Appa, Bogoshipta Scene 8

Appa bogoshiptha3

Appa, Bogoshipta Scene 8

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Sub cast

Oh Sehun Exo-K  || Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Im Yoona SNSD || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Sad Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha😄, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

Sehun bergegas untuk pergi dari rumah keluarga Im setelah memakai semua pakaiannya dengan lengkap. Yoona terus memintanya untuk tetap tinggal namun Sehun tidak memperdulikannya. Menurut Sehun, Yoona adalah gadis yang aneh karena tiba – tiba mengatakan suka padahal mereka hanya bertemu 2 kali.

 “ Ya! Minggir ! mengapa kau menghalangi jalanku“, ucap Sehun menyuruh Yoona menyingkir.

“ Shireo! Kalau kau mau pergi aku harus ikut! “, tolak Yoona membuat Sehun merasa kesal.

“ Kalau kau tidak mau menyingkir jangan salahkan aku jika kau terluka “, ancam Sehun namun tidak membuat Yoona takut.

“ Silahkan saja! “, ucap Yoona diposisi yang sama menghalangi jalan Sehun sambil merentangkan kedua tangannya, Sehun semakin kesal dibuatnya.

“ Ehem! Ehem! “, suara seorang pria paruh baya terdengar membuat Sehun dan Yoona menoleh.

“ Appa!  “, seru Yoona melihat Appanya, Sehun menoleh lalu menganggukan kepalanya tanda hormat pada Appa Yoona.

“ Appa, kenalkan dia namjacinguku! “, ucap Yoona sambil menggandeng tangan Sehun membuat Sehun langsung menoleh pada Yoona kaget.

“ A… anio, aku bukan namjacingunya “, sangkal Sehun mencoba melepaskan tangan Yoona dari lengannya.

“ Namamu siapa anak muda? “, tanya Tuan Im.

“ Oh Sehun imnida “, jawab Sehun dan Tuan Im mengangguk – anggukan kepalanya.

“ Bisakah aku bicara padamu? “, pinta Tuan Im membuat Sehun mengangguk.

“ Yoona, Appa ingin bicara pada namjacingumu. Kau tunggu dikamarmu sebentar ya “, suruh Tuan Im namun Yoona menggelengkan kepalanya tidak mau.

“ Shireo! Aku takut dia akan pergi “, tolak Yoona mempererat gandengannya membuat Sehun merasa risih.

“ Tidak akan. Kau lihat pengawal Appa banyak disini, jadi kau tidak usah khawatir “, ujar Tuan Im membuat Yoona akhirnya pergi kekamarnya.

Sehun bingung, namun ia pun mengikuti Tuan Im keruangannya untuk bicara.

= Scene 8 =

“ Oppa, kau darimana saja? “, tanya Sunny saat melihat Luhan baru pulang namun bukannya menjawab Luhan berjalan menuju kamarnya.

“ Oppa! apa kau tidak mendengarku? “, tanya Sunny lagi.

“ Mianhae Sunny-a, aku buru – buru “, ucap Luhan sambil mengganti pakaiannya.

“ Kau mau kemana lagi Oppa? bukankah hari ini ada konser di SBS Inkigayo? “, tanya Sunny membuat Luhan berhenti sejenak.

“ Jigeum? “, tanya Luhan dan Sunny pun mengangguk.

“ Apa kau tidak ingat? “, tanya Sunny heran.

“ Anio, aku terlalu khawatir dengan Yuri akhir – akhir ini. Apa tidak bisa di cancel? “, jawab Luhan.

“ Yuri? Ada apa dengannya? “, tanya Sunny.

“ Dia dirawat di rumah sakit dan malam ini dia harus menjalani operasi “, jelas Luhan membuat Sunny kaget.

“ Mwo? Dirumah sakit? Operasi?! “,

“ Neh, dia terkena radang selaput otak. Tidak bisakah konserku di cancel? “, tanya Luhan.

“ Tidak bisa Oppa. Kau harus melakukan konser itu karena semua tiketnya sudah habis terjual. Kalau kita membatalkannya kita akan rugi dan kita juga harus membayar denda yang cukup besar “, jelas Sunny membuat Luhan bingung.

“ Aku ingin menemaninya di rumah sakit, apa yang harus aku lakukan? “,

“  Oppa, aku tahu ini sulit tapi kau harus pikirkan semua orang juga. Setelah selesai konser kau bisa ke rumah sakit lagi “, saran Sunny membuat Luhan langsung menatapnya.

“ Oppa, aku tahu Yuri sangat berarti untukmu tapi ini bukan hanya untuk karirmu saja tapi juga nama baik management kita. Kau harus profesional, Oppa “, Luhan terlihat berpikir, Sunny benar walaupun dia ingin bersama Yuri tapi dia harus melakukan kewajibannya.

“ Baiklah, aku akan menemuinya dulu setelah itu aku pergi ke SBS “, putus Luhan membuat Sunny tersenyum.

= Scene 8 =

Ahreum masuk keruangan Tuan Xi begitu saja, terlihat wajahnya sangat kesal dan marah.

“ Ajushii! Apa kau akan membiarkan mereka bersatu lagi? Lalu bagaimana pertunanganku dengan Luhan? “, tanya Ahreum yang menemui Tuan Xi dikantornya.

“ Ahreum-a, kau tidak seharusnya masuk keruanganku begitu saja. Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu? “, tanya Tuan Xi dengan wajah datar mengacuhkan pertanyaan Ahreum.

“ Mianhae Ajushii, tapi aku tidak bisa diam saja kalau kau tidak segera berbuat sesuatu “, ucap Ahreum.

“ Apalagi yang harus aku perbuat? Segala yang aku lakukan tetap saja tidak membuat mereka berpisah “,

 “ Kau bisa menyuruhnya keluar negri atau menyuruh seseorang untuk menjauhkannya dari Luhan kan seperti yang kau lakukan dulu “, ucap Ahreum membuat Tuan Xi langsung menatapnya tajam.

“ Apa kau menyuruhku sekarang? “, tanya Tuan Xi membuat Ahreum bingung karena terlihat Tuan Xi merasa tidak senang.

“ Anio, Ajushii. Aku tidak menyuruhmu, aku hanya takut saja Luhan kembali pada yeoja itu. Bukankah kau pernah bilang kalau Luhan lebih cocok denganku dibandingkan dengan Yuri? “, jawab Ahreum.

“ Aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu. Aku tidak mau berurusan dengan kehidupan Luhan lagi “, ucap Tuan Xi membuat Ahreum menatapnya tidak percaya.

“ Mwo? Jadi kau merestui mereka Ajushii?! “, tanya Ahreum.

“ Tidak peduli bukan berarti aku menyetujui hubungan mereka. Hanya saja aku sudah tidak ingin mengatur hidup Luhan lagi. Semua yang dia lakukan, aku tidak ingin ikut campur lagi “,

“ Ajushii! “, seru Ahreum.

“ Jika kau ingin mendapatkan Luhan, berusahalah karena aku tidak bisa membantumu lagi “, ucap Tuan Xi yang langsung meninggalkan Ahreum diruangannya.

“ Sialan! Sekarang aku tidak bisa meminta Appanya untuk dipihakku. Aku tidak boleh menyerah. Aku tidak ingin usahaku selama ini sia – sia, Luhan harus jadi milikku tidak peduli apapun yang terjadi “, kesal Ahreum.

= Scene 8 =

Luhan masuk ke kamar Yuri dan mendapati Yuri yang tersenyum padanya. Luhan berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya.

“ Bagaimana keadaanmu? “, tanya Luhan sambil mnegusap rambut Yuri lembut.

“ Semenjak kau disini menemaniku, rasanya beribu lebih baik “, jawab Yuri.

“ Kau kenapa? Mengapa wajahmu seperti itu? “, tanya Yuri yang heran melihat Luhan yang terlihat aneh dan wajahnya sangat muram.

“ Apa kau khawatir dengan operasinya? Bukankah kau bilang semua akan baik – baik saja? “, tanya Yuri menatap wajah suaminya itu lekat.

“ Anio, bukan itu “, jawab Luhan, Yuri semakin menatapnya heran.

“ Aku ada konser sore ini dan aku tidak bisa berada disini saat kau melakukan operasi nanti “, sesal Luhan sambil menundukkan wajahnya, Yuri tahu Luhan pasti merasa sulit untuk memilih antara dirinya dan konsernya.

Yuri memegang kedua pipi Luhan lalu mengangkatnya agar Luhan menatap wajahnya, Yuri pun tersenyum.

“ Apa kau merasa terbebani untuk memilih apa yang akan kau lakukan? “, tanya Yuri membuat Luhan mengangguk namun tetap diam.

“ Jika aku tahu kau akan seperti ini, lebih baik kau tidak usah menemaniku “, ucap Yuri membuat Luhan terlihat kecewa.

“ Walaupun kau tidak bisa menemaniku, tapi aku yakin bahwa kau selalu ada disini “, Yuri menunjuk dadanya.

“ Tapi aku ingin sekali menemanimu “, ucap Luhan sambil cemberut.

“ Aku tahu, tapi bukankah kau memiliki tanggung jawab pada fansmu? Kau ingat perjanjian kita saat kau memintaku untuk menjadi kekasihmu? “, tanya Yuri.

“ Jangan melupakan kewajibanku sebagai idol. Tapi …. “,

“ Tidak ada tapi – tapian. Aku akan baik – baik saja, Luhan “, sela Yuri.

Luhan memeluk Yuri erat, dia tidak bisa membantah apa yang Yuri katakan. Luhan mencium puncak kepala Yuri dengan penuh kasih sayang.

“ Aku janji setelah konser selesai, aku akan langsung kesini “, ucap Luhan membuat Yuri mengangguk.

= Scene 8 =

Sehun memasang wajah kesalnya sesekali dia melihat kearah belakangannya dimana Yoona setia mengikutinya dengan tersenyum senang.

Aish! Mengapa aku menerima tawaran orang tuanya? “, batin Sehun kesal.

Flashback :

“ Aku sudah mendengar tentangmu dari para pengawalku dan Yoona pernah bercerita bahwa ada seorang pahlawan yang menolongnya “, ucap Tuan Im.

“ Lalu apa maksud anda memanggil saya kesini? “, tanya Sehun yang masih tidak mengerti.

“ Aku ingin kau menjadi pengawal pribadinya. Yoona terlihat sangat senang saat bersamamu “,

“ Pengawal pribadi?! Tapi mengapa aku? “,

“ Yoona selalu kabur dari semua pengawal yang aku tugaskan untuk menjaganya. Semenjak dia kehilangan kakak kandungnya dahulu dia mulai sering memberontak karena Yoona sangat bergantung pada kakaknya. Dia juga tidak memiliki teman selain kakaknya. Dan saat mendengar Yoona dibawa seorang namja, aku yakin kau orang yang tepat untuk menjaganya. Aku akan akan membayarmu sebanyak yang kau inginkan “, tutur Tuan Im.

“ Memangnya dimana kakaknya sekarang? “, tanya Sehun.

“ Kami juga tidak tahu. Kami sudah mencoba mencarinya selama beberapa tahun ini namun tetap saja kami tidak pernah menemukannya. Aku bahkan tidak tahu apa dia masih hidup atau tidak? “, jawab Tuan Im sedih.

“ Aku turut prihatin, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya. Permisi! “, tolak Sehun lalu pamit.

“ Aku bisa membantu keluargamu jika kau menerima tawaranku “, ucap Tuan Im membuat Sehun berhenti.

“ Jika kau membutuhkan banyak uang, aku bersedia memberikannya untukmu “, tambah Tuan Im.

Sehun berpikir kalau dia memang butuh banyak uang apalagi mengingat Yuri yang masih di rumah sakit. Sehun merasa bimbang namun akhirnya dia memutuskan untuk menerima tawaran Tuan Im untuk menjaga Yoona.

Flashback End.

“ Kita mau kemana? “, tanya Yoona.

“ Kerumah sakit “, jawab Sehun singkat.

“ Rumah sakit? Siapa yang sakit? “, tanya Yoona.

“ Seseorang yang sangat penting bagiku “, jawab Sehun.

“ Penting? Apa dia Ommamu atau Appamu? “, tanya Yoona lagi.

“ Bisakah kau tidak bertanya lagi? Kau diam saja dan ikuti aku! “, ucap Sehun membuat Yoona cemberut.

Sehun terus berjalan tanpa menyadari Yoona tidak mengikutinya, Yoona merasa kesal lalu berjalan berbalik arah dan berjalan sesuai keinginannya. Saat Sehun tiba di kamar Yuri, Sehun melihat Yuri dan Luhan yang sedang berpelukan, hatinya merasa sakit setiap melihat adegan itu namun Sehun tidak bisa berbuat apa – apa. Sehun berniat untuk kembali namun sepertinya Yuri sudah melihatnya.

“ Sehun-a! “, panggil Yuri membuat Sehun berbalik lalu menghampiri Yuri dan Luhan.

“ Mianhae, jika aku mengganggumu Noona “,

“ Anio, kau tidak mengganggu. Justru aku khawatir karena sejak kemarin lusa kau tidak ada “, ucap Yuri.

“ Mianhae, karena ak ada pekerjaan sehingga tidak bisa menjengukmu “, jawab Sehun memaksakan tersenyum.

“ Sehun-ssi, bisakah aku memintamu sesuatu? “, ujar Luhan membuat Sehun langsung menatapnya.

“ Tolong kau jaga Yuri saat operasi berlangsung… “,

“ Operasi?! “, kaget Sehun yang langsung memotong ucapan Luhan.

“ Neh, malam ini Yuri harus melakukan operasi “,

“ Noona, mengapa kau tidak mengatakannya padaku? “, tanya Sehun khawatir, terkadang muncul raut wajah cemburu diwajah Luhan melihat perhatian Sehun pada Yuri.

“ Kami juga tidak tahu Sehun-a, Dokter hanya bilang penyakitku mulai semakin parah karena itu akau harus melakukan operasi “,

“ Mianhae Noona, aku tidak bisa menjagamu seperti yang aku ucapkan dulu “, sesal Sehun.

“ Gwenchana, kau sudah menjagaku selama ini, Sehun-a “, hibur Yuri.

Luhan semakin tidak nyaman dengan situasi itu, tiba – tiba ponselnya berbunyi membuat Yuri dan Sehun menatapnya. Luhan mengangkat ponselnya yang ternyata dari Sunny yang mengingatkannya untuk segera pergi ke gedung SBS.

“ Yuri, aku harus pergi sekarang. Kau harus berusaha kuat untuk melakukannya. Aku yakin kau bisa, demiku juga Taeyeon “, ucap Luhan sambil memegang pipi Yuri.

“ Neh “, jawab Yuri.

Luhan mencium bibir Yuri sebelum dia pergi, Sehun membalikkan tubuhnya tidak ingin melihat scene itu karena hatinya semakin terasa perih walaupun dia sudah merelakan Yuri.

“ Sehun-a, tolong jaga dia ya “, ucap Luhan sambil memegang bahu Sehun dan Sehun menganggukan kepalanya.

“ Gomawo “,  Luhan pun pergi meninggalkan rumah sakit, meninggalkan Yuri dan Sehun.

= Scene 8 =

Omma Lay membawa Taeyeon ke supermarket untuk membeli keperluan mereka. Saat Omma Lay sibuk memilih barang – barang yang dia perlukan, Taeyeon melihat seorang yeoja diluar supermarket yang mirip sekali dengan Yuri. Taeyeon yang sangat merindukan Ommanya mengira yeoja itu adalah Yuri. Taeyeon pun langsung keluar dari supermarket itu dan mengikuti yeoja itu.

“ Omma! “, seru Taeyeon namun yeoja itu terus berjalan tanpa menoleh pada Taeyeon.

“ Omma! “, Taeyeon terus berlari mengejar yeoja yang masih berjalan tanpa mengetahui seorang anak mengikutinya.

Saat yeoja itu berhenti dan berbalik, Taeyeon langsung memeluk kaki yeoja itu membuat yeoja itu kaget.

“ Omma! Bogoshipeo! “, ucap Taeyeon membuat yeoja itu bingung.

“ Omma?! “, Kaget yeoja itu.

“ Anak manis, aku bukan Ommamu “, ucap yeoja itu membuat Taeyeon langsung mengangkat kepalanya untuk melihat yeoja yang dia peluk.

“ Kau bukan Omma? “, tanya Taeyeon menatap yeoja itu dan benar saja, yeoja itu bukan Yuri walaupun mereka terlihat mirip.

“ Jadi kau bukan Ommaku “, kecewa Taeyeon yang memperlihatkan wajah sedihnya membuat yeoja itu merasa iba.

“ Apa kau kehilangan Ommamu? “, tanya yeoja itu.

“ Aku ingin bertemu dengan Omma “, jawab Taeyeon.

“ Nama kamu siapa? “,

“ Taeyeon imnida “, jawab Taeyeon membuat yeoja itu tersenyum.

“ Baiklah Taeyeon, kau bisa memanggilku Yoona Ajuhma. Aku akan membantumu mencari Ommamu, kau mau? “, tanya Yoona membuat wajah Taeyeon berseri – seri.

“ Jinjja, Ajumha? “, tanya Taeyeon dan Yoona mengangguk sambil tersenyum.

“ Neh, aku akan mencari Ommamu. Jadi kau jangan bersedih lagi ya “, ucap Yoona sambil tersenyum dan Taeyeon pun tersenyum sambil mengangguk.

“ Kajja! Kita cari Ommamu “, ajak Yoona sambil menggandeng tangan Taeyeon dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu.

Omma Lay membayar semua barang yang dia beli, dia pun sadar kalau sedari tadi dia tidak mendengar celotehan Taeyeon. Omma Lay mencari Taeyeon keseluruh supermarket namun dia tidak menemukannya. Omma Lay mulai panik karena Taeyeon tidak terlihat, bahkan dia sudah menanyakan pada penjaga juga pengunjung di supermarket itu namun tetap Taeyeon tidak ada. Omma Lay langsung menghubungi nomor ponsel Lay namun tidak diangkat.

“ Lay-a, angkat teleponnya “, harap Omma Lay namun Lay tidak juga mengangkatnya.

Omma Lay mulai bingung, dia pun mencoba mencari Taeyeon lagi dan berharap Taeyeon bisa ditemukan.

= Scene 8 =

Luhan bersiap – siap dengan kostumnya, dia juga sudah bersiap untuk melakukan konsernya. Walaupun pikirannya masih terbayang oleh Yuri tapi dia berusaha bersikap profesional.

Yuri-a, kau harus kuat! “, batinnya.

Lay yang memeganggi fotonya bersama Taeyeon dan Sunny terus tersenyum, rasanya dia tidak ingin meninggalkan foto itu di rumah dan dia juga berjanji akan terus membawanya kemanapun dia pergi. Saat Lay berjalan, tiba – tiba dia menabrak Luhan yang akan pergi menuju panggung membuat foto itu jatuh.

“ Luhan-ssi, Jeosowamida “, ucap Lay sambil membungkukkan tubuhnya.

“ Gwenchana, aku juga sedang terburu – buru “, jawab Luhan.

Saat Luhan akan berjalan, dia melihat foto tadi dipegang oleh Lay terjatuh dilantai. Luhan mengambil foto itu dan terlihat wajah Luhan menatap foto itu kaget.

“ Itu milikku! “, ucap Lay membuat Luhan langsung menatapnya.

“ Anak ini! Dimana kau bertemu anak ini?! “, tanya Luhan yang masih memasang wajah kaget membuat Lay merasa heran.

“ Aku menemukannya di truk yang mengangkut peralatan syuting saat kita selesai syuting di Jeju. Apa kau mengenalnya? “, tanya Lay.

“ Dia… dia anakku “, jawab Luhan membuat mata Lay membulat kaget.

“ Mwo?!!! “, kaget Lay.

Saat Luhan akan mengatakan sesuatu lagi, sebuah panggilan membuatnya terhenti. Luhan harus segera tampil diatas panggung.

“ Lay-ssi, kita bicara lagi setelah acara ini selesai “, ucap Luhan mengambalikan foto itu pada Lay lalu pergi kearah panggung.

“ Taeyeon anak Luhan?! “, Lay bingung sambil menatap foto yang ada ditangannya.

Seseorang mendengar apa yang dikatakan Luhan pada Lay, dia mencoba mencari tahu tentang foto itu. Orang itu menabrak Lay membuat fotonya jatuh. Dia mengambil foto itu lalu meminta maaf pada Lay. Lay yang masih syok tidak sadar kalau fotonya diambil oleh orang itu.

= Scene 8 =

 “ Sehun-a, apa ada yang sedang kau pikirkan? “, tanya Yuri melihat wajah Sehun yang khawatir.

“ Apa ada sesuatu yang terjadi? “, tanya Yuri lagi.

“ Sebenarnya aku… “, Sehun menceritakan apa yang dialaminya dan sekarang dia cemas karena dia baru sadar kalau Yoona tidak ada bersamanya.

“ Mwo?! Lalu apa yang kau lakukan disini?! Cepat cari dia! “, suruh Yuri namun terlihat Sehun berat untuk pergi.

“ Tapi Noona, kalau aku pergi kau akan sendiri “, ucap Sehun.

“ Kau tidak usah pikirkan aku, yang terpenting yeoja itu sekarang tidak tahu dimana. Kau sudah menerima tanggung jawab untuk menjaganya. Kau harus menemukannya Sehun-a, kasihan dia “, ujar Yuri.

“ Pergilah temukan dia! “,

Dengan berat hati Sehun pergi untuk mencari Yoona, walau bagaimana pun Yoona memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Sehun mencoba mencari Yoona, dia terus menyelusuri jalanan yang tadi dia lalui bersama Yoona.

“ Yuri-ssi, apa kau siap? “, tanya seorang suster pada Yuri.

“ Neh, Suster “, jawab Yuri yakin.

“ Apa tidak ada yang menunggumu? “,

“ Anio, mereka semua sedang sibuk “, jawab Yuri.

Dan suster pun mendorong tempat tidur Yuri menuju ruang operasi. Yuri menghela nafas sebelum memberanikan diri melakukan operasi itu. Ada ketakutan dalam hatinya dengan jalannya operasi ini.

“ Tuhan, jika hidupku begitu singkat. Tolong, biarkan aku bertemu dengan anakku sebelum kau memanggilku “, batin Yuri sambil meneteskan air matanya, ia pun mulai memasuki ruang operasi yang membuat jantungnya semakin berdegup kencang.

“ Luhan, Taeyeon, aku mencintai kalian “, lirihnya saat merasakan sebuah suntikan ditangnnya dan kesadarannya pun mulai menghilang.

Yoona merasa lelah saat dirinya dan Taeyeon sudah berjalan – jalan cukup jauh. Dia sesekali menatap Taeyeon yang sangat berharap bertemu dengan Ommanya. Hati Yoona merasa iba karena dia merasakan apa yang dirasakan Taeyeon yang ingin bertemu dengan seseorang yang sangat dicintainya.

“ Taeyeon-a, terakhir kali kau melihat Ommamu dimana? “, tanya Yoona.

“ Aku melihatnya di rumah saat Omma akan pergi bekerja “, jawab Taeyeon.

 “ Lalu kau tahu dimana rumahmu? “, tanya Yoona dan Taeyeon menggeleng.

Yoona menghela nafasnya lalu mengusap rambut Taeyeon. Dia juga bingung akan mencari Omma Taeyeon dimana.

Ah! Aku akan meminta Sehun untuk membantuku “, pikir Yoona.

“ Taeyeon-a, ikut aku! Kita akan menemui seseorang yang mungkin akan membantu kita menemukan Ommamu “, ajak Yoona.

“ Neh, Ajumha “, jawab Taeyeon yang mengikuti Yoona menuju rumah sakit dimana Sehun membawanya siang tadi.

= Scene 8 =

 “ Luhan! Luhan! Luhan! “,

Sorak sorai para penonton memenuhi gedung SBS yang menantikan penampilan Luhan. Mereka sangat tidak sabar melihat idola mereka diatas panggung.

“ Anyeong yeorobeum! “, sapa Luhan yang dijawab teriakan oleh para penonton.

“ Terima kasih atas dukunga kalian selama ini padaku “,

“ Aku ingin meminta satu hal pada kalian. Ada seseorag yang sangat penting bagiku yang sedang mempertaruhkan hidupnya sekarang, aku hanya meminta doa kalian untuknya. Terima kasih “, ucap Luhan membuat semua orang bertanya – tanya begitu juga para staff juga wartawan.

Luhan pun mulai menyanyikan lagu barunya, semua penonton larut dalam penampilannya yang sangat di rindukan para penggemarnya.

Sunny melihat Lay yang masih seperti orang linglung. Dia mencoba mengagetkan  Lay namun Lay hanya menatapnya dengan tatapan masih tidak percaya.

“ Wae? Ada apa denganmu? Kau tidak senang melihatku? “, tanya Sunny sambil cemberut.

“ Anio, hanya saja… Oia Sunny-a, kau tahu tentang anak Luhan? “, tanya Lay yang langsung membuat Sunny kaget lalu membungkam mulutnya.

“ Stttt!!!! Jangan terlalu keras! Jika terdengar wartawan semuanya bisa kacau “, bisik Sunny dan Lay mengangguk.

“ Tapi darimana kau tahu? “, tanya Sunny penasaran.

“ Luhan yang mengatakannya padaku “,

“ Oppa? “,

“ Neh, saat dia melihat foto kita bersama Taeyeon ditaman hiburan dia mengatakan kalau Taeyeon adalah anaknya “, jelas Lay.

“ Mwo?! Taeyeon…. Taeyeon anak Luhan Oppa?! “, sekarang Sunny yang terlihat kaget.

“ Jadi itulah mengapa aku merasa familiar dengan nama Taeyeon “, gumam Sunny.

Sunny pun menceritakan semuanya pada Lay, Lay semakin kaget saat mendengar Yuri adalah isteri Luhan sekaligus Omma dari Taeyeon.

“ Dunia ini begitu sempit, jika saja aku tahu Taeyeon adalah anak dari Luhan dan Yuri. Aku pasti langsung mengantarkannya pada Luhan “, ucap Lay.

“ Lay, apa Taeyeon di rumahmu? Bagaimana kalau kita menjemputnya dan membawanya pada Luhan Oppa. Dia pasti senang “, saran Sunny.

“ Neh, Taeyeon juga pernah mengatakan ingin bertemu dengan Luhan “, jawab Lay.

Sunny dan Lay pun pergi menuju rumahnya untuk menjemput Taeyeon. Saat tiba dirumahnya Lay melihat 2 orang polisi yang sedang berbicara dengan Ommanya.

“ Lay, mengapa dirumahmu ada polisi? “, tanya Sunny.

“ Molla “, jawab Lay. Keduanya turun dari mobil dan menghampiri Omma Lay.

“ Omma! “, panggil Lay yang langsung membuat Ommanya dan kedua polisi itu menoleh.

“ Lay-a! “, Omma Lay langsung menghampiri puteranya sambil menangis.

“ Ada apa Omma? Mengapa Omma menangis dan mengapa ada polisi disini? “, tanya Lay bingung.

“ Taeyeon… Taeyeon hilang “, jawab Omma Lay

“ Mwo?! Taeyeon hilang?! “, kaget Sunny dan Lay bersamaan.

“ Neh, tadi Omma mengajaknya ke supermarket namun setelah itu Omma tidak tahu dimana dia. Omma sudah mencarinya tapi tetap tidak menemukannya “, tangis Omma Lay, Lay menoleh pada Sunny yang juga menoleh padanya.

“ Bagaimana ini Lay? Kasihan Taeyeon pasti ketakutan sendirian di jalanan malam – malam begini “, ujar Omma Lay yang masih sangat khawatir dengan keadaan Taeyeon sekarang.

“ Kalau begitu, aku juga akan mencoba mencarinya “, ucap Lay.

“ Aku ikut! “, seru Sunny mengikuti Lay.

Mereka pun mulai pergi untuk mencari Taeyeon, Omma Lay hanya bisa berharap Taeyeon akan ditemukan dengan selamat karena dia sudah sangat menyayangi Taeyeon.

Sehun merasa putus asa karena tidak menemukan dimana Yoona berada, dia sudah kelelahan menyusuri jalanan. Dia juga merasa bersalah karena sudah bersikap keterlaluan pada Yoona, lagipula bukan salah Yoona jika dia seperti itu.

Tint!!! Tint!!!! Tint!!!  ( Bener gak sih suarangnya gitu? )

Bunyi detak mesin diruangan itu terdengar karena heningnya suasana didalam sana. Seorang Dokter masih fokus dengan apa yang dia lakukan. Yuri yang terbaring seakan pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Dokter itu padanya. Detak jantungnya mulai melemah membuat Suster panik.

“ Dokter, Jantungnya mulai melemah! “, seru suster.

“ Pastikan oksigennya tetap berjalan masuk ke tubuhnya “, suruh Dokter membuat Suster itu mengangguk.

Luhan selesai melakukan konsernya namun saat dia akan segera ke rumah sakit, para wartawan menyerbunya karena masih penasaran dengan siapa orang yang Luhan katakan sebelum konser itu dimulai.

“ Luhan-ssi, bisakah kau memberi keterangan tentang orang yang kau bicarakan? “, tanya wartawan yang langsung diikuti oleh pertanyaan – pertanyaan lain dari wartawan lain.

“ Mianhae, tapi aku sedang buru – buru “, ucap Luhan mencoba menghindar namun para wartawan itu terus mendesaknya.

Yoona dan Taeyeon tiba di depan rumah sakit dimana Yuri berada. Taeyeon seakan ingat kalau dia pernah masuk ke rumah sakit itu. Yoona tersenyum namun dia tidak tahu dimana Sehun sekarang bahkan ruangan dimana orang yang dijenguk Sehun ia juga tidak tahu.

“ Ajumha, apa Omma ada didalam? “, tanya Taeyeon membuat Yoona menoleh.

“ Aku tidak tahu “, jawab Yoona.

Namun dari jauh Yoona merasa melihat seseorang yang sangat dia kenal, Yoona pun tersenyum karena sosok itu adalah Sehun.

“ Sehun!!! “, panggil Yoona sambil melambaikan tangannya pada Sehun.

Sehun yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh. Dari jarak beberapa meter Sehun melihat Yoona dan disampingnya ada seorang yeoja kecil yang familiar dengannya.

“ Yoona? “, ucap Sehun lalu berlari kearah Yoona.

“ Samchon! “, panggil Taeyeon saat melihat Sehun menghampirinya.

“ Taeyeon?! “, Kaget Sehun melihat Taeyeon yang kini tersenyum padanya.

                                                            To Be Continue….                

Gak banyak Omong deh! Silahkan RCLnya ya😀 Hargai karya orang lain apalagi kalian menikmatinya.

60 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 8

  1. Thor, ceritanyaaaa :’) keren bangettttttttttt! Feelnya dapet banget! Aku gak sabar pengen baca part selanjutnya, cepet dilanjutin ya thor :’) semoga mereka bisa kumpul lagi yah thor :’)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s