[Freelance] Hurt (Chapter Two)

rs-sequel (1)

Title : Hurt (Chapter Two) || Author : Tiffany Tania || Genre : Sad, Angst, Married Life || Length : Chaptered

Cast by “Im Yoona GG’s –Park Chanyeol EXO-K’s”

Note : This is just a fanfic, dont think to much. All of the cast its belong to God, themselves, theirparents and also SM.Entertaimet but the storyline its pure mine.

POV can changed in every chaptered,

Romantic Street | Hurt (Chapter One) 

So, please enjoy!^-^

—-

Chanyeol, dia masih berada diruangannya sekarang. Dia tak sendiri, dia ditemani oleh seseorang. Bukan Nicole bukan juga Yoona, istrinya melainkan Jessica. .

Seseorang yang pernah akan menjadi istri dari Chanyeol, seseorang yang pernah mengisi kekosongan hatinya. Sampai Yoona membuat Chanyeol berpindah kelain hati. Tentu saja hal itu tidak dibiarkan oleh Jessica.

Jessica masih berada dalam pelukan Chanyeol, sedangkan yang dipeluk hanya terdiam sampai dia melepaskannya karena seseorang lagi datang keruangannya. Kris.

“Awh!” rintih Jessica yang didorong Chanyeol lumayan kuat. Chanyeol membersihkan bajunya yang sedikit kusut akibat ulah wanita gatal itu.

“Ada apa Kris?” ujar Chanyeol berusaha sebiasa mungkin, sesekali dia meniup poni rambutnya yang kurang rapi itu.

Kris menaikkan sebelah alisnya, pandangannya menatap kearah Jessica. “Sedang apa kau disini?”

Jessica tersenyum, senyum palsu. Dia berhambur kearah Kris, ditariknya lengan baju Kris. “Ani chagi, aku hanya memberikan beberapa berkas pada Chanyeol. Iya kan?” tanya Jessica sambil mengerlingkan mata genitnya itu.

Chanyeol memutar bola matanya asal, dia sudah lelah dengan kepura – puraan Jessica saat ini. “Ya, dia hanya memberikanku berkas. Jangan salah paham Kris”

Pernyataan yang dibuat Chanyeol justru membuat Jessica menajamkan pandangannya kearah Chanyeol.

“Oh, baiklah.. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Mr. Smith dia ingin segera bertemu denganmu katanya ada project baru”

“Baiklah, temui aku besok” ujar Chanyeol meraih jas dan mengenakannya tak lupa tas kerja dan kunci mobil. Dia melewati Kris dan Jessica, dan berbalik lagi. “Terimakasih informasinya, Kris!”

Chanyeol pun berlalu pergi, sedangkan Jessica dan Kris masih mematung disana. Perasaan Kris berubah, dia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Jessica.

“Ada hubungan apa antara kau dan Chanyeol?”

Jessica menautkan alisnya, “Ya tentu saja rekan kerja chagi.. Tenanglah aku mencintaimu dan tak akan pernah terlintas dibenakku untuk meninggalkanmu” ucap Jessica menarik Kris kedalam pelukannya. “Kau percaya padaku, kan?”

Kris mengangguk pelan, Jessica tersenyum smirk. “Dasar lelaki bodoh!” ucapnya dalam hati.

Mommy, kurasa ini bukan jalan kerumah” ujar Nicole sambil menatap aneh kejalanan. Aku mengusap pelan rambut coklat Nicole. Aku hanya tersenyum.

Sesampainya disana mata Nicole berbinar – binar, dia tersenyum lebar. Ditariknya lenganku, “Mommy, ini rumah aunty kan?”

Aku mengangguk dan melempar senyum, aku langkahkan kakiku ke arah pintu kecoklatan itu. Kuketuk pintu rumah dan terlihat sosok wanita jangkung yang membukakan pintu untukku. Tak lupa senyum merekah di bibirnya.

“Yoona-ya?” tanyanya sambil berhambur memelukku. Aku membalas pelukannya erat, jujur saja aku merindukannya.

Nicole berhambur memeluk Sooyoung, tantenya. “Aunty!!”. Sooyoung membalas pelukan erat Nicole, “Hai sayang.. Apa kabarmu?” tanya Sooyoung sambil mencubit pipi Nicole pelan.

I’m fine aunty, where’s Yoogeun?”

Satu hal yang selalu Nicole tanyakan apabila mengunjungi rumah tantenya, Yoogeun. Yoogeun merupakan anak pertama dari Sooyoung dan Joonmyeon, suaminya.

“Yoogeun ada dikamarnya, masuk saja sayang! Ayo Yoong, masuk!” ajak Sooyoung mempersilahkan masuk kedua tamu istimewanya itu.

Langsung saja Nicole berlarian kekamar Yoogeun, Sooyoung dan Yoona kini duduk di sofa ruang tamu. Sooyoung menatapku dalam, “Ada apa Yoong?” seolah mengerti Sooyoung bertanya. Aku tergugup, “Tidak ada apa-apa unnie..

Sooyoung semakin menajamkan pandangannya kearahku, “Kau tak pernah bisa membohongiku Yoong. Ayolah.. bukankah aku kakakmu?”

Inilah yang kusuka dari sosok Sooyoung, sosok kakak yang pengertian sosok kakak yang sayang terhadapku meskipun sesungguhnya dia adalah kakak dari Park Chanyeol, suamiku. Mataku semakin berkaca – kaca, aku menatap keatap berusaha menyembunyikan air mata ini.

“Kau menangis? Ada apa? Apa yang Chanyeol lakukan terhadapmu? Jawab Yoong!” desak Sooyoung membuatku tak dapat membendung air mataku lagi. Aku memeluknya erat, aku menangis dibahunya. Sooyoung hanya menepuk pelan pundakku.

“Tenang Yoong.. tenang”

Aku melepas pelukanku dan menyeka air mataku pelan, untung saja Nicole berada didalam kamar bersama Yoogeun jika saja dia melihat aku seperti ini ah.. entahlah aku tak dapat membayangkannya.

“Chanyeol.. dia memperkerjakan Jessica menjadi sekretaris pribadinya unnie.. Apa salah jika aku cemburu?” tanyaku terhadap Sooyoung. Bisa kulihat berubahnya raut muka Sooyoung yang semula tenang menjadi penuh amarah.

“Jessica? Mantan kekasihnya itu?”

Aku hanya mengangguk lemah dan memainkan jari jariku. “Kurang ajar dia! Berani beraninya menyakiti hati adik perempuanku!” ujarnya sambil meraih ponsel. Aku meraih lengan Sooyoung, “Unnie, kumohon jangan memarahi Chanyeol! Kumohon”

Sooyoung mematikan ponselnya, dia menghembuskan nafas panjang. “Aku benci dia menyakitimu Yoong! Meskipun dia adik kandungku jika dia salah aku akan tetap menyalahkannya”

Aku menunduk lemah tak berani menatap manik amarah Sooyoung. Sooyoung memelukku sekali lagi, “Kau sabar ya.. Kupastikan Chanyeol hanya akan mencintaimu. Aku berjanji”

Aku membalas erat pelukannya, “Gomawo unnie-ya!

Sooyoung memegang pundakku, dan mengelus manja rambutku. “Jaga calon keponakan ku yang kedua ini ya?” ucapnya beralih mengelus pelan perutku. Aku tersenyum sumringah, “Pasti unnie!”

Nicole keluar dari kamar bersamaan dengan Yoogeun. “Mommy, ayo kita pulang! Aku lupa belum mengerjakan tugas sekolah!” rengek Nicole.

“Baiklah.. Unnie­, aku pamit dahulu ne?”

Sooyoung mengantarkanku sampai ambang pintu, “Ne, hati – hati dijalan Yoong”

Aku mengangguk dan menaiki taksi, “Annyeong Yoougeun-ah! Annyeong Unnie-ya!”

Kubuka pintu rumah dengan tergesa – gesa, kulihat di parkiran mobil Chanyeol sudah terparkir rapi. “Apa dia sudah pulang? Tumben sekali” ujarku dalam hati.

Lenganku masih setia menggenggam erat lengan putriku, Nicole. Kali ini Nicole yang membukakan pintu rumah.

“Daddy!” ucap Nicole berlari dan memeluk Chanyeol aku yang melihatnya hanya tersenyum. Chanyeol pun menciumi kedua pipi dan bibir Nicole, “Kau dari mana saja? Ayah menunggumu!”

Nicole menunjuk kearahku, “Aku diajak mommy kerumah aunty dad..

Chanyeol menatap kearahku, aku hanya memutar bola mataku kesal. “Baiklah.. Ini sudah malam.. sebaiknya kau mengerjakan tugas dan tidur, mengerti?” ucap Chanyeol mengelus kepala Nicole.

Nicole mengangguk dan memasuki kamarnya, “Goodnight Daddy, Goodnight Mommy!”

“Night baby!” ujarku dan Chanyeol berbarengan. Setelah kejadian itu, Chanyeol menatap kearahku aku tak menggubrisnya. Aku berjalan melewatinya namun sial lengannya menggenggam erat lenganku.

“Kau masih marah Yoong?”

Aku tersenyum smirk, “Pertanyaan bodoh! Tentu saja! Lepaskan lenganku!” ujarku menepis kasar lengan Chanyeol. Pada saat Chanyeol mengikutiku kearah kamar aku berbalik, “Dan kau! Untuk hari ini tidur di sofa! Aku ingin sendirian”

BLAM!

Suara pintu yang dibanting Yoona cukup membuatku ketakutan untuk melanjutkan mengikutinya. “Ini semua ulah Jessica!” ucapku mengacak rambut frustasi.

Aku mengeluarkan ponsel dari saku kemejaku dan kulihat 4 pesan yang belum ku baca. Lantas saja aku membukanya.

“Jika kau menyakiti Yoona kupastikan untuk kedepannya kau tidak akan tenang Chanyeol!”

Satu kalimat panjang itu mampu membuatku bergidik ngeri, bagaimana tidak noona ku yang satu itu memang kejam. Waktu itu saja pada saat aku membuat Yoona menangis dia langsung memukulku dengan sapu. Noona yang kejam bukan?

Aku menguap dan merentangkan otot – ototku, dan mulai tertidur diatas sofa yang cukup empuk itu. Untung ada jas, setidaknya aku tidak kedinginan.

CKREK!

Aku membuka pelan pintu kamar dengan hati – hati, takut membangunkan Chanyeol. Aku mengendap – endap dan mendekat kearah sofa. Betapa kejamnya aku membiarkan suamiku tertidur dengan posisi yang tidak enak itu.

Badannya yang cukup panjang lantas saja tidak cukup jika dia hanya tertidur disofa kecil itu, kulihat dia menyelimuti dirinya hanya dengan jas dan itu pun hanya bagian kaki saja. Aku membungkam mulutku sendiri, bagaimana pun dia tetap suamiku.

Aku mendekatinya, dan mencoba membangunkannya. “Chanyeol-ah! Ireona!”

Chanyeol mendesah pelan, “Hmmm.. ada apa Yoong?” ucapnya mengucek matanya asal. “Apa kau ingin sesuatu?” tanyanya lagi.

Aku tak berbicara sepatah kata pun, aku terdiam dan hanya menggeleng pelan. “Maaf..” hanya satu kata itu yang terlontar di bibirku. Chanyeol mengernyit heran, “Kau kenapa?” ucapnya menaikkan kepalaku.

“Mengapa kau menangis?”

Aku menggeleng lagi, “Maaf.. seharusnya aku membiarkanmu tidur dikamar. Badanmu pasti kesakitan, kan?”

Chanyeol tersenyum, “Tidak.. ini tidak seberapa dengan luka yang kutorehkan tadi. Maaf Yoong aku sama sekali tak bermaksud seperti itu. Aku memperkerjakannya hanya sebagai ucapan terimakasih ku kepada Kris karena telah memberikan projectnya yang cukup besar untukku”

Mendengar penjelasan Chanyeol air mataku semakin tak terbendung lagi. Aku menangis sesenggukan, “Se.. seharusnya hiks.. aku tidak seegois ini.. hiks.. maafkan aku”

Pelukan ini yang mampu menenangkanku, dia memelukku erat dan mencium puncak kepalaku. “Gwenchanayo Yoong.. Pertengkaran dalam rumah tangga itu wajar”

Aku mengangguk dan menarik lengan Chanyeol, “Ayo kita tidur! Tapi kali ini aku ingin kau peluk” ujarku manja lagi. Chanyeol menggendongku ala bridesmaid, “Baiklah Tuan Puteri.. Akan kupeluk sampai kau tak bisa bernafas” candanya yang membuatku memukul lengannya pelan.

Keesokan harinya~

Nicole sudah siap dengan seragamnya, dia keluar kamar namun dia terheran – heran. “Dimana mommy dan daddy?”

Tak biasanya Yoona dan Chanyeol masih tertidur, maka dari itu Nicole sedikit kebingungan. “Apa aku bangun terlalu pagi?”

Nicole berjalan kelantai dasar, dimana kamar ibu dan ayahnya berada. “Sebaiknya kulihat saja siapa tahu memang mereka belum terbangun”

Yoona masih terjaga dalam tidurnya, sebenarnya aku sudah terbangun sedari tadi namun entah mengapa badan ini tak mau sesenti pun menjauh dari Yoona. Kubelai rambutnya pelan, dan membuatnya sedikit terbangun.

“Eungh.. jam berapa sekarang?” tanyanya masih berada dalam pelukanku. Aku menoleh kearah jam, “Jam enam chagiya..”

Yoona kembali tertidur, namun sepersekian detik kemudian dia terbangun. “MWO? JAM ENAM? DAN KAU TAK MEMBANGUNKANKU?”

Nicole membuka knop pintu pelan, dia terperangah ketika melihat ibu dan ayahnya yang sedang perang bantal. Nicole terkekeh pelan, “Mommy daddy!  Kalian seperti anak kecil saja!”

Aku dan Yoona terdiam seketika ketika melihat Nicole sedang menonton adegan perang bantal itu. Lantas saja Yoona mendorong tubuhku, “Mandi cepat masuk kamar mandi! Kau harus bekerja” ujarnya cerewet.

Aku mengelak manja, “Morning kiss…” ucapku menunjuk bibir. Yoona memelototkan matanya, “Park Chanyeol! Disini ada Nicole! Ayo cepat masuk kamar mandi!”

Dengan malas kulangkahkan kakiku kearah kamar mandi, sebelum sampai disana Nicole mengkritikku. “Daddy mesum ih!”

DADDY!!!  AYOLAH CEPAT AKU TERLAMBAT LAGI!!!”

Nicole ngambek, dia menghentakkan kakinya berkali – kali kelantai. Dia mengerucutkan bibirnya kedepan. Langsung saja Chanyeol buru – buru berlari kearah Nicole. Aku mengikuti langkah Chanyeol.

Kulihat Nicole yang sedang memasang wajah ngambeknya, bukan takut melainkan aku menjadi gemas sendiri. Nicole sangat lucu.

“Kau marah pada mommy, Nicole?” ucapku memeluk Nicole. Chanyeol ikut mensejajarkan badannya denganku, dan menggoda Nicole “Kau marah pada Daddy?”

Nicole tak menggubris pertanyaan kami berdua dia langsung saja menaiki mobil tanpa mengucapkan salam kepadaku. Aku terkekeh lagi, “Ini semua gara – gara kau!” ucapku sambil merapihkan dasi Chanyeol.

Chanyeol ikut terkekeh, “Dia lucu sama persis sepertimu jika sedang marah.. sama – sama mempoutkan bibir”

Aku memukul pelan lengannya, “Ya! Kau ini!”

TIN!

Suara klakson mobil membuatku dan Chanyeol terkaget – kaget, Nicole berteriak, “Daddy ppaliwaaaa!

Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup aku mendengar Nicole berbicara bahasa Korea meskipun tidak begitu fasih dan masih agak terdengar asing tapi itu adalah hal yang sangat lucu.

“Baiklah aku berangkat dulu ne? Bye!” ucap Chanyeol mencium puncak kepalaku dan tak lupa perutku.

CHU~

Dia mencium bibirku dan melambaikan tangannya, “Hati – hati sayang! I love you!” ujarnya memasuki mobil dan melaju cepat. Aku terdiam dan tersenyum, “Love you too Chanyeol-ah!” ucapku memegang bibirku yang masih sedikit basah.

Jessica berjalan ke ruangan Chanyeol, dia masuk ke ruangan itu tanpa permisi. “Rupanya dia belum tiba”

Jessica mendekat ke meja kerja Chanyeol, dia meraih sesuatu diatas itu. Dia tersenyum smirk kearah figura itu. Dimana foto Chanyeol, Yoona dan anaknya Nicole sedang tersenyum bersamaan kearah lensa.

Dia mengelus pelan kearah foto Nicole, “Kenneth Nicole Brodsky.. anak yang lucu”

Tiba – tiba pintu terbuka, lantas saja Jessica meletakkan figura itu ke tempatnya. “Sedang apa kau disini?”

Jessica tersenyum manis kearahku, “Menunggumu..”

“Untuk apa? Tidak lelah kau terus menggangguku? Kau sudah mempunyai Kris, begitupun aku! Cukup Jess, kumohon”

Jessica tersenyum lagi, kali ini dia mendekat ke arahku dan duduk di meja kerjaku. “Jika aku hanya ingin kau, bagaimana?”

Aku tertawa sekilas, “Itu tidak mungkin Jess, aku tak mencintaimu”

“Baiklah.. kita lihat saja nanti sayang..” ujar Jessica berjalan keluar ruanganku. Aku hanya membuang nafas kasar.

Jessica tersenyum penuh harap ketika seorang anak perempuan semakin mendekat kearahnya, “Nicole?”

Yang ditanya mengernyit heran, “Who are you?”. Jessica tersenyum manis, “I’m Jessica, nice to meet you deer”

Nicole membalas jabatan wanita asing di hadapannya itu, “Aunty teman dekat ayahmu, Chanyeol”

Nicole hanya memasang wajah lugu, dia masih agak bingung. “Mau aunty antarkan pulang?” ucap Jessica mengajak Nicole. Nicole awalnya menolak namun pada saat Jessica menawarkannya sebuah coklat Nicole menurutinya.

Aku bersiap untuk menjemput Nicole ke sekolahnya, ketika aku sampai disana suasana sekolah sudah sepi. Tempat biasanya Nicole menungguku pun dia tak ada disana.

Aku memasuki sekolah dan mendatangi kelasnya, semoga Nicole masih berada disana. Namun sayang, ruangan kelasnya pun sudah sepi.

Aku mengernyit heran, aku meraih ponsel dan mulai menelepon Chanyeol. Pada nada ketiga, suara di seberang sudah menjawab. “Chanyeol-ah, apa Nicole bersamamu?”

“Aniya, bukankah kau yang seharusnya menjemput?”

Aku mulai panik, kuremas ujung dressku. “Disekolah.. Nicole tak ada.. ottokhae?” suaraku berubah menjadi parau.

“Tenang Yoong, aku akan segera kesana” ucap Chanyeol sebelum menutup sambungan teleponnya.

Aku melihat sosok Baekhyun, lelaki yang sering Nicole bicarakan itu. Meskipun aku tak yakin karena melihatnya didalam foto aku memberanikan diri mendekatinya. “Maaf, apa kau Baekhyun?”

Anak lelaki itu mengangguk, “Apa kau melihat Nicole? Aku ibunya”

Lelaki bernama Baekhyun itu menyipitkan matanya, “Tadi aku melihat Nicole dijemput seorang perempuan”

“Benarkah? Apa kau mengenalinya?”

Baekhyun menggelengkan kepalanya, “Tidak, karena kukira dia ibunya”

Suara derap langkah terdengar, aku menoleh ke belakang lantas saja aku melambaikan tanganku. “Chanyeol-ah! Kemari”

“Bagaimana Yoong? Nicole dimana?”

Aku menggeleng lemah, “Aku tak tahu, tapi Baekhyun melihat Nicole dijemput seseorang” suaraku semakin melemah.

Chanyeol membelalakkan matanya, dan bertanya pada Baekhyun. “Benarkah? Seperti apa ciri – cirinya?”

Baekhyun mulai berfikir, “Kalau tidak salah.. rambutnya berwarna blonde dia juga tinggi dan wajahnya seperti seorang bule”

Aku dan Chanyeol saling bertatapan, “Jessica!!!”

Lantas saja aku berlarian kearah mobil bersama Chanyeol, aku mencoba menelepon nomer telepon Jessica namun sayang tidak aktif membuatku membanting handphone frustasi. “Jessica!!” geramku

Chanyeol memegang lenganku, “Tenang Yoong, aku yakin dia tak akan menyakiti Nicole”

“Bisa kau jamin hah? Dia membenciku Chanyeol! Dia sedang bersama Nicole anakku!” ucapku sedikit menyentak.

“Bagaimana jika kita kerumah? Siapa tahu dia sudah berada disana” ucap Chanyeol memberi usul aku hanya mengangguk cepat dan meremas ujung dressku, lagi.

Lengan Chanyeol mengusap pelan lenganku, mencoba memberiku ketenangan ku tatap dirinya dia tersenyum.

Aku mengernyit heran, mengapa ada mobil terparkir didepan rumahku. “Chanyeol-ah, itu mobil siapa?”

Chanyeol menaik turunkan bahunya, “Entahlah aku tak tahu Yoong”

Lantas saja aku membuka pintu mobil dan berlari ke dalam rumah, betapa kagetnya aku ketika melihat sosok wanita yang sangat kubenci sedang menggenggam erat lengan anakku. Dia tersenyum kearahku.

Tak lama kemudian Chanyeol mengikuti jejakku, dia tak kalah kagetnya dariku. “Kau?”

Jessica tersenyum manis, “Hai, apa kabar Chanyeol? Apa kabar Yoona?”

Nicole berlarian kearahku, pandanganku masih tertuju ke arah Jessica. Aku tak sudi melihat Nicole akrab dengannya. “Mommy, aunty itu baik! Dia membelikanku coklat, coklat kesukaanku!”

Aku tersenyum kearah Nicole dan mendekat kearah Jessica, Chanyeol menggendong Nicole. “Kau.. bagaimana bisa kau..” ucapku berbisik hampir tak bersuara.

Jessica memelukku erat, dia berbisik di telingaku. “Ini belum seberapa Yoona, kau serahkan suamimu atau.. aku akan membunuh gadis kecil itu”

Aku membelalakkan mataku dan menatap kearah dua orang yang merupakan sumber semangat dan sumber kebahagiaanku. Nicole tersenyum sedangkan Chanyeol terheran – heran.

“Asal kau tahu.. Chanyeol hanya milikku seutuhnya Yoona.. Kau tak berhak merebutnya dariku” ucapnya berbisik lagi.

“Dahulu kau boleh merebutnya tapi sekarang aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.. Jadi kau pilih yang mana, hm?”

Aku tertohok, mukaku memucat ketika Jessica memeluk sambil menyodorkan pisau dibelakang punggungku. “Kau pilih yang mana sayang?”

Aku hanya mampu menelan salivaku pelan. “Aku memilih…”

*TBC*

Advertisements

3 thoughts on “[Freelance] Hurt (Chapter Two)

  1. Ceritanya mengharukan :’)

    Kasian banget yoona,jahat banget tuh jessica 😦

    Loh? Sequel taeyeon nya kok gaada? Pasti seru tuh,apalagi baekyeon 😉

    Fighting 😉

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s