[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 3)

i-will-got-you-im-yoona_kim-sooki_melurmutia.cafeposter (1)

Title : I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 3)

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : School-Life, Romance, Angst

Main Cast :

Oh Sehun | Im Yoona

Other Cast :

Tiffany Hwang | Seohyun | Hyoyeon | Kwon Yuri | Park Chanyeol | Choi Sooyoung

Artworker :

Melur mutia (cafeposterart.wordpress.com/)

A/N : Hai, sebelumnya aku mau bilang aku sangat menerima kritik saran karena itu sangat membangun sekali gomawo ^^ .Oke daripada ngeces, happy reading!!  Kamsanida ~

“Ahjumma aku berangkat dulu ne,” ucap Yoona dari kejauhan. Ia segera berlari menuju halte busway, tanpa disadari sebuah mobil sport hitam mendekatinya. “Kau menungguku?” .

Yoona terperajat, “Aniyo, aku berangkat menggunakan bus.” . Sehun mengangguk, “Daripada kau kehabisan uang nanti lebih baik kau berangkat bersamaku,” . Yoona berpikir, “Benar bukan?”

‘Benar juga,’ pikirnya.

“Baiklah Sehun-ah…”

 

Shinyoung High School..

 

“Gomawo, Sehun-ah.” Yoona membungkuk sebagai tanda terima kasihnya. Sehun hanya tersenyum simpul.

“Sehun-ah !” panggil seseorang. Sehun dan Yoona menoleh seketika, “Jessica? Ada apa?” . “Sekarang aku akan menjadi teman sebangkumu, Chanyeol ke Amerika karena festival musik. Jadi tidak apa-apa bukan menghampiri teman sebangkunya?” .

Sehun hanya tersenyum simpul. Yoona yang merasa tersendiri mulai berjalan memasuki kelas. Sehun dan Jessica masih sibuk berbincang.

Yoona berjalan lurus kedepan, hingga rambutnya menutupi sebagian wajahnya. Ia takut jika fans Sehun akan mencibirnya kembali. Ia tahu apa yang ia lakukan salah, makanya ia menghindar. Jika ada Sooyoung ia ingin memeluk Sooyoung sekuat tenaga.

“Hei Im Yoona, kau tidak malu bercentil ria di depan Sehun?” . Benar dugaannya cibiran itu mulai datang. Yoona menatap kedepan, Twinkle The Gang, Tiffany, Yuri, Seohyun, Hyoyeon menghampirinya dengan angkuh.

“Maaf aku tidak ada urusan dengan kalian,” ucap Yoona agar sedikit sopan. “Jaim sekali, cishh.” Maki Seohyun.

Yoona tidak peduli. Ia harus sampai di kelas, kalau bisa ia ingin berteleportasi agar semua mata tidak menatapnya.

“Haish, bagaimana bisa aku hidup tenang jika semua orang seperti itu?” keluhnya. “Tenang Yoona-ya, kau harus sedingin es seperti dulu. Dimana kamu yang sedingin es?” ceramahnya pada diri sendiri.

-&-

Yoona termangu sendiri, duduk dibangku taman dekat pohon maple sekolahnya. Gadis itu memikirkan keadaan sahabatnya yang berada di nun jauh sana. Sampai akhirnya getaran ponselnya membuatnya tersadar dari lamunannya.

2 pesak masuk..

From    : 0888333xxx

To        : Im Yoona

Dimana kau sejak tadi? Aku menunggu untuk makan siang bersama. Akhirnya aku makan bersama dengan Jessica. Jadi, dimana kau sekarang?

Baru saja gadis itu akan membalas tetapi sebuah panggilan masuk dari nomor tersebut menelfon, “Yoboseyo?” .

“Yoona-ah, kenapa kau tidak membalas smsku huh?” omel seseorang dari seberang. “Nuguseyo?” tanya Yoona bingung . “Aku adalah calon namjachingumu, haha” tawanya. Yoona terdiam mendengar candaan orang itu, gadis itu masih usaha menebak-nebak siapa orang itu.

“Aku Oh Sehun, paboya” . Yoona terperajat, “Mwo? Bagaimana kau bisa mendapatkan nomorku?” . Sehun tertawa renyah, “Rahasia,” .

BIP .

“Namja aneh !” omelnya

Sambungan telfonnya terputus seketika. Yoona mendengus kesal, bagaimana bisa laki-laki itu mendapatkan nomornya dengan mudah?

-&-

Yoona berjalan lurus kedepan dengan cepat, ia harus segera memasuki kelas. Harus. Ia mulai merasa banyak sepasang mata mengawasinya, ia tahu ini mungkin masalah Sehun. Namja aneh yang gila itu.

“Hai, Yoona” sapa seseorang. Yoona mengadahkan wajahnya yang sedari tadi menunduk. “Kau? Bukankah kau Jessica?” Yoona bertanya balik. Gadis itu hanya mengangguk pelan.

“Bisakah kita menjadi teman?” tanya Jessica dengan sedikit tersenyum ketus.

Yoona merasa ragu lalu ia hanya mengangguk pelan dan berlalu pergi. Ia sudah tidak tahan melihat ekspresi semua orang yang menatapnya sekarang.

Jessica berdecak kesal, “Sombong sekali, lihat nanti Yoona-ah. Apa kau betah disini bersamaku.” guman Jessica.

“Jes, apa yang kau lakukan dengan gadis centil itu?” tanya Yuri dengan 3 teman lainnya. Jessica menatap mereka serius, “Berteman..” .

Yuri, Seohyun, Hyoyeon, Tiffany seketika melongo. “Kau berteman dengannya?” jawab mereka serempak.

“Berteman hanya untuk mengalahkan, dia belum tahu rasanya bermain dengan seorang Jessica Jung,” tutur Jessica tajam. Mereka bertiga saling memandang dan mengangguk, mereka tahu maksud dari kalimat Jessica.

Jessica bukan gadis sembarangan disini, dia adalah anak seorang penyumbang dana terbesar di sekolahnya. Jadi, ia begitu dihargai oleh guru maupun temannya. Dia tidak akan mudah melepaskan sesuatu yang ia inginkan. Seperti sekarang, ia menginginkan Oh Sehun. Walaupun ia harus melawan gadis dingin dan pintar itu sekalipun.

-&-

Yoona menghela napas berat, hari ini memang sangat melelahkan untuknya. Ia harus mengerjakan soal Olimpiade Matematika yang diberikan Hayoung saem. Ia harus menguras otaknya untuk mengerjakan soal itu sebanyak 100 butir. Ini benar-benar gila.

Ia lebih gila lagi, tanpa sepengatahuannya Hayoung saem mendaftarkannya untuk Olimpiade Matematik seluruh Korea Selatan di Pulau Jeju. Sungguh berat rasanya.

Yoona berjalan dengan lesu tanpa memperhatikan jalan didepannya. Sesekali gadis diceramahi atas kecerobohannya berjalan, “Hei ! Hati-hati dong” . Yoona tidak peduli, ia hanya ingin berjalan terus entah sampai mana.

“Hei, apa yang terjadi padamu?” seseorang memegang pundak Yoona. Yoona segera menatap sang pemilik tangan itu. “Sehun? Sejak kapan kau disini?” Yoona bertanya balik.

“Sejak dari tadi, aku mengikutimu yang berjalan dengan tidak benar.” Kekeh Sehun. Yoona menatapnya bingung, “Kau mengikutiku? Kau stalker huh?” jawab Yoona tajam. Sehun seketika bungkam, “Mian, aku memang sangat suka penasaran apa yang kau lakukan Yoona-ah,” tutur Sehun dengan tersenyum.

“Ck, dasar. Kau tidak pulang?” Yoona bertanya dengan berjalan. Sehun segera mengikuti langkah Yoona dan menyamakannya. “Tidak, aku menunggumu untuk pulang bersama.”

“Mwo?”

Sehun berkacak pinggang, “Ck, dasar lemot ! Kajja kita pulang,” potong Sehun langsung menarik Yoona untuk berjalan menuju mobil Sehun yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Yoona hanya menurutinya, ia merasa aneh, biasanya ia akan menolaknya. Tetapi sekarang? Ia dengan sukarela ikut ajakan laki-laki itu.

Yoona memasuki mobil Sehun, Sehun tersenyum dan menstater gas mobilnya.

TOK..TOKK

Kaca mobil Sehun diketuk seseorang, segera Yoona membukanya. “Annyeong, Sehun-ah. Hari ini mobilku rusak. Apa aku bisa pulan bersamamu?” tanya Jessica. Sehun menatap Yoona lalu menatap Jessica, “Tentu saja. Dengan senang hati” .

Jessica membuka mobil Sehun bagian depan, “E-Ehm, Yoona-ah, bisakah kau bertukar tempat duduk denganku? Aku tidak bisa jika duduk dibelakang,” ucap Jessica memohon. “Gwechana, Jessica-ah” ucap Yoona langsung pindah ke bangku belakang.

“Jadi dimana rumahmu Jessica?” tanya Sehun . “Dekat dengan Yoona, bukankah itu bagus? Jadi aku selalu berangkat denganmu, kekek~” kekeh Jessica.

Sehun tertawa melihat tingkah Jessica. Yoona yang melihat itu hanya terdiam, ia rasa hatinya mulai panas dan gerah berada di dalam mobil Sehun terus menerus.

Yoona mengeluarkan ponsel dan earphonenya, ia segera memutar playlist favoritnya, “Semoga lebih baik,” .

-&-

“Gomawo Sehun-ah. Kau baik sekali, apakah bisa selama 2 hari ini aku selalu berangkat dan pulang bersamamu?” tanya Jessica sebelum keluar dari mobil Sehun. Sehun tampak memikirkan yang ditawarkan Jessica.

“Kau bisa naik bus,” ucap Yoona spontan. Seketika Jessica dan Sehun menatap Yoona bingung.

Yoona menjadi salah tingkah, “Mian Jessica-ah aku hanya spontan.” Ucapnya polos. Jessica mengangguk dan tersenyum, “Gwechana, tetapi aku tidak bisa naik bus. Jadi bagaimana Sehun-ah?” tanya Jessica sekali lagi.

Sehun mengangguk, “Baiklah, tidak ada salahnya untuk mencoba mengenalmu bukan?” goda Sehun. Jessica merona merah dan segera berlari menuju rumah.

Yoona yang menatapnya hanya kesal, “Sehun-ah, aku pulang dulu. Gomawoyo~” . Sehun tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Yoona memandang mobil Sehun  yang mulai menjauh. “Tumben dia tidak mengeluarkan aksi gilanya,” tutur Yoona.

“Hari ini rasanya panas sekali. Tetapi lebih panas melihat mereka,” jengkel Yoona. ‘Wait?! Aku marah melihat mereka berdua? Tidak, tidak, kau tidak ada rasa dengannya Yoona-ah’ pikirnya. Yoona memukul kepalanya pelan.

BIP..BIP..

Ponselnya bergetar, gadis itu segera merogoh isi tas sekolahnya. Ada panggilan masuk ternyata.

“Yoboseyo?”

“……”

“Sooyoungie? Nado bogoshippo !” teriak Yoona senang.

“……”

“Apa? Aku tidak ada hubungan dengan namja itu, sooyoungie. Tenang saja, aku tidak akan bersamanya. Kau tau?”

“….”

“Jangan bilang kau mengirim sebuah mata-mata,” tebak Yoona.

“…”

“Aigo, ne. Cepatlah pulang. Jangan lupa hadiah untukku ne !” ucap Yoona senang.

BIP..

Panggilan terputus, Yoona tersenyum senang. Untunglah sahabatnya yang 1 ini masih peduli dengannya. Jadi ia tidak terlalu merasa kesepian lagi.

-&-

Hembusan angin yang cukup kencang membuat keseimbangan gadis ini menjadi goyah jika berjalan. Sesekali ia menatap jam tangan yang menempel ditangannya. Jam 6.50. Masih ada waktu 10 menit agar segera sampai sekolahnya.

Gadis ini sebenarnya sudah sampai sedari tadi, hanya saja ia menjadi malas sekolah tiba-tiba mengingat Sehun. Apa pikirannya sekarang hanya seorang Oh Sehun?

“Hah.. Menyebalkan!” omel Yoona seraya mengacak-acak rambutnya gemas. “Rambut indah jangan dirusak, Yoona-ah,” komentar seseorang. Gadis itu tau pasti yang dihadapannya saat ini adalah laki-laki yang selalu menganggunya dan selalu ada dimana pun ia berada.

“Sudahlah Sehun. Kenapa kau disini?” tanya Yoona tanpa menatap orang yang mengajaknya berbicara. “Kau sekarang sudah hafal dengan suaraku Yoona-ah? Hebat sekali, jangan-jangan kau pengagumku,” canda Sehun.

Yoona berdecak kesal, “Kau terlalu percaya diri, Sehun-ah” . Sehun mengacak pelan rambut Yoona, “Jangan marah begitu, aku hanya bercanda. Kau lucu sekali Yoona-ah.”

Blush..

Yoona rasa pipinya memanas, ia tahu wajahnya akan bewarna merah sekarang. Ia menarik nafas panjang agar ia tidak menjadi gugup berhadapan dengan Sehun. Sehun yang melihat tingkah Yoona seger melihat perbedaan air muka gadis itu. “Wajahmu merah, aigo. Kau gugup Yoona-ah?” goda Sehun.

“Aniyo.”

“Haha, kau jangan menutupi wajahmu. Lihat, semakin memerah ! keke~”

“Aku tidak gugup, Sehun-ah !”

“Lalu? Kau malu kupuji seperti itu?”

“T-tidak !”

“Kau bohong denganku~”

“Cishh, kau menyebalkan” omel Yoona berlari cepat menuju kelasnya. Sehun menatapnya dari kejauhan, “Kau memang menarik, aku sampai tidak ingin melepaskanmu~” .

-&-

Yoona masih dapat merasakan bagaimana gugupnya dia berada disamping Sehun , apalagi dipuji laki-laki itu. Membuatnya semakin gila. Yoona rasa mungkin ke kantin akan membuatnya sedikit rileks dari frustasinya karena Sehun.

“Hei Yoona-ah ! “ panggil seseorang. Yoona menengok sebentar, Twinkle The Gang. Datang menghampirinya lagi, “Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya Seohyun ketus. Yoona menatapnya bingung, “Apakah aku begitu? Ada perlu apa kalian?”

“Hanya memastikan bahwa kau jauh dari pangeran kami,” tutur Hyoyeon. “Tidak, bukan hanya jauh. Kau juga harus lenyap dari hidup pangeran kami,” sindir Yuri. Yoona menatap mereka bingung, “Apa maksud kalian?” .

“Dasar bodoh, sok polos. Lebih baik kau lenyap gadis centil.” Tutur Seohyun dengan memegang rambut Yoona. Tiffany mendekati Yoona.

“Karena kau tidak pantas untuknya,” ucapnya sarkatis dengan menyenggol bahu Yoona dan berlalu pergi dengan temannya yang lain.

Yoona hanya menggeleng cepat dan menghela napas, mungkin ia harus mengecek isi lokernya saja. Mungkin saja ada barang yang hilang. Daripada harus memikirkan perkataan mereka.

Yoona memasukkan kunci lokernya menuju lubang lokernya, “CKLEK,” lokernya terbuka. Yoona terkejut melihat isi lokernya penuh dengan surat kaleng , mungkin sekitar 50-an kertas berisi hinaan untuknya.

“Jangan dekat-dekat Sehun kami!”

“Gadis centil!”

“Gadis aneh!”

“Perebut ! Dasar penggoda!”

“Tidak punya malu”

“KAU LEBIH BAIK MATI!!”

Tulisan terakhir yang ia baca membuatnya kaget, ia tidak tahu jika fans Sehun hingga seperti ini. Tiba-tiba sebuah tangan memungutnya, Yoona menatap orang itu.

“Jessica?” . Jessica hanya tersenyum menatap Yoona. “Akan kubuang surat fans Sehun. Kau tidak keberatan bukan?” Yoona menggeleng cepat.

Yoona seger memeluk Jessica. “Kau baik sekali Jessica-ah,” . “Tentu saja,” ucapnya dengan tersenyum licik.

Yoona tidak sadar jika 4 pasang mata mengawasi mereka. Jessica hanya memberi ancungan jempol untuk mereka.

 

Ottokhe? Ottokhe? RCL please ^^ gomawo~

24 thoughts on “[Freelance] I Will Get You, Im Yoona! (Chapter 3)

  1. Huaa kasian liat yoonanya;( gara” gak ada sooyoung yoona nya jadi dibully gtu hikss. moga akhirnya sehun dtang buat bantuin yoona ne^^ hope so. next chap i’ll be wait!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s