[Freelance] Always Love You (Chapter 1)

always-love-you

Author : Youngest Child
Genre : Romance, Marriage, Sad
Rating : PG-13
Length : Multichapter
Main Cast :
-SeoHyun SNSD
-SuHo EXO-K
Other Cast :
-Lee Ji Eun
-Etc.
Pairing : SeoHo (Seohyun-Suho)
Disclaimer : Tokoh dan cast bukan milik Author. Author hanya meminjam.
AN : Annyeong! Ini my first FF yang aku kirim ke blog ini. FF ini juga bakal aku post di blog lain. So, jadi jangan sebut copas/plagiat kalau kalian liat FF ku di blog/tempat lain!^^

 

Dan, gomawo buat adminnya yang udah ngepost FF ku^^
Please buat readers jangan jadi pembaca gelap atau siders
And, please no bash my fanfic! ^^

Seohyun duduk di depan kaca riasnya. Tangan kanannya perlahan merapihkan rambut panjang dan hitamnya. Bibir merahnya ia oles dengan lipbalm, sehingga membuat bibirnya tampak basah. Kedua pipinya ia oleskan blus untuk lebih menyempurnakan penampilannya.

 

Diambilnya High Heels yang tingginya berukuran 10 cm. Membuat tubuh jejangnya bertambah tinggi. Gaun ketat berwarna ungu sudah melekat di tubuhnya. Sekali lagi ia melihat dirinya di cermin. Terkadang ia membalikkan badannya. Melihat apakah penampilannya sudah sempurna atau tidak.

 

“Seohyun, cepat! Keluarga Kim pasti sudah menunggu!” ucap seorang wanita setengah baya dari luar kamar Seohyun. “Ne Umma..”

 

Seohyun meraih tas selempang ungunya. Kedua kakinya melangkah keluar kamarnya. “Aigo, anak umma neomu yeoppo..” ucap Nyonya Seo. Seohyun hanya tersenyum kecil menanggapinya.”Cha! kita segera ke restoran.”

 

 

@Restoran

 

 

Seohyun meminum coffe yang sudah ia pesan sedari tadi. Terkadang kedua matanya melirik ke arah namja yang tengah duduk di hadapannya kini. “Jadi? Kemana kedua orang tua kita?” tanya Seohyun memecahkan keheningan diantara mereka berdua. “Mereka sengaja meninggalkan kita berdua, dengan alasan berkunjung ke toko sebentar.” Ucap namja yang ada di hadapannya. Seohyun hanya tersenyum kecil. Diambilnya tas selempang kesayangannya itu. “Mau kemana kau?” tanya namja itu. “Aku ingin berjalan-jalan..” ucap Seohyun. “Angin malam sangat tidak bagus..” ucapnya “Tapi aku menyukainya, sangat sejuk jika di malam hari..”

 

“Mau aku temani?” tawar namja itu.

 

Seohyun hanya tersenyum kecil, menandakan bahwa namja itu boleh mendekatinya.

 

 

 

Angin malam mulai berhembus pelan. Kedua insan ini sedang berjalan-jalan di sekitar taman tengah kota. “Kau kedinginan?” tanya namja itu sambil menggesekkan kedua telapak tangannya. Seohyun hanya menggeleng pelan “Justru kau yang kedinginan..” ucap Seohyun sambil tertawa kecil. “Hem! Baiklah! Ah ya! Aku belum tahu siapa namamu. Namaku Kim Joon Myeon. Tapi kau boleh memanggilku Suho.” Ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya. “Seo Joo Hyun, kau cukup memanggilku Seohyun.” Ucap Seohyun sambil sedikit membungkukkan badannya lalu kembali melangkah kan kedua kakinya. Sedangkan Suho hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

 

“Kau sudah tahu bahwa orang tua kita akan menjodohkan kita?” tanya Suho. Seohyun hanya menggangguk pelan. “Lalu kau menerimanya?” tanya Suho lagi. Dan Seohyun hanya membalasnya dengan sebuah anggukan kecil.

 

“Sepertinya kau gadis yang pendiam.” Ucap Suho yang mulai mengalihkan pandangannya dari Seohyun. Seohyun yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.

 

“Kenapa kau mau menerima perjodohan ini?” tanya Suho

 

“Kau sendiri, kenapa kau mau menerima perjodohan ini?” tanya Seohyun balik.

 

Suho menghela nafasnya pelan. Kenapa menjadi plin plan begini? Dia yang bertanya, kenapa gadis di hadapannya ini justru malah balik bertanya dengan pertanyaan yang sama tadi padanya. “Jika alasannya, karena aku mencintaimu..apa tanggapanmu?” Ucap Suho sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam ke dua saku celananya. “Aku tidak akan mencintaimu..” ucap Seohyun dengan senyum kecil di wajahnya. Dan jawaban Seohyun sukses membuat Suho terkejut. “Jadi kau terpaksa menerima perjodohan ini!?” tanyanya. Seohyun kembali menghentikan langkahnya. Kedua matanya menatap Suho yang masih memasang raut muka yang terkejut dan, mungkin sedikit kecewa.

 

“Bukannya kau yang terpaksa? Kau bilang  jika kan?” perkataan Seohyun sukses membuat Suho salah tingkah, lagi. “Yeah, yang itu tadi hanya contoh.” Ucapnya sambil menggaruk rambut belakangnya yang tidak gatal.

 

“Aku mau pulang,” ucap Seohyun yang langsung kembali ke jalan raya. “Mwo? Pulang? Kita baru bertemu beberapa menit.” Ucap Suho sambil mensejajarkan posisinya dengan Seohyun. “Aku kedinginan..” Seohyun langsung mengeluarkan mantelnya lalu mempercepat langkahnya, meninggalkan Suho yang berdiri mematung di sekitar taman. “Mwo!? Haish!! Jadi yang tadi itu dia berpura-pura!!??” dengan langkah kesal Suho mengikuti Seohyun sampai ke tempat parkir, lalu mengantarnya pulang.

 

 

~ ~ ~

 

 

Sinar matahari hangat mulai menerangi kota Seoul. Udara yang bersahabat membuat orang-orang mulai melakukan aktivitas dan pekerjaannya. “Morning Mom!” ucap Suho yang langsung duduk di meja makan dan melahap roti yang berisikan selai nanas itu. “Yeah, Morning! Hari ini kau tidak sibuk dengan pekerjaanmu kan?” tanya Nyonya Kim sambil menaruh beberapa makanan menu sarapan di meja. “Aniyo? Waeyo?” tanya Suho dengan mulut yang di penuhi oleh roti. “Kalau begitu, sehabis sarapan cepatlah mandi, lalu pergilah ke rumah Nyonya Seo.” Ucap Nyonya Kim. “Mwo?? Untuk?”

 

“Lusa kan hari pernikahanmu dengan Seohyun. Jadi umma ingin kau dan Seohyun mencoba baju pengantin kalian.” Ucap Nyonya Kim yang sudah duduk di meja makan dan siap menyantap sarapannya. “Hem..ne arraseo! Kalau begitu aku bersiap sekarang ne!” ucap Suho yang langsung bangkit dari duduknya lalu kembali masuk ke kamar tidurnya.

 

Sedangkan di sisi lain, Seohyun sudah rapih dengan penampilannya. Kini ia tengah membaca buku di teras rumahnya. Sebenarnya bukan untuk membaca buku saja, hari ini ummanya menyuruhnya pergi ke butik untuk mencoba gaun pengantinnya. So, bisa di bilang, gadis ini sedang menunggu calon suaminya.

 

TIN! TIN!

 

Bunyi klakson mobil membuat Seohyun mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca. Di masukkannya buku tebal itu ke dalam tas-nya. Lalu kemudian mengaitkan tasnya di bahu kanannya. “Sudah menunggu lama?” ucap Suho sambil membuka kan pintu untuk Seohyun. “Tidak..” ucap Seohyun sambil menampilkan sebuah lengkungan di wajahnya. Setelah menutup pintu, Suho kembali menduduki bangku kemudinya dan menjalankan mobilnya menuju butik.

 

@Boutique

 

“Silahkan anda pilih Nona, gaun yang terpajang di sini adalah keluaran baru.” Ucap seorang pelayan wanita sambil menunjukkan beberapa gaun yang indah pada Seohyun. “Aku suka yang itu!” ucap Suho sambil menunjuk sebuah gaun dengan sedikit motif soft bunga dan tali lengan yang hanya sebahu. “Crem? Aku tidak suka warna itu.” Ucap Seohyun sambil melihat gaun yang lainnya. “Atau yang ini?” ucap Suho yang menunjuk sebuah gaun putih mewah dengan beberapa mutiara dan kristal yang tergantung di sekitar bagian dada dan pinggangnya. “Kau mau membuat badanku encok karena memakai gaun seberat itu?” ucap Seohyun lalu melangkahkan kembali kedua kakinya. “Aish! Seleranya seperti apa sih?” ucap Suho sambil sedikit mengacak rambutnya frustasi.

 

“Tuan, kurasa Nona ini tidak suka dengan gaun yang terlalu mewah.” Usul seorang pelayan yang sudah berdiri di samping Suho. “Kau memangnya tahu bagaimana selera calon istriku ini?” tanya Suho kepada pelayan itu. “Dari sifat dan kelakuan yang aku lihat, sepertinya dia suka yang elegant dan simple.” Ucap pelayan itu sambil menduga. “Hem..adakah gaun seperti itu?” tanya Suho. “Ah ne! Mari ikut saya!”

 

Sedangkan di sisi lain Seohyun masih sibuk memilih gaunnya. Terkadang kedua matanya sangat teliti memperhatikan konsep dan model gaun untuk pernikahannya nanti lusa. “Tidak ada yang cocok.” Gumamnya yang masih melihat beberapa gaun di sekitarnya. “Seohyun! Ku rasa ini cocok untukmu!” ucap Suho sambil membawakan sebuah gaun putih untuk Seohyun. Gaun tanpa lengan itu, memiliki bagian ketat di pinggangnya, bahkan di bagian bawahnya mirip seperti gaun balon. Gaun yang panjangnya di bawah mata kaki itu, membuat kedua mata Seohyun memperhatikan konsepnya. “Bagus, aku akan mencobanya..” ucapnya sambil meraih gaun itu, lalu masuk ke dalam ruang ganti yang cukup luas. “Sepertinya Nona menyukainya..” ucap pelayan itu. “Yah kau benar, terima kasih atas bantuanmu.” Ucap Suho sambil sedikit membungkukkan badannya.

 

15 menit telah berlalu, Seohyun sudah tampil dengan gaun yang menempel di tubuhnya. Begitu pun dengan Suho yang sudah memakai tuxedo hitam putihnya. “Wah..tuan dan nona sangat cantik dan tampan..” ucap beberapa pelayan yang berada di sana. “Bisa tolong fotokan kami berdua?” ucap Suho sambil memberikan ponselnya pada salah satu pelayan.

 

“Geurae..Hana, Dul, Set!”

 

KLIK!

 

1 gambar sudah tersimpan di ponsel Suho. “Kamsahamida..” ucap Suho sambil mengambil kembali ponselnya. “Lihat! Kita kelihatan serasih kan?” tanya Suho sambil memperlihatkan hasil foto mereka berdua. “Ne..” ucap Seohyun.

 

“Jadi kalian akan mengambil pakaian pengantin yang ini?” ucap salah satu pelayan yang bekerja di kasir. “Ne!” ucap Seohyun mantap. Setelah mengurus semuanya. Seohyun dan Suho memilih untuk berjalan-jalan di taman bermain.

 

Keduanya memilih duduk di sebuah bangku putih yang menghadap langsung ke taman bermain. Dimana semua anak-anak sedang menikmati permainan yang ada di taman itu. Terkadang Seohyun tertawa kecil melihat anak kecil itu berlarian atau pun bermain. “Kau suka dengan anak kecil?” tanya Suho. “Ne..aku sangat menyukai mereka. Bagi ku, mereka adalah kebahagiaanku. Yang bisa membuatku tertawa setiap saat.” Ucap Seohyun yang masih memandang anak kecil yang tengah bermain di taman. “Jadi menurutmu, aku bukan lah kebahagiaanmu? Dan tidak bisa membuatmu tertawa setiap saat?” ucap Suho yang sukses membuat Seohyun memandangnya. “Jika orang yang kita miliki dan kita cintai meninggalkan kita, hanya seorang buah hati yang selalu berada di samping kita dan menghibur kita.” Ucap Seohyun dengan senyum kecilnya. “Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu Seohyun, apapun itu. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Saranghae..” ucap Suho lalu mencium kening indah Seohyun. Membuat Seohyun tersenyum manis di hadapannya.

 

 

~ ~ ~

 

Seohyun berjalan dengan anggun menyusuri panggung altar yang putih itu. Dilihatnya calon suaminya tengah tersenyum dan menunggunya di hadapan pendeta. Tangan Suho terulur untuk menarik Seohyun ke hadapan pendeta. Dan menjadikan mereka sepasang suami istri di hadapan Tuhan dan semua orang.

 

“Tuan Kim Joon Myeon. Apakah anda bersedia menerima Nona Seo Joo Hyun sebagai istri anda. Dan mencintainya dalam suka dan duka maupun sakit dan sehat. Sampai maut memisahkan kalian.”

 

“Ya, aku bersedia.”

 

“Nona Seo Joo Hyun. Apakah anda bersedia menerima Tuan Kim Joon Myeon sebagai suami anda. Dan mencintainya dalam suka dan duka maupun sakit dan sehat. Sampai maut memisahkan kalian.”

 

“Ya, aku bersedia!”

 

“Dengan begitu, aku menyatakan kalian sah sebagai suami istri.”

 

Tepuk tangan menghiasi pernikahan sepasang kekasih yang sudah sah menjadi suami istri itu. Masing-masing mempelai mulai menautkan cincin pernikahan mereka ke jari manis mereka. Setelah itu, tentu saja mereka mulai menunjukkan first kiss mereka di altar mereka. Dan di hadapan semua orang.

 

 

~ ~ ~

 

 

Dengan langkah ringan, Seohyun memasuki rumahnya dengan Suho. Rumah ini Suho yang membelinya dan juga yang mendesainnya. “Kau suka?” tanya Suho sambil meletakkan 2 koper miliknya dan Seohyun. “Aku suka, tapi aku tidak suka dengan dekorasi dapurnya. Kurang luas.” Ucap Seohyun sambil melangkah menuju lantai 2. “Tapi aku yakin dia pasti sangat menyukainya..” gumam Suho kemudian menyusul Seohyun ke lantai 2.

 

CKLEK!

 

Kedua mata binar Seohyun mengamati ruang kamar yang ia masuki. Dekorasinya sangat elegant dan sedikit terkesan mewah. “Ini kamar kita?” tanya Seohyun. “Tentu saja Chagi..” Ucap Suho yang sukses membuat Seohyun mengangkat alisnya sebelah. “Wae? Ah! Apa kau suka aku memanggilmu dengan yeobo?” goda Suho sambil menyenggol pelan lengan Seohyun. Seohyun hanya memutar kedua bola matanya. Kedua kakinya melangkah menuju lemari yang sudah terletak di dekat cermin rias. “Baju kita sudah ada di lemari Seo. Aku sudah menyiapkan semuanya.” Ucap Suho yang langsung mengambil benda yang berbulu tebal. “Kau mau mandi duluan?” tanya Seohyun. “Ne..” ucap Suho. “Baiklah, aku akan membereskan pakaianku ke dalam lemari.” Ucap Seohyun sambil membuka kopernya.

 

Tak selang beberapa lama, mereka berdua sudah rapih dengan baju tidurnya. “Sekarang, apa yang harus kita lakukan?” tanya Suho dengan wajah polosnya. “Tentu saja tidur..” ucap Seohyun yang sudah berbaring di ranjangnya dan menyelimuti tubuhnya. “Kau tidak ingin membuat anak?” tanya Suho sambil memperlihatkan deretan giginya. Seohyun hanya tersenyum menanggapinya. “Kau tidak akan memaksaku untuk melakukannya kan? Karena aku belum siap Suho-ah. Aku harus menyelesaikan kuliahku di semester 4 ini. Tidak apa kan?” ucap Seohyun dengan hati-hati, ia takut menyinggung perasaan suaminya itu.

 

Sebenarnya memang ada rasa kecewa dalam hati Suho, tapi dia bisa memaklumi dan memahaminya. “Ne, tak apa.” Ucap Suho lalu berbaring di samping Seohyun. Tak lupa di matikannya lampu kamar mereka, membuat ruangan itu menjadi gelap gulita. Entah kesempatan atau bukan, Suho merengkuh pinggang Seohyun. Hidungnya menghirup aroma wangi dari rambut dan leher putih jejang Seohyun. Ia kali pertama melakukan ini pada Seohyun. Ia tahu Seohyun adalah gadis yang sangat sopan dan ramah. Maka dari itu, ia harus menghormati dan menghargai  Seohyun yang sudah sah menjadi istrinya.

 

 

~ ~ ~

 

 

Tek! Tek! Tek!

 

Suara itu sukses membuat kedua mata Suho terbuka. Bahkan bau yang enak dan menusuk hidungnya mulai membawanya untuk melangkah menuruni tangga demi tangga. “Kau sudah bangun?” ucap Seohyun sambil meletakkan sup ikan di meja makan. Suho hanya tersenyum. Kedua matanya masih belum membulat sempurna. Ia masih menahan ngantuknya.

 

GREP!

 

“Pagi, yeobo..” ucap Suho sambil mencium pipi chubby Seohyun. “Ish! Kau bau! Mandi dulu sana!” ucap Seohyun sambil berusaha melepaskan rengkuhan suaminya itu. “Aniya..aku ingin seperti ini dulu denganmu Seo..” ucap Suho dengan nada manja. Dagu lancipnya ia daratkan di bahu kanan istrinya.

 

“Huft! Ayolah Suho..umma-mu akan datang ke sini..” ucap Seohyun sambil melanjutkan kegiatan memasaknya. “Mwo?? Jinjja!? Kenapa umma tidak bilang dulu padaku!” ucap Suho yang sukses membuat kedua tangannya melepaskan rengkuhannya dari tubuh Seohyun. “Mollaseo, baru saja ia menelpon ke sini. Dan katanya ia akan mampir kemari. Maka dari itu, cepatlah mandi!” ucap Seohyun sambil sedikit memukul kening Suho. “Ne..ne! tapi, habis ini, aku akan mendapatkan morning kiss-ku kan?”

 

“Yak!!!”

 

BLAM!

 

Pintu kamar mandi tertutup rapat. Seohyun hanya bisa menggeleng pelan. Terkadang ia tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Jadi begini kah sifat aslinya? Yang sangat suka bermanja pada dirinya.

 

Setelah semua sarapan Seohyun buat. Ia kembali ke kamar dan berniat untuk berganti baju. Merapihkan penampilannya agar terlihat sopan di hadapan mertuanya. “Wah..wah..istri siapa yang sudah berdandan secantik ini?” ucap Suho sambil bersender di ambang pintu. Seohyun hanya tersenyum menanggapinya. Kedua tangannya sibuk menyisir dan merapihkan rambut hitam nan panjangnya. “Menurutmu?” ucap Seohyun yang masih merapihkan rambutnya.

 

Suho lalu melangkah mendekati Seohyun. Dirinya ia posisikan tepat di belakang Seohyun yang sudah duduk di depan cermin riasnya. Perlahan kedua tangan panjangnya merengkuh tubuh Seohyun. Pipi kirinya ia tempelkan pada pipi kanan Seohyun. “Kau tahu, aku merasa aku adalah namja yang paling beruntung di dunia ini.” Ucap Suho setengah berbisik tepat di telinga Seohyun. “Waeyo?” tanya Seohyun. “Karena aku memilikimu. Aku memiliki seorang istri yang cantik, baik, ramah, pintar, dan semuanya begitu sempurna di mataku.” Ucap Suho sambil menampilkan senyum khasnya. Membuat Seohyun juga ikut tersenyum mendengarnya.

 

“Tapi kau tahu apa yang kurang dari keluarga kita?”

 

“Mwo?”

 

“Malaikat kecil.”

 

Perkataan Suho sukses membuat senyum Seohyun perlahan menghilang. Tubuhnya yang sedari tadi membelakangi Suho, kini berbalik dan menatap Suho dengan tatapan sendu. “Mianhae..” ucap Seohyun lirih sambil menundukkan kepalanya.

 

Suho yang melihat Seohyun seperti itu langsung meraih dagu lancipnya. Diangkatnya wajah Seohyun, membuat mata mereka saling bertemu dan beradu. “Kau tak perlu mengatakan seperti itu Seo. Aku mengerti dan memahamimu. Aku tahu kau belum siap untuk memiliki seorang buah hati bukan? Karena kau ingin menyelesaikan kuliahmu terlebih dahulu. Aku ingin di antara kita saling percaya dan memahami. Aku tidak akan memaksamu untuk melakukan apa pun yang aku mau Seo..”

 

Perkataan Suho mampu membuat senyum Seohyun kembali. “Gomawo..” ucap Seohyun sambil mengelus pipi Suho.

 

TING! TONG!

 

“Sepertinya itu umma..” ucap Suho yang sudah menegakkan tubuhnya. “Aku akan membuka kan pintu.” Ucap Seohyun sambil melangkah menuruni tangga dan menuju pintu utama rumah mereka.

 

CKLEK!

 

“Seohyun!!” ucap wanita setengah baya sambil memperlihatkan apa yang tengah ia bawa. “Umma-nim, silahkan masuk.” Ucap Seohyun. “Ne..lihat! umma membawakan kalian buah dan baju mungil ini.” Ucap Nyonya Kim sambil memasuki rumah Seohyun-Suho. Tubuhnya ia rebahkan di sofa empuk mereka. Tangannya dengan cepat mengeluarkan barang yang ia bawa. “Umma..itu kan baju bayi..” ucap Suho yang duduk di hadapan ummanya. “Ne, karena umma yakin, pasti sebentar lagi kalian akan mempunyai seorang balita yang sangat imut!” ucap Nyonya Kim dengan nada gemas. Seohyun yang sedari tadi berdiri, langsung duduk di samping mertuanya. “Umma-nim, umma-nim tidak perlu repot membawakan semua ini. Apalagi membelikan kami baju bayi..” ucap Seohyun. “Ah tidak apa! Lagi pula umma sudah tidak sabar ingin menimang cucu.” Ucap Nyonya Kim yang masih sibuk mengeluarkan barang-brang yang ia bawa.

 

Kedua tangan Seohyun langsung menggenggam telapak tangan Nyonya Kim. “Umma-nim, maaf kan kami jika kau kecewa mendengarnya. Tapi sungguh, aku dan Suho belum melakukan apa pun pada malam pertama kami.” Jelas Seohyun dengan senyum manisnya. “Mwo? Jadi kalian berlum melakukannya sama sekali.?” Ucap Nyonya Kim yang menatap tidak percaya pada Seohyun dan Suho.

 

“Ne, umma-nim. Aku tahu umma-nim kecewa mendengarnya. Tapi, aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu. Setelah itu, aku siap menjadi seorang ibu.” Jelas Seohyun yang masih menampilkan senyum manisnya. Terlihat wajah kecewa di wajah Nyonya Kim. Padahal ia ingin sekali menimang cucu. “Ah ne, tak apa Seo. Selesaikan saja kuliahmu dulu. Agar saat kau punya anak. Kau bisa leluasa menjaga anakmu.” Ucap Nyonya Kim membalas genggaman tangan Seohyun.

 

“Gomawo umma-nim. Ah ya! Aku sudah membuat kan sarapan pagi untuk umma-nim. Kajja kita sarapan bersama.” Ucap Seohyun. Nyonya Kim hanya mengangguk sambil tersenyum. Suho yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang, pemandangan yang baru saja ia lihat tadi. Adalah khayalannya waktu ia remaja. Khayalan masa depannya dan keluarganya.

 

 

~ ~ ~

 

 

Suho kembali dengan pekerjaannya. Jas putih dan panjangnya hampir selututnya, membuat Suho begitu gagah tampan. Ia adalah seorang dokter bedah sekaligus presidir di rumah sakit terbesar di Seoul. “Dokter Suho, ada pasien yang ingin dokter mengoperasikan penyakitnya.” Ucap seorang perawat wanita yang sudah berdiri di depan ruangan Suho. “Nuguya? penyakit apa yang ia derita?” ucap Suho sambil menduduki kursi kerjanya. “Namanya Lee Ji Eun. Ia terkena tumor payudara.” Ucap perawat itu. “Mwo? Yeoja? Aku rasa aku bisa menyuruh Dokter Yoona untuk menjalankan operasi itu.” Ucap Suho sambil menanda tangani beberapa berkas dan dokumen yang belum ia selesaikan.

 

“Tapi..pasien yang bernama Lee Ji Eun itu bersi keras pada Dokter. Katanya, kalau bukan Dokter Suho yang mengoperasinya, ia tidak akan mau membayar semua administrasi perawatannya di rumah sakit ini. Katanya, biarkan dia mati di rumah sakit ini.” Jelas perawat itu. Suho menghela nafasnya kesal. Ini kali pertama ia harus menghadapi pasien yang sangat keras kepala. “Panggilkan Dokter Yoona, suruh dia memeriksa pasien yang bernama Lee Ji Eun itu.” Ucap Suho yang kembali fokus pada pekerjaannya.

 

“Baik dok!”

 

Suho menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya. Kedua matanya menatap kosong keluar jendela. “Kenapa ia kembali masuk dalam kehidupanku?”

 

“Kenapa ia kembali pada saat aku sudah menemukan kebahagiaanku?

 

 

TBC

 

 

5 thoughts on “[Freelance] Always Love You (Chapter 1)

  1. lanjut min lanjut lanjut lanjut ^^ aigooooo unyu bangeeettttttt >< kkkkkkk, kyeopta ^^
    itu IU kenapa pulaaaa😦 doh gk tau diri amat suho udah punya bini juga.
    ya udah kalo gitu di tunggu kelanjutannya ya min!
    FIGHTING!!!!!❤ di tunggu secepatnya !!!!! :* hehe

  2. Wah..keren juga..
    tapi kapan seohyun selesai kuliah??
    IU itu siapanya suho??
    Semoga saja keluarga suho dan seohyun tdk ada masalah…
    jadi penasaran…
    lanjutkan eonnie…
    Kitungguyah chapter selanjutnya…

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s