Teach Me – 1st Class

Teach Me

[icydork] | Kris, Hyoyeon, Xiumin, Chanyeol, Suho | Family, School-Life, lil bit Romance, Sad | All Rated

                Terdengar bunyi langkah di tengah lorong di salah satu sekolah terkenal yang terletak tepat di Seoul, Korea Selatan ini. Wanita itu tengah berjalan ke sebuah kelas yang berada di ujung lorong ini. Dengan buku-buku tebal yang tengah dia peluk itu, dia masih sempat memebetulkan kacamatanya yang kendur. Terlihat seorang murid keluar dari kelas yang dia tuju dengan lari terbirit-birit.

“Pagi, songsaengnim. Aku ke toilet dulu ya, sudah tidak—“

“Baiklah, silahkan.” Sebelum murid itu selesai meminta ijin. Wanita yang dipanggil songsaengnim tersebut langsung memberika ijin dengan mudahnya. Murid itupun tersenyum dan menunduk lalu berlari ke toilet yang terletak di sebelah tangga.

Ahjumma memang baik hati.” Gumamnya.

                “Selamat pagi anak-anak.” Sapa wanita itu.

“Pagi!” Sapa para murid balik kemudia disusul dengan suara bisikkan milik murid-murid tersebut.

‘Ini guru baru kita?’

                ‘Kelihatannya baik!’

                ‘Tidak! Wajahnya menyeramkan! Pasti dia itu killer!’

                Itulah bisik-bisikkan yang keluar dari para murid-murid tersebut. Wanita itu meletakkan buku-buku tebalnya di atas meja miliknya lalu tersenyum.

“Perkenalkan, nama saya KimHyoyeon. Kalian bisa memanggilku Kimsongsaengnim.” Ketika wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai KimHyoyeon itu selesai memperkenalkan dirinya. Seorang laki-laki berparas tam[an langsung menoleh dan memfokuskan tatapannya ke guru baru tersebut.

Im? Terdengar tidak asing, gumam laki-laki itu dalam hati.

“Jadi, ini tahun terakhir kalian belajar bukan? Aku akan menggantikan Kwon songsaengnim dikarenakan dia lebih memilih menjadi dosen sekarang.” Jelas Hyoyeon dan seluruh murid yang ada di kelas langsung membuka mulutnya membentuk O seakan-akan meraka mengerti.

“Ada yang mau ditanyakan?” Tanya Hyoyeon. Seorang murid mengangkat tangannya.

“Kimsongsaengnim, berapa umur anda?” Tanya murid yang emngangkat tangan itu.

“Aku lahir di tahun 1978. Agak menyakitkan jika aku mengingat umurku yang sudah menginjak kepala tiga. Jadi, kuharap kau bisa menghitungnya sendiri dan tidak membahasnya lagi.” Jawab Hyoyeon dengan jelas. Murid yang bertanya itu langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Ada lagi?” Tanya Hyoyeon.

“Permisi, Kimsongsaengnim.” Seru seseorang yang baru muncul di ambang pintu.

“Aaaaah, Chanyeol-ah!” Sapa Hyoyeon. Chanyeol –murid tadi langsung menghampiri Hyoyeon dan menundukkan tubuhnya.

“Terima kasih sudah mengijinkan aku. Sangat menyebalkan karena tadi pagi umma membuat sandwich super pedas.” Curhat Chanyeol.

“Haha, silahkan duduk.” Suruh Hyoyeon. Chanyeol pun berjalan ke tmpatnya yang terletak di sebelah laki-laki yang berparas tampan itu. Mata Hyoyeon mengekor Chanyeol sampai duduk di tempatnya dan melihat teman sebangkunya.

Sepertinya waktu dan nafas Hyoyeon berhenti di situ juga. Rasanya sesak ketika melihat laki-laki itu –teman sebangku Chanyeol. Dengan refleks Hyoyeon memegang dada di sebelah kirinya, terasa sedkit sakit disana. Salah satu murid langsung berdiri.

Songsaengnim, anda baik-baik saja?” Tanya murid itu memastikan. Hyoyeon memejamkan matanya kuat-kuat dan menarik nafasnya dengan cepat.

Ahjum—Songsaengnim!” Teriak Chanyeol.

“Ak-aku baik-baik saja. Tenanglah.” Hyoyeon langsung meraih buku absensi yang terletak di atas meja. Dengan cepat dia membuka lembar pertama. Matanya melebar, tangan kanannya dia angkat untuk menutup mulutnya yang menganga, bola matanya tertuju ke absen nomor 3 yang bertuliskan Kris Wu.

                “Chanyeol-ah, kau terlihat akrab sekali dengan songsaengnim itu. Bahkan kau hampir memanggilnya ahjumma tadi.” Bisik teman sebangku Chanyeol yang bernama Byun Kris itu.

“O-oh, itu adik dari umma-ku.” Jawab Chanyeol. Kris langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. Chanyeol meraih penanya lagi dan mulai mencatat apa yang dicatat oleh Hyoyeon.

“Ah yah, Kris-ah, kau ada acara siang ini?” Tanya Chanyeol di sela-sela aktivitas mencatatnya. Kris menoleh sekilas ke arah Chanyeol dan menghelakan nafasnya.

“Aku harus mengunjungi makam appa­-ku.”

                Seorang laki-laki yang masih memakai seragamnya dengan lengkap tapi agak berantakan berjalan menuju sebuah blok makam yang terletak di pemakaman ini. Ini sudah merupakan ke-sepuluh tahunnya dia mengunjungi makam ini dengan rutin tiap minggunya dan sudah ke-lima belas tahunnya dia kehilangan appa-nya.

Ini bukanlah sebuah hal yang diharuskan oleh seorang Byun Kris. Tapi rasa rindunyalah yang menuntun Kris untuk berjalan kesini. Suka maupun duka, Kris selalu menapakkan kakinya di lahan pemakaman ini untuk menemui sang appa tercintanya.

Kris telah tiba di pemakaman milik appa-nya. Dia berjongkok agar lebih terasa leluasa. Dengan tangannya, dia memegang batu nisan milik appa-nya. Nama Kim Joonmyun terukir disana.

Appa, hari ini aku kedatangan guru abru di sekolahku dan dia bibi dari Chanyeol, aku yakin dia orang yang baik.” Curhat Kris sambil mengukir sebuah senyuman menawan di wajahnya.

Kris menarik nafasnya, bergegas melanjutkan perkatannya akrena dia tahu tidak akan pernah ada jawaban.

Appa, aku ingin mengetahui satu hal,” Ucap Kris menggantung lalu melepaskan pegangannya di batu nisan tersebut. “Siapakah umma-ku?” Lanjut Kris.

Dengan risih, Kris menggaruk punggung lehernya. “Kau sudah bosan mendnegar pertanyaanku ya? Hampir setiap minggu aku bertanya seperti itu.”

Kris bangkit berdiri lalu menempelkan jari telunjuk dan tengahnya menjadi satu, diciumnya jari tersebut lalu ditempelkannya di batu nisan milik appa-nya.

Indirect kiss. Goodbye, pa!”

                Hyoyeon baru saja selesai mengoreksi seluruh tugas murid-murid yang tadi sehabis jam pelajaran dikumpulkan. Dia membereskan buku-buku dan barang-barang bawannya ke dalam tas yang dia kenakan. Dia bangkit berdiri dan melihat guru lain yang berada di sekelilingnya.

“Aku pulang duluan, terima kasih banyak untuk hari ini.” Hyoyeon membungkukkan tubuhnya lalu keluar meninggalkan kantor guru tersebut.

                Sudah jam lima sore dan Hyoyeon baru kelar membereskan pekerjaannya hari ini. Dia berjalan ke depan gerbang sekolah sambil menoleh kanan dan kiri. Tiba-tiba ponselnya berdering, Hyoyeon mencari ponselnya yang tenggelam di dalam tas kerjanya.

Dahinya berkerut tapi kembali menjadi dahi yang mulus dan indah ketika dia sudah menemukan ponselnya. Dengan cepat dia melihat nama yang tertera di layar tersebut.

Baozi.” Gumam Hyoyeon pelan lalu tersenyum lebar lalu mengangkat panggilan masuk tersebut.

“Hallo?” Sapa Hyoyeon.

Hallo, Hyoie-ya, kau sudah selesai mengajar?”

                “Sudah, ada apa? Kau ingin menjemputku?”

“Aku memang sudah menjemputmu, Hyo. Cepat keluar, kau akan melihatku.” Hyoyeon langsung memutuskan sambungan tersebut dan segera berlari keluar gerbang. Benar, terlihat sebuah mobil mewah sedang terpakir di sebelah pohon besar yang rindang.

Hyoyeon membuka pintu mobil sebelah kanan bagian depan lalu duduk di atas jok mobilnya, dia melepas sepatu hak tingginya dan menutup pintu mobil dengan cepat.

“Aku merindukanmu!” Ucap Hyoyeon sambil memeluk lengan Xiumin.

“Aku juga,” Xiumin mengecup kening Hyoyeon sekilas dan tersenyum lebar, membiarkan pipi imutnya itu terbentuk dengan sempurna. “Pulang atau jalan-jalan?” Tanya Xiumin. Hyoyeon nampak berpikir lalu tersenyum kecut.

Mianhaeyo..”

                “Aku mengerti kok!” Xiumin mengacak rambut Hyoyeon pelan lalu terkekeh dan menjalankan mobilnya tersebut.

“Bagaimana hari pertama? Lelah?” Tanya Xiumin.

“Sangat.” Suara Hyoyeon memelas. Xiumin menoleh sekilas ke Hyoyeon lalu ke jalanan yang berada di depannya.

“Kau sudah minum obat?” Tanya Xiumin.

“Obatku habis. Aku lupa membawa obat yang baru.” Jawab Hyoyeon lalu menyenderkan kepalanya ke jok mobil tersebut. Xiumin menghentikan mobilnya di pinggiran jalan lalu membuka laci yang berada di hadapan Hyoyeon dan mengambil sebotol obat milik Hyoyeon yang selalu disimpan Xiumin.

“Minumlah.” Suruh Xiumin. Hyoyeon meraihnya lalu mengambil satu kapsul yang berada di dalam botol itu dan meminumnya.

“Jangan seperti itu lagi lain kali!” Tegas Xiumin. Hyoyeon memegang kepalanya, terasa pening. Tiba-tiba sesuatu melintas dikepalanya.

“Maafkan aku.” Hyoyeon selalu mengucapkan hal itu.

“Kau harus menjaga kesehatanmu, Hyo. Aku.. aku tidak mau kehilanganmu.” Balas Xiumin.

“Aku baik-baik saja, percayalah.”

                Kris tiba di rumahnya. Lebih tepatnya di rumah kakak dari appa-nya, dari lahir Kris sudah ditinggal oleh umma­-nya. Mungkin lebih tepanya lagi dari balita. Bahkan dia tidak mengetahui siapa itu umma-nya.

Dia melempar ranselnya ke lemari pakaian miliknya dan membuat sedikit goncangan pada lemari itu. Sebuah kotak terbuat dari besi yang kotor dan penuh debut terjatuh begitu saja. Dia menghampiri kotak itu sambil menutup kedua lubang hidungnya, terlalu kotor dan usang.

“Milik siapa ini—Kim Joonmyun? Appa?” Kris membaca tulisan yang menuliskan Kim Joonmyun di atas kotak tersebut. Dia berusaha membukanya namun nihil. Kotak itu terkunci dengan kode angka. Kris menendang kotak itu pelan.

“Tidak berguna,” Kris duduk di atas kasurnya. Rumah ini maish kosong, yang lain belum pulang dari kantornya. Kris memejamkan kedua matanya, berusaha berpikir.

Tiba-tiba dia menigngat pembicaraan yang dibicarakan oleh ahjumma dan ahjussi-nya sekitar kemarin lusa.

“Bagaimana keadaan kotak itu?”

“Aku masih belum bisa mengambilnya.”

“Bukankah mudah untuk mengambilnya? Hanya di atas lemari bukan?”

“Iya. Seperti yang kau tahu,” Suara sang ahjumma mengecil. “Kris selalu berada di kamarnya.”

                Ketika mendengar namanya disebut. Kris langsung menumpahkan perhatiannya lebih pada kedua insan yang tengah berbicara ini.

                “Kau yakin kotak itu terkunci?”

“Yakin sekali.”

                “Kau tahu kodenya?”

“Kalau tidak salah. Tanggal pernikahan mereka.”

Kris membuka kedua matanya. Ternyata permbicaraan lusa kemarin itu masih terekam jelas di benaknya. Kris mengerutkan keningnya. “Tanggal pernikahan?”

To Be Continue

8 thoughts on “Teach Me – 1st Class

  1. ada marga ‘Im’ pas kris nyebutin,trs td hyoyeon baca buku absen ‘wu kris’ trs namanya tiba2 jd ‘byun kris’?aku ngga tau itu typo atau memang sengaja._. Penjelasan please biar ngga bingung-_-v
    ep epnya bikin penasaran ka~~ next chapt fighting ne.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s