Get In Trouble With Mr. Popular : “Ms. Jadul 2013” -Part 2-

YoonHun GITWTK

“Get In Trouble With Mr. Popular : “Ms. Jadul 2013″” © sunSEIN | EXO © SM Entertainment | SNSD © SM Entertainment | Starring by Oh Sehun and Im Yoona | Romance, Drama, and little bit Humour | words and Chapter 2 of ? | Maybe contains some Typos that very disturbing and main idea that very boring | LIKE if you like and COMMENT if you respect me|

Yoona hanyalah mahasiswa biasa yang keberadaannya nyaris tak disadari seorangpun di Seoul University. Namun, perselisihannya dengan cowok paling populer di kampus tersebut membuatnya mendadak terkenal dengan julukan Ms. Jadul 2013!

“Ms. Jadul 2013”

MISS JADUL VS MISTER POPULAR

Yoona berdecih pelan. Merutuki mendung yang pada akhirnya sukses menumpahkan hujan. Sudah jadi rahasia umum bahwa Korea adalah negara dengan curah hujan tak terprediksi. Hujan datang seenaknya tanpa memandang cuaca ataupun musim. Yoona sudah mencoba memakluminya, tapi rasanya tidak untuk hari ini. Mungkin karena ini hari Senin?

Entahlah.

Hujan membuatnya terjebak di dalam gedung kampus. Dia tak bisa makan atau tidur siang di bawah pohon oak favoritnya seperti biasa. Kalau hari hujan, dia biasa makan sandwich diam-diam di perpustakaan, namun hari ini tempat favorit keduanya setelah halaman belakang itu pun tutup.

STOCK OPNAME!

Begitu tulisan yang tertera di pintu masuknya.

Tempat-tempat strategis di koridor pun sudah dipenuhi mahasiswa lain. Ramai. Tak punya pilihan, Yoona berjalan malas ke cafetaria. Argh…! Dia jadi kesal sendiri kalau membayangkan dirinya harus makan di sana. Masuk untuk mengambil sandwich setiap jam makan siang saja sudah membuatnya sesak napas, apalagi menetap?

Cafeteria adalah tempat yang paling Yoona benci di gedung ini. Sarang anak-anak populer. Meskipun biasanya anak-anak itu tak pernah mengindahkan kehadiran orang-orang yang bukan bagian dari mereka, golongan lain –termasuk Yoona- lebih memilih menjauh dari sana setelah mengambil jatah makan siang. Tapi kali ini…

… semua makhluk glamour yang bersarang di tempat itu menoleh ke arahnya.

Sejak tadi pagi sebenarnya.

Saat berpapasan dengan anak-anak populer di tempat parkir, koridor kampus, maupun di kelas, mereka memandanginya dengan cara yang aneh. Ada yang menyeringai, menahan senyum, bahkan beberapa jelas-jelas berbisik sambil terkikik. Kelakuan anak-anak borjuis itu sempat membuat salah satu alis gadis bersurai coklat itu naik. Namun dia memilih untuk tidak ambil pusing dan tetap menjalani hari dengan penuh percaya diri.

Sampai detik ini, mungkin.

Masuk ke cafetaria dengan puluhan pasang mata terpaku ke arahnya membuat gadis itu menelan ludah. Oke, sepertinya memang ada yang tidak beres. Tapi apa? Yoona memegang erat tali ransel yang tersangkut di bahu kirinya, namun enggan untuk panik. Gadis itu tetap melenggang santai menuju etalase roti hingga seseorang menghadang jalannya. Oh, rasanya kini Yoona tahu apa penyebab semua keanehan ini.

‘Cih! Dia lagi!’ hanya decihan pelan yang keluar dari bibirnya ketika pemuda populer berambut blonde yang ribut dengannya Jumat lalu sudah berdiri menjulang di hadapannya. Meski bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan, Yoona tetap mempertahankan wajah stoic-nya dan menatap pemuda itu dengan raut angkuh. Dia tahu, berurusan dengan anak populer, terutama yang paling populer, tak akan pernah jadi urusan yang sederhana.

“Ah… ini dia yang aku tunggu-tunggu!” ujar si rambut pirang sambil tersenyum cerah. Senyumnya terlihat ramah dan gembira, namun Yoona bisa melihat kilat-kilat penuh cemooh di kedua bola mata caramel-nya. Belum sempat Yoona menyahut, sang pemuda berbalik dan memberi pengumuman pada kumpulan anak-anak populer yang sedari tadi diam mengawasi mereka.

Guys! Ini dia, pemegang gelar baru di acara penghargaan kita!” suara si mahkota kuning keemasan menggema di seantero cafetaria sebelum tubuhnya berbalik kembali ke Yoona. Yoona mengerutkan dahi. Penghargaan, katanya? Orbs-nya menatap tajam kedua manik di hadapannya. Si empunya hanya menyeringai kecil sebelum berpindah ke belakang Yoona dan mendaratkan kedua tangannya di bahu si junior.

What the-!” terkejut, Yoona mengendikkan bahu. Berharap beban yang membuat bahunya tak nyaman menyingkir. Namun telapak besar itu justru semakin mengeratkan cengkeramannya dan memaksanya menghadap semua manusia yang ada di sana.

“Teman-teman! Perkenalkan! Ini Im, adik tingkat satu kita yang sangat menginspirasiku untuk membuat satu kategori lagi di acara kita tahun ini,” sang senior melepas bahu Yoona, membuat gadis mungil itu menoleh padanya secara refleks. Im? What the—

Kedua alisnya seketika bertaut ketika pemuda yang lebih tinggi darinya itu menerima sebuah balok marmer berwarna hitam dari temannya. Si rambut silver  temperamen yang menjegalnya di kebun belakang kemarin. Yoona terenyak ketika pemuda itu menoleh padanya dan menggigit bibirnya kesal ketika pemuda itu mengejeknya lewat senyuman.

Yoona sadar, apapun yang terjadi padanya setelah ini pasti bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi saat melihat sang ketua geng kembali padanya dengan balok hitam di tangannya.

‘Apa itu? Nisan?’ batin Yoona.

“Well, sebelum aku menyerahkan trophy ini, biarkan aku mengatakan sepatah dua patah kata untuk menunjukkan apresiasi kepada inspirasi muda di sebelahku ini,” pemuda jangkung itu menepuk bahu Yoona. Yoona mendelik. Trophy, katanya?

“Aku tak bisa mengatakannya saat mengumumkan kemenangannya malam Minggu lalu karena…,” si mata bulan menoleh ke arah Yoona sekilas, mengamatinya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan… miris? God! Bolehkah dia menonjok orang di sebelahnya itu?

“Well, yah kalian tahulah! Yang jelas aku bertemu dengan Im di Jumat siang yang cerah saat aku tengah mengecek kebun belakang untuk persiapan pesta tahunan kita. Kalian tahu? Aku menemukan satu fakta unik mengenai bocah satu ini,” Yoona berjengit saat pemuda itu menyebutnya ‘bocah’. Tangannya terkepal kuat sementara otaknya sibuk membuat mental note yang berbunyi, ‘Sekali lagi mengatakan aku bocah, aku bersumpah akan membuat kepalan tangan ini menyapa wajah tampan sok tampannya itu!’ Ah, dia memang tidak jelek masalahnya.

“Kesederhanaannya membuatku berpikir bahwa… dia sangat luar biasa,” Yoona mengerjap-ngerjapkan kedua matanya ketika sang senior melanjutkan speech-nya. Wew! Dia sama sekali tak menyangka lemparan ponselnya bisa membuat otak tiran muda itu konslet begini.

Mm… oke! Bagi Yoona, satu-satunya yang konslet dari pemuda bermahkota emas pudar itu adalah perangainya. Kalau tiba-tiba senior yang tidak dia tahu siapa namanya itu berubah jadi seperti ini karena lemparan ponsel miliknya, bukankah itu artinya dia telah memperbaiki perangainya yang konslet?

Masalahnya, benarkah begitu?

Kedua alis Yoona bertaut curiga saat mengingat kilat-kilat bernada ejekan di kedua bola caramel pemuda di sebelahnya tadi. Belum lagi senyum mencurigakan si rambut perak. Oh, yeah! Bagaimana Yoona bisa melupakan cara orang-orang menatapnya sedari tadi? Well, mungkin dia membuat perangai orang ini semakin konslet.

‘Apa yang dia rencanakan?’ batin Yoona sambil terus mengawasi pemuda yang menguarkan wangi parfum mahal di sampingnya.

“Kalian tahu? Dia masih menggunakan ponsel tipe 1234! Ada yang ingat?” tiba-tiba cafetaria diramaikan oleh suara sas-sus. Sepertinya semua orang sibuk memperdebatkan apakah tipe ponsel yang disebutkan tadi itu benar-benar pernah eksis di planet bumi.

Fine, fine! Aku mengerti kalau tak ada satu pun dari kalian yang tahu,” seruan Sehun membuat dengungan di aula besar yang disulap jadi tempat makan itu berhenti. “Nah! Kalau begitu kalian bisa memaklumiku karena memberikan penghargaan seperti ini kepada adik ini, bukan?”

Sehun kembali menghadap Yoona, lalu mengulurkan trophy di tangannya kepada si rambut brown-ish. Yoona hanya berjengit dengan kerutan dalam di dahi mulusnya.

“Im… whateveryourname, aku, Oh Sehun, ketua dari SU’s Popular People Association, menobatkan dirimu sebagai Miss Jadul 2013 di acara tahunan kami yang digelar malam Minggu lalu,” Sehun (Yoona mencatat nama itu dalam hati) menyeringai saat melihat dua cerulean di depannya membola. Ah… dan betapa puasnya dia melihat dua bibir mungil itu menganga lebar. Sayangnya, dia belum mau berhenti. “Kau orang pertama yang memenangkan kategori ini karena… kejadulanmu sungguh sangat menginspirasi! Selamat!”

Kalimat terakhir dari pidato singkat Sehun disambut oleh gelak tawa kawan-kawannya. Yoona merasakan wajahnya memanas saat suara-suara yang memantul di dinding masuk ke telinganya. Rasanya semua darahnya naik ke kepala. Perasaannya sungguh campur aduk. Marah, kesal, jengkel, malu, marah lagi, dan… argh! Bolehkah dia MENONJOK makhluk arogan di hadapannya ini?

“Oh, dan berhubung stok trophy kami hanya cukup untuk kategori yang ada dan ke semuanya sudah diterima oleh orang-orang luar biasa yang berhak mendapatkannya…,” Sehun melambai pada sekelompok orang yang sepertinya memenangkan penghargaan serupa –namun tak sama- dengan Yoona, hanya untuk mendapat sorakan meriah dari mereka, dan kembali berbalik pada remaja bersurai abu-abu itu.

“Jadi maaf kalau kami hanya memberimu ini,” Sehun menyodorkan trophy -mirip nisan- itu lebih dekat kepada Yoona dengan gesture ‘ambillah!’. Senyum ramah masih terpajang apik di wajahnya yang rupawan, namun kilatan bahagia penuh kepuasan tak lagi bisa dia sembunyikan di balik kedua matanya yang unik.

Yoona tahu pemuda itu bahagia karena telah berhasil mempermalukannya di hadapan teman-temannya. Kedua tangannya terkepal kuat. Wajahnya merah padam hingga ke telinga. Marah tak terkira. Tubuhnya bergetar seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Tapi….

“Ehem!”

Yoona berdehem dan menghirup napas panjang. Perlahan namun pasti, suara embusan napasnya yang semula berat berubah teratur kembali. Dia bisa melihat pemuda di hadapannya mengerutkan dahi saat getaran tubuhnya mereda.

“Oh, aku merasa sangat terhormat,” alih-alih menonjok wajah ketua ‘SUPPA’ di depannya, Yoona memilih mengambil trophy yang diulurkan kepadanya. Semua gelak tawa yang semula membahana di tempat itu terhenti. Sepertinya semua orang, tak terkecuali Sehun, tak menyangka bahwa Yoona akan bereaksi demikian.

Tak menggubris orang-orang di sekitarnya, Yoona mengangguk-angguk dengan dua ujung bibir menurun seolah-olah mengatakan ‘lumayan’ saat melihat tulisan yang terukir di permukaan marmer tersebut.

Seoul University’s Popular People Association

Dengan bangga menobatkan Anda sebagai,

Ms. Jadul Pertama

B-Popular Choice Awards 2013

“Terima kasih banyak ya! It’s great!” Yoona melambaikan tangan ke arah semua orang layaknya aktris yang menerima Golden Globe sambil terus menggumamkan terima kasih. Terakhir, dia menghadap kembali pada si iris bening yang menatapnya tak suka. Yoona menyeringai dalam hati.

Oh… saat ini Yoona berani bersumpah tak ada hal yang lebih membuatnya puas ketimbang melihat mata caramel itu berkilat marah. Ternyata keputusannya untuk menahan amarah berbuah manis. Yah… meski harus dia akui bangsawan muda itu juga sangat apik membungkus emosi yang seharusnya tergambar di wajahnya.

“Kau tahu, ini sangat berharga bagiku. Mendapat penghargaan langsung dari ketua Seoul University’s… mm… whateverthatname! Awesome!” sambung Yoona sarkartis.

“Brengsek!” si rambut silver nyaris melangkah dari tempatnya berdiri. Jika saja Sehun tak mengangkat tangan untuk menahannya, mungkin dia sudah menghajar Yoona sekarang.

Meski hal itu membuat si mahkota silver mengurungkan langkahnya, Yoona bisa melihat pemuda itu mengarahkan telunjuknya ke lehernya sendiri dan menggerakkannya secara horizontal. Tak perlu penerjemah bahasa tubuh untuk mengartikannya sebagai ‘mati kau!’. Dua orang lainnya tampak lebih pandai menekan ekspresi mereka layaknya sang ketua.

“Oh, syukurlah kau menyukainya,” jawab Sehun dengan nada datar namun memberi penekanan lebih pada kalimat selanjutnya, “kau memang berhak mendapatkannya, Ms. Jadul!”

Caramel memaku light brown. Memberinya deathglare mematikan yang dibalas oleh sorot tajam dengan kadar yang sama. Namun tak lama si empunya scarlet memalingkan wajah dan tersenyum pada teman-temannya yang masih memerhatikan mereka.

Guys, have fun semuanya! Kuharap kalian mau memperlakukan Ms. Jadul kita ini dengan sewajarnya. Well, kalian tahu maksudku,” Sehun tersenyum sinis sambil geleng-geleng kepala ke arah Yoona sebelum melangkah menuju ketiga orang yang berdiri tak jauh darinya.

Setelah aba-aba dari sang ketua, semua orang yang tadi memerhatikan mereka kembali ke aktivitas masing-masing. Ada yang melanjutkan makan siang, mengeluarkan gadget canggih dari saku mantel mahal keluaran rumah mode Paris, mengikir kuku dan memolesnya dengan nail polish, bergosip…

Beberapa orang bahkan sibuk mengejeknya.

Memperlakukan Yoona dengan sewajarnya, eh? Yah… hal paling wajar bagi anak-anak populer adalah mengabaikan atau mem-bully anak-anak yang bukan dari kalangan mereka. Sedikit banyak itulah yang tengah mereka lakukan pada Yoona saat ini.

Yoona mencengkeraman balok marmer di tangan kanannya kuat-kuat. Berusaha keras agar tidak membuat benda itu melayang ke kepala Oh Sehun yang tengah melenggang santai ke arah pintu keluar bersama teman-temannya sambil tergelak. Namun dia juga tak mungkin membiarkan dirinya dipermalukan seperti ini, kan?

“TUNGGU!” teriak Yoona pada Sehun. Suaranya menggema di seantero cafetaria dan menarik perhatian semua orang seketika tak terkecuali Sehun. Pria muda itu membalik tubuhnya dan menatap Yoona dengan satu alis terangkat.

Yoona mengangkat wajahnya dengan angkuh dan berkata, “Hm, harus kuakui menerima penghargaan darimu memang awesome, Mister… Oh whateveryourname! Tapi….”

Lagi-lagi dua mata Sehun menyipit tak suka. Dia hanya diam mengawasi saat Yoona berjalan menuju ke arahnya dan….

BRAKK!

… melempar trophy yang masih dia genggam ke tong sampah terdekat mereka.

“Bagiku gelar dan penghargaan itu hanyalah sampah!” ujar Yoona tajam sambil berlalu begitu saja di hadapan Sehun. Keluar dari cafetaria dan meninggalkan berbagai macam komentar dari makhluk-makhluk di dalamnya. Yoona merasakan kedua ujung bibirnya terangkat ketika mendengar si perak berkata,

“Mati kau bocah tengik!”

Saking puasnya, Yoona bahkan tak lagi merasa lapar.

TBC

56 thoughts on “Get In Trouble With Mr. Popular : “Ms. Jadul 2013” -Part 2-

  1. Thor…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Cepetan dong publish chap 3 nya, udah nggak tahan ni………….. Ff nya bagus banget …… Yoona harus cool dan nggak lemah ya thor……. N yang paling penting nggak nangis walau apapun yang diperbuat sehun n the geng…………

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s