Get in Trouble With Mr. Popular : “Ms. Jadul 2013”

YoonHun GITWTK

“Get In Trouble With Mr. Popular” © sunSEIN | EXO © SM Entertainment | SNSD © SM Entertainment | Starring by Oh Sehun and Im Yoona | Romance, Drama, and little bit Humour | 1901 words and Chapter 1 of ? | Maybe contains some Typos that very disturbing and main idea that very boring | LIKE if you like and COMMENT if you respect me|

~Enjoy Please~

Im Yoona hanyalah mahasiswi biasa yang keberadaannya nyaris tak disadari seorang pun di Seoul University. Namun, perselisihannya dengan cowok paling populer di kampus tersebut membuatnya mendadak terkenal dengan julukan Ms. Jadul 2013!

 

“MS. JADUL 2013”

*JADUL ITU LEBIH TAHAN BANTING!*

XOXO

Jika kalian anak orang kaya, punya kecerdasan di atas rata-rata, dan mengharapkan masa depan secerah orangtuamu, Seoul University menjanjikan segalanya. Universitas prestisius yang dijuluki Harvard-nya Korea tersebut adalah jalan paling tepat untuk meniti karir menjadi apapun yang kalian inginkan dengan jaminan ‘SUKSES’.

Yah… tentunya kalau kalian berhasil lulus dari sana dengan selamat.

Secara pergaulan, tempat yang rata-rata dihuni strata atas ini sama saja dengan kampus-kampus lainnya. Di institusi pendidikan manapun, kurasa sedikitnya selalu ada tiga golongan yang membentuk komunitas mereka sendiri.

Di SU, kita mengenal ketiganya.

Golongan pertama adalah golongan anak-anak populer karena orangtua mereka yang terpandang. Mereka biasanya berotak cemerlang. Well, berotak cemerlang di sini boleh kalian artikan macam-macam mulai dari arti yang sebenarnya karena memang ada juga yang benar-benar seperti itu, ataupun cemerlang dalam hal mencontek, mencari bocoran ujian, dan membayar orang untuk membuatkan makalah mereka. Ha.ha.ha

Yang jelas, tak pernah ada hal yang bisa membuat mereka mengkhawatirkan nilai. Kebanyakan gadis lebih mencemaskan kulit yang belum di-tanning minggu ini, sementara yang pemuda lebih heboh berburu velg ban mobil sport di Ebay. Dan jangan terkejut kalau kalian menemukan setelan pakaian beserta segala pernak-perniknya yang dipajang CeCi Magazine terbitan hari ini sudah mereka gunakan sejak dua minggu yang lalu.

Kesimpulannya, mereka adalah makhluk -sok- keren yang up to date akan segala hal dan -sok- tenar.

Well, kurasa sebenarnya mereka memang up to date dan tenar.

Lupakan, lanjut ke Golongan kedua. Golongan kedua adalah golongan yang jika kita tarik garis lurus menuju sudut 180° dari perkumpulan anak-anak populer, maka kita akan mendapati golongan yang biasa muncul di film-film, sering disebut sebagai anak pecundang. Kacamata, gigi kawat, dan pakaian berkancing rapat yang menjadi simbol bangsawan zaman dulu menjadi ciri khas golongan ini.

Anak-anak lelakinya berambut super kelimis dengan tampang aristokrat yang menyebalkan, sementara anak-anak perempuannya tak pernah sekalipun memakai pakaian yang memperlihatkan lengan ataupun belahan dada.

Kalau ada acara sekolah yang mengundang para orang tua, kalian mungkin akan sulit membedakan yang mana orang tua dan anak lantaran gaya berpakaian mereka yang setali tiga uang. Terutama jika si orang tua terlalu awet muda atau sebaliknya, si anak yang bertampang tua.

Intinya, mereka adalah sekumpulan orang yang -kelihatan- jenius dan beradab.

Jika kau berpikir bahwa golongan pecundang adalah golongan yang menjadi bulan-bulanan anak-anak populer, maka aku akan mengangkat tanda X besar-besar di atas kepala.

Salah besar.

Satu hal yang berbeda dengan kampus kebanyakan, di sini golongan populer dan pecundang berjalan beriringan. Mereka mungkin berseberangan dalam hal gaya, namun mereka memiliki kedudukan dan kasta yang sama.

Yah, meskipun tak bisa dipungkiri kalau ada saat-saat di mana gadis-gadis populer cekikikan ketika melihat gadis pecundang memakai rok kotak-kotak berenda atau pemuda pecundang yang geleng-geleng kepala saat melihat pemuda populer memakai kaus berleher V ala Johny Deep di MTV Movie Awards, tak pernah ada yang saling mengganggu privacy satu sama lain.

Setidaknya, tidak secara terang-terangan.

Lalu, siapa sasaran empuk untuk anak-anak populer yang suka kegatalan mem-bully orang?

Tenang…  ada golongan 1 dan 2, maka akan selalu ada Golongan Ketiga.

Golongan ini pun terbagi dalam dua tipe. Yang pertama, tipe anak-anak yang cenderung netral, independent, dan confident. Dalam hal gaya, mereka tidak berkiblat kemana-mana. Mereka mengikuti kata hati dan tidak menggunakan kedudukan orang tua mereka sebagai tameng seperti halnya dua golongan yang lain.

Tipe pertama ini adalah sekumpulan anak-anak orang kaya yang mandiri dan rendah hati.

Sementara tipe yang kedua adalah anak-anak dari keluarga yang masih sanggup menyekolahkan mereka di sini walau harus mengencangkan ikat pinggang. Tidak kaya raya, tapi tidak miskin-miskin amat. Setidaknya sisa gaji orang tua mereka setelah dikurangi uang kuliah dan segala tetek bengek biaya hidup, masih bisa membawa mereka berlibur ke Namsan Tower saat musim panas.

Tipe kedua inilah yang biasanya memuja dan sering dimanfaatkan anak-anak populer sebagai bahan hiburan.

Secara keseluruhan, golongan ketiga adalah sekumpulan manusia-manusia heterogen dengan ciri dan cara khas untuk mengapresiasi diri mereka masing-masing.

Im Yoona merupakan salah satunya.

Remaja berusia 17 tahun tersebut baru beberapa bulan ini menginjakkan kaki di Seoul sebagai mahasiswa tahun pertama. Gayanya yang cuek dan biasa-biasa saja, otomatis menyeretnya dalam pusaran golongan ketiga.

Tapi jangan salah. Sebenarnya selama ini gadis itu mengamati betul bentuk pergaulan di universitas tempatnya menimba ilmu sekarang. Dan kesimpulan yang harus dia camkan di otaknya adalah…

JANGAN PERNAH BERURUSAN DENGAN ANAK-ANAK POPULER!

Bukannya takut, tapi buang-buang waktu! Gak guna! Menghabiskan tenaga! Dan salah-salah malah bisa terserang tekanan darah tinggi, bukan?

Yoona hanya ingin menjalani kuliahnya dengan baik tanpa harus direpotkan oleh hal-hal remeh semacam berselisih dengan anak-anak belagu. Karenanya, dia lebih senang menghabiskan waktu sendirian di halaman belakang kampus. Tempat yang dia yakini tak pernah sekalipun dikunjungi anak-anak populer.

Dia benar, sih…

Setidaknya sampai kemarin…

Yoona terbangun dari tidur siangnya yang singkat. Dia menemukan dirinya masih bersandar di pohon oak kesayangannya dengan diktat kuliah bertebaran di sekeliling, tapi…

Sejak kapan halaman belakang sesepi ini?

Yoona melihat jam di pergelangan kirinya dan ini masih jam istirahat makan siang. Aneh…

“Kau yakin ini tempat yang pas? Ini event penting, lo Hun! Jangan sembarangan!” telinga Yoona menegak ketika mendengar suara asing. Gadis itu pun mengintip asal suara dari balik batang pohon. Kedua orbs-nya langsung membulat tatkala melihat empat anak terpopuler dari anak-anak populer berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.

Ya, siapa sih yang tak kenal mereka berempat? Sekumpulan mahasiswa tingkat tiga yang kebetulan diberi kelebihan dalam urusan tampang. Kalau kalian baru pertama kali melihat mereka, mungkin kalian akan berpikir kalau mereka adalah model-model Vogue Magazine yang tersesat.

Oh, yeah! Aku lupa. Im Yoona adalah salah seorang yang tidak mengenal mereka. Menurutnya, mereka hanyalah sekumpulan pemuda tidak penting.

Siapa peduli?

“Cih! Pantas…,” desisnya pelan. “Sebaiknya aku pergi dari sini saja.”

Yoona pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Dia sudah tak berminat mendengarkan obrolan apapun dari keempat orang itu. Gadis dengan surai dikuncir dua itu memasukkan semua diktatnya ke dalam tas dan mencangkingnya di bahu.

Ketika hendak bangkit, dia agak terkejut saat melihat keempat pemuda super tampan itu sudah berdiri di hadapannya.

“Tao! Kau bilang kau sudah menyingkirkan semua rakyat jelata dari tempat ini!” ujar pemuda yang berdiri paling depan sambil berkacak pinggang. Kedua matanya menyipit, memberi efek kilatan dendam di kedua manic caramel-nya yang sebenarnya indah. Kalau Yoona tak salah ingat, orang ini memang ketua gengnya.

“Aduh… ini salahnya si budak bodoh itu! Aku sudah menyuruhnya membuat semua orang menyingkir dari sini, ternyata dia menyisakan satu. Kita habisi saja banci merah itu setelah ini, Hun!” jawab pemuda Cina bersurai hitam yang kini menopangkan tangan di bahu kanan sang ketua.

“Lagipula… kita kan sudah lama tidak bersenang-senang,”

Yoona bisa merasakan aura tak beres ketika melihat empat orang itu menyeringai bersamaan, namun dia berusaha untuk tetap bersikap tenang.

“Sudahlah. Aku juga mau pergi dari sini!” Yoona membuka suara sambil melangkah. Namun seorang pemuda berambut silver menghadangnya.

“Kau tidak dengar kalau kami mau bersenang-senang?” tanyanya dengan tatapan mengejek.

“Ya, silahkan saja. Aku tak berminat ikutan,” jawab Yoona sambil meloloskan diri ke sebelah kanan. Pemuda yang menghadangnya menyeringai licik sebelum menjulurkan kaki untuk menjegal kaki Yoona.

BRUK!

Yoona sukses bergedebum di atas rerumputan. Gadis itu meremas helaian rumput di dekatnya ketika mendengar keempat orang pemuda tinggi menjulang di hadapannya tertawa. Sambil mencoba mengumpulkan harga diri dan menyabarkan hati, gadis itu bangkit berdiri.

‘Sabar, Yoona… Jangan terpancing emosi!’ gumamnya dalam hati.

“Hei, Hun! Lihat ini! Kapan terakhir kali kau melihat ponsel seperti ini?”

Yoona menoleh ke belakang dan mendapati pemuda yang tadi menjegalnya, memamerkan ponsel yang dia pegang dengan cara seperti orang menyingkirkan tisu penuh ingus. Yoona meraba kantung kemejanya.

Damn!

Itu ponselnya!

Pasti terlempar dari kantungnya saat dia jatuh!

“Kurasa itu ponsel dari zaman Dinasti Choseon, hihihi…,” jawab orang yang baru kali ini terdengar suaranya. Seorang pemuda bersurai coklat madu yang tengah menyengir lebar, menampakkan deretan gigi-giginya yang tampak sangat terawat.

“Kau salah, Yeol! Itu sih ponsel zaman batu! Ponselnya Flinstone,” jawaban sang ketua, langsung disambut oleh kikikan ketiga yang lainnya.

“Kembalikan!” ujar Yoona. Namun kata-katanya tak digubris. Si ketua berambut pirang dengan semburat pink itu malah mengambil alih ponselnya dan menekan-nekan keypad-nya.

“Ya Tuhan… tak ada internet, music player, kamera, video… Bahkan keypad-nya masih berbunyi tut-tut. Ponsel macam apa ini?” ujarnya sarkartis. “Kau tak sanggup beli yang lebih layak sedikit, apa? Setidaknya yang berlayar warna seperti zaman kakek buyutku.”

Tawa dari ketiga orang lainnya membahana.

“YA! Kembalikan!” geram Yoona.

“Ho… cihuahua ini bisa menyalak rupanya. Nih! Kukembalikan! Ambil seperti tulang!” dengan sadis pemuda itu melempar ponsel Yoona ke tanah. Tepat di depan kaki Yoona.

“Aku harus merendam tanganku di cairan esens tujuh rupa supaya aku tak ketularan jadulnya, haha!” tambah pemuda itu. Dan lagi-lagi ketiga pengekornya hanya menanggapi kekurangajaran ketua mereka dengan tawa.

Mereka menatap puas pada sosok Yoona yang tertunduk untuk mengambil ponselnya kembali. Yakin kalau mata bocah itu berkaca-kaca meratapi nasib. Tapi benarkah?

Hm… sepertinya yang terjadi malah sebaliknya. Emosi Yoona membuncah hingga ke ubun-ubun. Dia tak bisa membiarkan semua kesewenang-wenangan ini. Persetan dengan ketentraman masa kuliah! Harus ada seseorang yang bisa membungkam mulut Hitler-Hitler muda itu dan menghentikan semua tirani omong kosong ini!

Yoona tak keberatan jadi ‘seseorang’ itu sekarang.

Keempat orang yang semula berpikir bahwa Yoona akan lari tunggang langgang setelah memungut ponselnya, terbelalak saat gadis itu malah menghampiri mereka dengan wajah datar dan…

PREK!

“Aw!”

PLUK!

Yoona melempar ponselnya tepat ke wajah sang ketua. Meninggalkan baret dan bekas kemerahan di pipi pucat pemuda tampan yang kini bertampang syok tersebut. Kejadian itu begitu tiba-tiba hingga tak ada satu pun dari ketiga pemuda lainnya berkedip. Otak mereka masih sibuk mencerna kenyataan bahwa… ketua mereka baru saja ‘dihajar’?

“Kurang aj-!” si rambut bronze yang duluan bereaksi, namun dia berhenti ketika sang ketua menahannya. Pemuda bermanik caramel itu hanya berdiri menatap Yoona yang tengah berjongkok mengambil ponselnya di tanah dengan deathglare mematikan.

Ketika berdiri, Yoona bisa merasakan aura kemarahan dari keempat pemuda di hadapannya, terutama… tentu saja sang ketua yang berdiri paling depan.

“Kau mau membalasnya?” tanya Yoona sambil mengacungkan ponsel di tangannya pada si pirang.

“Lempar ponsel high tech-mu padaku seperti aku melakukannya padamu! Berani?” tantangnya dengan tatapan mencemooh. “Ini mungkin ponsel lama, tapi ini jauh lebih tahan banting daripada milik kalian semua!”

Setelah bicara begitu, Yoona berbalik pergi.

“Gadis sialan!” pekik si rambut bronze. Wajahnya merah padam dibakar amarah. Saat dia hendak menyusul Yoona untuk menghajarnya…

“Kai!” lagi-lagi sang ketua menahannya.

“Sehun… dia mempermalukanmu! Mempermalukan kita! Bocah miskin begitu! Memangnya kau tidak marah?” seru pemuda bernama lengkap Kim Jongin alias ‘Kai’ pada Oh Sehun, ketua mereka.

“Penyakit darah tinggimu itu memang tak pernah berubah deh, Kai! Kau tak perlu mengotori tanganmu hanya untuk menghadapi gadis ingusan berdada rata itu, kan? Sehun pasti punya rencana lebih sadis untuk membalas anak itu, iya kan Hun?” ujar Huang ZiTao atau Tao, si Cina, dengan gaya ogah-ogahannya yang malah terkesan eumh… imut.

“Apa rencanamu, ketua? Hihihi…,” tanya si surai madu, Park Chanyeol, sambil mengalungkan lengannya di tengkuk Sehun.

“Cih!” Kai berdecih sebelum mengikuti arah mata ketiga temannya yang tengah menatap punggung gadis kurang ajar yang berhasil membuat emosinya mencapai klimaks hari ini.

Sehun melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap sosok Yoona yang baru saja tertelan gedung kampus dengan wajah stoic. Namun kedua alisnya yang bertaut cukup membuktikan bahwa pemuda 20 tahun itu sedang marah.

Sangat marah.

Setelah cukup lama terdiam, akhirnya kedua belah bibirnya membuka dan mengeluarkan perintah yang membuat ketiga sahabatnya menyeringai lebar.

“Cari tahu siapa rakyat jelata brengsek itu! Sekarang juga!”

XOXO

Haloha~ jumpa lagi dengan saya, author paling pemalas sedunia  -u- hehehe… kali ini aku bawa YoonHun^^ Gapapa kan? Habisnya aku selain YulHun juga suka YoonHun, jadi ya.. gitu deh^^

Menurut kalian gimanani epep? Gakseru ya? Mainstream ya? Sori dech, buntu ini otak buntu -_-

Udah deh bacotnya, aku Cuma pengen saran, kritik, pujian(?), dan pendapat kalian aja, sooo jangan sungkan untuk komen, oke? J

*BTW, ini udah pernah dipost di tempat lain, ada yang tau? Hehehe… beda cast lo… beda judul pula XP Jadi KALAU ada yang kebetulan udah baca versi satunya, diem2 aja ya, Oke? Lagipula sudah kurombak habis-habisan juga kok^^*

31 thoughts on “Get in Trouble With Mr. Popular : “Ms. Jadul 2013”

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s