[Vignette] Under The Confetti

under the confetti

Under The Confetti

written by pearlshafirablue

Main Casts: GG’s Sunny & Tiffany, EXO-K’s Suho | Minor Casts: SM Family
Canon, Fluff, Hurt/ Comfort, Romance
Vignette, Teenagers

“All of the characters are God’s and themselves’. They didn’t give me any permission to use their name on my story. Once fiction, it’ll be forever fiction. I don’t make money for this. THERE IS NO REASON TO HATE THE IDOLS BECAUSE OF MY STORY!”

Based on This Picture, This Picture (II) and This Video

{Semuanya teringat dengan jelas. Tertimbun dengan rapi di antara ratusan sel-sel otakku. Tapi sulit sekali menafsirkan perasaan dan kejadian-kejadian aneh antara aku dan dia. Yang bisa kukisahkan hanya itu. Mulai dari pertamakali aku bertemu dengannya sampai pertamakali aku belajar menyukainya}

Under The Confetti © Pearlshafirablue

Aku masih ingat tidak ya? Kalau tidak salah hari itu hari Sabtu, tepat pada malam di mana aku pertamakali melihatnya.

Saturday Night at SM Building, 2012

“Kau tahu soal grup baru itu, Sunkyu?”

Aku menyisir rambutku dengan tenang. Menilik satu per satu helai rambut cokelat kekuningan milikku yang terpantul di cermin meja rias. “Grup baru? EXO?”

“Ya! Kau tahu mereka?” Tiffany menatapku dengan tatapan gembira. Bibir tipis yang sudah digemuli lipstick merah tersenyum ke arahku.

“Tentu saja. Mereka jadi grup yang pfenomenal akhir-akhir ini. Padahal, belum sampai sebulan mereka debut,” komentarku sekenanya. Kusapukan eye shadow tipis di atas kelopak mataku.

“Kau kenal mereka?” Tiffany kembali bertanya.

Aku berhenti merias. Kubalik tubuhku menghadap dirinya. “Aku hanya tahu Kai, Luhan, Kris dan Baekhyun. Di antara mereka berempat yang paling kukenal hanya Baekhyun—itupun karena dia sering meminta tanda tanganku dan Taeyeon. Dia penggemar Soshi nomor satu!”

“Benarkah? Kenapa ia tidak pernah meminta tanda tanganku?” Tiffany mulai merajuk. Ia menggembungkan pipinya sementara bibirnya maju ke depan beberapa senti.

“Nampaknya member favorit Baekhyun itu Taeyeon. Ia tidak pernah bisa berhenti mencermati wajah Taeng ketika Taeng memberinya tanda tangan,” terangku sambil menimang-nimang pensil alis di tanganku. “Memangnya ada apa? Kenapa tiba-tiba bertanya mengenai mereka?”

“Rasanya aku menyukai salah satu dari mereka,” tutur Tiffany melebarkan senyumnya.

“Ah, kau memang tidak bisa melihat pria tampan sedikit saja,” dumalku kembali menghadap ke meja rias, kembali melanjutkan riasan wajahku.

Tiba-tiba aku merasa tubuhku diguncang keras sekali, “Sunkyu! Itu mereka datang!”

Dengan cepat aku menoleh. Retinaku menangkap segerombol lelaki yang kira-kira berjumlah enam orang berjalan ke arah kami. Ada tiga di antara mereka yang sangat jangkung seperti raksasa. Yang dua yang lain terlihat normal, sementara dua sisanya nampak tak memiliki tinggi yang jauh berbeda denganku.

Aku baru sadar mereka merasakan tatapan anehku.

“Se-selamat malam, Sunbae!” salah satu dari mereka bersuara, memecah kecanggungan di antara kami.

“Selamat malam,” sahut Tiffany pelan. Tampak sekali matanya menilik satu persatu dari mereka. “Latihan?”

“Iya, Sunbae,” Baekhyun menjawab. Tiba-tiba saja tatapannya beranjak ke arahku, menatapku dengan tatapan aneh—lama… sekali.

AH!

“Halo, Baekhyun! Apa kabar?” sapaku tiba-tiba—mengagetkan nyaris seluruh anggota EXO tak terkecuali Tiffany.

Sekonyong-konyong terdengar keriuhan di antara mereka berenam. Baekhyun menyeringai sombong, sementara beberapa anggota lain menatapnya sakastis. Aku tersenyum geli.

“Sunny Sunbaenim, jika suatu saat kita bertemu lagi dan aku sedang bersama anggotaku, tolong sapa aku, aku ingin pamer kepada yang lain bahwa aku mengenalmu.”

Benar-benar konyol.

“Aku baik-baik saja, Sunbaenim! Bagaimana denganmu?” Baekhyun menjawab dengan semangat.

“A-aku… baik.” Gumamku sambil tersenyum tipis.

Ya! Baekhyun, jangan mengganggu Sunny Sunbae,” hardik seorang pria di belakang Baekhyun. “Baiklah, kami pergi dulu, Sunbae. Selamat malam.”

Sesosok pria yang tidak termasuk dalam kategori jangkung dan normal yang kusebutkan tadi tersenyum seraya berlalu. Kulitnya putih, seputih kulit Tiffany. Hidungnya mancung, sementara—seperti yang kubilang tadi—tingginya standar. Mata cokelatnya terlihat berpendar. Suaranya mengiang di gendang telingaku. Seluruh bagian tubuhnya menarik perhatianku.

Kulihat kian lama punggungnya menghilang dari pandangan.

“Siapa namanya?”

“Hah?” Tiffany mengerutkan dahi. “Siapa?”

“Itu… yang tadi menyapa kita,” seruku tak sabar.

“Hah? Yang mana? Aku tidak tahu.” Tiffany berkilah. “Anggota EXO tidak hanya satu, Sunkyu. Bagaimana menurutmu? Mereka tampan ‘kan?”

Ya. Sangat.

SM Building, few months later

“Kolaborasi?” Sooyoung menautkan kedua alis cokelat ranumnya. “Untuk acara apa?”

“Acara MBC. Kita bertiga, serta Seohyun, Fany dan Taeng Unnie datang meramaikan acara tersebut,” urai Yoona panjang lebar. Aku hanya bisa memilin rambutku sambil sesekali mengangguk. For your information, rambutku berwarna pink sekarang.

“Kenapa bukan manajer Oppa yang memberitahu kita?” tanya Sooyoung sembari memijat bahunya.

“Entahlah, tadi dia terlihat buru-buru. Hari ini kita akan latihan koreografi,” jelas Yoona.

Aku menatapnya penasaran. “Bukankah tadi kau bilang kolaborasi? Dengan siapa? Siapa dengan siapa?”

“Oh!” Yoona menepuk keningnya, “aku, Unnie, dan Sooyoung Unnie yang akan berkolaborasi. TTS tampil seperti biasa. Kita bertiga akan berkolaborasi dengan—”

“Permisi, Sunbae. Apa ini benar tempat latihan koreografi?”

Suara itu…

Dia.

“Nah, mereka sudah datang.”

Belum sempat aku memberi respon, tatapan gadis di hadapanku ini langsung beralih ke arah dia. “Annyeonghaseyo! Iya, benar ini tempat latihan koreografi kita.”

“Wah, jadi kita benar-benar berkolaborasi dengan So Nyeo Shi Dae?!” terdengar pekikan gembira dari seorang pria jangkung di belakangnya.

“Jangan norak, Park Chanyeol!” semburnya seraya menjitak lelaki jangkung bernama Park Chanyeol itu. Tanpa sadar aku tersenyum.

“Jangan membuatku kelihatan bodoh, Hyung.” Park Chanyeol berbisik keras. “Kenalkan, Park Chanyeol, rapper EXO-K! Mohon kerjasamanya!”

“Aku Oh Sehun.” Sebuah suara dingin mendesis terdengar—salah satu dari kategori jangkung yang pernah kusebutkan.

Dan akhirnya yang paling kutunggu-tunggu tiba.

“Aku Suho. Leader dari EXO-K.”

.

.

.

Suho. Aku menyukai Suho.

Semuanya teringat dengan jelas. Tertimbun dengan rapi di antara ratusan sel-sel otakku. Tapi sulit sekali menafsirkan perasaan dan kejadian-kejadian aneh antara aku dan dia. Yang bisa kukisahkan hanya itu. Mulai dari pertamakali aku bertemu dengannya sampai pertamakali aku belajar menyukainya. Mengaguminya.

Aku tidak tahu sejak kapan perasan ini bertunas. Aku tidak sering bertemu dengannya—kecuali saat reherseal untuk kolaborasi kami di MBC. Aku tidak tahu permainan apa yang Tuhan sedang berikan kepadaku saat koreografer menyatukan aku dan dirinya menjadi pasangan untuk lagu Marry U milik Bruno Mars.

Yang kutahu saat itu adalah aku selalu suka senyumnya. Senyuman tulus yang polos. Aku tidak pernah ingin melewatkan hal yang satu ini.

Dan ternyata tidak semudah itu menyukai seseorang seperti dirinya. Selain perbedaan di antara kami—mulai dari umur sampai status—ternyata ada hal lain yang menghambat.

SNSD’s Dorm, December 2012

“Fany, barusan ada kiriman sebaket bunga dari Taejoon Oppa. Ada apa?”

Aku mendengar Taeng bersua dengan Tiffany. Kulepas headset yang menempel di telingaku.

Nothing,” jawab Tiffany cuek, seraya membalik halaman majalah Cosmopolitan-nya.

“Kalian bertengkar?” tanya Taeng sambil memainkan rambut Tiffany. Dan… oh! Untuk informasi saja, Taejoon Oppa adalah teman SMP Fany yang belakangan dekat dengannya.

“Tidak. Entahlah, aku sudah tidak tertarik dengannya. Dan dia kelihatan tidak terima,” ucap Fany datar. Sekali lagi ia membalik halaman majalah.

“Kalian sudah menjalin hubungan?” timpalku mendekat.

“Tentu saja tidak,” kilah Fany. “Aku memang pada awalnya tertarik padanya. Bagaimana tidak, dia baik, ramah, perhatian, tampan dan mapan. Tapi lama kelamaan aku bosan dengannya yang terlalu serius.”

“Dan…?”

“Ada orang lain yang menarik perhatianku.”

Aku tertegun.

“Apa?! Benarkah?!” Taeng berseru di sampingku. Ia terlihat sangat tertarik dengan berita ini.

“Aku tidak pernah bohong mengenai pria, ‘kan?” Fany terkekeh.

“Siapa pria itu…?” suaraku terdengar bergetar. Entah kenapa aku memiliki firasat yang sangat buruk.

“Dia dekat dengan kita. Kita sering melihatnya di SM Building.”

“Jangan-jangan…”

Aku menelan salivaku dengan berat. Keringatku mengucur perlahan, menunggu Taeyeon melanjutkan kalimatnya.

“Kau pasti tidak tahu, Kim Taeyeon. Pria itu adalah…”

“…Kim Joonmyun.”

.

.

Oh, astag—sebentar. Siapa Kim Joonmyun?

“Ya Tuhan! Kau menyukai leader EXO-K?” Taeng terlihat sangat terkejut. “Bukankah dia lebih muda darimu?”

Does age matters here?” Tiffany tersenyum sarkastik.

“Hei, sebentar. Bukankah leader EXO-K bernama Suho?”

Taeng dan Tiffany menatapku heran. Dan tak lama kemudian tawa mereka meledak.

Rasanya aku baru menanyakan pertanyaan bodoh.

“Suho hanya nama panggung, Sunkyu. Nama aslinya Kim Joonmyun!”

.

.

.

Oke. Suho adalah Kim Joonmyun. Aku menyukai Suho. Tiffany menyukai Kim Joonmyun.

Kita menyukai orang yang sama.

SM Town Special at Tokyo, October 2013

Lagi, dan lagi. Setelah menggelar konser besar di Beijing akhirnya SM Town berlabuh di Tokyo—entah untuk yang berapa kalinya.

Dan SM Town kali ini disenggelarakan lebih spesial, karena banyak penampilan yang tidak ada di konser sebelumnya tapi diadakan kali ini.

So Nyeo Shi Dae membawakan Genie, I Got A Boy, Galaxy Supernova dan beberapa lagu lainnya. Sementara Seohyun sendiri, berduet dengan Kyuhyun Oppa sementara Tiffany dengan Henry.

Aku tidak banyak bicara selama konser berlangsung. Di atas atau belakang panggung. Aku hanya bersuara saat memang waktunya bicara.

Dua jam berlalu. Tibalah pada acara penutup. Tidak ada yang spesial, sama seperti konser biasanya, kami semua—seluruh warga SM Family—berkumpul dan bermain di atas panggung, sambil menyanyikan lagu Hope yang selalu menjadi lagu penutup di setiap konser SM Town.

Aku menari-nari asal sementara yang lainnya sedang bergurau satu sama lain. Ada yang sedang gendong-gendongan, seperti Donghae Oppa dan Amber. Ada yang sedang memberikan fanservice dengan berpose menggunakan plushie stroberi—Kyuhyun dan Changmin Oppa. Ada juga yang sibuk ber-selca ria, Ryeowook Oppa dan Jongin. Dan yang lebih parah aku bisa melihat Luhan dan Hyoyeon sedang bermain seluncuran di atas lantai yang basah, persis seperti anak kecil.

Sementara yang lainnya nampak tengah bermain air. Bahkan aku melihat Sehun menarik tangan Yoona ke arah pancuran air di pinggir panggung. Aku sempat tersenyum ketika melihat Baekhyun menyiramkan air ke arah wajah Taeyeon yang sedang melamun dipinggir pancuran.

Semuanya nampak bahagia.

Akhirnya sampailah pada penghujung acara. Di mana semua orang berbaris untuk membungkuk memberi hormat kepada para penggemar.

Tiffany berdiri di sampingku. Kami mengobrol banyak hingga akhirnya matanya menangkap bayangan seseorang mendekat.

“Joonmyun!” pekiknya keras sambil melambaikan tangan.

Aku menoleh. Benar saja, Joon—atau Suho—atau Joonmyun—atau siapalah namanya—berjalan mendekat ke arah kami. Aku tak bisa sedetikpun berhenti menatap paras sempurna dirinya. Kulihat ia dan Tiffany saling melempar senyum.

Joonmyun membuat jarak antara aku dan Tiffany. Ia berdiri tepat di tengah kami berdua. Tiffany menggenggam tangannya. Sebuah senyuman malu merekah di bibir Joonmyun. Aku melihat mereka berdua dengan nanar.

Aku terperanjat ketika sebuah tangan menjamah telapakku. Tangannya.

Sementara telapak kiriku telah digenggam oleh Zhoumi Gege.

Kami semua membungkuk serempak. Beberapa di antara kami ada yang berteriak terima kasih kepada penggemar.

Selesai.

Aku melepas kedua genggaman di tanganku dengan kasar. Aku membaur di antara orang-orang yang berlalu lalang melempar senyum ke arah penggemar. Hujan confetti membuat pandanganku yang sudah memburam karena air mata semakin samar.

DUAK!

Benar saja, aku terpleset. Kurasakan basa menjalar ke dalam celanaku. Kuedarkan pandangan ke sekeliling, air menggenang di mana-mana.

“Air bodoh. Confetti bodoh. Lee Sunkyu bodoh. Bodoh… bodoh…”

Aku membersihkan kertas-kertas confetti di rambutku saat kurasakan sesuatu yang hangat menyentuh jemariku. Pandanganku merangkak ke atas.

Dia berdiri di sana.

“Rambutmu penuh dengan confetti, Sunbaenim,” gumamnya sementara matanya menilik kertas confetti yang baru saja ia pungut dari atas kepalaku. “Omong-omong, kulihat dari tadi kau mengumpat. Ada apa?”

Aku tertegun.

Ia mengulurkan tangan. Dengan ragu-ragu, aku terima ulurannya sembari membersihkan bekas-bekas confetti yang menempel pada sekujur tubuhku.

“Kau baik-baik saja?” bibirnya kembali mengucapkan kalimat.

Aku menelan ludah. Tak sanggup berkata apapun.

“Kulihat tadi kau melepas cengkraman tanganku dan berlari tak tentu arah. Kau tidak kenapa-napa, ‘kan?”

Lagi-lagi suara tulusnya itu. Shit.

“Kalau kau membutuhkan sesuatu aku selalu ada di ruang ganti EXO, Sunbae,” Joonmyun berlalu. Lengkap dengan senyumnya yang terasa tidak pernah memudar itu.

“Tunggu.”

Joonmyun menoleh.

Apa? Apa yang kau ucapkan Lee Sunkyu?

Aku membeku. Dasar bodoh.

“Aku… hanya ingin bilang… jangan panggil aku Sunbae lagi. Panggil saja Noona.”

“Baiklah,” seuntai senyum kembali merekah di bibir tipisnya. “Noona.”

Dan sekali lagi, akhirnya aku mengagumi senyum milik orang lain selain milikku.

fin.

HALOHAAAA AKU BALIK LAGI NEEH BAWA FIC BASED ON SMTOWN TOKYO KEMAREEEEN:3 Fic ini terinspirasi dari momen-momen exoshidae di smtown tokyo:”DD coba kalian buka pic ada linknya di atas:”))) Sayang ga nemu baekyeon sama luyoon sih………………………………….

Ini sama sekali gak kurevisi ulang, jadi kalau ada kata2 yang salah dan kurang efektif, typo, dll mohon dimaafkan yaa😆

DON’T FORGET TO DROP ANY COMMENT!🙂

31 thoughts on “[Vignette] Under The Confetti

  1. ADUUH ><
    Tapi disini rada miris juga lihat Sunny ya… hua eonni~ be patient😦

    Btw, aku minta pass untuk TADT dong, la ~ Aku kangen banget fanfic itu dan yaaaaa!!! kenapa kamu pw-in ;A;
    Pw! Pw! /demo/

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s