2nd Worst Date – Sequel of Worst Date

2nd Worst Date || Written by Vi || Starring SNSD Yuri | EXO-M Kris || Rated for Teen || Fluff, Romance || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by Magic Kaito Episode 2 anime and one of Detective Conan scene, but I did modification.

*****

Sesuai rekomendasian Chanyeol untuk kesekian kalinya. Yuri dan Kris pergi berkencan pada hari libur Yuri hari ini. Kali ini Yuri mengajak Kris ke taman bermain yang bagi Kris kelihatannya seru karena ia ingin sesekali menaiki roller coaster , ia memang jarang sekali ke taman bermain.

“Tumben kau mengajakku kemari, Yul ?” kata Kris senang. Yuri mengangguk malu. Hubungannya dengan Kris memang mendekat setelah kejadian beberapa minggu yang lalu tetapi ia ingin memperdekat hubungannya lagi dengan Kris , setidaknya kali ini ia dapat berpelukan dengan kekasihnya ini.

Setelah membeli tiket taman bermain, Yuri berusaha mencari tempat rekomendasian Chanyeol. Rumah hantu.

Kris melihat tempat yang gelap di depannya itu dengan dahi berkerut, heran saja mengapa Yuri mau mencoba tempat yang seperti ini.

“Kau berani ?” tanya Kris.

Yuri tersenyum dan mengangguk, Kemudian keduanya pun mulai berjalan memasuki rumah hantu dan Yuri yang sebenarnya tidak tertarik sama sekali dengan yang seperti ini hanya bisa terdiam, ia merasa kebosanan. Namun, ia ingat tujuan utamanya membawa Kris kencan kemari , yaitu untuk ‘berpelukan’.

Yuri menoleh kearah Kris dengan semburat merah diwajahnya kemudian berteriak dan memeluk Kris. Kris menghela nafas pelan dan berkata, “ini kan hanya bohongan.”

Melihat ekspresi Kris yang mengesalkan itu , Yuri hanya bisa mencibir dan melepas pelukannya pada Kris. Baginya, Kris tak memiliki sisi romantis sama sekali.

“Huh !” geram Yuri dalam hati. Iapun berjalan cepat meninggalkan Kris di belakang. Melihat tingkah aneh Yuri, Kris pun mengejarnya.

“Ada apa ?” tanya Kris.

“Kau benar-benar tak bisa membaca isi hatiku. Kekasih macam apa kau ?” ejek Yuri kesal. Kris berusaha bersabar mendengar kata-kata tajam yang dikeluarkan Yuri, sungguh-sungguh menyesakkan mendengar ejekan dari kekasih yang dicintainya itu.

“Tenanglah, Yul. Jelaskan padaku apa masalahnya dulu,” kata Kris sambil memegang kedua tangan Yuri. Yuri berhenti mengomel dan melihat tangannya dan tangan Kris, wajahnya memerah malu, tak menyangka mereka berdua akan berhasil berpegangan tangan.

“P-pikirkan saja masalahnya sendiri,” kata Yuri cuek sambil membuang muka. Kris benar-benar tak punya ide mengenai sikap Yuri sekarang. Ia memutuskan untuk mengajak Yuri ke ferris wheel agar setidaknya , gadis itu bersemangat lagi setelah melihat indahnya lautan yang terbentang di dekat taman bermain itu.

“Kita naik ferris wheel yuk,” ajak Kris sambil menggandeng lengan Yuri yang kecil. Gadis itu menggigit bibirnya gugup, ia ingin menolak ajakan itu namun tak bisa karena Kris dan dirinya sudah berada di dalam ferris wheel.

“K-Kris, kau yakin disini akan aman-aman saja ?” tanya Yuri. Kris tersenyum dan mengusap rambut Yuri, iapun menganggukkan kepalanya mantap.

“Pasti,” jawabnya.

Ferris wheel mulai bergerak, Kris dan Yuri mulai bergerak keatas. Kris memandang lautan dengan wajah senang sedangkan Yuri memandang dengan tubuh bergetar ketakutan.

“Berapa lama lagi kita akan turun ?” tanya Yuri. Kris berkata, “masih ada beberapa putaran lagi, ada apa ?” tanya Kris.

“Aku takut ketinggian,” kata Yuri berbisik. Mengetahui kerakutan Yuri, Kris terkejut dan merasa bersalah. Iapun melihat Yuri yang bergetar ketakutan dan memegang bahunya.

“Akan kulindungi kok, aku akan menjagamu sampai kita turun,” ungkap Kris. Pernyataan romantis dari Kris berhasil membuat Yuri merasa gugup. Ia tersenyum lebar dan berkata,” terima kasih, Kris.”

Kris menganggukkan kepalanya lalu terus tersenyum pada Yuri.

Sampai akhirnya ferris wheel sudah berhenti berputar, Yuri dan Kris turun lalu keduanya turun dari ferris wheel. Yuri menghela nafas lega, ia bebas dari tempat tinggi.

“Begitu saja takut,” ejek Kris. Yuri yang mendengar kalimat tersebut dari Kris hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal.

“Uggh, seperti aku mau mendapatkan phobia ketinggian saja.”

“Benar-benar kencan yang buruk,” kata Kris. Yuri menolehkan kepalanya pada Kris dengan tatapan bingung, kan dirinya yang takut tapi mengapa malah Kris yang mengomel.

“Karena aku harus kerepotan menjagamu saat aku bisa melihat pemandangan laut,” lanjut Kris sambil membuang muka dan melipat tangannya.

“Huuh, masih marah soal itu ?” kata Yuri sambil mendengus kesal.

Kris terkekeh kecil dan berbalik kearah Yuri lalu memeluknya. “Aku memang kerepotan dan tidak menikmatinya namun aku senang karena setidaknya aku bisa benar-benar menjagamu disaat kau membutuhkannya,” kata Kris.

“K-Kris ?”

“Ini memang kencan yang tidak enak bagiku namun .. Aku senang karena aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan.. Pelukanmu, Kris,” batin Yuri sambil tersenyum.

END

Mian gaje, pls komen ya !

12 thoughts on “2nd Worst Date – Sequel of Worst Date

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s