Confession From The Heart – Drabble

cf

Confession From The Heart || Written by Vi || Starring SNSD Sunny | EXO-M Luhan || Rated for Teen || Fluff, Romance || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by anime , manga, other ff, japanese drama, and my imagination. Sorry for bad fanfic and story.

*****

“Lebih baik kau nyatakan perasaanmu saja, Soonkyu-ya.” Suara nyaring itu terdengar di telinga gadis yang bernama Soonkyu itu. Rupanya suara itu adalah suara Tiffany Hwang yang merupakan sahabatnya.

“Jangan hanya menatapi fotonya saja, kejar dia !” usul Tiffany yang sukses membuat wajah Soonkyu memerah malu. Ia tak menyangka Tiffany akan mengatakan kata-kata itu dengan lantang, nyaris saja rahasianya terbocorkan andai saja Tiffany menyebutkan siapa ‘dia’ yang dimaksud itu.

“Tidak mau. Aku tak memiliki keberanian,” tolak Soonkyu terhadap ide Tiffany.

Tiffany menghela nafas pelan dengan penuh rasa kecewa. Padahal kan niatannya adalah membantu ‘love-life’ sahabatnya yang tak pernah memiliki kemajuan ini. Ia ingin sahabatnya maju dan menyatakan perasaannya pada si ‘dia’ yang berwajah imut dan tampan serta memiliki kemampuan dance, menyanyi, sekaligus bermain sepak bola yang baik itu.

“Ayolah, aku hanya ingin membantu love-lifemu,” bujuk Tiffany. Soonkyu tak tahan mendengar bujukan Tiffany yang makin membuatnya ingin menyatakan perasaannya pada si ‘dia’.

“Luhan tak akan menerimaku !” kata Soonkyu kesal. Ia memang tak percaya diri bahwa gadis yang tak populer sepertinya akan diterima oleh si lelaki  imut tersebut.

“Luhan pasti memilih Im YoonA atau Kim Taeyeon yang populer dan cantik itu , Tiffany-ah. Aku hanya tak mau menimbulkan luka di hatiku,” lanjut Soonkyu. Jujur saja, hati Soonkyu sakit mengingat banyaknya saingannya untuk cinta Luhan, tapi bagaimanapun juga hubungannya dengan Luhan adalah hubungan yang tak ada kemajuannya sedikitpun, hanya dirinya yang terus memperhatikan Luhan –tampaknya–.

“Cobalah dulu sebelum menyerah !”

Tiffany mengepalkan kedua tangannya dan memandang Soonkyu intens. Ia tak mau sahabatnya terus berdiam diri tanpa melakukan sedikitpun gerakan untuk meraih cinta Luhan, ia ingin hubungan Luhan-Soonkyu berkembang, setidaknya mereka bisa menjadi teman begitu.

“Sudahlah,” kata Soonkyu lemah sambil mendorong Tiffany lemah. Tiffany tetap pada pendiriannya, iapun berusaha mencari Luhan dengan kedua matanya, ia menemukan sosok lelaki itu di lapangan. Tiffany pun menarik Soonkyu sekuat tenaga sehingga Soonkyu tak bisa menolak, Soonkyu dibawa kearah Luhan yang kebetulan baru selesai berlatih untuk game sepak bola minggu depan.

“Kyaa !” jerit Soonkyu saat ia didorong ke depan Luhan. Rasa malu dan tidak percaya diri bercampur menjadi satu di hati Soonkyu.

“Soonkyu-ssi ?” tanya Luhan yang sukses mengagetkan Soonkyu. Soonkyu mendongakkan kepalanya yang tadi menunduk malu untuk melihat Luhan, ia tak menyangka Luhan masih mengingat namanya, padahal sudah 2 tahun berlalu semenjak mereka benar-benar berinteraksi dulu.

“L-Luhan, i-itu ada yang mau kukatakan,” kata Soonkyu malu-malu sambil memainkan jarinya. Luhan memandang Soonkyu dengan tatapan yang seolah menyiratkan ‘aku siap mendengar perkataanmu’.

“Aku, aku.. Aku sangat mencintaimu. Aku sudah mencintaimu sejak 2 tahun yang lalu. Aku tahu bahwa ini aneh tapi aku sungguh-sungguh jatuh cinta padamu,” ungkap Soonkyu. Ia ingin mengucapkan kata-kata romantis untuk pernyataan perasaannya namun ia tak memiliki waktu untuk berpikir, maka itu ia merasa bahwa dengan kata-kata yang berasal dari hatinya sudah cukup untuk Luhan.

Luhan dan Soonkyu terdiam. Sesaat kemudian, Luhan tertawa dan mengusap rambut Soonkyu.

“Jangan malu begitu, aku suka kok gadis seperti Soonkyu, aku tahu Soonkyu selalu memperhatikanku karena aku juga memperhatikan Soonkyu. Aku juga mencintai Soonkyu,” jawab Luhan. Soonkyu sangat terkejut, bagaimana tidak ? Luhan juga suka padanya ?

“Sungguh ?” tanya Soonkyu. Luhan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

“Aku senang sekali karena akhirnya Soonkyu menyatakan perasaannya padaku, aku ingin mengungkapkan perasaanku pada Soonkyu tapi aku malu dan tak berani. Aku juga senang mendengar pernyataan Soonkyu yang berasal dari hati Soonkyu, rasanya benar-benar sederhana namun memiliki perasaan cinta di pernyataan itu,” kata Luhan ceria. Soonkyu tersenyum malu dan memeluk Luhan.

“Jadi kita bisa berpacaran sekarang ?” tanya Soonkyu.

“Hmm, begitulah. Kita sudah tahu perasaan masing-masing kan ?” kata Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya. Soonkyu mengangguk, kini keduanya memiliki ekspresi bahagia di wajah mereka karena berhasil mendapatkan orang yang dicintainya.

END

Mian gaje, drabble singkat , pls komen ya !

11 thoughts on “Confession From The Heart – Drabble

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s