FRIENDZONE [ONESHOOT]

friendzone

 

Title                   : LOVE, One Word Can Change the Life

Sub Tittle         : FRIENDZONE

Author             : JeniHwang

 

Main Cast         :

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

Other Cast     : Find it by yourself

 

Length             : ONESHOOT

Genre               : Romance, Friendship, Sad

 

Author’s Talk :

Halo reader, jeni kembali dengan FF sub dari “LOVE, ONE WORD CAN CHANGE THE WORLD”

Kali ini, Jeni bawain edisi BaekYeon *o*. Ini FF terinspirasi dari lagu “Goodbye Summer” nya F(X), dan jalan cerita dibuat oleh teman aku yang bernama Elva.. Thanks Elva❤.

 

Sebelumnya jangan lupa baca PROLOG dan [KrisSica] juga [HUNSOO] ^^

 

[PROLOG] : LOVE, ONE WORD CAN CHANGE THE LIFE

[KrisSica] : REGRET (PART 1) | REGRET [Part 2] #END

[HunSoo] : AS LONG AS YOU’RE HAPPY [Part 1] | AS LONG AS YOU’RE HAPPY [PART 2] #END

Oiya, sekedar menginformasikan(?), tulisan yang ditebalkan (di bold), itu ceritanya saat Baekhyun ngomong di Video.. Kalau yang di tulis miring (italic), itu saat flashback.

***

*** “It’s hard to love someone, that already be your bestfriend.” ***

***

“Hai Taeyeon-ssi, ketika kau melihat video ini, berarti aku sudah berada jauh dari Korea. Aku akan mewujudkan mimpiku sebagai seorang fotografer handal, tapi tidak di Korea. Hehe. Aku akan pergi jauh untuk mewujudkannya. Kau pasti marah padaku bukan? Ah aku tau, pasti sekarang kau sedang memanyunkan bibirmu itu sambil mengumpatku pelan kan? Haha, aku sangat tau kebiasaanmu saat kesal Kim Taeyeon”

 

 

Dengan jelas Taeyeon dapat melihat Baekhyun yang tertawa keras melalui layar televisi 28 inch yang sekarang ada didepannya. Taeyeon tersenyum lesu melihatnya.

 

Kini layar itu tidak lagi menampilkan Baekhyun yang tertawa. Baekhyun kembali ke mimik muka serius yang terlihat santai.

 

“Maafkan aku karena aku tak mengatakannya langsung kepadamu. Aku benar-benar tidak punya nyali untuk melakukan itu. Aku tau kita sudah lama bersahabat, dan mungkin ini terlalu terlambat untuk ku katakan.. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? “

 

Kini dari layar televisi terlihat Baekhyun yang terlihat gusar dan menarik nafas perlahan sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya,

 

 

“Selama kita dekat bertahun-tahun ini, aku punya satu rahasia besar yang tidak pernah aku katakan kepada siapapun… Ya, sekali lagi, karena aku terlalu pengecut. Maukah kau mendengar ceritaku Taeyeon?”

 

Baekhyun terlihat tersenyum manis. Sebenarnya Taeyeon sudah tau apa yang akan terjadi di detik-detik selanjutnya video ini. Tapi ia tak pernah merasa bosan untuk menontonnya berulang kali. Taeyeon fokus menatap layar televisi itu ketika Baekhyun memulai ceritanya…

 

 

#FLASHBACK

Baekhyun terus membidik sosok didepannya dengan kamera SLR kesayangannya. Taeyeon memamerkan senyumnya yang lucu sembari berkali-kali berganti posisi gayanya.

large (1)

large (13)

large

“Ayolah Baekhyun, aku lelah.. Aku sudah terlihat cantik kan??” Kata Taeyeon sambil memanyunkan bibir mungilnya.  Baekhyun hanya tersenyum kecil dan melihat hasil-hasil bidikkannya tadi.

Hari ini adalah hari kelulusan, dan berarti ia akan berpisah dengan Taeyeon. Baekhyun sudah mengenal Taeyeon hampir seumur hidupnya.  Ini semua bermula ketika keluarga Taeyeon pindah dan menempati rumah yang berada disebelah rumah Baekhyun. Mereka selalu berada di sekolah yang sama.

 

Tapi persahabatan mereka dimulai ketika Taeyeon yang menolong Baekhyun ketika anak-anak nakal mengerjai Baekhyun. Sejak saat itu, hubungan mereka berdua semakin dekat. Dimana ada Taeyeon, disitupun Baekhyun berada. Begitu pula sebaliknya.

 

Seukir senyum terulas di bibir Baekhyun ketika mengingat hal itu. Sejak saat itu ia berjanji, ia akan selalu menjaga Taeyeon. Baekhyun mengangkat kameranya lagi, bermaksud untuk kembali membidik Taeyeon. Tapi saat itu juga ia mengurungkan niatnya, ketika melihat lengan Sehun melingkar manis di pinggang Taeyeon dan memeluknya dari belakang. Dada Baekhyun kembali merasa nyeri melihat pemandangan didepannya yang sebenarnya bukan untuk yang pertama kali ia lihat.

 

Taeyeon melambaikan tangannya pada Baekhyun, “Baek, perlihatkan foto-fotoku pada Sehun!” Katanya sambil tertawa kecil. Baekhyun sedikit berlari menghampiri pasangan itu dan menyerahkan kameranya pada Sehun.

 

“Kau terlihat sangat cantik chagiya..” Kata Sehun sambil melihat foto-foto terbaru Taeyeon di kamera Baekhyun. “Lihat, Sehun saja mengatakan aku cantik! wleek” Kata Taeyeon sambil memeletkan lidahnya kepada Baekhyun.

 

“Sudahlah sudah” Kata Sehun sambil mengacak rambut Taeyeon pelan. “Ayo masuk, sebentar lagi upacara kelulusan akan dimulai” Lanjut Sehun dan segera menggandeng tangan Taeyeon untuk masuk ke aula sekolah. Baekhyun tersenyum pahit melihatnya. Ia terdiam sesaat sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke aula.

#END FLASHBACK

 

 

“Kau tau Taeyeon? Saat itu kau terlihat sangaaaat cantik. Kau lebih dari sekedar cantik. Kau tampak seperti malaikat yang anggun dengan senyum paling indah yang pernah ku lihat.  Aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan betapa cantiknya dirimu saat itu Taeyeon-ssi, sehingga aku hanya bisa tersenyum.  Seandainya kau tau, kau selalu tampak cantik dimataku.”

 

Mata Taeyeon mulai berkaca-kaca. Ia bergumam perlahan, “pabboya…..”

 

#FLASHBACK

Di malam hari setelah upacara kelulusan, Taeyeon mengendap-endap ke kamar Baekhyun. Hari sudah larut malam, tapi Taeyeon merasa ia masih belum mampu menutup matanya karena ada pikiran yang mengganggunya. Tubuh mungil Taeyeon melewati celah yang ia dan Baekhyun buat saat mereka amsih kecil. Karena rumah mereka bersebelahan, mereka memutuskan untuk membuat jalan kecil rahasia untuk menemui satu sama lain.

 

Dengan mudah Taeyeon membuka jendela kamar Baekhyun dan masuk ke dalamnya.

“Baekhyun-ah, Baekhyun… ireona..” kata Taeyeon berbisik sambil mengguncangkan tubuh Baekhyun perlahan.

 

Baekhyun pun terbangun, tapi ia tak kaget melihat Taeyeon ada didepannya. Sudah biasa bagi Baekhyun melihat Taeyeon membangunkannya di tengah malam bila ada sesuatu mengganjal di pikirannya.  Baekhyun pun bangkit dari posisi tidurnya, dan duduk bersender di tempat tidurnya. Ia menggeser posisinya, memberikan tempat untuk Taeyeon duduk.

 

 “Kau kenapa Taeyeon? Ada yang mengganggu pikiranmu?” Kata Baekhyun sambil menguap kecil

“Maaf mengganggu tidurmu entah untuk keberapa kali ini Baek…” Kata Taeyeon pelan.

“Gwaencha, kau selalu tau aku akan ada disisimu kan?” Kata Baekhyun sambil tersenyum kecil.

“Aku tidak bisa tidur Baek..” lanjut Taeyeon

“Kenapa lagi? Sehun?” Tanya Baekhyun

“Kali ini bukan dia, tapi kau..” Kata Taeyeon sambil menatap sendu ke arah Baekhyun. Baekhyun mengernyitkan alisnya heran

 

“Aku takut Baekhyun-ah, Aku takut karena kali ini kita tidak satu sekolah seperti biasanya.” Lanjut Taeyeon lemas.

 

“Ayolah Taeyeon, semuanya akan baik-baik saja” Kata Baekhyun sambil berusaha tersenyum.

 

“Tidak Baek, aku bisa merasakannya ditulangku kau tau?? Ini mungkin bukan karena kita akan beda sekolah. Tapi aku merasa seperti aku akan kehilanganmu Baekhyun-ah….. Aku bisa merasakannya. Entahlah, tapi aku merasa kita akan berpisah selamanya dan kau tidak akan pernah kembali..” Taeyeon mulai terisak. Ia sendiri bingung mengapa kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutnya. Tapi memang itulah yang ia rasakan.

 

“Pabbo yeoja..” Kata Baekhyun sambil menarik Taeyeon ke dalam pelukannya, mencoba memberinya sedikit ketenangan.

 

“Berhenti menangis Taeyeon, kau tau kan aku selalu ada disisimu? Aku hanya akan kuliah di Busan, dan itu hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit untuk sampai ke universitasmu. Seandainya kau tidak masuk akademi keperawatan khusus perempuan, pasti aku akan masuk ke universitas yang sama denganmu. Sekarang jangan menangis lagi, aku akan selalu menjemputmu setelah kau pulang dari universitas, Arraseo?” Kata Baekhyun kepada Taeyeon. Taeyeon mengangguk kecil dan tersenyum walau bekas-bekas air matanya masih membasahi pipinya. Baekhyun kembali mengacak rambut Taeyeon pelan.

 

“Nah, sekarang kembali ke kamarmu. Aku tidak mau besok Kim ahjumma panik karena tidak mendapatkan puteri cantiknya di tempat tidur” Kata Baekhyun sambil mencubit pelan hidung Taeyeon.

 

“Yak!! Appo… “ Keluh Taeyeon sambil mengusap hidungnya. “Arraseo… gomawo Baekhyun-ah…” Kata Taeyeon lalu keluar melalui pintu balkon kamar Baekhyun dan kembali ke kamarnya melalu jalan rahasia mereka.

#END FLASHBACK

 

“Kau Tau Taeyeon-ssi, sebenarnya bukan kau saja yang susah tidur malam itu. Rasa takut kehilangan yang ada padamu, tidak lebih besar dari rasa kehilangan yang aku rasakan. Aku selalu takut kehilanganmu. Aku takut tidak bisa memandang sosokmu lagi. Aku takut tidak bisa melihat senyumanmu lagi. Aku takut seseorang akan merebutmu dariku. Aku takut seseorang akan mencintaimu lebih besar dari rasa cintaku padamu. Aku takut tidak bisa menggengam tanganmu lagi, atau memelukmu ketika kau merasa khawatir. Aku bodoh,sangat bodoh iya kan? :”) “

 

 

#FLASHBACK

Selepas memarkirkan motornya di parkiran, Baekhyun melangkahkan kakinya menuju tempat dimana ia dan Taeyeon biasa bertemu di akademi keperawatan Taeyeon untuk menjemputnya. Rutinitas ini sudah ia lakukan berminggu-minggu setelah tahun ajaran baru dimulai. Awalnya sangat sulit bagi Baekhyun untuk berbeda universitas dengan Taeyeon. Baekhyun merindukan sosok Taeyeon yang terlihat kesulitan saat sedang belajar, atau memperhatikan ketika Taeyeon tertawa lepas bersama dengan teman-temannya seperti Tiffany,Sunny, Jessica dan Hyoyeon. Tapi paling tidak, Baekhyun masih bisa bertemu setiap hari dengan Taeyeon

 

Baekhyun menghentikan langkah kakinya ketika melihat Sehun sedang bersama Taeyeon. ‘Apa yang Sehun lakukan disini?’ Pikir Baekhyun.

Taeyeon melihat kedatangan Baekhyun dan berlari menghampirinya dengan muka bahagia bercampur cemas.

“Baekhyun-a, maafkan aku. Aku lupa mengatakan kepadamu kalau hari ini Sehun mengajakku makan malam bersama. “ Muka Baekhyun membeku saat Taeyeon mengatakan hal itu.

 

“Kau ingat? Hari ini hari Anniversary satu tahun aku dan Sehun. Hehe.. Aku sangaaaaat bahagia. Aku kira ia tidak akan mengingatnya, tapi ternyata ia ingat. “ Kata Taeyeon dengan mata berbinar sambil sesekali melompat kecil layaknya seorang anak kecil yang diberi lollipop.

 

“Baiklah Taeyeon, aku tidak apa-apa. Nikmati malammu.  “ Baekhyun berusaha tersenyum dan mencubit pelan kedua pipi Taeyeon., Taeyeon mengangguk mantap sebelum akhirnya kembali berlari kecil menghampiri Sehun. Baekhyun berbalik untuk pulang. Ia mengepal keras tangan kanannya. Seharusnya ia sudah biasa melihat pemandangan Sehun-Taeyeon didepannya. Tapi tetap saja hatinya terasa remuk.

#END FLASHBACK

 

 

Kau tau?? Saat itu aku ingin sekali menarikmu ke dalam pelukanku dan melarangmu untuk tidak pergi bersama Sehun. Aku membutuhkanmu saat itu, aku sangat membutuhkanmu melebihi apapun.. Tetapi melihat dirimu yang terlihat sangat bahagia dengan Sehun, membuatku tidak bisa melarangmu. Lagi pula siapa aku? Aku hanya sahabat mu yang tidak mungkin melarangmu pergi dengan namjachingumu. Bukankah akan sangat egois bila aku tidak bisa membiarkanmu bahagia? Walau hatiku sangat hancur saat itu… Ah Taeyeon-ssi, kata orang, cinta tidak harus memiliki. Tetapi mengapa tidak memilikimu seutuhnya membuatku mulai gila?? :”D “

 

 

#FLASHBACK

Sabtu siang saat itu, menjadi petaka bagi Baekhyun. Taeyeon datang ke rumah Baekhyun dengan muka sangat bahagia. Baekhyun yang sedang mencuci motornya kaget dengan kedatangan Taeyeon yang tiba-tiba. Taeyeon sangat berseri sambil memperlihatkan cincin berlian yang terpaut manis di jari mungilnya.

 

“Aku akan menikah Baekhyun! Aku akan menikah.. Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Oh. Semalam Sehun melamarku!” Kata Taeyeon sambil berkaca-kaca mengingat kejadian semalam. Sontak ember yang berisi air sabun yang digenggam Baekhyun dan akan dipakainya untuk mencuci motornya, terlepas begitu saja dari genggamannya. Taeyeon yang tidak menyadari keterkejutan Baekhyun, langsung memeluk Baekhyun erat. 

 

Baekhyun berusaha keras menahan tangisnya. Ia balas memeluk Taeyeon erat seolah itu akan menjadi pelukannya yang terakhir.

 

“Maukah kau menjadi pendamping pria ku? Kau tau kan, appaku sudah meninggal.. Dan aku ingin kau yang mengantarkanku kepada Sehun sampai didepan altar nanti..” Kata Taeyeon pelan sambil menatap Baekhyun yang masih memeluknya. Taeyeon tersenyum. Senyum yang selama ini selalu Baekhyun sukai.

 

“Tentu saja Taeyeon, Semuanya akan aku lakukan demi dirimu…”  Jawab Baekhyun. Dan saat itu, air mata Baekhyun pun mulai mengalir dari pelupuk matanya. Taeyeon menatapnya heran, “Hey, kenapa kau menangis Baek??”

 

“Aku menangis bahagia Taeyeon, sangat bahagia. Akhirnya kau menemukan jodohmua Taeyeon.” Kata Baekhyun berusaha tersenyum.

Mendengar itu Taeyeon menangis lebih keras lagi, “ Pabbo!! Ku harap jodohmu juga segera datang.  Dia harus yeoja yang baik untuk bisa bersamamu..” Baekhyun menjawabnya dengan anggukan kecil, walau dalam hatinya, yeoja yang sangat ia inginkan adalah yeoja yang sekarang ada dalam pelukannya sekaraang.

 

“Kau pasti akan bahagia Taeyeon, pasti…” Kata Baekhyun pelan sambil mengusap rambut Taeyeon.

#END FLASHBACK

 

 

“Aku berbohong Taeyeon-ssi, maafkan aku karena saat itu aku berbohong. Aku menangis bukan karena aku bahagia. Aku menangis karena aku kehilangan duniaku. Aku kehilanganmu. Seseorang lain akan memilikimu seutuhnya dan hidup bahagia denganmu. Hanya kau, hanya kau satu-satunya yeoja impian yang ingin kujadikan sebagai pendamping hidupku seumur hidup. Tapi faktanya, kau akan menjadi pendamping hidup namja lain. Taukah kau betapa hancurnya aku saat itu? Maafkan aku tidak bisa ikut bahagia bersamamu Taeyeon, maafkan aku tidak bisa datang ke acara pernikahanmu. Aku tidak cukup kuat untuk melepasmu bersama dengan namja lain. Aku berharap kau akan bahagia selalu dengan Sehun dan memiliki banyak anak yang lucu seperti yang selalu kau dambakan sejak kau kecil. Aku selalu mencintaimu Taeyeon, aku selalu mencintaimu.. Aku mencintaimu bukan seperti seorang sahabat mencintai sahabatnya. Aku mencintaimu seperti cinta seorang namja kepada seorang yeoja. Ini mungkin terlihat berlebihan. Tapi inilah yang sebenarnya Taeyeon. Aku sangat mencintaimu sampai aku mau mati rasanya karena tersiksa oleh semua ini. Selamanya aku akan mencintaimu Kim Taeyeon….”

 

 

Video itu selesai dan diakhiri dengan banyak slide photo Baekhyun-Taeyeon mulai dari mereka kecil sampai saat terakhir mereka bertemu. Taeyeon tertawa hambar melihat semua slide photo yang muncul silih berganti itu. Tak pernah ia menyangka bahwa kejadian-kejadian sekecil apapun selalu disimpan atau dibidik oleh kamera Baekhyun. Ia mendengar langkah kaki mendekat dan menghapus air mata yang mengalir deras dari kedua pelupuk matanya. Sudah bertahun-tahun berlalu, tapi air matanya akan tetap turun melihat video itu.

 

Sehun masuk kedalam kamar tempat Taeyeon baru saja menonton video Baekhyun sambil menggendong seorang anak perempuan dengan mata bulat dan pipi chubby serta kulit bersih seperti Taeyeon,anak perempuan itu turun dari gendongan Sehun dan menghampiri taeyeon, “Eomma, mengapa menangis?” Kata anak perempuan itu.

 

“Gwaencha sayang..” Kata Taeyeon sambil mengecup pipi anak perempuan itu.

“Sudah siap??” Tanya Sehun sambil tersenyum simpul. Taeyeon mengangguk.

 

“Kita akan kemana Eomma??” Tanya anak perempuan itu yang sekarang sedang dipakaikan sepatu oleh Taeyeon.

“Kita akan ke pemakaman sayang. Ada sahabat eomma yang dimakamkan disana..Sahabat yang sangat eomma sayangi…” Kata Taeyeon sambil tersenyum menatap anak perempuan itu.

 

Setelah selesai, Sehun kembali menggendong anak itu, “Ayo Oh Baekyeon, appa akan menggendongmu..”

 

Mereka pun pergi ke pemakaman. Baekyeon yang kelihatannya tidak begitu menyukai suasana pemakaman pun meminta kepada Sehun untuk kembali ke mobil. Sehun setuju dan menggendong anaknya itu ke mobil, sekaligus memberi waktu pada Taeyeon untuk ‘bersama’ dengan sahabatnya itu.

 

“Baekhyun, seandainya saja kau masih hidup saat ini….” Kata Taeyeon pelan sambil lagi-lagi air matanya menetes.

 

“Ketika hari pernikahanku, aku menunggumu dengan cemas. Kenapa kau tidak datang pabbo?? Kau tidak tau kan apa yang terjadi? Aku berlari Baek.. Aku melarikan diri dari pernikahanku sendiri… Aku merasa buruk terhadap Sehun saat itu, tapi hatiku menyuruh aku berlari. Aku mencarimu kemana-mana, aku mambutuhkamu Baekhyun-ah..” Lanjut Taeyeon sambil mengusap batu nisan bertuliskan “Byun Baekhyun” yang ada didepannya sekarang.

 

 

“Saat aku dan Sehun berada di depan altar dan pendeta menyuruhku mengulangi untuk mengucapkan janji sehidup semati, aku baru menyadari bahwa engkaulah yang aku cinta.. Aku mencintaimu lebihd ari apapun dan aku membutuhkanmu. Bodoh memang, karena aku baru menyadarinya disaat aku kehilanganmu.. Aku menangis, mencarimu ketempat dimanapun biasanya dirimu berada. Aku tak peduli dengan kakiku yang berlari tanpa alas kaki karena high heels itu hanya memperlambat aku mencarimu, aku tidak peduli dengan tatapan heran dari orang-orang yang melihatku dengan gaun pengantin yang sudah acak-acakkan dan make up yang berantakkan karena tangisku. Yang aku inginkan saat itu adalah menemukanmu dan memelukmu erat dan tidak akan membiarkan aku kehilanganmu. Tapi apa? Aku tidak menemukanmu Baek…” Kini Taeyeon mulai terisak.

 

 

“Dua hari berlalu sejak hari pernikahan gagal itu, kabar buruk datang menghampiriku. Mereka bilang kau meninggal dalam kecelakaan pesawat. Kau tau betapa tidak percayanya aku saat itu? Aku menganggapnya sebagai lelucon walau aku sudah sangat histeris saat itu. Sampai pada akhirnya Chanyeol datang padaku dan memberikan video itu padaku. Dasar pabbo!! Untuk apa kau keluar negeri? Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau mencintaiku lebih dari sekedar sahabat?? Karena aku mencintaimu juga Baek-ah….  Aku selalu menunggu kata-kata itu keluar dari mulutmu, tapi nyatanya tak pernah terjadi…..”

 

 

Bahu Taeyeon bergetar dan isakannya semakin keras. Sehun yang menemani Baekyeon didalam mobil sambil tetap mengawasi Taeyeon, hendak menghampirinya ketika melihat istrinya seperti orang yang sedang menangis. Namun ia mengurungkan niatnya.. Entah mengapa ia merasa harus memberikan banyak waktu bagi Taeyeon.

 

“Duniaku sangat hancur saat itu kau tau? Aku mengalami depresi berat. Beberapa saudaraku bahkan mengatakan aku mulai gila. Tetapi Sehun selalu berada disampingku. Ia ternyata tidak pernah menyerah kepadaku. Hingga setahun kemudian, ia kembali melamarku dan aku mengatakan Iya. Dan kemudian kami berdua melangsungkan pernikahan walau hanya sederhana. Kami memiliki seorang anak perempuan bernama Baekyeon. Nama yang lucu bukan? Ya, nama itu adalah nama gabungan dari namaku dan namamu.. Kau tau? Bahkan Sehun yang memberikan nama itu. Ia bilang, agar aku tetap mengingat persahabatan kita. Ah, Baekyeon juga sangat lucu Baekhyun-ah. Tingkahnya menggemaskan walau kadangkala menyebalkan seperti dirimu dulu :”) “ Kata Taeyeon sambil tersenyum miris di sela-sela isak tangisnya.

 

“Aku bahagia Baek-ah, tetapi kadang bahagia tanpa dirimu terasa hampa. Baekhyun ,aku tau kau akan menjagaku dan selalu memperhatikanku dari atas sana. Aku hanya ingin kau tau bahwa aku mencintaimu Byun baekhyun.. Aku mencintaimu, selalu, dan selamanya….”

 

***END***

Nah selesai.. Maaf kalau terlalu pendek >< Bagaimana menurut kalian?? Heheh..Maaf juga kalau membosankan, atau banyak typo didalamnya😦 RCL nya ditunggu yaa😀 Gomawo ~

88 thoughts on “FRIENDZONE [ONESHOOT]

  1. aku sama seperti taeng, meskipun sudah baca berulang-ulang,,tapi tetep aja aku nangis😥

    Baekhyun pabo,,kenapa tidak mengatakan kepada taeng?? baekhyun pabboya!!😥

    huhu,,,baekhyun pabboya!! baekhyun pabboya!!!

    Daebak eonn,,FF ini bener-bener sedih eonn,,menguras air mataku😥😥

    lanjutkan buat ff baekyeon!!! #Hwaiting!!~♪

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s