[Freelance] My Regret (Chapter 5)

Title

My Regret

My Regret poster!

Author

aureliachandra1707

Length

Chaptered

Rating

General

Genre

Romance,Friendship,Sad

Main Cast

Oh Sehun, Kim Hyoyeon, Kim Jong In

Other Cast

Just See ^^

Pairing

HyoHun & HyoKai

Disclaimer

This FF is pure my imagination, so this FF is MINE. Don’t be plagiator!

Poster by

Real-A at junghapassion.wordpress.com

“When I hear your voice, I feel like I’m with you”

 

~

Review Part 3

Aku dan Hyoyeon noona langsung memasuki lift bersama.

“Noona, menurut mu siapa yang sudah mengambil foto itu?” tanya ku memulai pembicaraan.

“Aku tidak tau, dan tidak peduli sebenarnya. Lagi pula jika si fotografer itu sudah tertangkap, masalah ini tidak akan langsung selesai kan?”

“Iya juga sih, tapi apa pendapat mu tentang rumor ini?”

“Aneh, tapi tidak terlalu buruk. Karna muncul-nya rumor ini, mungkin saja kan ada orang diluar sana yang menyukai kebersamaan kita?” ucap Hyoyeon noona lalu tertawa kecil.

Aku pun ikut tertawa. Hebat sekali, apa yang kupikirkan tertnyata sama persis dengan yang Hyoyeon noona pikirkan. Mungkin… kami berjodoh?

Tiba-tiba pintu lift terbuka. Aku pun langsung membuyarkan semua lamunan ku. Ah, siapa sih orang ini? Sudah bagus-bagus aku dan Hyoyeon noona hanya berdua. Tunggu dulu.. postur tubuhnya aku kenal. Jangan bilang kalau dia adalah fans atau manager hyung atau.. Soo Man sajangnim. Oh God!.

~

Part 4

Seorang pria pun muncul dan memasuki lift itu.

“Sehun? Kau disini juga?” tanya Kai yang terkejut dengan munculnya sehun.

“Iya, aku baru selesai berlatih tadi” jawab sehun. Pintu lift pun kembali tertutup.

“Benarkah? Itu berarti, kalian bertemu” ucap Kai sembari menunjuk Sehun dan Hyoyeon bergantian.

“Aku-“ ucapan sehun langsung terhenti karna Hyoyeon memotongnya.

“Hanya kebetulan bertemu, Sehun menggunakan ruangan yang sering aku gunakan” Hyoyeon langsung mengalihkan pandangannya.

“Ah, Aku turun duluan ya. Aku ada janji dengan Taemin hyung. Annyeong noona” Kai langsung keluar dari lift dan melambaikan tangan pada Hyoyeon.

Suasana canggung langsung menyelimuti Sehun dan Hyoyeon. Tak ada suara yang terdengar keluar dari mulut mereka. Dan sepertinya mereka juga sama sekali tidak berniat untuk merubah suasana.

TING!

Suara lift terdengar menandakan bahwa mereka sudah sampai di loby. Hyoyeon keluar dari lift terlebih dahulu. Sehun pun langsung ikut keluar dari lift. Hyoyeon duduk disalah satu kursi yang terdapat di loby itu, lalu sibuk dengan ponselnya. Sementara Sehun membeli kopi panas dari mesin kopi yang kebetulan terletak tidak jauh dari kursi yang hyoyeon tempati.

“Kenapa malah duduk disini? Tidak pulang?” tanya Sehun yang langsung duduk disamping hyoyeon.

“Bukan urusan mu” jawab Hyoyeon tanpa menatap Sehun.

Sehun langsung mengalihkan pendangan, lalu meminum kopi-nya. “Kenapa tak pernah menatap ku saat bicara dengan ku Hyoyeon-ah?”

“Kau sendiri? Kenapa tidak pernah memanggil ku noona saat bicara dengan ku?”

“Jawab aku dulu. Aku yang bertanya lebih dulu”

“Mood ku langsung buruk jika menatap mu” jawab hyoyeon masih tanpa menatap Sehun. ‘Karna jika aku menatapmu, aku selalu teringat masa lalu. Dan aku tak mau selalu mengingat-nya’ batin hyoyeon.

“Aku, tidak pernah memanggil mu noona, karna dulu kau yang meminta ku memanggil mu Hyoyeon” jawab Sehun juga tanpa menatap Hyoyeon.

DEG! Detak jantung Hyoyeon serasa berhenti saat itu juga. “Kau…Masih…Me-ngi-ngat-nya..” ucap Hyoyeon dengan terbata-bata. Hyoyeon sama sekali tidak menyangka bahwa Sehun masih mengingat hal itu.

“Kau bercanda? Tentu saja aku masih mengingatnya. Bahkan ekspresi mu saat mendengar lagu As Long As You Love Me” Sehun tertawa kecil.

Flashback

Sehun dan Hyoyeon ada didalam ruang latihan saat ini. Mereka bertemu disana karna permintaan Sehun dengan alasan ‘Ada yang ingin dibicarakan, dan tak bisa dibicarakan lewat telfon’ Awalnya Hyoyeon menolak karna ia ingin istirahat, namun pada Akhirnya Hyoyeon memenuhi permintaan hoobae-nya itu.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Sehun-ah?” tanya Hyoyeon yang masuk dengan baju santai berwarna putih dan jeans hot-pant yang sering ia kenakan.

“Bagaimana kalau kita menari bersama noona?” ajak Sehun.

“Jadi ini yang ingin kau bicarakan? Aku tak membawa kaset satu pun”

“Em.. Bukan itu alasan utama ku, tapi aku ingin menari dengan mu noona. Aku membawanya” Ucap sehun sembari menunjukan sebuah kaset pada Hyoyeon.

“Baiklah. Kebetulan, mood ku sedikit memburuk karna di-introgasi sebelum keluar.” Hyoyeon langsung mengambil posisi dan melakukan pemanasan.

Tak lama kemudian tedengar alunan music yang sendu, Ya, Lagu dari Backstreet Boys – As Long As You Love Me, sudah mulai dan memenuhi ruangan itu.. Hyoyeon sempat terkejut saat mendengar lagu itu, ia sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Oh Sehun mengajaknya menari bersama menggunakan lagu sendu seperti itu.

Let’s start it” ucap Sehun dengan senyum diwajahnya.

 

Although loneliness has always been a friend of mine

I’m leavin’ my life in your hands

People say I’m crazy and that I am blind

Risking it all in a glance

And how you got me blind is still a mystery

I can’t get you out of my head

Don’t care what is written in your history

As long as you’re here with me

 

             Setelah mulai merasa nyaman dengan lagu tersebut, Hyoyeon mulai bergabung dengan  Sehun yang sudah memulai gerakannya lebih dulu. Mereka melakukan gerakan yang ringan namun indah untuk dilihat.

I don’t care who you are

Where you’re from

What you did

As long as you love me

Who you are

Where you’re from

Don’t care what you did

As long as you love me

 

            Sehun mulai menyatukan gerakannya dengan Hyoyeon. Sesekali mereka menatap satu sama lain, namun Hyoyeon langsung mengalihkan pandangannya.

I’ve tried to hide it so that no one knows

But I guess it shows

When you look into my eyes

What you did and where you’re comin from

I don’t care, as long as you love me, baby

Sehun langsung menarik tubuh Hyoyeon, hampir mendekapnya. Hyoyeon hampir saja mengalihkan pandanganya namun ia langsung berhenti saat mendengar suara Sehun.

“Noona, aku tidak tau apa yang kurasakan pada mu. Yang aku tau, aku ingin kau selalu ada disamping ku, dan selalu hadir menemani hidup ku”

Hyoyeon hanya terdiam, namun berusaha menjauhkan dirinya dari tubuh Sehun. Namun gagal karna Sehun masih menahan tubuhnya.

“Noona, saranghaeyo. Meskipun dunia akan menentang ku, meskipun dunia akan menghina ku karna mencintai mu. Aku tidak peduli, selama kau ada sisi ku kurasa itu sudah sangatlah cukup. Hyoyeon noona, Will You Be My Girlfriend?

Hyoyeon masih terdiam terlalu terkejut, ia tak percaya akan mendengar kalimat itu dari mulut Sehun. Hyoyeon menunjukan senyumnya. “I Will”.

Sehun langsung tersenyum lebar dan menarik Hyoyeon kedalam dekapannya.

Hyoyeon pun membalas pelukan itu. Senyuman tulus menghiasi wajah mereka.

Flashback End

Hyoyeon langsung membulatkan matanya. Tentu saja ia tak percaya, bagaimana bisa Sehun masih mengingat hal itu? Bukan kah ia sudah memutuskan dan meninggalkan Hyoyeon? Bukan kah itu berarti bahwa dirinya juga sudah melupakan semua kenangan itu?.

“Aku tidak akan pernah melupakan hal itu Hyoyeon-ah” ucap Sehun.

Hyoyeon pun mengembalikan ekspresinya seperti biasa. “Untuk apa kau mengingatnya? Bukan kah seharusnya kau sudah melupakan hal itu dan tak ingin mengingatnya”.

“Aku memutuskan mu bukan karna aku membenci mu. Tapi karna aku takut hatiku sudah tak bisa menahan rasa sakit membaca rumor-rumor mu itu”

Hyoyeon diam, berusaha mencerna kalimat itu.

“Hyo! Ayo pulang!” ucap Jessica yang datang menghampiri Hyoyeon.

Hyoyeon pun langsung menghampiri Jessica dan meninggalkan Sehun.

Hyoyeon POV

Sebenarnya apa yang Sehun maksud? Kenapa dia mengatakan hal itu? Dan kenapa bisa dia masih mengingat hal itu? Tuhan, jika seperti ini terus kapan aku bisa melupakan Sehun? Tak bisa kah kau buat masalah ini lebih mudah dan tak membuat ku bingung?.

“Hyoyeon-ah, Apa yang tadi kau bicarakan dengan Sehun? Kenapa wajah mu sangat aneh setiap dekat dengan Sehun?” tanya Jessica.

Karna aku selalu panas dingin setiap didekatnya! Huh wajar saja dia tidak tau. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang hubungan ku dengan Sehun. Aku lupa hal itu. “Tak ada, dia hanya minum kopi disamping ku”.

“Lalu? Kenapa wajah mu terlihat dingin saat disampingnya?”

“Hey, Sica! Kau sudah membaca koran?” ucap ku langsung mengalihkan pembicaraan.

Kulihat dia mengangguk. “Soal rumor mu dan Kai? Aku tertawa saat membacanya. Aku teringat saat kemarin Kai menyuapi mu, kupikir kalian melakukan itu karna memang benar-benar pacaran. Lalu besoknya muncul romor seperti itu. Hahaha”

“Apa yoona sudah mengetahui rumor itu?”

“Dia sudah membacanya. Dia terlihat bingung saat membacanya, tapi sama sekali tidak mengeluarkan suara. Padahal aku dan sunny tertawa sangat kencang saat membacanya.”

Itu berarti, bukan Yoona yang memotret foto ku dan Jong In. Aku pikir Yoona yang melakukannya. Sunny juga bukan, tapi memang sejak awal tidak mungkin sunny yang melakukan hal itu. Lalu siapa? Sooyoung? Halah.. anak itu cuma tau makan dan semua yang berhubungan dengan makanan.

“Hyo-ah, mau temani aku makan tidak?” tanya jessica.

“Makan? Dengan siapa saja?”

“Aku sih mengajak Kris, tapi aku tidak tau dia mengajak orang lain atau tidak.”

Aku langsung menatap jessica bingung. “Kau? Pacaran dengan Kris?”

“Tentu saja tidak bodoh! Aku memang sudah lama ingin bisa lebih dekat dengan kris.”

“Ya sudah, terserah kau saja”

“Tapi kau yang traktir ya”

“YA! Apa-apaan itu? Ini kan acara mu dan Kris! Harusnya salah satu dari kalian yang men-traktir ku!”

“Kau harus membayar kesalahan mu dengan ini!”

“Kesalahan? Kesalahan apa?” tanya ku dengan nada tinggi. Aku saja merasa kesal, aku dan jessica sama-sama berteriak padahal kami ada didalam mobil yang sama.

“Aku berbicara panjang lebar tadi! Tapi kau? Kau malah sibuk dengan pikiran mu sendiri dan mengacuhkan aku!”

Akku terdiam, dan berpikir. Benarkah? Kenapa aku tidak tau? Harusnya kan dengar. “Kau berbohong ya?”

“Menurut mu?”

Hyoyeon mencari kebohongan dimata Jessica, tapi sepertinya hyoyeon tidak menemukannya.

“Jangan ganggu aku! Kau mau kita menabrak? Yang penting kau harus men-traktir ku nanti”

Aku hanya bisa mendecak kesal. Aku sedang bersama Jessica atau Sooyoung sih? Sejak kapan jessica sangat gila di-traktir?

Tak lama kemudian, aku pun mulai menyerah untuk menolak men-traktir Jessica. Karna aku juga tak tau, hal yang dibicarakan oleh jessica itu benar atau tidak.

“Nah, Ayo turun”

“Disini? Ini kan hanya sebuah cafe.”

“Aku ingin bisa lebih dekat dengan Kris, bukan ingin makan bersamanya. Untuk apa ke restoran?Ayo cepat”

Kami pun langsung turun dari mobil, dan memasuki cafe.

Saat memasui cafe itu, aku sama sekali tak melihat sosok kris disana, mungkin dia belum datang. Tapi sejujurnya aku sangat penasaran sejak kapan Jessica punya keinginan bisa dekat dengan seorang hoobae seperti Kris? Mungkin karna sifat mereka mirip. Ya sudahlah, bukan urusan ku juga. Aku dan Jessica langsung duduk dikursi yang terdapat didekat jendela.

“Sica-ah, Kris belum datang?” tanya ku.

“Menurut mu? Kalau dia sudah datang dia pasti ada disini sekarang.”

“Itu, dia ada disini sekarang” ucap ku santai tanpa menatap Jessica.

“Kau berbohong?” Kulihat Jessica langsung mencari sosok Kris. “Ah, iya. Kau benar” Jessica langsung berdiri dan menyapa Kris. “Kris!” sapa jessica dengan senyum diwajahnya.

Aku langsung terkejut begitu melihat sosok-nya lagi. Pria bernama Oh Sehun itu muncul lagi dihadapanku. “Sehun?” tanya ku.

“Hyo, Kita bertemu lagi” ucap Sehun sembari tersenyum pada ku.

Kris langsung mendaratkan jitakan dikepala Sehun. “Noona! Yang sopan jadi hoobae! Hyoyeon noona itu lebih tua dari mu”

Aku tertawa kecil.

“Maaf hyung, aku lupa” ucap Sehun sembari memegang kepalanya.

“Kau mengajak Sehun? Kalau tau begitu, tadi ku ajak Sehun satu mobil dengan ku” ucap Jessica.

“Iya, Tadi saat aku hendak keluar dari Dorm, Sehun baru saja pulang. Dan dia memaksa ikut dengan ku, karna kebetulan di dorm memang sedang tidak ada orang” jelas Kris. Pantas saja dia tidak langsung kembali kedorm.

“Ah, Ayo kita pesan sesuatu”

Aku, Jessica, Kris dan juga Sehun langsung memesan beberapa makanan ringan dan juga minuman untuk menemani pembicaraan kami. Jujur saja, sebenarnya aku sangat ingin menanyakan hal yang tadi Sehun ucapkan saat di SM Building. Tapi tak mungkin aku menanyakan hal itu didepan Jessica dan juga Kris, aku juga tidak mau mereka mengetahui tentang hubungan ku dan juga Sehun dimasa lalu.

“Aku memutuskan mu bukan karna membencimu”

Ah, lagi-lagi kalimat itu muncul dikepalaku. Kenapa sehun harus mengucapkan hal semacam itu sih? Jika saja dia tau, itu membuat ku kembali menaruh harapan lebih padanya.

“Tapi karna aku takut hatiku sudah tak bisa menahan rasa sakit membaca rumor-rumor mu itu”

Apa rumor yang menimpa ku begitu banyak? Apa aku sudah membuat hati Sehun terluka karna hal itu? Tapi munculnya rumor itu bukan atas kemau-an ku. Aku hanya berteman dan hang out dengan teman-teman ku, Apa itu salah?.

“Hyoyeon-ah! Ayo bayar!” ucap jesica sembari menepuk punadak ku, dan sukses membuat ku terkejut.

“Ha?Apa?” tanya ku.

“Ish, kau melamun lagi? Ayo cepat bayar”

“Tak perlu, biar aku yang bayar noona” tawar Kris

“Tak perlu Kris, Hyoyeon harus membayar kesalahannya dengan mentraktir kita.”

Aku hanya mendengus kesal menatap Jessica. “Tak apa Kris, biar aku yang bayar” Aku tersenyum lalu langsung berjalan menuju kasir.

Setelah membayar semuanya, aku berjalan perlahan kembali menuju meja yang tadi kami gunakan. Entah kenapa mata ku terus menatap Sehun dari kejauhan. Oh God! Senyumannya benar benar membuat ku semakin sulit melupakannya. Sehun-ah sejujurnya aku sangat ingin memelukmu dan menunjukan pada mu seberapa besar rasa rindu ku pada mu.

“Ayo kembali kedorm” ucap ku datar dan memasang tampang yang datar pula.

“Hyo-ah, kau kenapa? Kenapa wajah mu tiba-tiba berubah? Apakan kau mengeluarkan banyak uang?” tanya Jessica.

“Bukan begitu. Aku hanya ingin kembali kedorm”

“Ah, tapi aku masih ingin mengobrol dengan Kris” Kulihat Jessica sedikit kecewa dengan permintaan ku. “Sehun-ah, bisa tidak kau antar Hyoyeon kembali ke-dorm kami?”

Aku langsung membulatkan mata ku. Aku, harus satu mobil dengan Sehun? Aku berusaha menghindarinya tapi sekarang Jessica malah menyuruhnya mengantar ku?

“Aku tidak bawa mobil noona”

“Gunakan mobil ku saja” Kris langsung melempar kunci mobilnya pada Sehun. “Nanti jika kau sudah mengantar Hyoyeon noona, kau langsung kembali kedorm saja” lanjut kris.

“Ya sudah. Ayo Hyo. Maksudku noona”

Aku pun tak punya pilihan lain selain menerima ajakan Sehun. Aku juga sudah cukup lelah karna berlatih dari tadi pagi, lalu meeting, lalu menemani Jessica. Aku sama sekali belum sempat beristirahat. Baiklah, Kim Hyoyeon kau harus pikirkan sisi positifnya. Setidaknya kau bisa menanyakan tentang ucapannya saat dimobil nanti.

POV End

Hyoyeon dan Sehun sudah berada dalam mobil milik Kris saat ini. Tetap saja Hyoyeon memasang tampang dingin miliknya.

“Kau kenapa? Ada yang ingin kau tanyakan? Tanyakan saja” ucap Sehun tiba-tiba.

Hyoyeon sedikit terkejut dengan ucapan Sehun. ‘Bagaimana dia bisa tau isi otak ku?’ batin Hyoyeon.

“Tidak perlu bingung, wajah mu sudah menunjukan ada banyak pertanyaan di otak mu itu”

Hyoyeon menghembuskan nafasnya. “Soal scandal ku dan Jong In. Kau sudah melihatnya?”

Sehun tertawa kecil. “Tentu saja aku sudah membacanya”.

“Jujur saja pada ku. Apa kau tau siapa yang sudah memotret foto itu?”.

Lagi-lagi Sehun tertawa kecil. “Kau menuduh ku?” tanya nya.

“Aku hanya bertanya” jawab Hyoyeon yang lalu mengalihkan padangannya.

“Jadi? Ada lagi tidak hal yang ingin kau tanyakan?”

“Apa maksud kalimat yang kau ucapkan saat di SM Building?”

“Jadi itu yang menghantui pikiran mu?” Sehun menunjukan smirk-nya.

“Jawab saja” ucap Hyoyeon dengan nada dingin dan datar.

“Memangnya kalimat itu kurang jelas?” Tiba-tiba saja Sehun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.

Hyoyeon langsung menatap Sehun terkejut.

“Jujur saja, sampai saat ini pun perasaan ku masih belum berubah. Aku masih Oh Sehun yang mencintai sunbae-nya yang bernama Kim Hyoyeon”

To Be Continued…

 

A/N: Jeng jeng jeng jeng *efek drum* Selesai sudah Chapter 4^^

 

Gimana? Jelek? Iya author tau kok T.T

Tapi author masih ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih karna kalian sudah meninggalkan komentar dan sudah mendukung FF ini ^^.

Sepertinya END dari FF ini sudah dekat. Sepertinya loh~~ kkk~

Author masih menerima pendapat kalian dengan siapa sebaiknya hyoyeon dipasangkan diENDING nanti!!!

 

Ayo! Semua bacotan dan curhatan kalian diterima disini!!!*abaikan*

oKEY~ Latsly, Let’s Visit My Blog All ^^~

http://junghapassion.wordpress.com

Advertisements

2 thoughts on “[Freelance] My Regret (Chapter 5)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s