When They Fall In Love – Chap 3 : New Developed Feelings

118thfallinlove

When They Fall In Love

Written by Vi

Starring SNSD Hyoyeon | EXO-K Kai

Rated for Teen

Romance | Friendship

.

.

Disclaimer: I just borrow the cast

Note: inspired by other ff, manga, anime, japanese drama, and my imagination. Anyone have tumblr ? Mind to follow me in tumblr even I don’t post a lot about exoshidae ? *mostly about anime* if you want , follow my tumblr: jdoramaanimeseoexofans.tumblr.com

Poster by nathaniathena @exoshidaefanfic

*****

“I-iya aku .. Aku suka–”

.

.

“Aku suka tariannya Jongin,” jawab Hyoyeon tegas. Chanyeol melongo mendengar jawaban Hyoyeon yang terkesan agak dipaksakan. Iapun tertawa kecil dan berkata, “apa sunbaenim malu mengatakan bahwa sunbaenim menyukainya ? Ayolah, jujur saja, sunbaenim..”

Mendengar ledekan Chanyeol, iapun mulai memasang tampang galaknya.

“Jangan mengerjai ataupun meledek sunbaemu !” seru Hyoyeon yang bertepatan dengan saat Jongin keluar dari ruangan syutingnya.

“Sunbaenim ? S-sunbaenim sedang apa disini ?” tanya Jongin sambil memandangi Hyoyeon malu-malu. Hyoyeon terdiam sejenak lalu memutar kepalanya kearah sumber suara, suara Jongin. Hyoyeon tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, “tidak apa-apa.”

“Ia datang untuk melihatmu syuting, Jongin-ssi,” kata Chanyeol sambil tersenyum ‘sok’ polos. Hyoyeon mendengus kesal dan menatap Chanyeol sinis, Chanyeol mengatupkan mulutnya rapat-rapat saking gugupnya ia berhadapan dengan sunbaenimnya yang kalau marah sangat galak ini.

“B-benarkah yang dikatakannya, sunbaenim ?” tanya Jongin. Hyoyeon menghela nafas pelan , akhirnya ia memutuskan untuk jujur, “ya. Aku hanya ingin melihat perkembanganmu saja, tapi sayangnya syuting sudah selesai sesampainya aku disini.”

“Oh, begitukah ? Ohya sunbaenim, kalau sunbaenim ingin melihat penampilanku di panggung, datanglah ke debut stageku beberapa bulan kedepan. Kuharap sunbaenim bisa segera menjawab perasaanku, aku masih menunggu,” kata Jongin. Kalimat terakhir Jongin lagi-lagi membuat jantung Hyoyeon berdebar kencang, rasanya romantis sekali kalau Jongin yang mengatakannya.

“Baik. Aku akan segera mencari jawabannya di hatiku,” kata Hyoyeon sambil berjalan meninggalkan Jongin. Diam-diam Chanyeol yang sedari tadi masih mendengar percakapan mereka berbisik pada Jongin, “kau menyatakan perasaanmu padanya ya ? Kapan ?”

“Eh, setahun yang lalu,” jawab Jongin malu karena perasaannya belum kunjung dijawab oleh gadis secantik Hyoyeon.

Chanyeol terkekeh lalu menepuk pundak Jongin pelan, “sabarlah, aku yakin ia akan segera menyadari perasaannya padamu.” Chanyeol pun berjalan pergi meninggalkan Jongin sendirian diluar ruangan itu. Jongin pun kembali mengingat tekadnya untuk mendapatkan balasan yang ia inginkan dari Hyoyeon.

“Aku akan terus berjuang !”

*****

Jongin benar-benar bukanlah orang yang mudah menyerah, ia selalu berlatih keras bahkan meski besok bukan gilirannya syuting teaser tapi ia akan terus berlatih terlebih debut stagenya sudah dekat. Jongin ingin membuktikan bahwa ia bisa pada Hyoyeon walaupun Hyoyeon akan lama mencari jawabannya tapi ia akan terus menunggu.

Tiba-tiba ditengah latihan Jongin, Jongin terjatuh, kakinya serasa terkilir. Kakinya sulit digerakkan.

“Gawat ! Bagaimana ini ? Kakiku terkilir !” gumam Jongin sambil memegang kakinya yang kesakitan. Di balik pintu yang menyisakan celah, ada sesosok gadis tengah melihat Jongin kesakitan, Kim Hyoyeon. Ingin rasanya ia menghampiri lelaki itu, tapi ia menahan diri, ia ingin tahu apa Jongin lelaki yang kuat atau bukan, setidaknya inilah salah satu caranya untuk membuktikan apa Jongin lelaki yang pantas ia cintai atau tidak.

“Ughh, tapi aku akan berjuang, aku takkan menyerah !” gumam Jongin cukup keras sehingga Hyoyeon mampu mendengarnya. Lelaki berambut hitam itu berdiri meski kakinya sakit, ia mulai menari lagi dan itu membuat Hyoyeon kagum padanya. Bahkan Hyoyeon jarang menemukan lelaki yang senekad itu.

“Arghh !” erang Jongin. Kakinya sungguh sulit digerakkan, ia tak bisa lagi memaksa diri, kalau ia terus memaksa diri maka ia akan tahu apa akibatnya, ia bisa tak bisa syuting nantinya.

“Jongin-ssi,” suara lembut Hyoyeon terdengar merdu di telinga Jongin. Ia tak yakin itu Hyoyeon karena setahunya Hyoyeon tak begitu peduli padanya. Namun , akhirnya ia yakin betul ia suara Hyoyeon karena Hyoyeon berjalan ke depannya dan menyentuh kakinya yang terkilir.

“Ahh !” teriak Jongin kesakitan. Hyoyeon tersenyum dan mengusap kaki Jongin yang terluka itu pelan, “jangan paksakan dirimu. Ini kan bagian yang sakit ? Aku juga pernah terkilir disitu, sebaiknya jangan terlalu banyak berlatih dulu untuk sekarang agar sakitnya cepat mereda.”

“Tapi–“

Sebelum Jongin sempat menjawab, Hyoyeon menaruh jarinya di depan bibir gadis itu dan berkata, “sshhh..”

“Kalau kau ingin menunjukkan bahwa kau bisa bukan begini caranya.. Aku akan menunggu sampai kalian berduabelas tampil di debut stage, aku akan datang ke acara itu untuk melihat penampilanmu,” kata Hyoyeon pelan. Entah sejak kapan ia bisa bersikap selembut ini pada Jongin, apa ini perasaan yang baru saja muncul ? Perasaan.. Cinta ? Entahlah.

“Kau akan datang ke showcase ?” tanya Jongin. Hyoyeon mengangguk pelan dan berkata, “untuk sekarang jangan terlalu paksakan dirimu, tapi tampilkan kemampuanmu saat showcase nanti.”

Hyoyeon pun berdiri dari duduknya dan tersenyum lembut, “aku pergi dulu. Selamat berjuang, Kim Jongin.” Perlahan, punggung gadis berambut pirang itu menjauh dan pintu ruangan berlatih Jongin tertutup rapat.

“Showcase ? Hmm, waktunya 3 bulan dari sekarang,” kata Jongin sambil menyunggingkan sebuah senyuman dengan sorot mata tajam yang menandakan ‘pantang menyerah’.

“Aku akan membuatmu segera memberikan jawabannya, Hyoyeon sunbaenim !”

*****

3 Bulan Kemudian..

Hari-hari berlalu seperti biasa, namun bedanya Jongin disibukkan dengan syuting teaser atau semacamnya. Jongin juga semakin giat berlatih meski terkadang ia terluka karena terlalu banyak berlatih. Sebenarnya, Jongin lebih banyak berlatih untuk showcase, kemampuan dancenya juga semakin berkembang. Jujur saja, selama 3 bulan menjelang debut stagenya EXO ini Hyoyeon jarang bertemu dengan Jongin satau semacamnya, ia ingin mengejutkan dirinya sendiri dengan melihat debut stage hoobaenya nanti.

“Jongin-ah, apa kau gugup dengan showcase ini ?” tanya salah satu member EXO, Joonmyun yang dipanggil sebagai Suho.

“Eh, tentu saja,” jawab Jongin. Ia gugup melihat begitu banyak penonton menunggu penampilan mereka dan ia belum melihat sosok Hyoyeon muncul diantara penonton itu.

“Kyaa ! Ternyata Sulli sunbaenim, Amber sunbaenim, Hyoyeon sunbaenim, dan Sooyoung sunbaenim datang juga !” seru Sehun dengan polos. Ucapan Sehun sukses memancing Jongin untuk mengintip siapa yang datang ke showcase mereka, Jongin dapat melihat sosok Hyoyeon duduk bersama dengan Sooyoung, Sulli, dan Amber di tempat duduk penonton.

“Hyoyeon sunbaenim menepati janji,” kata Jongin bahagia. Member EXO yang mendengar ucapan Jongin pun memandang Jongin heran , “eh ? Maksudmu ?” tanya Lay penasaran.

“Ia berjanji mau melihat perkembangan dalam kemampuan danceku di showcase, dan ia datang !” jelas Jongin. Member EXO lainnya mengangguk mengerti.

*****

Sementara itu, Hyoyeon yang sudah duduk di tempat duduk penonton bersama Sooyoung dan kedua member F(x) bersamanya pun menunggu dengan gugup. Entah mengapa perasaannya gugup dan jantungnya berdebar kencang menunggu penampilan Jongin , apa benar ia sudah memiliki perasaan cinta pada Jongin ?

“Hyoyeon-ah, kau tampak gugup, ada apa ?” tanya Sooyoung.

“Ya ! Panggil aku unnie ! Aku lebih tua ! Dan aku tidak gugup kok,” elak Hyoyeon. Sooyoung tahu kebiasaan Hyoyeon saat gugup, maka itu ia tahu bahwa Hyoyeon berbohong kali ini.

“Sudahlah, sekarang kapan member EXO akan keluar ?” tanya Sooyoung. Hyoyeon mencibir dan menggeleng, “entahlah.”

Tiba-tiba terdengar bunyi musik yang cukup keras, Hyoyeon yakin bahwa showcasenya akan segera mulai.

“Showcasenya dimulai, Sooyoung !” kata Hyoyeon sambil menyenggol lengan Sooyoung. “Ah, ne !”

Hyoyeon menonton showcase dengan senyuman terpampang diwajahnya sampai akhirnya ia melihat penampilan Jongin saat lagu Mama. Baginya, tarian Jongin itu benar-benar berkembang , seperti perasaannya pada Jongin, entah mengapa selama showcase ini perasaannya pada Jongin berkembang terus menerus, rasanya ketampanan Jongin itu membuat jantungnya berdebar kencang dan tariannya membuatnya merasa kagum.

“Apa aku sungguh-sungguh jatuh cinta pada Jongin ?” batin Hyoyeon. Matanya selalu tertuju pada Jongin yang sering ditengah saat tampil. Begitu pula saat teaser MV Mama ditunjukkan, ia selalu menunggu penampilan Jongin yang keren baginya.

“Kurasa aku sudah jatuh cinta padanya,” gumam Hyoyeon dengan semburat merah diwajahnya. Ia akui perasaan ini sudah mulai bertumbuh sejak lama namun ia baru menyadarinya sekarang. Ia ingin mengadakan kolaborasi dance bersama Jongin kelak, ia berharap itu akan terjadi.

“Lihatlah, Amber ! Yang bernama Kai atau Kim Jongin itu tampan sekali ya ! Kurasa aku suka padanya, aku adalah fangirlnya !” tutur Sulli yang tak sengaja terdengar oleh Hyoyeon.

“Iya sih ia memang tampan tapi aku suka pada Kris,” jawab Amber pada pertanyaan Sulli. Hyoyeon menoleh kearah Sulli, ia dapat melihat semburat merah diwajah Sulli , tampaknya Sulli mulai menyukai Jongin.

“Kalau sudah begini, aku benar-benar harus menyatakan perasaanku pada Jongin, sesegera mungkin !” batin Hyoyeon sambil memandangi Jongin yang sedang tampil di panggung.

To be continued

Mian gaje, chap 5 mungkin ff ini end🙂 , pls komen ya !

9 thoughts on “When They Fall In Love – Chap 3 : New Developed Feelings

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s