The Cemetery

The Cemetery

Poster - The Cemetery's

[Ayahnya sudah lebih dulu berbaring didalam peti mati]

[Length: Ficlet – Rating: G – Cast: Yixing, Yoona & Kris – Genre: Thriller, Family]

[AuthorGenie]

poster: nanachaa

Disclaimer: adaptasi dari film pendek ini maaf kalo aneh. beda sama filmnya. ini cuma sekedar fiction ya, don’t take anything here serious. Have Fun! – Genie.

***

“when a person dies, he/she will wake up inside the grave, to receive punishment for bad deesd they did when they were alive.” – Local religious belief in Indonesia

***

Suasana pagi hari nampak mendung  sementara keadaan rumah mewah didaerah Gangnam  dipenuhi lautan manusia berbalut pakaian serba hitam.

 

Yoona berdiri dimuka pintu rumah, menerima uluran tangan serta ucapan turut berduka cita dari mereka yang datang. Kedua ujung bibirnya bergetar waktu ditarik guna menampilkan seulas senyuman. Wajah putih porselennya berubah pucat. Bibir merah segarnya memudar. Genangan air mengambang memenuhi pelupuk mata. Pandangan matanya kosong. Dia mungkin menjabat tangan-tangan para pelayat, namun jiwanya tidak menyatu dalam raga.

 

Baru semalam dia menerima kejutan makan malam paling romantis dari Kris sebagai hadiah hari jadi ke enam tahun pernikahan keduanya. Baru tadi malam mereka menari diatas gedung Namsan Tower diiringi alunan piano dan gesekan biola. Baru tadi malam juga mereka memadu cinta beralas kasur bertaburan kelopak bunga mawar merah.

 

Dan hari ini, Yoona mendapati laki-laki yang dia rela bagi hidupnya sampai ujung usia terbujur kaku dalam sebuah peti mati.

 

Ah, takdir bekerja begitu kejam kepada gadis beranak satu ini…

 

Kenangan tentang kejadian semalam yang memenuhi pikirannya tiba-tiba membuat genangan air dipelupuk mata semakin deras, ketika pandangan matanya mulai kabur, iris mata Yoona melihat sosok wanita bergaun hitam panjang. Surai merahnya tergerai membingkai wajah. Sorot mata sang wanita berubah tedua melihat Yoona, langkahnya berderap mendekat semakin cepat, kedua tangan terentang lebar. Yoona  segera menyambut tawaran pelukan dari sang kakak dengan erat.

 

Dengan berlinang air mata…

 

“semua akan baik-baik saja Yoona, aku disini… kau bisa menangis sekarang” bisik Tiffany pelan. Diusapnya sayang rambut sang adik. Membuat isakan serta pelukan Yoona semakin kencang.

 

Yixing memutar tubuhnya, tidak mau melihat lebih lama sang ibu yang tengah menangis dalam pelukan bibi. Dia berdiri didepan sebuah meja. Ada bingkai foto berwarna coklat berisikan foto ayahnya disana.

 

Oh bukan, lebih tepatnya mendiang sang ayah….

 

Padahal baru beberapa jam yang lalu Kris berjanji akan membelikan Yixing jenis mobil-mobilan terbaru kalo dia bisa mendapat nilai 100 di ulangan matematikanya dan Yixing berhasil. Dia langsung pulang ke rumah seusai sekolah, tidak sabar ingin memperlihatkan angka 100 dilembar ulangannya namun sayang sekali, ayahnya sudah lebih dulu berbaring didalam peti mati.

 

Tangan kecil Yixing meraih kotak korek api, membakar sumbu beberapa batang lilin yang berdiri diatas meja, didekat foto ayahnya. Setelah selesai, dia masukkan kotak korek api tersebut kedalam saku celana seraya menyeret langkah kecil ke peti mati Kris.

 

Kedua tangannya membuka menutup peti mati bagian bawah, memasukkan tubuh kecilnya kedalam bersama jasad Kris. Dia peluk erat tubuh sang ayah untuk terakhir kali dengan kedua bola mata tertutup rapat.

 

Tetapi, Yixing tertidur. Seseorang menutup penutup peti mati bagian atas tanpa menyadari Yixing berada disana. Yoona bahkan terlalu larut dalam kesedihan tanpa menyadari anak semata wayangnya tidak hadir dipemakaman.

***

Suara tanah menimpa peti mati membuat Yixing terbangun. Dia panik. Berteriak sekuat tenaga. Memukul sisi peti mati agar seseorang bisa mendengarkannya namun sia-sia. Tangannya merogoh saku celana, mengeluarkan kotak korek api, sedikit gemetar dia menyalakan sebatang korek, menghasilkan api kecil sebagai penerangan. Cukup memberitahu kalo dia terkubur didalam tanah bersama tubuh ayahnya.

 

Tidak lama api kecil dari batang korek padam, tangan Yixing sedikit gemetar waktu menyalakan batang kedua. Begitu api menyala dan dia mendongak. Tubuhnya mendadak kaku. Melihat kedua bola mata Kris yang semula menutup rapat sekarang terbuka lebar, menatap langsung kearahnya.

 

Api padam lagi. Untuk ketiga kalinya dia nyalakan dan kedua bola mata Kris sudah tertutup namun ada sepasang tangan berkulit hitam legam dilengkapi kuku-kuku panjang menangkup wajah Kris.

 

Yixing tidak diberi waktu untuk mencerna apa-apa saja yang terjadi karena detik itupun tubuh Kris ditarik dari dalam peti mati diiringi suara teriakan kesakitan, baik wanita maupun laki-laki. Terdengar pula suara seperti cambuk membentur tubuh.

 

Yixing mematung ditempat, menahan nafas dan suara terikannya yang menggantung ditenggorokan. Sementara suara teriakan-teriakan seperti orang sedang disiksa terus terdengar memenuhi peti mati. Rasanya seperti mimpi buruk menjadi nyata.

 

“AAAAAAAAH!!!!”

 

Dan sebuah teriakan panjang lolos dari tenggorokan saat tubuh  ayahnya kembali muncul dalam peti mati.

.

.

.

.

.

Hitam gosong akibat terbakar.

.

.

.

.

.

Mulut menganga.

.

.

.

.

.

Kedua bola mata merah terbuka lebar.

.

.

.

.

.

—END—

29 thoughts on “The Cemetery

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s