Arigatou, Nii-san

ar

Arigatou, Nii-san

Written by Vi

Starring SNSD Sunny | EXO-M Xiumin

Rated for General

Family

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by one of Naruto’s scene –just inspired , I did modification. All of them are Sunny’s POV

Sorry for bad fanfic and story

*****

Xiumin.

Ia kakakku.

Kakak yang kusayangi, sekalipun ia mungkin akan membenciku tapi aku tetap menyayanginya karena ia kakakku yang selalu bersamaku semenjak kecil.

Aku memang selalu dirawat oleh kakakku sejak kecil, ia merawatku karena kedua orangtuaku selalu pergi ke luar negeri sampai ada kecelakaan yang terjadi pada mereka dan mereka tidak kembali lagi.

Maka itu, kakakku sangat menyayangiku yang kehilangan mereka saat masih kecil , ia sudah berjanji sebelum orangtua kami pergi bahwa ia akan menjagaku.

“Sunny-chan, belajarlah untuk melindungi dirimu sendiri..”

“Sunny-chan, bantulah kakakmu !”

Suaranya terus terngiang di telingaku, dua kalimat itu adalah apa yang sering ia suruh padaku dulu, aku ingat betul apapun itu. Aku hanya menyesal karena tak dapat melakukannya dengan baik mengenai apapun yang disuruhnya itu, bahkan ia masih terus menyayangiku meski aku tak selalu melakukannya.

“Xiumin-niisan , dou shite ? Mengapa kau meninggalkanku ?” isakku sambil mengingat memori ketika aku masih bersamanya. Ya. Kini Xiumin-niisan sudah tidak berada bersamaku lagi, ia meninggal karena diriku, karena melindungiku yang tak pernah mau mendengar nasihatnya itu.

Flashback

Hari itu, aku dan Xiumin-niisan tengah berjalan dari stan takoyakin favoritku. Seperti biasa, aku memakan porsi yang lebih banyak daripada kakakku itu. Ia mengalah untukku agar aku bisa makan sepuasnya padahal ia sendiri sangat suka takoyaki.

“Niisan, aku mau porsi punyamu sedikit saja,” kataku memelas. Xiumin-niisan memandangku kesal dengan hembusan nafas yang terkesan malas.

“Kau sukanya merebut saja ya, niisan sudah memberikan banyak porsi niisan untukmu, mengapa kau tak bisa berbagi pada kakakmu sedikit saja sih ?”

Sepertinya kala itu niisan telah mencapai puncak emosinya dengan seluruh tingkah lakuku yang sangat tidak mengenakkan baginya selama ini. Memang betul selama ini ia yang disusahkan, aku memang egois dan ia lebih sering bersabar menghadapiku. Setiap manusia memang memiliki puncak emosi mereka.

“Mou, nii-san ! Ayolah,” rajukku. Aku memang masih tak mau mengalah, menganggap bahwa niisan ku itu akan bersabar dan menyerahkan porsinya pada akhirnya.

“Huff, kau harus jaga berat badanmu juga, Sunny-chan,” kata niisan kesal. Aku mendengus kesal , Xiumin-niisan meninggalkanku keluar dari taman tempat stan takoyaki itu berada lalu berjalan ke jalan raya, ia menunggu sampai lampu hijau bagi pejalan kaki menyala.

“Takoyaki itu milikku !” Aku masih dengan semangatnya merebut sampai akhirnya aku berhasil mendapatkan takoyaki terakhir yang akan ia masukkan ke mulutnya dan aku terpental ke jalan raya yang dipenuhi mobil itu sehingga aku melibatkan diriku dalam bahaya.

“Sunny-chan !” seru Xiumin-niisan histeris saat melihat mobil truk melaju kearahku. Xiumin-niisan berlari kearahku, mendorongku ke pinggiran jalan dan membiarkan dirinya yang tertabrak.

“Niisan !”

Aku buru-buru berlari kearah niisan dan melihat tubuh Xiumin-niisan yang terkapar di jalanan. Aku menyuruh beberapa orang memanggil ambulans dan aku mengguncangkan tubuh niisan yang setidaknya masih menghembuskan nafasnya yang tersengal-sengal itu.

“Sunny-chan,” panggil Xiumin-niisan lirih. Aku melihat kearahnya dengan mata berair, siap meluncurkan air mataku melihat keadaannya.

“Niisan, bertahanlah !”

“Sunny-chan, kalau aku tak bisa bertahan maka tolong jaga dirimu baik-baik. Jangan biarkan orang lain membahayakanmu. Juga, belajarlah melindungi dirimu sendiri,” pesan Xiumin-niisan. Aku menangis sambil memeluk niisan erat-erat.

“Jangan, bertahanlah niisan !” seruku dengan isak tangisku. Xiumin-niisan tampak kesulitan bernafas sehingga akhirnya, matanya tertutup, bibirnya membentuk senyuman dan .. Ia meninggal.

“Niisan !” teriakku histeris.

Flashback end

Tiap kali aku mengingat sakitnya kenangan itu, aku ingin sekali berteriak histeris tetapi melihat senyuman Xiumin-niisan untuk terakhir kalinya, aku merasa tenang, itu artinya ia tidak sedih menghadapi masa-masa kritisnya seperti itu.

Arigatou, Xiumin-niisan, kakak laki-laki terbaikku.”

END

Mian gaje, pls komen ya !

Japanese words:

+ Arigatou: Terima Kasih

+Dou shite: Mengapa

+Niisan: Kakak laki-laki

//

//

17 thoughts on “Arigatou, Nii-san

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s