There’s No Regret – Special Kris’ Birthday

There's no regret seokris

krissica version | yoonkris version

There’s No Regret

[icydork] | Seohyun, Kris | Romance, Sad, Angst | All Rated

“Seohyun, mulai hari ini dan seterusnya kamu akan mengurusi kamar 1806. Hyoyeon sudah mengundurkan diri jadi kamu harus bekerja lebih lagi.” Perintah kepala suster kepada Seohyun.

“Baiklah.” Sebuah senyuman terpampang di wajah Seohyun.

Seohyun adalah seorang wanita yang berkarir sebagai suster di salah satu rumah sakit swasta yang berada di Seoul.

Sebenarnya hati Seohyun sedang kegirangan sekarang.

Dia mendapat tugas untuk mengurusi kamar 1806 beserta pasiennya. Sepertinya Seohyun adalah satu-satunya suster paling beruntung.

Mengapa tidak?

Pasien yang menetap di kamar 1806 itu sangat tampan!

Dia sudah menetap di rumah sakit ini selama tiga bulan tapi..

Dalam keadaan koma.

Malang bukan?

Seohyun kini berjalan ke kamar 1806 sambil memeluk beberapa kertas yang dia perlukan nanti untuk memeriksa keadaan sang pasien.

1806

Senyuman Seohyun tercipta lagi ketika dia sudah tiba di depan kamar tersebut.

Seohyun membuka pintu itu perlahan dan nampaklah seornag pria berambut blinde tertidur pulas di atas ranjang.

Selimut menutupi setengah tubuhnya, beberapa selang melekat di perhelangan tangannya, bernafas dibantu dengan oksigen.

Seohyun berjalan mendekati ranjang tersebut.

“Pagi tuan Wu.” Sapa Seohyun sambil tersenyum.

“Boleh saya memeriksa anda?” Tanya Seohyun kepada pria yang tengah tertidur layaknya malaikat itu.

Seohyun berdeham pelan, “Oh, tentu.” Seohyun memberatkan suaranya layaknya suara laki-laki.

Baru saja Seohyun mau memulai pekerjaannya tapi Seohyun sudah terbius oleh pasien tersebut.

“Tampannya.” Gumam Seohyun lalu denganc epat dia menyelaesaikan tugasnya kepada pasien ini.

Tugas Seohyun sudah beres. Dia berjalan melewati pasien tersebut, Seohyun menatapi papan keterangan diri pasien.

“Oh, namanya Kris Wu,: Gumam Seohyun sambil membaca keterangannya lebih lanjut.

Matanya melebar, mulutnya menganga, “Lusa? Dia ulang tahun?”

“Taeyeon-ah.” Panggil Seohyun.

Taeyeon yang sedang menulis itu menoleh, “Ada apa?”

“Apa yang harus kau lakukan jika lusa adalah hari ulang tahun…” Seohyun bingung ingin menyebut Kris itu sebagai siapanya.

Taeyeon tersenyum menyeringai, “Siapa? Kekasihmu? Aigoo, kau ini teman—“ Taeyeon membeku ketika melihat tamu di rumah sakit ini melewatinya sambil menatapnya sinis. Taeyeon mengerti betul mengapa orang tersebut memerhatikannya.

Suaranya terlalu besar.

“Ssssstttt! Kecilkan suaramu!” Suara Seohyun sambil menunduk, berusaha menutupi wajahnya dengan meja di rumah sakit ini.

“Kau ini teman apa? Menyebalkan!” Bisik Taeyeon.

Seohyun terkekeh pelan, “Aku tidak mempunyai kekasih, Taeyeon-ah!” Balas Seohyun.

“Lalu?” Taeyeon-pun mulai bingung.

Seohyun bermain dengan kedua ibu jarinya, “1806. Lusa dia akan berulang tahun.”

Taeyeon menghelakan nafasnya kasar, “Astaga, Seohyun!”

Taeyeon sudah bergegas pulang karena hari sudah mulai malam. Dia pulang setiap hari bersama Seohyun. Dan kini Taeyeon sedang bergerutu kesal karena batang hidung Seohyun masih belum muncul juga.

“Lama sekali, huh!” Oceh Taeyeon sambil keluar dari ruangan khusus suster.

“Lebih baik aku susul saja.” Taeyeon-pun berinisiatif untuk menyusul Seohyun di shift terakhir hari ini.

Taeyeon berjalan ke arah kamar yang bernomor 1806.

Baru saja Taeyeon tiba tapi Seohyun sudah keluar dari kamar tersebut.

“Ada apa, Taeyeon?” Tanya Seohyun.

“Kau lama sekali! Sedang apa sih?” Tanya Taeyeon balik.

“Berpamitan.” Jawab Seohyun singkat sambil memulai langkahnya.

Taeyeon tersentak, dia tahu betul bahwa pasien yang berada di kamar 1806 itu sudah koma selama tiga bulan. Seohyun masih waras kan?

“Seo, aku serius.” Taeyeon membuka suara.

“Aku juga.” Balas Seohyun.

“Seo,” Taeyeon memegang pundak kiri Seohyun.

Seohyun menoleh dan menghelakan nafasnya dengan kasar, “Taeyeon, aku beri tahu ya,” Seohyun menarik nafasnya pelan.

“Walaupun Kris koma, tidak salah kan jika aku berpamitan? Siapa tahu kalau aku berkomunikasi dengannya, dia bisa bangun dari tidur panjangnya itu?” Tanya Seohyun panjang lebar.

Taeyeon mengerti sekarang.

Taeyeon mengangguk dan menarik lengan Seohyun, mengajaknya pulang, “Arasseo. Kajja!”

Seohyun memasuki rumah sakit mewah ini dengan sebuket bunga tulip berwarna kuning di pelukannya. Beberpa petugas yang melihat sudah bertanya ‘itu untuk siapa?’ atau ‘wah, bunganya bagus sekali! Dari kekasihmu?’

Salah besar.

Ini untuk Kris.

Seohyun pun tiba di lift dan ternyata Taeyeon –sahabat karibnya berada di sana juga.

“Seo, itu untuk siapa?” Tanya Taeyeon.

“Hm, aku pikir kau sudah tau, Taeyeon-ah.” Jawab Seohyun.

Taeyeon mengangguk berulang kali, “Ya, ya, ya, aku tahu betul.”

Seohyun meletakkan bunga tersebut ke dalam vas bunga yang berada di atas meja samping ranjang Kris.

Morning, Kris!” Sapa Seohyun sambil menghampiri ranjang Kris. Seohyun memasukkan tangan kanannya ke dalam saku bajunya.

Rambut-rambut halus muncul di dagu Kris. Ya, maklumilah. Walaupun Kris masih koma tapi pertumbuhan di tubuhnya tidak berhenti. Wajahnya masih bisa menumbuhkan rambut-tambut, rambutnya bisa menumbuh, dan kukunya juga.

Seohyun berjalan ke kamar mandi. Disana ad abeberapa perlengkapan untuk merapikan tampilan pasien yang berada di rumah sakit ini.

“Kris sedikit butuh pembedahan, hehe.” Seohyun terkekeh pelan di ujung kalimatnya itu.

Seohyun keluar dari kamar mandi dengan berbagai peralatan seperti gunting, gunting kuku, dan lain-lain.

Setelah itu Seohyun melakukan aktivitasnya yang biasanya disebut oleh suster lain adalah tugas tapi bagi Seohyun adalah pembedahan.

Seluruh tugas Seohyun sudah selesai. Kini dia duduk di samping ranjang Kris sebelum dia pulang. Seohyun menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil memandangi Kris. Sebuah senyuman muncul di wajah Seohyun yang cantik itu.

Tiba-tiba Seohyun melipat kedua tangannya berkehendak untuk berdoa.

Ya Tuha, bangunkanlah Kris. Amin.

Hanya sebuah doa singkat tapi bermakna. Seohyun bangkit dari duduknya, meraih tasnya dan berjalan ke pintu.

Sebelum dia membuka pintu itu. Seohyun menoleh ke belakang. Berharap ada keajaiban bahwa Kris bangun pada saat itu juga layaknya film-film di TV.

Keajaiban tidak seperti nafas yang dirasakan semua orang dan terus ada.

Kris tetap tidur dengan nyaman. Seohyun pun keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintu itu dengan rapat dan pelan.

Bunyi detik dari jarum jam itu bergema di ruangan rumah sakit bernomor 1806 ini. Waktu menunjukkan hampir jam dua belas malam. Ya, satu menit lagi –ah, lebih tepatnya beberapa detik lagi.

Tiga.

Dua.

Satu.

Telunjuk kanan dari pria itu bergerak. Ya, Kris merespon. Perlahan bukan jari telunjuknya lagi. Kini dia berusaha membuka kelopak matanya yang terasa berat itu.

Kris telah sadar.

Seohyun berjalan menelusuri koridor rumah sakit sambil tersenyum lebar. Sungguh, akhirnya hari yang dia telah nanti sudah muncul 06 November 2013 yang jatuh pada hari Rabu ini.

Kini Seohyun mempercfepat langkahnya sambil mengenggam sebungkus cupcakes untuk merayakan ulang tahun Kris, walaupun Kris masih koma.

Seohyun sudah tiba di depan kamar Kris, dia membuka pintunya perlahan dan..

Tebak apa yang Seohyun lihat?

Seorang prua berambut blonde sedang duduk menghadap ke jendela.

“K-kris?” Panggil Seohyun. Bungkusan cupcakes itu hampir saja terlepas dari tangannya.

Kris menoleh.

Ah, rasanya seperti meleleh. Dari tiga bulan ini, ini pertama kalianya Seohyun melihat mata Kris.

“Ma-maksudku tuan Wu.” Ulang Seohyun sambil masuk ke dalam kamar rumah sakit tersebut.

Kris tersenyum kepada Seohyun.

Ah, tidak, sepertinya Seohyun sudah terbang ke langit ke tujuh lalu terpental jatuh ke bumi lagi.

“Panggil saja Kris.” Ucap Kris.

Ini pertama kalinya Seohyun mendengar suara Kris.

Tuhan memang baik pada Seohyun.

Kris melihat Seohyun dari atas hingga bawah. Cantik, anggun, dan manis. Nampaknya Seohyun lah yang menjaga Kris selama ini.

Ya, memang benar, Kris Wu.

Mata Kris berhenti di sebuah bungkusan yang digenggam Seohyun.

“Apa itu? Sarapanmu?” Tanya Kris.

Seohyun pun tersadar dari lamunannya, “Oh, bukan. Aku sudah sarapan tadi di rumah.” Ucap Seohyun.

“Oh, lalu itu apa? Sarapan untukku?” Tanya Kris.

“O-oh, bukan,” Jawab Seohyun gugup.

“Haha, aku terlalu percaya diri ya?” Tanya Kris sambil tertawa pelan.

“Bukan, ini kue ulang tahunmu, Kris.” Jawab Seohyun.

Kris tersentak, “Ulang tahun? Tanggal berapa sekarang?” Tanya Kris sambil menoleh kanan dan kiri.

“6 November.” Jawab Seohyun sambil menghampiri Kris dan memberikan bungkusan tersebut.

“Selamat ulang tahun!” Ucap Seohyun.

Kris terkekeh pelan, “Thanks.

“Inggrismu lumayan.” Kata Seohyun.

“Lumayan? Berminat untuk debat inggris denganku?”

Seohyun membeku, “Ti-tidak.”

Wait! Siapa namamu?” Tanya Kris.

“Seohyun.”

“Oh, okay. Ngomong-ngomong, berapa lama aku tertidur?”

“Koma? Hm, hampir tiga setengah bulan.”

“Kau tahu betul bagaimana kecelakaan itu terjadi?”

Ah, yah, Kris memang mengalami kecelakaan sebelum masuk ke rumah sakit ini.

“Tidak, tapi aku tahu betul kondisimu saat itu. Benturan keras di kepalamu, kakimu yang terjepit dan mengakibatkan tulangmu, ehm, untung saja haya retak dan..”

“Jangan teruskan! Mengerikan!” Ucap Kris.

“Baiklah dan makanlah kue itu. Itu untukmu.” Ucap Seohyun sambil keluar dari kamar tersebut.

“Terima kasih tapi—“ Kris menahan lengan Seohyun.

“Makanlah bersama.”

“Hei, Seohyun.” Panggil Kris yang sedang duduk di pinggiran ranjang tersebut.

Seohyun yang sedang mengurusi tabung oksigen Kris pun menoleh, “Ada apa?”

“Aku senang bisa dirawat oleh suster baik dan cantik seperti-mu.” Puji Kris.

BLUSH!

Wajah Seohyun bersemu merah. Ternyata laki-laki ini menyebalkan juga ya.

“Te-terima kasih.”

Tiba-tiba pintu kamar Kris terbuka.

“Seo, dokter ingin bicara kepadamu.” Kata Taeyeon.

“Baiklah.” Balas Seohyun lalu menoleh ke Kris, “Tunggu sebentar, ya?”

Kris mengangguk sekilas.

“Ada apa, dokter?” Tanya Seohyun.

Dokter tersebut menyuruh Seohyun duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter tersebut.

Seohyun pun duduk di hadapannya.

“Seo,aku tidka tahu harus memberi tahu siapa. Kau tahu sendiri bukan bahwa sejak awal Kris masuk rumah sakit disini, tidak ada anggota keluarga Kris yang datang menjenguk?” Tanya dokter.

“I-iya, benar.” Jawab Seohyun.

“Oleh sebab itu, aku akan bicara hal ini kepadamu. Kris, sudah sadar kan?” Tanya sang dokter lagi.

“I-iya, lalu kenapa?” Entah mengapa Seohyun merasa khawatir.

“Iya, dia sadar hanya untuk sementara.”

“Maksud dokter?” Mata Seohyun sudah terbanjiri dengan air mata.

“Pembuluh darah di tubuh Kris akan pecah pada saat yang tepat. Lebih tepatnya ketika dia sudah bangundari komanya.”

Air mata Seohyun pun terjatuh.

“Maksudnya?” Seohyun mulai terisak.

“Kau tahu betul apa yang aku katakana, Seo.” Balas sang dokter.

Tangisan Seohyun semakin menjadi-jadi.

“Aku tahu apa yang kau rasakan, kau menjaga Kirs lebih dari tiga bulan. Sungguh berat melepaskan Kris begitu saja.”

Seohyun tidak menjawab, dia hanya menutup mulutnya dan membungkukkan tubuhnya sebagai tanda pamitnya.

Seohyun berdiri di luar kamar Kris memerhatikan Kris yang sedang duduk di tepian ranjang sambil menghadap ke jendela.

Air mata Seohyun terjatuh lagi. Dengan segera, Seohyun menghapus aliran air matanya.

“Kris..” Ucap Seohyun.

Ajaib.

Kris menoleh ke arah pintu.

“Seohyun?” Kira-kira itu pergerakan mulutnya Kris yang bisa dilihat oleh Seohyun.

Kris berdiri dari ranjangnya. Dengan cepat Seohyun membuka pintu kamar Kris dan menghampiri Kris.

“Jangan berdiri! Duduklah, kesehatanmu belum stabil.” Ucap Seohyun sambil menuntun Kris agar duduk di tepian ranjang lagi.

“Okay.” Balas Kris.

Baru saja Seohyun mau mengekakkan berdirinya, tapi Kris menarik Seohyun ke dalam dekapannya.

“Kenapa menangis?” Tanya Kris sambil memeluk Seohyun.

Karena kamu, bodoh, Seohyun menjawabnya dalam hati.

“Jangan menangis! Kau nampak jelek loh.” Kata Kris.

“Kau lebih jelek, Kris.” Balas Seohyun.

Kris terkekeh pelan.

“Biarkan saja. Kalau begitu kau orang bodoh, mau dipeluk oleh orang jelek.”

Kini pelukan mereka berbeda posisi. Kris memeluk Seohyun dari belakang. Seohyun duduk di atas bangku sedangkan Kris duduk di atas ranjang sambil memerhatikan pemandangan di luar sana.

Air mata Seohyun masih mengalir. Kris tidak berani menanyakan kenapa, Kris baru mengenal Seohyun. Bukan, maksudnya belum mengenal Seohyun dengan baik.

“Kris.” Panggil Seohyun pelan.

“Hm?” Kris meletakkan dagunya ke atas kepala Seohyun.

“Tidak. Aku hanya memastikan kau masih bisa meresponku atau tidak.”

“Oh.” Hanya respon itu yang keluar.

“Kris.” Panggil Seohyun sekali lagi.

“Ada apa?”

“Aku pegal.”

Kris tertawa lalu mengacak rambut Seohyun, “Jadi kau ingin bicara itu sedari tadi?”

“I-i-iya.” Lagi-lagi Seohyun gugup.

“Seo, ingin aku jujur tidak?” Tanya Kris.

Seohyun bergemetar hebat. Apa Kris mau menyatakan cinta? Ah, itu terlalu cepat!

“Apa?” Tanya Seohyun.

Kris memegang tangan Seohyun dan mendekatkan mulutnya ke telinga Seohyun.

“Ini ulang tahunku yang paling berharga.” Bisik Kris lalu memeluk Seohyun.

“A-aku sangat senang mendengarnya.” Ucap Seohyun lalu membalas pelukan Kris.

“Masih boleh jujur?” Tanya Kris.

“Tidak ada yang melarang, tenang saja.”

“Aku pikir aku mulai menyukaimu.” Air mata Seohyun terjatuh lagi. Bagaimana bisa Kris menyatakannya di saat-saat masa akhirnya?

“Seo, ugh—perutku—sakit sekali!” Kris langsung memegang perutnya.

Seohyun panik.

Seohyun langsung menekan tombol darurat agar ada dokter yang masuk walaupun dia tahu ini sia-sia.

“Kris! Bertahanlah!” Ucap Seohyun.

Kris melemas. Wajahnya semakin terlihat pucat. Hanya ada erangan-erangan kecil yang keluar dari mulut Kris.

“Kris!” Seohyun langsung memeluk Kris erat.

“Kris, jangan tinggalkan aku! Aku mohon!” Mohon Seohyun.

“A-aku akan jika aku bi-bisa.” Jawab Kris susah payah.

“Kris, kris!” Panggil Seohyun berulang kali.

“Kris, selamat ulang tahun! Kumohon jangan tinggalkan aku!”

Tangan Kris terlepas dari perutnya sendiri. Matanya perlahan tertutup rapat dan hal itu mengakibatkan air mata Kris yang sedari tadi dia tahan keluar.

Pertama kalinya Seohyun melihat air mata Kris.

Seohyun menahan isakannya, dia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

“Aku mencintaimu Kris.”

END

HAPPY BIRTHDAY MY DDUIZHANG!

10 thoughts on “There’s No Regret – Special Kris’ Birthday

  1. Ya eonnie knp ffnya harus sad ending masa hari ultah kris malah bikinnya ff sad 😥

    Tapi gpp bagus juga kok ffnya keep writing ya eonnie 😀

  2. ya ampun.. 😥 aku udah seneng Kris sadar dan dipikiranku Kris pasti jadian sama Seo. Dan ternyata aku lupa klo FF ini genre-nya sad…. 😥
    Nice FF, nyesek & feel-nya kerasa banget

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s