat itu.

 

Tapi aku tidak sedang dikampus, aku ada diapartemenku.

 

Bagus, tunggulah disitu.

Aku akan segera sampai..

Jessica tersenyum membaca pesan dari kris, ia lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setidaknya ia tidak boleh terlihat sangat kacau dihadapan kris. Jessica menunggu cukup lama kedatangan kris. saat Jessica hendak menghubungi ponsel kris, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Jessica lalu segera beranjak dan membukakan pintu. Kris sudah berdiri disana, memamerkan senyum manisnya. Tanpa membalas senyuman kris, Jessica lalu masuk kedalam apartemennya, diikuti kris dibelakangnya.

“ya tuhan..kau terlihat kacau, kau sungguh-sungguh sedang patah hati ya?” ucap kris saat ia telah duduk dihadapan Jessica. “bukankah aku sudah mengatakan jika aku sedang patah hati?” Tanya Jessica kesal. Kris menganggukan kepalanya. “baiklah..apa yang bisa aku bantu?” Jessica menggeleng.. “aku tidak tahu..” kris menatap jessica, “kau ingin melakukan sesuatu? Menangis mungkin? Aku bisa meminjamkan dadaku untuk menjadi sandaran mu..” lalu kris merentangkan tangannya, berniat memeluk Jessica. Jessica menggeleng lagi, “aku sudah lelah menangis..” lirih Jessica. Baiklah, kris nampak berfikir.. “kau ingin makan sesuatu? Coklat..atau es krim?” Jessica lagi-lagi menggelengkan kepalanya. Kris melenguh frustasi. Oke..ini yang terakhir, “kau ingin kita pergi ke suatu tempat? Taman hiburan? Pantai? Atau kau ingin kedaerah pegunungan?” Jessica menggeleng lagi. Kris kini mulai menjambak rambutnya sendiri. Ia frustasi. Jessica tersenyum geli saat melihat tingkah kris, namun ia cepat-cepat memasang wajah datar kembali saat kris melihat kearahnya.

“aku ingin tidur..” ucap Jessica, “whoa..baiklah, ayo  kita tidur.” Kris tersenyum mesum. Jessica menatap jijik pada kris. lalu ia memukul kepala kris, -Tuk..-“jangan berfikir yang macam-macam. Kau hanya akan menemani sampai aku tertidur. Dan kita TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN.” Jessica memberi penekan diakhir kalimatnya. Kris tersenyum lagi, akhirnya Jessica bisa terlihat normal. Buktinya ia masih bisa memarahi kris. Jessica melangkahkan kakinya menuju kekamar saat telah mendapat persetujuan dari kris. ia lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ia menepuk tempat kosong disampingnya, dan memberi isyarat agar kris duduk disana.

“jangan berbaring, duduk saja..” ucap Jessica saat melihat kris hendak berbaring disebelahnya. Kris mencibirkan bibirnya, entah mengumpat apa dalam bahasa cina. Jessica lalu memejamkan matanya saat kris mulai menepuk-nepuk pundaknya lembut. “aku sedih..” lirih Jessica, “aku tahu..” “kau tidak mengerti..” “aku memang tidak mengerti, tapi aku akan selalu ada saat kau membutuhkan teman untuk berbagi.” Jessica tersenyum. “aku kadang berfikir kau orang yang menyebalkan,” kris langsung menghentikan tepukannya di pundak Jessica, dan menatap Jessica sengit. “tapi kau juga bisa terlihat manis disaat yang bersamaan.” Kris tersenyum. “aku dan sehun sudah bersama sejak kami masuk high school. Sehun satu-satunya lelaki yang mau menerima aku apa adanya. Ia tidak pernah mendekati aku seperti anak lelaki lain di sekolah. Bersama dengannya membuat aku merasa nyaman. Selama ini hanya ada kami berdua, aku dan sehun. namun saat sehun mulai menyukai yoona, aku merasa takut. Sehun belum pernah dekat dengan wanita lain, dan itu membuat aku cemburu. Aku takut untuk melepaskan sehun. aku takut diabaikan oleh sehun. apakah aku sangat egois kris?” “ya..kau sangat egois. Harusnya kau membiarkan sehun ah..maksudku si pucat itu untuk mengejar kebahagiaannya.” “kau benar..aku sudah sangat jahat pada sehun selama ini.” “benar..jadi mulai saat ini, lupakan sehun. maksudku, lupakan perasaanmu padanya. Aku yakin ada pria yang lebih baik untuk mu, yang mencintaimu..contohnya aku.” Kris tersenyum jahil. Namun Jessica tidak menanggapinya, ia lebih memilih tidur daripada melayani ucapan kris.

Kris pergi meninggalkan apartemen Jessica saat ia yakin Jessica sudah benar-benar terlelap. Sebelum pergi, kris menyiapkan makan siang untuk Jessica. Ia memasakkan Jessica sup. Walaupun ia tidak begitu yakin dengan rasanya, namun ia masih berharap setidaknya Jessica akan memakannya setelah bangun nanti. “kita akan memulai misi mengobati patah hati besok..” ucap kris sambil mengepalkan tangannya diudara, “hwaiting!!”

^^^^

Yoona, gadis itu nampak memperhatikan sehun dari kejauhan. Ia sebenarnya ingin menghampiri sehun, namun ia tidak memiliki cukup keberanian untuk melakukan hal itu. Apa sehun oppa masih mau berbicara denganku? Ucap yoona dalam hati. Ia masih mengintip sehun dibalik dinding perpustakaan, menggigit bibir bawahnya. Mencoba menghilangkan kegugupannya. Saat yoona sudah memantapkan hatinya untuk menghampiri sehun, tiba-tiba pria itu terbangun dari duduknya sambil mendekatkan handphone ke telinganya. Setelah berbicara cukup singkat, sehun pun melangkahkan kakinya kearah pintu keluar perpustakaan dan menuju ke gerbang kampus. Yoona sengaja mengikuti sehun, memperhatikan gerak-gerik sehun dari jauh yang nampak sedang menunggu seseorang. “apa sehun oppa menunggu Jessica sunbae?” yoona berkata pada dirinya sendiri. Pertanyaan yoona terjawab saat ia melihat kris turun dari mobil Ferrari hitamnya dan mendatangi sehun. yoona benar-benar dilanda penasaran sekaligus perasaan cemas kini. Ia tidak dapat mencuri dengar apa yang dikatakan oleh kris dan sehun, namun ia bisa melihat dari raut wajah keduanya bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Kris nampak memandang sinis sehun. begitu pula sehun, ia memberikan tatapan paling dingin yang ia punya untuk kris. lalu keduanya pergi menuju mobil masing-masing dan keluar dari parkiran kampus.

“apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Apa ini ada hubungannya denganku? Atau justru..akh, mengapa dari tadi aku tidak melihat Jessica sunbae?” yoona menepuk dahi indahnya. Yoona lalu bergegas menemui kwon yuri, sunbaenya sekaligus teman Jessica, ia ingin menanyakan alamat rumah Jessica.

Setelah mendapatkan alamat apartemen Jessica dari yuri, yoona segera bergegas pergi kesana. Ia sebenarnya masih belum tahu apa yang akan ia lakukan sesampainya di tempat itu, namun nalurinya mengatakan yoona harus kesana. Setidaknya untuk memastikan sesuatu. Apakah sehun sudah mengatakan tentang hubungan yoona dan kris yang sebenarnya atau belum.

Tbc…

Annyeong..aku mo ngucapin makasih buat chingudeul yang udah mau RCL di part kemarin. Maaf kalo part ini pun kependekan..mungkin ff ini bakalan ending 2atau 3 part lagi..jadi biar nyambung, aku saranin kalian inget2 part satunya yah..hehe..aku juga mau nanya nih, mau endingnya happy ending atau sad ending?? Thanks buat yang mau ngerespon..btw ff ini juga aku post di blog pribadi yah chingu..

55 thoughts on “[Freelance] Another Love (Chapter 8)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s