Last Words – Drabble

last-words

Last Words

Written by Vi

Starring SNSD Seohyun | EXO-K Suho

Rated for Teen

Sad | Romance

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: isnpired by other ff, manga, anime, japanese drama, and my imagination

Sorry for bad fanfic and story

Poster by intankirana34 @ exoshidaefanfic

*****

“Joonmyun-ah..”

Tatapan sendu gadis itu menatap kearah sesosok lelaki berambut coklat di depannya. Lelaki itu balik menatap gadis itu dengan tatapan yang seolah berkata ‘apa ?’ dengan cueknya.

“Apa kau keberatan menerima perjodohan ini ?” tanya Seohyun lirih sambil menyesap teh hangat yang dipesannya saat ia memasuki kafe kecil ini. Joonmyun –lelaki itu– pun menghela nafas kasar dan berkata, “awalnya aku ingin menolak tetapi rupanya pernikahan kita telah direncanakan jadi ya mau bagaimana lagi, perjodohan ini terpaksa kuterima.”

Mianhae, ini gara-gara aku sehingga kau harus memutuskan hubunganmu dengan Taeyeon,” kata Seohyun lirih. Sebenarnya , Seohyun sudah menyukai Joonmyun sejak lama sehingga akhirnya keluarganya menjodohkannya dengan Joonmyun yang keluarganya merupakan teman dari keluarga Seohyun. Awalnya, Seohyun pikir Joonmyun akan menerima dengan senang hati namun di luar dugaannya, justru Joonmyun sudah memiliki kekasih dan kala itu kekasihnya datang ke rumah Joonmyun untuk mengajaknya berkencan saat pembicaraan mengenai perjodohan antara Seohyun dan Joonmyun dimulai.

Ne, ini karena dirimu. Lagipula , sebelumnya kita belum pernah berbicara dan kau hanya melihatku dari jauh beberapa kali, mengapa kau tiba-tiba menyukaiku ?” tanya Joonmyun sambil mengaduk-aduk jus jeruk yang di pesannya dengan malas. Ia menatap Seohyun dengan tatapan datarnya. Mendengar pertanyaan Joonmyun, Seohyun pun menundukkan kepalanya dan berkata, “itu.. Itu karena .. Saat aku masih berumur 7 tahun dulu, aku sudah jatuh cinta padamu. Ini bukan cinta yang muncul secara tiba-tiba.”

“Hmm, jangan mengarang cerita, dulu aku tak pernah bertemu denganmu,” kata Joonmyun sambil tersenyum miring. Seohyun pun menundukkan kepalanya lagi, Joonmyun benar-benar merasa jenuh dengan tingkah laku Seohyun yang begitu pemalu dan membosankan. Baginya, Seohyun itu berbeda dengan Taeyeon , Taeyeon itu lebih menyenangkan dan tidak pemalu seperti Seohyun.

“Sudahlah, aku jenuh. Aku pulang dulu,” kata Joonmyun malas sambil beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari kafe itu. Seohyun terdiam sambil menatap punggung Joonmyun yang menjauh. Tiba-tiba mata Seohyun terbuka lebar, ia melihat ada mobil melesat kearah Joonmyun yang tengah memainkan ponselnya, Seohyun pun buru-buru keluar dari kafe dan mendorong Joonmyun jauh-jauh dari mobil itu.

TIN TIN

Mendengar klakson mobil, Joonmyun pun menolehkan kepalanya dan melihat mobil yang mengarah kearahnya sudah sangat dekat dengannya. Joonmyun ingin berteriak tapi sebelum ia berteriak ada seseorang yang mendorongnya ke pinggir jalan sehingga orang itulah yang tertabrak oleh mobil itu.

BRAK

Joonmyun mengerjapkan matanya kemudian berbalik, ia ingin melihat siapa yang mendorongnya. Saat Joonmyun memasuki kerumunan orang yang sudah berkerumun di sekitar orang yang mendorongnya tadi, Joonmyun pun tersentak kaget, yang mendorongnya adalah Seohyun.

“Seohyun ! Seo Joohyun ! Buka matamu !” teriak Joonmyun sambil mengguncangkan tubuh Seohyun. Seohyun membuka matanya dan berkata, “Joonmyun-ah. K-kau baik-baik saja ?”

“Tentu, karena kau mendorongku ke pinggir jalan. Mengapa kau mau menolongku yang sudah memusuhimu ?” tanya Joonmyun lirih, air mata mengalir dari matanya. Ia benar-benar merasa bersalah pada Seohyun , terlebih saat melihat keadaan Seohyun dipenuhi darah sekarang.

“Joonmyun-ah, ceritaku mengenai pertemuan kita 7 tahun yang lalu tidak bohong. A-aku , bertemu denganmu di taman saat aku terjatuh dari sepedaku dan menangis, lalu kau menolongku dan memperkenalkan dirimu tapi kau s-sudah meninggalkanku sebelum aku memperkenalkan d-diriku. S-setelah mengetahui namamu, aku jatuh cinta p-padamu, J-joonmyun-ah,” jelas Seohyun mengenai ceritanya tadi. Joonmyun yang tiba-tiba teringat pada masa itu pun mengepalkan tangannya penuh penyesalan. Ia melupakan janjinya sendiri kala itu.

“S-saat itu, kau juga berjanji bahwa kau ingin menjadi kekasihku kelak karena aku cantik. Tetapi, kau malah melupakannya dan bersama dengan gadis lain,” kata Seohyun lirih, air mata menggenang di matanya.

Mianhae, aku lupa tentang itu semua. Maka dari itu, tolong bertahanlah agar aku bisa mengulang hubungan kita menjadi sama persis seperti janjiku dulu,” seru Joonmyun.

“Hey, siapapun ! Tolong panggilkan ambulans !” teriak Joonmyun pada orang-orang yang berkerumun diantara mereka. Salah satu dari mereka langsung mengeluarkan ponsel dan menelpon ambulans.

“J-Joonmyun, mianhae aku menganggumu selama ini dan membuatmu putus dari kekasihmu itu. Saranghae, Joonmyun-ah.” Setelah Seohyun mengatakan itu, ia langsung menutup matanya dan Joonmyun terus mengguncangkan tubuh Seohyun agar gadis itu terbangun.

“Seohyun !” teriak Joonmyun.

“Seo Joohyun ! Jangan bercanda ! Seo Joohyun !” seru Joonmyun namun suara Joonmyun semakin melemah saat ia menyadari bahwa Seohyun tak menjawab panggilannya. Joonmyun menyesal terlebih ia belum membalas kalimat terakhir Seohyun.

Nado saranghae, Seo Joohyun.”

END

Mian gaje, pendek dll. Ini cuma drabble sih ._. pls komen ya !

Advertisements

4 thoughts on “Last Words – Drabble

  1. Vi,annyeong 😀

    Ugh,demi Luhan…FFnya nyesek banget >.< feelnya kerasa 🙂 Emang penyesalan selalu munculnya belakangan,hah~~

    Tapi mau gimanapun endingnya menurut aku ceritanya keren 😀 Keep write yah Vi ^___^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s