Yuri Aunty

Yuri Aunty

icydork | Do Kyungsoo, Kwon Yuri, Kai | Family | PG 13+

© October 2013 by icydork

                Seorang wanita cantik sudah berdiri di ambang pintu rumah mewah dan besar di kota Seoul ini. Im Yuri, bibi dari Do Kyungsoo sudah berada di depan rumah milik Kyungsoo dan Kai –papa dari Kyungsoo. Yuri mengetuk pintu rumah tersebut dengan perlahan dan pintu itupun terbuka.

“Selamat siang, pasti kau yang bernama Do Kyungsoo.” Tebak Yuri kepada seorang anak kecil berumur enam tahun yang masih sangat teramat imut itu. Belum sempat menjawab, sudah muncul seorang pria tampan dan gagah dari belakang anak kecil itu.

“Oh, Yuri. Kau sudah tiba?” Tanya pria itu.

“Tentu, Kai oppa. Bagaimana kabarmu?” Tanya Yuri sambil tersenyum. Kai meraih koper dan barang bawaan Yuri.

“Tidak pernah jauh lebih baik semenjak Miyoung tiada.” Jawab Kai dengan nada datar.

“Oh.” Jawab Yuri singkat. Kai memang sangat mencintai Miyoung, kakak dari Yuri.

“Mari masuk.” Ajak Kai sambil membawa barang bawannya. Yuri mengangguk lalu masuk ke dalam. Kai meletakkan barang-barang Yuri di ruang tamu.

“Kamarmu ada di lantai dua, sebelah kamar Kyungsoo,” Ucap Kai nlalu menoleh ke anaknya itu. Kai menggeding Kyungsoo. “Kyungsoo-ah, ini bibi Yuri. Dia akan menjaga kita nanti.” Ucap Kai.

Kyungsoo menggeleng dengan cepat dan menggembungkan pipinya, “Tidak, Kyungsoo mau Miyoung umma!”

Kai mendecak pelan lalu meletakkan Kyungsoo ke atas lantai. Bagaimana bisa Kai melupakan Miyoung jika Kyungsoo selalu membahasnya?

“Kai oppa, aku sangat lelah. Boleh aku beristirahat sebentar?” Tanya Yuri dengan hati-hati.

“Tentu.” Jawab Kai sambil tersenyum.

                Yuri duduk di atas kasur yang sudah dibersihkan dan sprei-nya sudah diganti –sepertinya. Yuri merebahkan tubuhnya di atas kasur tersebut. Dia memejamkan matanya dan mendapatkan bayangan Minyoung yang sangat teramat canti dengan eyesmile di matanya.

Unnie.” Panggil Yuri pelan lalu menghembuskan nafasnya.

                “Kyungsoo-ah, mulai besok kau akan diantar oleh bibi Yuri.” Kata Kai sambil mengetik di laptopnya dan berbicara kepada Kyungsoo yang sedang bermain dnegan mainannya.

Shireo!” Tolak Kyungsoo.

“Kenapa?” Kai berhenti mengetik dan menghampiri Kyungsoo.

“Kyungsoo hanya mau dengan Minyoung umma. Jika tidak ada, sama appa saja!” Pinta Kyungsoo. Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Tapi, umma sudah tidak ada dan appa sangat sibuk. Coba mengertilah, nak.” Ucap Kai sambil menyentuh puncak kepala Kyungsoo.

                Yuri mengambil alih ransel milik Kyungsoo itu. Yuri memikulnya dan berjalan kaki bersama Kyungsoo. Ya, jarak dari rumah ke sekolah Kyungsoo hanya beberapa meter saja. Yuri berjalan sambil menggandeng tangan kiri Kyungoo.

“Kyungsoo.” Panggil Yuri.

“Ya, ahjumma?” Respon Kyungsoo.

“Apakah ahjumma orang yang menyenangkan?” Tanya Kyungsoo dengan begitu polosnya. Yuri terkekeh pelan.

“Tentu, jika kamu mengenal ahjumma dengan baik.” Balas Yuri sedangkan Kyungsoo hanya membalasnya dengan cara membulatkan mulutnya seakan-akan anak berumur enam tahun itu megerti.

                Sudah tiga hari Yuri memabntu keluarga Kai. Namun hasilnya nihil. Yuri tidak cocok dengan keluarga ini. Sampai pada akhirnya Yuri memutuskan untuk pulang ke rumahnya lagi. tapi, Kai menahannya.

“Tidak boleh, kita harus beradaptasi dengan satu yang lain,” Ucap Kai menggantung sambil memegang dagunya. “Sabtu ini kita akan memancing bersama dan makan malam bersama. Dengan Kyungsoo juga tentunya.” Lanjut Kai.

Yuri terkejut. Menagap sangat pas? Yuri tidak bisa memancing dan dia seorang vegetarian, dia tidak bisa makan daging.

                “Yeay! Liburan! Akhirnya appa memiliki waktu luang untukku.” Sorak Kyungsoo sambil megangkat kedua tangannya. Kai sedang menyetir sedangkan Yuri dan Kyungsoo duduk dibangku belakang berdua.

Yuri memang duduk dengan anak yang berumur enam tahun. Tapi rasa canggung itu tidak mengenal berapa umur orang tersebut. Yuri masih belum bisa berbaur dengan Kyungsoo. Lebih tepatnya, Kyungsoo-lah yang belum bisa berbaur kepada Yuri.

                Merekapun tiba di tempat tujuan mereka. Sudah sesuai dengan firasat Yuri. Ini akan menjadi liburan memalukan baginya. Dia tidak bisa memancing sama sekali. Ketika Yuri mengenggam alat pancing, benda itu malah terebut oleh para ikan karena Yuri kurnag kuat untuk menahannya dan hal itu sangat teramat mengundang tawa Kyungsoo dan Kai.

“Hahaha, ahjumma wajahmu lucu sekali!” Kata Kyungsoo sambil menujuk wajah Yuri. Yuri yang merasa malu hanya bisa menundukkan wajahnya dalam-dalam.

                “Appa, apakah pesanan kita masih lama? Aku sudah sangat kapar.” Keluh Kyungsoo sambil memegang sumpit di tangan kanannya.

“Tunggulah sebentar lagi.” Balas Kai. Yuri hanya bisa tersenyum melihat hubungan appa dan anaknya dengan sangat akrab itu. Tiba-tiba sang pelayan datang dan memberikan pesanan mereka.

“Yuri-ah, kau yakin tidak mau makan?” Tanya Kai memastikan. Kyungsoo yang mendengar hanya mengangguk saja.

“Tidak. Aku seorang vegetarian.” Jawab Yuri.

“Oh, benarkah? Apa kita perlu pindah restoran?” Tawar Kai. Yuri menggeleng.

“Tidak perlu. Kalian makan saja. Aku bisa makan setiba di rumah nanti.” Balas Yuri.

“Oh, baiklah.” Dengan ragu Kai memulai acara makannya.

                Merekapun tiba di rumah pada pukul jam Sembilan malam. Kyungsoo sudah tertidur. Kai menggendingnya dan meletakkannya di kamarnya. Yuri sedang duduk di dapur sekarang dan Kai menghampirinya setelah meletakkan Kyungsoo di kamarnya.

“Bagaimana hari ini? Kau merasa lebih dekat dengan kami?” Tanya Kai.

“Sedikit.” Jawab Yuri singkat.

“Baru hari ini aku bisa tertawa semenjak hari kematian Miyoung.” Yuri menoleh ke Kai sebentar dan membuang pandangannya lagi.

“Oh,” Jawab Yuri lalu bangkit berdiri. “Oppa, besok aku akan kembali. Terima kasih untuk beberapa hari ini, ya?”

Sepertinya untuk kali ini Kai tidak bisa menahannya lagi. Dengan susah payah Kai berkata, “Ya.”

                Yuri sudah berdiri di depan rumah. Dia sedang menunggu Kai yang akan mengantarkannya ke halte bus terdekat. Ya, Yuri akan segera pulang.

“Sudah siap?” Tanya Kai. Yuri mengangguk sekali.

“Jangan dipaksakan jika berat meninggalkan kami,” Ucap Kai lalu mengangkat salah satu koper Yuri. “Kami selalu menerimamu jika kau ingin kembali.” Lanjut Kai dan disambut dengan sebuah anggukkan lagi oleh Yuri.

Ahjumma! Appa!” Teriakkan Kyungsoo itu menembus pendengaran Yuri dan Kai. Kyungsoo berlari dari arah dapur ke gerbang pintu.

Appa! Jangan biarkan Yuri ahjumma pergi! Walaupun ahjumma tidak bisa memancing ataupun makan daging-dagingan. Kyungsoo masih mau bermain dengan ahjumma. Jadi, Kyungsoo mohon agar ahjumma tetap disini dan menjaga Kyungsoo dan appa.” Minta Kyungsoo kepada Yuri.

Yuri yang mendengar itu semua hanya bisa tercengang dan diam. Jadi, selama ini mereka semua sudah menerima Yuri di rumah ini? Termasuk Kyungsoo yang awalnya menolak?

“Kyungsoo dan aku membutuhkanmu disini, Yuri-ah.” Ucap Kai. Yuri mengangguk sekali.

“Baiklah, aku akan tetap disini.”

END

Aduh, ga jelas ya akhirnya? Maaf ya, soalnya aku dapet ide ini juga ga jelas dari mana /?

Sebenarnya ini ada pesan jika kalian mengerti.

31 thoughts on “Yuri Aunty

  1. Aku kebayang foto kyungsoo waktu masih kecil duh lucu gemesin banget pas deh jadi anaknya Fany eh tapi gak pas jadi anaknya Kai #plak
    Alurnya pas jalan ceritanya juga menarik banget, keep writing thor!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s