[Freelance] Rainbow in My Heart

1378900_241235342693421_66026684_n
Title : Rainbow In My Heart

Author : Jung Soo Jin

Rating : T

Genre : Romance, Friendship, School Life(?)

Main Cast : Kim Hyoyeon, Oh Sehun

Other Cast : Kim Jong In/Kai, Im Yoona, Kris Wu, Oh Sunny (Marga disesuaikan, disini Sunny jadi noona-nya Sehun^^)

Pairing : HyoHun

Disclaimer : Cerita ini murni dari hasil pemikiranku. Cast aku cuma minjam aja. Kalau ada kesamaan (plot,alur,dll.) mian ne. Don’t be plagiators please!!

Author’s note : AnnyeonghaSEHUN!! ^^ Ini FF debut aku disini. Jadi mian kalau FF-nya abal-abal, begitu pula covernya yang aku buat dengan amatiran. Cerita ini terinspirasi dari rainbow cake *sumpah* dan drama korea Love Rain. Silahkan kasih saran dan kritik pedas.. ^^ hehehe. Enjoy the fanfic..!!

RAINBOW IN MY HEART

…Sehun’s POV-

“Ah..berisik” keluhku.

Semakin lama aku semakin membenamkan wajahku kedalam tas, suara berisik yang memekakkan telinga benar-benar menggangguku, padahal ini kan didalam kelas. Akan tetapi suasananya sekarang sudah seperti karnaval saja.

“Hahahaha…!!!”

Sekarang suara tawa memenuhi satu kelas, aku serasa ingin membungkam mulut mereka semua. Aku berharap guru Biologiku segera datang supaya satu kelas bisa diam. Aku melirik bangku seberangku, banyak yang berkumpul disana. Aku sudah muak, dengan sinis aku berteriak kepada mereka.

“HEY..!! APA KALIAN TIDAK BISA DIAM..!!”

Mereka menatapku dengan pandangan tidak suka, mereka berbisik-bisik sebentar sebelum akhirnya seorang yeoja berambut pirang berjalan kearahku. Kemudian ia menggebrak mejaku dengan kepalan tangannya.

“Urus urusanmu sendiri Oh Sehun..!!”

Yeoja itu kembali kebangkunya, melanjutkan candaannya yang terpenggal akibat teriakanku tadi. Aku hanya bisa menghela nafas kesal, yeoja bernama Kim Hyoyeon itu memang sangat menyebalkan. Kim Hyoyeon, yeoja berusia 18 tahun itu memang cantik, idola semua laki-laki di sekolahku, dia sangat pandai menari, bahkan hampir semua temanku menjulukinya “Dancing Queen” tapi aku sama sekali tak tertarik dengannya, bagiku dia hanyalah seorang yeoja berisik.

“KRINGGG…!!!” bel pulang sekolah berbunyi, aku merasa sangat lega bisa terbebas dari suara berisik dikelas hari ini.

…HyoYeon’s POV-

Aku duduk sendirian di kelas, aku menyesali perbuatanku tadi, yaitu : membentak namja yang aku cintai, Oh Sehun. Aku benar-benar bodoh, mengapa aku lebih menuruti perkataan orang lain?? Ahh.. aku memang sangat bodoh, tidak salah kalau Sehun membenciku.
-FLASH BACK-
“HEY..!! APA KALIAN TIDAK BISA DIAM..!!” Sehun berteriak kepadaku yang tengah asyik bercanda, sebagian besar dari teman-temanku memang tidak menyukai Sehun karena menurut mereka Sehun adalah namja sombong dan dingin.

“Hyo, coba kau beritahu pada namja itu agar tidak mengganggu kita” bisik Kai padaku

Mwo??” aku menatap sinis Kai “Anio!! Aku tidak mau melakukannya”

Why not? you’re afraid to do it? Embarrassing…” Kris menambahkan

Apa dia bilang?? Memalukan?? Akan kutunjukkan pada mereka bahwa aku bisa melakukannya. Dengan perasaan takut aku menghampiri meja Sehun kemudian menggebrak mejanya.

“Urus urusanmu sendiri Oh Sehun..!!”bentakku padanya. Sehun hanya menatapku dingin, tatapan yang membuatku gugup.

 “Kim Hyoyeon..!! Apa yang kau lakukan??!! Kau membuat Sehun semakin membencimu”  sesalku dalam hati.

-FLASHBACK END-

Aku masih saja menyesali perbuatanku, kepalaku kubentur-benturkan ke meja sampai seseorang datang dan menjitak kepalaku dengan keras.

“Aww…” rintihku kesakitan, aku mendongak dan melihat siapa pelaku yang menjitak kepalaku, ternyata sahabatku, Yoona.

“Hyo, kau tidak pulang? Lihatah diluar sudah mau hujan” kata Yoona sambil menunjuk keluar jendela

“Apakah kau harus menjitakku sekeras itu?” aku mengelus-elus kepalaku

“Jika aku tidak melakukannya mungkin kau sudah membenturkan kepalamu ke meja berkali-kali” balas Yoona, kemudian ia tersenyum-senyum padaku “Aku duluan ne Hyo, aku ada janji dengan Kai!!”

Sebelum aku sempat mengejeknya, Yoona sudah berlari keluar kelas. Aku membereskan barang-barangku yang berserakan dimeja. Tak lama kemudian aku sudah berada digerbang sekolah, bersiap untuk pulang. Belum sempat aku melangkah keluar gerbang sekolah, hujan gerimis pun turun.

“Omo… kenapa sudah turun hujan” keluhku, dengan terburu-buru aku membuka ransel dan mengeluarkan sebuah payung. Aku setengah berlari saat melintasi jalanan dan tiba-tiba aku menabrak punggung seseorang.

“Mian ne, aku tidak sengaja” ucapku, aku membungkukkan badan untuk meminta maaf.

“Lihat-lihat kalau berjalan” balasnya, tunggu dulu.. sepertinya aku mengenali suara itu.

Aku mendongakkan kepalaku dan melihat seorang namja berambut pirang. Tubuhnya basah kuyup. Aku terkejut melihatnya disini, ditengah hujan yang semakin lama semakin deras.

“Oh Sehun….”

…Author’s POV-

Sehun menatap Hyoyeon datar, Hyoyeon menatapnya gugup. Dada Hyoyeon serasa berdesir melihat namja yang dicintainya berdiri didepannya, tapi dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan. Tentu saja Hyoyeon tidak tinggal diam, ia berdiri didepan Sehun. Payung berwarna pink itu kini memayungi mereka berdua.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Sehun, masih menatap lekat Hyoyeon.

“Memayungi kita berdua….” jawab Hyoyeon gugup, tiba-tiba Sehun berbalik badan dan pergi meninggalkan Hyoyeon.

“Tunggu Oh Sehun, kau mau kemana??” panggil Hyoyeon, kini ia berusaha mengejar Sehun yang berjalan sendirian ditengah hujan.

Sehun sama sekali tidak mengacuhkan Hyoyeon, bahkan saat Hyoyeon sudah berdiri disampingnya dan kembali memayunginya, Sehun masih saja diam, walaupun dalam hati ia merasa berterima kasih pada yeoja yang tidak disukainya ini. Sungguh Sehun tidak menyangka seorang Kim Hyoyeon yang tidak ia sukai bisa berbuat sebaik ini padanya.

Suasana menjadi hening, yang terdengar hanyalah tetesan air hujan dan langkah kaki mereka. Hyoyeon sesekali melirik wajah Sehun, wajah tampan yang selama ini ia kagumi. Sementara Sehun yang tengah berperang batin dengan dirinya sendiri terus-menerus berpikir.

Dia yeoja berisik yang kau benci Oh Sehun, sadarlah!!”  batin Sehun, namun seolah-olah ada suara lain yang membantahnya

“Dia sadar kau membencinya, dia sadar kau tidak tertarik padanya, tapi dia berbaik hati menemanimu pulang ditengah hujan ini”

Hujan masih saja deras, dan Hyoyeon bersikeras untuk mengantarkan Sehun sampai kerumahnya karena ia tidak membawa payung. Saat mereka tiba disebuah taman, hujan berangsur-angsur mereda. Awan gelap segera digantikan oleh matahari yang bersinar cerah, Hyoyeon pun menutup payungnya dan menatap langit biru. Sehun melakukan hal yang sama.

“Apa itu?” ucap Sehun tiba-tiba, jarinya menunjuk kea rah langit.

Hyoyeon mengikuti arah jari Sehun, dan ternyata dilangit sudah tampak pemandangan 7 warna pelangi yang indah. Hyoyeon diam-diam memperhatikan wajah Sehun, senyuman manis kini menghiasi wajah tampannya. Dada Hyoyeon kembali berdesir dibuatnya.

“Indah ya…” gumam Sehun, Hyoyeon yang sedari tadi memperhatikan wajahnya mengangguk pelan.

Mereka tetap berdiri ditempat itu sampai beberapa lama kemudian, memandangi pelangi yang mulai pudar warnanya dilangit. Tiba-tiba terdengar suara nyaring seorang yeoja.

“OH SEHUN…!!”

Sehun dan Hyoyeon menatap seorang yeoja yang baru saja turun dari mobil, menghampiri mereka berdua. Yeoja itu cantik, berambut coklat panjang, dan ia mengenakan dress berwarna kuning cerah yang sangat cocok dikenakannya. Hati Hyoyeon pun bertanya-tanya, siapakah yeoja ini?

“Kenapa noona ada disini?” Tanya Sehun pada yeoja itu.

“Aigoo.. ternyata noona Sehun”  batin Hyoyeon.

“Ah kau ini sinis sekali pada noona-mu sendiri, noona tadi mau menjemputmu tapi kau tidak ada disekolah. Ternyata sudah pulang hujan-hujanan begini” kata noona Sehun, lalu pandangannya pun beralih pada Hyoyeon. Noona Sehun langsung tersenyum, menunjukkan eye smile miliknya.

“Halo, aku Oh Sunny. Noona Sehun, aku baru tahu kalau Sehun mempunyai yeoja chingu secantik dirimu” Sunny dengan ceria menjabat tangan Hyoyeon.

“Anio” bantah Sehun “Dia Kim Hyoyeon. Dia bukan yeoja chingu-ku, hanya teman”

“Omo…” seru Sunny tiba-tiba “Kalian berdua basah kuyup, cepat ganti baju supaya tidak masuk angin. Hyoyeon sebaiknya kau mampir dulu kerumah kami untuk mengeringkan seragammu, aku akan meminjamimu baju”

“Mwo??” Hyoyeon terkejut dengan yang dikatakan Sunny, pergi ke rumah Sehun???

“Tunggu dulu unnie… aku…” Hyoyeon berusaha untuk menolak tapi terlambat, Sunny sudah setengah menyeret Hyoyeon dan Sehun masuk ke dalam mobilnya.

…Hyoyeon’s POV-

Sekarang disinilah aku, diruang makan keluarga Sehun. Sehun dan aku sudah berganti pakaian, Sehun mengenakan t-shirt putih polos dan celana jeans pendek sedangkan aku memakai hoddie berwarna merah dan rok berwarna hitam milik Sunny unnie. Sehun yang ada didepanku nampak acuh tak acuh, padahal aku yang didepannya sudah berdebar-debar setengah mati.

“Ah kalian berdua kenapa kaku sekali, santai saja. Ini silahkan diminum kopi-nya” ucap Sunny unnie sambil meletakkan cangkir kopi di meja kemudian pergi meninggalkan kami.

“Terima kasih ya” gumam Sehun, kata-katanya tidak terlalu jelas karena ia mengatakannya sambil menyeruput kopi.

“Mwo?” Tanyaku kebingungan

“Terima kasih sudah berbagi payung denganku, yaahh walaupun kita berdua tetap saja basah kuyup meskipun menggunakan payung”

Deg..!! Perasaan hangat merayapiku, bukan dari kopi panas yang kuminum tapi dari perkataan Sehun yang berterima kasih padaku.

“Hyoyeon, apakah kau berniat pulang sekarang. Aku sudah membuatkan makan malam?” ucap Sunny unnie dari dapur, aku pun bangkit dari kursiku dan pergi menghampirinya.

“Ah tidak terima kasih unnie. Aku harus pulang sekarang, dan terima kasih sudah meminjamiku baju ini unnie…”

“Ini seragammu sudah kukeringkan” Sunny unnie memberikan seragamku yang sudah kering dan tersetrika rapi, matanya pun beralih ke Sehun “Sehun bisakah kau antarkan temanmu pulang, noona sedang sibuk memasak makan malam sekarang”

Kopi panas pun tersembur keluar dari mulut Sehun.

“Kenapa harus aku??” Sehun memprotes, tapi jujur saja. Dia nampak sangat lucu saat sedang panik.

“Tega sekali kau tidak mau mengantarkan temanmu!” balas Sunny unnie.

Sehun nampak pasrah saja menuruti noona-nya itu, ia berjalan keluar pintu mendahuluiku.

“Sampai jumpa Hyoyeon!! Datang lagi ya!!” Sunny unnie melambai-lambaikan tangan padaku dari depan pintu masuk. Aku balas melambai.

Sehun berjalan disampingku, sekarang langit semakin gelap. Dan aku bersyukur mengetahui rumahku tidak terlalu jauh dengan rumah Sehun, jadi aku bisa menempuhnya dengan berjalan kaki saja. Apabila rumahku jauh, kemungkinan Sehun akan lupa jalan pulang kerumahnya seusai mengantarkanku.

“Sunny noona sepertinya menyukaimu” ucap Sehun memulai pembicaraan.

Aku terdiam, tak menjawab perkataannya.

“Kau bisa berkunjung kerumahku kapanpun kau mau…..”

Aku terkejut dengan perkataannya barusan, tapi sekaligus ada perasaan gembira dihatiku. Tanpa sadar aku tertawa kecil.

“Apa yang kau tertawakan?”

…Sehun’s POV-

“Apa yang kau tertawakan?” tanyaku.

Hyoyeon hanya tersenyum menatapku, tapi kali ini aku merasakan hal yang berbeda saat melihat senyuman Hyoyeon. Perasaan berdebar-debar dan gugup? Ah Sehun dia kan hanya yeoja berisik. Walaupun begitu aku tetap memperhatikan yeoja berisik ini, aku baru menyadari kalau dia sangat cantik. Rambutnya pirang sama sepertiku, dan yang paling memikat adalah senyumannya, senyuman yang membuatku…. Oh Sehun!! Berhenti berpikiran aneh.  Setelah lama berjalan aku sampai didepan gerbang sebuah rumah, rumah Hyoyeon.

“Kau tidak mau masuk dulu?” Tanya Hyoyeon, membuyarkan lamunanku.

“Ah anio.. Sunny noona sudah menungguku”

“Kalau begitu terima kasih sudah mengantarku pulang” Hyoyeon segera masuk kedalam rumahnya, akan tetapi entah apa yang telah merasukiku, aku tiba-tiba berteriak pada Hyoyeon.

“Sampai jumpa besok disekolah!!” teriakku

Hyoyeon hanya tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.

-SKIP- At School…..

“GOOD MORNING…!!” Hyoyeon menyapaku ceria, aku hanya bisa menghela nafas. Di sekolah, Hyoyeon kembali menjadi yeoja berisik yang kukenal.

“Sehun ini baju Sunny unnie.. tolong sampaikan salam dan terima kasihku padanya” setelah meletakkan tas kertas berisi pakaian noona-ku ia berjalan ke bangkunya, tempat genk-nya berkumpul. Kai, salah seorang temannya tampak melirik sinis padaku. Aku tak peduli, aku kembali fokus pada buku didepanku.

Sesaat sebelum pulang sekolah, hujan kembali turun. Dan sialnya hari ini aku tidak membawa payung lagi, tapi aku sama sekali tidak berharap Hyoyeon akan kembali berbagi payung bersamaku. Jadi aku putuskan saja menunggu disekolah dan menghubungi Sunny noona agar dia menjemputku.

“Ah mianhae Sehunnie, noona sedang berada di kantor sekarang. Noona tidak bisa menjemputmu, mungkin kau harus pulang bersama Hyo…” PIP..!! Aku langsung menutup telponku, sudah kuduga Sunny noona pasti akan menyuruhku pulang bersama Hyoyeon lagi.

Aku berdiri didepan jendela, melihat hujan diluar sana. Dan terdengar suara langkah kaki, sepertinya menuju ke arahku….

“Sehun…”

Ternyata hanya Hyoyeon, ia berdiri disampingku dan ikut melihat hujan diluar. Tangannya memegang payung berwarna pink.

“Kau belum pulang?” tanyanya

“Hujan….”

“Mau pulang bersamaku??”

Aku meliriknya tajam, ia cepat-cepat tutup mulut. Kami berdiri didepan jendela lama sekali, dan hal itu kembali kurasakan saat bersama Hyoyeon. Perasaan aneh dalam diriku yang tidak bisa kuungkapkan, yang jelas hatiku berdebar-debar saat dia ada didekatku.

“Warna yang cocok dengan kepribadian Oh Sehun, hmmm….”gumam Hyoyeon, ia membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah buku catatan, aku hanya memutar kedua bola mataku saat melihat sekilas isi catatan itu. Semuanya serba warna pelangi….

“Nila” ucap Hyoyeon akhirnya

“Kenapa nila?”

“Nila adalah lambang kesederhanaan, pasrah, berserah diri, dan menerima apapun yang terjadi. Bukankah kau pasrah saja sewaktu kehujanan kemarin” ucap Hyoyeon polos

“Kau hanya menyimpulkan dari kejadian kemarin saja” balasku.

“Dilihat dari kelakuanmu sehari-hari dikelas juga sudah menunjukkan kalau kau berjiwa ‘Nila’ “

Aku melotot pada Hyoyeon, Hyoyeon sudah mengacungkan jari tengah dan telunjuknya , pertanda damai. Aisshhh… dasar yeoja berisik. Bagaikan lampu yang tiba-tiba muncul diatas kepala, sebuah ide muncul dikepalaku.

“Jika aku bisa membuktikan dalam waktu 7 hari bahwa aku bisa menjadi seseorang yang berjiwa sesuai dengan warna pelangi apa yang akan kau lakukan?” aku memamerkan smirk-ku pada Hyoyeon.

“Memang apa yang akan kau lakukan dalam waktu 7 hari?”

“Kau lihat saja besok, hari ini anggap saja aku telah berwarna nila, tapi hingga 6 hari kedepan kau akan melihat perubahannya”

“Kau membingungkan….” Keluh Hyoyeon

Aku tertawa, Hyoyeon yang sebelumnya cemberut akhirnya tertawa bersamaku. Hujan berhenti, pelangi kembali menampakkan dirinya dihadapanku dan Hyoyeon. Mata kami berdua bertemu, Hyoyeon mengeluarkan senyum penuh arti, cantik sekali…

Nampaknya aku…

Oh Sehun ini…

Telah jatuh cinta pada yeoja berisik bernama Kim Hyoyeon….

-SKIP- Besoknya….

…Author’s POV-

   Yeoja cantik berambut pirang itu melompat-lompat kecil, bukan karena senang tapi justru ia merasa kesal karena orang yang telah lama ditunggunya tidak kunjung datang. Berkali-kali yeoja itu memeriksa jam tangan pink yang melingkar ditangannya, dan berkali-kali pula yeoja itu memaki orang yang ditunggunya.

“Hey, Hyoyeon!!” teriak seseorang.

Hyoyeon mencari siapa yang memanggilnya, dan ia tersenyum senang ternyata Oh Sehun, orang yang telah lama ditunggunya sudah datang. Sehun berlari-lari kecil menghampiri Hyoyeon sambil melambaikan tangannya, Hyoyeon balas melambai.

“Mian ne aku terlambat” kata Sehun setelah berada didepan Hyoyeon.

“Ah tidak apa-apa” jawab Hyoyeon, padahal tadi dia sudah sempat berpikir untuk menghajar Sehun karena keterlambatannya “Hari ini kau akan mulai dengan warna apa?”

“Aku belum akan memulainya” kata Sehun lirih.

“Waeyo??”

“Aku belum memikirkan detail-detail rencanaku, tapi sebagai gantinya ayo ikut aku” Sehun menarik Hyoyeon.

“Eh tunggu kita mau kemana??” ucap Hyoyeon sedikit panik, Sehun hanya tersenyum-senyum sembari berjalan disamping Hyoyeon.

…HyoYeon’s POV-

Sehun membawaku pergi, entah kemana. Tangannya terus memegang erat tanganku. Oh Tuhan… mungkin lama-kelamaan aku bisa meleleh jika begini terus. Sungguh aku merasa sangat bahagia bisa bersama Sehun saat ini, menurutku saat ini Sehun tampak begitu mempesona dengan kaus putih yang ia padukan dengan kemeja berwarna biru tua dan ditambah dengan celana jeans. Pakaiannya terlihat sedikit berantakan, menambah kesan  cool pada Sehun.

“Ekhem” suara deheman Sehun membuyarkan lamunanku “Hyoyeon aku tahu aku memang tampan dan keren, tapi tidak perlu terpesona padaku sampai seperti itu” ucap Sehun percaya diri.

“Isshhh… dasar kau ini” aku memukul lengan Sehun, ia hanya tertawa dan mengacak-acak rambutku dengan tangannya.

Sehun membawaku ke sebuah kedai kecil dipinggir danau. Danau itu terletak di taman yang lumayan sepi, jadi tak banyak pula yang membuka kedai disana. Tapi disini ada satu, dan itu adalah kedai minuman Bubble Tea.

“Tunggu disini ne” kata Sehun. Sehun meninggalkanku duduk sendirian dibangku panjang bawah pohon, sementara ia ke kedai Bubble Tea.

5 Menit kemudian……

“Nih” Sehun menyodorkan Bubble Tea didepan wajahku.

“Ah kau baik sekali. Gomawo Sehunnie…” jawabku, aku pun mengambil Bubble Tea dari tangan Sehun.

Kami duduk dibawah pohon, menikmati rasa coklat Bubble Tea sambil bercanda tawa. Sehun menceritakan tentang Sunny unnie, aku menceritakan tentang namdongsaeng-ku Min Goo. Sehun menceritakan ketertarikannya pada dance, aku menceritakan hobiku yaitu dancing. Sehun mengaku pernah melihat penampilanku saat pentas seni disekolah, dan menurutnya dance-ku memang sangat bagus. Untuk beberapa lama kami saling bercerita tentang kehidupan masing-masing, dan itu membuatku semakin mencintai namja berambut pirang ini.

“Hyoyeon sebaiknya kita pulang sekarang, langit sudah mulai gelap” kata Sehun mengakhiri pembicaraan.

“Baiklah, sampai jumpa besok di sekolah Sehunnie..”

“Sampai jumpa”

…SeHun’s POV-

BRUGH..!! Aku menjatuhkan diriku diatas ranjang. Hari ini memang lumayan melelahkan tapi juga sangat menyenangkan, aku pergi berdua dengan Hyoyeon. Sosok Hyoyeon siang tadi masih terbayang-bayang dipikiranku, sampai-sampai aku tersenyum-senyum sendiri dibuatnya. Aku memeluk gulingku, menyalurkan kebahagiaan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

“Yaakk..!! Sehun kau sudah gila ya??” teriak Sunny noona, ternyata dia sudah berada didalam kamarku.

Refleks, guling yang kupeluk tadi kulemparkan ke sembarang arah.

“Kau baru kencan dengan seorang yeoja kan?? Ayo mengakulah” goda Sunny noona, ia duduk dikursi meja belajarku.

“Aku hanya pergi dengan Hyoyeon, apakah itu disebut dengan kencan?”

“Tentu saja!! Wah noona akan sangat mendukungmu bila Hyoyeon menjadi yeojachingu-mu, ia sangat baik dan manis”

“Kita berharap saja itu terjadi…” ucapku pelan. Sunny noona yang mendengarnya sedikit hanya menatapku penasaran.

…Author’s POV-

Senin pagi yang cerah, Sehun mempersiapkan diri kesekolah. Dan yang pasti ia mempersiapkan berbagai macam kejutan untuk yeoja berisik yang dicintainya untuk 6 hari kedepan.

“Oh SeHun HWAITING..!!” ucap Sehun menyemangati dirinya sendiri.

Hari Ke-1: Ungu

Sehun mengajak Hyoyeon makan malam disebuah restoran, restoran itu memanglah bukan restoran berbintang. Tapi restoran yang terletak didekat danau, dengan interior restoran yang romantis, elegant, dan berkelas, Hyoyeon menyatakan Sehun telah berhasil mencoret warna Ungu dari daftar yang harus ia penuhi bersama Hyoyeon.

Hari Ke-2 : Biru

   Sepulang sekolah, Hyoyeon dibonceng sepeda oleh Sehun dipinggir Sungai Han. Dengan masih memakai seragam sekolah, mereka bercanda tawa dipinggir sungai layaknya sepasang kekasih. Setelah lelah bersepeda, Sehun dan Hyoyeon melepas alas kaki mereka lalu saling kejar-kejaran dipinggir sungai. Kaki mereka yang telanjang terendam air sungai yang dingin. Sehun berhasil mencoret warna Biru dari daftar.

Hari Ke-3 : Hijau

   Sehun kembali menbonceng Hyoyeon dengan sepedanya, namun bedanya kali ini ia mengajak Hyoyeon bersepeda ditengah hutan kota. Hutan yang teduh dengan pepohonan hijau dan semak-semak bunga kecil. Sehun dan Hyoyeon duduk dibawah pohon, merasakan angin bertiup lembut. Lalu tanpa sadar, Hyoyeon tertidur di bahu Sehun. Warna hijau telah tercoret dari daftar.

Hari Ke-4 : Kuning

   Sehun sudah menyuruh Hyoyeon membawa baju ganti, karena hari ini mereka akan pergi ke taman hiburan. Hyoyeon sudah mengenakan dress berwarna kuning cerah, Sehun mengenakan pakaian dengan warna yang sama. Mereka bermain sepuasnya ditiap wahana permainan yang ada. Dan diakhir permainan Sehun memberikan sebuah boneka beruang kuning pada Hyoyeon. Warna kuning tercoret dari daftar.

Hari Ke-5 : Jingga

   Hari Jumat, Sehun menjemput Hyoyeon didepan rumahnya pada sore hari. Mereka kembali pergi ke Sungai Han, menyaksikan pemandangan matahari terbenam dipinggir Sungai Han terkesan sangat romantis bagi Hyoyeon. Apalagi langit berwarna jingga saat matahari terbenam. Sehun kembali berhasil mencoret salah satu warna dari daftar. Hanya kurang satu warna lagi, merah.

Hari Ke-6 : Merah

…Sehun’s POV-

   Hari ini adalah hari terakhir untuk menunjukkan diriku yang sebenarnya pada Hyoyeon. Selama 5 hari ini, aku dan Hyoyeon selalu bersama-sama. Kami bersepeda, bercanda, bermain di Sungai Han, pergi ke taman hiburan, dan melihat matahari terbenam. Aku masih ingat betapa cantiknya Hyoyeon saat ia memakai dress kuning cerah. Bagiku, 5 hari kemarin adalah 5 hari yang paling berharga dalam hidupku.

“Sehunnie…” panggil Hyoyeon.

“Ne, ada apa?”

“Bisakah kau nanti menungguku di danau sepulang sekolah? Aku harus menemui Kai, Kris, dan Yoona terlebih dahulu”

“Baiklah”

Aku tahu Kai, Kris, dan Yoona. Mereka adalah teman baik Hyoyeon, dan setahuku mereka semua tidak terlalu menyukaiku. Dan sekarang Hyoyeon, salah satu dari mereka kini dekat denganku. Aku tahu mungkin mereka semua tidak akan setuju apabila Hyoyeon menjadi yeojachingu-ku.

…HyoYeon’s POV-

   Aku menghampiri bangku Kai, Kai ada disana bersama Kris dan Yoona. Belum sampai aku disana, mereka sudah diam, tak berbicara apapun. Aku tahu selama 5 hari ini aku sama sekali tidak berkumpul dengan mereka, aku lebih sering bersama Sehun. Jadi semua ini memang kesalahanku, aku harus meminta maaf pada mereka semua.

“Kenapa kau kemari. Aku kira kau sedang kencan dengan Sehun sekarang” kata Yoona tiba-tiba.

Aku menghela nafas “Aku ingin menemui kalian semua….”

“Lalu bagaimana dengan Sehun? Pergilah dia akan menunggumu nanti” sahut Kai.

Don’t make your namjachingu wait. Go now….” Kris menambahkan.

Aku merasa air mataku akan jatuh, sungguh aku merasa sangat bersalah pada sahabat-sahabatku ini. Aku menyayangi mereka semua, tapi aku juga tidak bisa melepaskan Sehun yang sangat kucintai.

“Teman-teman aku minta maaf” akhirnya air mataku jatuh “Selama lima hari ini aku bersama Sehun dan tidak mempedulikan kalian semua. Aku mohon maafkan kesalahanku, aku memang sahabat yang buruk”

Kai, Kris, dan Yoona terdiam. Hanya suara isakan tangisku yang terdengar, perlahan Yoona memelukku.

“Semuanya maafkan aku, aku terlalu egois….” Isakku.

“Hyoyeon” ucap Yoona lembut “Sekarang katakan pada kami, apakah kau mencintai Oh Sehun?”

“Ne.. aku sangat mencintai Sehun” Jawabku.

“Lalu kenapa kau tidak pernah menceritakannya pada kami?” Tanya Kai.

“Aku tahu kalian semua tidak terlalu menyukai Sehun, aku takut kalian akan menjauhiku karena aku mencintai Sehun”

Kris angkat bicara “Hyoyeon, sekalipun kami tidak menyukai seseorang tapi bukan berarti kami akan melarangmu mencintai orang itu. Dan lagipula…”

“Dan lagipula kami juga salah karena membenci Sehun tanpa alasan yang masuk akal” Yoona memotong perkataan Kris.

Aku tersenyum pada mereka semua, mereka memang sahabatku yang paling baik. Aku sungguh beruntung bisa memiliki mereka dalam hidupku. Kai, Kris, dan Yoona serempak memelukku.

“Kalian memaafkanku?”tanyaku.

“Tentu saja, dan semoga kau memaafkan kami. Selama ini kami bersikap tidak terlalu baik pada Sehun” ucap Kai.

Mendengar nama Sehun, aku langsung terlonjak kaget. Sehun pasti sudah sangat lama menungguku!!

“CTARR..!!” terdengar suara petir diluar sana. Aku menjadi semakin panik, aigooo… Sehun pasti sudah kehujanan sekarang.

“Mianhae.. Yoona, Kai, Kris. Aku harus pergi sekarang…” aku buru-buru melepaskan pelukan mereka.

“Wae?? Diluar kan sedang hujan, Hyoyeon tunggulah hujan reda disini bersama kami” bujuk Yoona.

“Sehun… dia menungguku sekarang” balasku lemah.

“Ah kalau begitu cepat pergilah, temui pangeran-mu itu sekarang!!” kata Kai, Yoona melotot marah padanya.

“Ya sudah, temui Sehun… dan semoga berhasil” gumam Yoona.

Merasa senang dengan jawaban Yoona, aku memeluk Yoona sekilas sebelum akhirnya berlari keluar sekolah, ditengah hujan yang lebat.

…Author’s POV

Hyoyeon berlari ditengah hujan, ia tidak mempedulikan dirinya yang kini basah kuyup dan kedinginan, yang ia pikirkan sekarang hanyalah Sehun. Sekuat tenaga Hyoyeon berlari menuju danau di taman kota, ia mencari-cari Sehun disana. Dan yang ia temukan hanyalah sepeda milik Sehun, terparkir dibawah pohon.

“Dimana dia…” bisik Hyoyeon sedih.

Tanpa Hyoyeon sadari, Sehun sedari tadi berdiri dibelakangnya. Sehun yang melihat Hyoyeon datang ditengah hujan itu tanpa pikir panjang memeluk yeoja itu dari belakang.

“Sehunnie…”

“Hyoyeon, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” bisik Sehun ditelinga Hyoyeon.

Hyoyeon bergerak sedikit, tapi justru hal itu membuat Sehun semakin mengeratkan pelukannya. Sehun menyandarkan dagunya pada bahu Hyoyeon, membuat Hyoyeon berdebar-debar tak karuan.

“Sehunnnie…” kata Hyoyeon lagi.

“Hyoyeon… Saranghae…” Sehun membisikkan kata-katanya.

Seolah tak percaya dengan kata-kata Sehun, Hyoyeon memberanikan diri memandang wajah Sehun yang sangat dekat dengannya. Sehun menatap mata Hyoyeon dalam-dalam.

“Saranghaeyo Hyoyeon” ucap Sehun lagi.

Hyoyeon hanya tersenyum padanya, kemudian dengan gerakan yang cepat ia membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Sehun.

“Nado saranghae Sehunnie!!” ucap Hyoyeon bersemangat.

Sehun melepaskan pelukannya, tapi tangannya masih memegang bahu Hyoyeon “Jinjja?”

“Butuh bukti?” Hyoyeon tersenyum jahil.

“Tentu saja”

Sebagai jawaban, Hyoyeon pun mencium pipi kanan Sehun. Sehun terkejut, kemudian giliran Sehun menampilkan evil smirk-nya.

“Ada sesuatu di bibirmu” kata Sehun.

“Mwo?”

Detik itu juga, Hyoyeon tidak mengetahui apa yang dimaksud Sehun. Dan sepasang bibir Sehun menempel di bibirnya. Bergerak perlahan, terasa dingin bercampur hangat.

Hujan perlahan reda, Hyoyeon dan Sehun saling bertatapan dan sesekali tersenyum salah tingkah. Sehun memperhatikan Hyoyeon yang basah kuyup, dan mungkin setelah ini Sehun harus membawa Hyoyeon menemui Sunny noona agar dipinjami baju.

“Sehun lihat”

Sehun lantas menoleh ke arah yang Hyoyeon maksud. Entah memang hanya kebetulan atau karena hal lain, sebuah pelangi menampakkan diri setelah hujan lebat tadi. Pelangi kali ini menampilkan warna yang lebih jelas, sehingga pelangi itu nampak semakin indah.

“I love the rain and rainbows. If I’m patient of up to heavy rain which I’m sure I’ll get the beauty of the rainbow.”

Hyoyeon menoleh kearah Sehun, sepertinya namja itu baru saja mengucapkan sebuah kata. Sehun menangkap pandangan Hyoyeon dan tertawa senang.

“Aku sudah bersabar menunggumu selama 7 hari ini Kim Hyoyeon, dimulai dari warna ungu hingga aku mencapai tingkatan warna tertinggi dari pelangi yaitu merah. Dan seingatku, bukankah merah merupakan lambang keberanian dan cinta yang membara? 7 hari usahaku tidak sia-sia karena aku berhasil mendapatkanmu Hyoyeon”

Hyoyeon dan Sehun berdiri dalam diam untuk beberapa lama, memandangi keindahan warna pelangi dilangit. Sampai akhirnya…..

“HATSYII..!!” Sehun dan Hyoyeon bersin bersamaan.

Dua orang itu saling berpandangan lalu tertawa, mentertawai kebodohan mereka sendiri. Tubuh mereka basah kuyup dan lama kelamaan mereka menggigil kedinginan.

“Sebaiknya aku menghubungi Sunny noona sekarang, kau harus meminjam baju lagi”

Hyoyeon hanya tersenyum, sementara Sehun yang sudah tersambung dengan Sunny memasang wajah cemberut karena mendapat berbagai macam omelan dari noona-nya itu.

-THE END-

   *Gimana bagus gak FF-nya?? 😀 Mian ne kalau ancur, soalnya baru pertama bikin :3 makasih ya buat readers yang menyempatkan waktu buat baca FF ini. Gamsahamnida !!

23 thoughts on “[Freelance] Rainbow in My Heart

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s