[Freelance] Between Two Options (Chapter 5)

Chapter 6

Title : Between Two Options (Chapter 5)

Author : Selvy

Length : Chapter

Rating : PG 17

Genre : romance, family, comedi

Main Cast : Taeyeon

Sehun

Luhan

Kris

Other Cast : Lihat sendiri yah J

Author Note : Hai reader, nggak terasa udah chap 5. Aku juga mau minta maaf untuk ffku yang kemarin- kemarin, karena kebanyakan typonya. Soalnya sebelum update aku nggak pernah baca ulang karena sibuk UTS. Tapi tenang aja untuk chap ini aku udah usahain baca ulang kok. Selamat membaca, semoga kalian senang dengan karya- karyaku.

. . . . . . .

Sehun menutup pintu rumahnya karena hendak ke sekolah. ia berjalan menuju pintu gerbang dengan santai, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat taeyeon yang berjalan dihadapannya. Diam- diam ia mengikuti taeyeon, sehun selalu terpesona melihat senyuman manis taeyeon yang selalu terukir diwajahnya sepanjang perjalanan.

Sehun sudah tidak bisa menahan diri lagi, dan dengan tanpang dingin ia menghampiri taeyeon, “Oh kota seoul sangat indah” ucap taeyeon berbinar.

“Apakah kau baru menyadarinya?” Tanya sehun dingin walaupun hanya acting.

Taeyeon sangat senang melihat sehun, ia segera meraih tangan sehun, ““Sehun- ah . . . “

Kau tahu jantung sehun hampir saja keluar saat dipegang oleh taeyeon. Taeyeon memang sering melakukan hal itu padanya, tetapi tetap saja rasa gugup selalu melandanya setiap kali berdekatan dengan taeyeon.

“Mengapa kau selalu bersikap seperti ini padaku?” Tanya sehun tanpa melihat taeyeon. Di dalam hatinya ia menggerututi dirinya sendiri karena pertanyaan itu reflek keluar dari bibirnya.

Mungkin kalau dia mengatakan itu kepada yeoja lain pasti yeoja itu akan langsung tersinggung. Tetapi, yeoja itu adalah seorang taeyeon. Yang mungkin tidak pernah kenal dengan kata tersinggung. “Karena aku menyukaimu”

Mata sehun membulat mendengar jawaban santai dari taeyeon. Taeyeon mengucapkannya dengan sangat santai, biasanya kalau seorang yeoja menyukai seorang namja maka ia akan malu- malu. Tapi kenapa taeyeon tidak ? sepertinya semua sudah tahu jawabannya.

“Sehun- ssi kenapa kau berhenti ?” Tanya taeyeon tanpa dosa.

Sehun melotot kearah taeyeon, “Apakah kau mempermainkanku ?“ Tanya sehun geram dengan sikap taeyeon.

Taeyeon sedikit bingung, “Apa yang kau katakan ? aku sama sekali tidak mengerti”.

Sehun mendengus kesal, dia baru menyadari kalau yang ia hadapi adalah taeyeon, yeoja super duper aneh. Yang mungkin hanya satu di dunia #plak.

Sehun memegang daku taeyeon dan menatapnya dalam. Taeyeon agak kaget mendapat perlakuan seperti itu dari sehun, tetapi entah kenapa dia hanya diam.

“Aku ingin bertanya, apakah kau menyukaiku ?” Tanya sehun menatap taeyeon sendu.

Taeyeon tersenyum, ia meraih tangan sehun yang berada di dagunya. “Sehun- ssi aku menyukaimu” jawab taeyeon santai.

“Kau tahu aku sangat cemburu melihatmu bersama yoona, tapi untung saja . . .  “ mulut taeyeon kini telah dibungkam oleh bibir sehun.

Awalnya taeyeon keget tapi ia berusaha menikmatinya, ‘My first kiss’

Agak lama mereka dalam posisi tersebut (?) sehun perlahan melepas ciumannya, “Saranghae” ucap sehun lalu memeluk taeyeon erat.

 

. . . . . . . . .

“Taeyeon- ssi maaf hari ini kita tidak bisa makan bersama” ucap sunny merasa bersalah.

“Ia, kami dipanggil ke ruang osis untuk mengurus beberapa urusan” sambung tiffany.

Taeyeon tersenyum lembut, “Tidak apa- apa, aku bisa makan bersama yang yang lain. Dan jangan pernah memasang wajah itu dihadapanku, karena itu sangat merusak pemandangan” ucapnya seolah meremehkan sunny dan tiffany.

Kedua sahabatnya hanya terkekeh melihatnya, “Baik nyonya aku tidak akan memasang wajah ini lagi” canda sunny.

“Walaupun bagaimana ekspresiku aku tetap cantik” ucap tiffany membanggakan dirinya sendiri. taeyeon dan sunny hanya memandangnya dengan tatapan aneh.

Taeyeon memegang jidat tiffany, “Apakah kau sedang sakit ?” ucap taeyeon dengan ekspresi khawatir yang dibuat- buat.

“Ne aku sakit karena kelebihan kecantikan” tiffany mengibaskan rambutnya, taeyeon hanya terkekeh sementara sunny menatapnya kesal.

“sampai kapan kita akan terus bercanda. Kita akan dihukum mati oleh ketua osis kalau terlalambat sedikit saja” ucap sunny dengan ekspresi ngeri.

“Apakah ketua osis di sekolah ini sejahat itu?” Tanya taeyeon penasaran.

Tiffany dan sunny bangkit dari kursinya tanpa menghiraukan pertanyaan taeyeon, “Baiklah nanti saja  kami menjawab pertanyaanmu, by taeyeon” ucap tiffany seraya meninggalkan taeyeon.

Taeyeon merucutkan bibirnya kesal, “Sepertinya kau akan susah tidur karena penasaran” ucapnya pada dirinya sendiri. ia kemudian bangkit dari kursinya berniat untuk pergi ke kantin seorang diri, tetapi ia melihat yoona, yuri dan Jessica. Ia menghampiri mereka.

“Hai, bolehkah aku bergabung dengan kalian” Tanya taeyeon girang.

Yoona cs hanya mentapnya aneh, “Miss stupid kita datang lagi” ucap yoona meremehkan.

“Yoona- ssi kau sudah mempunyai panggilan sayang untukku? “ tanyeon tersipu malu, ia tesenyum imut kepada ketiga orang yang dia anggap teman.

“Ya tuhan mengapa kita sekarang seperti orang bodoh meladeni orang yang sudah tidak waras seperti dia” Ucap jessicsa dengan smirk diwajahnya.

Taeyeon hanya memperlihatkan ekspresi polosnya melihat mereka yang telah berjalan meninggalkannya. ‘sepertinya aku harus memeriksakan diriku ke dokter?’

“Sehun – ssi” teriak yoona begitu melihat sehun bersandar di depan pintu kelasnya. “Apakah kau menungguku ?” sambung yoona menghampiri sehun.

“Manisnya” yuri dan Jessica berpelukan imut melihat sehun dan yoona.

Taeyeon yang melihatnya langsung pergi ke bangkunya pura- pura membaca sambil menutup mukanya. Ia masih malu kalau mengingat kejadian yang dialaminya tadi pagi.

Sehun yang melihatnya langsung saja menghampiri taeyeon tanpa memperhatikan yoona yang sudah memberikan tatapan tajam padanya. Begitu juga dengan yuri dan Jessica yang matanya sudah hampir lompat saat melihat sehun menghampiri taeyeon.

Sehun tersenyum lembut pada taeyeon, “Taeyeon- ah, kajja kita makan siang bersama di kantin” sehun menarik tangan taeyeon.

Taeyeon agak bingung melihat tingkah sehun yang baru saja kemarin bersikap dingin sekarang sudah berubah 180 derajat. “Mengapa kau sangat aneh ?” Tanya taeyeon bingung.

Sehun hanya terkekeh melihat ekspresi bingung taeyeon yang menurutnya sangat cute. “Changi, kau sangat lucu”sehun mencubit pipi taeyeon gemas.

Taeyeon hanya biasa saja dipanggil changi oleh sehun, karena ia mengira itu hanya panggilan sayang dari sehun. Berbeda dengan yoona, yuri dan Jessica yang sangat kaget bercampur kesal terhadap taeyeon. Yah walaupun bukan taeyeon yang salah tetap saja taeyeon yang salah dimata mereka.

Sehun menarik tangan taeyeon melewati yoona cs. Taeyeon hanya pasrah saja mendapat perlakuan manis dari sehun, walaupun ia masih agak aneh.

“Sepertinya anak bodoh itu benar- benar mau bermain- main denganku” ucap yoona dengan smirk diwajahnya.

“Yoona sepertinya kita harus benar- benar memberinya pelajaran” tambah Jessica.

“Bagaimana kalau pulang sekolah saja” yuri melipat tangannya.

Yoona sedikit berfikir, lalu tersenyum penuh arti. “Ide bagus”

 

. . . . . . . . .

Kantin saat ini benar- benar sunyi, bukan karena sepi. Tetapi karena dua orang yang duduk diantara siswa- siswa yang menarik perhatian. Siapa lagi kalau bukan taeyeon dan sehun yang tengah asik menikmati kimbab pesanan mereka.

Para fangirl sehun sebenarnya merasa kesal terhadap taeyeon, tetapi mau bagaimana lagi, mereka juga tidak bisa menyakiti gadis sebaik dan sepolos taeyeon. Apalagi melihat sehun yang selalu tersenyum ketika bersama taeyeon, membuat mereka sadar betapa besar cinta sehun kepada taeyeon.

Sedangkan para namja yang menyukai taeyeon juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak mungkin marah pada sehun, karena itu sama saja dengan bunuh diri. Karena sehun adalah anak dari sahabat baik pemilik sekolah ini, dan anak pemilik sekolah SMent International high school tentu saja yoona.

Taeyeon menyantap makanannya dengan lahap, sepertinya ia benar- benar lapar. Sehun hanya memperhatikan taeyeon tanpa menyentuh makanan miliknya. “Sehun- ssi kenapa kau tidak makan ?” Tanya taeyeon.

Sehun tersenyum, “ Melihatmu makan saja membuatku sudah sangat senang”

“Wow keren sekali, jadi kau tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makan karena kau hanya perlu melihat orang yang sedang makan saja” jawab taeyeon yang hanya dibahas kekehan dari sehun.

Sehun mengelus kepala taeyeon lembut, dan sepertinya ini akan menjadi pekerjaan rutinnya mulai hari ini. Ia melihat bekas saos di bibir manis taeyeon, dan dengan sigap ia membersihkannya dengan tangannya sendiri.

Taeyeon tersenyum menatap sehun, “Sehun, mengapa kau tiba- tiba berubah?” Tanya teayeon penasaran.

Sehun hanya mengerutkan keningnya tanpa menjawab pertanyaan taeyeon, ‘tentu saja karena aku yeojachingumu” batin sehun kesal.

Yoona menatap mereka dari jauh dengan tatapan marah. Dia dan sehun sudah lama mengenal, tetapi sehun bahkan tidak pernah mempedulikan kehadirannya. Kenapa taeyeon yang baru saja ia kenal bisa sedekat itu padanya ?

“Yuri, Jessica aku sudah tidak tahan lagi melihat yeoja bodoh itu mengganggu sehun” geram yoona. “kita harus menyusun rencana dari sekarang untuk memberi pelajaran kepada dia” sambungnya.

Yoona menatap mereka sambil menggepalkan tangannya kuat. Bahkan yuri dan Jessica saja takut melihatnya, ‘Anak tikus tidak akan pernah menang melawan induk kucing kim taeyeon. Kau bisa saja aku habisi secepatnya jika aku mau’ dimata yoona kini hanya penuh dengan kebencian.

 

. . . . . . . .

Beijing, cina

Luhan menatap kosong jendela dihadapannya. Ia tersenyum dikala lamunannya menyentuh sebuah masa indah. Masa indah yang kini hanya kenangan yang tersisa. Air matanya jatuh membasahi wajah mulusnya. ‘Taeyeon aku sangat merindukanmu’

Flashback

“Baby . . . “ teriak taeyeon menghampiri luhan yang sedang asik berenang di kolam renang yang terletak di taman.

Luhan yang melihatnya langsung mengambil handuknya menutupi tubuhnya. “YA kim taeyeon, tidak bisakah kau bilang kalau mau datang ?” bentak luhan.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “YA Xi luhan, tidak bisakah kau berbicara dengan pelan” balas tayeon. Luhan hanya menghembuskan nafas kasar, seperti biasa ia yang harus mengalah pada taeyeon. Kalau tidak bisa terjadi perang dunia ke 3 hanya karena tangisannya.

Luhan menghampiri taeyeon, “My darling, maaf aku sudah membentakmu. Aku hanya kaget akan kedatanganmu yang tiba- tiba” luhan mengelus kepala taeyeon.

Taeyeon masih diam, sepertinya ia masih marah pada luhan. Luhan hanya pasrah dengan penyakit taeyeon yang mulai kambuh, “Baiklah kalau kau mau memaafkanku aku akan mengajakmu makan ice cream” ucap luhan setengah berbisik pada kalimat terakhirnya karena takut kedengaran sama eommanya.

Seperti biasa kalau sudah menyangkut masalah ice cream taeyeon pasti akan luluh. “Janji ?? “ taeyeon menaikkan jari kelingkingnya dan dibalas juga oleh luhan.

“Oya sepertinya tadi kau senang sekali memang ada apa ?” Tanya luhan.

Taeyeon yang mendengar pertanyaan luhan langsung memeluk luhan senang, “Kau tahu aku akan masuk SMA, dan itu berarti umurku akan segera 16 tahun. Aku sangat senang sekali” ucap taeyeon ditengah pelukannya dengan luhan.

Luhan hanya terdiam dan tersenyum miris dengan nasibnya sendiri, ‘Aku harap kau bisa mencintaiku sebesar kau mencintai oppamu. Tapi, bukan sebagai adik melainkan cinta dari seorang yeoja kepada seorang namja’

Taeyeon berhenti tersenyum, lalu melepas pelukannya dan menghadap kearah luhan, “Kenapa kau diam baby ?” Tanya taeyeon penasaran.

Luhan tersenyum usil, “Karena postur tubuhmu belum pantas menjadi anak SMA”  smirk muncul di wajah imut luhan.

Taeyeon yang sedikit lelet dalam berfikir cukup lama memikirkan kata- kata luhan. Dan setelah mengetahui maksud luhan mukanya mulai memerah, “YA XI LUHAN” taeyeon mengejar luhan yang sudah berlari duluan ke kamarnya. “MATI KAU LUHAN”

Flashback end

‘Dear kenapa kau sangat tega padaku? Apakah kau tidak tahu kalau aku sangat mencintaimu? Apakah kau benar- benar tidak mempunyai sedikit cintapun kepadaku ?’

Air mata luhan tak terbendung lagi, ‘Dulu air mataku sangatlah mahal untuk aku teteskan, tetapi kenapa air mata ini sangat murah padamu? Mengapa air mata ini tidak mau berhenti mengalir ketika mengingat mu?’

Luhan tidak menyadari bahwa nyonya seo memperhatikannya sejak tadi. Hatinya hancur melihat anak yang sangat ia sayangi menangis. Ia menghampiri luhan dan memeluk kepala luhan, “Luhan sayang, eomma tahu kau sangat mencintai taeyeon” nyonya seo mengelus kepala luhan lembut.

“Jujur eomma juga menganggap taeyeon sebagai anak eomma sendiri. dia sangat baik dan selalu membawa kebahagian untuk semua orang terdekatnya. Oemma juga sangat merindukan sosoknya.” Eomma luhan mecium puncak kepala anaknya.

“Kau bahkan tidak punya semangat hidup tanpanya, kau tidak mau sekolah, tidak mau mengangkat telpon dari taeyeon, bahkan kau jarang sekali makan” luhan memang tidak pernah mau mengangkat telpon taeyeon karena takut tidak bisa menahan rasa rindunya ketika mendengar suara taeyeon. Oemma luhan menatap mata luhan yang sudah memerah akibat menangis.

“Eomma tidak ingin kau seperti ini sayang” luhan masih diam seribu bahasa. “Baiklah eomma akan mengurus surat kepindahanmu ke seoul” ucap nyonya seo yang berhasil membuat mata luhan membulat lebar.

“Jinjja oemma?” luhan sangat berbinar. Matanya dipenuhi aura kehidupan, sangat berbanding terbalik dengan ekspresi yang ia tunjukkan tadi.

“Ne sayang, kau akan berangkat secepatnya. Tapi, kau harus menunggu sebentar sampai ayahmu kembali dari London” eomma luhan tersenyum manis melihat anaknya yang berbunga- bunga. ‘Taeyeon adalah kehidupanmu luhan’

“Gomawo eomma” luhan memeluk eommanya erat.

 

. . . . . . . .

Seoul, Korea Selatan

Taeyeon menuju toilet karena perutnya sudah sangat sakit sekarang. Sekolah sudah mulai sepi karena para siswa sudah pulang duluan. Sedangkan seperti biasa oppanya sedang sibuk kuliah, kalau kris juga sedang sibuk mengerus pendidikannya sendiri. jadi, terpaksa ia harus pulang sendiri nantinya.

“Sepertinya aku terlalu banyak makan kimbab” gerutu taeyeon memegang perutnya yang sakit.

Tayeon memasuki toilet wanita, tetapi baru saja didepan pintu ia sudah harus basah kuyup karena tersiram air dari atas pintu. “YAA”  teriak taeyeon setelah terkena tumpahan air itu.

Taeyeon berniat pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya yang basah. Tetapi, belum saja ia sempat berbalik taeyeon sudah di dorong masuk kedalam toilet. “Awww” ringisnya kesakitan ketika lututnya dengan sempurna terkena sudut bak air.

Pintu toilet tiba- tiba tertutup, taeyeon tentu saja sangat kaget. Dengan sekuat tenaga ia mengesot (?) ke pintu WC. “Tolong buka pintunya” teriak taeyeon menggedor- gedor pintunya.

“OPPAAAA” teriak taeyeon ketika lampu toilet juga mati, ia menangis ketakutan. Taeyeon tidak suka gelap.

Belum saja taeyeon selesai menangis ketakutan karena gelap, kini suara keributan seperti orang berkelahi memasuki pendengarannya. Reflex taeyeon sangat histeris, bayangan masa lalunya yang kelam kini memenuhi fikirannya.

“APPA OEMMA JANGAN BERCERAI” teriak taeyeon histeris seperti orang gila.

“OPPA AKU TIDAK SUKA KERIBUTAN” teiak taeyeon lagi

“OPPA JANGA TINGGALKAN AKU”

“OPPA . . .  “

Taeyeon sedang histeri ketakutan, sementara diluar toilet tiga orang yeoja tengah puas tertawa, “Dia sangat mengerikan, bagaimana mungkin dia berteriak seperti orang gila ?” ucap Jessica di tengah tawanya.

“Benar- benar yeoja bodoh” Sambung yuri.

“Ini baru permulaan kim taeyeon” Ucap yoona dengan smirk di wajahnya.

“Ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita” Ajak yoona yang langsung diikuti oleh dua orang temannya.

 

. . . . . . . . . .

Dari tadi perasaan siwon tidak enak, entah menapa ia sangat menghawatirkan adiknya saat ini. ‘Apa yang terjadi sebenarnya’ siwon beranjak dari tempat duduknya.

“Siwon- ssi kau mau kemana?” Tanya ryeowook ketika melihat siwon berdiri.

“Aku mempunyai firasat buruk tentang taeyeon, aku harus menjemputnya” siwon hendak pergi namun ditahan oleh changmin.

“Sebentar lagi kita akan semester, kalau kau tidak ikut kau bisa menunggu lebih lama lagi untuk meraih gelar sarjana.”

Siwon menimbang- nimbang pendapat changmin, tetapi sepertinya rasa khawatirnya jauh lebih besar, “Tapi, aku takut terjadi sesuatu pada taeyeon”

Ryeowook berdiri memegang bahu siwon, “Taeyeon sudah besar siwon, kau harus bisa membuatnya mandiri dan tidak bergantung padamu terus- menerus. Lagipula dia akan merasa bersalah jika tahu kau tidak ikut semester karena dia”

Siwon berfikir sejenak, benar juga apa yang dikatakan ryeowook. Taeyeon pasti akan kecewa dan marah kalau sampai dia tidak ikut ujian hanya untuk menjemputnya. “Dengan berat hati, baiklah”

. . . . . . . . .

Taeyeon masih histeris mendengar suara perkelahian itu. Tetapi ia mengingat sesuatu ‘Kau jangan pernah takut, oppa akan selalu ada untukmu, memelukmu disaat kau ketakutan. Dengarlah detak jantungku, rasakan dan yakinkan dirimu bahwa suara detak jantungku akan selalu menemanimu Kim Taeyeon’

Taeyeon mengingat perkataan oppanya, ia memegang kalungnya erat lalu mundur dari belakang pintu dan bersandar di bak air yang ada di toilet. Kini dia mulai bisa mengendalikan dirinya, ‘Oppa saranghae’ akhirnya taeyeon pingsan karena terlalu kelelahan.

Sehun tak henti- hentinya melihat jam tangannya, ia sedang menunggu seorang yeoja yang dari tadi tidak terlihat sama sekali, ‘teyeon- ssi kau dimana ?’

Sehun menatap seluruh sekolah karena kini memang dia bersembunyi di balik pohon, tentu saja karena ia ingin mengagetkan taeyeon. Tetapi ia malah melihat yoona dan teman- temannya tertawa lepas. ‘sepertinya ada yang aneh pada mereka. Mengapa baju mereka basah?’

“Ah mengapa aku jadi memerhatikan mereka, sekarang tugasku adalah menunggu yeojachinguku bukannya musuhku” ucap sehun kepada dirinya sendiri.

Sehun tiba- tiba ingin buang air kecil, ‘Mengapa aku harus buang air kecil ketika aku sedang mununggu taeyeon ?’ gerucunya dalam hati. Tetapi bagaimanapun juga dia tidak bisa menahannya lagi.

Sehun berjalan menuju Toilet pria, tetapi ia mendengar suara aneh. ‘siapa yang bertengkar siang- siang begini di sekolah’ sehun mengikuti asal suara itu.

“Mengapa tidak ada orang tapi ada suara ?” ucap sehun setelah sampai di Toilet wanita. Tiba- tiba ia melihat sebuah alat perekan suara terletak di dekat pintu. Dia mengambil alat perekam  suara itu, dan ternyata suara itu berasal dari situ. ‘Aneh sekali’

Sehun melihat lantai yang basah, lalu ia melihat pintu WC yang terkunci dari luar. Memang di pintu itu ada kuncinya yang sehun fikir lupa diambil oleh petugas penjaga sekolah.

Sehun ingin pergi dari tempat itu, tetapi entah menapa hatinya tertarik untuk membuka pintu toilet wanita itu. ‘Sehun apa yang kau lakukan ?’ sehun menggelengkan kepalanya menepis pikiran buruk di otaknya.

“Tetapi, tidak ada salahnya aku mencoba” sehun perlahan membuka pintu toilet itu. Dan matanya membulat lebar ketika melihat seseorang tertidur disana. Sehun tidak melihat jelas wajah orang tersebut yang ia tahu adalah dia adalah yeoja karena terlihat dari rambutnya yang panjang.

Sehun menyalakan lampu agar bisa melihat wajah yeoja itu. Dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang dihadapannya. Ia terpaku tidak bisa berkata apa- apa lagi, yeoja yang dicintainya kini tergeletak tidak berdaya dihadapannya.

“Taeyeon . . “ teriak sehun, lalu lari menghapiri taeyeon. “apa yang terjadi padamu ?” ia memeluk taeyeon erat sangat terasa bahwa badan taeyeon basah kuyup seperti orang kehujanan.

Sehun membuka jaketnya, lalu memasangkannya untuk taeyeon. Ia menggendong taeyeon kedalam mobilnya. Air matanya terus bercucuran sepanjang perjalanan melihat yeoja yang sangat dicintainya itu menderita seperti ini.

Ia menggendong taeyeon kedalam rumahnya. padahal rumah taeyeon berada di samping rumah sehun, tetapi tetap saja sehun ingin merawat taeyeon sendiri. rumah sehun sendiri kosong karena sehun hanya tinggal sendiri. ayahnya sedang berada di busan.

Sehun membaringkan taeyeon di kasurnya, ia menyelimuti taeyeon. Sehun juga menyalakan penghangat ruangan karena dia tahu taeyeon pasti sangat kedinginan saat ini.

Ia membuatkan taeyeon coklat hangat, dan menaruhnya di meja samping kasur yang taeyeon tempati. Sehun menatap taeyeon hangat, ia sedikit menyingkirkan rambut taeyeon yang menghalangi wajah cantiknya.

Taeyeon tiba- tiba menangkap tangan sehun, “Oppa aku takut, aku tidak suka keributan” kata taeyeon dalam tidurnya. Air matanya membanjiri wajah imutnya. Sehun sangat terluka melihatnya, ia tidak tega pada taeyeon, tetapi ia harus berbuat apa ? sehun perlahan menghapus air mata taeyeon, ‘Aku akan menjagamu taeyeon’

Cukup lama mereka diposisi itu, taeyeon perlahan mulai membuka matanya. Ia melihat sosok sehun yang kini tengah menatapnya juga. Sehun memberinya senyuman termanis yang ia miliki, perlahan mengusap kepala taeyeon.

“Kau sudah bangun changi? ” sehun masih mengusap kepala taeyeon.

Tayeon tidak menjawab pertanyaan sehun. Ia bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk sehun. “Haaaaaa,” taeyeon menangis sekencang- kencangnya, sehun dengan senang hati membalas pelukan taeyeon.

‘Jangan menangis, aku tak bisa melihatmu seperti ini’ air mata sehun tak tertahankan lagi melihat orang yang sangat dicintainya menangis dalam pelukannya. Sehun mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala taeyeon lembut, “Taeyeon- ah jangan menangis kau sangat jelek jika menangis” sehun merenggangkan kepalanya dan menatap taeyeon.

Taeyeon menatap kosong ke arah sehun, tatapan mata yang diperlihatkan taeyeon kepada sehun bukanlah tatapan yang selama ini sehun lihat. Taeyeon selalu menatapnya dengan berbinar, tetapi kali ini taeyeon menatapnya kosong tanpa ekspresi. Sangat Nampak dari matanya bahwa ia sangat kesepian dan ketakutan.

“Apakah kau membutuhkan sesuatu ?” Tanya sehun memecahkan suasa hening yang menyelimuti mereka berdua. Taeyeon hanya diam tetap menatap sehun. Sehun sangat khawatar melihat taeyeon yang sangat menakutkan, dia seperti bukan taeyeon.

Taeyeon bangkit dari kasur sambil memegang kepalanya yang masih sakit. Sehun yang melihatnya refleks bangkit dan menahan tubuh taeyeon agar tidak tumbang, “Taeyeon- ah kau mau kemana?” Tanya sehun, taeyeon masih menatapnya dengan pandangan menakutkan. Taeyeon seolah penghisap darah yang sangat menginginkan darah sehun.

“Aku ingin pulang” taeyeon akhirnya berbicara, diam diam sehun menghembuskan nafas lega karena akhirnya taeyeon membuka suaranya.

“Aku akan mengantarmu” sehun tersenyum pada taeyeon yang hanya dibalas tatapan yang sama oleh taeyeon. ‘Aku benci tatapan itu’ batin sehun.

Sehun berjongkok dilantai, “Naiklah, kau masih sakit jadi tidak mungkin menuruni tangga” taeyeon langsung saja naik ke punggung sehun. Entah kenapa sehun ingin taeyeon menolak ajakannya, bukan karena dia tidak mau mengendong taeyeon. Hanya saja ia ingin taeyeonnnya kembali, taeyeon yang banyak bicara. Bukan taeyeon dengan tatapan kosong seperti sekarang.

Taeyeon memeluk erat leher sehun. Sehun agak merasakan sakit pada lehernya, tetapi dengan senang hati ia akan menerimanya selama itu membuat taeyeon tenang. Sehun merasakan air mata taeyeon membasahi daun telinganya. Sehun juga ikut menangis dalam diam, ‘Changi, tolong berhentilah menangis’ sehun memohon dalam hati.

 . . . . . . . . . .

Siwon mencari taeyeon diseluruh ruangan yang ada di dalam rumah. Ia sangat khawatir kepada taeyeon, semenjak tadi ia pulang kulliah ia belum melihat taeyeon, “Aisss kau dimana ?” ucapnya prustasi.

Seluruh rumah sudah heboh akibat hilangnya taeyeon, bahkan siwon sadah melaporkan kehilangan adik kesayangannya itu ke polisi. Dia juga sudah membayar orang- orang untuk mencari taeyeon.

Tok . . tok . . tok . .

Siwon segera membuka pintu, dia berharap bahwa orang yang mengetuk pintu adalah taeyeon. Dan benar saja matanya membulat sempurna saat melihat taeyeon terbaring tak berdaya di atas punggung seorang namja.

“Taeyeon- ah apa yang terjadi ? ” ucap siwon, ia ingin mengambil taeyeon dari punggung sehun, namun ia tertahan dengan tatapan sehun yang seolah melarangnya. Ia memang bertetangga dengan sehun. Tetapi, karena ia jarang dirumah siwon jadi tidak mengenal sehun.

“Tolong jangan bangunkan dia, ia sudah terlalu lelah menagis” siwon yang mengerti dengan ucapan sehun segera mengajaknya masuk ke kamar taeyeon untuk membaringkan taeyeon.

Sehun meletakkan taeyeon pelan- pelan di kasur yang dibantu oleh siwon, ia menyelimuti taeyeon dan mengusap kepalanya. Siwon yang melihatnya mulai mengerti, bahwa sehun sangat mencintai adiknya. Dia sedikit tersenyum melihat perlakuan sehun ke taeyeon.

Siwon memegang bahu sehun, “Boleh kita bicara sebentar ? “ sehun hanya membalasnya dengan anggukan tanda setuju.

Setelah berada diluar kamar taeyeon, siwon mulai bertanya “sebenarnya apa yang terjadi ? “

Sehun terdiam mengingat- ingat kejadian yang barusan ia lihat di sekolah, “Aku juga tidak tahu, yang jelas aku hanya mendapati taeyeon terkunci di toilet sekolah dengan lampu yang mati.” Sehun masih memikirkan sesuatu, “Dia juga tadi dalam keadaan basah kuyup” sambungnya.

Siwon sedikit bingung, taeyeon adalah yeoja yang kuat. Tidak mungkin dia sampai seperti ini hanya karena masalah seperti itu. “Apakah tidak ada kejadian lain selain itu? “

Sehun tampak berfikir lagi, “Di depan pintu juga ada rekaman suara” sehun mereplay kembali kejadian tadi, “dan suara rekamannya seperti orang yang sedang bertengkar”.

Siwon yang mendengarnya sedikit tersentak, ia mulai mengenang masa kecilnya bersama taeyeon. Dan dia masih ingat betul kalau taeyeon takut pada keributan. Sehun yang melihat ekspresi wajah siwon mulai- mulai menerka- nerka apa yang sebenarnya terjadi.

“Memangnya ada apa ?” suara sehun sontak membuyarkan lamunan siwon.

“Dari kecil taeyeon memang takut akan keributan” kata siwon menatap sehun. Belum saja sehun sempat bertanya lebih jauh, suara siwon sudah memaksanya untuk tidak membuka mulutnya. “Sebaiknya kau pulang, besok kau juga sekolah kan ? lagi pula tidak baik seorang namja dirumah yeoja malam- malam begini.”

Sehun terpaksa setuju dengan perkataan siwon, sehun sudah mengetahui bahwa siwon adalah oppanya siwon, karena di pesawat taeyeon sudah banyak bercerita tentangnya.

. . . . . . . . . .

Taeyeon perlahan membuka matanya setelah sinar matahari mulai memasuki kamarnya. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat tiga orang namja tengah berdiri tegak dihadapannya.

“Oppa “ tanyanya setelah bangkit dari tidurnya.

“Cepatlah mandi sebelum kau terlambat ke sekolah” kata siwon.

“Kau tahu kami sudah menunggumu semenjak tadi. Jadi jangan membuang waktu kami” tambah ryeowook dengan wajah cemberut.

Changmin yang melihatnya hanya mencibir, “Kau tahu dandanan cool itu sama sekali tidak cocok untukumu” changmin menunjuk baju ryeowook, “Kau cocoknya memakai baju itu” changmin menunjuk baju sekolah taeyeon yang tergantung dengan kekehan pelan.

Ryeowook menatapnya horor, sedangkan taeyeon belum berganti dari ekspresi kagetnya, “Sudahlah jangan berekspresi seperti itu, cepatlah mandi dan kami akan menunggumu dibawah” siwon menarik tangan ryeowook dan changmin yang masih berperang dalam diam (?) untuk keluar dari kamar taeyeon.

Taeyeon yang masih tidak mengerti dengan kejadian tadi hanya mendengus kesal, dan dengan malas memasuki kamar mandi.

“Oppa  . . “ taeyeon berlari pelan menuruni anak tangga. Dia benar- benar berbeda dengan taeyeon yang tadi di kamar. Sepertinya dia mempunyai dua kepribadian.

Trio handsome di depannya hanya mencibir, “Apakah dia adalah yeoja yang tadi kita lihat dikamar ?”

“Ck, sepertinya bukan” Bukannya membela, changmin malah ikut mencibir taeyeon.

Taeyeon yang mendengar langsung cemberut dan berhenti untuk berjalan. Siwon yang menyadari itu langsung menatap tajam kedua sahabatnya. Changmin dan ryeowook hanya membentuk tangannya peace.

“Sudahlah jangan dengarkan duo koplak ini” siwon menarik tangan taeyeon tanpa memerhatikan ekspresi kaget dari dua sahabatnya.

“Oppa apakah kalian akan mengantarku ke sekolah ? “ Tanya taeyeon.

“Tidak kita akan mengantarmu restoran” Jawab ryeowook kesal, taeyeon yang mendengarnya langsung melepaskan genggaman siwon dan mengejar ryeowook.

“Opppaaaa “ teriak taeyeon.

Siwon hanya memutar bola matanya, “Apakah kau juga tidak ikut bermain? “ cibir siwon melihat ke arah changmin.

“Apa maksudmu ? “ wajah changmin mulai memerah, sepertinya dia akan benar- benar marah. Siwon yang melihatnya agak sedikit merasa bersalah telah menggodanya.

“Just kidding” siwon tersenyum imut ke arah changmin, walaupun dari wajahnya tidak ada kesan imut sama sekali.

“Taeyeon apakah kau mau terlambat ke sekolah? “ siwon meneriaki taeyeon yang sedang asik berkejaran dengan ryeowook mengelilingi mobil.

“Awas kau oppa, suatu saat nanti aku akan membalasmu” taeyeon menjulurkan lidahnya ke arah ryeowook yang hanya dibalas oleh ryeowook dengan kekehan pelan.

Mereka pun menaiki mobil yang tadi dikelilingi oleh taeyeon dan ryeowook. Setelah mobil mereka berlalu Nampak seorang namja dengan wajah memerah tengah memerhatikan kepergian mereka. ‘Siapa namja itu ?’

Namja itu adalah sehun yang sedari tadi menunggu taeyeon. Ia sangat marah melihat keakraban taeyeon dengan namja lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah ryeowook. Dengan berat hati ia menaiki mobilnya dan segera berangkat kesekolah.

 

. . . . . . . .

 

Sepanjang lorong sekolah tak ada satu matapun yang terlepas dari taeyeon dan trio handsome yang jalan berdampingan dengannya. Taeyeon yang mempunyai postur tubuh agak pendek #plak seperti tidak terlihat ditengah- tengah namja tersebut.

“Oppa orang- orang menatap kita aneh” taeyeon mulai membuka mulutnya, ia agak heran mengapa mereka menjadi pusat perhatian.

“Tentu saja karena mereka terpesona dengan kegantenganku” puji changmin kepada dirinya sendiri.

“Hanya orang buta yang melihat kau ganteng” cibir ryeowook, changmin ingin mengejar ryeowook namun ia mengurunkan niatnya setelah melihat tatapan siwon.

“Jangan memulai keribuatan lagi disini, atau kalian tak akan selamat” geram siwon, taeyeon yang mendengarnya hanya tertawa.

Dan setelah beberapa jauh berjalan akhirnya mereka sampai dikelas taeyeon. “Ini kelasku oppa” taeyeon menunjuk kelasnya dan segera memasukinya. Trio handsome pun mengikutinya. Semua mata tertuju pada mereka termasuk yoona, yuri, dan Jessica. Jujur saja mereka bertiga agak takut kalau taeyeon melapor kepada ketiga namja di depan mereka.

“Hai teman- teman ini oppaku” taeyeon memperkenalkan siwon, ryeowook, dan changmin kepada teman- temannya. Jujur saja semua yeoja di kelas itu terpukau pada kegantengan mereka.

“Siapa yang berani mengunci adikku di WC ?” Tanya siwon tiba- tiba yang membuat seisi kelas kaget termasuk taeyeon.

“Kalau sampai ketahuan siapa orangnya, sediakan saja tempat pemakaman untuknya” sambung ryeowook tak kalah tajam yang membuat yoona cs kaget setengah mati.

“Oppa . . “

“Kali ini mungkin kami maafkan, tapi ingat sekali lagi ada yang menggangu adik kami siap- siap saja untuk pergi ke neraka” kata changmin tanpa mempedulikan taeyeon.

Taeyeon sontak langsung menyeret ketiganya keluar dari kelas, sedangkan kelas sekarang benar- benar hening. Tentu saja yoona cs benar- benar shok mendengar semua ancaman dari oppa- oppa taeyeon.

“Oppa yang kalian lakukan? “ Tanya taeyeon kesal.

“Kami hanya ingin melindungimu, lagipula kalau kami menanyakan siapa yang menguncimu di kamar mandi pasti kau tidak akan memberi tahu” siwon menjelaskan kepada taeyeon yang sukses membuat taeyeon terharu.

“Terima kasih oppa sudah sangat memerhatikanku” taeyeon menunduk menahan tangis.

“Apa yang kau katakana? Kami adalah oppamu mana mungkin kami menelantarkanmu” ucap ryeowokk.

“Sudahlah jangan menangis” changmin memegang dagu taeyeon menghadapnya, “kami akan selalu ada untukmu, walaupuan aku dan ryeowook bukan oppa kandungmu tapi kami sudah menganggapmu sebagai adik” mendengar itu taeyeon langsung memeluk changmin.

Sehun benar- benar geram melihat kejadian dihadapannya. Walaupun dia tidak bisa mendengar percakapan mereka tetap saja sehun sangat amat cemburu melihat taeyeon dipeluk pria lain. ‘apakah kau tidak bisa menjaga perasaan namjachingumu sendiri ?’

. . . . . .  . .

Taeyeon berjalan sendiri menuju kantin, seperti biasa sunny dan tiffany sedang sibuk mengurus kepentingan osisnya. Dia sangat kesal kepaja yeoja- yeoja yang terus menanyakan tentang oppanya. Dia bahkan sangat menyesal kenapa membiarkan oppanya masuk ke kelasnya. “Ya tuhan, kenapa tak ada yang tulus berteman denganku selain tiffany dan sunny ?”

Taeyeon hanya membeli cemilan di kantin, ia terus mencari sehun, tetapi sepertinya namja itu tidak ke kantin. Dengan malas ia terus berjalan mengikuti langkah kakinya. Tanpa ia sadari ia terlalu jauh melangkah sampai akhirnya ia tiba di tempat yang sangat sepi di belakang sekolah. disana ada tembok perbatasan sekolah dan juga ada tangga untuk melewati tembok tersebut, “sepertinya ini tempat anak- anak untuk membolos”

Gerakan refleks taeyeon menaiki tangga tersebut, dan betapa terkejutnya ia ketika sampai di puncak tembok yang agak tinggi itu. Di belakang sekolah terdapat pemandangan yang begitu menakjubkan. Disana ada rerumputan hijau dan pohon yang rindang, benar- benar sejuk tanpa polusi udara. “Aku tak menyangka di kota sebesar ini masih ada ladang tanpa perumahan”

Taeyeon masih berada di atas tembok perbatasan itu, dan ia merasa ada yang sedikit aneh dikakinya. “Ulat bulu, aaaa “ teriak taeyeon.

Taeyeon langsung saja melompat tanpa berpikir panjang.

1 detik . . . . .

2 detik . . . . .

3 detik . . . . .

4 detik . . . . .

“Hei sampai kapan aku harus menggendongmu” taeyeon sontak membuka matanya setelah mendengar suara namja yang tidak asing lagi di telinganya itu.

“Sehun- ssi, ahhhh kau tahu aku mencarimu kemana- mana. Mengapa kau tiba- tiba menghilang?” taeyeon memeluk leher sehun erat setelah ia membuka matanya.

“Ya tuhan apakah kau ingin membunuhku ?” sehun melepas pelukan taeyeon  dan menurunkannya dari gendongannya.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal, “Kenapa kau bersifat dingin lagi padaku?”

“Seharusnya aku yang bertanya, mengapa kau sangat murahan? “

Plak . . .

Wajah sehun sukses memerah mendapat tamparan dari taeyeon, “Jaga bicaramu” taeyeon membentak sehun, air matanya kini menetes deras mengingat namja yang menurutnya ia cintai berkata sangat kasar kepada.

Sehun yang melihat taeyeon sangat merasa bersalah. Bagaimana mungkin ia menyakiti wanita yang ia cintai. Tapi, mau bagaimana lagi rasa cemburu sudah memenuhi dadanya, hingga membuatnya sesak.

Taeyeon berbalik hendak meninggalkan sehun, tapi tangan besar sehun sudah lebih dulu menariknya ke dalam pelukannya. “Maafkan aku changi, aku hanya tidak ingin melihatmu dekat apalagi dipeluk oleh namja lain” sehun mengeratkan pelukannya.

Taeyeon tidak membalas pelukan sehun, ia sibuk berfikir dengan maksud dari kata- kata sehun barusan. Bagi seorang taeyeon kata- kata sehun cukup rumit dicerna otaknya yang lelet. Namun, akhirnya ia bisa mengerti juga setelah mengingat kembali kejadian tadi pagi dimana ia berpelukan dengan changmin dan ryeowook, ‘Kau pintar kim taeyeon’

Taeyeon akhirnya membalas pelukan sehun, “Mereka adalah teman oppa siwon, aku sudah menganggapnya oppaku sendiri. jangan cemburu padanya” jelas taeyeon kepada sehun, ia berharap sehun akan mengerti maksudnya.

Sehun mengangguk singkat dan mengecup puncak kepala taeyeon. Sebenarnya ia masih keberatan dengan sikap taeyeon yang terlalu mudah dekat dengan seseorang, ‘Bagaimana kalau mereka mempunyai perasaan yang berbeda denganmu.’

“Sehun- ssi ayo kita kekelas, nanti kita terlambat” taeyeon berusaha melepaskan pelukannya dari sehun, namun percuma saja karena sehun tetap tidak mau melepas pelukannya.

“Sebentar lagi, aku tidak mau kehilangan moment ini” jawab sehun yang berhasil membuat wajah taeyeon bersemu merah.

Cukup lama mereka berpelukan dalam diam, dan akhirnya sehun melepas pelukannya. Ia mengecup puncak kepala taeyeon dan taeyeon agak salah tingkah, entah kenapa tiba- tiba taeyeon yang ceria berubah menjadi taeyeon yang pemalu.

Sehun hanya terkekeh melihat ekspresi lucu taeyeon. Ia menggenggam tangan taeyeon erat, taeyeon yang berjalan disampingnya hanya menunduk salah tingkah karena sehun, ‘Aduh kim taeyeon, apa yang terjadi padamu?’ Gerutunya kesal pada dirinya sendiri.

Sehun mengambil salah satu tangga dari balik pohon, lalau menyatukannya dengan ujung tangga dari balik tembok menuju sekolah. “Naiklah” taeyeon masih ragu menaiki tangga itu, “Tenanglah aku akan menjagamu” sambung sehun seolah mengerti dengan apa yang difikirkan taeyeon saat ini.

Taeyeon dengan pelan menaiki anak tangga dihadapannya itu. Sehun dengan sigap memegang pinggang taeyeon untuk menjaga keseimbangannya. Dan lagi- lagi taeyeon salah tingkah, “Ini bukan saatnya untuk malu kim taeyeon” Goda sehun yang membuat taeyeon makin salah tingkah.

Karena taeyeon selalu salting akibat sehun, akhirnya taeyeon tak bisa menjaga keseimbangannya. “Ahhhhh “ taeyeon berteriak, namun terlambat ia sudah terjatuh. Dan sehun yang berniat menolongnya malah ikut tertarik oleh tangan taeyeon.

Posisi mereka sekarang taeyeon berada di bawah sehun, sehun terus menatap taeyeon dalam begitu juga dengan sehun. Sehun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir taeyeon, namun taeyeon yang tidak mengerti dengan niat sehun sontak berteriak kesakitan, “YA Sehun, sampai kapan kau akan menindihku”

Sehun hanya menggerutu kesal, terkadang ia menyukai kepolosan taeyeon, terkadang juga ia tidak menyukainya. Ia mulai bangkit dan membersihkan pakaiannya dari debu akibat terjatuh. Taeyeon bangun dengan pelan- pelan, walaupun ia terjatuh dari tempat yang tidak tinggi tetap saja ototnya agak tegang karena sehun sempat menindih tubuh mungilnya.

Sehun yang melihat taeyeon kesulitan bergerak menjadi merasa bersalah. Bagaimanapun juga ia bukannya menolong taeyeon malah ikut terjatuh dan lebih parahnya lagi menindih taeyeon. Dengan sigap ia kembali jongkok dan membantu taeyeon duduk.

“Gwenchana ? “ Tanya sehun khawatir.

Taeyeon tersenyum tipis, “Gwenchana, jangan terlalu khawatir”

‘Bagaimana mungkin aku tidak mengkhawatirkan wanita yang kucintai, pabo’ Sehun menggerutu kesal dengan sikap taeyeon. ‘Ayolah taeyeon bermanjalah sedikit padaku’

Taeyeon mulai berdiri dan dibantu oleh sehun, namun belum saja berdiri tegak ia harus tersungkur kembali karena sepertinya otot- ototnya masih menegang. “Aaaaaah “

“Taeyeon- ah gwenchana? “ Kelihatan sekali dari wajah sehun kalau dia saat ini benar- benar khawatir. Taeyeon tidak menjawab pertanyaan sehun, sekarang sehun sudah kehabisan kesabaran melihat wanitanya kesakitan. Dengan secepat kilat ia meraih tubuh taeyeon dan mengangkatnya.

“YA Sehunnn, turunkan aku” teriak taeyeon kaget. Sehun tidak mempedulikannya, ia tetap berjalan melewati lorong- lorong kelas. Semua mata tertuju pada mereka saat ini.

‘Ya tuhan mengapa selalu saja aku yang menjadi pusat perhatian’ taeyeon menyembunyikan wajahnya di dada sehun. Sehun yang melihatnya hanya tersenyum manis. “Sehun- ah kita menjadi pusat perhatian.” Bisik taeyeon.

“Memang kenapa ? aku hanya ingin menggendong yeojachinguku”

“Mwo ? sejak kapan aku menjadi yeojangimu?” teriak taeyeon yang membuat semua orang yang tengah memperhatikan mereka kaget.

Sehun yang mendengarnya juga kaget, hampir saja ia melepaskan taeyeon dari gendongannya. “YA kim taeyeon” sehun berhenti dan memandang tajam taeyeon. Taeyeon jadi salah tingkah dengan tatapan sehun yang mengintimidasinya.

“Se . . sehun- ssi kenapa kau memandangku seperti itu ?” taeyeon memalingkah wajahnya ke arah lain.

“Apakah kau benar- benar mempermainkanku? “ sehun berkata geram kepada taeyeon yang mampu membuat bulu kuduk taeyeon berdiri. Bahkan orang- orang yang memandang mereka juga ikut takut melihat wajah imut sehun penuh dengan kemarahan. “Kau yang menyatakan cintamu dan sekarang kau juga yang pura- pura bodoh. APA SEBENARNYA YANG KAU INGINKAN DARIKU KIM TAEYEON”

Air mata taeyeon sudah membasahi wajah cantiknya, ia turun dari gendongan sehun dengan paksa. ”Kau yang selalu seenaknya, kau bahkan belum pernah memintaku untuk menjadi yeojachingumu. Dan sekarang kau bilang bahwa aku mempermainkanmu, ini sungguh lucu” taeyeon tersenyum kecut lalu meninggalkan sehun yang tengah mematung.

‘Hari ini benar- benar menyebalkan. Mengapa orang- orang bilang bahwa cinta itu indah? Kurasa cinta itu tidak indah sama sekali’ di kelas taeyeon terus mengomel dalam benaknya. Mr. Kangta sedikit khawatir pada taeyeon, entah kenapa ia sangat menyayangi taeyeon seperti anaknya sendiri.

“Taeyeon- ssi “ panggil songsaenim lembut.

Taeyeon tak mendengarnya, ia hanya sibuk dengan pikirannya. “Taeyeon- ssi apakah kau baik- baik saja ?” Tiffany menambahkan, sebenarnya semenjak tadi ia khawatir dengan keadaan taeyeon yang selalu diam semenjak kembali ke kelas setelah istirahat.

“Mengapa kau selalu menyakitiku? “ taeyeon berteriak sambil memukul meja dengan keras. Seluruh kelas kaget mendengarnya, bahkan songsaenim kang hanya menganga (?). taeyeon yang menyadari apa yang telah ia lakukan menunduk malu, “Mian teman- teman, mian songsaenim aku hanya tidak enak badan”

Mr. kangta tersenyum melihat sikap taeyeon yang sangat lugu, “Baiklah taeyeon, sekarang kau ke UKS saja”

“Baiklah songsaenim” taeyeon membungkuk hormat lalu meninggalkan kelas.

Songsaenim melanjutkan pelajaran dengan mencatat di papan tulis, “Anak itu benar- benar caper” bisik yoona kepada kedua sahabatnya.

“Iya, aku sangat muak melihatnya” tambah yuri seperti ingin muntah.

“Sayang sekali kita tak bisa memberinya pelajaran lagi” tambah Jessica dengan wajah merenguk.

“Kenapa tidak bisa? “ Tanya yoona dengan smirk diwajahnya.

“Aduh yoona- ah jangan cari masalah dengannya, aku tidak mau berurusan dengan oppanya yang ganteng tapi menakutkan itu” tambah yuri dengan wajah ngeri.

“Siapa bilang kita yang akan melakukannya ?” yoona menatap kedua sahabatnya dengan tatapan penuh arti. Sementara sahabatnya hanya menatapnya dengan bingung.

 

. . . . . . . .  .

 

“Dia pikir dia siapa selalu muncul dalam fikiranku. Ya tuhan, mengapa aku tidak bisa mengendalikan perasaanku?” Taeyeon terus mengomel sepanjang perjalanan menuju UKS. Sehun yang mengikutinya dari belakang hampir saja tertawa terbahak- bahak, seandainya dia tidak memikirkan rencanannya mungkin ia sudah sakit perut karena tertawa.

Sepanjang perjalanan murid kelas kelas XB yang berpapasan dengan taeyeon pasti memberikan taeyeon setangkai bunga mawar merah, karena murid kelas XB memang beristirahat terlebih dahulu karena baru selesai mengadakan ujian praktek harian.

Dan anehnya taeyeon terus mengambil bunga dari mereka tanpa sadar, ia terus saja focus pada omelannya. ‘Mengapa aku bisa jatih cinta kepada yeoja sepolos dia’ batin sehun ketika melihat sikap taeyeon.

 

Taeyeon membuka pintu UKS, dan betapa terkejutnya dia melihat ruang UKS yang sudah dihias layaknya tempat yang akan digunakan untuk perayaan ulang tahun. Namun bedanya, disalah satu sudut UKS terdapat poster dengan lampu warna warni disudutnya, taeyeon agak bingung melihat tulisan itu. ‘Will you be my girl girlfriend? Harusnya dia menulis happy birthday. Aduh mengapa orang yang menyiapkan ini sangat bodoh.?’ Taeyeon menggeleng- gelengkan kepalanya, sepertinya dia benar- benar mengira kalau ruangan ini disiapkan untuk sebuah acara ulang tahun.

Belum saja taeyeon selesai berfikir untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan konyol yang ia fikirkan, suara petikan gitar dari arah pintu masuk sudah mengambil alih pikiran dan perhatiannya.

“When the rain is blowing in your face
And the whole world is on your case
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love

When the evening shadows and the stars appear
And there is no one there to dry your tears
I could hold you for a million years
To make you feel my love

Sehun terus melangkah maju mendekati taeyeon yang terlihat menunjukkan ekspresi bingung andalannya. Tapi, sehun yang sudah biasa dengan kelemotan taeyeon hanya berjalan mendekati taeyeon dengan bernyanyi yang diiringi gitarnya. Ia terus tersenyum melihat yeoja yang dicintainya ada dihadapannya.
“I know you haven’t made your mind up yet
But I would never do you wrong
I’ve known it from the moment that we met
No doubt in my mind where you belong

I’d go hungry, I’d go black and blue
I’d go crawling down the avenue
No, there’s nothing that I wouldn’t do
To make you feel my love

The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret
Though winds of change are blowing wild and free
You ain’t seen nothing like me yet

I could make you happy, make your dreams come true
Nothing that I wouldn’t do
Go to the ends of the earth for you
To make you feel my love
To make you feel my love”

Sehun sudah berada tepat dihadapan taeyeon. Taeyeon agak sedikit mendongakkan kepalanya melihat sehun yang sedang tersenyum manis padanya. Perlahan senyum juga menghiasi wajah taeyeon. “Wahh, sehun-ssi ternyata suaramu sangat bagus” taeyeon bertepuk tangan ria.

Sehun yang mendengar penuturan taeyeon hanya tersenyum manis seperti sebelumnya. ia meletakkan gitarnya dilantai dan mulai berlutut dihadapan taeyeon, “Maafkan aku” katanya setelah meraih tangan taeyeon.

Taeyeon tersenyum lembut dan mensejajarkan tubuhnya dengan sehun, “Sehun- ssi apa yang kau lakukan? Kau tidak perlu berlutut dihadapanku hanya untuk meminta maaf. Karena sebesar apapun kesalahanmua aku pasti akan memaafkanmu” taeyeon mengacak- acak rambut sehun.

Sehun menatap mata taeyeon dalam lalu menariknya pelan kedalam pelukannya. Tentu saja seorang taeyeon tidak akan menolaknya. Sehun memeluknya erat, lalu membisikkan sesuatu ke telinga taeyeon, “Bagaimana apakah kau menerimaku?”

Taeyeon tersenyum ditengah tengah pelukan mereka, “Tentu saja” sehun tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban taeyeon. Namun senyum manisnya luntur setelah taeyeon melanjutkan kalimatnya, “Aku kan sudah bilang aku tidak akan marah padamu, jadi tentu saja aku akan menerima permintaan maafmu”

Sehun yang mendengarnya memasang wajah cemberut. Perlahan ia melepaskan pelukannya dari taeyeon, “Taeyeon-ssi mengapa kau masih belum mengerti?” taeyeon mengerucutkan bibirnya. “ “Coba kau lihat sesuatu di tanganmu” sehun menunjuk bunga yang taeyeon pegang, “Dan coba baca tulisan poster di belakangmu. Apakah kau belum mengerti juga? “

Taeyeon melihat bunga ditangannya masih dengan ekspresi bingung, “Aku ingat, tadi anak- anak yang berpapasan denganku memberi bunga ini, dan poster itu aku sudah dari tadi membacanya” mendengar ucapan taeyeon sehun tersenyum gembira, ia mengira taeyeon megerti arti dibalik semua ini, tetapi ternyata dugaannya salah. “Tapi aku tidak mengerti mengapa anak- anak memberikan bunga. Aku juga bingung kenapa kejutan ulang tahun dilakakukan di ruang UKS. Dan mengapa di poster itu ada tulisan ‘Will you be my girl girlfriend?’ mengapa bukan happy birthday?” taeyeon terlihat bingung, dan itu membuat sehun sudah kehabisan kesabaran.

Sehun memegang bahu taeyeon dan mengangkatnya pelan agar berdiri, “Kau sudah menghilangkan kesabaranku Kim Taeyeon” sehun menatap taeyeon yang mulai ketakutan dengan smirk diwajahnya. Ia mendekatkan wajahnya.

5 CM

4 CM

3 CM

2 CM

1 CM

Taeyeon menutup matanya rapat, aroma dan nafas sehun kini terasa diwajahnya membuat wajahnya bersemu merah. Hampir saja mereka melakukan hal itu untuk yang kedua kalinya, namun sebuah suara mengacaukan segalanya, “Taeng, kau di . . “ suara tiffany terputus begitu melihat kejadian dihadapannya.

“Bisakah kalian menutup pintu jika mau melakukannya?” ucap tiffany dengan wajah yang juga bersemu merah. Taeyeon agak malu, tetapi ia juga menghembuskan nafas lega karena bisa selamat dari sehun. Berbeda dengan sehun yang kesal karena moment pentingnya diganggu oleh tiffany.

Sehun menatap tajam tiffany yang membuat gadis itu gemetar. “Ya sudah, aku tidak akan mengganggu kalian, taeyeon kau nanti di panggil Mr. Kangka ke ruangannya” ucap tiffany menatap taeyeon dan segera meninggalkan ruangan itu. Entah kenapa ia takut melihat sehun yang seolah- oleh ingin memanggangnya hidup- hidup, ‘Menakutkan’

Sehun tersenyum melihat kepergian tiffany, berbeda dengan taeyeon yang mulai berkeringat dingin lagi. “Apakah kita akan melanjutkannya changi?” Tanya sehun pelan lalu mendekatkan wajahnya ke taeyeon lagi. Namun taeyeon menahannya dengan kedua tangannya membuat sehun mengerutkan dahinya, “Kenapa?”

“A. .aku di panggil Mr. Kangta, sampai jumpa nanti” ucap taeyeon gagap, ia berlari meninggalkan sehun, namun tangan sehun menariknya berbalik.

Cup

Taeyeon masih membelalakkan matanya, sedangkan sehun menutup kedua matanya menikmati ciuman dengan wanita yang ia cintai. Sehun perlahan melepaskan kontaknya lalu berbisik pelan di telinga taeyeon yang masih membulat lebar, “Sudah kubilang jangan membuat kesabaranku habis” sehun mengusap rambut panjang taeyeon. “Mulai sekarang kau adalah yeojachinguku” ucap sehun yang kemudian berjalan meninggalkan taeyeon dengan senyum kemenangan.

Sedangkan taeyeon? Tentu saja ia masih sibuk memikirkan kata- kata sehun.

 

^^TBC^^

Maaf yah kalau masih ada typonya, dan buat yang mau ngirimin poster kirim aja ke email selviani62@yahoo.co.id . soalnya aku masih kurang banget dalam menjalankan Photoshop. Jadi, makasih buat yang udah nawarin dan udah ngirimin poster .

 

59 thoughts on “[Freelance] Between Two Options (Chapter 5)

    • Tenang aja chingu nanti jga ada chap dmana moment lutae lebih banyk dari yg lainnya . . .
      Jadi, sabar aja yh🙂 , hehe . . .
      Klau di chap 6nya gak janji, soalnya ceritanya hrus sesuai dngan skenario yg aku buat @ceilehbahasanya . . . .

  1. dohh author aku ngakak bacanya
    taeng eonni kelewatan polos#plakk
    gk bisa berhenti ketawa😄
    tapi pas bagian luhan ikutan nyesek juga ;-;
    next thor jangan lama2^^

  2. Huah… TaeYeon agaknya smakin dewasa dan gk lola bgt kyak prev chap , hahaha… Can’t wait for the next chap, author please ppali next chapnya dan ppali di post nya gk sabar dg reaksi Tae pas Luhan datang di Seoul
    Huh… CAN’T WAIT !

  3. Wuahh ..
    Taengoo .. Dirimu sungguh terlalu polos ! Sehun2 udah tau taeng nya polos banget malah nganggap serius *geleng2 .
    Gak sabar nunggu taeng ketemu lulu ..
    ntar jadinnya CINTA SEGITIGA
    #heehe
    Next chap jgn lama lama ne !!
    #KEEP WRITING *Fighting

    • Seyeon kan sehati chingu, makanya sama2 pabo #plak
      Kalau soal cinta segitiga gak kayaknya chingu, soalnya ada kris jga. jadi kemungkinan cinta segiempat . . . .
      Ditunggu aja yan chingu, semoga gak lama (?) . . .

  4. Kyaaaa momeng huntae asik bgt cie cie ciee,,, cocweeeettt pake bgt bgt,,,, taeng unni aduhh polosmu bener2 keterlaluan deehhh greget ahhahah gmana nasib luhan nanti next part slalu dtunggu

  5. omo ?! akhirnya ff chap 5 di post jg.. hehe.. udh lama thor aku menunngu chapnya di post -_- kekeke ^^
    oh ya,tdi aku sempet baca comment-an di atas, katanya ada moment taehan lebih bnyk di banding moment yg lain kan ? nah,moment krisyeon jg di perbnyk ya thor.. hehe
    ok sekian driku.. annyeong😀

  6. huuwaaaa, sehunnya so sweet bgt❤ , tp sehun harus sabar , taeyeonnya lemot banget wkwkwkwk, ditunggu kelanjutan chapternya😀

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s