[Chapter 2/END] Is It Okay? — Sacrifice? BaekYeon Ver.

isitokay_baekyeon_heerinssi

By Heerinssi

[Chapter 2] Is it okay? — Sacrifice?

Kim Taeyeon| Byun Baekhyun | Kahi Park as Taeyeon’ Mom [OC]

Sad | Angst | Hurt | Romance | Family | Life

All Rated

Disclaimer : Fanfic ini terinspirasi dari sebuah komik jepang. The casts are belong to God and Their Parents.

Baca juga versi yang lain😀

[Chapter 1]  SuFany | LuYoon | KriSica | SooYeol | BaekYeon

CHAPTER 2

LuYoon [In Progress] | KriSica [In Progress] | SooYeol [In Progress] | SuFany 

Preview Chapter 1

Orang bilang bahwa kecambah yang baru tumbuh adalah yang paling bergizi.

“Selamat datang, sayang.” Suara wanita itu terdengar begitu lembut. Taeyeon tersenyum ke arahnya dan membalas sapaannya.

“Taeyeon, perkenalkan. Dia adalah Byun Baekhyun, ia akan tinggal bersama kita untuk sementara.”  Wanita itu memperkenalkan Taeyeon dengan pria yang sama sekali tidak ia kenali.

“Kenapa mom tidak bilang kepadaku dulu?” tanya Taeyeon sambil menunjuk pria yang bernama Byun Baekhyun itu.

Ayahku meninggal 8 tahun yang lalu. Saat ayah masih hidup, kami bertiga hidup bahagia.

“Mana mungkin dia cemas!? Buatnya aku hanyalah beban!” aku membentaknya dan menepis tangannya yang memegang tanganku dengan kasar. “Dia selalu semaunya! Dia membawamu tanpa membicarakannya terlebih dahulu denganku! Setiap ada acara dan pertandingan di sekolahku ia tidak pernah datang! Alasannya hanyalah pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaan!” aku merasa air mata telah menggenangi pelupuk mataku, “Waktu ayah kecelakaan, dia juga lebih mementingkan pekerjaan! Ayah.. Bahkan tidak bisa melihatnya untuk yang terakhir kali!” aku membiarkan air mataku terjatuh, dapat kurasakan tangan miliknya merangkul pundakku.

“Cara mengurangi kekesalan adalah dengan memakan makanan yang enak.” Dapat kulihat bahwa Baekhyun menjelaskan sambil mengamati kecambah miliknya.

“Lalu, kenapa kau memberiku kecambah?” sahutku yang sedikit jengkel.

“Asalkan kau tahu, kecambah itu hebat. Walaupun tampilannya seperti ini, kecambah adalah makanan yang sehat dan bergizi. Kacang dan biji yang kita makan, semuanya akan mejadi kecambah.” Jawabnya dengan santai.

“Kapan anakku akan menjadi kecambah?” tiba-tiba mom berkata seperti itu. Jujur saja, aku sedikit tidak mengerti dengan apa yang dimaksud mom dan aku juga cukup kesal dengan mom.

“Hah!?” aku menggebrak meja.

“Sampai kapanpun kau akan terus menjadi biji, ya.” Sahut mom sambil menunjuk wajahku.

Sebelum aku sempat menarik kerah baju mom. Baekhyun sudah menyahut duluan.

“Ah! Pertama-tama, tolong dicoba dulu.” Ia menyodorkan kecambah itu ke arahku dan mom. Aku mengambil satu kecambah, sama seperti mom. Aku mengunyahnya dan ternyata rasanya sangat enak.

“Sangat enak!” sahutku dan mom serempak.

“Iya kan?” Baekhyun tersenyum.

Astaga! Senyumnya seperti malaikat. Dapat kurasakan bahwa pipiku memanas.

Kehidupan dengan laki-laki aneh itu pun dimulai.

“Apa ini!?” aku mengernyit ngeri melihat bekalku.

‘Bento dengan tanda cinta?’ gumamku.

“Kyahahaha! Kenapa bentomu seperti itu, Taeng?” tanya Tiffany sambil tertawa hingga matanya tidak terlihat.

“Tiffany! Awas kau!” ancamku.

“Baekhyun oppa! Kenapa kau membuatkan bento seperti itu?” aku langsung berteriak saat membuka pintu rumah.

“Ah~ Selamat datang.” Ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang sama seperti kemarin saat aku dan mom mencoba kecambah miliknya. Aku ternganga memandang senyumnya itu.

“Ah! Bento itu? Kau tidak suka?” tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang mungkin tidak gatal itu.

“Yah.. Bentonya sih enak.” Mau tidak mau aku berbicara jujur karena melihatnya senyumnya itu.

“Wah! Aku dipuji oleh Taeyeon.” Sahutnya sambil berseri-seri.

Dia.. Dengan tangannya yang panjang dan indah menyentuh tanaman itu dengan lembut. Apa dia pernah menyentuh ibu?

Aku berjalan mendekatinya dan memegang lengannya. Tetapi air dari spray yang tadi ia gunakan itu terbuka dan tumpah mengenai kakiku.

“Ma— Maaf kakimu jadi basah.”

“Apa-apaan sih kau?” tanyaku.

“Tutupnya kendor. Biar kuseka.” Ia menyeka kakiku yang basah dengan bajunya.

Tangannya.. Kakiku jadi terasa hangat. Ada apa dengan diriku? Baekhyun adalah laki-laki yang disukai oleh mom. Tapi.. Aku teringat perkataan mom. “Dia benar-benar tidak memiliki apa-apa.” Rasanya aku ingin memeluknya.

Aku mengaitkan tanganku dikepalanya. Aku tersenyum tipis. Aku menutup mataku karena malu.

“Tae— Taeng.” Panggilnya dengan terbata-bata.

Makanan manis yang akan membuat anda terharu! Kami akan perkenalkan toko hebat yang akan membuat anda ingin merahasiakannya dari orang lain!

“Ah, maaf. Aku tidak sengaja menekan remote control-nya.”

“Astaga! Aku jadi kaget!” jujur saja, aku tadi tersentak saat tv tersebut menyala.

Puding telur!

Aku melirik ke arah tv dan melihat iklan toko tersebut.

“Taeng, kau suka makanan manis?” tanyanya.

“Hah? Ti— Tidak kok. Aku tidak cocok dengan makanan manis.” Aku menjawabnya dengan sedikit kebohongan.

“Cocok kok.” Sahutnya. Ia mendekatkan kepalanya ke arah wajahku.

“Ka— Kalau begitu..” aku memundurkan kepalaku, “To— Toko yang barusan. Ma— Mau tidak pergi kesitu bersama?” tanyaku terbata-bata. Aku tidak peduli bahwa ia tidak mau pergi denganku.

“Iya, boleh. Aku akan kesekolahmu besok.” Jawabannya membuatku tercengang, kemudian ia mengacak-acak rambutku pelan sambil tertawa. Aku tersenyum senang.

“Hmm~” aku tersenyum sambil memoleskan lip-gloss milikku. Aku segera berjalan keluar dari toilet dan berjalan menuju tempat janjianku dengan Baekhyun.

“Taeng! Disini!” Baekhyun sudah berdiri di dekat zebra cross dan mengangkat tangannya memanggilku. Tapi, senyumku tidak bertahan lama saat aku melihat ada mom bersama dengan Baekhyun.

‘Kenapa ada mom!?’ gumamku dengan jengkel.

Mom dengar soal ini. Jadi, mom kabur dari kantor.” Kulihat mom berseri-seri sambil membentuk tanda peace dengan jarinya.

“Ayo! Nanti pudding bagianmu mom makan loh!” Mom bersenandung dengan riang sambil berjalan menuju toko kue tersebut dengan Baekhyun.

“Uh.” Aku berjalan mengikuti mereka dengan perasaan kesal.

“Puddingmu kelihatan enak. Mom coba ya.” Mom mengambil puddingku sebelum aku sempat melarangnya.

“Jangan!” telat. Mom sudah menyuap sesendok pudding dan memasukkan ke mulutnya.

“Hmm~” mom berseri-seri sambil mengunyah pudding yang sudah berada di dalam mulutnya.

Kalau di ingat-ingat, sudah lama aku tidak pergi dengan mom. Kesal rasanya melihat mom lebih ceria daripada biasanya. Aku tidak keberatan dengan itu. Yang juga mengesankan adalah..

“Sayang, belakangan ini wajahmu terlihat lebih ceria. Mungkin berkat Baekhyun ya?” mom menolehkan kepalanya ke arah Baekhyun. Pria itu tertawa.

Deg!

Baekhyun menatapku dan tersenyum. Kenapa matanya seperti itu? Ia seperti seorang ayah yang sedang melihat anaknya.

“Ah! Hari ini, hari peringatan kematian ayah. Kita harus ke makam.” Aku bangkit dari kursi dan menarik tangan mom.

“Hey! Kenapa mendadak?” teriak mom sambil berusaha mencegahku ke makam.

“Apa aku.. boleh ikut? Aku ingin memberi salam.” Sahutnya sambil tersenyum tipis.

“Baiklah.” Aku mengangguk kecil mengijinkan ia ikut.

Sesudah kami berdoa di makan ayah, mom pamit kembali ke kantor.

“Baiklah. Aku akan kembali ke kantor,” mom menunggu Baekhyun selesai berdoa sebelum ia pergi, “Kenapa sih? Sebagai sesama lelaki kau bicara tentang apa dengan suami ku?” tanya mom sambil bercanda.

“Aku.. akan selalu menjaga noona dan Taeyeon,” ia bangkit dan melanjutkan perkataannya, aku dan mom memasang raut bingung dan shock dengan apa yang diucapkannya tadi, “ Aku memintanya untuk memberikan noona kepadaku.”

Cukup sudah. Kata-katanya tadi membuat hatiku tertusuk-tusuk. Awalnya, kukira mom mengijinkan lelaki itu untuk tinggal bersama hanya karena dia tidak punya apa-apa. Padahal dia bilang begitu.

“Baekhyun..” mom juga terlihat terkejut dengan kata-kata itu.

“Kalau begitu.. Kasihan ayah kan!” aku membentak mereka berdua dan berlari pulang.

“Taeyeon!” dapat kudengar mom memanggil namaku.

Brak!

Aku melempar semua kotak kecambah milik pria brengsek itu. Air mata sudah menggenangi pelupuk mataku. Semua yang ia lakukan, saat ia mengelus kepalaku dan merangkulku, itu semua hanya sikap seorang ayah.

Tap!

“Aku ditolak,” Baekhyun menghampiriku namun ia tetap menjaga jarak, “Ia menyukaiku. Tapi, ia masih mencintai ayahmu. Kau tahu tidak? Noona menyimpan fotomu dan ayahmu dimejanya. Sejak dulu.. Tidak ada tempat bagiku.. Sejak dulu..” Baekhyun berbicara dengan lirih.

Sebenarnya aku tahu.. Saat ayah meninggal mom berpura-pura tegar. Dia adalah ibu yang selalu egois, ibu yang selalu kuat. Aku tahu.. Tapi aku tidak ingin mengakuinya, aku tidak ingin mengakui bahwa mom juga punya kelemahan.

“Maaf ya. Aku akan segera pergi,” Pria itu berdiri, “Walau hanya sebentar, aku berterima kasih atas segalanya.” Ia membalikkan badannya dan hendak berjalan keluar. Aku segera menarik tangannya dengan kencang.

Drap!

Ia terjatuh. Aku menarik kerah kemejanya. Air mataku sudah berjatuhan.

Bila ia pergi, yang kasihan adalah aku. Kupikir, kalau aku membawa mom ke makam ayah, dia akan menyerah soal Baekhyun.

“Kalau kau pergi, aku tidak akan memaafkanmu.”

Tes! Tes!

“Perlihatkan bahwa kau adalah laki-laki!” aku membentaknya sambil terisak.

“Ya. Terima kasih.” Kulihat ia tersenyum sendu. Ia segera bangkit dan berjalan pergi.

Kriiing!

Aku mengangkat telepon sambil memandang keluar jendela.

“Ah. Mom? Baekhyun oppa  akan segera kesana. Mom pasti sudah tahu alasannya kan? Mom segan denganku, kan? Itu bodoh. Mom harus lebih jujur agar bahagia.”

Apa boleh buat. Untuk sementara aku akan merasa terluka. Suatu saat, tunas itu akan tumbuh. Akan memberi kebahagiaan pada seseorang. Aku percaya hal itu.

The End

34 thoughts on “[Chapter 2/END] Is It Okay? — Sacrifice? BaekYeon Ver.

  1. Jadiiii baekhyun sama mamanya? What what ga ketuaan ape-_- padahal berharapnya baekhyun sama taeyeon hueeee bagus thor walaupun ada yang kurang dimengerti tapi pas aku baca pelan2 ngerti juga kok hehe

  2. what??!!
    baekhyun suka sm momnya taeyeon?
    kasian taeyeonnya😦
    feelnya dapet thor,keep writing tp jngn bkin yg sad ending lg😀 dan baekyeon ya

  3. omg..baekki suka sama mama taeng.sumpah demi apa ini?mianthor,ane emg rada lebay

    tapi ff ini daebak..jalan ceritanya kren dan gk bsa ditebak,terus cara penggambarannya serta alur cranya patut di acungi jempol.pround of you author
    keep writing

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s