When They Fall In Love – Chap 4 END : Jealousy Bring An Answer

118thfallinlove

When They Fall In Love

Written by Vi

Starring SNSD Hyoyeon | EXO-K Kai

Rated for Teen

Romance | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, and my imagination. Anyone have tumblr ? Mind to follow me in tumblr even I don’t post a lot about exoshidae ? *mostly about anime* if you want , follow my tumblr: jdoramaanimeseoexofans.tumblr.com

Poster by nathaniathena @exoshidaefanfic

*****

Pernyataan Sulli berhasil membuat Hyoyeon merasa cemburu dan ingin cepat-cepat menyatakan cintanya pada Jongin. Bagaimanapun, ia tak ingin Jongin sudah diambil oleh Sulli duluan , terlebih Sulli itu sangat cantik, ia yakin Jongin pasti bisa jatuh cinta pada gadis itu secara instan.

Memang dibutuhkan waktu lama sampai showcase selesai tetapi Hyoyeon menikmatinya, mendengar sorakan para fans membuatnya teringat pada masa-masa saat SNSD baru saja debut.

“Namun bedanya kini bukan aku yang tampil di panggung, aku penontonnya,” gumam Hyoyeon sambil tersenyum. Jongin yang kebetulan sedang tampil melihat Hyoyeon tengah duduk dan mengarahkan pandangannya kearahnya.

“Huff, tatapannya membuatku gugup,” batin Jongin sambil terus menarikan dancenya sampai lagu habis.

Beberapa jam kemudian, showcase telah selesai. Para penonton mulai berjalan keluar dari tempat showcase sedangkan 4 artis SM yang datang  menyemangati hoobae mereka itu masuk ke backstage untuk melihat keadaan EXO.

Hyoyeon beserta 3 artis SM lainnya langsung meneriaki para member EXO sesampai mereka di backstage, “selamat ! Kalian berhasil debut ! Perjuangan kalian menjadi trainee di SM sangat tidak sia-sia ! Kami bangga pada kalian !”

Memang sih keempat artis SM itu mengatakannya dengan bersamaan , namun disaat 3 artis SM lainnya melihat ke seluruh member EXO saat mengucapkannya, Hyoyeon justru hanya melihat kearah Jongin.

Chanyeol yang menyadari tatapan Hyoyeon ke Jongin pun berbisik padanya, “Hyoyeon memandangimu, Kkamjong.”

Jongin tersentak kaget lalu memandangi Hyoyeon balik, saat tatapan keduanya bertemu, keduanya langsung buru-buru mengalihkan pandangan dengan malu-malu.

“Keke ~ kalian cocok sekali,” bisik Chanyeol pada Jongin. Yang tahu cukup banyak hal mengenai perasaan Jongin ke Hyoyeon memang hanya Chanyeol karena 3 bulan yang lalu , Chanyeol sempat mendengar percakapan Hyoyeon dan Jongin mengenai pernyataan perasaan Jongin ke Hyoyeon tahun 2011 yang lalu.

“Aissh, kau membuatku malu, Chanyeol hyung,” kata Jongin kesal.

Tiba-tiba, tatapan Sulli tertuju pada Jongin. Sulli tersenyum lebar dan berkata, “J-Jongin-ssi, dancemu bagus sekali.”

Mendengar pujian Sulli, Jongin tertawa malu dan berterima kasih dengan suara lembutnya. Melihat interaksi Jongin dan Sulli, entah mengapa Hyoyeon merasa cemburu. Terlebih, Jongin tampak malu-malu pada Sulli dan suaranya sangat lembut saat menjawab pujian Sulli.

“Ughh.. Kurasa aku sungguh-sungguh harus menyatakan perasaanku,” batin Hyoyeon sambil menggigit bibirnya gugup. Jantungnya berdebar kencang, tubuhnya terasa bergemetar.

“Berusahalah,” gumam Hyoyeon sambil mengepalkan tangannya gugup. Ia mendongakkan kepalanya yang barusan sempat tertunduk malu, “Jongin, bisakah kita berbi–“

Ucapan Hyoyeon terhenti saat melihat Jongin tengah asyik berbicara dengan Sulli. Keduanya tampak menikmati percakapan mereka pada satu sama lain sehingga Hyoyeon tak mau dengan egoisnya menganggu mereka.

“Kurasa ini bukan saat yang tepat ya ..”

“Hyoyeon-ah, Taeyeon menyuruh kita untuk segera pulang !” kata Sooyoung sambil menoleh kearah Hyoyeon. Hyoyeon terdiam sejenak kemudian menganggukkan kepalanya pelan, sesaat sebelum ia pergi, ia melihat kearah Jongin yang tampak tak memperdulikannya dan terus berbincang-bincang dengan Sulli. Entah mengapa rasanya sakit sekali melihat keduanya seakrab itu dalam waktu beberapa menit saja.

Akhirnya , Hyoyeon memutuskan untuk benar-benar meninggalkan Jongin dan member EXO lainnya lalu pulang bersama Sooyoung.

*****

“Ngg, Jongin-ah , kurasa Victoria unnie akan marah kalau aku dan Amber tak segera pulang. Maka dari itu, aku pulang dulu ya !” kata Sulli ceria sambil melambaikan tangannya pada Jongin. Jongin menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya pada sunbaenya itu.

“Sampai jumpa, hati-hati di jalan ya !”

BRAK

Pintu backstage tertutup menyisakan 12 member EXO. Jongin menoleh ke kanan dan ke kiri, heran saat melihat yang tersisa sekarang hanya 12 member EXO saja.

“Mana Hyoyeon sunbaenim ?” tanya Jongin.

“Bukannya ia sudah pulang saat kau bicara bersama Sulli ? Apa kau tak tahu ?” Chanyeol malah menjawab Jongin dengan kedua pertanyaan yang sukses membuat Jongin kecewa. Bagaimana bisa ia tak sadar gadis yang dicintainya sudah pulang saat ia masih asyik bersama Sulli.

“Oh, aku tak merasakannya. Sepertinya aku terlalu asyik bersama Sulli ya,” kata Jongin sambil tertawa kikuk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Chanyeol menghela nafas pelan dan berkata, “ia tampak kecewa saat melihatmu tak memperdulikannya dan berbicara dengan Sulli.”

“Ya, mau bagaimana lagi, Sulli memang asyik orangnya. Kurasa berbicara dengannya bisa membuatku lupa sekelilingku,” jawab Jongin malas.

“Apa kau malah suka pada Sulli sekarang, huh ?” tanya Chanyeol.

“Tidak. Aku hanya menganggapnya sebagai teman dan sunbaenim saja,” jawab Jongin mengelak. Chanyeol tahu bahwa Jongin tidak berbohong, ia jujur.

“Hmm, baguslah kalau begitu. Jangan membuat Hyoyeon sunbaenim menyesal telah mencoba menyukaimu ya.”

*****

Keesokan harinya, Hyoyeon bangun lebih pagi daripada member SNSD lainnya. Ia menyiapkan sarapan yang sederhana pagi ini, hanya roti panggang beserta telur dadarnya dan segelas air putih.

“Huff, jadi sudah,” kata Hyoyeon sambil menyeka keringatnya. Ia pun buru-buru mencari sepatu perginya sampai akhirnya Taeyeon bangun dan menghampirinya, “mau kemana ?” tanyanya.

“Oh, aku mau ke gedung SM. Latihan,” jawab Hyoyeon sambil mengulum sebuah senyuman manis. Taeyeon mengangguk mengerti lalu berkata, “pakai penyamaran dengan baik, ne ?”

Hyoyeon mengangguk menanggapinya lalu buru-buru berjalan keluar dorm sambil mengenakan alat penyamarannya seperti biasa.

*****

“Heh ? Kkamjong ?”

Chanyeol yang baru saja bangun di pagi hari dikejutkan oleh sosok Jongin yang sudah bersiap-siap dengan pakaian perginya, sangat tidak mirip dengan Jongin yang biasanya. Biasanya, Jongin akan bangun paling siang tapi ini ? Malah Jongin yang bangun paling pagi.

“Ah, Chanyeol hyung !”

“Mau kemana kau ? Tumben bangun pagi, apa kau tidak mengantuk terlebih setelah showcase semalam ?” tanya Chanyeol khawatir. Jongin menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.

“Tidak.”

“Memangnya kau mau kemana ?” tanya Chanyeol heran.

“Ke gedung SM. Aku akan menunggu sampai Hyoyeon sunbaenim datang kesana dan aku akan meminta maaf karena tak memperdulikannya kemarin.” jelas Jongin singkat sambil berusaha mengenakan sepatunya. Chanyeol mengerucutkan bibirnya dan berkata, “kalau misalnya ia tak datang hari ini ?”

“Hyoyeon sunbaenim selalu berlatih tiap SNSD tak memiliki jadwal dan hari ini SNSD tak memilik jadwal,” jawab Jongin.

“Oh, kau kenal betul ya dengan Hyoyeon sunbaenim. Kurasa kau sangat mencintainya, Kkamjong-ah,” tutur Chanyeol sambil tersenyum miring. Jongin meng-iyakan ucapan Chanyeol lalu berdiri dan mengenakan masker beserta topinya.

“Tentu, karena aku mencintainya maka aku selalu memperhatikannya dan menghafal kebiasaannya,” kata Jongin. Iapun berjalan keluar dari dorm dan menutup pintu perlahan.

Beruntung gedung SM tak jauh dari dorm EXO, maka Jongin yang sebenarnya masih mengantuk itu tak usah lelah-lelah berjalan jauh untuk ke gedung SM.

“Ughh, tak kusangka bersiap-siap dengan rapi ke gedung SM sangat melelahkan,” gumam Jongin sambil mendengus kesal.

Sesampainya Jongin di depan gedung SM , iapun tersentak kaget melihat sosok cantik yang berjalan memasuki gedung SM. Siapa lagi kalau bukan si gadis berambut pirang bernama Kim Hyoyeon.

“Hyoyeon sunbaenim !” batin Jongin senang. Iapun berlari menuju gedung SM dan membuka pintunya cepat. Ia tersenyum ceria melihat sosok Hyoyeon masih berdiri di dekat pintu.

“Sunbaenim !” sapa Jongin ceria.

Hyoyeon yang menemukan sosok lelaki tampan berambut hitam yang dicintainya hanya bisa terdiam kaget, ia tak menyangka ia dapat bertemu dengan Jongin sepagi ini.

“J-Jongin ?”

“Sunbaenim kemarin mengapa pulang duluan ? Aku kan masih ingin bicara dengan sunbaenim !” tutur Jongin cerewet. Hyoyeon membulatkan matanya bulat-bulat dan mulutnya juga berbentuk huruf ‘O’. Jongin menyadari ia pulang duluan ?

“Kau menyadarinya ketika aku pulang duluan ?” tanya Hyoyeon. Jongin menggeleng dan itu membuat Hyoyeon kecewa.

“Lalu darimana kau tahu ?” tanya Hyoyeon dengan nada membentak. Jongin terkekeh dan berkata, “Chanyeol mengatakannya, aku tak menyadarinya karena aku sedang asyik berbicara dengan Sulli.”

“Sesuai dugaanku. Jadi sekarang kau sudah move on ke Sulli karena kau tak sanggup menunggu jawabanku ?” tanya Hyoyeon. Jongin buru-buru mengelak dengan menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Tidak. Aku masih menunggu jawabanmu, sunbaenim,” kata Jongin mantap dengan tatapan serius.

Hyoyeon terdiam, ia celingukan ke sekelilingnya dengan semburat merah diwajahnya. Tak ada orang.

“Aku juga mencintaimu,” kata Hyoyeon pelan dengan malu-malu. Tadi ia memastikan bahwa tak ada orang karena ia malu kalau misalnya ada orang yang mendengar pernyataannya.

“Jangan bercanda , sunbaenim. Tenang saja , aku masih akan menunggumu kok,” kata Jongin sambil tersenyum polos.

“Siapa yang berbohong ? Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku sadar aku sudah mencintaimu semenjak 3 bulan yang lalu, aku suka lelaki yang bekerja keras sepertimu, aku suka sekali padamu ! Kau juga keren, baik, dan benar-benar mencintaiku. Kau terus menunggu jawabanku, itu yang paling kusukai darimu ! Aku suka tipe lelaki yang seperti itu, sabar dan baik padaku !” ungkap Hyoyeon panjang lebar, kedua matanya terkatup rapat menahan malu. Sungguh, ia sangat malu untuk sekedar menatap Jongin.

“S-sunbaenim ? A-apa ini artinya kita sudah bisa memulai hubungan karena perasaan kita yang sama pada satu sama lain ?” tanya Jongin. Hyoyeon membuka matanya dan menganggukkan kepalanya dengan semburat merah menghiasi wajahnya, “ah, baguslah. Terima kasih, sunbaenim ! Akhirnya kau membalas perasaanku juga, awalnya kupikir ini semua akan berakhir sia-sia tapi ternyata tidak juga !”

Jongin buru-buru memeluk Hyoyeon erat sehingga Hyoyeon semakin merasa gugup dan melepas pelukan Jongin.

“Jangan membuatku berdebar dengan sangat kencang begitu dong !”

“Haha ! Saranghae sunbaenim , eh tidak, Hyoyeon-ah !” seru Jongin yang sukses membuat Hyoyeon tersenyum malu.

END

Mian gaje, pls komen ya !

14 thoughts on “When They Fall In Love – Chap 4 END : Jealousy Bring An Answer

  1. udh tamat ya.????
    Hwaa kurang puas ne thor
    sequel dong.a kalo nga ada sequel juga nga papa qok..
    Okeee thorr ditunggu ff athor yg lain.a

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s