[Freelance] My Three Idiots (Chapter 7)

Poster 7

Title            : My Three Idiot

Author        : Kam Ha Moon | @tslykam

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

Other Casts :   – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

 

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

 

Yoona pov

 

Aku terus berlari menembus hujan, Krystal sudah melarangku tapi aku tidak mendengarkannya, bahkan aku tidak peduli dengan tubuhku sekarang, aku hanya teringat pada Taemin, karena kebodohanku dia sampai harus menunggu berjam-jam, aku benar-benar merasa bersalah, begitu sampai ditaman sungai Han aku segera mengedarkan pandanganku mencari Taemin, tentu saja disini tidak ada orang, hanya orang bodoh yang akan diam ditaman dalam keadaan hujan, dan orang bodoh itu adalah Lee Taemin, aku melihatnya berteduh dibawah sebuah pohon, Pabo! Untuk apa dia menungguku sampai larut malam begini.

 

“Lee Taemin!” teriakku sambil berlari kearahnya, keadaanku benar-benar basah kuyup sekarang.

“Yoona-ya?! Apa yang kau lakukan? Apa kau bodoh hah?! Kenapa kau harus kesini? Kenapa tidak pakai payung? Pabo!” ucap Taemin sambil melepaskan jaketnya untuk menutupi kepalaku, aku benar-benar tidak tega melihatnya, dia nampak kedinginan, dan ini semua karna kesalahanku, kenapa aku selalu menyusahkan orang lain, tanpa terasa aku meneteskan air mata.

“Maaf Taemin, maaf membuatmu menunggu hiks maafkan aku” ucapku sambil menunduk.

“Hey jangan menangis Yoona, sudahlah tidak apa-apa, sebenarnya aku hanya menunggu hujan reda saja, jangan menangis, ne?” balasnya lembut sambil merangkulku, aku tau dia berbohong, aku tau dia menungguku, Lee Taemin memang tidak akan pernah bisa membohongiku.

“Aaa, appo” rintihku pelan.

“Ada apa Yoona-ya? Tunggu dulu! Yoona apa yang terjadi padamu? Kenapa badanmu memar begini?!” tanyanya panik.

“Tadi appa memukuliku lagi” balasku pelan sambil menangis.

“Apa?!! Dan kau tidak melawan?! Sampai kapan kau akan diperlakukan seperti ini Im Yoona?!” Taemin tiba-tiba membentakku.

“Dia appaku Lee Taemin! Mana mungkin aku melawannya? Kalau bisa sudah aku lakukan itu dari dulu! Tapi aku tak bisa! Aku menyayanginya Taemin!” jawabku sambil menangis sekeras-kerasnya. Tiba-tiba Taemin menarikku kedalam pelukannya.

Arraseo maaf aku membentakmu Yoona-ya, aku hanya tidak tega melihatmu seperti ini, maafkan aku, uljima” ucapnya sambil mengelus lembut rambutku, meskipun keadaan kami basah kuyup, tapi aku bisa merasakan kehangatannya. “Ne gwencanhayo Taeminna” ucapku disela-sela tangisanku, aku tau Taemin melakukan itu hanya karena dia peduli padaku, terimakasih Tuhan aku masih memilikki Lee Taemin.

“Taemin apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Apa itu penting sekali?”

 

Taemin pov

 

“Taemin apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Apa itu penting sekali?” tanyanya pelan masih didalam pelukanku.

Bagaimana ini, haruskah aku memberitahunya sekarang? Tapi keadaannya sedang seperti ini, aku tidak tega jika harus membuatnya menangis lagi, apa yang harus aku lakukan.

“Em Se-Sehun dia sekarang tinggal sendiri di apartement” maaf aku harus membohongimu Yoona, aku hanya tidak ingin membuatmu sedih, maaf, maafkan aku.

Ne? Hanya itu? Jinjja? Kau menyebalkan sekali Lee Taemin!” ucapnya sambil memukuli dadaku, sekali lagi maafkan aku Im Yoona.

“Heheehe mian, bukankah itu penting?”

“Apanya yang penting! Kau kan bisa bilang itu di telfon!” jawabnya sambil terus memukuliku. Akupun segera merengkuh tubuhnya, kupeluk erat, sangat erat.

“Maaf Yoona-ya, aku hanya merindukan berdua denganmu ditaman ini, apa itu salah?” tanyaku sangat lembut, sejujurnya aku memang merindukan bersama dengan Yoona seperti ini.

Jinjja? Hhh dasar menyebalkan, huh aku juga merindukanmu Taemin” balasnya sambil mengeratkan pelukannya, untung saja dia tidak marah.

“Ayo kita pulang, aku tidak mau kau sakit” ucapku sambil melepas pelukanku, sungguh suatu saat nanti cepat atau lambat aku akan merindukan saat-saat seperti ini, Im Yoona, aku menyayangimu.

 

Yoona pov

 

Appa tidak pulang sejak kemarin, dan kemarin sebetulnya aku sedikit ragu, aku yakin ada suatu hal yang benar-benar penting yang ingin Taemin sampaikan, tapi kenapa dia tidak menyampaikannya ya. Ohiya dan karena kemarin aku kehujanan, akibatnya adalah hari ini aku demam -_- ya, hari ini aku tidak masuk sekolah karena tiba-tiba saja badanku panas, lagipula mana mungkin aku pergi sekolah dalam keadaan memar begini, meskipun sudah sedikit berkurang, tapi kalau pake seragam tetap saja kelihatan. Huh rasanya bosan sekali diam dirumah, kalau tidak ada kerjaan begini aku selalu merindukan eomma, dan akibatnya Im Yoona lemah akan menangis, huh memalukan. Lalu apa yang harus aku lakukan, hmmm sepertinya duduk ditaman tidak buruk juga. Ya, beginilah keadaan rumahku, tidak terlalu besar, dilengkapi taman kecil disamping rumah, dan disebelah taman ada pagar pendek yang menghubungkan rumahku dengan rumah Taemin.

 

“Oh Yoona-ya!” ucap seseorang dibalik pagar, ternyata itu Jinki harabeoji, beliau adalah kakek Taemin, sifatnya sama seperti Taemin, menggemaskan. Hahaha kalau dilihat-lihat sepertinya, saat muda dulu Jinki harabeoji playboy juga seperti Taemin.

“Oh haraboeji annyeonghaseyo” sapaku sambil tersenyum.

“Kau tidak pergi sekolah?” tanyanya ramah.

“Hmm tidak, aku sedikit demam, kemarin cucumu Lee Taemin yang ganteng itu membawaku hujan-hujanan” balasku sambil menggembungkan pipi, aku memang sudah dekat dengan harabeoji, meskipun aku tidak dekat dengan eomma dan appa Taemin, bahkan aku tidak tau bagaimana wajah adik Taemin.

“Ah benarkah? Aigoo Lee Taemin benar-benar, tenang saja Yoona-ya aku akan menghukumnya” jawab Jinki harabeoji hahaha dia lucu sekali.

Ne harabeoji, hukum sampai dia kapok ya!” candaku sambil tertawa.

Ne ne hahah ya ampun aku hampir lupa, aku sedang memasak ayam! Aku belum tua tapi kenapa sudah lupa begini ya! Yoona-ya aku cek ayamku dulu ya hahaha, kalau kau sakit istirahat didalam ne, diluar cukup dingin” Hahah harabeoji ada-ada saja. “Ne harabeoji

. . .

 

Hmmm benar juga kata Jinki harabeoji, lama-lama berada diluar cukup dingin, padahal ini masih jam 12, lebih baik aku masuk dan menyiapkan makan siang, Krystal sebentar lagi pulang.

 

Author pov

 

Sekarang waktu menunjukkan pukul 1 siang, pelajaran di Seoul International Art School sudah berakhir.

“Krystal-ah aku ikut pulang bersamamu ya, aku mau menjenguk Yoona Noona” Sehun menghampiri meja Krystal.

“Oh ne kajja!” jawab Krystal sambil menarik lengan Sehun, tanpa diketahui 3 orang yeoja sedang memperhatikan mereka dengan tatapan sebal.

Kini mereka sedang berjalan dikoridor sekolah, seperti biasa semua mata tertuju pada mereka dan itu membuat Sehun risih.

“Krystal-ah lebih baik kita ajak Luhan hyung dan Taemin hyung” ucap Sehun agar mereka tidak berjalan berdua.

Ne, aku sudah mengajak Luhan oppa dan Taemin oppa, mereka sedang menunggu di gerbang sekarang” Sehun pun sekarang kebingungan, dia merasa risih namun bagaikan penyelamat, Baekhyun dan Chanyeol sedang bercanda didepan toilet, tentu saja Sehun memanfaatkannya.

“Krystal-ah lepaskan tanganmu, lihat ada Baekhyun disana, aku yakin dia akan membuat ini menjadi gosip” ucap Sehun.

“Oh!! Kau benar! Hahha” Krystal pun melepaskan tangannya, dan Sehun bernapas lega, namun belum 1 menit Sehun bernapas lega, dia sudah menghadapi masalah baru.

“Oh Sehunnn!!! Yoona Noona sakit?! Benarkah ituuu?!!!” teriak Chanyeol tepat dihadapan Sehun.

“Ya! Chanyeola tidak usah berteriak! Iya Yoona Noona sakit, tapi hanya demam biasa” jawab Sehun datar.

“Iya, demam biasa kok, dan sekarang kita baru saja akan menjenguknya” jawab Krystal polos dan diakhir dengan tatapan kenapa-kau-harus-memberitahunya dari Sehun.

“Benarkahh? Aku mau ikut ya ya yaa” ucap Chanyeol dengan menunjukkan puppy eyesnya.

“Hmmm Ne kajja!” jawab Krystal polos dan lagi-lagi mendapat tatapan apa-yang-kau-lakukan dari Sehun.

“Waaahh! Daebak! Aku akan menjenguk Yoona Noona! Baekhyunna kau ikut juga kan?” teriak Chanyeol riang pada Baekhyun yang sedari tadi diam dan gugup.

“Akuu tidak bisa ikut Chanyeola, aku akan pergi ngedate dengan Taeyeon Noona” jawab Baekhyun gugup.

“Haahahhahahhahahaha baiklah tapi jangan tegang begitu dong, tunggu saja ya, sebentar lagi aku akan ngedate dengan Yoona Noona” jawab Chanyeol dengan wajah yang sangat bahagia dan mendapat tatapan jangan-pernah-bermimpi dari Krystal Sehun dan Baekhyun.

 

. . .

Setelah menemui Luhan dan Taemin di gerbang mereka pun berangkat menggunakan mobil Luhan, Sehun menyetir, Luhan duduk disamping Sehun, sedangkan Krystal Taemin dan Chanyeol duduk di kursi belakang, sedari tadi Chanyeol menggerak-gerakkan kakinya.

“Ihhhh Chanyeola kau kenapa sih? Tidak bisa diam?” ucap Krystal dingin.

“Maaf tapi aku gugup sekali mau menjenguk Yoona Noona” jawab Chanyeol gugup.

“Hahaha kau ada-ada saja Chanyeola, tidak usah gugup begitu” ucap Luhan santai.

Ne-ne sunbae hehe” balas Chanyeol nyengir, Sehun tetap memandang lurus ke jalan, sedangkan Taemin, dia sibuk dengan pikirannya sendiri sambil memandang keluar jendela, dia memang sedang banyak pikiran sekarang, mulai dari eommanya, belum lagi Sulli, Luna, dan Hyoyeon yang meminta pertanggungjawabannya, memang sulit menjadi playboy. Mereka pun melewati perjalanan dengan hening, setelah sampai Krystal langsung mengajak mereka masuk.

 

Kajja!” ucap Krystal sambil membuka gerbang.

 

Tok.Tok.Tok Krystal mengetuk pintu rumah, tak perlu menunggu lama Yoona pun membuka pintu dan membelalakan matanya, dia benar-benar kaget. “Haloooo Noona” ucap Chanyeol nyengir memamerkan gigi putihnya ‘Apa? Kenapa ada anak itu disini?’ batin Yoona sambil menatap Chanyeol.

“Oh! Ne! Oh ayo masuk” ucap Yoona akhirnya. Mereka pun dipersilahkan duduk diruang TV, Krystal mengganti bajunya di kamar, Luhan dan Taemin langsung menyerbu PS, Sehun menyerbu kulkas, sedangkan Chanyeol hanya duduk tegang.

 

“Kalian mau minum apa?” tanya Yoona.

“Apa sajaaa” jawab Taemin Luhan bersamaan. “Kau?” tanya Yoona pada Chanyeol.

Ne-ne apa saja Noona” jawabnya gugup, Yoona pun hanya tersenyum, karena menurutnya, wajah Chanyeol aneh sekali.

 

“Eiy Oh Sehun kau cari apa?” tanya Yoona pada Sehun yang sedari tadi melihat-lihat isi kulkas.

“Aku cari es krim Noona, kenapa dirumah ini es krimnya habis terus” jawab Sehun sambil mengerucutkan bibir mungilnya.

“Hahaha karena aku yang menghabiskan semuanya! Oh iya, aku dengar kau sekarang tinggal sendiri di apartement?” jawab Yoona sambil memukul pelan kepala Sehun.

“Huh Noona rakus dasar! Oh ya, Noona tau darimana? Dan juga kenapa Noona bisa demam begini sih?” tanya Sehun tiba-tiba. Yoona sedikit tersentak, dia bingung harus menjawab apa, kalau dia bilang hujan-hujanan bersama Taemin, dia takut Sehun akan salah sangka, sebenarnya dia juga tidak tau kenapa dia harus takut, apa dia menyukai Sehun juga? Tidak ada yang tau selain dirinya sendiri.

“Oh? Aku dengar dari Taemin, dan itu? Emm kemarin aku ke supermarket dan terjebak hujan, makanya aku tidak pulang bersama kalian, dan karena sudah malam akhirnya aku hujan-hujanan saja” jawab Yoona bohong.

“Uhh dasar Noona pabo

“Eissh kau ini! Sudah sana duduk, aku akan membuatkan kalian minuman”

Neeee!” jawab Sehun riang.

 

Mereka menghabiskan waktu mengobrol bersama, Luhan masih bermain PS dengan Taemin, sesekali dia menunjukan perhatiannya pada Krystal yang membuat Yoona cemburu, ya, kini Yoona memang sudah sadar kalau dia menyukai Luhan, tapi apa daya, Luhan mungkin menyukai Krystal dan tentu saja Yoona akan mengalah. Sedangkan Sehun masih sibuk memakan camilan sambil menonton TV, dan Chanyeol? Dia hanya duduk tegak tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.

“Chanyeola kau kenapa?” tanya Yoona heran dan membuat Sehun melirik Chanyeol.

“Iya kau kenapa Chanyeola? Kau seperti patung” ejek Sehun.

“Ti-tidak aku hanya keb-ke-belet pipis” jawab Chanyeol membuat semuanya tertawa.

“Hahahaha kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aigoo, itu kamar mandi ada dibawah tangga hahahah” ucap Yoona sambi tertawa.

Ne gomawo Noona” ucap Chanyeol sambil lari terbirit-birit.

“Hahahah ada-ada saja” ucap Krystal.

 

Setelah kembali dari kamar mandi, perilaku Chanyeol berubah total, sikap berlebihannya kembali lagi dan dia juga melontarkan lelucon yang membuat mereka semua tertawa kecuali Sehun, Sehun bahkan tidak mengerti apa yang diucapkan Chanyeol.

“Huh lebih baik dia kebelet pipis seperti tadi supaya dia diam” gumam Sehun pelan, bahkan sangat pelan karena yang lainnya tertawa sangat kencang. Sejujurnya Sehun merasa cemburu bisa melihat Yoona tertawa begitu lepas karena seorang, Chanyeol? -_-

 

Sebenarnya ini hanyalah permulaan, akahkan Yoona bisa tertawa lepas seperti ini lagi?

 

TBC

 

Gyaa akhirnya di post juga hehe oiya sekali lagi maaf ya yang kurang suka sama jalan ceritanya, maaf juga buat yang minta banyak luyoon moment, ini cerita udah author bikin sampe chap 10 jadi ga akan ada yang dirubah lagi, tapi untuk chapter 10 dan selanjutnya author bakal ikutin saran kalian ko, jadi ikutin aja dulu ceritanya ya, author pengen bikin yang agak beda hehe maaf yaaa semoga sukaaa J don’t bash okay? Author mau bikin yoong menderita dulu disini.

 

Maaf kalau ada typo kkk

Author masih tetep bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.

Gomawo ~

@tslykam ^^

 

33 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 7)

  1. Sebenernya yg mau di omongin taemin ama yoong apa?aku penasaran banget.krystal sukanya ama sehun kayaknya.lanjut thor jangan lama”

  2. Yoona eonni ntar sama siapa ya? Aku masih nunggu luyoon moment*.* mana luyoon moment, dan yoonhun momentnya juga thor. Next ne🙂

  3. jujur aku ngeship luyoon. tapi pas liat taemin sama yoona ditaman ujan-ujanan aku jadi ngeship yoona sama taemin. soalnya pas adegan itu aku dapet banget feelnya.
    yoona akhirnya sama siapa aja juga gak papa
    lanjut thor

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s