[Freelance] Wild (Prolog)

SOOYOUNG

Title : WILD [Prolog]

 

Author : Jung Hyun Ra & Park Hyun Ah (Collaboration)

 

Length : Chapters/ Series/ Episodes

 

Cast(s) : (For this chapter)

 

1. Do Kyungsoo (D.O) – EXO K

 

2. Seo Joohyun (Seohyun) – Girls` Generation

 

3. Choi Sooyoung – Girls` Generation

 

4. Tiffany Hwang – Girls` Generation

 

Genre : Adventure, Action, Romance, Supranatural, (little bit) Mistery, Shounen – Ai (one couple)

 

Disclaimer : FF ini original MILIK 2 author setengah otak ikan, seperempat otak yadong, dan sisanya otak somplak author JUNG HYUN RAN & PARK HYUN AH. No Plagiarism! No Silent Readers! No Flame! Tinggalkan jejak kalian! Kesamaan nama, latar, kejadian, ini murni ketidaksengajaan kami. Sekali lagi, FF ini original MILIK Jung Hyun Ra & Park Hyun Ah

 

Backsound : 4Minute – What’s Your Name

 

No Plagiarism!

.

.

No Silent Readers!

.

.

 

.

.

 

WILD [Prolog]

.

.

Hyun Ra – Hyun Ah

.

.

 

Namja bermata bulat itu terbangun setelah suara alarm pecah menginterupsi tidurnya. “Kyungsoo! Bangun, nak!” teriak jeritan suara yang melengking. “Ne, eomma. Tunggu sebentar!” jawab Kyungsoo -namja bermata bulat-.

 

Kyungsoo keluar dari kamar setelah berpuluh – puluh menit bersiap diri. “Lama sekali, eoh? Apa yang kau lakukan?” tanya Nyonya Do. “Tidak, eomma. Hanya masih mengantuk,” jawab Kyungsoo seadanya.

 

Kyungsoo segera menyambar sarapannya kemudian segera meraih sepatunya dan berpamitan. Ia berangkat menuju ke Universitasnya. Seperti hari – hari biasa, ia menebar senyum pada tiap orang yang ia kenal.

 

Sekadar perkenalan saja, Do Kyungsoo lahir pada tahun 1993. Dikaruniai suara yang indah dan menjadi alasan ia masuk ke Fakultas Seni Suara. Hobi memasaknya mengantar dirinya pada resto keluarga sebagai asisten chef yang disegani.

 

“Noona!” panggil Kyungsoo. Seorang yeoja bersurai cokelat menoleh.

“Kyungsoo-ah! Aigoo~ Lama sekali kau?” Seohyun -yeoja bersurai cokelat- berkacak pinggang, “Sudahlah noona, kita langsung masuk ke kelas saja!” seru Kyungsoo.

 

Seo Joo Hyun atau akrab dipanggil Seohyun, lahir pada tahun 1992. Sama seperti Kyungsoo, ia juga dikaruniai suara yang indah yang membuatnya juga masuk ke Fakultas Seni Suara. Berbekal koneksi dari Kyungsoo, Seohyun bekerja sebagai pelayan restaurant yang sama dengan Kyungsoo.

 

***

 

Five, six, seven, eight! Berikan sedikit power pada tanganmu!” teriak namja paruh baya. “Yak, bagus sekali, sudah cukup Sooyoung-ah!” lanjut namja itu.

Coach, bolehkah aku pergi ke Fakultas Drama Musikal?” tanya Sooyoung -si yeoja dancer itu-. “Oh iya, kau akan bekerja sama dengan Fakultas Drama Musikal, ya? Tentu saja boleh,” jawab sang coach.

 

Sooyoung meraih handuk kecil dan berlari lambat menuju Fakultas di seberang, Drama Musikal.

 

Choi Sooyoung atau sering disebut Sooyoung merupakan salah satu mahasiswi Fakultas Modern Dance kelahiran tahun 1991. Dengan tinggi 175 cm, Sooyoung mendaftar kerja sampingan pada sebuah toko baju bermerek sebagai penjajal -semacam model-.

 

“Fany-ah!” sapa Sooyoung pada yeoja beriris madu yang berdiri sembari memasang gesture berkelahi.

“Eoh? Sooyoung? KYAA!! Jeongmal bogoshipeoyo, Youngie~” Tiffany -yeoja beriris madu- berlari dan melompat kegirangan. Sooyoung sweatdrop.

“Kita bertemu 2 jam yang lalu, Fany.” ujar Sooyoung.

“Ohoho~ Jeongmal?” kekeh Tiffany genit.

“Aish, sudah lupakan saja. Mana kostumku? Aku mau lihat! Ppali!” bentak Sooyoung.

“Ih~ Tidak berubah! Sini, ikut aku!” jawab Tiffany kesal. Tiffany dan Sooyoung pun melangkah kecil menuju ruang kostum.

 

Tiffany Hwang, yeoja asal California -blasteran- atau akrab dipanggil Fany ini merupakan sahabat dari Sooyoung yang masuk di Fakultas Seni Suara bidang Drama Musikal. Yeoja bersurai merah ini adalah aegya satu – satunya dari Jonathan Hwang, presdir dari Hwang Corporation, pemilik real estate mewah di California dan Apgeujong.

 

“Apa ini? Sederhana sekali?” tanya Sooyoung kecewa.

Huh? Apa lagi yang kurang?” tanya Tiffany jengah.

“Ngg, kau tau kan? Ini kurang mencolok untuk penampilan perdanaku!” jawab Sooyoung.

Oh gosh. Kau hanya keluar saat aku bernyanyi! Dan itu tidak lama, Jadi, berhentilah komplain!” bentak Tiffany. Sooyoung mendecak dan menggembungkan pipinya.

“Sudahlah. Ayo kita latihan lagi!” ajak Tiffany sembari menarik tangan Sooyoung.

“Ne, ne, ne, ‘seonsaengnim’!” sindir Sooyoung.

 

***

 

“Jadi, kau sudah beli tiketnya, Kyungsoo?” tanya Seohyun sembari mencelupkan jarinya pada saus.

“Noona, bisa hentikan itu?” harap Kyungsoo yang nyaris muntah.

“Hehe, mian.” kekeh Seohyun. Kyungsoo mendecak,

“Ne, sudah kubeli.” Seohyun mengangguk mengerti, “Nanti malam pukul 7, ya kan?” tanya Seohyun memastikan.

 

***

 

“Bagaimana dengan Seohyun dan Kyungsoo? Apakah mereka akan menonton kita?” gumam Sooyoung.

“Tentu saja. Aku akan membakar mereka jika mereka tidak nonton,” jawab Tiffany enteng sembari mengikat surai merahnya. Sooyoung sweatdrop -lagi-.

 

“Ayo! Panggung sudah siap!” Tiffany menggenggam tangan Sooyoung erat. Sooyoung mengekor.

 

.

.

.

 

Iringan musik menggema di Auditorium itu. Kyungsoo dan Seohyun mendecak kagum. Di akhir penghujung acara, Seohyun menitikkan air mata, “O– omo.. Sooyoung dan Tiffany eonnie sangat mengagumkan. Aktingnya, suaranya, tariannya.. Ahh.. Tidak bisa didefinisikan dengan kata – kata..” komentarnya menggebu. Tidak lama kemudian tirai panggung tertutup diiringi dengan suara riuh penonton dan tepuk tangan.

“Sudah saatnya kita ke backstage, kajja!” seru Kyungsoo.

 

.

.

.

 

Backstage sudah agak sepi. Hanya beberapa pemain drama saja yang masih bertahan. Tiffany dan Sooyoung salah satunya. Mereka berdua masih sibuk dengan kue cokelat kiriman langsung dari Hwang ahjusshi -begitulah Sooyoung menyebutnya- di California.

 

“Appa mu baik sekali mau mengirimi kue mahal.” ucap Sooyoung.

Huh? Hanya seperti ini? Oh, come on, Young! Ini sudah yang kesekian kali dia mengirimkan kue! Dan bukan ini yang kumau! I just want him to be here. You know, he’s my father, right?” ucap Tiffany pilu. Sooyoung paham betul tentang sahabatnya ini.

“Jadi, kau tidak mau kue ini?” tanya Sooyoung bermaksud bercanda.

 

“Untukku saja, eonnie!” sebuah suara menginterupsi. Di ambang pintu backstage terlihat Seohyun dan Kyungsoo datang dengan sebuket mawar. Dua hoobae itu berjalan dan mendudukan diri di dekat Tiffany dan Sooyoung.

 

“Noona, jangan sedih, ne? Bukankah ada kami? Sooyoung noona dan dua hoobae manismu ini?” goda Kyungsoo dengan imutnya. Sudut bibir Sooyoung berkedut.

“Aigoo~ KYAA!! NEOMU KYEOPTAA!!” jerit Sooyoung dan segera menarik kedua belah pipi Kyungsoo.

“Eonnie tadi hebat sekali! Suara dan akting mu tidak diragukan lagi! Tarian Sooyoung eonnie juga! Powerfull sekali,” puji Seohyun sembari menyerahkan buket mawar yang sedari tadi ia genggam.

“Jeongmal kamsahamnida, Seohyunnie~ Tapi suara mu dan suara Kyungsoo jauh lebih bagus!” jawab Tiffany sembari menerima buket mawar dengan gembira.

 

“Hey hey, bukankah sebentar lagi kita akan libur?” tanya Sooyoung tanpa menghentikan kegiatannya menggencet pipi Kyungsoo.

Seohyun menoleh, “3 bulan kan? Aih, senangnya!”. Tiffany pun berteriak girang.

 

“MARI KITA LIBURAN BERSAMA!! KYAAAA~!!!”

 

.

.

.

-TBC-

A/N : Iya author tau-_-Ini pendek. Maaf ya chingu, tapi ya memang sengaja dibuat gini. Maaf pula kalo prolog ini alurnya ngebut. Oh iya, Hyun Ra sama Hyun Ah seneng banget karena comment chingu yang bener – bener nyenengin, ekspresif dan memotivasi. Kita berdua terbuka kok kalo ada yang mau kritik kita (tapi jangan nge bash ya? Beda cerita itu, mah) Dan panggil kita Hyun Ra – Hyun Ah aja deh. Jangan author, keliatan kaku jadinya. Hyun Ra kelahiran 1999 kalo Hyun Ah 2000, jadi chingu menyesuaikan aja. Kita cewek ya. CEWEK. Kita sebenernya pingin bales comment, tapi bingung caranya, haha~ Yaudahlah, malah banyak ngomong mulu, nih. Pokoknya tunggu chapter 1 nya yaaaa (FF ini juga dipublish di everydayff.wordpress.com)

9 thoughts on “[Freelance] Wild (Prolog)

  1. Waduh, authornya masih muda2 banget, jadi berasa tua akunya. Hehe. Haha, pantesan pendek banget. Masih teasernya ternyata ^^ Dari sini msh biasa aja, belom ada yang menarik. Maaf, bukan maksud aku buat bikin down. Tapi emang bener, karna harusnya di prolog tuh ada dibikin sedikit bocoran konflik yang bakalan jadi inti cerita ini. Jadi kan para pembaca bisa tertarik dan gak sabaran untuk membaca part selanjutnya. Tapi aku percaya kok chingu2 bisa mengusahakan ff ini biar jadi NICE STORY. Kalo masalah alur udh bagus, dan masalah bahasa masih ada beberapa yang gak baku ya. Karna kan biasanya ff itu lebih enak kalo bahasanya baku, ya kayak yang di drama2 korea gitu. Oia, btw ini laki2nya bukan cuma DO kan? Menurut aku rada kurang cocok kalo DO-Soo, mungkin bs ditambah lagi gitu perannya? Haduh, maaf kalo aku bawel banget chingu ^^ Omelin aja aku’nya. Hehe. Oke, aku tunggu kelanjutannya yaaaa… Gomawo!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s