Beautiful Husband [Part 3]

Beautiful-Husband

Beautiful Husband

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Byun Baekhyun [EXO K] – Kim Taeyeon [SNSD]

Ficlet series | Teen | Romance – Family – Marriage Life

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation.

Baekhyun baru saja mau berteriak marah – pada dirinya sendiri dan nyaris mau menangis, jika saja Taeyeon tidak membuka pintu apartemen mereka secara tiba – tiba dan masuk tanpa memandangnya sama sekali. Oh, padahal waktu baru saja berlalu satu setengah jam ketika Taeyeon bilang dia akan pergi, dan… dia kembali?

“Tae—“ Baekhyun bangkit dari sofa ruang tamu – yang menjadi tempat pendespresiannya tadi – dan mencoba menegur istrinya yang masih dingin padanya itu. “Taeyeon, ak—“

“Jangan sentuh – sentuh aku!” seru Taeyeon kasar ketika tangan Baekhyun hendak menyentuh bahunya. Matanya melirik sadis pada Baekhyun dan mendecih jijik. “Aku tidak mau disentuh oleh orang aneh sepertimu!” gumamnya sinis lalu pergi ke kamar mereka – meninggalkan Baekhyun yang terpaku dengan sikapnya.

“Y—ya… Byun Taeyeon!” Baekhyun berlari kecil menghampiri pintu kamar mereka dan mencoba membukanya… dan oh – Baekhyun menelan ludahnya tanpa sadar – Taeyeon mengunci pintunya dari dalam?

Dia mencoba membukanya, dan…

…nihil. Pintu terkunci.

Oh tidaaak!

Baekhyun segera menggedor – gedor pintu bercatkan warna putih gading itu. “Taeyeon! Byun Taeyeon! Buka pintunya!” Dia mengetuk dengan sangat cepat – dan juga dengan sedikit takut. Oh tolonglah, Baekhyun tidak pernah sekalipun menghabiskan malam tanpa tidur di atas kasur. Tidur di sofa itu hanya akan membuat badannya pegal dan bentuk tubuhnya tidak akan proporsional lagi. Badannya terlalu bagus untuk tidur di atas sofa.

“Taeyeon! Buka pintunya! Aku mau masuk!”

Baekhyun gregetan. “Buka, Taeyeon! Buka!” serunya hampir menangis.

Dia tidak mungkin tidur di atas sofa tanpa bantal atau selimut kan?

Tidak tidak, dia harus tertutup selimut agar nyamuk – nyamuk nakal tidak menggigit kulit halusnya itu yang selalu di spa setiap tiga minggu sekali itu. Dia tidak mau kulitnya itu bentol – bentol, dan eww… pasti akan sangat gatal dan jika dia tanpa sadar menggaruknya, akan membuat kuku – kuku cantiknya – yang kemarin baru saja diolesi kuteks peach – akan rusak. Oh tidak…

“Taeyeon! Taeyeon!” Baekhyun sudah menjerit lebay akhirnya. Matanya berkaca – kaca bagaikan anak anjing yang tidak pernah diberi makan oleh sang induk. “A—aku tidak mau tidur di luar… Aku mau di kamar… Hiks, Taeyeon! Kumohon! Jebal!” katanya dengan nada terisak.

Oh Baekhyun, kau berlebihan sekali. Sungguh.

“Taeyeon… Please~”

Oh! Lihat! Air matanya jatuh!

KLEKK

Pintu terbuka dan tampak Taeyeon di hadapannya dengan wajah dingin. Matanya menatap Baekhyun malas – apalagi ketika dia melihat mata berkaca – kaca milik Baekhyun itu – “Masuk!” perintahnya sambil mengedikkan kepala ke dalam kamar.

Hiks hiks,” Baekhyun mengelap air matanya yang jatuh tadi dan terisak beberapa kali. “Gogomawo…” gumamnya pelan lalu melangkah masuk dengan bibir mengerucut sedih.

Taeyeon hanya mengaduk serealnya dengan malas. Di hadapannya, Baekhyun – sambi meliriknya sesekali – melahap serealnya itu dengan gaya manis. “Makan sarapanmu, Taeyeon” kata Baekhyun pada akhirnya. Cukupkanlah sudah keheningan yang selalu tercipta itu. Mereka ini suami istri, ‘kan?

“Tidak lapar” jawab Taeyeon pendek.

Baekhyun melirik Taeyeon sambil menggigit bibir bawahnya, “Tapi nanti kau akan sakit kalau tidak makan,…”

“Bukan urusanmu.” balas Taeyeon dengan pedasnya. Gadis itu segera meneguk susunya hingga habis lalu meletakkannya di meja dengan bunyi keras – membuat Baekhyun memekik karena terkejut. “Aku sudah selesai”

“E—eh? Sele—“ Belum selesai Baekhyun menanggapi, Taeyeon sudah berdiri meninggalkannya – seperti biasa. Dan dia dapat mengira Taeyeon pergi ke ruang TV, karena sesaat, bunyi acara musik Korea terdengar.

Baekhyun langsung menyelesaikan sarapannya dengan cepat, mencuci piring – piring kotor – dia terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti ini – dan menyusul Taeyeon disana. Rasanya bersyukur ketika melihat gadis berambut cokelat caramel itu memang sedang menonton televisi. Tanpa ragu – ragu, Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sebelah Taeyeon dan tersenyum padanya ketika Taeyeon menoleh.

Taeyeon cuek tapinya. Gadis itu tetap memfokuskan pandangannya pada boyband EXO yang sedang tampil di acara musik itu. Namun beberapa saat kemudian pandangannya berubah, karena acara televisinya tiba – tiba berganti menjadi acara Autumn Paris Catwalk, yang biasanya ditonton oleh Eommanya itu.

Taeyeon menoleh pada Baekhyun dengan cepat dan dongkol ketika melihat remote yang berada dalam genggaman suaminya itu. Dan oh, lihat wajah Baekhyun yang terlihat sumringah menonton fashion show itu. “Baekhyun! Ganti acaranya!” seru Taeyeon dengan pandangan sadis.

“Tidak usah. Ini saja. Lebih bagus daripada musik yang menggelegar seperti tadi, membuatku tuli” sahut Baekhyun tanpa menatap Taeyeon. Matanya tetap berfokus pada baju – baju berwarna cokelat muda maupun tua yang dipamerkan oleh model – model disana. Taeyeon mendengus kesal, sekonyong – konyong gadis itu langsung berdiri dan menutup diri kamar. Baekhyun terlalu menjengkelkan.

Namun bukannya merasa bersalah seperti biasa, Baekhyun malah semakin melebarkan senyumnya dengan riang. Ini harinya, pikirnya. Dengan leluasa dia menonton acara itu hingga habis – tanpa mempedulikan Taeyeon sama sekali!

Malam itu terasa sangat sepi. Taeyeon dan Baekhyun sama – sama berdiam diri. Taeyeon yang masih ogah untuk berbicara dengan Baekhyun, dan Baekhyun yang mengunci mulut – takut salah berkata apa – apa. Kedua manusia itu hanya duduk di sofa sambil sibuk – atau berpura – pura sibuk? – pada kegiatan masing – masing. Taeyeon yang memainkan ponselnya, dan Baekhyun yang err… sedang bercermin.

TING TONG

Sesaat, mereka terdiam mendengar bunyi bel pintu apartemennya itu. Hey, sekarang ini jam 9 malam dan siapa yang hendak bertamu semalam ini? Mereka membatu seketika. Lalu menoleh secara perlahan pada lawan bicara, “Si—siapa?” lirik Baekhyun takut – takut. Oh dia penakut sekali!

“Mana aku tau. Buka pintunya sana…” suruh Taeyeon sambil mengendikkan kepalanya ke arah pintu. Dan dalam sepersekian detik, Baekhyun sudah menggeleng kuat – kuat.

“Tidak! Aku tidak mau!”

TING TONG

“Mungkin saja itu hantu!” katanya dengan gemetar. “K—kau saja…” Baekhyun langsung mengambil bantal dan meringkuk sambil menyembunyikan wajahnya di balik bantal. Sungguh penakut!

Taeyeon memutar matanya malas, “Baekhyun…”

“Tae, kumohon… Aku takut. Sungguh!” ujarnya sambil mengacungkan kedua jarinya – tetap dengan menyembunyikan wajah di balik bantal sofa.

TING TONG

“Kita buka pintu sama – sama, bagaimana?” cetus Taeyeon. Err, jujur, dia juga sedikit takut. Ini sudah terlalu larut untuk berkunjung ke rumah seseorang. Dan memang mungkin saja itu penjahat – atau hantu, seperti perkataan Baekhyun.

TING TONG

Baekhyun menyingkirkan bantalnya sedikit, melirik Taeyeon tak yakin. “Sama – sama?”

“Hm!” Taeyeon mengangguk. Tangannya terjulur menarik tangan Baekhyun dan bersama – sama jalan ke arah pintu apartemen.

TING TONG

“Auranya menyeramkan sekali.. Lebih baik biarkan saja” ujar Baekhyun bergidik ngeri. Menurutnya, semakin mereka mendekat ke arah pintu itu, dia merasakan firasat buruk. Buruk sekali.

“Taeyeon, ayolah…” Baekhyun mulai menarik – narik ujung kaos Taeyeon. Meminta gadis itu untuk berhenti menyeretnya. Namun tampaknya Taeyeon tak menghiraukannya.

TING TONG

“Lihat di intercomnya, Baek” suruh Taeyeon ketika keduanya persis berada di depan pintu. Sembari dia memasang siaga 1. Oh, sebenarnya mereka lebay sekali seperti ini.

Baekhyun menurut. Lelaki itu segera menekan tombol merah di sana dan,…

“BAEKHYUUUN!!! LAMA SEKALI BUKA PINTUNYA! CEPAT! EOMMA SUDAH CAPEK BERDIRI DI SINI!!! CEPATLAH, ANAK NAKAAAL!!!”

“AAAAA!! FIRASATKU BENAR!!!!!”

Dan dia ngacir ke dalam.

Eommanim?” Kening Taeyeon berkerut ketika sosok ibu mertua berada di hadapannya. Dengan banyak bawaan tentunya. Dan Taeyeon yakin semuanya itu adalah bahan makanan. “Eommanim kenapa malam – malam kesini?” tanyanya tak mengerti.

Nyonya Byun – aka ibu mertua – tersenyum. Beliau menghempaskan tubuh ke sofa – persis seperti tingkahnya Baekhyun, dan menghela nafas puas. “Di rumah, Abeojimu itu sedang pergi ke London. Makanya aku datang kesini… Lumayan ngejenguk pengantin baru” kekeh Nyonya Byun.

Taeyeon menggeleng kecil. Tingkahnya persis sekali dengan Baekhyun seperti itu. Ngomong – ngomong soal Baekhyun, dimana dia sekarang?
“Oh! Taeyeon, dimana anakku itu? Tadi aku hanya melihat wajah cantiknya saja di intercom dan lalu dia mematikannya secara tiba – tiba. Ada apa dengan dia?” Nyonya Byun bertanya sambil mengitari seluruh ruangan dengan pandangannya.

Taeyeon mengangkat bahu, “Mungkin di kamar, Eommanim. Coba di cek saja”

Nyonya Byun mengangguk setuju. Keduanya langsung melangkah menuju kamar Taeyeon dan Baekhyun lalu masuk ke dalam. Dan abrakadabra,…

… Tampak Baekhyun yang sedang menyembunyikan diri dalam selimut tebal itu.

“Baekhyunnie!”

ANIYO EOMMA! AKU HANYA BELUM SIAP! JANGAN MARAH PADAKU HARI INI DULU!!!” jeritnya tidak jelas. Lelaki itu tetap saja meringkuk dalam selimut tanpa mempedulikan tatapan aneh dari Nyonya Byun dan tatapan geli dari sang istri.

“Maksud—“

“AKU MOHOON!! SUATU SAAT AKU PASTI AKAN MELAKUKANNYA! TAPI JANGAN SEKARAANG!!!”

“Melakukan apa maksudmu?”

Baekhyun menyingkapkan selimutnya sedikit, “Malam pertama…” bisiknya dengan wajah polos. Sedetik kemudian, dia kembali menarik selimut – guna menutupi seluruh tubuhnya lagi.

Ya! BAEKHYUNNIE!”

Rupanya Nyonya  Byun teringat kembali. Err, Baekhyun menyesal meningatkan hal itu lagi.

Malam ini sepertinya akan terasa berbeda bagi pasangan pengantin baru itu. Oh bukan, bukan karena Baekhyun yang mendadak gentleman atau lainnya, hanya saja untuk malam ini, karena paksaan dari sang ibu mertua, Baekhyun dan Taeyeon akhirnya tidur dengan kondisi berpelukan. Oh lucu sekali…

Semua itu bermula ketika Baekhyun – secara tak sengaja – memperingatkan ibunya tentang kejadian ‘malam pertama gagal’ itu dan ibunya segera heboh tak karuan. Setelah mengomeli Baekhyun habis – habisan, Nyonya Byun memaksa Baekhyun dan Taeyeon tidur secara berpelukan. Oh.. berpelukan tanpa lepas hingga bangun nanti.

Sebenarnya bisa saja mereka melepaskan pelukan ‘gila’ itu, tapi merinding juga ketika mendengar ancaman dari Nyonya Byun tadi, ‘Kalian tak tau? Eomma sudah menaruh CCTV di kamar ini’.

Wow, CCTV… Bagus sekali.

Dan jujur saja, Taeyeon sama sekali tak bisa mengedipkan matanya ketika dada Baekhyun – yang sebenarnya bidang – itu berhadapan dengan wajahnya. Nafasnya memburu menghirup aroma parfum peach yang digunakan Baekhyun. Dan… err.. dia merasakan wajahnya memanas. Dia tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria – apalagi tidur secara berpelukan seperti ini.

Begitu pula dengan Baekhyun, lelaki feminim itu sama sekali tak bisa terlelap. Jantungnya sibuk berdetak kencang sekarang. Ibunya memang terlalu hebat sampai membuatnya gila malam ini. Jarak tubuhnya dengan Taeyeon sangatlah dekat. Dekat sekali…

“Taeyeon—“ Suaranya terdengar berbisik ketika menyebutkan nama istrinya itu.

Nde?” Taeyeon menjawab dengan suara pelan. Wajahnya sedikit mendongak menatap Baekhyun – menyebabkan dagunya sedikit menusuk dada Baekhyun. Dag dig dug~ jantung Baekhyun konser lagi.

Lelaki itu menelan ludah ketika matanya bertemu dengan mata Taeyeon dalam jarak yang cukup dekat. Entah kenapa dia baru menyadari kalau Taeyeon sangatlah cantik. Sungguh, istrinya ini cantik dan wajahnya terlihat polos sekali sekarang ini. Argh, kenapa dia baru menyadarinya sekarang? Baekhyun bodoh!

“Kenapa, Baekhyun?” Suara lembut Taeyeon terdengar, menggelitik telinganya. Begitu pula dengan nafas Taeyeon yang membuat lehernya geli. Gadis itu tidak sedang menggodanya, tapi entah mengapa dia merasa begitu terdesak.

“Jangan marah padaku lagi ya…” Baekhyun menundukkan kepalanya – membuat jarak wajah mereka menipis. “Aku tidak mau pernikahan kita penuh dengan pertengkaran. Walaupun memang aku menyebalkan dan memalukan untukmu, aku tidak mau kau marah. Aku merasa…”

“… takut kalau kau mendiamkanku terus.”

Yang secara tersirat dapat diartikan, ‘Aku seperti kehilangan dirimu ketika kau marah

Dalam penerangan yang redup pada malam ini, Taeyeon bersyukur karena Baekhyun tak dapat melihat wajahnya yang memanas. Dia sudah sering diberi kata – kata manis oleh para mantannya dulu, tapi saat Baekhyun mengucapkan permohonan maafnya sekarang, Taeyeon merasa kupu – kupu dalam perutnya berterbangan keluar.

“Aku menyesal membuatmu marah… Mianhae

Dan Taeyeon segera mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Gadis itu memejamkan matanya sembari memeluk lelaki itu erat. “Aku yang minta maaf. Aku terlalu egois—“

“Aku yang salah.. Jangan meminta maaf” Suara Baekhyun terdengar lembut dan tulus. Halus tutur katanya membuat Taeyeon seperti melayang di udara. Lelaki feminim yang merupakan suaminya itu memang tidak segagah lelaki lain, tapi Taeyeon senang dengan sifatnya yang sangat manis.

Mata mereka kembali bertemu seiring Taeyeon mengucapkan kata, “Aku memaafkanmu. Tapi maafkan aku juga ya?”

Baekhyun mengangguk, “Dan jangan pernah marah seperti itu padaku lagi ya. Aku sungguh tidak bisa kau mendiamkanku seperti itu.”

Taeyeon tersenyum kemudian mengangguk lagi.

Yaksok?”

Yaksok…”

Malam itu terasa indah ketika bibir Baekhyun secara berani mengecup pelan dahi istrinya. Untuk pertama kalinya. Dan Taeyeon menikmati kecupan singkat yang tulus dari Baekhyun itu. Lelaki ini sangat istimewa…

END?

Note:

Annyeong~

Wkwk, aku gak tau napa malah buat cerita yang kayak gini. Aduh malu >< Karena ada yang minta adegan romantis, aku sisipin di akhir adegan part 3,.. wkwkk… romantis gak?❤

Dan part ini udah agak aku panjangin karena kemarin telat ngeposting. Harusnya kan 3 hari sekali, tapi malah telat sehari… jadi ya.. aku panjangin dikit  xD

Semoga memuaskan ya part ini. Walaupun menurutku ini part paling absurd-___-

Your comment is my fav! Bye bye~ muach~ :*

118 thoughts on “Beautiful Husband [Part 3]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s