DESTINY Part 7

Destiny-Yuri-Luhan

Title :

DESTINY  Part 7

Present / Artwork by

Lee Midah

Main Cast :

Xi Luhan Exo-M || Kwon Yuri SNSD

Sub Cast :

Kai Exo-K || Kim Airin Oc ||  Choi Sooyoung ||  Baekhyun || Sehun || Park Chanyeol || D.O ||  Other Exo cameo

Rating  PG -15 || Lenght Multichapter || Genre  Angst, Romance, Hurt, Sad

Disclimer : Cerita ini murni hasil pikiran Author yang sedang ingin membuat FF tentang HanYul couple. Castnya milik God, SM, dan diri mereka sendiri. Author cuma minjem ^^It’s Just Mystory, so just for fun!!!  Don’t Siders!!! Don’t Plagiat!!! Don’t Bashing!!!! Typo is Art Of Writting ^___^

N/B : If You Respect To Me, Leave a Comment After read!!! Bila tidak suka pairingnya mending gak usah baca ya, cos Aku memilih Cast sesuai dengan karakter yang menurut aku cocok. Terserah readers mau berpendapat sama atau tidak. Ini hanya cerita jadi Mohon tidak Bashing, Be Friendly?! 🙂

Happy Reading !!!

Preview Part 6:

“ Aku menyukaimu! “, aku Kai tiba – tiba membuat Yuri menatapnya tidak percaya.

“ Neh?! “,

“ Aku tidak tahu sejak kapan, tapi aku benar – benar menyukaimu! “, ulang Kai membuat Yuri bingung

“ Aku… “, Kai tidak menunggu Yuri mengucapkan sesuatu

“ Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu sampai kau siap memberikan jawabanmu “, sela Kai yang mengerti kalau Yuri pasti terkejut dengan pengakuannya.

Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dengan hening, setelah selesai Yuri pamit untuk ke kamarnya duluan dan Kai hanya menganggukan kepalanya sambil memandang Yuri yang semakin menjauh. Saat Yuri agak jauh dari dapur Yuri melihat Luhan yang berada tidak jauh darinya.

“ Luhan?! “, kaget Yuri.

Kai pun menyusul Yuri untuk kembali ke kamarnya, dia menghentikan langkahnya saat melihat Yuri berdiri dihadapan Luhan yang tidak jauh darinya.

= Part 7 =

Tiba – tiba suasana menjadi hening diantara ketiganya, Yuri yang berdiri diantara Luhan dan Kai yang masih saling memandangi satu sama lain merasa canggung. Yuri merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, ia pun memutuskan untuk pamit dan kembali ke kamarnya.

“ Sepertinya aku akan kembali ke kamar dulu “, ucap Yuri lalu berjalan melewati Luhan, jantungnya terasa berdegup kencang saat dia melewati Luhan begitu saja namun Yuri bernafas lega saat dia sudah berjarak lumayan jauh dari kedua namja itu.

“ Huft… untunglah. Aku merasa seperti diantara perang dingin “, desah Yuri saat dirinya sudah masuk kekamarnya.

Luhan memutuskan untuk kembali ke kamarnya namun sebelum berjalan menjauh Kai memanggilnya.

“ Luhan, ada yang perlu aku bicarakan padamu “, ujar Kai membuat Luhan berhenti lalu berbalik, sepertinya Kai memang ingin bicara serius terlihat dari caranya bicara yang tidak seperti biasanya.

“ Geurae “, jawab Luhan.

Kedua namja itu berjalan menuju halaman penginapan, Kai yang berjalan duluan berhenti sambil memandang ke arah laut. Udara yang dingin dan deru ombak yang menyeruak seakan mengiringi dua orang namja yang terlihat serius itu.

“ Apa yang ingin kau katakan? “, tanya Luhan.

“ Aku ingin mengatakan kalau aku… menyukai Yuri “, jujur Kai yang langsung membuat Luhan terdiam, walaupun dia tahu sikap Kai pada Yuri sudah menjelaskan perasaan Kai yang sebenarnya namun Luhan tetap kaget harus mendengarnya langsung dari mulut Kai.

“ Jika kau menyukai Yuri, mengapa kau mengatakan hal itu padaku? “, tanya Luhan yang menahan dirinya yang entah mengapa merasa kesal.

“ Aku hanya ingin jujur padamu dan aku tidak ingin pertemanan kita akan hancur hanya karena ini “, jawab Kai dengan tenang.

“ Aku tidak akan menyerah walaupun rivalku adalah kau Luhan “, ucap Kai sambil berbalik menghadap pada Luhan.

“ Baiklah jika itu yang kau mau, aku juga tidak akan menyerah begitu saja. Karena aku memiliki perasaan yang sama sepertimu “, ucap Luhan seakan menantang Kai, suasana mulai terasa panas. Keduanya seperti saling bersaing untuk mendapatkan cinta mereka masing – masing, deru ombak semakin terdengar saat kedua namja itu saling bertatapan tajam.

“ Sepertinya aku merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi “, gumam Yuri saat matanya tidak bisa terpejam karena merasakan sesuatu.

“ Mungkin hanya perasaanku saja “, Yuri pun mencoba menutup kembali matanya untuk beristirahat.

= Part 7 =

Keesokan paginya terlihat semua orang sudah bangun, seperti biasa D.O menyiapakan sarapan untuk teman – temannya. Walaupun seorang namja tapi D.O benar – benar mahir dalam memasak.

“ Pagi! “, sapa Yuri melihat D.O yang sedang fokus memasak.

“ Oh Yuri, kau sudah bangun? “, tanya D.O

“ Neh, kau masak apa? “, tanya Yuri sambil memperhatikan D.O yang sedang mengaduk sebuah adonan.

“ Aku akan membuat pancake untuk kita semua, bisakah kau bantu aku untuk memotong beberapa sayuran disana? “, pinta D.O dengan senyum mengembang Yuri pun mengangguk.

“ Pagi!!!  “, sapa Kai dan Luhan bersamaan, lalu mereka pun saling memandang satu sama lain.

“ Wuaahhhh… kalian kompak sekali “, puji D.O.

“ Pagi! “, balas Yuri sambil memasang senyum manisnya membuat Luhan dan Kai langsung menghentikan acara memandang mereka dan menoleh pada Yuri .

“ Kai, bantu aku memanaskan penggorengan ya “, pinta D.O dan Kai langsung mengangguk.

“ D.O, kali ini ijinkan aku membantu ya? Aku janji tidak akan membuat dapurmu berantakan “, pinta Luhan sambil mengangkat kedua jarinya yang membentuk huruf Vdan memasang senyum polosnya.

“ Hmmm… baiklah. Tapi kau hanya boleh membantu mencuci sayuran. Arra? “, jawab D.O dan Luhan mengangguk senang.

Akhirnya aku bisa bersama, Yuri “, batin Luhan senang.

“ Yuri, mana yang harus ku cuci? “, tanya Luhan.

“ Oh… igeo! “, jawab Yuri sambil memberikan beberapa wortel pada Luhan.

Saat Yuri mulai memotong bawang, tiba – tiba jarinya terkena pisau membuatnya beradarah.

“ Akh! “, ringis Yuri merasakan perih di jarinya, Luhan dan Kai yang mendengarnya langsung menoleh kearah Yuri.

“ Waeyo, Yuri? “, tanya D.O.

“ Anio, hanya saja tanganku terkena pisau “, jawab Yuri sambil meringis kecil namun mencoba bersikap seolah baik – baik saja.

“ Mwo? Kena pisau?! “, kaget Luhan dan Kai bersamaan, keduanya langsung menghampiri Yuri namun karena Luhan yang lebih dekat sehingga dia bisa cepat menghampiri Yuri.

“ Omo! Tanganmu berdarah, Yuri! Sini! “, Luhan menarik jari Yuri dan langsung memasukan kemulutnya untuk menghentikan darahnya yang terus keluar.

“ Tapi… “, Yuri tidak sempat menolak karena Luhan sudah memasukan jari Yuri kemulutnya.

Kai yang melihat itu langsung menghentikan langkahnya, ada rasa cemburu dalam dadanya namun tidak mungkin dia melarang Luhan melakukan itu. Yuri menatap wajah Luhan yang masih fokus pada jarinya, jarak mereka sangat dekat dan jantungnya kembali berpacu dengan hebatnya. Yuri terdiam dan tanpa dia sadari kalau dirinya kini menatap kagum pada wajah tampan Luhan dengan jarak yang sangat dekat.

Apa aku benar – benar sudah menyukainya? “, batin Yuri.

Luhan mengeluarkan jari Yuri dari mulutnya, dia tersenyum saat melihat jari Yuri yang sudah tidak mengeluarkan darah lagi.

“ Darahnya sudah berhenti “, senang Luhan lalu menatap Yuri yang masih menatapnya.

Luhan menangkap mata Yuri, kini keduanya saling berpandangan satu sama lain. Keduanya terhanyut dalam dunia mereka yang tidak sadar kalau ada seseorang yang menatap cemburu pada mereka. D.O mendekati keduanya lalu menatap Luhan dan Yuri bergantian yang masih belum bangun dari alam pikiran mereka.

“ Luhan Oppa!!! “, sebuah teriakan seorang yeoja yang akhirnya membuat keduanya tersadar, dengan cepat Yuri melepaskan tangannya dari genggaman Luhan dan keduanya pun menjadi salah tingkah.

“ Oppa, apa yang kau lakukan disini? “, tanya Airin mendekati Luhan dengan senyum manisnya, namun saat melirik Yuri dia merubah senyumnya menjadi seringaian licik.

“ Oh Aku sedang membantu D.O menyiapkan sarapan “, jawab Luhan gugup, sesekali dia menatap Yuri yang memandang kearah lain.

“ Disini sudah ada Yuri dan Kai Oppa, mendingan kau ikut aku ke pantai. Kajja! “, ajak Airin, Luhan ingin menolaknya namun Airin segera menarik tangan Luhan pergi meninggalkan Yuri yang terlihat cemburu.

“ Kau tidak apa – apa, Yuri? “, tanya Kai mendekati Yuri.

“ Anio, jariku sudah tidak berdarah lagi “, jawab Yuri dengan senyum yang dipaksakan.

Kai tahu Yuri terlihat tidak baik – baik saja, mungkin karena Luhan pergi bersama Airin.

Bukan jarimu, tapi hatimu “, batin Kai.

“ Lebih baik kita obati saja lukamu sekarang, aku akan mengambil obat dulu “, ujar Kai.

“ Anio, gwenchana. Lagian darahnya sudah tidak keluar “, tolak Yuri yang kembali mengambil pisau lalu memotong bawang lagi, tapi pikiranYuri sepertinya sudah terganggu bahkan memotong saja dia terlihat kesusahan.

“ Yuri, biar aku saja yang memotongnya. Kau bantu D.O saja “, suruh Kai yang langsung merebut pisau dari tangan Yuri.

“ Anio, aku bisa melakukannya “,

“ Sudahlah, bisa – bisa kau memotong jarimu nanti “, canda Kai sambil tersenyum dan Yuri pun akhirnya membiarkan Kai yang melakukannya.

“ Sepertinya akan ada cinta yang rumit disini “, gumam D.O yang sedari tadi memperhatikan tingkah mereka semua.

= Part 7 =

“ Yuri-a, Kajja kita berenang “, ajak Sooyoung saat keduanya sedang ada didalam kamar.

“ Anio, aku tidak mood “, tolak Yuri.

“ Ayolah, Yul. Kau tahu aku sudah membeli bikini khusus untuk liburan ini. Aku ingin melihat reaksi Chanyeol jika aku memakainya. Jebal… “, bujuk Sooyoung sambil memasang wajah memelasnya.

“ Aku lupa membawa pakaian renangku “, alasan Yuri yang memang sedang malas.

“ Kau tenang saja, aku sudah membawa cadangan karena aku tahu kau itu pasti tidak akan membawanya “, ujar Sooyoung sambil menedipkan matanya.

“ Tapi… “,

“ Sudah tidak usah tapi – tapian, Kajja! “, Sooyoung pun menarik tangan Yuri untuk mengganti pakaian mereka dengan bikini walau Yuri sebenarnya tidak nyaman memakai pakaian yang terlalu mengekpos tubuhnya akhirnya Yuri terpaksa melakukannya karena Sooyoung terus menerus memaksanya, Yuri pun tidak punya pilihan selain memakainya.

“ Luhan Oppa, apa aku terlihat cantik pakai bikini ini? “, tanya Airin yang memakai bikin berwarna pink yang sangat sexy.

“ Kau terlihat cantik, Rin-a “, puji Chen yang tidak berkedip menatap Airin dari atas ke bawah.

“ Aku tidak bertanya padamu, tapi Luhan Oppa “, sahut Airin ketus.

“ Kau cantik, Airin. Tapi pakaian itu terlalu berlebihan untukmu. Kau seharusnya lebih menutup tubuhmu untuk menjaga pandangan para namja yang melihatmu “, tutur Luhan.

“ Ya! Kim Airin! Apa – apaan kau memakai pakaian seperti itu eoh?! Cepat ganti sekarang!!! “, marah Kai melihat dongsaengnya terlalu terbuka.

“ Shireo! Ini kan dipantai jadi wajar saja aku memakai bikini seperti ini kan?! “, tolak Airin sambil menjulurkan lidahnya pada Kai.

“ Aish! Kau ini! “, umpat Kai lalu Airin langsung bersembunyi di balik tubuh Luhan.

Tak berapa lama dari jauh datanglah 2 orang yeoja yang membuat semua namja yang melihat mereka tidak berkedip, sepanjang perjalanan dari kamar menuju pantai semua namja menganga melihat kedua gadis itu.

“ Youngie, tidak kah ini terlalu terbuka? “, bisik Yuri tidak nyaman dengan apa yang dia pakai, terlebih dengan tatapan para namja pada mereka.

“ Anio, Yul. Tubuhmu itu sexy, sayangkan kalau kau tidak memperlihatkannya mumpung kita sedang dipantai “, ucap Sooyoung sambil mengedipkan matanya.

“ Aku yakin, Luhah pasti menyukainya. Kau harus percaya padaku “, bisik Sooyoung sedangkan Yuri hanya sibuk menutup bagian atas dadanya.

Semua member Exo berdiri menatap kedua yeoja yang berjalan menghampiri mereka, semuanya dibuat terpesona oleh kedua gadis itu. Chanyeol langsung menghampiri Sooyoung tidak percaya.

“ Halo Chagi! Bagaimana penampilanku? “, tanya Sooyoung sambil memutar tubuhnya.

“ Chagi-a… Kau… “, ucapan Chanyeol tertahan karena kaget dengan penampilan Sooyoung.

“ Waeyo? “, tanya Sooyoung penasaran.

“ Kau sexy sekali, aku tidak menyangka kau sangat seeeeexy sekali “, puji Chanyeol membuat Sooyoung tersenyum lebar.

“ Jinjja?! Ah… gomawo, Chagi-a “, ucap Sooyoung sambil mencium pipi Chanyeol.

“ Dasar! Pasangan jangkung itu, membuatku iri saja “, cibir Sehun kesal melihat pasangan kekasih  itu.

“ Sudahlah Sehun-a, jika kau mau cari saja. Disana banyak sekali gadis “, ucap Baekhyun sambil merangkul Sehun.

Kai dan Luhan masih mengunci tatapan mereka pada yeoja yang terlihat tidak nyaman dengan pakaiannya, dia hanya bisa tersenyum kaku pada kedua namja itu. Luhan merasa senang melihat Yuri berpakaian seperti itu namun dalam hatinya tidak suka cara melihat para namja memandangi Yuri begitu juga dengan Kai.

“ Yuri, kau cantik sekali “, puji D.O.

“ Gomawo “, balas Yuri memasang senyum kakunya.

Tukang cari perhatian! Masih sexy dan cantikan aku “, batin Airin kesal.

Yuri melihat Luhan yang tidak berkomentar apapun dan dia juga menatap Kai yang melakukan hal yang sama. Tiba – tiba saja Luhan melangkahkan kakinya pergi menjauh membuat Yuri bingung.

“ Oppa kau mau kemana? aku ikut! “, seru Airin yang berlari mengejar Luhan yang berjalan sangat cepat.

“ Ada apa dengannya? Sikapnya sangat aneh “, ucap Baekhyun yang tidak biasanya melihat Luhan seperti ini.

“ Yuri, sebaiknya kau pakai kemejaku “, suruh Kai membuka kemeja yang dia pakai sehingga menyisakan kaos tanpa lengan ditubuhnya membuat Yuri menatapnya tidak mengerti.

“ Pakai saja, jika kau merasa tidak nyaman dengan pandangan para namja itu “, tambah Kai dan Yuri melihat kearah belakangnya, ternyata benar para namja yang sedari tadi menatapnya dan Sooyoung mengikuti mereka.

“ Neh, Gomawo “, ucap Yuri sambil mengambil kemeja yang diberikan oleh Kai padanya.

Kai menatap tajam pada para beberapa namja yang membuat namja – namja itu langsung pergi meninggalkan tempat mereka. Luhan masih menahan emosinya sampai dia sadar dia sudah berjalan sangat jauh. Luhan memukul sebuah batang pohon melampiaskan rasa kesal dan marahnya, dia tidak sadar kalau dirinya marah untuk apa?

“ Mengapa Yuri memakai pakaian seperti itu?! Aku tidak suka melihat bagaimana para namja itu menatapnya! “, umpat Luhan kesal.

“ Oppa, kau kenapa? “, tanya Airin yang menghampiri Luhan.

“ Anio, tidak apa – apa “, jawab Luhan menoleh pada Airin.

Luhan melihat Airin yang berpenampilan sama dengan Yuri dan Luhan pun membuka kaos yang dia pakai karena tidak ingin Airin seperti Yuri, ditatap nakal oleh para namja yang melihatnya bagaimana pun juga Luhan sudah menganggap Airin sebagai adiknya sendiri.

“ Pakailah kaos ini “, suruh Luhan membuat Airin bingung, namun tidak berapa lama Airin tersenyum mengira Luhan cemburu pada namja lain.

“ Pasti kau cemburu melihatku di pandangi oleh namja lain kan, Oppa? “, Tanya Airin senang namun Luhan tidak menjawabnya.

“ Geurae, apa pun yang kau minta, Oppa “, Airin memakai kaos dari Luhan lalu berjalan bersama kembali teman – teman mereka.

Yuri melihat Luhan dan Airin yang berjalan bergandengan dia pun menatap kaos Luhan yang dipakai Airin, ada sesuatu dalam hatinya yang merasa sedih. Yuri pun mengalihkan pandangannya kearah lain mencoba mengacuhkan Luhan. Luhan pun menoleh kearah Yuri dan menyadari kalau Yuri memakai kemeja milik Kai. Rasa kesalnya muncul lagi namun ada rasa tenang karena Yuri sudah menutupi tubuhnya walaupun harus dengan pakaian milik Kai.

= Part 7 =

Airin meminta Yuri untuk menemaninya membeli minuman karena para namja sedang asyik bermain volly pantai sedangkan Sooyoung sedang asyik berfoto-foto bersama Chanyeol sehingga Yuri harus pergi berdua bersama Airin. Setelah membeli beberapa minuman mereka kembali dan Airin mulai mengungkit masalah Yuri dengan Luhan.

“ Apa kau sudah memutuskan untuk mengakuinya pada Luhan Oppa? “, tanya Airin tiba – tiba.

“ Neh?! “,

“ Jangan pura – pura bodoh, Yuri. Sampai kapan kau akan menyembunyikan kebenaran padanya? Lambat laun Luhan Oppa pasti akan tahu kalau kaulah yang menabraknya. Atau kau takut Luhan Oppa akan membencimu? “, tanya Airin membuat Yuri terdiam.

“ Asalkan kau mau menjauhinya dan menerima cinta Kai Oppa, aku bisa menjamin rahasiamu “, Yuri langsung menatap Airin.

“ Maksudmu? “, tanya Yuri.

“ Aku tahu Kai Oppa sudah menyatakan cintanya padamu, terima dia dan lupakan Luhan Oppa “, jawab Airin.

“ Aku tidak mungkin menerimanya karena hal itu akan menyakitinya “, ucap Yuri.

“ Kau tidak ingin menerimanya bukan karena itu melainkan karena kau menginginkan Luhan Oppa kan?! Dasar tidak tahu malu! “, cibir Airin dengan tatapan sinisnya.

“ Bukan seperti itu, aku hanya… “,

“ Hanya apa? Geurae,  jika itu keputusanmu aku pastikan Luhan Oppa tidak akan pernah mau melihatmu lagi! “, ujar Airin sambil tersenyum menyeringai lalu berjalan meninggalkan Yuri yang masih menatap kearah pasir.

Dia tidak ingin menerima Kai karena dia memang tidak memiliki perasaan apapun selain teman. Dan bukannya Yuri juga tidak ingin mengatakan sejujurnya, hanya dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Tiba – tiba saja Yuri merasakan sepasang tangan membekapnya.

“Hmmmpppphh…. “, Yuri mencoba berteriak namun dua orang namja lagi datang lalu membawanya, semua minuman yang dia bawa tumpah dan berserakan di pasir.

“ Oppa, minum dulu! “, ucap Airin sambil menyodorkan minuman pada Luhan setelah mereka selesai bermain volly.

“ Airin-ah, dimana Yuri? “, tanya Kai yang belum melihat Yuri kembali.

“ Molla, tadi dia dibelakangku “, jawab Airin acuh.

Luhan merasakan hatinya tidak tenang, dia merasa kalau Yuri ada dalam bahaya. Saat berdiri Luhan melihat Kai berjalan kearah dimana tempat penjual minuman untuk mengecek Yuri, Luhan pun mengurungkan niatnya untuk pergi.

“ Oppa, kau minum saja ini. Biar Kai Oppa yang menyusulnya “,

“ Rin-a, mana punyaku? “, pinta Chen.

“ Ambil saja sendiri! “, balas Airin sambil menjulurkan lidahnya  membuat yang lainnya tertawa.

Namun beberapa saat kemudian Kai berlari kembali dengan wajah panik, membuat Sehun dan Baekhyun heran.

“ Mengapa Kai seperti orang yang panik? “, heran Sehun.

“ Apa ada yang terjadi? “, tebak Baekhyun.

Luhan langsung menoleh kearah Kai yang kini menghampiri mereka dengan nafas tersengal – sengal.

“ Mengapa kau berlari seperti ini Kai? Dimana Yuri? “, tanya Baekhyun, Kai mencoba mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun.

“ Yuri…hah… hah…. dia tidak ada “,

“ Apa maksudmu tidak ada? “, tanya Luhan yang langsung berdiri dari tempat duduknya.

“ Mwo?! Yuri tidak ada?! “, kaget Sooyoung yang langsung menoleh lalu mendekati Kai.

“ Aku tidak menemukannya, tapi disana banyak minuman yang tumpah. Aku rasa sesuatu terjadi padanya “, jawab Kai.

“ Mwo?!!! “, kaget mereka semua.

Luhan yang memang merasa sesuatu sedari tadi langsung berlari untuk mencari Yuri, dia tidak peduli jika teman – temannya memanggilnya.

“ Luhan?! Kita cari bersama!!! “, teriak Sehun namun Luhan sudah berlari dengan cepat.

“ Kajja, kita cari juga! Aku takut terjadi apa – apa dengannya “, cemas Sooyoung.

“ Tenanglah Chagi, kita pasti akan menemukannya “, ucap Chanyeol menenangkan kekasihnya.

“ Kajja! Kita berpencar sekarang! “, ajak Kris yang langsung berpencar mencari Yuri.

= Part 7 =

Yuri merasakan seseorang mendorong tubuhnya menuju tumpukan dus disebuah gudang tua yang terletak diujung pantai. Dia melihat tiga orang namja kini tertawa sambil menatapnya penuh nafsu.

“ Si…sia…siapa kalian?! Apa mau kalian?! “, tanya Yuri panik sambil mencoba berdiri.

“ Tenanglah, yeppoh! Kami hanya ingin menikmati sedikit dari tubuhmu saja “,

“ Kau sudah membuat kami terangsang saat melihatmu tadi “,

“ Jadi kau harus mempertanggung jawabkannya dengan memuaskan kami “,

“ Shireo!!! Jangan mendekat!!! Atau aku akan berteriak!!! “, ancam Yuri yang mulai takut dan semakin panik.

“ Berteriaklah sesuka hatimu, karena tidak akan ada orang yang mendengarmu “, terdengar tawa ketiga namja itu.

Yuri berusaha berdiri dan hendak berlari namun ketiga namja itu langsung menahannya dan mendorongnya lagi ke tumpukan dus.

“ Biarkan aku pergi! atau kalian akan menyesal?!!! “, teriak Yuri namun mereka hanya membalasnya dengan tawa meremehkan.

“ Kami akan menyesal jika tidak mencicipi tubuh sexymu itu  hahaha “,

Kedua namja itu mulai memegangi tangan Yuri, Yuri terus berontak namun apa daya kekuatan seorang yeoja di banding dua namja bertubuh kekar dn seorang namja yang kini mulai mendekatinya.

“ Lepaskan aku!!! Jebal… “, mohon Yuri yang sudah tidak bisa berontak lagi, matanya kini mengeluarkan cairan bening tanda tidak berdaya.

“ Jangan menangis, sayang. Kau tenang saja kami akan bermain dengan lembut “, ucap seorang namja lagi yang kini menghapus air mata Yuri.

“ Kumohon… “, isak Yuri.

“ Selamatkan aku…. “, batin Yuri berharap seseorang akan datang menolongnya.

“ Oppa… Tolong aku! “, teriak Yuri dalam hatinya mengingat Donghae yang tidak mungkin datang saat ini juga.

“ Luhan… jebal… “,

Luhan seperti orang gila mencoba mencari Yuri kemana – mana, dia bertanya kesetiap orang yang dia temui namun tidak ada yang tahu dimana Yuri. Yang lain juga sama, bahkan Sooyoung memperlihatkan foto Yuri yang ada di ponselnya.

“ Yuri-a, kau dimana? “, gumam Sooyoung khawatir sahabat baiknya mengalami hal buruk.

“ Chagi-a, kau harus percaya Yuri pasti baik – baik saja “, Chanyeol merangkul Sooyoung agar kekasihnya itu tidak terlalu cemas.

“ Aku takut dia kenapa – kenapa “,

“ AKu mengerti Chagi, tapi kita juga harus berpikir jernih “, Chanyeol terus saja menghibur Sooyoung.

“ Yuri, kau dimana? “, gumam Luhan frustasi sampai menjambak rambutnya sendiri dan terus berjalan kesana – kesini.

“ Lepaskan aku!!! Jangan sentuh aku!!! “, hardik Yuri namun ketiga namja itu terus saja tertawa melihat Yuri meronta – ronta.

“ Sabarlah sayang, sebentar lagi kami akan memberikan kenikmatan tiada tara padamu “, ucap namja yang kini berdiri tepat dihadapan Yuri.

Namja itu memegang dagu Yuri mencoba untuk menciumnya, Yuri terus menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri. Kemudian kakinya yang masih bebas menendang kuat kebagian selangkangan namja didepannya.

“ Akh!!!! “, namja itu meringis sambil memeganggi bagian yang ditendang oleh Yuri.

“ Dasar! Wanita jxxxng! “,

Plakkk!

Sebuah tamparan melesat dipipi Yuri membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah, salah satu namja itu langsung merobek kemeja Kai yang dipakai oleh Yuri dengan paksa membuat bagian atas tubuh Yuri terekspos.

“ Andweh!!!! Adweeehhhh!!!! “, teriak Yuri putus asa apalagi saat tangan – tangan mereka mulai menyentuhnya.

Brakkk!!!!

Tiba – tiba saja pintu gudang itu dibuka paksa oleh seseorang membuat para namja itu juga Yuri menoleh kearah pintu. Yuri menangis karena sekarang dia melihat pahlawan yang diharapkannya telah datang.

“ Luhan… “, lirih Yuri yang semakin terisak.

“ Yuri!!! “, Luhan langsung masuk membuat ketiga namja itu berdiri menghadap padanya.

Mata Luhan memancarkan kemarahan yang luar biasa apalagi melihat keadaan Yuri yang tidak berdaya.

“ Baxxxxt!!! Beraninya kalian menyentuhnya!!! “, emosi Luhan tidak terbendung lagi, saat para namja itu menghadang dan mencoba memukulnya.

Luhan langsung menghajar mereka membabi buta, dia terus melayangkan pukulan pada ketiga namja yang sudah berani menyentuh Yuri. Dia tidak ingin mengampuni mereka, bahkan Luhan bersumpah akan membunuh mereka semua.

Buk! Bak! Buk! Buk!! Bakk!!!

Salah satu dari namja itu mengambil sebongkah kayu dan melayangkannya pada Luhan namun dengan cepat Luhan menghindar dan menghajarnya sampai mereka benar – benar tidak berdaya. Luhan terus memukuli mereka tanpa ampun, bahkan tangannya pun sampai terluka akibat memukuli namja – namja itu. Luhan tersadar saat mendengar isakan tangis Yuri, dengan nafas yang masih memburu Luhan menghampiri Yuri yang menutupi tubuhnya yang terbuka dengan kedua tangannya.

“ Yuri… “, lirih Luhan yang langsung berjongkok untuk mengecek keadaan Yuri.

Sontak Yuri langsung memeluk Luhan erat, tangannya bergetar hebat dan tangisannya pun pecah. Luhan bisa merasakan ketakutan Yuri, dia pun membalas pelukan Yuri erat.

“ Tenanglah Yuri, aku sudah datang “, gumam Luhan namun Yuri masih menangis tersedu – sedu.

“ Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu lagi “, janji Luhan sambil membenamkan wajah Yuri didadanya, Luhan mencium kening Yuri membuat Yuri merasa sedikit tenang dengan apa yang baru saja dialami oleh dirinya.

Luhan menggendong Yuri ditangannya, rupanya Yuri belum tenang sepenuhnya karena dia masih mencengkram kaos tanpa lengan milik Luhan dengan kuat. Yuri menyandarkan kepalanya didada Luhan sambil menutup matanya mencoba melupakan kejadian yang mungkin akan merusak masa depannya jika Luhan tidak datang.

Terima kasih, Tuhan. Kau mengirimkan seseorang untuk menolongku “, batin Yuri.

“ Yuri!!! “, seru para member Exo dan juga Sooyoung saat melihat Luhan keluar dari gudang itu bersama Yuri ditangannya.

“ Yuri-a, gwenchana?! Apa yang terjadi?! “, tanya Sooyoung lega sekaligus namun raut wajahnya masih memancarkan kekhawatiran.

“ Sebaiknya kita bawa dulu dia kembali ke penginapan, Yuri masih trauma dan butuh istirahat “, ucap Luhan yang berjalan menuju tempat penginapan.

Kai hanya bisa menatap mereka, Sehun dan yang lainnya masuk ke dalam gudang melihat tiga orang namja tergeletak tak berdaya dengan wajah penuh memar dan darah.

“ Wah.. Luhan benar – benar mengerikan “, ucap Chen sambil bergidik ngeri.

“ Kajja, kita bawa mereka ke kantor polisi “, ajak Kris dan yang lainnya mengangguk.

Sial! Sial! Sial! Dengan kejadian ini, Luhan Oppa pasti lebih dekat dengan Yuri. Aku tidak boleh membiarkannya terjadi “, kesal Airin sambil menginjak – injak pasir saat melihat Luhan menggendong Yuri.

= Part 7 =

“ Yuri-a, apa kau butuh sesuatu? “, tanya Sooyoung dan Yuri menggelengkan kepalanya lemah.

“ Jika kau perlu sesuatu, panggil aku ya “, ujar Sooyoung membuat Yuri mengangguk dan tersenyum.

Tok! Tok! Tok!

Sooyoung dan Yuri menoleh kearah pintu, dilihatnya Luhan datang dengan kotak P3K ditangannya.

“ Oh Luhan, masuklah “, suruh Sooyoung dan Luhan pun masuk.

“ Bagaimana keadaanmu, Yuri? “, tanya Luhan yang duduk di samping Yuri.

“ Sudah membaik, Gomawo “, jawab Yuri dan Luhan pun tersenyum.

“ Sepertinya ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Chanyeol. Yul, jika kau butuh sesuatu aku diluar ya “, ucap Sooyoung yang ingin membiarkan Yuri dan Luhan berdua.

“ Aku membawa obat untuk lukamu “, ucap Luhan yang melihat memar di sudut bibir Yuri dan Yuri hanya mengangguk.

Luhan mulai memberi obat merah pada kapas lalu mengusapkannya pada sudut bibir Yuri yang memar perlahan – lahan seakan takut Yuri kesakitan.

“ Apa masih sakit? “, tanya Luhan dan Yuri menggeleng.

“ Gomawo, karena kau datang menyelamatkanku “, ucap Yuri membuat Luhan menatapnya sambil tersenyum.

“ Sudah seharusnya aku memang datang, karena aku ingin melindungimu, Yuri “, ujar Luhan.

“ Jika saja terjadi sesuatu padamu, aku pasti merasa bertanggung jawab “, tutur Luhan membuat Yuri menatapnya heran.

“ Anio, kau tidak seharusnya merasa seperti itu. Lagian semua ini bukan tanggung jawabmu “,

“ Kau datang disaat yang tepat, karena aku tidak tahu lagi harus berbuat apa saat itu. Aku… “, Yuri kembali meneteskan air matanya mengingat kejadian itu, Luhan mendekatkan dirinya lalu menghapus air mata Yuri lembut.

“ Jangan diingat lagi jika semua itu hanya membawa kenangan buruk padamu “, lirih Luhan lembut.

Yuri menatap wajah Luhan dan menggerakkan tangannya untuk membelai pipi Luhan lembut. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman bahagia, bahagia karena ada seseorang disampingnya yang membuatnya merasa tenang dan aman. Luhan berinisiatif untuk mendekatkan wajahnya pada wajah Yuri, tangannya bergerak memegang belakang kepala Yuri. Yuri pun menutup matanya karena tahu apa yang akan dilakukan Luhan sampai dia merasa sesuatu yang dingin menyentuh bibirnya lembut, Yuri seakan merasakan sesuatu yang menyejukan hatinya saat Luhan semakin memperdalam ciuman mereka. Mereka pun berciuman cukup lama sampai akhirnya Luhan melepaskan ciumannya pada Yuri membuat mata Yuri terbuka.

“ Aku janji akan selalu menjaga dan melindungimu, Yuri. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu atau melukaimu. Saranghae…. “, ucap Luhan.

Deg!

Yuri merasa tidak percaya apa yang dia dengar, sebuah pengakuan dari Luhan? Yuri merasa dirinya bermimpi, namun saat Luhan menyentuh bibirnya lagi dengan bibir miliknya Yuri sadar kalau ini nyata. Yuri, terpaku dan tidak membalas ciuman Luhan yang kedua kalinya sampai Luhan melepaskan ciuman itu lagi.

“ Tidurlah, aku tahu kau lelah “, suruh Luhan membaringkan Yuri lalu menyelimuti tubuhnya.

Luhan mencium kening Yuri sebelum beranjak dan mematikan lampu kamar Yuri, dia pun menutup pintu kamar itu. Yuri masih membuka matanya, dia tidak tahu harus senang atau tidak yang pasti ketakutan dalam dirinya muncul kembali.

Bagaimana jika dia tahu kejujurannya? “, lirih Yuri.

Diluar sana ada seseorang yang terlihat sangat terluka dan sedih, hatinya hancur melihat kejadian baru saja didepan matanya.

“ Bahkan aku tidak memiliki kesempatan untuk memperlihatkan rasa cintaku padanya “, lirih Kai sedih.

“ Apa aku harus merelakannya tanpa berjuang? “, gumam Kai pada dirinya sendiri.

= Part 7 =

“ Oppa, kau harus tahu dia itu adalah…. “

“ Aku tidak menyangka…. “

“ Mianhae,… “

“ Kau tahu mengapa dia melakukannya? “,

“ Aku akan selalu ada disisimu apapun yang terjadi…. “

To be Continue….

Aduh nih ff baru bisa aku lanjutin, readers mian ya yang udah lama menunggu. Selain sibuk dengan dunia nyata, terkadang idenya campur aduk jadi kadang sulit mau ngelanjutin yang mana dulu. Semoga ff ini berkenan dihati para readers ^_^

Jangan Lupa RCL ya 😀 hargai karya orang lain apalagi kalian menikmati karya itu sendiri 😀

44 thoughts on “DESTINY Part 7

  1. Aigoo eonni ff.nya keren banget 😉
    Mianhae coment part 1-6nya di sini aja 😀 😀
    Di tunggu kelanjutan.nya eonni ,Jebal 😉
    Keep writing and fighting eonni.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s