[Freelance] Be Mine (Chapter 4)

17

Title                : Be Mine

Author            : NinkNonk

Cast                : Kim Taeyeon (GG)

Oh Sehun (exo)

Kim Jongin (exo)

Son Naeun (A pink)

Length             : Chaptered

Genre              : AU, married, romance

Rating             : NC-17

Disclaimer      : semua cast milik Tuhan dan ceritanya hasil pemikiran saya sendiri. So, DON`T BASH!!!  

“mianhae, sunbae… yeoja ini sedang menungguku. Jadi sunbae tidak bisa meminjamnya tanpa seizinku!” tegas Kai sambil memasang tampang menyeramkan.

Suasana di kantin tersebut berubah mencekam.

“sejak kapan aku perlu meminta izinmu dulu?” tanya Kyuhyun menantang.

mwo?” jawab Kai.

“apa setiap yeoja dikampus ini adalah milikmu? Apa kau tidak puas dengan setiap yeoja yang kau kencani?” seru Kyuhyun.

“jaga ucapan sunbaeyeoja-yeoja itulah yang menyukaiku.” tegas Kai membela diri.

Semua yang berada dalam kantin itu semakin ketakutan dengan kejadian tersebut, tidak terkecuali dengan Taeyeon yang merasa bersalah. Tiba-tiba terlintas dipikirannya untuk mencairkan suasana tegang tersebut.

mianhae, Kyuhyun sunbae… saya memang lagi menunggu Kai, mungkin lain kali kita bisa berbicara.” Taeyeon memberanikan diri sambil berdiri diantara mereka berdua.

Kyuhyun hanya bisa terdiam mendengar ucapan Taeyeon, lagipula dia tidak mau berlama-lama dengan situasi seperti ini sesegera mungkin dia berlalu meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak mau semakin memperburuk imagenya di kampus tersebut. Kai yang merasa menang, hanya tersenyum puas.

noona… bisa ikut denganku sebentar?” pinta Kai sambil memegang tangan Taeyeon.

eoh! Mau kemana?” tanya Taeyeon penasaran.

“ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan.” jawabnya.

Ketika mereka pergi meninggalkan tempat tersebut, yang lainnya hanya bengong melihat kejadian barusan. Terutama Sehun, dia memutuskan untuk ke kelasnya sedangkan yang lain kembali ke aktivitas semula. Di taman kampus yang agak sepi selain beberapa burung-burung yang berkicauan, Kai dan Taeyeon duduk saling berhadapan.

noona….?” tanya Kai sambil terus memandangi yeoja didepannya tersebut.

wae?” Taeyeon yang terus dipandangi seperti itu hanya bisa tersenyum malu.

saranghaeyo…” ucapnya secara spontan.

eoh???” Taeyeon merasa bahagia bercampur bingung dengan pernyataan Kai yang tiba-tiba.

“aku tahu noona belum yakin dengan pernyataanku karena beberapa gosip yang diberitakan media, tapi beri aku kesempatan untuk membuat noona yakin dan percaya dengan perasaanku.” Kai terus berusaha meyakinkan Taeyeon tentang perasaannya.

Taeyeon hanya bisa terdiam mematung, dia tidak tahu harus bagaimana dengan situasi seperti ini. Sebenarnya dia sudah memiliki jawaban atas pernyataan Kai tadi, namun pernikahannya sudah ditetapkan.

“tapi aku tidak….” ucapan Taeyeon terputus karena Kai tiba-tiba memeluknya.

noona, kumohon beri aku kesempatan. Jangan pernah membuatku kecewa!” pintanya sambil terus mengeratkan pelukannya.

“Kai… baiklah. Tapi beri aku waktu untuk memutuskannya?” tanya Taeyeon lalu membalas pelukan Kai.

gomawo…. gomawo….” seketika rasa bahagia menjalar keseluruh tubuh Kai, entah mengapa ucapan Taeyeon tadi seolah kabar bahagia baginya.

“oh iya, eonni menyuruhku untuk mengajak noona ke acara fashion shownya besok. Noona, maukan?” tanya Kai seraya melepaskan pelukannya.

“jam berapa?” tanya Taeyeon balik.

“siang.” balas Kai singkat.

arraseo….” jawab Taeyeon.

Pulang kampus, Taeyeon bersama Sehun karena tiba-tiba Kai mendapat jadwal syuting. Diperjalanan, keduanya tidak saling berbicara. Hingga akhirnya, Sehun berinisiatif untuk bicara duluan.

“semenjak kau akrab dengan Kai, sepertinya kita semakin jarang berbicara dan tentunya itu memperburuk keadaan.” ucap Sehun.

“ah… iya…” balas Taeyeon gugup.

eomma dan appa akan kembali besok lusa.” ucapnya lagi.

neh? Aku juga sudah sangat merindukan mereka.” seru Taeyeon.

Disisa perjalanan, mereka tidak saling berbicara. Taeyeon masih sibuk dengan pemandangan dari luar jendela mobil, beberapa hari tinggal di Seoul masih belum bisa membuatnya mengenal daerah sekitarnya. Sehun yang tidak bisa fokus mengemudi, sesekali melirik kearah Taeyeon. Dalam hatinya, dia merasa sedikit bisa menerima kehadiran yeoja tersebut.

@rumah keluarga Oh

Sore itu, Taeyeon beristirahat di taman belakang. Sepintas, dia teringat ketika pertama kali dia bertemu dengan Sehun lalu tiba-tiba dia teringat kejadian di kampus tadi ketika Kai menyatakan perasaannya.

“apakah, aku sudah terlalu jauh melangkah di kehidupan Kai?” gumamnya dan sesekali menghembuskan napasnya.

Tidak jauh dari tempatnya, Sehun secara tidak sadar terus memperhatikannya. Dipikirannya terus berkecamuk, antara perasaan dan egonya. Saat makan malam, keduanya berada dalam suasana santai hingga acara tersebut selesai. Keduanya sepakat untuk saling berbicara di ruang kerja.

“Sehun, ada…. yang ingin….. aku katakan!”  gugup Taeyeon.

wae?” tanya Sehun.

“apa kau benar-benar yakin dengan pernikahan ini? Apa ini tidak terlalu terburu-buru?” tanya Taeyeon walaupun dia sedikit ragu untuk menanyakannya.

“aku sudah pernah bilang, kau tidak perlu tanya alasannya. Ini semua aku lakukan demi kedua orangtuaku tidak lebih dan jika perlu kita anggap pernikahan ini layaknya pernikahan kontrak saja walaupun kita tidak tahu kapan ini berakhir. Kau bebas bertindak sesukamu.” ucapnya ketus, sementara Taeyeon tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan.

arraseo…” nada kekecewaan terdengar dari ucapan Taeyeon.

“karena saat ini kita hanya tinggal berdua, sebaiknya aku mengatakannya kepadamu kalau besok aku akan pergi ke acara fashion show dengan Kai.” ujar Taeyeon pelan.

Sehun yang mendengarnya sedikit terhenyak, namun dia dapat menutupinya dengan ekspresi santainya. Beberapa saat kemudian dia mendapat ide untuk menggagalkan rencana Kai.

“tapi besok kita harus fitting baju pernikahan, eomma sudah lama menyiapkannya dan ikut mendesign sendiri gaun untukmu.” Sehun dengan nada santai.

“tapi, aku sudah terlalu janji dengan Kai. Mana mungkin aku langsung membatalkannya!” panik Taeyeon.

“itu terserah kau saja. Jika kau tetap pergi besok, itu artinya kau membuat eomma kecewa.” Sehun terus melancarkan aksinya.

arraseo….” mendengar kata ‘eomma’ dengan sangat berat Taeyeon akhirnya setuju.

Sekali lagi, Sehun menunjukkan smirknya tanda dia sudah berhasil menggagalkan rencana Kai. Taeyeon yang masih bingung dengan pilihannya, disatu sisi dia merasa bersalah dengan tidak menepati janjinya dan disatu sisi lainnya dia tidak sanggup membuat kecewa nyonya Oh yang dia anggap seperti eommanya sendiri.

Cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar menyilaukan mata Taeyeon, membuat kelopak matanya mengerjap beberapa kali. Hari ini, kampusnya libur. Dengan agak malas, dia mencari hpnya yang ternyata ada sebuah pesan masuk. Pesan berbentuk MMS itu dari Kai dengan menggenggam setangkai bunga yang dia dekatkan kehidungnya sambil mengeluarkan smirknya dan disertai beberapa kata-katanya ‘pagi ini terasa begitu indah dengan kehadiranmu dengan setangkai bunga yang mewakili pesonamu’. Taeyeon merasakan ada ratusan bahkan hingga ribuan kupu-kupu terbang di dadanya saat ini. Namun seketika perasaan itu hilang ketika pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

“nona…. tuan muda sudah menunggu anda dibawah!” seru orang tersebut.

neh…. chakkaman….” balas Taeyeon lalu beranjak ke kamar mandi.

Di bawah sudah ada Sehun yang terlihat begitu rapi dengan setelan kemeja sedang menunggunya, hingga dia tidak menyadari kehadiran Taeyeon disampingnya.

“Sehun…..” panggil Taeyeon pelan.

eoh….. kajja!” ucapnya ketika sadar dari lamunannya.

“apa perlu sepagi ini?” tanya Taeyeon. “setelah fitting gaun, kita langsung ke toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan.” balas Sehun.

neh…..” angguk Taeyeon.

“pagi ini, aku sengaja menyuruh pembantu untuk tidak menyediakan sarapan kita karena aku akan mengajakmu sarapan diluar.” lanjut Sehun.

Taeyeon yang masih tidak percaya dengan perubahan sikap Sehun yang tiba-tiba, hanya bisa mengikuti arahan Sehun. Setelah persiapan mereka selesai, tidak perlu menunggu lama mereka segera menuju butik tempat gaun pernikahna mereka dibuat. Diperjalanan, Taeyeon terus memandangi Sehun yang sedang fokus mengemudi. Namun, Sehun menyadari tatapan Taeyeon sedari tadi.

“apa ada sesuatu yang menarik dari wajahku?” tanya Sehun sambil mengarahkan pandangannya yang membuat Taeyeon gelagapan setengah mati.

“ah…. mianhae, aku tidak bermaksud…” gugup Taeyeon.

“tidak apa-apa, mulai sekarang kita harus membiasakan diri dengan kehadiran kita masing-masing.” Ucapnya sambil tersenyum.

Deg……..

neh…” ucap Taeyeon berdebar melihat senyuman Sehun yang baru kali ini dilihatnya.

@restaurant

Setibanya di restoran yang sering didatangi Sehun tersebut, mereka langsung memesan makanan. Beberapa pelayan disana tampaknya sudah mengenal dengan baik Sehun yang sering makan ditempat tersebut. Hingga salah seorang menyapanya.

“Sehun….. apa kabar?” tanyanya.

“Suho hyung…. baik. Lama tidak jumpa.” ucap Sehun.

neh…. semenjak Naeun melanjutkan karirnya ke Amerika, kau jarang sekali kesini.” ucapnya lagi.

“ah…. iya!” balas Sehun dengan sedikit tidak bersemangat.

mianhae…. aku membuatmu tidak nyaman dengan menyebut namanya lagi.” ucapnya dengan sedikit merasa menyesal setelah melihat reaksi Sehun tadi.

gwaechana…. hyung.” Bbalas Sehun dengan senyum yang dipaksakannya.

nuguya?” tanyanya sambil menunjuk yeoja yang datang bersama Sehun.

annyeong haseyo….. Kim Taeyeon imnida.” ucap Taeyeon saat sadar bahwa dialah yang dimaksudkan tadi.

“ah… annyeong haseyo….. Kim Joon Myeon imnida, tapi anda bisa memanggilku dengan sebutan Suho saja.” balasnya sopan.

neh…. aku adalah sepupunya Sehun, jadi panggil aku noona saja.” ucap Taeyeon.

jeongmalyo? Tapi noona kelihatan lebih muda rasanya sayang kalau dipanggil noona.” goda Suho.

gomawo….” Taeyeon tersipu malu mendengarnya.

“selain cantik noona ternyata sangat lucu.” ucapnya lagi, sehingga keduanya terus tertawa.

“sepertinya kita harus segera pergi, Park ahjumma sudah menunggu lama.” Sehun yang sedari tadi melihat tingkah keduanya akhirnya angkat bicara dengan menampilkan ekspresi datarnya.

“ah…. neh…. Suho, spaghettinya sangat enak.” ucap Taeyeon lalu mengejar Sehun yang lebih dulu meninggalkan tempat tersebut.

gomawo noona, lain kali akan aku bikinkan yang lebih special lagi untuk noona.” ucapnya sambil sedikit berteriak.

Dalam hatinya, Suho sedikit heran melihat tingkah Sehun. Seingatnya, ketika Sehun sering membawa Naeun makan malam ditempat tersebut sekalipun Sehun tidak pernah bertingkah acuh terhadapnya. Tapi, ketika yang dibawanya adalah Taeyeon, Sehun sepertinya berusaha agar orang lain tidak mendekati yeoja tersebut.

“Ya!! Sehun…. chakkaman….” teriak Taeyeon sambil terus mengejar Sehun.

“cepatlah sedikit!” seru Sehun.

“ada apa denganmu? Seharusnya kau tidak bertindak seperti itu dengan orang yang lebih tua darimu.” Taeyeon yang akhirnya masuk kemobil sesekali menarik napas cukup panjang untuk mengatur pernapasannya.

“siapa Naeun?” tanya Taeyeon sedikit penasaran karena melihat ekspresi Sehun yang berubah tadi.

“bukan siapa-siapa!” balas Sehun.

“oh…” Taeyeon harus puas dengan jawaban tersebut sebelum dia membuat Sehun berubah sikap lagi.

Merasa sedikit tenang, Sehun mulai melajukan kendaraannya dengan sedikit pelan. Tidak butuh waktu lama, keduanya sudah tiba dibutik milik nyonya Park.

@butik nyonya Park

annyeong….. tuan muda Oh.” salam seorang  yeoja paruh baya.

neh…. annyeong Park ahjumma. Bagaimana kabar anda?” tanya Sehun sopan.

“baik, sudah lama juga tidak melihatmu. Tuan muda ini semakin tampan saja. Nuguya?” tanyanya ketika menyadari seorang yeoja yang bersama Sehun.

“ah…. annyeong haseyo….. Kim Taeyeon imnida.” sapa Taeyeon sambil membungkuk.

“oh…. jadi ini calon istrimu, Sehun? Seperti yang ibumu katakan, dia sangat cantik.” pujinya.

Seketika kedua pipi Taeyeon memblush dengan sendirinya, Sehun yang mendengarnya hanya bisa menggaruk punggung lehernya yang tidak gatal.

“baiklah, mari kita coba baju kalian.” ajaknya langsung menyuruh salah seorang stafnya untuk membawa Sehun keruang gantinya lalu membawa Taeyeon keruangan yang lain. Beberapa menit kemudian, Sehun sudah keluar dengan setelan tuxedo putih yang sangat cocok dengan tampilannya. Sementara Taeyeon masih belum keluar, Sehun beralih kesuatu tempat yang menyediakan beberapa album gaun pernikahan sebagai promosi untuk butik tersebut.

Halaman demi halaman dibukanya, Sehun langsung tersentak ketika halaman berikutnya terbuka. Matanya tertuju pada seorang model yang dengan anggunnya memamerkan sebuah gaun. Ingatan Sehun tertuju ketika yeoja yang sebagai model tersebut tersenyum dengan manisnya pernah mengisi hatinya. Namun, lamunannya seketika buyar ketika sebuah suara memanggilnya.

“Sehun…. lihatlah mempelai wanitamu!” serunya diiringi dengan terbukanya tirai ruangan tersebut.

Sehun lalu membalikkan badannya dan melihat seorang yeoja dengan gaun putih melekat ditubuhnya yang terlihat sangat menawan. Lama Sehun terpukau dengan pemandangan didepannya tersebut, sedangkan Taeyeon yang dipandangi terus menerus seperti itu terlihat canggung. Keduanya tidak dapat mengeluarkan kata-kata, sehingga nyonya Park sedikit menggoda mereka.

“wah…. sepertinya mempelai prianya terpukau dengan mempelai wanitanya sehingga dia tidak bisa berkata apa-apa.” seru nyonya Park.

“ah…. gomawo Park ahjumma, gaun ini sangat menawan.” ucap Taeyeon yang sedikit tidak percaya melihat dirinya dengan balutan gaun putih tersebut.

ani…. ini adalah design yang dibuat oleh nyonya Oh sendiri, dia sangat bersemangat ketika dia akan menikahkan anaknya sendiri. Jadi, aku hanya membantunya. Sehun, perlakukan calon mempelaimu ini dengan baik!” ucap nyonya Park.

arraseo, Park ahjumma.” Sehun terus menampilkan senyumannya sambil tertunduk malu.

“setelah ini kalian mau kemana?” tanya nyonya Park.

“kami akan ke toko perhiasan, lalu kembali kerumah.” balas Sehun.

“gaun kalian akan dikirim besok karena masih ada yang perlu ahjumma tambahkan sebagai aksesorisnya.” ucapnya.

gomawo Park ahjumma!” seru Taeyeon.

neh… hati-hatilah dijalan!” ucap nyonya Park.

Setelah mengucapkan salam, keduanya lalu beralih kemobil dan kali ini waktu yang mereka tempuh cukup lama dari tempat sebelumnya.

@toko perhiasan

Setibanya ditempat yang mereka tuju, keduanya langsung masuk ke sebuah toko perhiasan dan didalam keduanya disambut dengan baik oleh manager toko tersebut.

“ah tuan sudah datang?” tanya manager tersebut yang ditujukan ke Sehun.

“neh…. kami kesini untuk melihat cincin pernikahan yang sudah saya pesan.” ucap Sehun tanpa basa-basi.

“oh… silahkan ikut dengan saya tuan!” seru manager tersebut sambil menuntun mereka.

Ditempat tersebut sudah berjejer cincin-cincin yang sangat indah, manager tersebut mengambil sesuatu dari dalam lemari penyimpanannya lalu mengeluarkan sebuah kotak.

“ini cincin anda tuan.” ucap manager tersebut lalu membuka penutup kotak itu.

“wah… ini sangat indah.” seru Taeyeon setelah melihat isi kotak tersebut yang ternyata adalah sepasang cincin.

neh… ini adalah hasil karya toko kami yang sangat berharga sesuai dengan pesanan tuan.” jawab manager tersebut.

Belum sempat Sehun mencoba cincin miliknya, tidak beberapa jauh dari tempatnya terdengar dua orang yang sedang berbicara.

“katanya hari ini model yang berkarir di Amerika itu sudah kembali.” ujar salah seorang.

“maksudmu, Son Naeun? wah…. model itu selain masih muda dan cantik, dia sangat berbakat. Pantas saja banyak orang yang mengelu-elukan namanya.” timpal seseorang lagi.

“oh iya, katanya hari ini dia akan tiba di Korea.” ujar orang tersebut.

Sehun yang dapat mendengar dengan jelas perbincangan kedua orang tersebut, mendadak mematung dan bungkam. Sedetik kemudian, dia beranjak dari tempat duduknya dan membalikkan badannya kemudian berlalu meninggalkan tempatnya. Taeyeon yang sempat kebingungan melihat tingkah Sehun, mau tidak mau mengejarnya keluar tanpa mempedulikan tujuan utama mereka ketempat tersebut.

“Ya, Sehun! Kau mau kemana?” teriak Taeyeon sambil terus mengejar Sehun.

Sehun yang sadar, bahwa saat ini dia bersama dengan Taeyeon. Akhirnya menghentikan langkahnya saat hendak masuk kemobilnya.

mianhae…. aku ingin kesuatu tempat dulu, sebaiknya kau menungguku disini saja. Aku tidak akan lama!” perintah Sehun yang langsung masuk mobilnya kemudian meninggalkan Taeyeon ditempat tersebut.

Taeyeon yang hanya bisa melihat mobil tersebut yang semakin menjauh, hanya bisa pasrah.

omo! Akukan tidak bawa uang, lagipula aku tidak tahu jalan pulang. Dasar pabo kau Taeyeon!” rutuk Taeyeon sambil memukul jidatnya.

“baiklah, aku akan menunggu Sehun disini saja daripada aku tersesat.” ucapnya sambil mencari tempat disekitarnya karena dia agak ragu kembali ketoko perhiasan tadi.

Beberapa jam menunggu, Taeyeon mulai resah dan kedinginan karena jaketnya dia simpan di mobil Sehun beserta dengan hpnya.

oetteoke?” Taeyeon yang mulai panik dan semakin bingung terus mondar-mandir tanpa tentu arah.

Sedetik kemudian, dia teringat sesuatu. Kartu nama yang pernah dia terima dari BoA selalu dibawanya, setelah memeriksa dengan detail kartu nama tersebut. Dengan sangat yakin, dia dapat melihat nomor telepon pribadi maupun kantornya. Segera dia mencari bantuan kesalah seorang yang sedang berada disekitarnya.

annyeong…. ahjumma, bisakah anda menolong saya?” tanya Taeyeon dengan sopan.

“ah, neh….” jawab orang tersebut.

“bisakah saya meminjam telepon anda sebentar? saya sedang tersesat dan teleponku tertinggal!” ucap Taeyeon sembari memohon.

“oh… dengan senang hati nona.” balas orang tersebut lalu menyodorkan teleponnya.

Setelah membungkuk hormat, Taeyeon segera menekan nomor telepon BoA. Namun, tidak ada yang menjawab panggilannya lalu menekan kembali nomor kantornya. Setelah sempat gelisah, tiba-tiba dari seberang telepon tersebut seseorang menjawab panggilannya.

yeoboseyo… apa benar ini kantor designer Kwon BoA?” ucap Taeyeon.

neh…. ada yang bisa saya bantu nona?” tanya orang tersebut.

“bisakah saya bicara sebentar dengannya, katakan saja saya adalah Taeyeon” ucap Taeyeon.

“tunggu sebentar….” jawab orang tersebut.

Beberapa lama menunggu, akhirnya seorang namja kembali berbicara.

“Taeyeon noona….” panggil namja tersebut yang ternyata adalah Kai.

“ah, Kai….” Taeyeon agak terkejut bercampur senang mendengar suara kai.

noonanoona dimana? kenapa belum datang?” panik Kai.

“Kai, mianhae…. tadi aku ada urusan, tapi sekarang aku tidak tahu aku sedang berada dimana.” ucap Taeyeon.

noona tenang dulu! Apa ada seseorang didekat noona?” tanya Kai.

neh….” balas Taeyeon sambil memberikan telepon tersebut kepemiliknya.

Lama kedua orang tersebut berbicara, tampaknya orang tersebut memberikan alamat tempat Taeyeon berada. Setelah memberikan alamat, orang tersebut pamit ke Taeyeon dan tentu saja Taeyeon tidak henti-hentinya berterima kasih. Taeyeon memutuskan untuk menunggu Kai datang menjemputnya. Beberapa menit menunggu, nampak sebuah van Explorer berhenti tidak jauh dari tempat Taeyeon menunggu dan tiba-tiba seseorang keluar dari van tersebut dan mendekati Taeyeon.

TBC

Mianhae atas keterlambatan Chap 4 ini, soalnya author agak blank inspirasinya untuk FF Be Mine ini.

Sampai-sampai banyak FF lain yang author buat tanpa nyelesaiin chap ini!

Mianhae kalo chap ini gaje, author sangat bingung dan kesulitan lanjutinnya.

Tapi, author janji chap 5-nya bakal segera dirilis.

Happy Reading!!!!

61 thoughts on “[Freelance] Be Mine (Chapter 4)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s