Beautiful Husband [Part 2]

Beautiful-Husband

Beautiful Husband

Writing by Priskila (@priskilaaaa)

Byun Baekhyun [EXO K] – Kim Taeyeon [SNSD]

Ficlet series | Teen | Romance – Family – Marriage Life

Disclaimer:

I don’t own the cast. But the storyline and the plot is mine. Everything here belongs to God and their family, their agency too. I just used their physical representation.

Nde? Jinjja? Wahahahaha….!!!”

Taeyeon dongkol mendadak. Sialan, kedua sahabatnya menertawakannya sekarang. Sampai – sampai Tiffany harus mengeluarkan air matanya saking banyak tertawa. Err, tahu begini Taeyeon tidak akan curhat tentang keadaan rumah tangga barunya bersama Baekhyun. Sama saja dia diejek habis – habisan sekarang.

“Aduh, aduh…” Jessica mengeluh kesakitan sambil tetap tertawa. Rasanya menggelitik sekali mendengar cerita Taeyeon tentang suaminya yang feminim minta ampun. Lebih lucu lagi saat Taeyeon bercerita bahwa sepertinya suaminya itu tidak mauberciuman dengannya. Astaga! “Yang benar, Tae? Hihi..”

“Hm!” balas Taeyeon sambil mengaduk chocolate smoothiesnya dengan kasar. Dia lagi kesal.

Tiffany tersenyum geli, “Pantas saja waktu pernikahanmu itu dia menolak, ternyata…” katanya sambil teringat akan pernikahan Taeyeon yang berlangsung kemarin itu. Memang, Baekhyun menolak mencium Taeyeon, dengan alasan pada sang pastur ‘Aku malu kalau harus menciumnya di depan orang banyak’, dan sukses membuat semua orang tertawa hebat saat itu.

“Haha,” Taeyeon tertawa dibuat – buat, nampak dari ekspresinya yang sangat menyebalkan. “Baekhyun memang sangat menjengkelkan”
“Ya, aku dapat merasakan betapa jengkelnya kau saat dia menolak berhubungan intim denganmu. Hey, jauh – jauh berhubungan, berciuman saja dia menolak kan. Hm?” Jessica mengerling lucu. Menggoda sahabatnya yang satu itu yang secara mendadak tadi pagi mengajak mereka berkumpul di cafe langganan, yang ternyata dengan maksud untuk mencurahkan seluruh isi hatinya tentang malam pertamanya kemarin.

Taeyeon mendelik tajam pada Jessica, “Sialan kau. Kau mengatakan seperti itu karena Kris tak pernah seperti itu! Kalau dia seperti itu, pasti kau akan langsung menceraikannya, Jess”

“Ouch! Pasti dong Kris tak menolakku, dia kan—“

“Kris itu mesum, mana mungkin dia menolakmu berhubungan? Lelaki sepertinya mungkin malah ingin setiap saat berhubungan intim” potong Tiffany tiba – tiba, membuat wajah Jessica memerah.

“Y—ya! Tiffany Hwang!” teriaknya malu. “Jangan bilang suamiku seperti itu! Dia juga sama seperti Suhomu itu..”

“Ey, mana mungkin sama? Suho itu dia seperti malaikat. Jika aku sedang capek, dia tidak memaksa kok.. *bla bla bla bla*”

Taeyeon mendesah kasar. Teman – temannya itu sedang beradu mulut, membanding – bandingkan suami mereka masing – masing. Haish, rutuk Taeyeon. Dia hanya menjadi obat nyamuk saja disini. Menyebalkan.

Gadis itu menyantap choco lava cakenya dengan malas – malasan. Walaupun memang dia sudah jadi obat nyamuk disini, tapi rasanya dia malas untuk pulang. Well, dia sangat malas untuk menghadapi Baekhyun cepat – cepat. Mungkin jika bisa dia akan pulang sore nanti, setelah hang out dengan Jessica dan Tiffany. Lagipula dia rasa Baekhyun takkan marah apalagi keberatan. Paling – paling lelaki itu sudah merias diri sekarang di rumah.

“Oh? Taeyeonnie?” Merasa namanya terpanggil, Taeyeon mendongak. Dan oh! Lihat! Ada ibu Baekhyun – atau kini yang dapat dia panggil dengan sebutan Eommanim – berdiri tak jauh dari meja mereka. Senyum merekah tampak di wajah Nyonya Baekhyun ketika menyadari gadis itu memang Taeyeon, menantunya.

Eommanim?” tanya Taeyeon memastikan. Gadis itu langsung berdiri dan menghampiri ibu mertuanya itu. “Eommanim sedang apa disini?” ujarnya dengan senyum sopan.

Nyonya Byun terkekeh kecil, “Aku sedang bosan di rumah saja. Tadi rencananya mau ke rumah kalian, tapi aku singgah disini untuk membeli kue buat oleh – oleh untuk kalian.”

Taeyeon mengangguk, namun dalam hatinya dia sedikit bersyukur karena lebih bertemu duluan dengan ibu mertuanya. “Oh ya Eommanim, daripada ke rumah, bagaimana kalau kita habiskan waktu berdua saja? Jalan – jalan ke mall?” saran Taeyeon dengan wajah semangat.

Nyonya Byun tertawa, namun kemudian dia mengangguk setuju. “Ayo!”

Dan mereka pergi meninggalkan Jessica dan Tiffany yang melongo diam. Hey, mereka sudah berhenti berdebat ya?

“Kita ditinggalin, Jess..”

“Darimana?”

Suara Baekhyun terdengar begitu langkah Taeyeon masuk di rumahnya itu. Sedangkan gadis itu hanya berlalu saja tanpa menanggapi. “Hey, Taeyeon-ah!”

Taeyeon tetap cuek. Dia lagi tidak ingin berbicara dengan Baekhyun. Bisa – bisa membuat moodnya yang semula bagus, bisa drop secara drastis. Taeyeon meletakkan barang – barang belanjaannya bersama Nyonya Byun di sofa lalu menghela nafas lelah. Yah, lumayan juga capeknya shopping dengan ibu mertuanya.

“Tae—“ Baekhyun mendudukkan dirinya di sofa, namun malah Taeyeon yang bangkit berdiri dan pergi begitu saja. Membuatnya bungkam seketika. Taeyeon masih marah padanya ya? Memang sih, gadis itu sedari tadi tidak berbicara dengannya sama sekali. Paling – paling tadi mereka sarapan bersama, tapi itupun dalam diam. Setelah itu Taeyeon pergi tanpa pamit darinya. Err, Baekhyun menyesal jadinya.

Tak lama kemudian, Taeyeon kembali dengan segelas susu cokelat di tangannya. Gadis itu kembali duduk lalu menyodorkan susu cokelat pada Baekhyun – tanpa menatapnya.

“Eh?”

Eommanim bilang setiap malam kau harus minum susu cokelat. Jadi ini… minumlah” gumam Taeyeon – lagi – lagi – tanpa melihat suaminya itu. Seakan dirinya sangat ogah untuk berbicara apalagi menatap Baekhyun. Moodnya masih terlalu buruk pada Baekhyun.

Baekhyun menerima susu cokelatnya dengan ragu, sedikit takut kalau Taeyeon memberi racun di dalamnya .

“Kapan Eomma memberitahumu?” tanya Baekhyun sesaat kemudian – setelah meneguk susu cokelatnya setengah.

“Tadi sore. Saat belanja—“

Baekhyun memotong cepat dengan shock dan berteriak, “HEH?! KAU BELANJA BERSAMA EOMMAKU??!!!”

“Hu-uh” Taeyeon mengangguk polos.

“KOK BISA?!!!” Lagi – lagi Baekhyun berteriak.

“Bisa saja” jawab Taeyeon pendek.

“TAPI KAN—“

“Kecilkan suaramu, kau mau aku budek ya?!” gerutu Taeyeon dan – akhirnya – menatap Baekhyun sebal. “Aku belum mau tuli, tahu!?” semprotnya emosi. Walaupun terlihat tenang saat diteriaki – secara gila – oleh Baekhyun tadi, Taeyeon tetap merasakan telinganya berdenging dengan dahsyatnya karena teriakan lebay nan fantastis milik Baekhyun. Lelaki ini… oh… dia terlalu berlebihan.

Baekhyun menelan ludah melihat tatapan tajam Taeyeon, dengan patuh dia mengangguk layaknya anak anjing. “Mian,” Dia terlihat menyesal “Aku hanya terlalu terkejut..”

Taeyeon mendengus kasar. “Terserah”

“Tapi,…” Sepertinya Baekhyun masih terlihat penasaran, buktinya lelaki itu kini memandang Taeyeon dengan penuh pertanyaan dalam benaknya, “Apa yang kau bicarakan dengan Eomma tadi?” tanyanya dengan suara yang lebih lembut. Matanya mengedip beberapa kali dengan menggemaskan, berharap Taeyeon dapat luluh dan berbaik hati lagi padanya. Tapi sama saja tidak berpengaruh pada Taeyeon.

“Mau tau aja…” Baekhyun merengut sebal. Taeyeon mencoba merahasiakan itu darinya ternyata!

“Taeyeonnie, katakan padaku, ne? Aku ingin tahu~” rajuknya manja, seakan dia sedang merajuk pada ibunya. Hey, apa dia lupa kalau dia sedang berhadapan dengan Taeyeon – bukan ibunya?

Kepo!” bisik Taeyeon lalu memeletkan lidahnya pada Baekhyun. Sesaat kemudian raut wajahnya terlihat senang ketika menengok jam dinding, “Oh ya, ambil ponselmu sekarang juga!” perintahnya pada Baekhyun.

“Heh? Ponselku?” Baekhyun nggak mudeng.

“Hm! Ppali!” Dengan suruhan Taeyeon, buru – buru Baekhyun melesat ke kamarnya dan mengambil ponselnya. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan ponselnya dalam genggaman.

Taeyeon melirik ponsel Baekhyun dengan pandangan jengah. Oh, sudahkah kalian tau bentuk ponselnya? Ponsel Baekhyun adalah ponsel terfeminim yang pernah dilihat Taeyeon. Dia menempel beberapa manik – manik berwarna pastel pada IPhonenya dan menempel juga stiker dengan tulisan ‘ I Love Pink ‘. Taeyeon saja tidak tertarik memiliki ponsel seperti itu, tapi Baekhyun…. oh lupakan!

“Lalu?” Baekhyun menatap Taeyeon dan ponselnya bergantian. Tampaknya dia penasaran sekali.

“Tunggu saja,”

“Hah?”

“1….”

“Maksudmu?”

“2….”

“Taeyeon!”

“Ti….” Taeyeon melirik Baekhyun sejenak dengan pandangan penuh kelicikan, “—ga!”

Drrrtt drrrrrtt

Baekhyun membulatkan matanya tak percaya. H—hey! Kenapa bisa pas sekali?! Apalagi saat melihat nama pemanggil, Baekhyun langsung mendongak menatap Taeyeon yang sedang tertawa geli. “Eomma? Untuk apa dia menelponku?” tanyanya tak mengerti – atau bahasa gaulnya, gak mudeng.

“Angkat saja,” suruh Taeyeon sambil tetap terkikik geli. Uhm, sepertinya gadis itu mengetahui sesuatu yang membuatnya geli seperti itu.

Alis Baekhyun satu terangkat – lucu, namun dia tetap mengangkat panggilan telepon ibunya itu. “Yeobseyo, Eomma?”

“YAAA!!!  BYUUN BAEKHYUUUUN!!!” Teriakan sang ibu terdengar begitu keras sampai – sampai Baekhyun menjauhkan ponselnya dari telinga.

Dan…

Tawa Taeyeon meledak saat itu juga.

Taeyeon sedang asyik mengoleskan kuteks beningnya ketika Baekhyun masuk ke dalam kamar mereka dan membanting pintu itu dengan kasar, membuat gadis itu memekik kaget. Kepalanya mendongak dan melihat wajah Baekhyun yang memerah – marah?

“Kim Tae—eh maksudku, Byun Taeyeon!” seru Baekhyun dengan suara cukup keras. Taeyeon menoleh polos, “Kenapa?”

“Kau melaporkan pada Eomma tentang malam pertama kemarin!?” Taeyeon mengangguk.

“Kau bilang pada Eomma kalau aku menolakmu berhubungan intim?!” Dia mengangguk, lagi.

“Kau bilang pada Eomma kalau aku menolak berciuman denganmu juga?!” Taeyeon mengangguk untuk kesekian kalinya.

“Kenapa kau lakukan itu padakuuuu~~?!!!” Jerit Baekhyun lebay lalu mengacak rambutnya dengan frustasi – namun tetap lembut. “Eomma memarahiku habis – habisan, tahu!” omel Baekhyun setelahnya. Lelaki – setengah wanita – itu berkacak pinggang menatap sang istri dengan penuh emosi.

“Lalu, kenapa memangnya?” sahut Taeyeon santai. Gadis itu kembali mengoles kuteks pada jari – jari kakinya – tidak terlalu mempedulikan Byun Baekhyun yang sedang mencak – mencak karena emosi.

Baekhyun mendesah kasar, “Kau tau kan kalau Eomma sangat terobsesi untuk segera memiliki cucu? Dan kau lapor padanya kalau aku tidak mau berhubungan intim denganmu! Demi Tuhan, Kim—eh maksudnya Byun Taeyeon! Aku hanya belum siap! Aku belum bisa melakukan hal seperti itu!” omelnya dengan gaya berlebihan. Seperti loncat – loncat di tempat atau memasang wajah gemas pada Taeyeon yang sedang duduk di atas kasur.

Sungguh, Baekhyun lebay banget saat sedang mengomeli Taeyeon seperti saat ini.

Taeyeon memutar kedua bola matanya malas, “Oh.” katanya pendek, padahal dalam hati dia sudah balas memaki Baekhyun. Memangnya Baekhyun kira dia sudah siap begitu?! Demi wajah cantiknya, dia juga cukup takut melakukan hal seperti itu!!!

“Oh?! Hanya ‘oh’?! Demi dewi aphrodite, Taeyeon! Kenapa kau menyebalkan sekali hari ini!? Tukang ngadu!” maki Baekhyun akhirnya.

Dan hal itu cukup membuat emosi Taeyeon naik pitam, “Tukang ngadu?!” Taeyeon menatap Baekhyun berang. “Kau bilang aku tukang ngadu begitu?!”

“Iya! Memang! Kau itu istri tukang ngadu! Sedikit – sedikit melapor pada Eomma! Waktu kencan saja waktu itu, saat aku menolak bergandengan tangan denganmu, kau mengadu pada Eomma kan?! Kau pikir aku tidak tahu tingkah busukmu itu?!!” Baekhyun menaikkan nada suaranya, seakan menantang Taeyeon yang sudah dibuat emosi olehnya.

“Oh, begitu? Oke! Kalau begitu lebih baik aku pergi sekarang. Kau tidak mau punya istri tukang ngadu seperti aku kan?! Oke, aku pergi supaya kau bebas!”

“Kau berani?!”

“Ya! Aku berani! Kenapa? Kau takut lagi Eommanim memarahimu? Aku takkan mengadu, tenang saja Byun Baekhyun yang sangat kekanakkan. Aku diam seperti maumu. Lagipula, kau pikir aku senang menikah denganmu?! Menikah dengan lelaki feminim sepertimu?! Tidak pernah, Byun Baekhyun!!!”

Dan setelahnya Taeyeon melangkah keluar dari kamar mereka dengan emosi. Bahkan dia menutup pintu apartemen mereka dengan sangat keras.

Di satu sisi, Baekhyun kembali merasa bersalah. Oh, di hari pertama mereka menikah saja sudah seperti ini.

Parah banget.

TBC

Note:

Hola~ Karena respon FF ini positif banget, aku percepat penulisannya. Dan yeah, aku sudah buat pasutri baru ini bertengkar di awal pernikahan.___. Very strange~

Tapi jangan khawatir ya, dipastikan pasangan ini bakal happily ever after baik di dunia fanfiction maupun dunia nyata! BaekYeon fighting! /jiwa bunnies keluar/

Pai pai~

124 thoughts on “Beautiful Husband [Part 2]

  1. Pingback: Beautiful Husband [Part 9A] | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s